Comments

Tampilkan postingan dengan label BBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBI. Tampilkan semua postingan

Jebret, Ustadz Arifin Ilham Dukung Perjuangan Syariah dan Khilafah

Tidak ada komentar
Si Jebret kini menjadi Trading Topik di berbagai media sosial, baik di facebook dan twitter hastag jebret begitu cepat tersebar dalam hitungan detik.

Nggak ada salahnya admin hti Fans juga bikin artiikel #Jebret. Dan Jebret ini lebih keren dari pada jebret yang lain.
Berikut Jebretannya

Jebret Jebret trading TopikHTI Press. Bogor. Puncak dari kesufian adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syariah dan Khilafah. Hal ini disampaikan Ustadz Arifin Ilham dihadapan 1.000 peserta Silaturahmi Akbar 1434H Hizbut Tahrir Indonesia bersama ulama dan okoh umat yang diselenggarakan DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kabupatan Bogor.

“Puncaknya dari zikir adalah ‘ibadah, dakwah dan jihad dijalan Allah SWT. Kesufian dalam Islam puncaknya adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syari’at Allah dan Khilafah,” tegasnya.
Acara yang diadakan pada Ahad, 22 September 2013 bertepatan dengan 16 Dzulqo’dah 1434H ini merupakan agenda dakwah nasional yang telah diselenggarakan di lebih 80 kota/kabupaten seluruh Indonesia.

Acara yang dilaksanakan di Aula Masjid Az Zikro Sentul Bogor atau Markaz Majlis Zikir Az Zikro Pimpinan Ust Arifin Ilham mendapat antusiasme peserta yang sangat luar biasa.

Hadir sekitar 1.000 orang pada acara yang bertemakan “Saatnya ‘Ulama, Tokoh dan Ummat Berjuang Untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah” dari kalangan para ‘ulama, kyai, asatidz dan tokoh masyarakat serta jama’ah pengajian atau majlis taklim dan santri pondok pesantren se- Kabupaten Bogor.
Acara yang dikemas dengan model dialog interaktif mendapat perhatian dari para hadirin untuk berebut menyampaikan pertanyaan dan dukungannya terhadap dakwah penegakan syari’ah dan khilafah. Sebelumnya acara dibuka dengan penyampaian kalimat taqdim dari DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kabupaten Bogor yang diwakili oleh al Mukarrom KH.Muhyiddin.

Beliau menyampaikan tentang maksud dan tujuan kegiatan Silaturahmi Akbar tersebut digelar diantaranya tidak lain untuk menyampaikan ide dan konsep serta thariqoh perjuangan dakwah Hizb dalam meraih tujuannya yaitu li isti’nafi al hayati al Islamiyyah dan dilakukan dengan tanpa kekerasan.

Ustadz Arifin Ilhan HTI Bogor
Kyai yang akrab dipanggil Kyai Mumuh juga membacakan salah satu ayat al Qur’an Surat An Nisa ayat 95 yang bermakna bahwa tidaklah sama bagi orang-orang beriman mereka yang berjuang untuk tegaknya agama Allah, tegaknya syari’at Allah dalam Khilafah yang dijanjikan Allah dan RasulNya dengan orang-orang beriman yang hanya duduk-duduk diam saja atau berdiam diri tanpa upaya perjuangan untuk Islam. Oleh karenanya beliau mengajak kepada seluruh hadirin untuk bersama melakukan dakwah secara berjama’ah melaksanakan kewajiban menegakkan syari’at Allah dalam naungan Khilafah.

Memasuki acara inti yang dipandu oleh moderator  Ust.Muhammad Adi Maretnas, diperkenalkan para pengurus DPD II HTI Kabupaten Bogor dan termasuk Ketua  DPP Hizbut Tahrir Indonesia KH.Rokhmat S.Labib yang hadir bersama 1.000 peserta Silaturahmi Akbar 1434 H tersebut.

Dalam kalimat pengantar yang disampaikan oleh Ketua  Hizbut Tahrir Indonesia, KH.Rokhmat S.Labib menjelaskan mengapa HTI senantiasa menyampaikan dakwahnya fokus  pada kata Khilafah, disetiap kegiatannya ujung-ujungnya adalah khilafah. Hal itu tidak lain karena khilafah merupakan janji Allah dan bisyaroh RasulNya dan juga merupakan “fardlun” atau kewajiban yang harus dijalankan selama belum tegak karena hukumnya fardlu kifayah yang kemudian menjadi fardlu ‘ain selama belum sempurna pelaksanaannya.
“Dan bahkan bukan hanya sekedar kewajiban namun juga merupakan taajul furuudl / mahkotanya kewajiban dalam Islam,” tegas Ustadz Rokhmat S.Labib.

Hadir sebagai shohibul bait dari acara Silaturahmi Akbar 1434 H yaitu Ust Muhammad Arifin Ilham menyampaikan sambutannya kepada hadirin. Dihadapan 1.000 peserta Ust.Arifin Ilham menyampaikan bahwa puncaknya dari zikir adalah ‘ibadah, dakwah dan jihad dijalan Allah SWT. Kesufian dalam Islam puncaknya adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syari’at Allah dan Khilafah. Tangisan yang terbaik dalam zikir kepada Allah adalah tangisan kerinduan untuk tegaknya syari’ah Allah dan Khilafah.

Ust.Arifin Ilham juga mengajak kepada para pejuang Khilafah agar senantiasa menjadikan zikir sebagai salah satu faktor pendukung perjuangan para mujahidin Allah ditolong oleh Allah dalam perjuangannya dan harus memiliki kesabaran dalam cobaan atau pujian.

“Orang beriman harusnya menjadikan hidup ini bukan main-main dan jangan di sia-siakan kecuali hanya untuk menolong agama allah dengan dakwah, jihad untuk tegaknya syari’ah dan khilafah,”tegasnya.
Beliau menambahkan , Hizbut Tahrir dulunya dibenci oleh orang, tidak disukai. Lambat laun, orang kemudian melihatnya kembali, tertuju perhatiannya kepada HTI, “opo iki” dan akhirnya menjadi kenal, lalu cinta kepada HTI bahkan menjadi bagian do’a dari mereka yang sebelumnya membenci.

“Senantiasa di Az Zikro setiap shubuh membacakan qunut mendoakan kepada seluruh mujahidin Allah yang ikhlas agar mendapat pertolongan-Nya,”ujarnya.

Dalam sessi dialog oleh peserta, beberapa pertanyaan dan pernyataan disampaikan kepada Ketua  DPP HTI untuk menjawabnya. Salah satunya adalah “mengapa HTI selalu koar-koar Khilafah padahal itu janji Allah yang pasti akan diberikan?”

KH.Rokhmat S.Labib menjawabnya dengan tegas, bahwa khilafah mesti disuarakan karena selain janji Allah dan bisyaroh Rasul Nya namun khilafah adalah kewajiban yang sama seperti sholat, zakat, haji dan ibadah lainnya yang berstatus wajib. Dan setiap mukmin akan berdosa ketika meninggalkan kewajiban Allah tersebut dan akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat.

Selain melihat shiroh nabawiyah tentang perjalanan dakwah Rasulullah SAW apa yang dilakukannya di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah dan mendirikan negara Islam di Madinah, yaitu Rasul dan para shahabat hanya melakukan aktifitas dakwah bi lisan. Namun, ketika dakwah berhasil dan kekuasaan diberikan kepada Islam, maka sistem Islam dalam syari’at Allah yang diterapkan negara khilafah yang akan menyelesaikan seluruh problematika ummat manusia dan melaksanakan dakwah ke seluruh penjuru dunia dengan jihad.


Ada juga peserta yang menyatakan tentang dukungan terhadap HTI menolak Miss World 2013, bertanya tentang kekhilafahan 30 tahun, dan seputar langkah dakwah HTI dalam meraih tujuannya. Akhirnya, acara ditutup dengan do’a oleh al ustadz Harun Al Rasyid dengan khusyu’. ( Amirullah/DPD II HTI Kab.Bogor )


Ustadz Arifin Ilham dalam Acara: Silaturahmi Akbar 1434H Hizbut Tahrir Indonesia bersama ulama dan Tokoh umat

Read more...

