Comments

Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia di Kedubes Mesir Jakarta, Kecam Pembantaian Militer

Tidak ada komentar
Felix Siaw
Hizbut Tahrir Indonesia mengecam pembantaian yang dilakukan tentera militer Mesir. Dalam aksi yang dilakukan di depan Kedubes Mesir di Jakarta Jumat (16/8), ratusan massa Hizbut Tahrir  Indonesia menyatakan duka yang mendalam terhadap korban pembantaian di lapangan Rabi’ah al Adawiyah.

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia di Kedubes Mesir Jakarta

Tindakan militer Mesir yang telah membunuh lebih dari 2000 jiwa itu merupakan tindakan yang keji, dzolim dan bertentangan dengan syariah Islam yang memuliakan nyawa manusia.

Dalam aksi yang dimulai ba’da sholat jum’at ini, massa membawa panji-panji al-liwa dan royah, panji Rasulullah Saw., panji pemersatu umat Islam. Mereka membawa beberapa spanduk dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab, diantaranya bertuliskan pesan, "Bebaskan Mesir dari Amerika dan Anteknya...!", "Tegakkan Khilafah di Bumi Kinanah yang akan menyelamatkannya dari berbagai derita". Mereka juga membawa poster dengan tulisan diantaranya "Amerika adalah Otak Pembantaian Saudara Kami di Mesir".
Beberapa aktivis Hizbut Tahrir Indonesia silih berganti menyampaikan orasi, termasuk Ustadz muda Felix Y. Siauw juga ikut berorasi. Para orator dari aktivis Hizbut Tahrir itu menegaskan yang paling bertanggungjawab dalam pembantaian yang dilakukan militer ini adalah Amerika Serikat. Negara imperialis inilah yang selama puluhan tahun hingga kini mendukung rezim militer Mesir yang represif.

Setiap tahunnya Amerika memberikan bantuan kepada Mesir. Bantuan ini kedua terbesar yang dikeluarkan Negara Paman Sama ini setelah bantuan ke Israel, termasuk bantuan mesin perang dan jet-jet tempur F-16.

Terdapat 500 pejabat militer Mesir yang setiap tahunnya mendapat pendidikan militer di Amerika. Jenderal ‘pembantai’ as Sisi sendiri merupakan alumni US Armi War College di Pennsylvania.

Semua tindakan militer Mesir pastilah mendapat restu Amerika, meskipun negara itu  mengecam kekerasan yang dilakukan militer. Kecaman  Amerika adalah omong kosong dan penuh dusta, buktinya meskipun mengecam Amerika tetap berjanji memberikan bantuan kepada Mesir yang dikuasai rezim militer.

Orator juga menyerukan agar umat Islam di Mesir dan diseluruh dunia sama-sama memperjuangkan sistem Khilafah. Karena sistem Khilafah inilah yang akan mempersatukan umat dan akan melindungi umat Islam.

Diserukan pula agar umat Islam menolak setiap kerja sama dengan penjajah Amerika termasuk menolak sistem demokrasi yang ditawarkan Amerika di dunia Islam. Selain sistem kufur , jalan demokrasi juga telah berkali-kali menipu umat Islam.

Aksi yang sama juga telah dilakukan oleh Hizbut Tahrir di depan Kantor Kedubes Mesir di Tunis, Tunisia, kemarin. Beberapa aksi serupa untuk memprotes kebrutalan militer yang didukung Amerika Serikat ini juga akan digelar di depan Kedubes Mesir di beberapa negeri seperti di Australia, Turki, dan Inggris. Demikianlah, umat ini akan terus hidup bagaikan satu tubuh hingga umat ini benar-benar bersatu kembali di bawah naungan Khilafah. Insya Allah. [htipress]
Read more...

Ratusan masa HTI unjuk rasa kecam pembantaian Muslim Mesir {Foto}

Tidak ada komentar
Ratusan masa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) berunujk rasa di depan Kedutaan Besar Mesir di Jakarta Jumat (16/8/2013). Tepat d pukul 13.30 masa HTI berorasi dari sebuah mobil saund system yang diletakkan tepat di depan gerbang Kedubes Mesir.


Berdasarkan penuturan pengurus HTI Heru Binowo, kepada arrahmah.com masa HTI hanya berorasi dari pukul 13.30-15.00. Mereka tidak melakukan pertemuan dengan pihak Kedubes Mesir.

Pada kesempatan tersebut masa HTI mengecam keras pembantaian umat Islam di lapangan Rabi’ah Adawiyah dan tempat-tempat lainnya di Kairo. Bahkan di luar Kairo para pendukung Mursi juga dikejar-kejar dan dibunuh.

Masa HTI mengajak umat Islam meninggalkan sistem demokrasi dan beralih kepada sistem Islam untuk tegaknya Khilafah Islamiyah ‘ala minhajin Nubuwwah.

Pengunjuk rasa HTI yang berunjuk rasa terdiri dari perempuan dan laki-laki. Para perempuan bahkan ada yang menggendong anak-anak mereka. Tepat pukul 15.00 pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.[arrahmah.com]  [Hti-Fans]
Read more...

Komentar Ahmad al Qashash Terhadap Peristiwa di ‪Mesir‬

Tidak ada komentar

Ahmad al Qashash


‪#‎HizbutTahrir‬ memang menempuh jalan yang berbeda dengan gerakan al-ikhwanul Muslimun. HT meniti jalan yang menurutnya benar. Meski demikian, HT tetap memandang para pemuda pendukung IM merupakan orang-orang yang menghendaki al-Haq, memiliki loyalitas terhadap Islam. Sikap HT yang mengkritik dan menyalahkan berbagai kebijakan pemerintah Mesir, termasuk pada saat Dr. Mursi berkuasa (seperti soal kesediaan pemerintah untuk mempertahankan berbagai perjanjian dengan imperialis, kritik terhadap rancangan UUD, dan juga soal dana IMF), itu bukan berarti mengingkari loyalitas para aktivis IM terhadap Islam. Berbagai kritik itu juga tidak berarti bahwa HT berada dalam barisan orang-orang yang mengkudeta Mursi dan melawan para pendukung sang presiden terguling. Adalah sebuah sesat pikir jika kenyataan bahwa HT tidak mendukung pemerintahan ‪#‎Mursi‬ maka diartikan bahwa HT ikut berperan dalam penggulingannya. Yang benar, HT menyeru umat agar tidak mendukung pemerintahan manapun yang tidak sepenuhnya didasarkan pada Islam, dan tidak mendukung gerakan politik apapun kecuali jika gerakan itu berjalan menuju pendirian negara Islam, sebagaimana yang ditegaskan dalam selebaran HT wilayah Mesir. Berikut ini adalah sebuah pernyataan pribadi (bukan lembaga) dari seorang Ahmad al Qashash, kepala Kantor Penerangan Hizbut Tahrir wilayah Lebanon terkait dengan peristiwa politik di Mesir yang ditulis di fanspage beliau:

BismillaahirRahmaanirRahiim

Agar permasalahannya tidak kacau. Sebagian (orang) telah mengalami kerancuan.

Pendirian/sikap terhadap jalan yang ditempuh (manhaj) al Ikhwan sebenarnya merupakan satu hal, sementara pendirian/sikap terhadap permusuhan pihak militer bersama kaum sekuler terhadap Islam merupakan perkara lain..

