Comments

Tampilkan postingan dengan label HIZBUT TAHRIR INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HIZBUT TAHRIR INDONESIA. Tampilkan semua postingan

ini komentar JUBIR HTI soal berita gazza palestina

Tidak ada komentar
Jubir HTI: “Militer Dihadapi Militer, Itu Solusi untuk Palestina!”

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Muhammad Ismail Yusanto menegaskan membantu Palestina tidak cukup dengan makanan, obat-obatan dan bantuan dana untuk pembangunan infrastruktur tetapi juga harus mengerahkan militer melawan Israel.

“Baguslah dengan mengirim makanan, obat-obatan, dana untuk rekonstruksi bangunan. Tapi ingat, itu semua untuk korban. Tetapi untuk penimbul korban yang telah melakukan agresi militer? Solusinya ya harus militer!” tegasnya kepada mediaumat.com, Sabtu (12/7).

Kalau tidak, Israel akan kembali menyerang. Serangan kemarin kan bukan yang pertama dan juga tidak gejala yang menunjukkan jadi yang terakhir. Pasalnya, Israel tidak mengerti bahasa diplomasi atau pun resolusi yang mereka tahu adalah agresi dan inkar janji. “Ini memang menjadi bagian dari tabiat mereka. Mereka itu adalah orang-orang yang jahat dan zhalim sehingga dengan mudah membunuh siapa saja yang dianggap mengahalangi keinginan atau cita-cita mereka,” ujarnya.

Palestina di mata mereka seperti duri dalam daging yang menghalangi mereka menguasa tanah yang mereka klaim sebagai Tanah yang Dijanjikan. Oleh karena itu kalau mereka ada kesempatan sedikit saja atau ada alasan sedikit saja maka mereka akan segera menyerang Palestina. “Jadi motif Israel dalam setiap serangan ke Palestina adalah ingin menghapus Palestina dari wilayah yang mereka sebut sebagai Tanah yang Dijanjikan,” katanya.

Karena itu, Hizbut Tahrir di berbagai negara bolak-balik mengingatkan kepada penguasa di negeri-negeri Muslim yang tergabung dalam OKI untuk mengirim tentara ke sana. Kalau satu negara mengerahkan 500 tentara saja, dari 50 negara OKI itu sudah 25.000 tentara. Cukuplah untuk menghajar zionis Israel.
“Tapi ini kan tidak mungkin terjadi! Karena Israel bertindak seperti itu atas dukungan Amerika. Sedangkan para penguasa negeri Islam berkuasa atas dukungan Amerika. Karena itu mereka tidak pernah berani bertindak apa pun!” tegasnya.

Maka itulah pentingnya perjuangan yang dilakukan untuk tegaknya kembali khilafah. karena khilafah menyatukan umat. “Dengan kesatuan itu kita menjadi kuat, dengan kekuatan itu akan menghentikan kebiadaban zionis Israel, bukan hanya menghentikan bahkan melenyapkan negara Israel dari peta Palestina dan mengembalikan tanah kharajiah Palestina kepada kaum Muslimin,” kata Ismail.

Ismail juga mengingatkan umat, ahlul fa’aliyat (tokoh yang berpengaruh) dan ahlul quwwah (pemilik kekuatan/militer) mengalihkan dukungannya dari penguasa negeri Muslim yang dzalim kepada Hizbut Tahrir untuk bersama-sama menegakkan khilafah.

Karena mengerahkan tentara kan memang keputusan penguasa negeri Muslim. Tetapi kalau menegakkan khilafah ini bagiannya umat. “Dalam arti, dengan dakwah umat semakin sadar kemudian akan ada dukungan dari ashabul fa’aliyat, kemudian ada dukungan dari ahlul quwwah, insya Allah khilafah akan tegak,” pungkasnya. (mediaumat.com, 12/7/2014)

==============================
Raih Amal Sholih dengan Ikut Serta Menyebarkan Status ini.
==============================
Jika Saudara/i ingin mengkaji Islam dan berdakwah bersama HIZBUT TAHRIR INDONESIA silahkan mengisi form yang kami sediakan di http://hizbut-tahrir.or.id/gabung/

Insya Allah, syabab Hizbut Tahrir di daerah terdekat akan segera menghubungi anda. (jika lebih dari 2 minggu, saudara/i bisa memberitahukan lewat pesan inbox)
==============================
Website : www.hizbut-tahrir.or.id
Youtube : http://www.youtube.com/htiinfokom
Facebook : https://www.facebook.com/Htiinfokom
Twitter : https://twitter.com/hizbuttahrirID
===============================

Read more...

wawasan kebangsaan HTI Hizbut Tahrir Indonesia

Tidak ada komentar
Definisi istilah Wawasan kebangsaan  rupanya beragam.  Wawasan Kebangsaan terdiri dari dua suku 

kata yaitu “wawasan” dan “kebangsaan” dan secara etimologi istilah wawasan berarti 

hasil mewawas, tinjauan, pandangan dan dapat juga berarti konsepsi cara pandang 

(Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989 dalam Suhady 2006: 18).

Ada juga wawasan kebangsaan bagi generasi muda yang menitik beratkan obyeknya 

kepada peran generasi muda . wawasan kebangsaan dan bela negara juga kadang 

di bahas dimana membangkitkan seluruh elemen rakyat dalam bela negara yang sering di 

sampaikan di bangku sekolah dan awal awal masuk kuliah.

  

istilah lainnya ialah wawasan nusantara dan wawasan kebangsaan yang memandang

kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan utuh termasuk keberagaman masyarakat i

indonesia yang beraneka suku bangsa, agama, warna kulit dsb. semuanya itu menjadi 

argumentasi orang-orang berpaham sekuler bahwa hanya mereka yang paling cinta NKRI, 

mereka yang paling berwawasan kebangsaan indonesia dalam NKRI

semuanya terbantahkan dalam tulisan wawasan kebangsaan HTI yang disampaikan juru 

bicara hizbut tahrir indonesia ,Ismail Yusanto yang diundang oleh WANTIMPRES (Dewan 

Pertimbangan Presiden)  , silahkan simak..




Pada awal bulan Maret lalu saya diundang oleh Wantimpres untuk sebuah diskusi terbatas tentang Peran Ormas Islam Dalam Penguatan Wawasan Kebangsaan.  Diskusi diikuti oleh Kelompok Kerja Bidang Keagamaan Wantimpres di Kantor Wantimpres Jakarta. Dalam kesempatan itu saya menyampaikan presentasi powerpoint berjudul, “Wawasan Kebangsaan Hizbut Tahrir Indonesia”.
Saya mengawali presentasi dengan pertanyaaan “Apa Makna Wawasan Kebangsaan?” Pertanyaan awal ini saya anggap penting karena tanggapan terhadap sebuah istilah akan sangat bergantung pada apa pengertian dari istilah itu. Dalam situasi seperti sekarang ini, saat sering sebuah istilah dimaknai secara berbeda-beda, memberikan batasan pengertian dari sebuah istilah mutlak diperlukan. Sebelum jelas apa pengertian wawasan kebangsaan itu, kita tidak bisa mengatakan bahwa seseorang atau sebuah kelompok, termasuk Hizbut Tahrir Indonesia itu, memiliki atau tidak memiliki wawasan kebangsaan.
Selanjutnya saya katakan, “Bila wawasan kebangsaan diartikan sebagai bentuk kepedulian dan pembelaan terhadap negara, maka HTI memang sedang bekerja untuk menjaga negara ini dari segala bentuk penjajahan. Namun, bila wawasan kebangsaan diartikan sebagai ketundukan pada sekularisme, maka HTI dengan tegas menolak.” Pernyataan ini sekaligus untuk menegaskan posisi (standing position) HTI di hadapan istilah wawasan kebangsaan.
Selanjutnya saya nyatakan, “HTI bekerja untuk menjaga dan membebaskan negara ini dari segala bentuk penjajahan melalui penegakan syariah. Karena penjajahan yang paling nyata, setelah penjajahan fisik (militer) berakhir, adalah melalui penerapan sistem sekular, utamanya di bidang ekonomi dengan penerapan ekonomi kapitalis, dan di bidang politik penerapan demokrasi yang terbukti telah menimbulkan berbagai bentuk kerusakan (fasad).”
Melalui pernyataan itu, saya ingin menegaskan tentang kontekstualisasi perjuangan penerapan syariah, bahwa itu semua sesungguhnya merupakan bentuk kepedulian HTI terhadap keadaan negeri ini dan masa depannya.