Miss World Meruntuhkan Martabat Perempuan

Tidak ada komentar
Tolak Missworld
Hizbut Tahrir Indonesia kembali turun ke jalan untuk menunjukkan sikapnya yang tegas menolak pelaksanaan Miss World. Sebagaimana yang diberitakan detik.com (05/09) gerakan aksi menolak pagelaran Miss World di Indonesia terus bergulir. Kali ini massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menyusun barisan aksi di depan Kemenko Kesra.
Miss World“Karena sejatinya kedatangan Miss World telah meruntuhkan martabat perempuan. Ini semua adalah bentuk kebodohan, kebiadaban kapitalis,” ujar seorang orator di atas mobil bak terbuka, di depan Kemenkokesra, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2013).
“Bahwasanya Kemenko Kesra mengurusi kesejahteraan rakyat, kepariwisataan, dan jika dari Kemenko Kesra tidak meng-ACC maka tidak akan terselenggara Miss World ini,” imbuh sang orator berapi-api.
Sekitar seratusan massa yang dibagi antara laki-laki dan perempuan itu membawa spanduk-spanduk bertuliskan ‘Miss World=Kapitalisasi Perempuan’, ‘Miss World=Lecehkan Perempuan’, ‘Miss World=Kampanye Liberalisasi Budaya’. Mereka menuntut pemerintah membatalkan ajang ratu sejagat itu.
Tak lama, kumpulan massa itu pun bergerak menuju ke MNC Tower dengan berjalan kaki.
Aksi tolak miss world sumselDemo menentang pagelaran Miss World juga terjadi di Makassar. Demonstran masih dari HTI. Mereka mendatangi kantor DPRD Sulawesi Selatan di Jl Urip Sumoharjo. Massa HTI Sulsel ini menilai ajang Miss World merupakan bentuk eksploitasi yang merendahkan harkat dan martabat kaum Hawa.
Massa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan beserta anak-anak mereka ini juga menganggap penyelenggaraan kontes Miss World bertentangan dengan budaya ketimuran di Indonesia dan melanggar hukum syariat dari agama Islam yang mayoritas dianut penduduk Indonesia.
Aksi massa berlangsung tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar fly over Urip Sumoharjo. Aksi hanya dijaga segelintir aparat kepolisian dan Satpol PP kantor DPRD Sulsel. (AF)
[hti-press]
Read more...

Salam Penegakkan Khilafah dari Ust. Arifin Ilham

1 komentar
Ustadz arifin ilham Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Jazakumullah, al ‘ulama al ahibbaa’ fillah..

Arifin mohon maaf lahir batin.

Ikhwah fillah
Persoalan terbesar bagi umat Islam saat ini yang mengalami kekalahan di semua lini, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, bahkan semua aspek kehidupan karena umat Islam telah meninggalkan Islam, meninggalkan Al-Qur’an dan Sunnah, dan sampai puncaknya adalah krisisukhuwah. Bukan hanya bagi umat Islam, bahkan bagi ulamanya sendiri.

Ikhwah fillah
Kenapa kita tidak punya haibah? prestise di dunia, di negeri sendiri? Pada lingkungan kita sendiri kita tidak punya haibah, karena kita tidak punya al-quwwah, kekuatan. Kenapa tidak punya al-quwwah? karena tidak punya wahdah, kita sejujurnya belum bersatu, tahsabuhum jami’an wa qulubuhum syatta… (Al-Hasyr, 59: 14)

Kesannya saja, retorikanya kita bersatu, sebenarnya kita masih ingin eksis dengan jati diri masing-masing, mazhab masing-masing, pendapat, kelompok, organisasi masing-masing.

Kenapa kita gak punya wahdah? ya… karena kita mengalami yang disebut dengan ukhuwah, saling cinta karena Allah, saling tolong karena Allah, saling menghargai karena Allah, saling mendo’akan karena Allah, saling mendukung karena Allah, saling menutupi aib karena Allah.

Kadang tidak perlu duduk bersama, tapi hati bersama itu jauh lebih utama. Dan tentu jauh lebihafdhal duduk bersama dan hati kita bersama seperti shaf shalat berjama’ah.

Nah… kenapa tidak mengalami kekuatan ukhuwah itu? karena kita mengalami krisis iman. Allah, ridha-Nya, rahmat-Nya, ampunan-Nya, hidayah-Nya, berkah-Nya, Rasul-Nya, akhirat-Nya bukan menjadi tujuan dan orientasi dalam setiap aktifitas kita.

Maaf, mungkin ini terlalu kasar… Bahasanya agama, tapi hatinya dunia,

…وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ…
(Ali ‘Imran, 3: 152)

Kelumpuhan terjadi bagi umat Islam dan terutama para juru dakwah adalah karena mereka lebih melihat ghanimah ketimbang ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ikhwah…
Kalau Allah dan Rasul dan akhirat menjadi tujuan dan orientasi dalam setiap harakah dakwah kita, maka kita akan mengedepankan, mengutamakan dakwah, itu yang menjadi skala prioritas, main goal, dalam semua aktifitas kita, dakwah, dakwah, dakwah, tanpa diundangpun dakwah. Kita menunggu undangan, baru dakwah.

Ulama yang terbaik itu ulama air hujan, yang menghujani siapa pun, minimal ulama mata air yang orang datang rindu kepadanya. Jangan jadi air pam, air pam itu kalau gak diundang, gak keluar dia, kalau gak dibayar gak keluar dia, gak tsiqah dalam dakwah, memilah milih dalam dakwah, akhirnya retorika-retorika saja, intinya dia mencari duit.

Ini ngamen ya ikhwah, atau menjadi juru dakwah air comberan, munafik, dia berbuat maksiat.

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
(Ash-Shaff, 61: 3)

Nah… dakwah kita utamakan, kita berkumpul karena kita mengutamakan dakwah, kita bisa bersama karena mengutamakan dakwah. Jadi benang tasbih walaupun bijiannya warna warni, kalau benangnya adalah dakwah, kita akan bisa bersama ya ikhwah.

Islam bisa berkembang karena dakwah, Rasul menyebarkan dakwah, lalu dilanjutkan para sahabat. Sahabat wafat, dilanjutkan tabi’ut tabiin, lalu salafus shalih. Dan kita bisa begini pun karena dakwah, maka dakwahlah utamakan.

Dimulai dakwah pada diri sendiri, fardiyah, ahliyah, keluarga kita, lalu sahabat-sahabat kita, lalukhususiah orang-orang penting, lalu ijtima’iyah, tabligh, ta’lim, kemudian ‘umumiyah, siapapun didakwahi tanpa merasa paling suci.

Kemudian kalau dakwah yang menjadi prioritas, maka yang kedua adalah ukhuwah. Nah… buahnya dari orientasi dakwah itu ukhuwah. Banyak kita berbeda paham dengan kawan-kawan.

Misalnya Arifin, ada yang membid’ahkan zikir, Arifin sayang kepada kawan-kawan yang membid’ahkan zikir. Tidak ada masalah, tidak penting perbedaan itu, yang penting ukhuwahnya, yang penting dakwahnya.
Hanya karena perbedaan qunut… Ndak penting perbedaan itu, yang penting dakwahnya, ukhuwahnya, ndak penting zikir berjama’ah itu, yang penting ummat itu bertaubat dan sebagainya, itu yang penting.
Jadi hal-hal yang kecil yang masih persoalan furu’iyah bukan ushuliyah, kecuali yang sudah difatwakan jelas, bayan, clear, oleh Majelis Ulama Indonesia. Ada yang kita bersama, ada yang tidak bisa kita bersama.

Kemudian yang ketiga.. kalau sudah dakwah yang menjadi prioritas maka ukhuwah. Kalau “iyyaka na’budu wa iyyaka nast’ain” kalau Allah menjadi tujuan kita “na’budu”, kami beribadah bersama, kami mohon pertolongan kepada Allah, kami.. bukan aku.. kami… ‘aku’, ‘kamu’.. lebur menjadi ‘kami’. “shaffan ka annahum bunyaanun marshush” (Ash-Shaff, 61: 4).

Nah, kemudian yang ketiga: maslahah. Kalau sudah ukhuwah, maka ke-maslahah-nya yang dikedepankan. Maslahahnya apa?

Kita di samping masjid Az-Zikra ada mushalla yang berbeda, yang mereka tidak sependapat dengan speaker (aspek) anti-speaker. Mushallanya hancur, bocor, kita bangunkan. Subhanallah… gak ada masalah speaker nggak speaker, maslahahnya untuk ummat biar bisa shalat di mushalla itu. Ya… Allah… ini kemaslahahan yang harus dikedepankan setelah ukhuwah dan prioritas dakwah.