Sebagian besar orang yang keluar menuju berbagai lapangan dalam rangka menolak kudeta sebenarnya semata-mata keluar untuk memperjuangkan Diin, disebabkan karena dia melihat adanya permusuhan yang nyata terhadap Islam dari orang-orang yang melakukan kudeta tersebut.

Oleh karena itu kami menyatakan: Orang yang menghendaki al-Haq tapi mengalami kekeliruan itu berbeda dengan orang yang menghendaki kebathilan kemudian (kebetulan) ia benar. Kita menyokong perjuangan demi Diin kita, darah saudara-saudara kita dan kehormatan kita. Wajib bagi kita untuk mengobarkan api di seluruh Mesir agar ia membakar seluruh kaum sekuler seluruhnya. Dengan demikian, Mesir dan Syam akan berada dalam satu peperangan, menuju titik akhir yang satu, dan pertolongan yang satu. Barangsiapa yang di dalam nadinya tidak ada kobaran api yang menyala oleh panasnya Mesir dan Syam, maka perut bumi lebih baik baginya daripada punggungnya, atau api lebih layak baginya. Mata para penakut tidaklah tidur.

(Ahmad al Qashosh, ketua Kantor Penerangan Hizbut tahrir Wilayah Lebanon, 15 Agustus 2013).

Sumber: https://www.facebook.com/kasas.ahmad/posts/602090679833824 [Titok Priastomo/www.al-khilafah.org]
Read more...

Inilah Perbedaan Hizbut-Tahrir Asli dan Palsu di Mesir

Tidak ada komentar
Maraknya pemberitaan menganai kudeta militer Mesir atas Presiden sah yang terpilih secara demokratis, Redaksi ISLAMIC GEOGRAPHIC beberapa kali mendapatkan beberapa tulisan di jejaring sosial facebook dan sebarkan broudcast melalui BB tentang Hizbut Tahrir di Mesir yang ikut mendukung kudeta, agar tidak terjadi kesalapahaman dan menghindari kerancuan serta menyebarkan fitnah di antara gerakan Islam dan pengikutnya, perlu diketahui beberapa point:

1. Sama sekali tidak ada kaitannya antara Hizbu Tahrir Al-Islami atau yang kita kenal di Indonesia sebagai gerakan Hizbut Tahrir.

2. Partai Tahrir Mesir atau Hizbut Tahrir Al-Masri adalah partai yang Platformnya tidak berbasis pada Islam, partai beraliran sufi yang didirikan Abul Azaim tokoh dan pemimpin sufi di Mesir. walaupun partai ini partai sufi namun partai ini tidak mau dinamakan sebagai partai agama, memisahka agama dan politik atau kita sebut sebagai sekular. Anggota partai ini juga beragam, banyak dari pengikut kristen koptik.

3. Perlu dibedakan antara Hizbut Tahrir bi Walayati Masr (http://hizb.net/?p=3408) dengan Hizbut Tahrir Al-Masr (http://www.hizbaltahriralmasry.org/), Hizbut Tahrir bi Walayati Masr adalah perwakilan Resmi Hizbut Tahrir yang didirikan oleh Taqiuddin An-Nabhani di Yourdania tahun 50-an, sementara Hizbut Tahrir Al-Masri adalah partai yang berdiri pasca revolusi Mesir 25 Januari 2011.

4. Adapun komentar-komentar dan rilis yang disebarkan oleh Hizbut Tahrir bi walayati Masr dan diterjemahkan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (http://hizbut-tahrir.or.id/2013/07/04/maktab-ilami-hizbut-tahrir-wilayah-mesir-militer-mengkudeta-demokrasi-yang-diklaim/), ini tak lebih dari "memanfaatkan", mengulang-ulang pemikiran yangdiusung Hizbut Tahrir bahwa penegakan khilafah islamiyah tidak mungkin tegak melalui sistem kufur demokrasi.

5. Silahkan bandingkan dua lambang dan bendara Hizbut Tahrir (Gerakan Islam) dan Hizbut Tahri Al-Masri (partai sekuler):

Semoga kita terhindar dari segala fitnah yang dzahir maupun batin dan kita senantiasa penyebar kebenaran dan berita benar dan valid. (Muhammad Anas).

Sumber : http://www.islamicgeo.com/2013/07/penjelasan-hindari-fitnah-antara.html
Read more...

Pelajaran Penting yang Bisa Diambil Terkait Kondisi ‎Mesir Belakangan Ini

Tidak ada komentar

Mesir Terkini
  1. Thariqah intraparlemen dan revolusi tidak menghasilkan perubahan mendasar terhadap negeri. Hanya sekedar bisa menggantikan rezim.
  2. Kedua Thariqah tersebut (Intraparlemen dan Revolusi) tidak bisa mengantarkan Islam pada kemenangan, tapi hanya mengantarkan orang Islam pada kekuasaan.
  3. Hanya Thariqah Rasulullah SAW yakni thulabun nushrah yang bisa (dan sudah terbukti) mengantarkan Islam pada kemenangan, karena thariqah ini berdasar pada wahyu ilahi.

Berikut penjelasan mengenai Thalabun Nushrah yang dipaparkan oleh asy-Syaikh al-‘Alim ‘Atha’ bin Khalil Abu ar-Rasytah, Amir Hizbut Tahrir



***

Thalab an-nushrah adalah pada akhir tahapan at-tafa’ul. Dan jika ahlul quwah menjawab, dan mereka mampu melakukan perubahan, maka tahapan ketiga telah datang atas izin Allah. Dan kami telah merinci masalah ini di buku kami khususnya al-Manhaj. Dan berikut ini perkara-perkara sebagai penjelasan:

1. Rasul saw mulai mencari nushrah selama tahapan at-tafa’ul. Ketika Abu Thalib meninggal, masyarakat Mekah jumud dan tertutup di hadapan Rasul saw. Dengan meninggalnya Abu Thalib, penyerangan Quraisy kepada Rasul makin sengit sampai pada tingkat yang belum pernah dilakukan semasa hidup paman beliau, Abu Thalib. Maka perlindungan Rasul saw menjadi lebih lemah dari perlindungan pada masa Abu Thalib. Lalu Allah SWT mewahyukan kepada beliau untuk menyodorkan diri beliau kepada kabilah-kabilah arab untuk meminta perlindungan dan nushrah mereka kepada beliau sehingga beliau mampu menyampaikan apa yang beliau diutus dengannya dari Allah, sementara beliau dalam keadaan aman dan terlindungi. Ibn Katsir menyatakan di dalam sirah dari Ali bin Abi Thalib, ia berkata:

لَمَا أَمَرَ اللهُ رَسُوْلَهُ أَنْ يَعْرَضَ نَفْسَهُ عَلَى قَبَائِلِ الْعَرَبِ خَرَجَ وَأَنَا مَعَهُ وَأَبُوْ بَكْرٍ إِلَى مِنَى حَتَّى دَفَعْنَا إِلَى مَجْلِسٍ مِنْ مَجَالِسِ الْعَرَبِ

Ketika Allah memerintahkan rasul-Nya untuk menyodorkan diri beliau kepada kabilah-kabilah Arab, beliau keluar dan saya dan Abu Bakar bersama beliau ke Mina hingga kami datangi majelis-majelis orang Arab.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibn Katsir dari Ibn Abbas dari al-‘Abbas ia berkata: Rasulullah saw bersabda kepadaku:

«لاَ أَرَى لِيْ عِنْدَكَ وَلاَ عِنْدَ أَخِـيْكَ مَنَعَةً، فَهَلْ أَنْتَ مُخْـرِجِيْ إِلَى السُّوْقِ غَداً حَتَّى نَقِرُّ فِيْ مَنَازِلِ قَبَائِلِ النَّـاسِ -وَكَانَتْ مَجْمَعَ الْعَرَبِ- قَالَ: فَقُلْتُ هَذِهِ كِنْدَةَ وَلَفُّهَا، وَهِيَ أَفْضَلُ مَنْ يَحُجُّ مِنْ الْيَمَنِ، وَهَذِهِ مَنَازِلُ بَكْرٍ بْنِ وَائِلٍ، وَهَذِهِ مَنَازِلُ بَنِيْ عَامِرٍ بْنِ صَعْصَعَةِ، فَاخْتَرْ لِنَفْسِكَ، قَالَ: فَبَدَأَ بِكِنْدَةَ فَأَتَاهُمْ»

Saya tidak melihat padamu dan saudaramu perlindungan. Apakah engkau mau menemaniku keluar ke pasar besok, hingga kita berdiam di tempat-tempat singgah kabilah-kabilah orang –dan mereka adalah sekumpulan orang Arab-“. Al-‘Abbas berkata, “Maka aku katakan, ini Kindah dan kemahnya, dan mereka adalah orang yang terbaik yang menunaikan haji dari orang Yaman. Ini tempat singgah Bakar bin Wail. Ini tempat singgah Bani Amir bin Sha’sha’ah. Pilihlah untuk dirimu.” Al-‘Abbas berkata: “Maka beliau memulai dengan Kindah dan beliau mendatangi mereka”.

2. Jelas bagi ahlul quwah “kabilah-kabilah” pada waktu itu, yang diminta nushrahnya oleh Rasul saw. Jelas bagi mereka bahwa yang diminta adalah melindungi Rasul saw dan memungkinkan beliau mendirikan entitas di tengah mereka yang di situ diterapkan hukum-hukum Allah SWT. Yakni mereka paham dengan gamblang dan jelas bahwa nushrah tersebut adalah untuk mendirikan daulah yang memerintah dan berjihad … Karena itu, Bani ‘Amir bin Sha’sha’ah, ketika Rasul saw meminta nushrahnya. Mereka berkata:

أرأيتَ إنْ نَحْنُ بَايَعْنَاكَ عَلَى أَمْرِكَ، ثُمَّ أَظْهَرَكَ اللَّهُ عَلَى مَنْ خَالَفَكَ، أَيَكُونُ لَنَا الْأَمْرُ مِنْ بَعْدِكَ؟ قَالَ: الْأَمْرُ إلَى اللَّهِ يَضَعُهُ حَيْثُ يَشَاءُ. قَالَ: فَقَالَ لَهُ: أفَتُهدَف نحورُنا لِلْعَرَبِ دُونَكَ، فَإِذَا أَظْهَرَكَ اللَّهُ كَانَ الْأَمْرُ لِغَيْرِنَا! لَا حَاجَةَ لَنَا بِأَمْرِكَ؛ فَأَبَوْا عَلَيْهِ.

“Bagaimana pandanganmu jika kami membai’atmu atas urusanmu, kemudian Allah memenangkanmu atas orang yang menyelisihimu, apakah perkara (kekuasaan) sesudahmu menjadi milik kami? Rasul menjawab, “Perkara (kekuasaan) ada pada Allah, Dia akan serahkan sesuai kehendak-Nya.” Al-‘Abbas berkata: “Maka salah seorang berkata kepada beliau: “Apakah kami dikorbankan orang Arab untuk melidungimu dan jika Allah memenangkanmu, urusan (kekuasaan) untuk selain kami! Kami tidak ada keperluan dengan urusanmu. Lalu mereka menolak beliau”.

Yakni mereka mengetahui bahwa nuhsrah tersebut adalah untuk menegakan negara. Maka mereka ingin menjadi penguasanya setelah Rasulullah saw. Demikian juga Bani Syaiban berkata kepada Rasul saw ketika beliau meminta nushrahnya:

وإنما نزلنا بين ضرتين، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ما هاتان الضرتان»؟ قال: أنهار كسرى ومياه العرب، وإنما نزلنا على عهد أخذه علينا كسرى لا نحدث حدثا ولا نؤوي محدثا، وإني أرى هذا الأمر الذي تدعو إليه مما تكرهه الملوك، فإن أحببت أن نؤويك وننصرك مما يلي مياه العرب فعلنا، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «ما أسأتم في الرد إذ أفصحتم بالصدق، وإن دين الله لن ينصره إلا من أحاطه من جميع جوانبه»

“Sungguh kami tinggal di antara dua bahaya”. Rasul bersabda: “apakah dua bahaya itu?” Ia berkata: “Sungai Kisra dan perairan al-Arab. Sesungguhnya kami tinggal di atas perjanjian yang diambil oleh Kisra atas kami, bahwa kami tidak membuat insiden dan tidak mendukung pembuat insiden. Dan saya melihat perkara yang engaku minta termasuk apa yang tidak disukai oleh para raja. Jika engkau ingin kami mendukungmu dan menolongmu dari apa yang mengikuti perairan Arab, kami lakukan.” Rasululah saw pun bersabda: “Engkau tidak berlaku buruk dalam menolak, sebab engkau menjelaskan dengan jujur. Dan sesungguhnya agama Allah itu, tidak akan menolongnya kecuali orang yang melingkupinya dari segala sisinya”.

Jadi mereka memahami bahwa nushrah itu berarti pemerintahan dan jihad melawan orang Arab dan non Arab. Maka mereka setuju memerangi orang Arab, dan tidak setuju memerangi Persia.

3. Kemudian ketika Allah SWT memutuskan perkara tersebut, terjadilah baiat Aqabah kedua yang merupakan nushrah untuk menegakkan daulah di Madinah. Setelah itu masuk tahapan ketiga, yakni penegakan daulah.

4. Jelaslah dari semua itu bahwa thalab an-nushrah adalah sebelum tahapan ketiga, yakni pada tahapan at-tafa’ul.

5. Inilah yang dilakukan oleh Hizb ketika memulai aktifitas thalab an-nushrah pada tahun enam puluhan abad dua puluh dan Hizb masih terus melakukannya. Kami memohon kepada Allah SWT agar memuliakan umat ini dengan para penolong (anshar) yang mengembalikan jejak langkah kaum Anshar yang pertama, sehingga daulah Islam ditegakkan, daulah al-Khilafah ar-Rasyidah, dan rayah al-‘Uqab, Rayah Rasulullah saw berkibar di ketinggian. Dan pada hari itu orang-orang Mukmin bergembira karena pertolongan Allah [al-khilafah]
Read more...