Lalu saya katakan, “Dengan semangat kecintaan pada negeri ini, HTI berjuang melalui dakwah fikriyah (menebarkan pemikiran Islam dan membantah ide yang tidak Islami), dakwah siyasiyah (membentuk kesadaran dan perubahan politik) dan la ‘unfiyah (non kekerasan). Inilah juga bentuk syukur yang benar kepada Allah SWT yang telah menganugerahkan kemerdekaan.”
Penegasan dalam kalimat terakhir ini penting disampaikan karena sangat sering kita mendengar seruan untuk bersyukur terhadap kemerdekaan yang telah didapat, tetapi bagaimana syukur itu harus diwujudkan tidak pernah ditegaskan dan ditunjukkan dengan jelas. Yang sering terjadi, justru banyak kegiatan untuk merayakan dan mengisi kemerdekaan yang bertentangan dengan ketentuan-ketentuan Allah SWT.
Selanjutnya, saya menyinggung secara tidak langsung klaim sementara pihak yang menyatakan negara ini sudah final dengan menyatakan, “HTI memandang Indonesia adalah negara yang sedang terus berproses, berkembang dan berubah Ini dibuktikan dengan 4 kali amandemen UUD 45 yang berimplikasi pada banyak sekali aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara.”
Logikanya, bila konstitusinya saja terus diubah, bagaimana bisa negara ini disebut sudah final? Lebih tepat negara ini disebut sedang terus berproses, berkembang dan berubah.
“Karena itu, HTI ingin menghela perubahan itu ke arah yang baik, yaitu ke arah Islam; bukan ke arah sosialisme ataupun kapitalisme yang diatasnamakan Pancasila. Hanya ke arah Islam sajalah kita bisa berharap terciptanya baldah thayyibah wa rabbun ghafur yang rahmatan lil alamin. Di situlah relevansi nyata dari usaha penegakan syariah.”
Akhirnya, saya menutup bagian awal dari presentasi dengan pertanyaan: Jadi mengapa harus diterapkan syariah? Syariah harus diterapkan karena akan menjadi ‘ilaju al-musykilati al-hayati al-insani (solusi persoalan hidup manusia). Penerapan syariah juga merupakan konsekuensi dari iman kepada Allah SWT. Syariah pasti membawa rahmat, bagi Muslim maupun non-Muslim.”
Presentasi kemudian dilanjutkan dengan penyampaikan lebih rinci mengapa syariah harus diterapkan berikut contoh-contoh praktis dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang memakan waktu sekitar 30 menit. Di akhir presentasi, saya mengunci dengan sebuah kesimpulan, “Jadi, perjuangan penegakan syariah sesungguhnya adalah bentuk kecintaan amat dalam pada negeri ini untuk membawa negeri ini kepada penghambaan yang hakiki kepada Allah SWT Yang yang telah memberikan kemerdekaan dari penjajahan. Indonesia adalah bagian dari bumi Allah, milik Allah, maka mestinya ditata dengan aturan Allah (syariah) .
++++
Usai presentasi dari 4 pembicara yang diundang, yaitu Habib Muhsin (FPI), Yazir ASP (Pusat Studi Pancasila UGM), Irfwan S. Awwas (MMI) dan saya, dilakukan disksusi. Sesi diskusi dan tanya-jawab berlangsung hangat. Banyak pertanyaan yang diajukan kepada saya. Ada satu pertanyaan yang menarik dan menggelitik, “HTI mengusung ide khilafah, apakah ustadz Ismail merasa ide itu sesuai dengan peraturan perundangan yang ada?”
Terus terang, saya belum pernah mendapatkan pertanyaan seperti ini. Pembaca semua tentu tahu arah pertanyaan ini kemana. Lalu saya jawab kurang lebih begini, “Tentu saja peraturan perundangan yang ada tidak bisa memuat ide khilafah. Namun, bukan di situ persoalannya. Sebab, kalau begitu cara berpikir kita, kita tidak akan bisa menemukan ide-ide baru. Dalam menanggapi sebuah ide, mestinya kita harus menilai bagaimana ide itu, bagus atau tidak, menyelesaikan masalah atau tidak, dan seterusnya. Contohnya, dulu pada masa Orde Baru, gagasan partai lebih dari tiga langsung ditolak karena tidak sesuai dengan aturan yang ada pada waktu itu. Namun, karena gagasan itu dipandang baik, maka aturan itu kemudian diubah sehingga sekarang bisa berdiri banyak parpol. Begitu juga dengan gagasan Uni Eropa yang dilontarkan pertama kali pada tahun 1953. Bila menggunakan ukuran peraturan perundangan dari negara-negara di Eropa ketika itu pasti gagasan Uni Eropa tidak sesuai. Namun, karena ide itu dipandang bagus untuk menjawab tantangan globalisasi, dan pada gilirannya nanti akan memberikan kebaikan kepada semua negara anggota, maka peraturan perundangan di masing-masing negara Uni Eropa, seperti soal moneter, keimigrasian dan sebagainya, kemudian disesuaikan agar bisa memuat gagasan yang awalnya tidak sedikit yang menentang.”
Menutup jawaban, saya lalu mengatakan, “Jadi, supaya terbebas dari kerangkeng pemikiran yang membelenggu, yang menghambat kita dari menemukan gagasan-gagasan baru, tampaknya tidak cukup kita mengikuti nasihat think out of the box, kalau perlu think without box. Kita ini sudah sangat lama terperangkap dalam apa yang disebut jebakan politik dan jebakan intelektual (political and intelectual trap) sehingga kita menjadi gamang setiap menghadapi gagasan-gagasan baru, seperti ide khilafah. Padahal Khilafah bukanlah ide baru. Dia pernah ada dalam sejarah sehingga mempunyai basis historis dan empiris yang nyata. Ide ini juga mempunyai basis teologis yang kokoh karena memiliki dasar secara normatif dalam al-Quran, as-Sunnah, Ijmak dan Qiyas.”
Di akhir acara, saya meminta kepada Wantimpres untuk menghilangkan stigmatisasi yang selama ini terjadi, khususnya di kalangan birokrat pemerintah dan aparat keamanan, bahwa kelompok yang berjuang untuk tegaknya syariah sebagai tidak memiliki wawasan kebangsaan, bahkan anti Pancasila. Semestinya tudingan itu diarahkan kepada mereka yang menolak syariah, yang mendukung sekularisme dan menjadi komprador negara Barat, korup serta gemar menjual aset negara kepada pihak asing, yang semua itu jelas-jelas telah menimbulkan kerugian besar pada bangsa dan negara ini.

semoga anda mendapat pencerahan baru tentang makna wawasan kebangsaan baik dalam perspektif NKRI, perspektif keberagaman masyarakat indonesia, dll

Read more...

Yuk Ikut Halqoh dan Ngaji Bersama Hizbut-Tahrir Bandung :)

Tidak ada komentar
Form Ini dikhususkan untuk rekan-rekan yang ingin ngaji dan berdakwah bersama Hizbut-Tahrir yang berada di Kota Bandung dan Kab. Bandung

Adapun untuk-rekan-rekan yang berada di luar kota Bandung silakan mengisi form di situs resmi website Hizbut-Tahrir di sini: http://hizbut-tahrir.or.id/gabung/
Ngaji di Hizbut-tahrir

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” [TQS al-Imran (3): 110]

Ikut Halaqoh Rutin 2 Jam per Minggu
Himbauan Ustadz Felix untuk Gabung dengan gerakan dakwah, dan berjuang menegakkan syariat Islam secara total dengan Khilafah


Dakwah itu bukan aktivitas selingan, melainkan aktivitas utama. Adalah konsekuensi dari mengimani Islam. Maka perlu disadari, sekiranya kita telah bergabung dengan jamaah dakwah, berarti kita siap mengorbankan seluruh stamina kita, uang kita, waktu kita, bahkan jiwa kita, untuk mendakwahkan Islam. Maka diwajibkan kepada Anda agar berusaha membentuk motivasi yang kuat nan ikhlas lillahi ta’ala ketika sebelum maupun sesudah mengisi formulir di bawah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Aquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” [TQS al-Taubah (9): 111]
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” [TQS al-Imran (3): 104]

Silahkan informasikan data diri Anda. Agar insya Allah kami akan memberitahukan kepada Anda, dimana tempat kajian yang terdekat dari alamat Anda, beserta siapa Musyrif / Musyrifah (Mentor) yang akan membimbing Anda untuk membentuk kepribadian Islam, dan gabung bersama kelompok kader dakwah yang tangguh.
Read more...