Maka Arifin bahagia sekali, walaupun keadaan hanya bisa melewati ini, tapi Arifin menyayangi semua, ayah, ikhwah fillah, kawan-kawan, juru-juru dakwah.

Ini saatnya bukan lagi retorika-retorikaan, bukan main-main lagi dakwah, bukan lagi eksis-eksis sendirian lagi, ndak perlu lagilah dengan ge-er dengan pujian, ndak perlu lagi sakit hati dengan hinaan.

Saatnya kita menjadi teladan bagi ummat, jadi mata air, jadi cahaya, apa yang di hati itu yang difikirkan, apa yang difikirkan itu yang diucapkan, apa yang diucapkan itu diamalkan, istiqamah,tsiqah, lahir batin ta’at kepada Allah jalla jalaluhu, figur teladan bagi ummat, tidak main-main, tidak lagi menjual-jual, main-main kata, penuh dengan gaya-gaya.

Tidak perlu lagi takut dengan caci maki, hinaan, gosip. Dakwah liyuhiqqal haqqa wayubthilal bathilawalau karihal mujrimun… (Al-Anfaal, 8: 8). Keniscayaan akan dicaci maki oleh orang mujrimun itu.
Fitnah itu memang menyakitkan, kotoran, tapi bagi orang beriman dia bisa olah menjadi pupuk yang menyenangkan, pupuk yang menyuburkan keimanannya.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

(Al Furqan, 25: 63)

Ketahuilah ya ikhwah, yang paling pantas berdakwah itu siapa? Hamba Allah yang istiqamah, yang tidak main-main dengan kata-katanya, bukannya surat Fushshilat (menerangkan),

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا…

(Fushshilat, 41: 30)

Lihat setelah itu,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
(Fushshilat, 41: 33)

Mereka yang istiqamah lalu mereka berdakwah,
Ikhwah, al lughah al madzuqah, bahasa itu rasa, ummat itu bisa merasakan mana main-main kata, mana yang serius dalam berdakwah, mana yang istiqamah, mana yang dalam setiap kata-katanya yang benar-benar tulus mencintai ummat.

Maaf ikhwah, kalau Arifin menyampaikan ini. Inilah keadaan sekarang, mudah-mudahan Arifin dan semua ikhwah, Allah bersamakan dalam ridha-Nya, dalam rahmat-Nya, dalam ampunan-Nya, dan hidayah-Nya, dalam berkah-Nya, dalam harakah dakwah-Nya. Kita bersama walaupun tidak harus duduk kita bersama, suatu saat kita duduk bersama lalu kita bersama-sama.

Puncak perjuangan kita adalah tegaknya syari’at Allah di negeri yang kita cintai ini dan tegaknya khilafah Islamiyah.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتْوبُ إِلَيْكَ

Banyak salah Arifin, uhibbukum fillah.
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh. [Arrahmah/DM/VM/www.globalmuslim.web.id]
Read more...

Ternyata Miss World juga Di Tolak di Kota Asalnya

Tidak ada komentar

Miss World di tentang di kota kelahirannya
Sedikit menengok ke tahun 1951 di Inggris, ajang Miss World pertama kali disebut sebagai “Bikini Contest Festival” yang hanya mendasarkan penilaian pada fisik. Kemudian kontes ini disebut sebagai Miss World oleh media.

  Lalu pada tahun 1980, kontes ini mereposisi dirinya dengan slogan Beauty With a Purpose dengan tambahan tes intelijen dan tes kepribadian, sebagai upaya agar kontes ini bisa diterima banyak kalangan.

Meskipun demikian, sejak kelahirannya sampai sekarang dan bahkan di kota kelahirannya sendiri, kontes ini terus menuai penolakan. Pada 5 November 2011, situs berita BBC menyebutkan, dalam rangka menyambut kontes Miss World ke-60 di London tahun 2011, orang-orang di Inggris menggelar aksi demonstrasi menentang acara tersebut.
Bahkan situs London Feminist Network menyatakan, “Tidak ada tempat untuk kompetisi ini!” [islampos/bbc/hti-fans]
Read more...

Ustadz Arifin Ilham: Tiada Guna Berdzikir,Jika Miss World Dibiarkan

Tidak ada komentar

BOGOR - Pimpinan Majelis Dzikir Az Zikra KH. Muhammad Arifin Ilham dalam halaqah subuh pada Jum'at (30/8/2013) di Masjid Az Zikra Sentul Bogor membahas materi tentang kewajiban wanita muslimah untuk menutup aurat. Selain itu Ustadz Arifin juga berkomentar terkait ajang maksiat Miss World yang bakal di gelar di Indonesia.

Dalam rangka menggagalkan acara Miss World, Ustadz Arifin bersama masyarakat Sentul dan sekitarnya serta kaum muslimin dari berbagai tempat lainnya akan bersatu menolak ajang pamer aurat tersebut."Dengan ijin Allah acara tersebut akan batal digelar" ungkap Ustadz Arifin.
 
Ustadz Arifin mengajak kepada seluruh jamaah Az Zikra, dan umat Islam umumnya untuk melakukan demonstrasi menolak tegas diadakannya acara Miss World yang akan diselenggarakan di Indonesia khususnya di Bogor, Jawa Barat."Bohong dzikir kita kalau tidak memperhatikan urusan umat dan membiarkan kemaksiatan didepan mata kita," ujar Ustadz Arifin.
 
Rencananya puncak acara Miss World akan diselenggarakan pada 28 September 2013 mendatang di gedung Sentul Internasional Convension Centre (SICC) Bogor, yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Az Zikra.
 
Terkait SICC, mantan misionaris Ustadz Bernard Abdul Jabbar pernah mengungkapkan bahwa tempat tersebut dimiliki oleh kaum Nasrani Yahudi dan pernah digunakan ribuan misionaris untuk merencanakan program masa tuaian (pemurtadan) di Indonesia. Selain itu SICC juga kerap digunakan untuk acara hiburan dari artis-artis mancanegara untuk menghancurkan akidah kaum muda khususnya. [desastian/hti-fans]
Read more...

Mengapa Hizbut-tahrir Tidak Ikut Menjadi Partai Peserta Pemilu?

Tidak ada komentar
Ust Dwi Condro Triyono
Dari Liqo' Syawal Ulama HTI DIY  ahad kemarin. Seorang peserta mengusulkan, bagaimana kalau Hizbut Tahrir mengikuti pemilu saja, sebab dengan begitu kita akan bertarung secara realistis di lapangan. Beliau yang mengakui orang dari salah satu partai Islam mengatakan akan berbalik mendukung HT kalau ikut pemilu. Kira-kira apa jawaban Ust. Dwi Condro?

Penasaran? Dengerin sendiri disini Download


Ridwan Taufiq Kurniawan [www.bringislam.web.id]
Read more...

Rahasia Laut Yang Terpisah

Tidak ada komentar
Rahasia laut Yang terbelah
Rahasia Dua Laut Yang Berdampingan Namun Berbeda Rasa
Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (Q.S Al Furqan:53)
Jika Anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia seorang ahli Oceanografer dan ahli selam terkemuka dari Perancis. Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.


Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba ia menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur/tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya, seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu membuat pusing Mr. Costeau dan mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan. Ia mulai berpikir, jangan-jangan itu hanya halusinansi atau khalayan sewaktu menyelam.
Waktu pun terus berlalu setelah kejadian tersebut, namun ia tak kunjung mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang fenomena ganjil tersebut.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim, kemudian ia pun menceritakan fenomena ganjil itu. Profesor itu teringat pada ayat Al Quran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.
Ayat itu berbunyi “Marajal bahraini yaltaqiyaan, bainahumaa barzakhun laayabghiyaan…” Artinya: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Kemudian dibacakan surat Al Furqan ayat 53 di atas.
Selain itu, dalam beberapa kitab tafsir, ayat tentang bertemunya dua lautan tapi tak bercampur airnya diartikan sebagai lokasi muara sungai, di mana terjadi pertemuan antara air tawar dari sungai dan air asin dari laut. Namun tafsir itu tidak menjelaskan ayat berikutnya dari surat Ar-Rahman ayat 22 yang berbunyi “Yakhruju minhuma lu’lu`u wal marjaan” Artinya “Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.” Padahal di muara sungai tidak ditemukan mutiara.
Terpesonalah Mr. Costeau mendengar ayat-ayat Al Qur’an itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Al Qur’an ini mustahil disusun oleh Muhammad yang hidup di abad ke tujuh, suatu zaman saat belum ada peralatan selam yang canggih untuk mencapai lokasi yang jauh terpencil di kedalaman samudera.
Benar-benar suatu mukjizat, berita tentang fenomena ganjil 14 abad yang silam akhirnya terbukti pada abad 20. Mr. Costeau pun berkata bahwa Al Qur’an memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Dengan seketika dia pun memeluk Islam.
Subhanallah… Mr. Costeau mendapat hidayah melalui fenomena teknologi kelautan. Maha Benar Allah yang Maha Agung. Shadaqallahu Al`Azhim.
Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Sesungguhnya hati manusia akan berkarat sebagaimana besi yang dikaratkan oleh air.” Bila seorang bertanya, “Apakah caranya untuk menjadikan hati-hati ini bersih kembali?” Rasulullah s.a.w. bersabda, “Selalulah ingat mati dan membaca Al Quran.”
Berikut ini adalah saat Kapten Cousteau menceritakan peristiwa yang telah menyebabkan dia menjadi seorang Muslim :
“In 1962 German scientists said that the waters of the Red Sea and the Indian Ocean did not mix with each other in the Strait of Bab-ul-Mandab where the Aden Bay and the Red Sea join. So we began to examine whether the waters of the Atlantic Ocean and the Mediterranean mixed with each other. First we analyzed the water in the Mediterranean to find out its natural salinity and density, and the life it contained. We repeated the same procedure in the Atlantic Ocean. The two masses of water had been meeting each other in the Gibraltar for thousands of years. Accordingly, the two masses of water must have been mixing with each other and they must have been sharing identical, or, at least, similar properties in salinity and density. On the contrary, even at places where the two seas were closest to each other, each mass of water preserved its properties. In other words, at the point where the two seas met, a curtain of water prevented the waters belonging to the two seas from mixing. When I told Professor Maurice Bucaille about this phenomenon, he said that it was no surprise and that it was written clearly in Islam’s Holy Book, the Qur’an al-karim. Indeed, this fact was defined in a plain language in the Qur’an al-karim. When I knew this, I believed in the fact that the Qur’an al-karim was the ‘Word of Allah’. I choseIslam, the true religion. The spiritual potency inherent in the Islamic religion gave me the strength to endure the pain I had been suffering for the loss of my son.”
Dan terjemahannya sebagai berikut :
“Pada tahun 1962 ilmuwan Jerman mengatakan bahwa air Laut Merah dan Samudera Hindia tidak menyatu satu dengan yang lain di Selat dari Bab-ul-Mandab di tempat Teluk Aden dan Laut Merah bertemu. Jadi kami memulai untuk memeriksa apakah air dari Samudra Atlantik dan Mediterania bertemu satu sama lainnya.
Pertama kita menganalisis air di Mediterania untuk mengetahui habitat, salinitas dan densitas, dan apa yang hidup di dalamnya. Kami mengulangi prosedur yang sama pada Samudera Atlantik. Dua jenis air telah bertemu masing-masing lain dalam Gibraltar selama ribuan tahun. Dengan demikian dua jenis air pasti telah bercampur dengan satu sama lainnya dan mereka pasti sudah berbagi identik, atau, paling tidak, sama salinitas dan densitasnya.
Sebaliknya, bahkan di tempat di mana ada dua laut yang paling dekat dengan satu sama lain, setiap jenis air bahkan seperti dibiarkan terpisah. Dengan kata lain, pada titik di mana dua lautan bertemu, ada sebuah tirai air yang mencegah air masuk ke dalam dua laut dari pencampuran.
Ketika saya memberitahu Profesor Maurice Bucaille tentang fenomena ini, ia mengatakan bahwa tidak terkejut dan bahwa itu ditulis dengan jelas dalam Kitab Suci Islam, Al-Qur’an al-karim. Memang, fakta ini didefinisikan jelas dalam bahasa dalam Al-Qur’an al-karim. Ketika aku mengetahuinya, saya percaya fakta bahwa Al-Qur’an al-karim adalah ‘Firman Allah’.
Saya memilih Islam, agama yang benar. Potensi spiritual yang melekat dalam Agama Islam memberi saya kekuatan untuk menahan rasa sakit atas penderitaan karena kehilangan anakku.”
Perihal ke-Islaman beliau, kini diperdebatkan setelah munculnya surat dari wakil Keuskupan Katolik Roma di Perancis yang menyatakan beliau tidak jadi pindah agama menjadi Islam dan dimakamkan secara Katolik Roma. Namun begitu, saya yakin setelah pengakuan beliau dengan saksi Professor Maurice Bucaille, jati dirinya sebagai Muslim tak akan tergoyahkan setelah beliau melihat sendiri bagaimana Allah membuat suatu keajaiban dari dua buah laut yang bertemu. Yaitu dunia lautan yang sangat beliau cintai sejak kecil. Wallahu’alam
salam santun ukhuwah fillah  [www.bringislam.web.id]
Read more...

Huffington Post : Miss World Dibatalkan ?

Tidak ada komentar

Huffington Post : Miss World Dibatalkan
Besarnya penolakan pelaksaan Miss World 2013 di Indonesia, negeri yang mayoritas Islam, diberitakan diberbagai media asing. Sikap MUI yang menolak dan himbauan menteri agama agar kontes maksiat ini tidak dilaksankan, membuat banyak media asing ragu apakah Miss World bisa dilaksanakan atau tidak.
Huffington Post, media yang berbasis di New York Amerika Serikat bahkan meragukan kontes kecantikan tersebut bisa terlaksana dengan menuliskan judul berita “Miss World Cancelled? Indonesian Clerics Protest Beauty Pageant On Religious Grounds”.
Seperti yang dilangsir  www.jpnn.com ( 2/9) kabar penolakan pegelaran Miss World 2013 di Indonesia terus meluas. Tak hanya media di Indonesia, tapi juga media asing di Asia, Amerika, hingga Eropa juga memberitakan penolakan tersebut.
Penolakan ini semakin menguat menyusul adanya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan telah menolak keras pagelaran kontes kecantikan se-jagad tersebut.
CBC News yang bermarkas di Kanada ikut memberitakan penolakan MUI tersebut. Mereka menuliskan berita berjudul “Indonesian clerics call for ban of Miss World pageant” atau Ulama Indonesia menolak kontes Miss World.
Di Inggris berita tentang maraknya penolakan kontes kecantikan tersebut diberitakan oleh media ternama setempat, yakni Daily Mail. Melalui situs onlinenya, Daily Mail memberitakan soal pembatalan ronde bikini yang sengaja dilakukan panitia untuk menghormati muslim Indonesia.
Sementara itu, ABS-CBN yang merupakan media asal Filipina memberitakan tentang kemungkinan dibatalkannya Miss World 2013 di Indonesia. Media ini lalu mengutip pernyataan Menteri Agama Suryadharma Ali yang meminta panitia memperhatikan fatwa MUI.
Pagelaran Miss World 2013 ini rencananya akan digelar di Bali dan Jakarta dengan puncak kegiatan pada 28 September di Sentul International Convention Center.
Tidak hanya MUI, ada sekitar 60 ormas dan elemen umat Islam menolak kontes maksiat ini. Hizbut Tahrir Indonesia termasuk salah satu pihak yang menolak dengan tegas pelaksaan kontes bikini bertopeng kecerdasan ini.  Dalam pernyataan persnya, Ismail Yusanto Jubir menegaskan menolak penyelenggaraan Miss World 2013 karena acara ini tak lebih sebagai ajang eksploitasi tubuh perempuan sehingga acara itu sangat merendahkan harkat dan martabat perempuan.
Jubir HTI ini juga mendesak pemerintah agar mencabut izin penyelenggaraannya di Indonesia dan mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan eksploitasi perempuan dalam bentuk apapun di negeri ini.
“ Kami menyerukan kepada seluruh umat untuk berjuang dengan sungguh-sungguh guna mengganti sistem sekuler – kapitalis yang telah terbukti sebagai sumber dari penistaan harkat dan martabat perempuan melalui berbagai bentuk eksploitasi dan komersialisasi perempuan, dengan sistem Islam melalui penerapan syariah dan khilafah. Inilah sistem satu-satunya yang akan membawa rahmat bagi seluruh alam semesta, khususnya bagai kaum perempuan,” tegas Ismail Yusanto . (AF)

[hti-press/www.bringislam.web.id]
Read more...

