Comments

Tampilkan postingan dengan label Luar Negri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Luar Negri. Tampilkan semua postingan

Masih Koma, Otak Ariel Sharon Menunjukkan Akivitas

Tidak ada komentar

Mantan pemimpin Zionis Yahudi Ariel Sharon yang koma selama tujuh tahun belakangan karena stroke, mengejutkan para dokter dengan menunjukkan aktivitas otak yang signifikan.



Tim medis di Soroka Medical Center mengatakan, mesin-mesin mereka mendeteksi adanya fungsi otak saat Sharon ditunjukkan foto keluarganya dan diminta untuk membayangkan rumah tempat tinggalnya.

Pakar neurologi Alon Friedman mengatakan bahwa hal itu menunjukkan semacam aktivitas “menyimak.”

“Kami tidak bisa memperkirakan apapun, yang pasti adalah bagi keluarga dan bagi tim medis yang merawatnya, sekarang kita mengetahui bahwa dia bisa menerima informasi dan bahkan mungkin memprosesnya .. pada tahap tertentu dia berada dalam keadaan sadar, dan ini sangat penting bagi keluarganya,” kata Friedman dikutip Euronews Senin (28/1/2013).

Tim medis Soroka mengatakan, hasil tes yang dilakukan atas kondisi Ariel Sharon bisa jadi merupakan terobasan dalam riset mengenai koma. Meskipun demikian mereka menegaskan bahwa kemungkinan pria berusia 84 tahun itu untuk kembali sadar adalah sangat kecil.

Sharon menjabat perdana menteri Israel dari tahun 2001 sampai 2006, saat dirinya diserang stroke.

Tahun 2005 dia mengambil keputusan besar yaitu menarik mundur pasukan Zionis dari Gaza, yang kemudian dianggap sebagai keputusan kelriu oleh sejumlah pihak di Israel. [hidayatullah/www.bringislam.web.id]
Read more...

Salah Klaim Makanan Halal, McDonald Bayar $ 700.000

Tidak ada komentar
Restoran cepat saji McDonald telah setuju untuk membayar $ 700.000 kepada anggota komunitas Muslim di Michigan setelah salah satu restorannya diduga salah mengklaim menyajikan makanan halal.
Situasi ini terungkap setelah seorang warga setempat Ahmed Ahmed mengatakan dia membeli chicken sandwich pada bulan September 2011 di sebuah restoran waralaba di Dearborn Detroit.

Dia mengklaim bahwa dia kemudian menemukan makanan itu tidak halal, meskipun logo-logo di restoran itu menunjukkan bahwa restoran itu telah dipersiapkan sesuai dengan persyaratan Islam.
Ada dua restoran McDonald di pinggiran Detroit Dearborn, dimana keduanya menjual produk halal untuk memenuhi persyaratan salah satu komunitas Muslim terbesar di Amerika Serikat.
Ahmed mengatakan bahwa setelah menemukan makanan tidak halal itu, dia mendekati pengacara dan bersama-sama mereka melakukan investigasi.
Sepucuk surat yang dikirimkan ke McDonald dan Manajemen Finley oleh para pengacara mengatakan bahwa Ahmed telah “mendapat konfirmasi dari sumber yang dekat dengan inventory” bahwa restoran itu telah menjual makanan non-halal “pada banyak kesempatan”.
Setelah mereka mengaku tidak menerima respon atas surat itu, pengacara Ahmed mengajukan gugatan sebagai bagian dari class action.
McDonald dan Manajemen Finley yang dilaporkan setuju untuk memberikan penyelesaian sebesar $ 700.000, dimana uang itu akan dibagikan kepada Ahmed, sebuah klinik kesehatan Detroit, Museum National Amerika Arab di Dearborn dan para pengacara.
McDonald dan Manajemen Finley yang menyangkal kewajiban apapun tetapi mengatakan pembayaran itu dilakukan demi kepentingan terbaik mereka. Kesepakatan awal ini diharapkan akan selesai pada tanggal 1 Maret.
Dalam pemberitahuan penyelesaian Manajemen Finley mengatakan mereka “memiliki sistem yang cermat yang dirancang untuk mempersiapkan dan melayani makanan halal sehingga produk ayam halal diberi label, yang disimpan, didinginkan, dan dimasak dalam wilayah khususu makanan halal “.
Perusahaan menambahkan bahwa mereka melatih karyawannya untuk menyiapkan makanan halal dan ‘membutuhkan kepatuhan bagi proses yang ketat.
Pengacara Ahmed Kassem Dakhlallah mengatakan bahwa meskipun ia percaya McDonald lalai, tidak ada bukti yang menunjukkan hal itu telah ditetapkan untuk sengaja menipu pelanggan.
“McDonald sejak awal melangkah dan menganggap kasus ini dengan sangat serius,” kata Dakhlallah. (rz; www.independent.co.uk , 23/01/)
Read more...