Jebret, Ustadz Arifin Ilham Dukung Perjuangan Syariah dan Khilafah

Tidak ada komentar
Si Jebret kini menjadi Trading Topik di berbagai media sosial, baik di facebook dan twitter hastag jebret begitu cepat tersebar dalam hitungan detik.

Nggak ada salahnya admin hti Fans juga bikin artiikel #Jebret. Dan Jebret ini lebih keren dari pada jebret yang lain.
Berikut Jebretannya

Jebret Jebret trading TopikHTI Press. Bogor. Puncak dari kesufian adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syariah dan Khilafah. Hal ini disampaikan Ustadz Arifin Ilham dihadapan 1.000 peserta Silaturahmi Akbar 1434H Hizbut Tahrir Indonesia bersama ulama dan okoh umat yang diselenggarakan DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kabupatan Bogor.

“Puncaknya dari zikir adalah ‘ibadah, dakwah dan jihad dijalan Allah SWT. Kesufian dalam Islam puncaknya adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syari’at Allah dan Khilafah,” tegasnya.
Acara yang diadakan pada Ahad, 22 September 2013 bertepatan dengan 16 Dzulqo’dah 1434H ini merupakan agenda dakwah nasional yang telah diselenggarakan di lebih 80 kota/kabupaten seluruh Indonesia.

Acara yang dilaksanakan di Aula Masjid Az Zikro Sentul Bogor atau Markaz Majlis Zikir Az Zikro Pimpinan Ust Arifin Ilham mendapat antusiasme peserta yang sangat luar biasa.

Hadir sekitar 1.000 orang pada acara yang bertemakan “Saatnya ‘Ulama, Tokoh dan Ummat Berjuang Untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah” dari kalangan para ‘ulama, kyai, asatidz dan tokoh masyarakat serta jama’ah pengajian atau majlis taklim dan santri pondok pesantren se- Kabupaten Bogor.
Acara yang dikemas dengan model dialog interaktif mendapat perhatian dari para hadirin untuk berebut menyampaikan pertanyaan dan dukungannya terhadap dakwah penegakan syari’ah dan khilafah. Sebelumnya acara dibuka dengan penyampaian kalimat taqdim dari DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kabupaten Bogor yang diwakili oleh al Mukarrom KH.Muhyiddin.

Beliau menyampaikan tentang maksud dan tujuan kegiatan Silaturahmi Akbar tersebut digelar diantaranya tidak lain untuk menyampaikan ide dan konsep serta thariqoh perjuangan dakwah Hizb dalam meraih tujuannya yaitu li isti’nafi al hayati al Islamiyyah dan dilakukan dengan tanpa kekerasan.

Ustadz Arifin Ilhan HTI Bogor
Kyai yang akrab dipanggil Kyai Mumuh juga membacakan salah satu ayat al Qur’an Surat An Nisa ayat 95 yang bermakna bahwa tidaklah sama bagi orang-orang beriman mereka yang berjuang untuk tegaknya agama Allah, tegaknya syari’at Allah dalam Khilafah yang dijanjikan Allah dan RasulNya dengan orang-orang beriman yang hanya duduk-duduk diam saja atau berdiam diri tanpa upaya perjuangan untuk Islam. Oleh karenanya beliau mengajak kepada seluruh hadirin untuk bersama melakukan dakwah secara berjama’ah melaksanakan kewajiban menegakkan syari’at Allah dalam naungan Khilafah.

Memasuki acara inti yang dipandu oleh moderator  Ust.Muhammad Adi Maretnas, diperkenalkan para pengurus DPD II HTI Kabupaten Bogor dan termasuk Ketua  DPP Hizbut Tahrir Indonesia KH.Rokhmat S.Labib yang hadir bersama 1.000 peserta Silaturahmi Akbar 1434 H tersebut.

Dalam kalimat pengantar yang disampaikan oleh Ketua  Hizbut Tahrir Indonesia, KH.Rokhmat S.Labib menjelaskan mengapa HTI senantiasa menyampaikan dakwahnya fokus  pada kata Khilafah, disetiap kegiatannya ujung-ujungnya adalah khilafah. Hal itu tidak lain karena khilafah merupakan janji Allah dan bisyaroh RasulNya dan juga merupakan “fardlun” atau kewajiban yang harus dijalankan selama belum tegak karena hukumnya fardlu kifayah yang kemudian menjadi fardlu ‘ain selama belum sempurna pelaksanaannya.
“Dan bahkan bukan hanya sekedar kewajiban namun juga merupakan taajul furuudl / mahkotanya kewajiban dalam Islam,” tegas Ustadz Rokhmat S.Labib.

Hadir sebagai shohibul bait dari acara Silaturahmi Akbar 1434 H yaitu Ust Muhammad Arifin Ilham menyampaikan sambutannya kepada hadirin. Dihadapan 1.000 peserta Ust.Arifin Ilham menyampaikan bahwa puncaknya dari zikir adalah ‘ibadah, dakwah dan jihad dijalan Allah SWT. Kesufian dalam Islam puncaknya adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syari’at Allah dan Khilafah. Tangisan yang terbaik dalam zikir kepada Allah adalah tangisan kerinduan untuk tegaknya syari’ah Allah dan Khilafah.

Ust.Arifin Ilham juga mengajak kepada para pejuang Khilafah agar senantiasa menjadikan zikir sebagai salah satu faktor pendukung perjuangan para mujahidin Allah ditolong oleh Allah dalam perjuangannya dan harus memiliki kesabaran dalam cobaan atau pujian.

“Orang beriman harusnya menjadikan hidup ini bukan main-main dan jangan di sia-siakan kecuali hanya untuk menolong agama allah dengan dakwah, jihad untuk tegaknya syari’ah dan khilafah,”tegasnya.
Beliau menambahkan , Hizbut Tahrir dulunya dibenci oleh orang, tidak disukai. Lambat laun, orang kemudian melihatnya kembali, tertuju perhatiannya kepada HTI, “opo iki” dan akhirnya menjadi kenal, lalu cinta kepada HTI bahkan menjadi bagian do’a dari mereka yang sebelumnya membenci.

“Senantiasa di Az Zikro setiap shubuh membacakan qunut mendoakan kepada seluruh mujahidin Allah yang ikhlas agar mendapat pertolongan-Nya,”ujarnya.

Dalam sessi dialog oleh peserta, beberapa pertanyaan dan pernyataan disampaikan kepada Ketua  DPP HTI untuk menjawabnya. Salah satunya adalah “mengapa HTI selalu koar-koar Khilafah padahal itu janji Allah yang pasti akan diberikan?

KH.Rokhmat S.Labib menjawabnya dengan tegas, bahwa khilafah mesti disuarakan karena selain janji Allah dan bisyaroh Rasul Nya namun khilafah adalah kewajiban yang sama seperti sholat, zakat, haji dan ibadah lainnya yang berstatus wajib. Dan setiap mukmin akan berdosa ketika meninggalkan kewajiban Allah tersebut dan akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat.

Selain melihat shiroh nabawiyah tentang perjalanan dakwah Rasulullah SAW apa yang dilakukannya di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah dan mendirikan negara Islam di Madinah, yaitu Rasul dan para shahabat hanya melakukan aktifitas dakwah bi lisan. Namun, ketika dakwah berhasil dan kekuasaan diberikan kepada Islam, maka sistem Islam dalam syari’at Allah yang diterapkan negara khilafah yang akan menyelesaikan seluruh problematika ummat manusia dan melaksanakan dakwah ke seluruh penjuru dunia dengan jihad.