Kultwit @HizbuttahrirID tentang krisis ‎#Mesir

Tidak ada komentar

Krisis Mesir
1. Perlu dipahami bersama, krisis Mesir bukanlah pertarungan antara Islam dan Sekuler/Kafir #Mesir

2. Hal ini disebabkan Mursi selama ini memposisikan diri sbg sosok demokratis dan merepresentasikan diri sbg rezim demokratis #Mesir


3. Ketika ada rakyat Mesir (tentu tdk semua) mendukung kelompok oposisi bukanlah berarti mereka menolak syariah Islam #Mesir

4. namun karena mereka melihat tidak terdapat perubahan yang signifikan secara ekonomi dan politik #Mesir pasca tumbangnya rezim Mubarak,

5. Inilah yang membuat kenapa sebagian rakyat mesir bisa diprovokasi pihak sekuler dan liberal #Mesir

6. Tampak nyata yang riil berkuasa adalah kelompok Militer di #Mesir, militer punya peran penting menumbangkan Mursi

7. Dan semua itu tentu dalam restu Amerika, karena militer #Mesir berada dalam kontrol Amerika

8. Sikap Amerika sendiri sangat pragmatis, bagi negara ini yang terpenting Mesir tidak mengarah ke negara Islam atau Khilafah

9. Militer #Mesir tetap dikontrol oleh mereka. Karena itu baik Mursi ataupun kelompok liberal yg berkuasa tidaklah terlampau dirisaukan

10. Namun tentu saja mereka lebih nyaman kalau #Mesir benar2 dikontrol oleh kelompok Liberal dibanding Ikhwanul Muslimin

11. Krisis #Mesir seharusnya menjadi pelajaran bagi kita bahwa demokrasi bukanlah jalan untuk menegakkan syariah Islam.

13. Barat tidak akan diam ketika ada pihak yg ancam demokrasi/sekulerisme meskipun pihak tersebut menang secara demokratis #Mesir

14. FIS di Aljazair, Hamas di Palestina, dan Ikhwanul Muslimin di #Mesir adalah fakta tak terbantahkan

15. Logika demokrasi hanyalah mitos: kalau kita meraih suara terbanyak (di parlemen) maka kita akan melakukan perubahan apapun #Mesir

16. Tidak semudah itu! Karena tergantung pd Kesadaran Masyarakat apakah mendukung syariah Islam atau tidak? #Mesir

17. Dan posisi ahlul Quwwah (kelompok pemegang kekuasaan riil) apakah mendukung syariah Islam atau tidak? #Mesir

18. Disinilah peran penting memperjelas visi perubahan ke arah penegakan Khilafah #Mesir

19. Serta penolakan tegas thdp demokrasi dan campur tangan Amerika #Mesir

20. Hal inilah yg sesungguhnya akan melahirkan dukungan ideologis dari masyarakat #Mesir

21. Perlu dipertegas, ketika mengkritik Mursi dan Ikhwanul Muslim bukanlah berarti mendukung liberal dan sekuler #Mesir

22. Sebab pangkal dari persoalan ini adlh masih diterapkannya sistem demokrasi kufur di #Mesir dan campur tangan Amerika di negeri itu.

23. Penolakan demokrasi dan perjuangan Khilafah seharusnya menjadi agenda bersama dan utama umat Islam #Mesir

24. Amerika Serikat harus menjadi musuh bersama umat Islam, bukan sesama muslim #Mesir [www.bringislam.web.id]
Read more...

Seruan Hizbut-Tahrir kepada Seluruh Rakyat Mesir Kinanah

Tidak ada komentar
Hizb Maktab I'lami Mesir

Seruan Dari Hizbut Tahrir Kepada Semua Pihak: Hentikan Pemberontakan dan Kesetiaan Untuk Tujuan Yang Tidak Akan Pernah Memberi Manfaat Namun Lakukan Pemberontakan dan Kesetiaan Karena Allah Untuk Menerapkan Syariah-Nya Dengan Mendirikan Negara Khilafah!

