Comments

Tampilkan postingan dengan label hizbut tahrir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hizbut tahrir. Tampilkan semua postingan

HTI | Hizbut Tahrir bukan hizbut takfir, bukan kelompok kafir/sesat

Tidak ada komentar

 HIZBUT TAHRIR BUKAN HIZBUT TAKFIR

Hizbut Tahrir berpendapat demokrasi adalah sistem kufur, tetapi bukan berarti seluruh pelaku dan aktivitas di dalamnya kufur. Yang kufur hanyalah yang sengaja mengabaikan atau bahkan mengharamkan yang wajib, atau membiarkan atau bahkan mewajibkan yang haram, karena meyakini manusia modern lebih tahu urusannya daripada Allah dan Rasul-Nya.

Adapun Hizbut Takfir berpendapat demokrasi adalah sistem kufur, dan seluruh pelaku dan aktivitas di dalamnya kufur. Karena itu, yang kufur adalah semua aturan yang dibuat oleh parlemen, termasuk aturan lalu lintas yang mewajibkan helm; yang kufur juga seluruh aparat negara dan pendukungnya termasuk seluruh politisi, polisi, PNS dan para ustadz yang mendekati pemerintah, juga seluruh aktivitas terkait demokrasi seperti demonstrasi dan pemilu.

Hizbut Tahrir tidak sepakat dengan generalisasi Hizbut Takfir itu. Menjadi PNS atau polisi adalah mubah, selama mereka tidak melakukan hal yang secara syar'i memang haram. Sebagai contoh: PNS yang menjadi guru matematika misalnya, tidaklah melakukan suatu keharaman. Polisi yang mengatur lalu lintas, atau menangkap pencopet, tidaklah melakukan keharaman, jadi hukumnya tetap mubah. Yang haram adalah aktivitas PNS guru yang mengajarkan baiknya menabung dengan mendapat bunga (riba), atau aktivitas polisi yang menghukum polwan bawahannya karena memakai jilbab. Adapun status PNS atau polisinya sendiri tidak otomatis menjadi haram. Bahkan untuk penguasa tertingginya sendiri tidak otomatis kufur. Kalau dia tidak menerapkan hukum Islam karena bodoh, takut atau malas, barangkali dia hanya jatuh pada status fasiq. Kalau dia tidak menerapkan hukum Islam karena punya kepentingan pribadi atau golongan, barangkali dia hanya jatuh pada status dzalim. Baru kalau dia meyakini bahwa manusia modern dan parlemennya lebih tahu urusannya daripada Allah dan Rasul-Nya, jatuhlah dia pada status kafir. Dan itu harus kita ketahui dari pernyataannya yang terang-terangan tanpa ada syubhat sama sekali.

Oleh karena itu, para syabab Hizbut Tahrir harus mampu memahami persoalan ini dengan jernih. Tidak menyerupakan dirinya dengan Hizbut Takfir, yang akibatnya menjadi pembenaran bagi pihak-pihak yang tidak menyukainya untuk memojokkan dengan pertanyaan-pertanyaan seperti:
- mengkufurkan demokrasi koq jadi PNS?
- mengkufurkan demokrasi koq demonstrasi?
- mengkufurkan demokrasi koq datang ke parlemen minta RUU diubah?
- mengkufurkan demokrasi koq tinggal di negara demokrasi?
dst.

Tidak usah bingung.
Mereka itu yang confuse antara Hizbut Tahrir dan Hizbut Takfir.

Sebelum hijrah, rasulullah dulu menolak kekufuran sistem jahiliyah, seraya tetap tinggal di negeri jahiliyah Makkah, sambil terus mendakwahkan Islam. Beberapa shahabat Nabi di Makkah dibiarkan terus bekerja (selama pekerjaan mereka halal) pada majikan kafir yang memusuhi Nabi, Mereka juga melakukan masyirah (demonstrasi unjuk rasa) ke depan ka'bah. Dan mereka juga mendatangi para pemimpin Quraisy untuk menyeru kepada hal-hal yang diperintahkan Islam, sekalipun pemimpin Quraisy itu menentang Islam secara keseluruhan. ...(Profesor Fahmi Amhar)
Read more...

Yuk Ikut Halqoh dan Ngaji Bersama Hizbut-Tahrir Bandung :)

Tidak ada komentar
Form Ini dikhususkan untuk rekan-rekan yang ingin ngaji dan berdakwah bersama Hizbut-Tahrir yang berada di Kota Bandung dan Kab. Bandung

Adapun untuk-rekan-rekan yang berada di luar kota Bandung silakan mengisi form di situs resmi website Hizbut-Tahrir di sini: http://hizbut-tahrir.or.id/gabung/
Ngaji di Hizbut-tahrir

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” [TQS al-Imran (3): 110]

Ikut Halaqoh Rutin 2 Jam per Minggu
Himbauan Ustadz Felix untuk Gabung dengan gerakan dakwah, dan berjuang menegakkan syariat Islam secara total dengan Khilafah


Dakwah itu bukan aktivitas selingan, melainkan aktivitas utama. Adalah konsekuensi dari mengimani Islam. Maka perlu disadari, sekiranya kita telah bergabung dengan jamaah dakwah, berarti kita siap mengorbankan seluruh stamina kita, uang kita, waktu kita, bahkan jiwa kita, untuk mendakwahkan Islam. Maka diwajibkan kepada Anda agar berusaha membentuk motivasi yang kuat nan ikhlas lillahi ta’ala ketika sebelum maupun sesudah mengisi formulir di bawah.

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Aquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” [TQS al-Taubah (9): 111]
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” [TQS al-Imran (3): 104]

Silahkan informasikan data diri Anda. Agar insya Allah kami akan memberitahukan kepada Anda, dimana tempat kajian yang terdekat dari alamat Anda, beserta siapa Musyrif / Musyrifah (Mentor) yang akan membimbing Anda untuk membentuk kepribadian Islam, dan gabung bersama kelompok kader dakwah yang tangguh.
Read more...

Saksikan Streaming JICMI 2013

Tidak ada komentar
JANGAN LEWATKAN LIVE STREAMING JICMI 14-15 DESEMBER 2013 DIMULAI HARI INI PUKUL 13.00 WIB DI SITUS RESMI www.hizbut-tahrir.or.id atau di situs kami www.bringislam.web.id
Streaming Jicmi

JANGAN LEWATKAN!
Ribuan intelektual dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga penelitian hadir pada even Jakarta International Conference of Muslim Intellectuals (JICMI) Tanggal 14-15 Desember 2013.

Saksikan Live Streaming pukul 13.00 WIB di www.hizbut-tahrir.or.id
Ikut live report di:
facebook: https://www.facebook.com/Htiinfokom
twitter: https://twitter.com/hizbuttahrirID
===============================
Raih amal sholeh dengan menyebarkan status ini
===============================

post fh

Bila situs utama tersebut mengalami gangguan:

Silakan akses situs-situs dan blog ini:

http://globalmuslimcommunity.blogspot.com
www.al-khilafah.org
http://bringbackislam.blogspot.com
www.dakwahmedia.com
http://muslim-medianews.blogspot.com
Read more...