Ada juga peserta yang menyatakan tentang dukungan terhadap HTI menolak Miss World 2013, bertanya tentang kekhilafahan 30 tahun, dan seputar langkah dakwah HTI dalam meraih tujuannya. Akhirnya, acara ditutup dengan do’a oleh al ustadz Harun Al Rasyid dengan khusyu’. ( Amirullah/DPD II HTI Kab.Bogor )


Ustadz Arifin Ilham dalam Acara: Silaturahmi Akbar 1434H Hizbut Tahrir Indonesia bersama ulama dan Tokoh umat

Read more...

Mengapa Hizbut-tahrir Tidak Ikut Menjadi Partai Peserta Pemilu?

Tidak ada komentar
Ust Dwi Condro Triyono
Dari Liqo' Syawal Ulama HTI DIY  ahad kemarin. Seorang peserta mengusulkan, bagaimana kalau Hizbut Tahrir mengikuti pemilu saja, sebab dengan begitu kita akan bertarung secara realistis di lapangan. Beliau yang mengakui orang dari salah satu partai Islam mengatakan akan berbalik mendukung HT kalau ikut pemilu. Kira-kira apa jawaban Ust. Dwi Condro?

Penasaran? Dengerin sendiri disini Download


Ridwan Taufiq Kurniawan [www.bringislam.web.id]
Read more...

Benarkah Hizbut-Tahrir Sesat?

Tidak ada komentar
Apakah Hizbut-Aliran Sesat
Soal :

Dalam buku terbitan WAMY dikesankan bahwa Hizbut Tahrir adalah gerakan yang sesat (ditunjukkan dengan berbagai bukti penyimpangan).

Koreksi Atas Buku WAMY, Beserta Buku-Buku Derivatnya

Oleh: Fahmi Amhar


Allah SWT berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Qs. al-Hujurât [49]: 6).

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik daripada wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri, dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (Qs. al-Hujurât [49]: 11).

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Qs. al-Hujurât [49]: 12).

Sengaja kami mengutip firman Allah SWT di atas untuk mengingatkan, agar kita tidak terjatuh ke dalam kesimpulan-kesimpulan prematur setelah membaca buku terbitan WAMY. Sungguh, setelah kami melakukan kajian mendalam dan jernih terhadap buku WAMY, dan menafikan aspek-aspek emosional dan kepentingan kelompok, buku ini (termasuk derivatnya, misalnya ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin) adalah buku yang syarat dengan fitnah dan akan menjatuhkan siapapun yang terlibat dalam “pembuatan, penerbitan dan juga penyebarluasan buku tersebut” ke dalam dosa yang sangat besar.

Rasulullah Saw bersabda, “Barang siapa membuat sunnah yang jelek, dia akan mendapat dosanya, dan dosa dari orang yang mengerjakan sunnah yang jelek tersebut hingga hari kiamat (lihat dalam Riyadhus Shalihin, Imam an-Nawawi). Namun demikian, kami sebagai seorang muslim yang selalu ingin memupuk ukhuwah Islamiyyah, sekaligus sebagai refleksi dari amar ma’ruf nahi ‘anil mungkar, tidak akan pernah lelah untuk mengingatkan kaum muslimin terhadap berita-berita sepihak, fitnah, dan syarat dengan kepentingan busuk dan keji itu.

Semoga Allah SWT meluluhlantakkan musuh-musuhnya, dan memberikan kesadaran kepada kaum muslim yang selama ini terbelenggu dengan informasi sepihak dan beracun itu. Kami menyerukan agar anda melakukan tabayyun. Terutama pihak-pihak yang tidak mengetahui duduk persoalan sebenarnya, dan tidak mengetahui latar belakang lahirnya buku itu, dan sekaligus kesalahan-kesalahan yang terkandung dalam buku tersebut. Tentu, sikap hanya mau menerima informasi sepihak, kemudian memberikan justifikasi secara serampangan terhadap pihak lain —tanpa ada proses tabayyun terlebih dahulu-merupakan sikap gegabah yang tidak sejalan dengan kaedah-kaedah dasar Islam. Alangkah baiknya, jika kita tidak tergesa-gesa memberi justifikasi sebelum kita mendengar keseluruhan informasi dari kedua belah pihak, sikap tabayyun juga akan menghindarkan kita dari berbagai macam fitnah yang justru akan memperlemah kekuatan kaum muslimin itu sendiri.

Kami takut, buku WAMY ini (termasuk pula, buku ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin, dan juga buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyriyyah), justru akan menimbulkan masalah serius bagi hubungan antar gerakan Islam sendiri. Bahkan, kami menyaksikan dan melihat dengan mata kepala sendiri, buku ini telah disebarluaskan, dan dijadikan buku rujukan di beberapa kuliah di Timur Tengah, dan juga menjadi salah satu rujukan yang disarankan untuk dibaca oleh sebagian kelompok Islam, di negeri ini. Sedihnya, buku ini tidak pernah menyebutkan argumentasi balik dari pihak yang dinilai dalam buku itu. Lepas dari apa tendensi pihak yang menyebarkan buku-buku semacam ini, kami hanya mengingatakan kepada siapa saja yang membaca buku tersebut, termasuk pihak yang sengaja menyebarkan, dan mencetak buku ini, untuk bisa berfikir jernih dan mau melakukan tabayyun dari pihak-pihak yang dinilai negatif di dalam buku itu.

Kami juga menyeru kepada kaum muslimin yang sudah terlanjur menganggap benar informasi-informasi mengenai gerakan-gerakan Islam (selain Ikhwanul Muslimin) yang termuat di dalam buku WAMY itu, untuk menyadari kesalahannya dan mau melakukan tabayyun kepada Hizbut Tahrir, atau kepada gerakan-gerakan yang dinilai buruk oleh tokoh Ikhwanul Muslimin itu (Jama’ah Tabligh, dan lain-lain).

Kami ingatkan kepada pihak-pihak yang getol menyebarluaskan buku ini, bila kalian melakukan upaya-upaya pencitraan buruk terhadap gerakan Islam lain (termasuk di dalamnya Hizbut Tahrir) dengan cara-cara murahan seperti itu —bukan dengan mengkritik dan mengkritisi ide-idenya—, maka ingat, jika umat sudah mengetahui duduk persoalan sebenarnya, pasti mereka berbondong-bondong akan meninggalkan anda, dan akan melecehkan cara-cara anda itu. Muslim sejati bukanlah orang bodoh yang mudah di provokasi oleh berita-berita sepihak. Kaum muslim juga tidak akan mudah percaya begitu saja kepada ucapan-ucapan orang yang menganggap dirinya tokoh, tapi lemah dalam argumentasi dan berdalil. Kami sangat yakin bahwa siapapun yang membaca, dan mengkaji buku ini dengan pembacaan yang jernih, intelektual, tidak tendensius, dan non emosional, akan bersikap bijak, dan tidak gegabah membuat kesimpulan atau malah ikut-ikutan menyebarkan berita fitnah yang sepihak itu! Seharusnya, siapapun yang mendapatkan buku itu, mau melakukan proses tabayyun agar mereka mengetahui kebenaran hakikinya, sehingga tidak mendzalimi pihak yang lain.

Kami juga ingatkan kepada siapapun, lebih baik anda mengkritisi pemikiran-pemikiran Hizbut Tahrir, ketengahkan dalil-dalil anda, dan insya Allah, Hizbut Tahrir sebagai partai politik —yang hanya menjadikan Islam sebagai satu-satunya mabda’nya, dan selalu berjuang di jalan Allah tanpa kenal menyerah— akan sangat terbuka dan senang hati menerima dan mengkajinya. Jika ada pendapat yang lebih kuat dan jernih, pasti Hizbut Tahrir akan mengadopsi pendapat itu, dan akan meninggalkan pendapatnya yang lemah. Hizbut Tahrir bukanlah partai yang Dogmatis. Hizbut Tahrir juga bukan Partai Politik yang pendapatnya sering mencla-mencle. Hizbut Tahrir bukanlah Partai Politik yang gemar mengutuk dan mendiskriditkan kelompok-kelompok Islam lain.