HTI Jabar datangi Gedung Sate, Tolak Kontes Miss World

Tidak ada komentar

hti jabar tolak miss world
Pro kontra penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia terus bergulir. Sekitar 1000 orang dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jabar turun ke jalan menolak keras kegiatan yang rencananya digelar 28 September itu. Menggunakan pengeras suara dilengkapi sound system, seruan menolak Miss World menggelegar di depan Gedung Sate, Kota Bandung.
HTI Jabar menilai ajang Miss World dan kontes kecantikan sejenisnya merupakan bentuk eksploitasi demi mendongkrak pendapatan industri komersil semata.
“Menolak acara Miss World di Indonesia karena acara ini tak lebih sebagai ajang eksploitasi tubuh perempuan. Acara itu sangat merendahkan harkat dan martabat perempuan,” tegas Humas HTI Jabar Luthfi Afandi di sela-sela unjuk rasa damai di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (4/9/2013).
Luthfi berpendapat konsep beauty with a purpose dan 3B (Beauty, Brain and Behavior) yang diusung dalam kontes Miss World hanyalah kedok bagi legalisasi eksploitasi tubuh perempuan. Soal janji tidak adanya bikini yang dipakai peserta, kata Luthfi, bukan fokus yang dipersoalkan.
“Problem itu bukan pakai bikini dan berpakaian rapi. Sekali lagi, ajang Miss World itu bentuk ekploitasi untuk kepentingan bisnis semata demi mendongkrak industri fesyen, kosmetik dan rating media. Kami juga menolak kontes serupa. Digelarnya Miss World berarti paham liberalisme akan menyebar dan dicontoh masyarakat Indonesia,” jelas Luthfi.
Massa HTI Jabar terdiri kaum perempuan dan lelaki ini membawa sejumlah poster yang di antaranya bertuliskan, ‘Miss World Lecehkan Perempuan’, dan ‘Jangan Kotori Indonesia dengan Miss World’. Aksi damai ini mendapat penjagaan puluhan polisi. Arus lalu lintas di kawasan Gasibu tak mengalami hambatan. Pedemo juga membagikan selebaran berisi ajakan penolakan ajang miss world kepada pengendara yang lewat.
“Tolak Miss World,” teriak orator berulang kali lewat pelantang suara yang diikuti massa.
“Selain menolak Miss World, kami mendesak pemerintah agar mencabut izin penyelenggaraannya di Indonesia. Kami juga mendesak Gubernur Jabar Ahmad Heryawan untuk bersikap tegas menolak acara Miss World yang dilaksanakan di wilayah Jabar. Sebab acara tersebut akan diselenggarakan di Sentul,” ujar Luthfi. (detik/hti-fans]
Read more...