Pembicara JICMI level dunia, Jamal Harwood | Hizbut Tahrir Britain

Tidak ada komentar
Pembicara JICMI kaliber internasional adalah Jamal Harwood. Jamal  adalah seorang akuntan dengan pengalaman lebih dari 25 tahun.  Pembicara JICMI yang berasal dari London ini mengkhususkan sebagai Pembicara Publik Internasional dan Writer yang mengkhususkan diri dalam Ekonomi Islam (TheGoldReport.co.uk).
Selain menjabat sebagai dosen program MBA di Wales University, Jamal Harwood (aktivis Hizbut Tahrir) telah berbicara secara ekstensif dan global pada isu-isu ekonomi , hubungan internasional , politik dan Islam - berdebat di Oxford Union pada Mei 2007 dan pada berbicara konferensi tentang krisis keuangan internasional di Khartoum , Sudan pada bulan Januari 2009 ( dihadiri oleh 6000 delegasi ) dan di Beirut , Lebanon.  Sebagai kader dakwah hizbut tahrir , Jamal Harwood, telah terlibat dalam debat publik dan dialog dengan mantan Kanselir Norman Lamont , Jaksa Agung Dominic Grieve saat MP , Jim O'Neill ( Ketua Goldman Sachs Asset Management ) , Peter Rodman ( mantan asisten menteri pertahanan ) , Matt Frei (sebelumnya dari BBC dan saat ini dengan Channel 4 News ) , kolumnis AS Yunus Goldberg dan yang paling baru David Smith ( Editor Ekonomi , The Sunday Times ).
            Jabatan Jamal Harwood sebagai pemimpin redaksi TheGoldReport.co.uk , dan berkontribusi secara teratur untuk NewCivilisation.com dan merupakan subyek dari fitur Time Magazine pada bulan Agustus 2006 .
Sebelumnya pernah menjadi konsultan Royal Bank of Scotland (Juli 2008 - November 2008 ( 5 bulan ). Konsultan Credit Suisse Januari 2004 - Mei 2008 ( 4 tahun 5 bulan )

jamal Harwood di JICMI, Hizbut Tahrir,



Masuk Islamnya Jamal Harwood  :
Saya  termasuk pemeluk Kristen yang taat sebelum menemukan Islam. Ketika saya masih berusia belasan tahun saya begitu tertarik mendalami ajaran Kristen. Namun, saya memiliki beberapa pertanyaan serius mengenai hal-hal pokok agama Kristen seperti bagaimana peran banyak Nabi yang berbeda, siapa sebenarnya Isa. Saya pun mengalami  kebingungan memahami trinitas, anak tuhan, dan lain-lain.

Itulah yang kemudian membuat saya mulai berpikir bahwa pada suatu saat, mungkin setelah menyelesaikan pendidikan, saya akan melakukan perjalanan dan mencari agama-agama lain di dunia. Saya berharap sepulangnya dari perjalanan itu saya akan memperoleh sesuatu yang lebih jelas dalam hal keimanan yang dapat menjawab semua pertanyaan saya itu dengan meyakinkan. Alhamdulillah, ketika usia saya sekitar 20 tahunan, saya bisa melakukan perjalanan dan melihat agama-agama lain dan hal ini menjadikan saya mulai mempelajari Islam dan akhirnya memeluknya.

Saya pindah ke Inggris beberapa saat sebelum saya memeluk Islam.  Sebelumnya saya tinggal di Kanada. Kaum Muslim yang saya temui di London, khususnya di Masjid Regents Park adalah orang-orang yang paling memberi pengaruh pada saya dan sangat membantu untuk menyarankan buku-buku untuk dibaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya. Semuanya sangat bersahabat dan saya senantiasa masih dekat dengan mereka. Karena saya pernah tinggal di beberapa negara lain saat saya muda dan sering melakukan perjalanan, saya senantiasa senang jika bertemu dengan orang-orang dari negara-negara lain, dengan agama dan kebudayaan yang berbeda.

Akhirnya saya memutuskan memeluk Islam pada 1986. Keputusan saya justru didukung oleh orangtua saya. Ketika itu mereka tinggal di negara lain, jadi kami tidak selalu bisa berhubungan. Tapi saya ingat dengan sangat jelas bahwa ayah saya sebelumnya pernah bekerja dengan orang-orang Muslim dan mengatakan bahwa Islam menekankan pada keluarga jadi dia bilang “Lanjutkan saja “.

Memang tidak mudah mengawali hal yang baru. Banyak tantangan. Mempelajari kewajiban-kewajiban dasar Islam itu perlu waktu. Apalagi saya tidak dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang Islam berarti ada banyak hal yang harus saya pelajari. Tapi tidak ada yang terlalu sulit. Dan saya mempunyai pengalaman yang tidak terlupakan sejak menjadi seorang Muslim yakni pergi haji tahun 1994 melihat Ka’bah untuk pertama kalinya.

Setelah memeluk Islam, saya berbicara kepada saudara laki-laki maupun perempuan saya (semuanya Kristen) mengenai Islam kapanpun saya bisa. Beberapa saudara perempuan saya adalah orang-orang yang memegang teguh agama Kristen tapi kami tetap berhubungan baik, tidak ada kebencian, dan mereka suka anggota keluarga yang lain (yakni istri dan anak-anak saya) jadi hal ini sangat positif. Majalah Time pernah menampilkan suatu tulisan mengenai saya dan ketika itu sebagian besar anggota keluarga saya agak terkejut ketika mereka tahu bahwa saya aktif secara politik di Hizbut Tahrir, bahkan sebagian dari mereka menunjukkan kekhawatirannya bahwa aktivitas politik saya itu bisa menyulitkan saya dengan adanya sentimen-sentimen anti Islam di banyak bagian dunia. Saya katakan pada mereka, “Senantiasa ada risiko atas segala sesuatu tapi lebih baik melakukan sesuatu dengan alasan yang baik daripada menunggu sesuatu terjadi pada Anda.”

Dakwah Bersama HT

Alhamdullillah, saya pertama kali bertemu beberapa anggota HT tahun 1988. Saya prihatin dengan banyaknya ketidakadilan dan kemunduran yang saya lihat di dunia Muslim. Betapa pentingnya gagasan ummah, tapi banyak yang memiliki sedikit pemahaman politik mengenai sebab-sebab kemunduran itu, disamping tidak memiliki solusi untuk mengatasi kemunduran itu. HT berbicara mengenai isu-isu itu dan memberikan solusi-solusi yang jelas.