Di salah satu forum yang diadakan di Jakarta, kami pernah membahas buku ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin, dan kami telah menjelaskan kesalahan metodologis buku itu. Bahkan kami juga telah mengingatkan agar buku itu tidak disebarluaskan. Sebab, buku itu telah menimbulkan fitnah dan penuh dengan kebohongan. Kami hanya ingin agar ikhwan-ikhwan kami tidak terjatuh kepada dosa dan terjatuh dari tindakan menghalalkan segala cara. Namun, ghafarallahu lana! Buku itu tetap saja masih disebarkan!

Namun demikian, kami tidak akan memusuhi kelompok Islam lain. Sekiranya kritik HT kepada kelompok lain itu sangat keras, bukan berarti HT memusuhi kelompok itu. Akan tetapi, kritik itu dilakukan agar mereka kembali ke jalan yang benar. Oleh karena itu, Hizbut Tahrir bukanlah Partai Politik dogmatis yang hanya mau menerima berita sepihak. Sungguh, apa yang dinyatakan dalam buku WAMY itu sangat jauh dari kenyataan, dan merupakan FITNAH yang membahayakan bagi pembuat dan penyebar bukunya, dan orang-orang yang termakan provokasinya. Buku itu sama sekali tidak membahayakan Hizbut Tahrir. Bagi Hizbut Tahrir, buku WAMY tidak lebih sekedar ujian dan cobaan yang menimpa HT. Hizbut Tahrir akan selalu bersabar atas celaan dan penghinaan.

Hizbut Tahrir hanya mengharapkan keridloan Allah SWT. Hizbut Tahrir —sebagai sebuah partai politik-tidak akan menyibukkan dirinya untuk menanggapi fitnah-fitnah murahan dan picik itu. Betapa Hizbut Tahrir —semoga Allah memberkahi anda dan kaum muslim-telah distigma dengan berbagai tulisan, semisal, tulisan yang dikeluarkan oleh WAMY, buku ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin, dan lain-lain. Namun, apa pernah Hizb sebagai sebuah partai, mengeluarkan bantahan atas fitnah-fitnah dan stigma-stigma itu? Hizb akan menjelaskan bagi mereka yang ingin tabayyun! Sebab, Hizbut Tahrir tidak ingin disibukkan dengan persoalan-persoalan yang sebenarnya malah akan menyelewengkan kaum muslimin dari perjuangannya menegakkan hukum-hukum Allah.

Wahai kum muslimin! Umat sudah terlalu lama menderita akibat diterapkannya aturan-aturan kufur. Lalu, mengapa kita masih saja disibukkan dengan persoalan-persoalan semacam ini? Mengapa kita tidak segera bersatu menegakkan aturan-aturan Allah dengan jalan menegakkan Khilafah Islamiyyah ‘ala Minhaj al-Nubuwwah?

Demikianlah, buku itu tidak membahayakan Hizbut Tahrir, akan tetapi justru akan membahayakan orang yang menulis dan pihak yang mau terprovokasi dengan tulisan-tulisan yang termuat dalam buku itu! Sungguh “Fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan”. Siapapun yang melakukan hal itu, kelak wajahnya akan dibakar oleh api neraka!

Koreksi Metodologis Aatas Buku WAMY

Buku WAMY itu banyak merujuk pada karangan Shadiq Amin, yang berjudul ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah. Penyusun buku WAMY itu sangat jarang merujuk kepada buku-buku primer yang dileluarkan oleh HT. Jikalau ada, kutipan-kutipan tersebut cenderung dipreteli, tidak lengkap, dikutip sebagian-sebagian, dan di stigma sehingga makna utuhnya menjadi kabur bahkan menyimpang dari makna sebenarnya (makna yang dipahami HT).

Sungguh, buku yang dijadikan rujukan oleh penyusun buku WAMY itu —yakni buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, karangan Shadiq Amin— adalah buku yang secara ilmiah diragukan, bahkan terjadi kekacuan metodologis yang sangat parah. Mulai dari kesalahan pengutipan, pendustaan yang di sandarkan kepada Hizbut Tahrir, dan pengutipan kalimat yang tidak sempurna sehingga makna yang terkandung menjadi kacau dan salah. Bahkan kutipan-kutipan itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan makna yang dikehendaki oleh HIZB. Layaknya orang membaca “Celakalah orang-orang yang mengerjakan Sholat”, namun kalimatnya tidak diteruskan, sehingga maknanya menyimpang sangat jauh. Walhasil kami menyimpulkan bahwa buku WAMY beserta derivat-derivatnya telah gugur secara ilmiah. Sebab sumber rujukannya, yakni buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, telah hancur secara akademis.

Agar kaum muslim mengetahui duduk persoalan sebenarnya, sekaligus memahami kesalahan metodologis buku WAMY itu, maka kami akan mengetengahkan fakta-fakta kesalahan, pendustaan serta pemelintiran yang terdapat dalam buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, karya Shadiq Amin. Kami ingatkan kembali, bahwa buku karya Shadiq Amin adalah sumber rujukan utama bagi buku WAMY, dan juga ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin. Anda bisa membayangkan sendiri, bila rujukannya saja ngacau, lantas betapa lebih ngacaunya buku yang menginduk kepadanya, yakni buku WAMY dan ath-Thariq ila Jamâ’at al-Muslimin itu. Fakta kesalahan metodologis itu tampak pada kenyataan-kenyataan berikut ini:

1. Pendustaan atas nama pendapat Hizb Tahrir. Dr. Shadiq Amin dalam bukunya ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, hal.101 menyatakan, “Anda akan dapatkan diantara pengemban dakwah mereka (HT red.), orang-orang yang suka meninggalkan dan mengentengkan urusan Sholat.” Ia juga menyatakan, “HT telah mengabaikan ibadah nawafil dan dzikir… Oleh karena itu. Kita akan dapatkan betapa lemah dan rendahnya ruhiyyah para anggota HT, lemahnya hubungan mereka dengan al-Qur’an dan as-Sunnah, dan ketidakterikatan mereka dengan hukum-hukum Syara’.

Jelas, statement ini sangat bertentangan dengan ide-ide, dan pemikiran-pemikiran HT yang selalu menekankan untuk selalu terikat dengan hukum syara’. Ini juga sangat bertentang dengan instruksi HT kepada para anggotanya untuk selalu meningkatkan aspek ruhiyyah, dan juga giat dengan ibadah nawafil. Statement ini juga bertolak belakang dengan fakta keanggotaan Hizb Tahrir. Hizb telah menetapkan, muslim yang tidak Sholat tidak boleh menjadi anggota HT, wanita yang tidak mengenakan Jilbab tidak boleh menjadi anggota Hizb. Berdasarkan kenyataan ini, lalu apa mungkin ada anggota Hizb yang tidak mengerjakan Sholat, sementara HT telah menetapkan bahwa orang yang tidak sholat tidak boleh menjadi anggota HT. Silahkan renungkan sendiri. (Untuk itu anda bisa membaca buku-buku HT, semisal Mafâhim Hizb at-Tahrir, Nidzâm al-Islâm, dan lain-lain). Dan juga banyak pendustaan-pendustaan lain yang tidak perlu kami ketengahkan semuanya dalam tulisan ini. (Jika anda ingin membaca bantahan dari syabab Hizb, agar anda tidak dibohongi dan disesatkan oleh buku penuh tipuan ini, bacalah risalah karya Dr. Abdurrahman al-Baghdadi, Radd ‘ala Kitâb, ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah karangan Dr. Shadiq Amin, “Bantahan atas buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah” karangan Dr. Shadiq Amin).

Ini saja sudah cukup untuk membuktikan betapa Dr. Shadiq Amin telah melakukan pendustaan. Anehnya, buku ini malah dijadikan rujukan oleh buku WAMY. lalu, layakkah secara ilmiah buku yang penuh dengan pendustaan ini dijadikan rujukan? Bila rujukannya lemah, maka betapa lemahnya buku yang merujuknya.