Kontes Miss World Wajib di Tolak

Tidak ada komentar

no Miss World
[Al-Islam 670] Pemerintah bersikeras menjamin pelaksanaan Miss World 2013. Kontes kecantikan ini akan dilaksanakan di Nusa Dua, Bali pada 4-15 September, dan puncak acaranya direncanakan digelar di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor pada 28 September 2013.
Menyusul penentangan dari banyak elemen umat, pihak panitia berjanji akan menyesuaikan kontes kecantikan itu dengan budaya Indonesia. Konon, sesi penilaian menggunakan baju renang (bikini) ditiadakan. Panitia pun telah menganggap acaranya lebih “sopan” dan layak untuk diselenggarakan di negeri muslim ini.
Padahal sejatinya, apapun alasan dan bagaimanapun penyelenggaraannya, Miss World tetaplah kontes kecantikan yang menyalahi Islam. Bahkan dilihat dari berbagai sisi, ajang pamer aurat ini sesungguhnya telah menyerang Islam.
Miss World: Kemaksiatan dan Menyerang Islam
Islam telah menempatkan perempuan sebagai kehormatan yang harus dijaga, tidak boleh dieksploitasi apalagi direndahkan martabatnya. Islam menjaga perempuan dengan berbagai aturan, seperti pakaian yang syar’i (QS. Al-Ahzâb [33] : 59) dan melarangnya bertabarruj (QS. An-Nûr [24]: 60). Islam juga menjaga kehormatannya dengan perintah kepada laki-laki agar menundukkan pandangannya terhadap perempuan (QS an-Nûr [24] : 30-31).
Kontes Miss World nyata-nyata bertentangan dengan semua itu. Bahkan kontes Miss World mempropagandakan dan menyerukan kemaksiatan dan hal-hal yang berlawanan dengan penghormatan dan pemuliaan Islam terhadap perempuan. Jadi persoalan Miss World bukan sekadar bikini yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam. Kontes Miss World itu hakikatnya juga merupakan serangan terhadap Islam dan misi Islam terhadap perempuan.
Miss World: Eksploitasi Tubuh dan Kecantikan Perempuan
Kontes Miss World itu meski di dalamnya bikini diubah dengan pakaian lain, bahkan meski dengan dalih pemberdayaan dan penggalian potensi diri, hakikatnya hanyalah kontes kecantikan mencari perempuan “tercantik” untuk kemudian dieksploitasi. Apalagi sejarah awalnya dibuat untuk mencari model pakaian renang alias bikini. Tahun 50-an, dinamai Bikini Contest.
Nyatalah, Miss World hanyalah kontes kecantikan yang menjadikan perempuan, tubuh dan kecantikannya sebagai “barang dagangan” di atas panggung, catwalk, majalah, koran, dan televisi. Ia juga menjadi alat promosi bagi industri komestik, fashion, dan media. Kontes kecantikan hanyalah stempel bagi legalisasi eksploitasi tubuh perempuan agar tampak elegan. Kontes Miss World itu sarat dengan eksploitasi tubuh dan kecantikan perempuan sekaligus merendahkan martabat perempuan.
Syariah Islam tegas mengharamkan eksploitasi perempuan seperti itu. Rafi’ bin Rifa’ah menuturkan:
نَهَانَا رَسُوْلُ اللَّهِ r عَنْ كَسْبِ الأَمَةِ إِلاَّ مَا عَمِلَتْ بِيَدِهَا. وَقَالَ هَكَذَا بِأَصَابِعِهِ نَحْوَ الْخَبْزِ وَالْغَزْلِ وَالنَّفْشِ
Rasulullah SAW telah melarang kami dari pekerjaan seorang pelayan perempuan, kecuali yang dikerjakan dengan kedua tangannya. Beliau bersabda: “begini” dengan jari jemari Beliau seperti membuat roti, memintal dan menenun”. (HR Ahmad, Abu Dawud, al-Hakim dan al-Baihaqi).
Rasulullah SAW juga bersabda :
« صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا »
“Dua golongan di antara penghuni neraka yang belum pernah aku lihat: kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi yang mereka gunakan untuk memukul orang-orang; dan perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang berlenggak lenggok, rambut mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka ini tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium aromanya surga. Dan sesungguhnya aroma surga itu bisa tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian” (HR Muslim dari Abu Hurairah).
Miss World: Pembodohan Umat.
Klaim penilaian 3B: Brain (kecerdasan), Beauty (kecantikan), dan Behavior (kepribadian) hakikatnya adalah pembodohan umat. Kalaupun IQ-nya tinggi, kalau tidak cantik tetap tidak bisa ikut kontes. Meski sangat santun dan berkepribadian baik dan luhur, jika tidak cantik tetap tidak akan menang. Jadi yang sejatinya dinilai hanyalah satu saja, yakni kecantikan. Maka 3B itu tidak lain adalah beauty, beauty and beauty.
Kontes Miss World itu menanamkan mitos kecantikan ala kapitalisme: tubuh yang tinggi, ramping, berkulit putih, berambut pirang dan sensual. Itu semua adalah upaya pembodohan umat dan bertentangan dengan Islam.
Islam mengajarkan konsep dan pemikiran yang benar tentang hakikat perempuan dan nilai serta standar kemuliaannya. Kehormatan dan kemuliaan perempuan dalam Islam tidak diukur dengan ukuran fisik dan kecantikannya, akan tetapi dengan ketakwaannya. Allah SWT berfirman:
… إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ…
“…Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu…” (TQS. Al-Hujurat [49]:13).
Miss World: Proyek Liberalisasi Budaya
Sebagai negeri muslim terbesar, Indonesia memiliki posisi penting di dunia Islam. Negeri ini menjadi ‘kiblat’ bagi dunia Islam. Apa yang berlangsung di negeri ini akan berpengaruh terhadap persepsi negeri muslim lainnya.
Posisi Indonesia sangat strategis untuk dijadikan barometer penerimaan kontes Miss World di dunia Islam. Penerimaan Indonesia atas Miss World akan meneguhkan opini bahwa Islam tidak mempermasalahkan kontes kecantikan. Hal ini akan menjadi model bagi negeri-negeri muslim lain agar lebih toleran dan terbuka terhadap kebebasan perempuan. Indonesia akan menjadi kiblat liberalisme budaya! Baru disoundingkan diadakan di Indonesia sudah menaikkan jumlah peserta menjadi 130 peserta, sedangkan pada pelaksanaan tahun lalu hanya 116 peserta. Brunei yang tidak pernah ikut, tahun ini mendaftar ikut.
Jadi, kontes Miss World ini adalah proyek liberalisasi budaya di negeri ini dan di seluruh negeri muslim. Alangkah menyedihkan jika negeri ini justru menjadi contoh buruk bagi dunia Islam.
Miss World: Melanggengkan Kapitalisme dan Memuaskan Kerakusan Kapitalis
Penyelenggaraan kontes Miss World, juga sangat kental dengan motiv ekonomi. Penduduk Indonesia sebanyak 235 juta adalah pasar menggiurkan. Ajang Miss World penting untuk mempromosikan dan memasarkan produk kosmetik, fashion dan media.
MNC sebagai penyelenggara akan mendapat untung besar dari penjualan hak siar malam final Miss World, para pemasang iklan, sponsor dan mungkin saja bagian keuntungan dari Miss World Organization. Julia Morley sebagai Chairwoman of Miss World Organization, mampu meraup untung hingga melampaui US$ 450 juta.
Diperkirakan belanja kosmetik nasional tahun 2011 mencapai Rp 10,4 triliun, tumbuh 17% dari Rp 8,9 triliun di 2010. Sementara belanja fashion nasional diperkirakan mencapai Rp 10 triliun per tahun. Belum secara global, tentu nilainya sangat-sangat besar. Kontes Miss World penting sebagai ajang promosi di samping secara umum mempromosikan “mitos kecantikan” tentu penting bagi pemasaran produk industri kosmetik dan fesyen.
Nyatalah, yang untung besar dari kontes Miss World adalah para kapitalis. Kontes Miss World ini penting artinya untuk memuaskan kerakusan para kapitalis di samping untuk melanggengkan kapitalisme.
Dalih peningkatan pariwisata, itu hanyalah alasan dibuat-buat. Pun pada akhirnya bermuara pada pengokohan kapitalisme di Indonesia. Alasan itu menunjukkan ketidakmampuan mengelola negara dengan kaidah yang benar dan bersendikan moralitas dan nilai-nilai luhur. Belum lagi, ada banyak cara yang belum dilakukan untuk menambah pendapatan negara.
Adapun alasan menaikkan citra bangsa di dunia internasional, jelas konyol. Meningkatkan citra bangsa mestinya diraih dengan kepioniran dalam kepemimpinan, pemikiran dan teknologi yang memberikan manfaat, kebaikan dan rahmat bagi dunia; bukan melalui simpati para turis dan korporasi kecantikan apalagi ajang mengumbar kepornoan yang justru akan memurukkan citra negeri muslim terbesar ini.
Miss World: Membawa Negara Tunduk pada Kepentingan Korporasi Asing
Penolakan terhadap ajang Miss World telah disampaikan oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Bila dengan berbagai penolakan yang ada pemerintah tetap mengijinkan kontes Miss World, berarti menegaskan pemerintah tak peduli dan gagal menjaga moralitas bangsa. Negara lebih memenangkan kepentingan industri kosmetik, fashion dan media yang mengambil untung dari kepornoan. Di samping menegaskan, pemerintah justru lebih memilih untuk mengokohkan gaya hidup barat liberal yang jauh dari nilai-nilai luhur bangsa yang mayoritasnya beragama Islam ini.
Survey Pew Research para Mei 2013 menyimpulkan bahwa 72% penduduk Indonesia menginginkan penerapan syariah dan menolak gaya hidup liberal Barat. Semestinya negara menciptakan suasana kondusif dan mendidik yang mengarah pada terwujudnya keinginan masyarakat untuk menerapkan Islam. Bukan malah membiarkan penyelenggaraan kontes porno yang akan menjadi penghinaan, menutupi bahkan mengalihkan aspirasi umat Islam.
Wahai Kaum Muslim
Karena semua itu, kontes Miss World harus ditolak. Di samping merupakan proyek liberalisasai budaya, melanggengkan kapitalisme, memuaskan kerakusan kapitalis, ajang Miss World juga sarat dengan eksploitasi tubuh dan kecantikan perempuan serta merendahkan harkat dan martabat perempuan.
Kemuliaan perempuan dan umat manusia hanya bisa terwujud dengan Islam dan penerapan syariah Islam secara total di bawah naungan sistem Khilafah Rasyidah yang mengikuti manhaj kenabian. Untuk itu, umat harus segera berjuang bahu membahu mewujudkannya. Wallâh a’lam bi ash-shawâb.
Komentar:
Kenaikan harga bahan makanan masih memberikan andil besar atas tingginya inflasi pada Agustus 2013. Pemerintah diminta bekerja keras menangani fluktuasi harga pangan yang berdampak besar terhadap rakyat miskin. (Republika, 3/9/2013).
  1. Itu adalah masalah yang terus berulang. Yang untung besar adalah para kapitalis yang menguasai distribusi dan pemasaran produk pangan. Bukti gagalnya pemerintah memelihara kepentingan rakyat banyak
  2. Pangkal masalahnya adalah kebijakan ekonomi kapitalisme liberal yang diambil dan diadopsi oleh pemerintah.
  3. Kestabilan ekonomi, harga pangan dan kemandirian pangan akan bisa diwujudkan dengan menerapkan syariah Islam di bawah sistem Khilafah Rasyidah. Saatnya segera diperjuangkan dan diwujudkan.
[hti-pres/hti-fans]
Read more...

Tolak Miss World, Ajang Miss World dan Seks Appeal

Tidak ada komentar
Miss World
#TolakMissWorld

Akar masalah umat Islam hari ini bukanlah kurangnya ilmu (ignorance) melainkan kerancuan dalam berilmu (confusion of knowledge). Kerancuan ini menyebabkan hilangnya ketepatan dalam menilai dan menempatkan sesuatu (lost of adab). Adab adalah disiplin rohani, akli, dan jasmani yang memungkinkan seseorang dan masyarakat mengenal dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya sesuai dengan harkat dan martabat yang ditentukan Allah. Cara ini menimbulkan keharmonisan dan keadilan dalam diri, masyarakat dan lingkungannya.

Gambaran kerancuan cara pandang yang salah adalah fenomena yang terjadi pada umat Islam dalam merespon kontes kecantikan Miss World 2013. Mereka malah tidak memasalahkan diselenggarakannya ajang Miss World 2013 di negeri ini. Alasannya karena acara itu akan meningkatkan pendapatan negara dalam sektor pariwisata. Selain itu, Miss World tahun ini tidak menampilkan agenda berbikini atau disesuaikan dengan budaya ketimuran.

Pada kurun umat terbaik, zamannya Ali bin Abi Thalib, beliau mengkritik perilaku para suami yang membiarkan istrinya berada di keramaian untuk ditonton tubuhnya (yang waktu itu tubuhnya tertutup dengan baik) oleh orang lain yang bukan muhrimnya. Dalam hal ini, sekalipun pakai Mukena, Miss World tetap salah!