Ketika saya mulai belajar di HT, saya memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai Usul Fiqh, Ijtihad, dan Syariah, yang kesemuanya adalah penting dalam mengembangkan pemahaman saya mengenai Islam dan lebih baik dari apa yang sebelumnya saya baca dan pelajari. Buku-buku yang telah dikeluarkan partai adalah mengenai Sistem Islam, Konsep-konsep Hizbut Tahrir dan Struktur Partai adalah di antara buku-buku yang sangat bagus bagi yang ingin mendapatkan pemahaman yang baik mengenai dasar-dasar Islam dan keadaan umat pada saat ini.

Jamal Harwood akan hadir di JICMI , 14-15 Desember 2013 dan melakukan presentasi dengan topik  The Collapse of Global Capitalism: What Can We Learn from Global Financial Crisis?. Jamal Harwood akan banyak mengungkapkan fakta-fakta kerusakan sistem kapitalisme secara ilmiah sesuai kepakaran beliau di bidang keuangan internasional.

Bagi anda Dosen, Peneliti, Mahasiswa Pasca Sarjana yang tertarik mengikuti JICMI 2013 (Jakarta Internasional Conference of Muslim Intelectuals) tanggal 15 Desember 2013. Silahkan kontak ke jicmi2013@hizbut-tahrir.or.id,   nomer hp 08139449 8159 – 0815 19368181 , web : www.hizbut-tahrir.or.id/jicmi2013




Read more...

2 Hal yang membuat Syaikh ini menolak semua macam demokrasi

Tidak ada komentar

 Macam-macam bentuk demokrasidengan berbagai cirinya terus di jajahkan ke masyarakat. Suara penolakan demokrasi beserta macam-macamnyadari ulama selevel Syaikh nyaris tak terdengar .

Ulama  yang menolak demokrasi dengan berbagai macamnya  ini adalah Syaikh Dr. Qudus Hamid As-Samara’i -hafizhahullaah- adalah salah seorang pengajar di Jaami’atul Imaam Asy-Syaafi’i di Ciherang – Cianjur, Prov. Jawa Barat. Beliau diundang menjadi pengisi kajian di Masjid Daarut Tauhid Bandung. Kebetulan saya bisa singgah  mengikuti kajian beliau dan mengajukan pertanyaan (dalam bahasa arab) terkait tersebarnya kerusakan akidah dan kehidupan akibat tegaknya sistem sesat demokrasi .



islam menolak macam demokrasi

Berikut ini adalah hasil diskusi langsung saya dengan Syaikh Dr. Qudus Hamid As-Samara’i -hafizhahullah- tentang Demokrasi (Masjid DT, Jum’at Sore 9 November 2012) dalam pengajian Syaikh di Masjid DT:
Pertanyaan (Dengan Bahasa Arab & Terjemah):

أنا عرفان رمضان، أناكاتب الكتاب المتعلق بالسحروالكهانة من وجهة نظرالإسلام

يا شيخنا الكريم، أناأكون مسرورًا في لقائكاليوم

ما حضرت في الحلقاتالسابقة

نحن نريد أن نستفيدمن علمك يا شيخنا،كما عرّفنا لقد غزتالأمة الإسلامية في أواخر القرنالتاسع عشر وخاصة فيعصرنا الحاضر بعض المفاهيمالخاطئة والمعتقدات الباطلة الدخيلة علىديننا الحنيف والتي تضادوتصادم العقيدة الإسلامية منكل وجه وجانب. وقدتكلمت مع المشايخ: وجدناأن الديمقراطية التي سوّقها الغربالكافر إلى بلاد المسلمينفإنها هي لا علاقةلها بالإسلام وتسبب انتشار الشركوالكهانة في بلاد المسلمينخاصة في إندونيسيا. مارأيك يا شيخنا الكريموكيف تخلص من هذهالمشاكل الباطلة؟

جزاك الله خيرًا باركالله فيك.

Terjemah:

Saya Irfan Ramadhan, penulis buku yang bertalian dengan sihir dan perdukunan dari sudut pandang Islam.
Wahai Syaikh yang mulia, saya senang bias berjumpa Anda pada hari ini, meski saya tak menghadiri halaqah kajian-kajian sebelumnya.
Kami ingin mengambil faidah ilmu dari Anda wahai Syaikh, sebagaimana telah kita ketahui, pada akhir abad ke-19, khususnya di masa kita saat ini, umat islam telah diserbu berbagai pemahaman sesat, keyakinan batil; yang menyusup ke dalam Din kita yang lurus (Islam), serta menyelisihi dan menyerang akidah islam dari segala arah dan sisi. (Mengenai masalah ini) Saya telah berdiskusi dengan para Syaikh yang lain, dan kami menyadari bahwa Demokrasi yang dijajakan kaum Kafir Barat ke negeri-negeri kaum muslimin, sesungguhnya ia tak berhubungan sama sekali dengan ajaran islam, dan menyebabkan tersebarnya kesyirikan dan perdukunan di negeri-negeri kaum muslimin, khususnya Indonesia. Bagaimana pendapat Anda wahai Syaikh? Dan bagaimana solusi atas permasalahan-permasalahan batil tersebut?

Jazaakallaah, semoga Allah memberkahi Anda.
Jawaban Syaikh Dr. Qudus Hamid (Dengan Bahasa Arab):

Ana terjemahkan poin2 simpulan inti sebagai berikut:
Merasa senang karena ada di antara mustami’ yang berbicara fasih dengan bahasa arab,
Sebelum mengisi kajian, beliau sudah mempersiapkan file yang berkaitan dengan demokrasi, muncul perasaan bahwa akan ada yang bertanya tentang Demokrasi padanya (ini termasuk ‘firasat al-mu’min’),
1
            1)  Sistem Politik Islam (al-siyaasah al-syar’iyyah) berbeda dengan Sistem Politik Demokrasi,

Demokrasi adalah sistem politik dusta, dan menyebut Obama sebagai pendusta (dengan berbagai kebijakannya yang bermuka dua terhadap kaum muslimin di berbagai belahan dunia), beliau mencontohkan dustanya Obama terkait dukungannya terhadap Israel sama saja apakah Israel benar atau salah (Syaikh lalu menunjukkan file video pidato Obama), (beliau bertanya terlebih dahulu kepada para mustami’ tentang siapa pemimpin negara pendusta sebelum menampilkan video),

Beliau membantah dan meluruskan opini yang disampaikan salah seorang peserta akhwat dalam pengajian ini yang menyatakan kesesuaian demokrasi dengan Islam (beropini setelah saya).