Masyarakat berusaha mengetahui dan takut dengan sejumlah skenario yang diramalkan untuk 30 Juni 2013, dimana pihak oposisi tengah memobilisasi massanya dengan slogan “tamarrud” atau “pemberontakan” dalam upaya untuk menggulingkan presiden, khususnya, dan karena beberapa faksi kekuatan Islam bangkit di pihak yang lain dengan slogan “tajarrud” atau “kesetiaan”. Gertakan dan ancaman menyelimuti setiap orang yang akan berpatisipasi dalam demonstrasi ini. Bahkan kami mendengar sejumlah seruan pembunuhan untuk para demonstran, dan mendoakan keburukan untuk mereka. Seolah-olah mereka adalah para kaum “kafir harbi”. Na’udzu billah!
Sungguh kami menemukan pernyataan-pernyataan ini, dan pernyataan-penyataan anti-Islam, seperti pernyataan salah seorang dari mereka, “Islam akan lenyap dari Mesir pada 30/6.” Dalam situasi terjadi kemacetan parah di jalanan Mesir, malah diperparah dan dibakar oleh sejumlah media yang tidak  bertanggung jawab, yang digerakkan dan di belakangnya adalah negara-negara imperialis kafir meniup api fitnah agar semakin menyala, agar alat-alat penekan yang kuat ada dalam genggamannya, yang akan digunakan untuk meningkatkan dominasi dan kekuasannya pada sel-sel dan sendi-sendi kekuasaan di Mesir.
Wahai Rakyat di Mesir Kinanah!
Kami di Hizbut Tahrir menyerukan kepada kedua belah pihak melalui nasihat yang tulus dan ikhlas, yaitu nasihat seorang saudara yang mencintai saudaranya. Kami mengatakan kepada mereka semua: Tinggalkan oleh kalian pengelompokan, kebencian dan pertengkaran, serta perjuangan murahan yang menipu, yang tidak akan memberikan manfaat sama sekali. Sebab, masalahnya bukan dalam pribadi Presiden, kita lengserkan seseorang dan kita ganti dengan orang lain. Akan tetapi masalahnya ada pada rezim seluruhnya, dan konstitusi yang diterapkan, yang membawa kehinaan dan kesempitan hidup—dimana kalian melakukan perlawanan untuk selamat darinya—dalam semua sisinya, karena sangat jauhnya kalian dari hukum-hukum Islam dan syariahnya.
Sungguh masyarakat telah dimobilisasi sejak beberapa hari dengan mengatasnamakan Islam untuk mendukung Presiden, dan di sini mereka kembali memobilisasi masyarakat, sehingga seolah-olah pertempuran untuk membela Islam dalam menghadapi kekufuran. Padahal kenyataannya adalah mempertahankan sistem kufur yang diterapkan oleh Presiden untuk menghadapi sistem kufur yang akan diterapkan oleh Presiden yang lain, dan bukan untuk Islam, bahkan sama sekali tidak urusannya dengan Islam!
Ini adalah pengulangan dari skenario yang sama yang kita lihat sebelumnya, ketika masyarakat dimobilisasi ketika referendum konstitusi yang atas nama Islam juga. Dan kami ketika itu mendengar perkataan yang sama yang juga dikatakan hari ini: “Kita tahu bahwa Konstitusi bertentangan dengan Islam, namun kami akan mendukungnya.” Hari ini mereka mengatakan: “Kita tahu bahwa Presiden tidak menerapkan Islam, namun kami akan mendukungnya.” Kami telah membagi jalan menjadi dua kelompok, satu kelompok menginginkan Islam dan syariah, dan kelompok yang lain seolah-olah menolaknya! Kami bertanya pada mereka: “Dimana syariah dalam sistem ini, dan apa yang telah diterapkan Presiden, hingga melakukan pengelompokan atas dasar ini?! Kalian menjadikan siapa saja di antara generasi umat yang taat pada kalian berada di lajur Islam, sebaliknya siapa saja yang menentang kalian di antara mereka berada di lajur kufur?! Dengan demikian, apa dasar kalian membuat keputusan seperti itu?!
Di sisi lain, kami menemukan pendukung oposisi, yang bangkit melakukan penolakan terhadap presiden “Islamis” ini, setelah kegagalannya untuk memecahkan masalah negara, dan beberapa dari mereka ikut-ikutan karena kebodohan di balik tujuan mereka yang ingin menempelkan kegagalan palsu dan dusta ini pada Islam, dalam upaya mereka untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari proyek Islam yang hakiki, serta tuntutan penerapannya secara penu di semua urusan kehidupan.
Tidakkah mereka melihat bahwa rumus oposisi yang diperjuangkan sampai nafas terakhirnya? Bahwa tidak ada sesesuatu apapun selain keserakahan yang mendalam pada kekuasaan, dimana karenanya menetes air liur mereka. Mereka tidak memiliki proyek apapun untuk sebuah perubahan yang hakiki. Mereka tidak memiliki kepedulian selain pembagian kekuasaan atau sendirian menguasai kekuasaan, untuk terus berputar dalam lingkaran setan! Kalau mereka berpikir sedikit, niscaya mereka menyadari bahwa sumber bencana dan penyakit ada di dalam jantung sistem republik sekuler yang diterapkan, dan jauh dari akidah umat dan peradabannya.
Islam adalah kebenaran yang harus kita semua usahakan untuk dikuatkannya dalam negara, yang merupakan aspirasi umat sesungguhnya, dan negara ini adalah negara Khilafah bukan yang lainnya. Negara inilah yang akan mempersatukan umat, serta mencegahnya dari perpecahan dan ketercerai-beraian. Negara inilah yang memiliki solusi tepat untuk semua masalah yang menimpa Mesir, ekonomi, politik dan lainnya. Negara inilah yang akan menjaga kehormatan umat, mengembalikan keagungannya dan kedudukannya yang mulia di antara umat-umat dan bangsa lainnya. Inilah negara yang akan memotong tangan setiap kaum kafir imperialis yang berani mencampuri urusan kami. Dan inilah negara yang akan membebaskan kami dari ketergantungan pada Amerika Serikat, yaitu negara penjahat yang telah berhasil membelokkan revolusi 25 Januari yang diberkati dari jalan yang seharusnya.
Wahai Rakyat di Mesir Kinanah!
Sesungguhnya, musuh kita  yang sebenarnya adalah Amerika, dimana duta besarnya Patterson, para diplomatnya dan para politisinya berkeliaran di negeri kita tanpa kendali dan pengawasan. Mereka memberi piutang dan menyusun rencana untuk mengambil kontrol penuh atas Mesir, serta menghalangi Mesir lepas dari perbudakannya. Jadi, janganlah kalian memihak mereka, sebaliknya kalian harus memotong tangannya dari mengintervensi urusan kita! Dan ketahuilah bahwa revolusi 25 Januari tidak hanya melawan ketidakadilan dan penindasan, yang bertengger di dada kita selama beberapa dekade, tapi juga melawan  hegemoni Amerika atas negara dan manusia. Untuk itu, janganlah kalian menjadi alat yang patuh di tangan Amerika, yaitu musuh Allah, Rasul-Nya dan orang yang beriman!
Kami di Hizbut Tahrir menyeru generasi umat dari setiap kekuatan untuk menjadikan pemberontakan mereka dan kesetiaannya karena Allah! Dalam rangka menegakkan syariahnya dan menguatkan agamanya. Kami menawarkan kepada mereka proyek perubahan yang hakiki, yang berbeda dari segala sesuatu yang dilontarkan dalam arena politik saat ini, yaitu proyek yang berasal dari rahim umat, dan ia terpancar dari akidah umat, akidah “Lâ Ilâha Illallâh Muhammad Rasûlullâh, tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”, yaitu proyek Khilafah yang besar, dimana Rasulullah telah menyampaikan kabar gembira akan kembalinya Khilafah setelah berakhirnya sistem kekuasaan diktator, proyek Khilafah yang akan memenuhi dunia dengan keadilan, yang menundukkan timur dan barat untuk umat. Sehingga dengan berada di bawah naungan Khilafah, umat akan benar-benar menjadi umat terbaik yang dikeluarkan untuk manusia, dan dengan ini saja umat akan mengembalikan kedudukannya kembali. Dan Hizbut Tahrir telah menyiapkan untuk negara ini Undang-Undang Dasar yang siap diterapkan, terdiri dari 191 pasal, yang digali dari al-Qur’an, as-Sunnah, Ijma’ Sahabat dan Qiyas.
Sehingga kepada proyek ini, dan kepada petunjuk Ilahi ini, kami menyeru kalian wahai kaum Muslim! Untuk itu, datang dan penuilah seruan dari Hizbut Tahrir ini, yaitu pembimbing yang tidak akan membohongi pengikutnya. Dan jauhilah oleh kalian seruan perpecahan dan perselisihan!
Rasulullah saw bersabda: “Setiap Muslim atas Muslim (lainnya) haram darahnya, kekayaannya dan kehormatannya.” (HR. Muslim). Beliau juga bersabda: “Janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku nanti, dimana sebagian memukul leher sebagian yang lain—yakni saling membunuh tanpa alasan yang benar.” (HR. Bukhari).
)وَمَنْ يَقْتُلْ مُؤْمِناً مُتَعَمِّداً فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِداً فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَاباً عَظِيماً(
“Dan barangsiapa membunuh seorang yang beriman dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahannam, dia kekal di dalamnya. Allah Murka kepadanya, dan Melaknatnya serta Menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An-Nisa’ [4] : 93).
Hizbut Tahrir wilayah Mesir
Sumber: hizb.net, 27/6/2013.
Read more...

Biadab, Tentara Mesir kembali menghancurkan 34 terowongan di perbatasan Gaza

Tidak ada komentar

Tentara Mwesir Hancurkan Terowongan Gaza
Angkatan Bersenjata Mesir mengumumkan pada Selasa (4/6/2013) telah menghancurkan 34 terowongan di perbatasan Mesir dan Jalur Gaza, laporan koran Al-Quds al-Arabi.


Juru bicara resmi Angkatan Bersenjata Mesir Brigjend Ahmad Muhammad Ali dalam pernyataannya menyebutkan bahwa pasukan perbatasan Mesir telah berhasil menemukan 34 terowongan di kawasan Rafah, perbatasan Mesir dan Jalur Gaza. Terowongan-terowongan itu saat ini telah selesai dihancurkan.”

Terowongan-terowongan di perbatasan Mesir dan Jalur Gaza selama ini menjadi urat nadi perekonomian dan kehidupan masyarakat muslim Jalur Gaza. Lebih dari 30 persen sembako dan kebutuhan pokok masyarakat masuk dari Mesir ke Jalur Gaza melalui terowongan-terowongan tersebut.

Diperkirakan lebih dari 10 ribu penduduk Gaza bekerja pada alur perdagangan sembako melalui terowongan-terowongan tersebut. Terowongan-terowongan itu menjadi alternatif utama setelah penjajah zionis Israel memblokade Gaza sejak lebih dari tujuh tahun silam. Sayangnya Angkatan Bersenjata Mesir di masa pemerintahan Presiden Mursi menghancurkan lebih dari 150 terowongan vital tersebut [www.bringislam.web.id]
Read more...