Seks Appeal

Pecayalah bahwa seluruh bagian tubuh wanita dipenuhi dengan hal-hal yang menarik perhatian dan syahwat. Bahkan sejelek apa pun seorang perempuan, pada tubuhnya tetap mengandung daya tarik (seks appeal) bagi lawan jenisnya. Islam telah mengatur cara berpakaian, tata cara pergaulan, yang semua itu telah baku penerapannya dari sejak Nabi Muhammad Saw sampai sekarang. Tidak ada peluang bagi seorang perempuan untuk menampakkan seks appealnya pada tempat, waktu, dan untuk yang tidak berkepentingan; tak terkecuali (apa lagi) pada ajang Miss World itu.

Kontes kecantikan Miss Workd berangkat dari cara pandang yang salah tentang bagaimana menghargai manusia. Dalam kontes ini, manusia dihargai, dimuliakan karena kecantikannya. Kecantikan dinilai, dipertontonkan. Padahal cantik itu ada rumusnya, ada ahli yang menilai, dan proporsional. Apakah cantik itu prestasi? Kalau awalnya pesertanya tidak punya hidung kemudian bisa membuat hidung sendiri dan menjadi cantik, itu prestasi namanya.

Ajang Miss World ini berangkat dari cara pandang materialistik. Jika kita menggunakan cara pandang Islam, maka manusia dihargai, dihormati, bukan karena kecantikannya melainkan karena keimanannya, ketakwaannya, ilmunya. Itu baru dikatakan benar, lurus dan beradab.

Meski ada slogan “brain, beauty, behavior”, yang bukan semata hanya kecantikan semata, tetapi juga otaknya, sikapnya, keberaniannya, itu semua hanya embel-embel guna menutupi kriteria kecantikan yang tetap diunggulkan. Ada pernyataan Daoed Joesoef (mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam Era Soeharto, dalam Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran, beliau berkata:

”Percayalah, tidak akan ada gadis sumbing yang akan terpilih menjadi ratu kecantikan betapapun tinggi IQnya, terpuji sikapnya atau keberaniannya yang mengagumkan”.

(Oleh Dr. Adian Husaini, telah mengalami editan dan tambahan di sana sini. Lihat juga dalam muslimahzone.com/eramuslim/KH).

[http://hti-fans.blogspot.com]
Read more...

Ratusan masa HTI unjuk rasa kecam pembantaian Muslim Mesir {Foto}

Tidak ada komentar
Ratusan masa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berunujk rasa di depan Kedutaan Besar Mesir di Jakarta Jumat (16/8/2013). Tepat d pukul 13.30 masa HTI berorasi dari sebuah mobil saund system yang diletakkan tepat di depan gerbang Kedubes Mesir.


Berdasarkan penuturan pengurus HTI Heru Binowo, kepada arrahmah.com masa HTI hanya berorasi dari pukul 13.30-15.00. Mereka tidak melakukan pertemuan dengan pihak Kedubes Mesir.

Pada kesempatan tersebut masa HTI mengecam keras pembantaian umat Islam di lapangan Rabi’ah Adawiyah dan tempat-tempat lainnya di Kairo. Bahkan di luar Kairo para pendukung Mursi juga dikejar-kejar dan dibunuh.

Masa HTI mengajak umat Islam meninggalkan sistem demokrasi dan beralih kepada sistem Islam untuk tegaknya Khilafah Islamiyah ‘ala minhajin Nubuwwah.

Pengunjuk rasa HTI yang berunjuk rasa terdiri dari perempuan dan laki-laki. Para perempuan bahkan ada yang menggendong anak-anak mereka. Tepat pukul 15.00 pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.[arrahmah.com]  [Hti-Fans]
Read more...

Khutbah Idul Fitri 1434 H: Songsong Kemenangan, Tegakkan Khilafah

Tidak ada komentar
Assalamu ‘alaikum wr. wb.
اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ
اَلْحَمْدُلِلّهِ الْعَزِيْزِ الْقَهَّارِ، نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَهْدِيْهِ، وَ نُؤْمِنُ بِهِ وَ نَتَوَكَّلُ عَلَيْهِ وَ نَشْكُرُهُ وَ لاَ نَكْفُرُهُ وَ نَخْلَعُ وَ نَتْرُكُ مَنْ يَفْجُرُهُ.
أَشْهَدَ أَنَّ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ
لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ، اَلْمُتَوَحِّدُ فِيْ الْجَلاَلِ بَكَمَالِ الْجَلاَلِ تَعْظِيْمًا وَ تَقْدِيْرًا،
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَإِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ،
يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَ مَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَ يَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ، فَاتَّقُوْا اللهَ يَا عِبَادَ اللهِ.
وَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: ]وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ [
اَمَّا بَعْدُ
اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلّهِ الْحَمْدُ
Ma’ashiral muslimin rahimakumullah,

Alhamdulillâhi Rabbi al-âlamîn, segala puji marilah kita panjatkan ke hadhirat Allah SWT, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada sayyidu al-anbiyâ wa al-mursalîn, Rasulullah Muhammad Saw, beserta keluarga, para shahabatnya, dan seluruh umatnya yang senantiasa menaati risalahnya, serta berjuang tak kenal lelah untuk menerapkan dan menyebarluaskannya ke seluruh pelosok dunia hingga akhir zaman.


Hari ini, umat Islam di seluruh penjuru dunia bersama-sama menggemakan pujian atas kebesaran Allah SWT. Takbir, tahmid, dan tahlil menggema di seluruh dunia. Lebih dari 1,5 milyar kaum muslimin di seluruh dunia mengagungkan asma Allah SWT. Inilah hari kemenangan kita, setelah sebulan lamanya berpuasa.

Ma’ashiral muslimin rahimakumullah,

Ibadah puasa Ramadhan telah usai. Harapannya, lahir berjuta-juta umat Islam yang semakin meningkat ketakwaannya kepada Allah SWT, sesuai firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah 183:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٨٣﴾
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.

Pada akhir ayat tersebut dijelaskan bahwa hikmah diwajibkannya puasa tidak lain adalah agar mereka yang menjalaninya menjadi orang-orang yang bertakwa.

Apakah takwa itu? Kata taqwa berasal dari kata waqâ, yang berarti melindungi. Yaitu, untuk melindungi diri dari murka dan azab Allah SWT. Caranya dengan menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya. Itulah pengertian taqwa.

Pertanyaan sekarang: apakah kita benar-benar telah menjadi orang yang bertakwa? Untuk mengetahuinya, mari kita lihat bagaimana sikap dan ketaatan kita terhadap berbagai perintah dan larangan Allah SWT.

Misalnya, ketika Allah SWT memerintahkan kita berpuasa, alhamdulillah, kita telah mampu menaati dan mengamalkan kewajiban tersebut.

Selanjutnya, bagaimana sikap dan ketaatan kita terhadap perintah Allah SWT yang lain, seperti kewajiban yang telah tertuang dalam QS. Al-Baqarah 178:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِصَاصُ فِي الْقَتْلَى ﴿١٧٨﴾
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh,..”

Sekali lagi, bagaimana sikap kita terhadap hal itu? Apakah kita siap untuk menaatinya? Atau, justru mengabaikannya dan tidak peduli terhadap kewajiban tersebut? Padahal hikmah dari diwajibkannya menjalankan qishaas tersebut juga sama dengan pengamalan puasa, yaitu agar kita menjadi orang yang bertakwa.
وَلَكُمْ فِي الْقِصَاصِ حَيَاةٌ يَاْ أُولِيْ الأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ ﴿١٧٩﴾
“Dan dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa” (QS Al Baqarah: 179).


Kaum Muslim rahimakummullah…

Ketika Allah SWT mengharamkan riba, apakah kita sudah benar-benar meninggalkannya? Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah 275:
وَأَحَلَّ اللّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا ﴿٢٧٥﴾
“…padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba”.

Bunga yang sekarang ini dikenakan pada setiap transaksi utang-piutang itu sesungguhnya salah satu bentuk riba, sebagaimana sabda Rasul SAW:
كُلُّ قَرْضٍ جَرَّ مَنْفَعَةً فَهُوَ رِبَا (بغية الحارث – ج 1 / ص 142)
 “Setiap utang-piutang yang menghasilkan manfaat adalah riba”.

Sekali lagi, apakah kita benar-benar telah meninggalkan larangan Allah SWT itu? Terlebih lagi, seruan Allah SWT untuk meninggalkan riba, juga dikaitkan langsung dengan aspek keimanan dan ketakwaan kita. Hal itu ditegaskan Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah 278-279:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿٢٧٨﴾ فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ ﴿٢٧٩﴾
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba, jika kamu orang-orang yang beriman” (278).“Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu,..” (279).