Demokrasi itu seperti khamr yang mengandung sedikit manfaat namun bahayanya jauh lebih besar (kebaikannya adalah kamuflase, yang hakikatnya racun berbahaya-pen.),

2 ) Islam mengajarkan kedaulatan adalah untuk Allah (lillaahi) bukan di tangan manusia (lisy sya’b), dan Demokrasi memandang bahwa kedaulatan di tangan rakyat atau yang mewakilinya (manusia). Maka Demokrasi menafikan (memarjinalkan) hukum-hukum syari’at Islam. Demokrasi berasal dari dua kata (yunani): demos (rakyat) dan kratos (kedaulatan),

Islam di dalamnya berkaitan juga dengan pemerintahan, politik (al-siyaasah), karena Islam tidak membenarkan pemisahan agama dan politik (sekularisme),

Bahkan ada ulama yang menyatakan bahwa Demokrasi merupakan salah satu paham Dajjal (namun beliau tidak menyebutkan secara spesifik nama ulama tersebut),

Syura’ dalam Islam berbeda dengan prinsip musyawarah dalam Demokrasi. Karena syura’ dalam Islam terbatas (muhaddad), sedangkan dalam Demokrasi seluruh perkara bisa dimusyawarahkan (bahkan di vooting).



Penulis : Irfan Abu Naveed

Read more...

Jebret, Ustadz Arifin Ilham Dukung Perjuangan Syariah dan Khilafah

Tidak ada komentar
Si Jebret kini menjadi Trading Topik di berbagai media sosial, baik di facebook dan twitter hastag jebret begitu cepat tersebar dalam hitungan detik.

Nggak ada salahnya admin hti Fans juga bikin artiikel #Jebret. Dan Jebret ini lebih keren dari pada jebret yang lain.
Berikut Jebretannya

Jebret Jebret trading TopikHTI Press. Bogor. Puncak dari kesufian adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syariah dan Khilafah. Hal ini disampaikan Ustadz Arifin Ilham dihadapan 1.000 peserta Silaturahmi Akbar 1434H Hizbut Tahrir Indonesia bersama ulama dan okoh umat yang diselenggarakan DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kabupatan Bogor.

“Puncaknya dari zikir adalah ‘ibadah, dakwah dan jihad dijalan Allah SWT. Kesufian dalam Islam puncaknya adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syari’at Allah dan Khilafah,” tegasnya.
Acara yang diadakan pada Ahad, 22 September 2013 bertepatan dengan 16 Dzulqo’dah 1434H ini merupakan agenda dakwah nasional yang telah diselenggarakan di lebih 80 kota/kabupaten seluruh Indonesia.

Acara yang dilaksanakan di Aula Masjid Az Zikro Sentul Bogor atau Markaz Majlis Zikir Az Zikro Pimpinan Ust Arifin Ilham mendapat antusiasme peserta yang sangat luar biasa.

Hadir sekitar 1.000 orang pada acara yang bertemakan “Saatnya ‘Ulama, Tokoh dan Ummat Berjuang Untuk Perubahan Besar Dunia Menuju Khilafah” dari kalangan para ‘ulama, kyai, asatidz dan tokoh masyarakat serta jama’ah pengajian atau majlis taklim dan santri pondok pesantren se- Kabupaten Bogor.
Acara yang dikemas dengan model dialog interaktif mendapat perhatian dari para hadirin untuk berebut menyampaikan pertanyaan dan dukungannya terhadap dakwah penegakan syari’ah dan khilafah. Sebelumnya acara dibuka dengan penyampaian kalimat taqdim dari DPD II Hizbut Tahrir Indonesia Kabupaten Bogor yang diwakili oleh al Mukarrom KH.Muhyiddin.

Beliau menyampaikan tentang maksud dan tujuan kegiatan Silaturahmi Akbar tersebut digelar diantaranya tidak lain untuk menyampaikan ide dan konsep serta thariqoh perjuangan dakwah Hizb dalam meraih tujuannya yaitu li isti’nafi al hayati al Islamiyyah dan dilakukan dengan tanpa kekerasan.

Ustadz Arifin Ilhan HTI Bogor
Kyai yang akrab dipanggil Kyai Mumuh juga membacakan salah satu ayat al Qur’an Surat An Nisa ayat 95 yang bermakna bahwa tidaklah sama bagi orang-orang beriman mereka yang berjuang untuk tegaknya agama Allah, tegaknya syari’at Allah dalam Khilafah yang dijanjikan Allah dan RasulNya dengan orang-orang beriman yang hanya duduk-duduk diam saja atau berdiam diri tanpa upaya perjuangan untuk Islam. Oleh karenanya beliau mengajak kepada seluruh hadirin untuk bersama melakukan dakwah secara berjama’ah melaksanakan kewajiban menegakkan syari’at Allah dalam naungan Khilafah.

Memasuki acara inti yang dipandu oleh moderator  Ust.Muhammad Adi Maretnas, diperkenalkan para pengurus DPD II HTI Kabupaten Bogor dan termasuk Ketua  DPP Hizbut Tahrir Indonesia KH.Rokhmat S.Labib yang hadir bersama 1.000 peserta Silaturahmi Akbar 1434 H tersebut.

Dalam kalimat pengantar yang disampaikan oleh Ketua  Hizbut Tahrir Indonesia, KH.Rokhmat S.Labib menjelaskan mengapa HTI senantiasa menyampaikan dakwahnya fokus  pada kata Khilafah, disetiap kegiatannya ujung-ujungnya adalah khilafah. Hal itu tidak lain karena khilafah merupakan janji Allah dan bisyaroh RasulNya dan juga merupakan “fardlun” atau kewajiban yang harus dijalankan selama belum tegak karena hukumnya fardlu kifayah yang kemudian menjadi fardlu ‘ain selama belum sempurna pelaksanaannya.
“Dan bahkan bukan hanya sekedar kewajiban namun juga merupakan taajul furuudl / mahkotanya kewajiban dalam Islam,” tegas Ustadz Rokhmat S.Labib.

Hadir sebagai shohibul bait dari acara Silaturahmi Akbar 1434 H yaitu Ust Muhammad Arifin Ilham menyampaikan sambutannya kepada hadirin. Dihadapan 1.000 peserta Ust.Arifin Ilham menyampaikan bahwa puncaknya dari zikir adalah ‘ibadah, dakwah dan jihad dijalan Allah SWT. Kesufian dalam Islam puncaknya adalah dakwah dan jihad untuk tegaknya syari’at Allah dan Khilafah. Tangisan yang terbaik dalam zikir kepada Allah adalah tangisan kerinduan untuk tegaknya syari’ah Allah dan Khilafah.

Ust.Arifin Ilham juga mengajak kepada para pejuang Khilafah agar senantiasa menjadikan zikir sebagai salah satu faktor pendukung perjuangan para mujahidin Allah ditolong oleh Allah dalam perjuangannya dan harus memiliki kesabaran dalam cobaan atau pujian.

“Orang beriman harusnya menjadikan hidup ini bukan main-main dan jangan di sia-siakan kecuali hanya untuk menolong agama allah dengan dakwah, jihad untuk tegaknya syari’ah dan khilafah,”tegasnya.
Beliau menambahkan , Hizbut Tahrir dulunya dibenci oleh orang, tidak disukai. Lambat laun, orang kemudian melihatnya kembali, tertuju perhatiannya kepada HTI, “opo iki” dan akhirnya menjadi kenal, lalu cinta kepada HTI bahkan menjadi bagian do’a dari mereka yang sebelumnya membenci.