Mesir, Iran dan Turki … Poros Boneka Amerika!

Tidak ada komentar


Erdogan- Ahmad dinejad-MursiSumber-sumber diplomatik mengungkap tentang tren strategi Amerika di Timur Tengah, termasuk dukungan dari Presiden Amerika Barack Obama terhadap perspektif koalisi masa depan antara Mesir, Iran dan Turki, dalam pembicaraannya dengan para pemimpin entitas Yahudi, selama kunjungannya baru-baru ini pada mereka. Obama menilai aliansi yang diharapkan ini sebagai “masa depan Timur Tengah”. Sumber-sumber tersebut mengatakan bahwa Obama menyampaikan pada Netanyahu, dimana negara-negara ini akan menciptakan stabilitas di kawasan Timur Tengah, sehingga entitas yahudi wajib mendukungnya, bahkan mendesaknya untuk berdamai dengan Turki, dan mendukung semua upaya Turki untuk campur tangan dalam proses negosiasi. Sumber-sumber tersebut juga mengatakan bahwa Obama “mengecilkan kekhawatiran mengenai aksi protes besar-besaran terhadap rezim Islam, Presiden Muhammad Mursi di Mesir, yang akan menerima kiriman pertama dari sejumlah jet tempur multi-peran F-16 terbaru dari Amerika Serikat pada tahun 2013.” (ad-udstur, 30/3/2013).

Hari demi hari, semakin terungkap aib di balik simbol di Mesir, seperti yang telah terungkap sebelumnya di Turki, dan sebelum lagi di Iran. Dimana ketiga rezim ini mengusung Islam sebagai sebagai simbolnya. Sementara itu, mereka bersujud pada musuh utama umat, Amerika, untuk memuluskan kepentingan mereka dan mencapai tujuan strategisnya, terutama untuk mencapai “stabilitas”, dan sebaliknya mereka menyia-nyiakan semangat pembebasan yang mengalir dalam darah umat untuk melawan dominasi Amerika, dan mengabaikan ruh jihad umat untuk mencabut entitas Yahudi hingga akar-akarnya.

Berita ini lebih menguatkan keyakinan bahwa rezim Mesir—yang mengusung simbol Islam—ini tidak ingin keluar sedikit pun dari ketergantungan pada Amerika, setelah presiden berjenggot menduduki tahta Fir’aun, dan setelah Amerika merancang tren strateginya di Timur Tengah dengan mengandalkannya, seperti di masa lalu yang mengandalkan pada pembaptisan Mubarak.

Berita tersebut mengungkap kepuasan Amerika terhadap masa depan Presiden Mesir yang baru dalam bayang-bayang berbagai aksi protes, dimana Amerika dapat mengendalikan para antek sekulernya dari mereka yang secara terbuka menyatakan kesekulerannya, ketika Amerika telah memutuskan sesuatu. Juga, menegaskan kepuasan Amerika terhadap Presiden Mesir yang akan menerima kiriman pertama dari sejumlah jet tempur multifungsi F-16 terbaru. Ingat, Amerika tidak akan melakukannya jika ada ancaman, meski jangka panjang dengan sampainya senjata-senjata itu kepada mereka yang bisa berbalik memusuhinya, bahkan hal itu akan membuka jalan untuk bersekutu dengan para antek veteran di Turki dan Iran, dimana bau busuk mereka sebagai antek semakin menusuk hidung.

Dan kebusukan aib di belakang simbol itu semakin telanjang, ketika Amerika menyeru entitas Yahudi untuk menggunakan Turki (yang mengusung simbol Islam) guna mengaktifkan pendekatan negosiasi, seperti sebelumnya telah dilakukan komunikasi antara Yahudi dan rezim Hafidz al-Assad di Suriah. Koalisi dan kesepakatan ini juga mengungkapkan peran rezim Mesir dan kesediaan untuk bersekutu dengan orang-orang yang untuk melegitimasi pendudukan Yahudi; ia juga setuju dengan pengawasannya terhadap Perjanjian Gencatan Senjata jangka panjang dengan Yahudi; dan janji untuk  memperbaharui kesepakatan memalukan di Camp David; serta terus melakukan penghancuran terowongan yang tidak mampu dilakukan oleh rezim Mesir sebelumnya.

Puncak dari terungkapnya aib dari aliansi Amerika (di bawah simbol Islam) ini adalah untuk mengatasi “ancaman” bagi kaum kafir Barat yang segera akan terjadi di Suriah. Sebab, Barat begitu ketakutan terhadap kebangkitan umat dalam sebuah sistem Islam yang akan mengakhiri hegemoni Amerika, dan akan mengobarkan semangat perang melawan entitas penjahat, Yahudi.

Sumber: pal-tahrir.info, 31/03/2013.
Read more...

Terlalu! Mursi Tutup Terowongan Gaza-Mesir dengan Air

Tidak ada komentar


Para pejabat Mesir dan Palestina mengatakan pasukan Mesir membanjiri terowongan akses Gaza ke Mesir. Akibatnya, warga kedua wilayah tersebut tidak dapat lagi menyelundupkan makanan dan logistik melalui terowongan yang penuh dengan air tersebut.
Ini merupakan bukti terbaru bahwa Presiden Mursi terus mengkhianati kaum Muslim Gaza dan hanya berusaha untuk menjaga keamanan Yahudi. Pasalnya, jaringan terowongan merupakan urat nadi vital bagi warga Gaza.
Diperkirakan sekitar 30% dari seluruh komoditas dari Mesir diangkut melalui terowongan itu sehingga mampu meringankan dampak buruk dari blokade Israel terhadap Muslim Gaza, Palestina.
Pal-tahrir.info, Kamis (14/2) memberitakan kejadian ini dengan menyatakan meskipun Mursi datang dengan membawa slogan Islam dan reformasi, kenyataannya Mursi tidak berbeda dengan penguasa rezim sebelumnya, Mubarak, dalam komitmennya terhadap keamanan Yahudi; menutup terowongan, membantai para mujahid di Sinai, sungguh-sungguh mencegah masuknya senjata ke Gaza, dan memperkuat blokade yang jelas haram dalam pandangan syariah Islam![hizb Indonesia/www.bringislam.web.id]
Read more...

Presiden Morsi Adalah Pelayan Baru Amerika di Timur Tengah

Tidak ada komentar

Sejak menjadi presiden, Morsi telah bekerja dengan menggambarkan dirinya sebagai seorang Islam yang moderat yang bekerja bebas dari pengaruh Amerika bagi kemajuan Mesir dan wilayah Timur Tengah. Namun, di balik keramahtamahan retorika Islam yang menyelimuti tindakan di dalam negeri dan kebijakan luar negerinya, Morsi tidak lebih baik daripada pendahulunya Mubarak-yang merupakan seorang penjaga kepentingan Amerika di wilayah tersebut.

Di dalam negeri, Morsi dapat mengklaim bahwa pihak oposisi tidak memberikan pemerintah waktu yang cukup untuk mendorong reformasi yang akan memperbaiki ekonomi Mesir, memulihkan hukum dan ketertiban, dan meningkatkan kehidupan rakyat jelata di Mesir. Hal ini terlepas dari kenyataan bahwa reformasi tersebut dirumuskan di bawah ketentuan-ketentuan IMF bagi pemerintah Mesir agar merevisi agenda ekonomi dalam rangka memenuhi syarat untuk mendapatkan pinjaman senilai $ 4,8 miliar.