2. Pendustaan pengutipan. Pada halaman 105 buku karangan Shadiq Amin itu disebutkan, dalam kitab Nidzâm al-‘Uqubât, karangan Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki disebutkan, “Siapapun yang berzina (man zanay) dengan salah seorang mahram yang abadi, seperti ibu, dan saudara perempuan dipenjara 10 tahun.” Bahkan tidak cukup dengan itu, Shadiq Amin juga menyatakan beberapa statement yang ia klaim berasal dari kitab Nidzâm al-‘Uqubât edisi akhir karya Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki semoga dirahmati Allah. Perlu anda ketahui, kitab Nidzâm al-‘Uqubât adalah buku karya salah seorang anggota Hizb yang terkenal fakih, dan cerdas, bernama Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki. Buku ini membahas tentang sistem persanksian di dalam Islam. Statement Shadiq Amin dalam bukunya yang berjudul ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, “Siapapun yang berzina (man zanay) dengan salah seorang mahram yang abadi, seperti ibu, dan saudara perempuan dipenjara 10 tahun”, ia (Shadiq Amin) klaim, dikutip dari edisi awal kitab Nidzâm al-’Uqubât. Padahal, kitab Nidzâm al-‘Uqubât hanya diterbitkan sekali, sejak tahun 1965, dan tidak ada cetak ulang. Lalu, dari mana ia bias menyatakan ada edisi awal dan akhir kitab Nidzâm al-‘Uqubât? Jelas ini hanya pendustaan saja. Selain itu, bila anda melihat dalam buku asli karangan Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki, anda akan dapatkan bahwa teks aslinya berbunyi, “(Man tazawwaja) Siapapun yang menikah dengan salah seorang mahram yang abadi, seperti ibu dan saudara perempuan, dipenjara 10 tahun” bukan, “man zanay” sebagaimana klaim Shadiq Amin. Lalu, pernyataan yang salah kutip ini ia jadikan senjata untuk menikam Hizbut Tahrir. Shadiq Amin (yang juga dikutip oleh WAMY) menyatakan, bahwa hukuman orang berzina sudah sangat jelas, yakni dirajam, atau dijilid. Oleh karena itu, kasus zina harus dimasukkan dalam bab hudud, bukan ta’zir. Selanjutnya ia berkomentar, apa yang dilakukan oleh HT dengan cukup memenjara 10 tahun bagi orang yang melakukan perzinaan dengan mahram abadi termasuk penyimpangan terhadap hokum syara’.

Sebelumnya perlu kami sampaikan, bahwa kitab Nidzâm al-‘Uqubât meskipun merupakan kitab yang dikeluarkan oleh HT, namun kitab tersebut bukanlah kitab mutabannat (kitab yang diadopsi oleh HT). Sehingga tidak bisa mewakili pemikiran HT dalam masalah ‘uqubat (persanksian). Statement yang benar terdapat dalam kitab Nidzâm al-‘Uqubât adalah, “Siapapun yang menikah (bukan berzina) dengan salah seorang mahram yang abadi, seperti ibu dan saudara perempuan, dipenjara 10 tahun.” Ada perbedaan mendasar antara “siapa yang berzina” dengan “siapa yang menikahi”. Siapapun yang melakukan perzinaan dengan mahram yang abadi akan dikenai had zina. Oleh karena itu, perzinaan termasuk dalam bab hudud, bukan ta’zir. Akan tetapi untuk kasus orang yang melakukan pernikahan dengan mahramnya yang abadi, berbeda dengan fakta orang yang melakukan perzinaan dengan mahramnya yang abadi. Kasus orang yang melakukan pernikahan dengan mahramnya yang abadi, termasuk dalam akad nikah yang fasid. Al-Mukarram Dr.‘Abdurrahman al-Maliki berpendapat bahwa orang yang menikahi mahramnya yang abadi tidak boleh dikenai had zina, sebab masih ada syubhat akad yang menghalalkan farji seseorang, meskipun akad itu fasid. Pendapat yang dipegang oleh Dr.‘Abdurrahman al-Maliki ini senada dengan pendapat ulama Hanafiyyah. Syaikh ‘Abdul Qadir al-Audah dalam kitabnya (al-Tasyrî’ al-Janâiy, juz II, hal. 363), menyatakan, “Akan tetapi Abu Hanifah sendiri berpendapat, orang yang menikahi ibunya, anak perempuannya, bibi, (mahram abadi), kemudian menyetubuhinya, maka untuk kasus ini tidak dikenai had zina, meskipun mereka mengaku, bahwa mereka mengetahui hal itu adalah tindakan haram. Untuk kasus semacam ini cukup dikenai hukuman ta’zir.” Ia melanjutkan. “Imam Abu Hanifah tidak menjatuhkan had untuk kasus semacam ini karena ada syubhat.

Tampaknya, pendapat Abu Hanifah ini diadopsi oleh Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki dalam kitab Nidzâm al-‘Uqubât. Oleh karena itu, apa yang dinyatakan oleh Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki dalam kitab Nidzâm al-‘Uqubât itu, bukanlah pendapat yang menyimpang. Bahkan penadapat ini merupakan pendapat tangguh yang dipegang oleh Imam Hanifah. Walhasil, pendapat Dr. ‘Abdurrahman al-Maliki tersebut merupakan pendapat yang Islamiy, dan tidak perlu dijadikan bahan untuk menikam saudaranya sendiri. Juga tentang ciuman. Hizb dikatakan membolehkan mencium wanita asing. Jelas ini merupakan fitnah keji yag ditikamkan kepada HT. Sungguh jika anda membaca buku primer HT yang berjudul an-Nidzâm al-Ijtimâ’i fi al-Islâm, edisi III, hal.58, anda akan segera sadar, bahwa isi yang terdapat dalam buku WAMY sekaligus buku rujukannya itu (karya Shadiq Amin di atas), penuh dengan kedustaan dan fitnah. Di dalam kitab an-Nidzâm al-Ijtimâ’i fi al-Islâm yang dikeluarkan oleh Hizbut Tahrir disebutkan, “Ini berbeda dengan ciuman, ciuman seorang laki-laki terhadap wanita asing yang diinginkannya, atau sebaliknya, adalah ciuman yang diharamkan. Sebab ciuman semacam ini termasuk pembukaan dari zina. Sebab ciuman pada umumnya adalah pembukaan menuju aktivitas zina, meskipun dilakukan tanpa syahwat.” Walhasil, jelaslah, bahwa Hizb sendiri telah mengharamkan seorang laki-laki mencium wanita asing yang bukan mahramnya. Kami bertanya, anda lebih percaya kepada rujukan asli dari Hizbut Tahrir atau buku yang penuh dengan kedustaan itu?

Walhasil, tidak ada keraguan sedikitpun, buku yang dijadikan rujukan oleh buku terbitan WAMY itu, adalah buku yang penuh dengan tipuan dan pendustaan. Jika rujukannya saja sudah gugur secara metodologis, tentu gugur juga semua buku yang menginduk kepadanya. Walhasil, buku terbitan WAMY tidak ilmiah dan tidak layak dijadikan acuan dan sumber rujukan, dikarenakan rujukannya telah batal secara akademis.

Kami tegaskan kembali, jika buku Shadiq Amin, yang berjudul ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah itu dipertanggungjawabkan di depan kajian ilmiah, maka buku itu tidak bernilai ilmiah sama sekali, bahkan batal demi kebenaran ilmiah. Oleh karena itu, untuk menilai apakah buku WAMY bisa dijadikan sebagai rujukan atau tidak, maka tolok ukurnya adalah apakah buku yang dijadikan rujukan dasar buku WAMY itu (buku ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah, karya Shadiq Amin) ilmiah atau tidak. Jika tidak, maka gugugrlah keilmiahan buku WAMY tersebut.

Kami mengingatkan dan mengajak kepada pihak-pihak yang selama ini terlanjur mempercayai kebenaran isi buku WAMY itu dan sudah terlanjur menjadikannya sebagai rujukan untuk menilai Hizbut Tahrir, agar mau bersikap obyektif dan mau menerima koreksi dan pembenaran. Sungguh penerimaan anda dengan penuh keikhlasan akan menuntun anda kejalan kebenaran. Kami juga menyarankan kembalilah kepada Islam yang benar, kepada yang sudah terlanjur menyebarkan buku itu, maka tarik dan bekukan buku itu. Jika tidak sungguh adzab Allah sangatlah pedih! Ingatlah sabda Rasulullah Saw, tatkala beliau mengingatkan tentang kedustaan, “Barangsiapa yang berdusta maka mereka bukanlah golongan kami. Pembuat makar dan pengkhianat akan dimasukkan ke dalam neraka.” [HR. at-Tirmidzi dan Abu Na’im dalam al-Haliyah dari Ibnu Mas’ud].