“Senantiasa di Az Zikro setiap shubuh membacakan qunut mendoakan kepada seluruh mujahidin Allah yang ikhlas agar mendapat pertolongan-Nya,”ujarnya.

Dalam sessi dialog oleh peserta, beberapa pertanyaan dan pernyataan disampaikan kepada Ketua  DPP HTI untuk menjawabnya. Salah satunya adalah “mengapa HTI selalu koar-koar Khilafah padahal itu janji Allah yang pasti akan diberikan?

KH.Rokhmat S.Labib menjawabnya dengan tegas, bahwa khilafah mesti disuarakan karena selain janji Allah dan bisyaroh Rasul Nya namun khilafah adalah kewajiban yang sama seperti sholat, zakat, haji dan ibadah lainnya yang berstatus wajib. Dan setiap mukmin akan berdosa ketika meninggalkan kewajiban Allah tersebut dan akan dimintai pertanggung jawaban kelak di akhirat.

Selain melihat shiroh nabawiyah tentang perjalanan dakwah Rasulullah SAW apa yang dilakukannya di Mekkah sebelum hijrah ke Madinah dan mendirikan negara Islam di Madinah, yaitu Rasul dan para shahabat hanya melakukan aktifitas dakwah bi lisan. Namun, ketika dakwah berhasil dan kekuasaan diberikan kepada Islam, maka sistem Islam dalam syari’at Allah yang diterapkan negara khilafah yang akan menyelesaikan seluruh problematika ummat manusia dan melaksanakan dakwah ke seluruh penjuru dunia dengan jihad.


Ada juga peserta yang menyatakan tentang dukungan terhadap HTI menolak Miss World 2013, bertanya tentang kekhilafahan 30 tahun, dan seputar langkah dakwah HTI dalam meraih tujuannya. Akhirnya, acara ditutup dengan do’a oleh al ustadz Harun Al Rasyid dengan khusyu’. ( Amirullah/DPD II HTI Kab.Bogor )


Ustadz Arifin Ilham dalam Acara: Silaturahmi Akbar 1434H Hizbut Tahrir Indonesia bersama ulama dan Tokoh umat

Read more...

Hizbut Tahrir : Dakwah Islam Pemikiran, Politik, Tanpa Kekerasan

Tidak ada komentar
Hizbut-tahrir tanpa kekerasan
Pendahuluan

Islam adalah agama sempurna. Kesempurnaannya sebagai sebuah sIstem hidup dan sistem hukum meliputi segala perkara yang dihadapi oleh umat maanusia. Firman Allah Swt:
وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ
“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Quran) untuk menjelaskan segala sesuatu..” (TQS. An-Nahl [16]: 89)
Ini berarti, perkara apapun ada hukumnya, dan problematika apa saja, atau apapun tantangan yang dihadapi kaum Muslim, akan dapat dipecahkan dan dijawab oleh Dinul Islam.
Keharusan mengikuti syariat Islam, terutama jejak langkah yang pernah ditempuh oleh Rasulullah saw, telah ditegaskan oleh firman Allah Swt:
قُلْ هَذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللهِ عَلَى بَصِيرَةٍ أَنَا وَمَنِ اتَّبَعَنِي
“Katakanlah, ‘Inilah jalan (dakwah)-ku. Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada (agama) Allah dengan hujjah (bukti) yang nyata..” (TQS. Yusuf [12]: 108)
Ayat ini menunjukkan bahwa jalan Rasulullah saw telah benar-benar tegas dan nyata. Masalahnya tinggal, apakah kita hendak mengikuti jalan beliau saw atau tidak.

Oleh karena itu, sumber sekaligus tolok ukur untuk menentukan jalan yang ditempuh guna membangkitkan umat, menyadarkan umat, mendidik umat, menerapkan sistem hukum Islam secara total, dan membangun Daulah Islamiyah adalah Al-Quran dan As-Sunnah. Langkah-langkah Rasulullah saw merupakan penerapan dan penjelasan yang bersifat ‘amaliy atas metoda yang harus ditempuh. Selain metoda yang dijalankan oleh Rasulullah saw adalah metoda batil dan tertolak. Tidak layak dijadikan tolok ukur dan dapat dipastikan hanya bermuara pada kegagalan.

Siapapun yang mengelaborasi sirah Rasul saw saat berjuang menegakkan Islam hingga berhasil di Madinah akan menemukan tiga karakter dakwah Islam yang wajib diikuti. Ketiga karakter tersebut adalah pemikiran (fikriyah), politis (siyâsiyah) dan tanpa kekerasan (lâ mâaddiyah). Rasulullah saw tidak menggunakan kekerasan apapun sejak diutus sebagai Rasul di Makkah hingga mendapatkkan kekuasaan di Madinah. Beliau saw membatasi diri pada pergolakan pemikiran (shirâ’ul fikriy) dan perjuangan politik (kifâh siyâsiy).

Membangun Masyarakat Islam Tanpa Kekerasan

Sebagian kaum Muslim menganggap bahwa metoda untuk melakukan perubahan masyarakat dengan jalan membangun Daulah Islamiyah yang akan menerapkan sistem syariat Islam secara total, adalah dengan jalan kekerasan (fisik). Salah satu argumentasi yang dilontarkan adalah hadits dari ‘Auf bin Malik al-Asyja’I yang berkata :
سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ يَقُوْلُ:… وَشِراَرُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِيْنَ تُبْغَضُوْنَهُمْ وَيُبْغَضُوْنَكُمْ، قاَلَ: قُلْناَ ياَرَسُوْلَ اللهِ: أَفَلاَ نُناَبِذُهُمْ عِنْدَ ذلِكَ؟ قاَلَ: لاَ، ماَ أَقاَمُوْا فِيْكُمُ الصَّلاَةَ
“Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:…Sebaliknya, seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan merekapun membenci kalian…’ Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah kami harus mengangkat senjata (pedang) ketika hal itu terjadi?’ Beliau bersabda, ‘Tidak, selama mereka menegakkan shalat.” (HR. Muslim)
Yang dimaksud dengan menegakkan shalat adalah menerapkan sistem hukum Islam. Menunjuk argumentasi ini, mereka berpandang­an bahwa tatkala seorang penguasa sudah tidak lagi peduli dengan penerapan sistem hukum Islam, malah diterapkan sistem hukum kufur –yang bertentangan dengan Islam-, maka dibolehkan mengangkat senjata (pedang) menghadapi penguasa tersebut.