Juru bicara IMF Gerry Rice mengatakan, “Kami memahami pemerintah Mesir telah bekerja untuk merevisi program ekonomi mereka. Dan ketika langkah ini selesai, kami akan mendiskusikan waktu untuk mengutus misi ke Kairo untuk menilai program-program revisi ekonomi mereka..” Penundaan telah mendorong Lembaga Peringkat Amerika Moody menurunkan peringkat kelayakan kredit bagi Mesir. Dengan demikian, perbudakan ekonomi Amerika atas Mesir melalui IMF dan Moody terus terjadi terlepas dari klaim yang dibuat oleh pemerintah Morsi yang mengatakan melakukan kebijakan ekonomi yang independen.

Sementara, kebijakan-kebijakan luar negeri Morsi tidak bisa menyembunyikan kebijakan pro-Amerika-nya di balik dinding para pemrotes, yang mencakup orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Kebijakan luar negeri Morsi adalah khas Amerika dan dalam banyak hal lebih buruk daripada di era Mubarak. Pada tanggal 13 Februari 2013, tanpa peringatan terlebih dahulu Mesir membanjiri terowongan-terowongan Gaza yang merupakan darah kehidupan bagi penduduk Palestina yang tinggal di kamp-kamp konsentrasi, dengan maksud dan tujuan yang dikendalikan oleh negara Yahudi yang pengecut. Terowongan-terowongan itu membawa segala sesuatu dari mulai makanan, obat-obatan hingga semen dan besi, dan menyediakan hingga 75 persen dari kebutuhan barang kepada 1,6 juta penduduk.
Mesir Banjiri Terowongan gaza
Seorang pejabat keamanan Mesir di Sinai mengatakan kepada Reuters bahwa tindakan itu dimulai lima hari lalu. Dia mengatakan, “Kami menggunakan air untuk menutup terowongan-terowongan cara membanjirinya dengan air dari salah satu sumur.” Hamas enggan untuk mengkritik Morsi di depan umum, namun warga Gaza lebih vokal atas sikap naif Hamas dan kebrutalan Morsi itu. “Tindakan Mesir terhadap terowongan-terowongan telah memburuk keadaan sejak pemilihan Presiden Morsi. Saudara-saudara Hamas kami mengira dia akan membuka Gaza. Saya rasa mereka salah,” kata pemilik terowongan, yang mengidentifikasi dirinya sebagai Ayed, karena takut mendapat tindakan pembalasan dendam. “Mungkin 150 hingga 200 terowongan telah ditutup sejak terjadi serangan di Sinai. Ini terjadi di era Morsi,” tambahnya.

Jadi, pemerintah Morsi telah menggunakan serangan terhadap pasukan Mesir di Sinai pada bulan Agustus 2012 untuk mempelopori kampanye yang kejam untuk menutup terowongan-terowongan itu sebanyak mungkin dan meningkatkan keamanan negara Yahudi menjelang dimulainya kembali proses perdamaian. Dengan diadakannya pembicaraan atas persatuan Palestina yang direncanakan dilakukan pada beberapa hari kedepan, Netanyahu menjadi lemah pada pemilu yang diadakan baru-baru ini dan Obama dijadwalkan akan mengunjungi negara Yahudi itu pada bulan Maret 2013, dimana Washington sangat ingin menciptakan suasana yang tepat untuk memberikan dorongan penting atas perdamaian antara Arab dan negara Yahudi. Yang merupakan hal terpenting dari dimulainya pembicaraan damai adalah keamanan negara Yahudi, dan Morsi seperti juga pendahulunya telah melakukan yang terbaik untuk memenuhi harapan Amerika dan Yahudi. Meskipun demikian, waktu dilakukannya tindakan itu baru-baru ini adalah dimaksudkan untuk meredakan kritik Yahudi atas pengiriman empat pesawat F16 dari AS kepada angkatan udara Mesir.

Demikian juga, hubungan dekat yang dijalin dengan Iran yang dilakukan Morsi adalah untuk menemukan solusi politik atas krisis di Suriah untuk melindungi sisa-sisa rezim Assad dan menunjukkan ciri khas solusi Amerika yang dimaksudkan. Amerika telah bekerja tanpa lelah bersama dengan Iran, Turki, Mesir, dan negara-negara Teluk bersama Uni Eropa dan Rusia untuk melindungi rezim Assad dalam beberapa bentuk inisiatif terbaru dalam bentuk Rencana Brahimi yang akan menjamin kelanjutan hegemoninya atas wilayah Syam.

Dalam konteks ini Morsi telah mengunjungi Teheran pada bulan September 2012 dan berbicara tentang Iran sebagai pemegang kepentingan yang penting dalam mencari solusi krisis Suriah. Dia mengatakan, “[Iran] adalah pemain utama di wilayah ini yang bisa memiliki peran aktif dan mendukung untuk memecahkan masalah Suriah … Saya tidak melihat kehadiran Iran dalam kuartet ini (Turki, Mesir, Iran dan Arab Saudi ) sebagai suatu masalah, tetapi merupakan bagian dari pemecahan masalah.”

Hal ini juga menjelaskan mengapa Morsi dalam beberapa hari lalu menyambut hangat Ahmadinejad, seorang pembantai penduduk Suriah. Perlakuan yang diberikan terhadap presiden Iran membuat marah beberapa pendukung dekat Morsi seperti Daawa Salafiyyah yang mengeluarkan pernyataan: “. Mesir berkomitmen untuk melindungi semua negara-negara Sunni” Oleh karena itu, hanya dalam beberapa bulan Morsi telah berhasil mengungguli Mubarak dan melakukan apa yang pendahulunya telah gagal yakni menjalin hubungan kerja sama dengan Iran untuk melindungi kepentingan Amerika di Syam.

Amerika sangat senang dengan tindakan kebijakan dalam dan luar negeri yang dilakukan oleh pemerintah Morsi itu. Pada tanggal 3 Februari 2013, Duta Besar AS untuk Mesir Anne Patterson mengatakan, “Kami melihat ke Mesir terus menjadi kekuatan bagi perdamaian, keamanan dan kepemimpinan pada saat Timur Tengah melakukan perjalanannya yang menantang namun penting menuju demokrasi.”

Ada pelajaran penting bagi Mesir yang dapat diambil dari pemerintahan Morsi itu. Pertama, hanya dengan menyerukan penggulingan diktator yang brutal untuk digantikan oleh seseorang yang terang-terangan mengungkapkan keyakinannya kepada Islam suatu kebodohan yang sangat besar dan tidak akan mengubah nasib rakyat.

Kedua, sebenarnya penyebab kesengsaraan bagi Mesir adalah sistem saat ini di mana Amerika terus menjajah negeri itu. Jika sistem itu tidak dicabut dari akarnya, rakyat akan terus menderita di bawah kebijakan kolonial Amerika yang dilaksanakan oleh loyalisnya baik mereka itu adalah orang Islam atau liberal.
Ketiga, satu-satunya alternatif atas sistem yang rusak ini adalah Syariah Islam, dan bukan demokrasi liberal Barat seperti yang dianjurkan oleh kaum liberal yang berpikiran sempit. Bersama dengan kapitalisme, Demokrasi Barat sedang sekarat dan bahkan orang-orang di Barat dengan bersemangat mencari sistem alternatif. Namun untuk keberhasilan Syariah Islam, tindakan harus dilaksanakan secara keseluruhan dan bukan sepotong demi sepotong seperti yang diperjuangkan oleh Ikhwanul Muslimin dan para pendukungnya.