Kami perlu memberitahukan juga bahwa pengarang ad-Da’wah al-Islamiyyah Faridhah Syar’iyyah wa Dharurah Basyariyyah (yang dijadikan sumber rujukan oleh WAMY). Dr. Shadiq Amin, mengarang buku ini dibawah tekanan bangsa Yordania saat itu. Bahkan, penguasa Yordania telah menetapkan buku ini sebagai buku yang harus dipelajari oleh mahasiswa dan dosen pada kuliah Syari’ah di Universitas Yordania. Hal yang perlu dikritisi adalah, (1) Mengapa Pemerintah Yordania sampai menetapkan agar buku ini dipelajari di perguruan tinggi di sana? Sedangkan pada saat yang sama, pengarangnya mengaku sebagai anggota dari gerakan Islam yang meruntuhkan rejim kufur ala pemerintahan Yordan? Betapa kontradiksinya! Kita semua memaklumi bahwa pemerintahan Yordan sangat benci terhadap gerakan Islam yang ingin menerapkan aturan-aturan Allah SWT dengan cara menegakkan Khilafah Islamiyyah. Bahkan, setelah Hiizbut Tahrir sering mendapatkan dukungan untuk meraih kekuasaan, pemerintahan Yordania tidak tinggal diam. Lalu, dibuatlah makar untuk menyerang dan menjelek-jelekkan Hizbut Tahrir di hadapan rakyat. Mereka menyuruh orang untuk mengarang buku yang menjelek-jelekkan dan mendiskriditkan HT. Kita mengerti, pemerintahan Yordan sangat anti dengan penerapan Islam yang utuh. Bila pemerintahan Yordan berbaik hati menjadikan buku karangan Shadiq Amin itu sebagai bahan kuliah di Universitas Yordania, tentu maksudnya bukan untuk menyadarkan kaum muslim dari kelompok dan perjuangan yang benar.

Kita bisa menyimpulkan, pemerintah Yordan menetapkan buku ini sebagai bahan ajar di perguruan tinggi Yordan bukan untuk menyebarkan Islam yang benar, tetapi untuk menikam gerakan-gerakan Islam yang ingin meruntuhkan rejim kufur di sana-yakni HT? Mana mungkin pemerintahan Yordan yang kufur itu mau bersekongkol dengan gerakan yang ingin menghancurkan eksistensi mereka? Bahkan, menjadikan “buku itu” sebagai bahan ajar? Semoga Allah melindungi dan menyadarkan kelompok itu, (2) Setelah ditelusuri dengan jernih dan mendalam, Dr. Shadiq Amin, bukanlah nama sebenarnya. Ia adalah nama samaran dari Dr. ‘Abdullah ‘Azzam, salah seorang pengajar di kuliah Syari’ah di Universitas Yordania, sekaligus seorang mursyid Ikhwan al-Muslimin di Yordania. Pertanyaan selanjutnya adalah, “Kalau buku ini memang ditujukan untuk mengajak kaum muslim menghancurkan rejim kufur, lalu mengapa pada saat yang sama rejim kufur (Yordan) malah menetapkan buku ini sebagai buku rujukan pada kuliah syari’ah di Universitas Yordania?” Dan juga kenapa teman-teman Ikhwan di sini juga getol menyebarkan buku yang di absahkan oleh penguasa Yordan yang fasiq dan dzalim itu? Apakah mereka benar-benar bertujuan untuk menyelamatkan umat? Ataukah mereka ingin mengelabui umat agar umat tidak bergabung dengan jama’ah yang benar-benar ikhlas berjuang di jalan Allah, dan ingin meruntuhkan sistem setan? Wahai renungkanlah?

Selesai dengan pertolongan Allah
Read more...

Kultwit @HizbuttahrirID tentang krisis ‎#Mesir

Tidak ada komentar

Krisis Mesir
1. Perlu dipahami bersama, krisis Mesir bukanlah pertarungan antara Islam dan Sekuler/Kafir #Mesir

2. Hal ini disebabkan Mursi selama ini memposisikan diri sbg sosok demokratis dan merepresentasikan diri sbg rezim demokratis #Mesir


3. Ketika ada rakyat Mesir (tentu tdk semua) mendukung kelompok oposisi bukanlah berarti mereka menolak syariah Islam #Mesir

4. namun karena mereka melihat tidak terdapat perubahan yang signifikan secara ekonomi dan politik #Mesir pasca tumbangnya rezim Mubarak,

5. Inilah yang membuat kenapa sebagian rakyat mesir bisa diprovokasi pihak sekuler dan liberal #Mesir

6. Tampak nyata yang riil berkuasa adalah kelompok Militer di #Mesir, militer punya peran penting menumbangkan Mursi

7. Dan semua itu tentu dalam restu Amerika, karena militer #Mesir berada dalam kontrol Amerika

8. Sikap Amerika sendiri sangat pragmatis, bagi negara ini yang terpenting Mesir tidak mengarah ke negara Islam atau Khilafah

9. Militer #Mesir tetap dikontrol oleh mereka. Karena itu baik Mursi ataupun kelompok liberal yg berkuasa tidaklah terlampau dirisaukan

10. Namun tentu saja mereka lebih nyaman kalau #Mesir benar2 dikontrol oleh kelompok Liberal dibanding Ikhwanul Muslimin

11. Krisis #Mesir seharusnya menjadi pelajaran bagi kita bahwa demokrasi bukanlah jalan untuk menegakkan syariah Islam.

13. Barat tidak akan diam ketika ada pihak yg ancam demokrasi/sekulerisme meskipun pihak tersebut menang secara demokratis #Mesir

14. FIS di Aljazair, Hamas di Palestina, dan Ikhwanul Muslimin di #Mesir adalah fakta tak terbantahkan

15. Logika demokrasi hanyalah mitos: kalau kita meraih suara terbanyak (di parlemen) maka kita akan melakukan perubahan apapun #Mesir

16. Tidak semudah itu! Karena tergantung pd Kesadaran Masyarakat apakah mendukung syariah Islam atau tidak? #Mesir

17. Dan posisi ahlul Quwwah (kelompok pemegang kekuasaan riil) apakah mendukung syariah Islam atau tidak? #Mesir

18. Disinilah peran penting memperjelas visi perubahan ke arah penegakan Khilafah #Mesir

19. Serta penolakan tegas thdp demokrasi dan campur tangan Amerika #Mesir

20. Hal inilah yg sesungguhnya akan melahirkan dukungan ideologis dari masyarakat #Mesir

21. Perlu dipertegas, ketika mengkritik Mursi dan Ikhwanul Muslim bukanlah berarti mendukung liberal dan sekuler #Mesir

22. Sebab pangkal dari persoalan ini adlh masih diterapkannya sistem demokrasi kufur di #Mesir dan campur tangan Amerika di negeri itu.

23. Penolakan demokrasi dan perjuangan Khilafah seharusnya menjadi agenda bersama dan utama umat Islam #Mesir

24. Amerika Serikat harus menjadi musuh bersama umat Islam, bukan sesama muslim #Mesir [www.bringislam.web.id]
Read more...

Dukung Web Hizbut-Tahrir dengan akun Facebook dan Twittermu

1 komentar
Assalamu'alaikum wr.wb teman-teman pejuang Syariah Dan Khilafah.

Admin HTI fans akan mengajak teman teman semua bagaimana cara menyebarkan artikel web hizbut-tahrir.or.id secara otomatis ke akun twitter dan facebook teman-teman, tentunya cara ini adalah cara yang dibenarkan dan tidak melanggar, apalagi spam. Tujuannya apa? tujuannya adalah agar situs hizbut-tahrir semakin banyak pengunjung, ketika semakin banyak pengunjung berarti lebih banyak pembaca yang semoga tercerahkan dengan membaca artikel yang ada di website Hizbut-Tahrir Aamiin. Karena makin banyak saja situs-situs sekuler yang malah menyesatkan, tentunya kita sebagai hamluddakwah jangan sampai kalah opini oleh mereka. Oke deh langsung aja ya, klo kelamaan nanti malah bikin ngantuk hehehe.. Berikut caranya:

1. Sobat harus masuk ke Networketblogs  Berikut linknya: http://www.networkedblogs.com
, tentunya kalian harus mempunyai akun neworketblog. eeit tenang dulu nggak usah bingung apalagi menggerutu, membuat akun networketblogs sangatlah mudah semudah membalikkan telapak tangan, cukup tinggal Klik 1 kali saja, langsung deh kalian punya akun Networkedblogs. Nggak percaya ya? hehe pura2 nuduh :D. Kalian Pasti Punya akun facebook kan? ya pasti, jaman sekarang nggak punya facebook bisa-bisa di bilang ndeso, alias katrox hehehe. Klo kalian sudah punya akun facebook tinggal Log In saja ke facebook kalian, klo sudah log in ke facebook dalam browser yang sama, kembali ke networkedblogs link yang di atas.