Bila kita cermati, tahqiqul manath (fakta obyektif diterapkannya dalil tersebut) hadits diatas menyoroti penguasa (Khalifah) yang ada di dalam Dar al-Islam (Daulah Islamiyah), yang dibai’at sesuai dengan bai’at syar’iy. Daulah Islamiyah sendiri adalah institusi negara dan kepemimpinan umum kaum Muslim sedunia yang diperintah berdasarkan sistem hukum Islam, dan keamanannya berada sepenuhnya di tangan kaum Muslim. Apabila penguasa (Khalifah) melakukan kesalahan dalam menerapkan hukum Allah dengan jalan mengabaikannya, atau malah memerintah kaum Muslim dengan hukum-hukum kufur, maka kaum Muslim dibolehkan untuk memeranginya (melakukan perubahan secara fisik). Pada kondisi semacam inilah hadits diatas diterapkan. Yaitu di dalam format Daulah Islamiyah yang sebelumnya telah menerapkan sistem hukum Islam, kemudian terjadi penyelewengan hukum-hukum Islam. Ini adalah tahqiqul manath dari hadits tersebut diatas.

Hal tersebut tidak berlaku di Dar al-Kufr, yaitu negara yang tidak menerapkan secara total syariat Islam sekalipun penduduknya muslim, dan/atau keamanannya tidak berada di tangan kaum Muslim. Penguasa di Dar al-Islam (Khalifah) tentu amat berbeda realitasnya dengan penguasa yang ada di Dar al-kufr. Para penguasa –meskipun mereka itu Muslim- yang ada saat ini adalah orang-orang yang tidak menjalankan sama sekali sistem hukum Islam, bahkan berpijak pada sistem hukum kufur. Mereka bukanlah Imam atau Khalifah bagi seluruh kaum Muslim sedunia. Bahkan mereka umumnya menolak institusi Khilafah atau Daulah Islamiyah. Keadaan semacam itu serupa dengan kondisi kota Makkah ketika Rasulullah saw dan para sahabatnya menjalankan dakwah, mendidik masyarakat, dan berupaya untuk menegakkan Daulah Islamiyah. Rasulullah saw saat itu hidup di Makkah yang merupakan Dar al-Kufur. Dan waktu itu Rasulullah saw bersama sahabatnya tidak menggunakan kekerasan/fisik dalam perjuangan mewujudkan syariat Islam di tengah-tengah kehidupan.

Tidak ada satu peristiwapun selama Rasulullah saw menjalankan aktivitas dakwahnya di kota Makkah yang dapat dijadikan argumentasi untuk membolehkan penggunaan metoda fisik/kekerasan dalam menerapkan syariat Islam melalui terbentuknya Daulah Islamiyah. Memang, dalam menghadapi tindakan keras orang-orang Quraisy, sempat muncul keinginan para sahabat untuk menggunakan kekerasan/senjata. Mereka memohon kepada Rasulullah saw. agar mengizinkan hal itu. Tapi Rasulullah saw. mencegah keinginan mereka seraya bersabda (lihat Ahmad Mahmud, Dakwah Islam, terj. 121):
«إِنِّيْ أُمِرْتُ بِالْعَفْوِ، فَلاَ تُقَاتِلُوا الْقَوْمَ»
“Aku diperintahkan untuk menjadi seorang pemaaf. Oleh karena itu, jangan memerangi kaum itu” (HR. Ibnu Abi Hatim, An Nasai, dan Al Hakim).
Bahkan ketika Rasulullah saw. telah mendapatkan baiat dari orang-orang Anshar di Aqobah dan mereka meminta izin kepada rasul untuk memerangi orang-orang Quraisy di Mina, beliau saw. menjawab: “‘Kami belum diperintahkan untuk (aktivitas) itu, maka kembalilah kalian ke hewan-hewan tunggangan kalian. Dikatakan, ‘Maka, kamipun kembali ke peraduan kami, lalu tidur hingga tiba waktu subuh.” (Sirah Ibnu Hisyam bi Syarhi al-Wazir al-Maghribi, jilid I/305)

Setelah beliau dan kaum Muslim hijrah ke kota Madinah, dan mendirikan peradaban baru disana, sekaligus membangun Daulah Islamiyah, Allah Swt mengizinkan dan memerintahkan kaum Muslim untuk melakukan berbagai aktivitas fisik (militer) untuk melawan kekuatan kufur maupun untuk membuka daerah-daerah kufur agar tunduk di bawah kekuasaan Daulah Islamiyah (Darul Islam). Firman Allah Swt:
أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا
“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya.” (TQS. Al-Hajj [22]: 39)
Ayat ini diturunkan selepas beliau berhijrah ke Madinah dan menjadi kepala negara di sana, lalu beliau segera setelah itu mempersiapkan dan membangun kekuatan militer.

Disamping itu, realitas menunjukan bahwa perubahan di tengah-tengah masyarakat tidak bisa dilakukan dengan jalan menghancurkan sarana ataupun simbol-simbol kekufuran, kemaksiyatan dan kejahiliyahan secara fisik. Sebab, pemahaman, pemikiran, dan ideologi yang nyata-nyata sesat dan kufur, yang ada di dalam benak sebagian besar masyarakat tidak dapat dihancurkan dengan kekuatan fisik, melainkan dengan mengubah pemikiran, perasaan dan keyakinan masyarakat dengan Islam hingga terwujudlah kehendak masyarakat untuk mengubah sistem hidup bobrok yang tengah berlangsung digantikan dengan syariat Islam. Bila rakyat telah menghendakinya, dan opini umum untuk menerapkan syariat Islam telah terbentuk niscaya tidak ada yang dapat menghalanginya.

Dengan demikian, sebuah jamaah, partai politik Islam, harakah, dan sejenisnya tidak dibenarkan melakukan aktivitas fisik (kekerasan/militer) dalam upayanya untuk menegakkan Daulah Islamiyah yang akan menerapkan secara total seluruh sistem hukum Islam. Sebab, Rasulullah saw tidak mencontohkan hal tersebut.

Transformasi Masyarakat Lewat Pemikiran Islam

Pemikiran Islam adalah setiap pemikiran yang digali dari Islam. Pemikiran Islam mencakup pemikiran tentang akidah dan pemikiran tentang syariat (sistem hukum). Perubahan pemikiran dengan Islam berarti mengubah akidah masyarakat menjadi akidah Islam, dan aturannya menjadi aturan Islam.

Sejak diutus, Rasulullah saw melakukan perubahan pemikiran dalam diri bangsa Arab saat itu. Pemikiran Lâ ilâha illallâh yang beliau saw tanamkan mengubah mereka yang sebelumnya menyembah patung beralih pada penyembahan kepada Allah Swt semata. Rasulullah telah mengubah pandangan mereka tentang kehidupan, dari cara pandang yang dangkal menuju cara pandang yang mendalam lagi jernih yang merupakan cerminan dari akidah Islam. Pandangan mereka tidak sebatas dunia, melainkan justru menembus negeri akhirat. Rasulullah saw mengubah pemikiran masyarakat bahwa Allah Swt tidaklah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Nya.