Keempat, satu-satunya cara praktis untuk mewujudkan pelaksanaan Syariah di bidang kebijakan dalam negeri dan luar negeri adalah dengan pendirian kembali Khilafah. Hanya Khilafahlah yang dapat menjamin kebijakan ekonomi dan luar negeri yang independen yang bebas dari campur tangan Barat.

Abed Mostapha
6 Rabi ‘II 1434
16/02/2013
Sumber : www.khilafah.com; Senin, 18 February 2013
Mahmoud Mursi
Read more...

Biadab! Aparat Mesir Banjiri Terowongan Gaza dengan Air

Tidak ada komentar
Sementara Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza enggan mengkritik pemerintah Presiden Muhammad Mursi secara terbuka, warga sipil Gaza terus terang mengungkapkan kekesalannya.
Pasukan keamanan Mesir memenuhi terowongan-terowongan bawah tanah di sekitar perbatasan dengan Palestina di Gaza sebagai bagian dari upaya menutup terowongan-terowongan itu. Demikian dikatakan oleh para pejabat Mesir.
Jaringan terowongan bawah tanah itu merupakan urat nadi rakyat Palestina yang diblokade oleh Zionis Israel, untuk memasukkan aneka macam barang kebutuhan hidup mereka.
Reuters (13/2/2013) melaporkan, reporternya melihat salah satu terowongan yang sedang dipakai untuk memasukkan bahan bangunan berupa batu kerikil dan semen, tiba-tiba pada hari Ahad lalu dipenuhi oleh air, sehingga para pekerja di dalamnya bergegas menyelamatkan diri.
Penduduk setempat mengatakan, dua orang yang sedang di dalam terowongan sepertinya tersapu oleh air yang sengaja dipompakan ke dalamnya oleh aparat Mesir.
“Aparat Mesir mengucurkan air untuk menenggelamkan terowongan-terowongan itu,” kata Abu Ghassan yang mengawasi 30 orang pekerja di sebuah terowongan sekitar 200 meter dari pagar perbatasan.
Seorang pejabat keamanan Mesir di Sinai mengatakan kepada Reuters bahwa tindakan itu dimulai sejak lima hari lalu.
“Kami menggunakan air untuk menutup terowongan-terowongan itu dengan memompa air dari salah satu sumur,” kata pejabat yang menolak menyebutkan namanya itu.
Sejak Agustus 2012, sudah puluhan terowongan dirusak oleh aparat Mesir, menyusul pembunuhan atas 16 personel penjaga perbatasan Mesir dekat Gaza.
Kairo mengatakan pelaku menyeberang ke Mesir melalui jalur terowongan tersebut, sebuah tudingan yang dibantah oleh pemerintah Palestina di Gaza.
Sementara Hamas yang berkuasa di Jalur Gaza enggan mengkritik pemerintah Presiden Muhammad Mursy secara terbuka, warga sipil Gaza terus terang mengungkapkan kekesalannya.
“Tindakan Mesir terhadap terowongan-terowongan semakin memburuk semenjak pemilihan Mursy. Saudara kami Hamas mengira dia akan membuka Gaza. Menurut saya mereka salah,” kata seorang pemilik terowongan yang hanya menyebut dirinya dengan nama Ayed, karena takut mendapatkan serangan balasan.
“Mungkin 150 atau 200 terowongan sudah ditutup sejak serangan di Sinai. Ini terjadi pada era Mursy,” imbuhnya.
Orang-orang yang biasa bekerja di bawah terowongan takut jika upaya membanjiri lubang-lubang bawah tanah itu akan mengakibatkan langit-langit terowongan runtuh sehingga menimbulkan bencana.
“Air bisa menimbulkan retak di dinding terowongan dan mungkin akan meruntuhkannya. Hal itu bisa membunuh orang,” kata Ahmad al-Shair, seorang pekerja terowongan yang sepupunya tewas satu tahun lalu karena terowongan runtuh.
Enam orang Palestina meninggal pada bulan Januari akibat ledakan di dalam terowongan, sehingga menambah jumlah korban tewas menjadi 233 sejak 2007, menurut kelompok-kelompok HAM di Gaza.
Diperkirakan ada 2.500 sampai 3.000 terowongan di bawah perbatasan Gaza-Mesir. Namun jumlahnya menyusut sejak 2010, ketika Israel sedikit membuka pintu masuk barang ke Gaza dibawah pengawasan ketat aparat Zionis.
Terowongan saat ini masih menjadi jalur utama bagi Palestina untuk memasukkan barang kebutuhan ke Gaza. Hamas sendiri lebih suka menggunakan terowongan bawah tanah itu, karena tidak perlu membayar pajak ke Zionis.
Sejak tokoh Al-Ikhwan al-Muslimun, Muhammad Mursi, menjabat presiden Mesir banyak orang berharap Jalur Gaza akan mendapatkan angin segar dari Kairo dengan dibukanya satu jalur yang mengungkung mereka. Namun, hingga kini harapan itu tidak juga terwujud. (hidayatullah.com, 13/2)

www.bringislam.web.id
Read more...

Masihkah Berguna Mufti Baru Bagi Rezim Yang Tidak Menerapkan Islam?!

Tidak ada komentar
Seorang pejabat di “Hai’ah Kibar Ulama Al Azhar” mengatakan, bahwa pada hari Senin (11/2) telah dilantik Syaikh Syauqi Ibrahim Abdul Karim Allam sebagai mufti baru di Mesir.
Kepala humas “Hai’ah”, Muhammad Jama’ah mengatakan kepada Reuters bahwa  Allam yang menggantikan Syaikh Ali Juma’ah sedang menjabat sebagai Kepala Divisi Fikih, Fakultas Syariah dan Hukum, cabang Universitas Al-Azhar di kota Tanta di Delta Nil.

Di tengah hingar bingarnya pelantikan mufti Mesir yang baru, yang menggantikan Mufti sebelumnya Syaikh Ali Juma’ah. Terbesit sebuah pertanyaan, apa gunanya pengangkatan seorang mufti baru selama rezim ini masih tegak di atas asas sistem demokrasi yang mengabadikan kedaulatan rakyat daripada kedaulatan syara’?

Akankah mufti baru ini akan mengeluarkan fatwa untuk kepala negara, misalnya, agar membatalkan kesepakatan terlarang dengan entitas Yahudi? Atau mengakhiri sistem riba dan mencegah pinjaman berbasis riba dari Dana Moneter Internasional (IMF)? Akankah mufti yang baru ini akan memfatwakan wajibnya segera menerapkan Islam dan menghapus konstitusi sekuler?

Atau kedukannya akan tetap sebagai simbolis yang memisahkan agama dari kehidupan, dan membatasi aktafitasnya hanya untuk mengumumkan penampakan bulan sabit Idul Fitri dan Ramadhan?! (pal-tahrir.info, 12/2/2013)

[www.bringislam.web.id]
Read more...

Category

Popular Posts

facebook