2. Kemudian Klik Get Started Now, seperti gambar di bawah ini, sudah deh, kalian punya akun networketblog yg connect dengan facebook.

Networket Blogs
Belum selesai ya.. hehe next

3. Follow  networketblog Hizbut-Tahrir, Berikut linknya: http://www.networkedblogs.com/blog/hizbut-tahrir
kemudian kli Follow.

4. Klik Sindication yang berada di sebelah kiri, seperti gambar berikut ini:

5. Maka akan muncul seperti gambar di bawah ini:


Klik "Add Facebook Target" klo sobat ingin menyebarkan ke Facebook, atau Klik "Add Twitter Target" klo sobat ingin menyebarkan ke twitter.

Klo sobat klik Add Facebook Target, Maka Akan muncul Pop up seperti berikut ini:



Nah sobat tinggal klik Add  yang sejajar dengan gambar foto profile Sobat, Atau sobat, juga bisa menarget Pages atau group facebook yang sobat kelola dengan Meng Klik Add, maka secara otomatis setiap artikel terbaru Web Hizbut-Tahrir akan tersebar ke akun facebook dan Pages Sobat.

Nah, klo sobat mau menyebarkan ke Twitter tinggal kembali ke sini: http://www.networkedblogs.com/blog/hizbut-tahrir
kemudian Klik Add Twitter Target, maka sobat akan di minta untuk Log in ke twitter, klo sobat sudah log in maka akan muncul Pop up pertanyaan "Izinkan?" maka sobat tinggal Klik "Izinkan?", maka otomatis juga setiap artikel terbaru dari web hizbut-tahrir otomatis akan tersebar ke twitter sobat..


oke deh, karena admin sudah ngantuk dan sudah malam, admin akan istirahat dulu, karena besok pagi masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan hehe.. semoga bisa berjumpa lagi di lain waktu ya...

Jika artikel ini di rasa bermanfaat, silakan di sebarkan ke teman-teman sobat.. semoga dakwah Syariah dan Khilafah semakin gencar sehingga akan lebih banyak ummat Islam yang sadar akan kebobrokan sistem saat ini.....

Jangan Lupa follow juga networkedblogs HTI-Fans : http://www.networkedblogs.com/blog/hizbut-tahrir-indonesia-fans


klo ada pertanyaan silakan bertanya di komentar ya


Read more...

Hizbut-tahrir tuntut Pakistan bebaskan Naveed Butt

Tidak ada komentar

hIZBUT-TAHRIR INDONESIA
Sejak diculik bulan Mei 2012, Juru Bicara Hizbut Tahrir Pakistan, NaveedButt belum juga dibebaskan oleh rezim Pakistan antek barat.  Naveed Nutt yang hanya seorang aktifis dakwah dan tidak memiliki catatan kriminal.


Setahun lebih telah berlalu, saat Naveed Butt pulang mengantar anaknya sekolah dan diculik oleh intelijen pemerintahan Pakistan.

Sebab karena itu, puluhan massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menggelar aksi protes di depan kantor Dubes Pakistan, menuntut dibebaskannya Naveed Butt, Senin (24/6), Kuningan, Jakarta.

“Kami menuntut dibebaskannya Naveed Butt tanpa syarat apapun,” ujar Juru Bicara HTI, Ismail Yusanto.

Ismail pun menyerukan kepada ahlul nusroh dan ahlul quwwah untuk  menujukkan loyalitasnya pada Allah bukan ketaatan pada makhluk dan kepada orang-orang kafir antek asing.

“Janganlah sekali-kali mengandalkan kesetiaan kepada barat karena hal itu akan menjerumuskan pada jurang kehinaan,” ancamnya.

Saat bertemu dengan perwakilan Dubes Pakistan, delegasi HTI yang diwakili; Farid Wadjdi (DPP HTI), Muhammad Rahmad Kurnia (Ketua Lajnah Fa’liyah DPP HTI) dan Ismail Yusanto (Jubir HTI) memberikan surat pernyataan sikap dan tuntutan pembebasan Naveed Butt.

Kedubes Pakistan yang diwakili, Sekertaris dua Dubes Pakistan menuturkan kepada delegasi HTI akan menyampaikan tuntutan tersebut kepada pemerintah Pakistan di Islamabad.”Kami menerima surat anda dan kami berjanji akan mengirimnya ke Islamabad,” tuturnya.

Namun, HTI mengancam akan terus mendatangi Kedubes Pakistan bahkan dengan jumlah massa lebih banyak jika tuntutan pembebasan Naveed Butt tidak dipenuhi.”Kami akan tetap mendatangi Dubes Pakistan, jika keinginan kami tidak didengarkan,” pungkas Rahmat Kurnia.[] [htipres
Read more...

HTI : Untuk Mempersatukan Penetapan Awal dan Akhir Ramadhan perlu Khilafah Islamiyah

Tidak ada komentar

ustadz Farid WajdiHizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam menetapkan awal dan akhir bulan suci Ramadhan berdasarkan melihat hilal (rukyatul hilal).



"Kalau HTI berdasarkan Hadits HR Muslim no.1810, dari Abu Hurairah RA, 'Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah kalian karena melihatnya (hilal). Apabila pandangan kalian terhalang mendung, maka hitunglah tiga puluh hari'," kata Ketua DPP HTI Farid Wajdi kepada itoday, Senin (24/06).

Kata Farid, dalam penetapan awal dan akhir Ramadhan dengan rukyatul hilal secara global. "Kalau di suatu daerah melihat hilal, maka daerah lain melaksanakan ibadah puasa dan itu dilaksanakan secara global," papar Farid.

Farid melihat masih adanya perbedaan penetapan awal dan akhir Ramadhan karena tidak ada pemimpin global yang diterima umat Islam. "Maka perlu adanya Khilafah Islamiyah agar dapat mempersatukan penetapan awal dan akhir Ramadhan," jelas Farid.

Kata Farid, perbedaan awal dan akhir puasa yang terjadi sekarang ini bukan perbedaan metodologi. Tapi diakibatkan oleh ego nasionalisme.

"Masing-masing negeri muslim menetapkan sendiri-sendiri awal dan akhir Ramadhan berdasar hasil perhitungan atau rukyah yang di dapat di wilayah negara itu," pungkas Farid. [itoday]
Read more...

Foto-foto aksi Hizbut Tahrir Indonesia |HTI | Jawa Barat dalam aksi tolak kenaikan bbm di Bandung

Tidak ada komentar
tampak dari kejauhan massa hizbut tahrir indonesia jawa barat menyemut
Bapak Polisi menjaga massa ikhwan hti jabar di depan gedung sate kota bandung
barisan paling depan dari massa ikhwan hti jabar menuju gedung sate kota bandung

pak polisi menjaga ikhwan akhwat hti dengan tenang,

massa ikhwan hti lantang menyerukan tolak bbm naik

aparat polisi menjaga aksi HTI hizbut tahrir indonesia

massa hizbut tahrir indonesia ,hti ,bersiap diri menolak kenaikan bbm


Foto-Foto massa ikhwan dan akhwat hizbut tahrir indonesia |HTI | jawa barat menyerukan untuk menolak kenaikkan bbm. Aksi damai yang dilakukan hti ,hizbut tahrir indonesia ini menjadi aksi kesekian kalinya dalam menolak kenaikkan bbm. ayo berjuang bersama hti ,hizbut tahrir indonesia.

Read more...

Category

Popular Posts

facebook