Ikatan-ikatan kepentingan, kesukuan, dan patriotisme berubah menjadi ikatan ideologis yang memandang semua kaum mukmin bersaudara laksana satu tubuh. Juga, melalui penanaman pemikiran akidah dan syariat Rasulullah berhasil mengubah tolok ukur aktivitas kehidupan masyarakat dari manfaat-egoisme ke tolok ukur halal-haram, dari hawa nafsu ke wahyu. Masyarakat Arab pra Islam yang sebelumnya membangun hubungan kenegaraan di atas kepentingan materi, kepongahan dan ketamakan menjadi tegak di atas asas penyebaran akidah dan syariat Islam dan mengembannya ke seluruh umat manusia.

Begitu pula, pemikiran Islam yang ditanamkan Rasul tentang kehidupan setelah dunia telah mengubah persepsi tentang kebahagiaan pada diri umat, dari sekedar pemenuhan syahwat dengan segala kenikmatan dunia beralih kepada mencari ridha Allah Swt. Nampaklah kaum muslim binaan Nabi tidak takut akan kematian, dan berharap syahid di jalan Allah Swt.

Sebab, mereka memahami bahwa dunia ini hanyalah jalan menuju akhirat. Demikianlah, lewat pemikiran Islam baik berupa akidah maupun syariah, Rasullah saw berhasil membentuk pemahaman, tolok ukur dan keyakinan masyarakat ketika itu menjadi Islam hingga terwujudnya Daulah Islamiyah di Madinah.

Selain itu, banyak sekali nash-nash Al Quran maupun perbuatan Nabi yang menunjukkan adanya pergolakan pemikiran (shirâ’ul fikriy) untuk menentang ideologi, peraturan dan ide kufur. Juga, beliau menentang akidah yang rusak, ide-ide yang keliru dan pemahaman yang rancu. Beliau melakukannya dengan cara menjelaskan kepalsuan, kesalahan dan pertentangannya dengan Islam untuk memurnikan dan menyelamatkan masyarakat dari ide-ide tersebut, serta dari pengaruh dan dampak buruknya. Diantaranya, Rasulullah saw menyampaikan firman Allah Swt:
إِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللهِ حَصَبُ جَهَنَّمَأَنْتُمْ لَهَا وَارِدُونَ
Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah adalah umpan neraka jahannam (TQS. Al Anbiya[21]:98).
Terhadap orang-orang yang curang dalam takaran dan timbangan, Al Quran mengancamnya dengan menyatakan:
وَيْلٌ لِلْمُطَفِّفِينَ% الَّذِينَ إِذَا اكْتَالُوا عَلَى النَّاسِ يَسْتَوْفُونَ% وَإِذَا كَالُوهُمْ أَوْ وَزَنُوهُمْ يُخْسِرُونَ
Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apapbila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi (TQS. Al Muthaffifin[83]:1 – 3).
Demikianlah, Rasulullah saw mencontohkan senantiasa menanamkan pemikiran Islam dan melakukan pergolakan pemikiran terhadap perkara-perkara yang bertentangan dengan Islam. Hizbut Tahrir –sebagai wujud ketundukan kepada Rasulullah saw– memandang wajib melakukan perubahan masyarakat lewat pemikiran Islam yang disampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Hal ini dilakukan dengan pengajian-pengajian di masjid, ceramah umum, dialog, diskusi publik, atau kajian di tempat pertemuan lain. Begitu pula dilakukan dengan menggunakan sarana media massa, buku, booklet, dan sebagainya.

Tujuannya adalah untuk mewujudkan kesadaran umum di tengah masyarakat agar dapat berinteraksi dengan umat sekaligus menyatukannya dengan Islam. Melalui perubahan pemikiran tidak islami menjadi pemikiran Islam diharapkan terjadi perubahan masyarakat yang rusak di negeri-negeri kaum muslim sekarang ini menjadi masyarakat Islam. Disamping mengubah perasaan yang tidak islami di tengah anggota masyarakat yang ada menjadi perasaan yang islami sehingga ia akan ridla terhadap apa yang diridlai Allah dan Rasul-Nya, serta akan marah dan benci terhadap apa yang dimurkai dan dibenci Allah dan Rasul-Nya.
Hal ini akan mendorong kaum muslim yang telah tercerahkan oleh pemikiran Islam untuk sama-sama mencerahkan dan membangkitkan umat dengan Islam, lalu mengubah hubungan yang tidak islami yang berlaku diantara mereka menjadi hubungan yang didasarkan pada Islam sesuai syariat Islam, dan mengembalikan pelaksanaan syariat Islam serta menyatukan kaum Muslim seluruh dunia dibawah naungan Khilafah Islamiyah.