Allahu Akbar!! Daniel Streich, Dedengkot Musuh Islam kini Masuk Islam

Tidak ada komentar

Ahad, 13 Januari 2013, setelah kampanye, yang dipimpin oleh Partai Rakyat Swiss, untuk melarang pembangunan menara tempat adzan di masjid – masjid, muncul kabar yang mengejutkan. Salah seorang pemimpin partai tersebut mengumumkan masuk Islam.


Opini publik Swiss bersama dengan jutaan orang di dunia ini dikejutkan dengan seorang pemimpin politik, Daniel Streich, yang memimpin kampanye terakhir terhadap laragan membangun menara masjid di Swiss selama beberapa tahun terakhir, mengumumkan keislamannya di salah satu media Swiss. Ia menegaskan bahwa ia mengalami perubahan yang drastis setelah mengetahui nilai – nilai dan prinsip – prinsip Islam.

Perubahan Terjadi Setelah Mengenal Islam
Pemimpin politik itu mengatakan bahwa ia terpaksa untuk mengkaji dan mendalami prinsip – prinsip Islam dalam upaya kampanye anti Islam. Ia terkejut mendapati hal – hal yang tidak pernah terlintas dalam benaknya, di mana jawaban atas pertanyaan yang ia terus bertanya dalam dirinya selama beberapa tahun lamanya yang ia tidak dapatkan di agama Kristen.

Stretch mengkritik permusuhan yang tumbuh anti Islam dan muslimin di Swiss. “sesungguhnya Swiss membutuhkan pembangunan masjid dan menara lebih untuk merangkul anak – anak bangsa dari kaum Muslimin" ujar Daniel.

“Aku terdesak untuk menulis banyak makalah menerangkan tentang pentingnya masjid di Swiss dan bahaya dalama upaya pelarangan membangun menara di negri ini” tambah pemimpin partai rakyat Swiss itu.

Karena sikapnya yang baru itu, mantan pelatih militer selama 30 tahun itu mengundurkan diri dari Partai Rakyat Swiss. Sekjen Institut Budaya Islam Swiss, Dr Mohammed Karmov, menganggam keislaman Strech memberikan bagi kemaslahatan Islam di Swiss.

Daniel Islam Seperti Islamnya Umar

Dalam peranna, seorang dai, Nazim Al-Misbah, mengomentari kabar keislaman Strech seraya berkata “itulah keutamaan yang Allah berikan kepada siapa yang Ia kehendaki”.ia menambahkan bahwa keislaman orang yang memerangi Islam itu adalah sebuah kemenangan dari Allah.

Misbah menambahkan “Posisi ini mengingatkan kita kepada kisah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Ketika ia pergi untuk membunuh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka Allah memberikan hidayah kepadanya dan melapangkan dadanya untuk iman. Dan ini menunjukkan bahwa hidayah itu berada di tangan Allah ‘Azza wa Jalla. Dan untuk kaum muslimin jangan berputus asa untuk berdakwah kepada non muslim” ujarnya.(usamah/ist)[voa-islam/www.al-khilafah.org]
Read more...

Poster Anti-Islam Akan Menutupi 50 Stasiun Kereta Bawah Tanah New York

Tidak ada komentar
Poster-poster Anti-Islam yang menggambarkan Menara World Trade yang terbakar ditempatkan pada sekitar 50 stasiun bawah tanah (MTA) di New York mulai 17 Desember 2012.
Kampanye yang bernilai $ 10.000-plus adalah bagian kampanye yang sedang berlangsung oleh Pamela Geller, direktur eksekutif American Freedom Defense Initiative.
Sementara poster-poster sebelumnya, yang berbunyi “Dalam setiap perang antara manusia beradab dan manusia biadab, dukunglah manusia beradab,” telah dirusak dalam waktu satu jam setelah dipasang pada bulan September, Geller mengatakan kepada New York Observer bahwa sekarang dia siap. Geller telah membuat poster dua kali lebih banyak.
“Saya menolak untuk memperpendek kebebasan berbicara saya untuk menenangkan orang yang biadab,” katanya.
Dewan MTA mencoba memblokir jenis iklan yang dipasang di stasiun-stasiun kereta bawah tanah itu pada bulan September tetapi menurut sebuah pernyataan, itu tidak bisa dilakukan dikarenakan Amandemen Pertama.
“Kami pikir ini tidak berarti harus memasang iklan yang memecah belah yang merendahkan orang lain, namun proses pengadilan baru-baru ini mengatakan sebaliknya,” kata siaran pers MTA. “Kami menyesalkan pesan kebencian tersebut dan tetap berharap bahwa sebagian besar pengiklan di bus, kereta bawah tanah, kereta api, dan stasiun akan tetap bertanggung jawab dan menghormati pembaca iklan mereka.” (rz/www.news.nationalpost.com/31/12)
Read more...