Selain menyinggung keimanan dan ketakwaan, ayat itu memberikan ancaman yang tegas, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi orang-orang yang tidak mau meninggalkan riba.
اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah…

Itulah sedikit contoh perintah dan larangan dari Allah SWT. Saat ini kita menyaksikan masih banyak perintah Allah SWT yang belum diamalkan dan berbagai larangan Allah yang masih dilanggar, terutama syariah Islam yang berkaitan dengan pengaturan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, baik dalam bidang pemerintahan, ekonomi, sosial, hukum pidana, pendidikan, politik luar negeri dsb.

Belum diamalkannya syariah Islam secara kaffah dalam kehidupan kita inilah yang menyebabkan kehidupan kaum muslimin saat ini terpuruk, terjajah, hancur dan tertindas. Saudara-saudara kita di Palestina, Suriah, Iraq, Afghanistan, Xinjiang, Chechnya, Rohingya, Thailand Selatan, Filipina Selatan dsb, mereka dijajah, disiksa, dibantai dan banyak yang diusir dari negerinya, tanpa ada yang melindungi dan membelanya.

Di Indonesia, rakyat semakin miskin dan melarat, harga-harga kebutuhan pokok yang terus membumbung tinggi, pendidikan mahal tapi kualitasnya rendah, kekayaan alam kita dikeruk dan dikuras habis oleh korporasi-korporasi asing, layanan kesehatan makin mahal, pergaulan pemuda dan pemudinya semakin rusak, korupsi kian merajalela, kerusakan lingkungan yang semakin parah, dan sebagainya.

Pangkal keterpurukan ini adalah karena umat Islam telah banyak menyimpang dari aturan Allah SWT atau berpaling dari Al-Qur’an. Keadaan itu telah diterangkan oleh Allah SWT dalam QS. Thaha 124:
وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكاً وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى ﴿١٢٤﴾
 “Siapa saja yang berpaling dari peringatan-Ku maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit dan Kami akan mengumpulkan dia pada Hari Kiamat nanti dalam keadaan buta…”.

Menurut Imam Ibnu Katsir makna “berpaling dari peringatan-Ku” adalah: menyalahi perintah-Ku dan apa yang Aku turunkan kepada Rasul-Ku, melupakannya dan mengambil petunjuk dari selainnya (Tafsir al-Quran al-‘Azhim, V/323).

Sedangkan penghidupan yang sempit tidak lain adalah kehidupan yang semakin miskin, melarat, sengsara, menderita, terjajah, teraniaya, tertindas dan sebagainya, sebagaimana yang kita saksikan dan rasakan sekarang ini di dunia Islam.

Rasulullah SAW menggambarkan bahwa setiap penyimpangan terhadap syariah Islam akan menyebabkan turunnya azab dari Allah SWT.
إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذابِ اللهِ
“Apabila zina dan riba telah merajalela di suatu negeri, berarti penduduk negeri tersebut telah meminta Allah untuk menurunkan azab bagi mereka” (HR. Al-Hakim).
اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah…

Ramadhan telah berakhir. Kini kita memasuki Hari Raya Idul Fitri. Marilah Hari Raya ini kita jadikan sebagai momentum untuk membuktikan diri, bahwa kita adalah umat yang layak dan berhak untuk disebut sebagai umat yang bertakwa di hadapan Allah SWT. Yakni, umat yang siap melakukan perjuangan besar sehingga terwujud perubahan dunia.

Yaitu, perjuangan untuk mengubah keadaan dunia yang sebelumnya jauh dari aturan Islam, berubah menuju keadaan yang tunduk dan patuh pada aturan Allah SWT. Inilah perubahan besar dunia menuju diterapkannya syariah Islam secara kaffah, sebagaimana yang diinginkan oleh Allah SWT. Bukankah Allah berfirman dalam QS. Al-Baqarah: 208?
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ ادْخُلُواْ فِي السِّلْمِ كَآفَّةً وَلاَ تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٢٠٨﴾
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syetan. Sesungguhnya syetan itu musuh yang nyata bagimu”.


Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah…

Yang menjadi pertanyaan berikutnya adalah, bagaimana caranya agar syariah Islam itu dapat diamalkan secara kaffah?

Tidak ada jalan lain kecuali harus ada institusi yang mewadahinya. Itulah Daulah Khilafah Islamiyah. Daulah Khilafah Islamiyah inilah yang akan menerapkan syariah Islam secara kaffah, secara menyeluruh, dalam semua aspek kehidupan baik individu, masyarakat, dan negara.

Perubahan besar dunia menuju tegaknya Khilafah Islamiyah ini memang tidak mudah, dan tidak ringan. Maka, momentum berakhirnya puasa Ramadhan ini, yang insya Allah telah melahirkan kembali jutaan umat Islam yang telah memiliki kadar keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT yang tinggi, besar, dan kuat, menjadi modal bagi terbitnya fajar kemenangan Islam di muka bumi ini, yaitu tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyah. Inilah janji Allah SWT:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْناً يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئاً وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ ﴿٥٥﴾
“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman dan beramal salih di antara kalian, bahwa Dia benar-benar akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia benar-benar akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka; dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka —sesudah mereka berada dalam ketakutan— menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah Aku tanpa mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Siapa saja yang kafir sesudah janji itu, mereka itulah orang-orang yang fasik”. (QS. An-Nuur: 55)

Marilah kita songsong fajar kemenangan Islam, yang ditandai dengan tegaknya kembali Daulah Khilafah Islamiyah di atas muka bumi ini.
اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ… اَللهُ أَكْبَرُ وَ لِلّهِ الْحَمْدُ
Ma’asyiral Muslimin rahimakummullah:
Akhirnya, marilah kita berdoa kepada Allah SWT.
أَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَ الْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
نَسْأَلُكَ اَللَّهُمَّ اَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ الْكَرِيْمَ رَبِيْعَ قُلُوْبِنَا، وَ نُوْرَ صُدُوْرِنَا، وَ جَلاَءَ اَحْزَانِنَا، وَ ذِهَابَ هُمُوْمِنَا وَ غُمُوْمِنَا، وَ قَائِدَنَا وَ سَائِقَنَا اِلَى رِضْوَانِكَ، اِلَى رِضْوَانِكَ وَ جَنَّاتِكَ جَنَّاتٍ نَعِيْمٍ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ شَفِيْعَنَا، وَ حُجَّةً لَنَا لاَ حُجَّةً عَلَيْنَا.
أَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلِوَالِدَيْنَا وَ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانَا صِغَارًا،
اَللَّهُمَّ ارْحَمْ اُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَحْمَةً عَامَّةً تُنْجِيْهِمْ بِهَا من النَّارَ وَتُدْخِلُهُمْ بِهَا الْجَنَّةَ
 اَللَّهُمَّ اجْعَلْناَ فِي ضَمَانِكَ وَأَمَانِكَ وَبِرِّكَ وَاِحْسَانِكَ وَاحْرُسْنَا بِعَيْنِكَ الَّتِيْ لاَ تَناَمُ وَاحْفِظْناَ بِرُكْنِكَ الَّذِيْ لاَ يُرَامُ.
اَللَّهُمَّ يَامُنْـزِلَ الْكِتَابِ وَمُهْزِمَ اْلأَحْزَابِ اِهْزِمِ اْليَهُوْدَ وَاَعْوَانَهُمْ وَصَلِيْبِيِّيْنَ وَاَنْصَارَهُمْ وَرَأْسِمَالِيِّيْنَ وَاِخْوَانَهُمْ وَاِشْتِرَاكِيِّيْنَ وَشُيُوْعِيِّيْنَ وَاَشْيَاعَهُمْ
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ دَوْلَةَ الْخِلاَفَةِ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ تُعِزُّ بِهَا اْلإِسْلاَمَ وَاَهْلَهُ وَتُذِلُّ بِهَا الْكُفْرَ وَاَهْلَهُ، وَ اجْعَلْناَ مِنَ الْعَامِلِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ لِإِقَامَتِهَا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَسُبْحَانَ رَبُّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، كُلُ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ.
Wassalamu ‘alaikum wr. wb.
Read more...

Category

Popular Posts

facebook