Pemerkosaan di Militer AS: Mengungkap Kebenaran Yang Mengejutkan

Tidak ada komentar

Ariana Klay, seorang prajurit wanita dalam Angkatan Bersenjata AS, mengaku bahwa dia diperkosa oleh seorang perwira senior dan seorang atasan sipilnya. Kasus yang dialaminya, dan banyak kasus lain yang dialami para prajurit perempuan di angkatan bersenjata AS, diungkap dalam sebuah film dokumenter berjudul The Invisible War yang baru diputar dan mendapat penghargaan di Inggris.
 ————————-
 Seorang tentara wanita, Kori Cioca, menggambarkan bagaimana dia dipukul wajahnya dengan keras dan kemudian diperkosa oleh seorang komandan militer ketika sedang bertugas untuk US Coast Guard. Setelah kejadian itu, dia diancam atasannya bahwa dia akan diajukan ke pengadilan militer jika kasusnya diungkap dengan tuduhan membuat laporan palsu.
Sang penyerang Cioca di kemudian hari mengaku melakukan penyerangan namun hanya dihukum 30 hari dan tidak mendapat gaji namun dia menolak memperkosa. Departemen Pertahanan AS menolak biaya operasi kerusakan syaraf pada wajah sang korban.
Cioca hanyalah  salah satu wanita yang diwawancarai dalam film dokumenter berjudul The Invisible War, sebuah film dokumenter yang panjang yang mengungkap perlakuan kejam terhadap perempuan dalam militer AS dimana film itu mendapat penghargaan di Inggris pada Frontline Club di London minggu lalu.
Film tersebut telah menimbulkan kekhawatiran bahwa pemerkosaan adalah sebuah momok yang tersembunyi dalam tubuh militer. Menurut angka yang dikeluarkan oleh anggota parlemen dari Partai Buruh Madeleine Moon, perkosaan atau penyerangan seksual dilaporkan oleh anggota Angkatan Bersenjata setiap minggu. Selama dua setengah tahun lalu, telah terjadi 53 kasus pemerkosaan yang dilaporkan dan 86 kasus penyerangan seksual pada Angkatan Darat, angkatan laut dan Angkatan Udara, tetapi Moon percaya bahwa angka itu adalah  terlalu diperkecil dan mungkin terjadi penyerangan seksual setiap hari.

Antara tahun 2001-2011, data pada Kementrian Pertahanan menunjukkan bahwa ada 56 anggota Angkatan bersenjata yang diajukan ke pengadilan militer karena kasus pelanggaran seksual,  namun hanya 16 kasus yang diganjar hukuman.
Amy Ziering, sang produser film, mengatakan mengungkap kasus perkosaan di militer adalah penting untuk menyelesaikan masalah ini. “Ada kondisi seperti badai yang sempurna yang menutup-nutupi rahasia ini,” katanya. “Tidak ada insentif untuk laporan pemerkosaan, laporan ini tidak dianggap prioritas dalam militer dan sifat kejahatan ini berarti bahwa laporan itu akan mengakibatkan wanita dipersalahkan atau mereka menyalahkan diri sendiri.”
Terdapa fakta yang mengjutkan:  tentara wanita di zona pertempuran lebih mungkin diperkosa oleh sesama tentara daripada dibunuh oleh musuh, lebih dari 20% veteran wanita telah diserang secara seksual ketika bertugas pada Angkatan Darat AS, dimana dari 3,192 laporan kekerasan seksual tahun 2011 hanya 191 anggota militer yang dihukum pada pengadilan militer.
Kesaksian para korban dan keluarga menunjukkan luasnya perasaan hancur yang dialami, serta gagalnya sistem  dimana komandan yang mengetahui para korban perkosaan ragu untuk mengambil tindakan setelah terdapat laporan perkosaan.
Ariana Klay, yang lulus dengan nilai sangat baik dari US Naval Academy, dan bertugas di Irak, menjelaskan pemerkosaannya dengan kekerasan oleh seorang perwira senior dan atasannya. “Dia mengatakan bahwa jika saya menceritakan kepada siapa saja, dia akan menyuruh temannya Marv, dari Indiana, untuk membunuh saya dan melemparkan saya dalam parit, karena begitulah mereka menangani sesuatu di Indiana,” katanya. Ketika dia melaporkan kasus pemerkosaan itu dia diperintahkan untuk melakukan “apa yang seorang  prajurit angkatan laut harus lakukan, jadi abaikan dan lanjutkan terus”. Klay lalu mendakwa Korps Marinir karena mengatakan dia seharusnya menyambut serangan seksual itu karena dia berias dan memakai rok- yang merupakan peraturan seragam.
“Satu hal yang membuat saya marah,” kata Klay, “bukan pemerkosaan itu sendiri; tapi para komandan yang terlibat karena menutupi-nutupi segala sesuatu yang terjadi.”
Film ini juga menunjukkan Andrea Werner, yang melaporkan pemerkosaannya kepada atasannya, hanya dikenakan tuduhan perzinahan, meskipun penyerangnya itu telah menikah; Letnan Elle Helmer, menuntut seorang komandan di Barak Angkatan Laut di Washington DC, kemudian kasusnya ditutup karena “tidak ada bukti”, lalu muncul kasus baru yang menuduh Helmer berperilaku tidak hormat dan meracuni pendapat umum. (RZ)
Sumber: guardian.co.uk (29/10/2012)
Read more...

Category

Popular Posts

facebook