Transformasi Masyarakat Lewat Aktivitas Politik

Secara umum, politik adalah memelihara urusan umat (As siyâsah hiya ri’âyatu syu`ûnil ummah). Sedangkan politik Islam berarti memelihara dan mengatur urusan masyarakat dengan hukum-hukum Islam dan dipecahkan sesuai dengan syariat Islam. Sirah Rasul saw dan banyak ayat Al Quran menunjukkan bahwa aktivitas dakwah beliau merupakan aktivitas yang bersifat politik. Beliau dalam segenap aktivitasnya senantiasa memperhatikan dan memelihara urusan masyarakat agar sesuai dengan hukum-hukum syara yang diturunkan Allah Swt. Diantara aktivitas politik yang beliau dan sahabatnya lakukan adalah:
  1. Mendidik masyarakat dengan tsaqofah Islam supaya mereka dapat menyatu dengan Islam, agar mereka terbebas dari akidah yang rusak, pemikiran yang salah, dan dari pemahaman yang keliru serta pengaruh ide-ide dan pandangan kufur. Setiap berjumpa dengan orang lain, Rasulullah selalu menawarkan Islam kepada mereka. Beliau saw mengirim para sahabat untuk mengajarkan Al Quran kepada orang-orang yang baru memeluk Islam. Beliau mengutus Khabab bin al-Art untuk mengajarkan Al Quran kepada Zainab bin al-Khathab dan Sa’id, suaminya. Begitu pula beliau menetapkan rumah Al Arqam bin Abil Arqam sebagai markas dakwah. Beliau membina mereka. Setiap sahabat pun terus menyebarkan dan membina orang yang menganut Islam. Demikianlah aktivitas pembinaan yang terus dilakukan Rasulullah.
  2. Pergolakan pemikiran yang nampak dalam penentangannya terhadap pemikiran dan sistem kufur, pemikiran yang keliru, akidah yang rusak, dan pemahaman yang sesat dengan cara menjelaskan kerusakannya, menunjukkan kekeliruannya serta menjelaskan hukum Islam dalam masalah tersebut. Selain ayat-ayat yang sudah dipaparkan di atas, juga ada ayat-ayat yang menyerang kemusyrikan mereka, seperti firman Allah Swt :
    وَجَعَلُوا ِللهِ شُرَكَاءَ الْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ وَخَرَقُوا لَهُ بَنِينَ وَبَنَاتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يَصِفُونَ“Mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sebagai sekutu bagi Allah, padahal Allah Yang menciptakan jin-jin itu. Mereka berbohong—dengan mengatakan bahwa Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan—tanpa mendasarkannya pada ilmu pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka nisbatkan. (QS al-An‘âm [6]: 100).
    Dalam bidang sosial, Allah Swt. antara lain berfirman:
    وَلاَ تُكْرِهُوا فَتَيَاتِكُمْ عَلَى الْبِغَاءِ إِنْ أَرَدْنَ تَحَصُّنًا لِتَبْتَغُوا عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا“Janganlah kalian memaksa budak-budak wanita kalian untuk melakukan pelacuran—sedangkan mereka sendiri menginginkan kesucian—dengan tujuan untuk meraih keuntungan duniawi. (QS an-Nûr [24]:33).
    Sementara itu, dalam kaitannya dengan masalah ekonomi, Allah Swt. antara lain berfirman:
    وَمَا ءَاتَيْتُمْ مِنْ رِبًا لِيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلاَ يَرْبُو عِنْدَ اللهِ“Apa yang kalian berikan berupa riba untuk tujuan menambah harta-kekayaan manusia tidaklah menambah apa pun di sisi Allah”. (QS ar-Rûm [30]: 39).
  3. Penentangan terhadap penguasa yang menerapkan hukum kufur dan membongkar makar mereka. Allah SWT menyingkapkan persekongkolan ini kepada Rasulullah saw. dalam firman-Nya:
    إِنَّهُ فَكَّرَ وَقَدَّرَ% َقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ% ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ% ثُمَّ نَظَرَ% ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ% ثُمَّ أَدْبَرَ وَاسْتَكْبَرَ% فَقَالَ إِنْ هَذَا إِلاَّ سِحْرٌ يُؤْثَرُ% إِنْ هَذَا إِلاَّ قَوْلُ الْبَشَرِ% سَأُصْلِيهِ سَقَرَ“Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan. Celakalah dia, bagaimana dia menetapkan? Celakalah dia, bagaimanakah dia menetapkan? Kemudian dia memikirkan, lalu dia bermuka masam dan merengut. Dia lantas berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri. Selanjutnya dia berkata, “(Al-Quran) ini tidak lain hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu). Ini tidak lain hanyalah perkataan manusia.”Aku akan memasukkannya ke dalam neraka Saqar. (QS al-Mudatstsir [74]: 18-26).
    Para pemimpin Quraisy itu pun satu persatu dilucuti jati diri mereka oleh Al Quran (lihat Ahmad Mahmud, Dakwah Islam, hal 119-120). Tentang Abu Lahab, Allah SWT berfirman:
    تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ“Binasalah kedua tangan Abi Lahab…” (QS al-Lahab [111]: 1).
    Tentang penguasa Bani Makhzum, Walid bin Al Mughirah, Allah SWT berfirman:
    ذَرْنِي وَمَنْ خَلَقْتُ وَحِيدًا% وَجَعَلْتُ لَهُ مَالاً مَمْدُودًا“Biarkanlah Aku bertindak terhadap orang yang Aku telah menciptakannya sendirian. Dan Aku jadikan baginya harta benda yang banyak”. (QS Al Muddattsir [74]: 11-12).
    Terhadap Abu Jahal, Allah SWT berfirman:
    كَلاَّ لَئِنْ لَمْ يَنْتَهِ لَنَسْفَعَنْ بِالنَّاصِيَةِ% نَاصِيَةٍ كَاذِبَةٍ خَاطِئَةٍ“Ketahuilah, sungguh jika dia tidak berhenti niscaya Kami tarik ubun-ubunnya, yaitu ubun-ubun yang mendustakan lagi durhaka” (QS al-’Alaq [96]: 15-16).
Berdasarkan hal ini, dalam konteks kekinian, aktivitas politik yang dilakukan dalam upaya penerapan syariat Islam adalah perjuangan dan berinteraksi dalam lapangan politik untuk membongkar rencana jahat negara-negara besar yang memiliki pengaruh dan dominasi di negeri-negeri muslim untuk membebaskan umat dari belenggu penjajahan dan dominasinya serta mencabut akar-akarnya baik di bidang pemikiran, kebudayaan, politik, maupun militer sekaligus mencabut perundangan mereka dari negeri-negeri kaum muslim. Juga, melakukan koreksi terhadap penguasa dengan mengungkap pengkhianatan mereka terhadap umat dan persekongkolan mereka dengan negara-negara kafir, melancarkan kritik dan kontrol kepada mereka. Hizbut Tahrir berupaya melakukan aktivitasnya sesuai dengan contoh Rasulullah saw. Karenanya, dakwah yang dilakukan bersifat pemikiran, politik dan tanpa kekerasan.

Menapaki Kekuasaan Melalui Thalabun Nushrah

Setelah kita memahami bahwasanya perjuangan untuk penerapan sistem hukum Islam –yang dilakukan suatu jamaah/harakah/kutlah dakwah- harus dilakukan secara totalitas dan tanpa melalui cara-cara fisik (kekerasan/militer), muncul pertanyaan, bagaimana caranya untuk sampai ke tingkat kekuasaan atau pemerintahan? Khususnya jika umat dalam keadaan beku dan dikungkung oleh kekuasaan yang menolak syariat Islam. Sebab, penerapan sistem hukum Islam secara total harus berada dalam format institusi negara (kekuasaan), yaitu Daulah Islamiyah.

Rasulullah saw telah memberikan kepada kita seluruh langkah yang memungkinkan untuk mencapai jenjang kekuasaan/pemerintahan. Langkah-langkah Rasulullah saw yang demikian intens dan dilakukan secara terus menerus hingga memperoleh keberhasilan, menunjukkan bahwa apa yang dijalani oleh beliau merupakan metoda (manhaj/thariqah), bukan sekedar cara (uslub). Dan setiap orang yang bergerak dalam aktivitas dakwah, yang menghendaki pada upaya penerapan sistem hukum Islam secara total melalui format Daulah Islamiyah, wajib memahami dan mengambil langkah-langkah Rasulullah saw ini. Metoda ini disebut dengan thalabun nushrah (seruan untuk memperoleh pertolongan/perlindungan).

Thalabun nushrah dilakukan Rasulullah saw. setelah gangguan terhadap beliau semakin keras, yaitu setelah wafatnya paman beliau saw. Abu Thalib. Beliau pergi ke kota Thaif untuk meminta pertolongan dan perlindungan dari Bani Tsaqif, dengan harapan mereka mau menerima seruan beliau. Ketika sampai di kota Thaif, beliau menemui sekelompok pemimpin dan orang-orang terkemuka dari Bani Tsaqif. Beliau mengajak mereka (untuk beriman) kepada Allah. Beliau juga menyatakan maksud kedatangannya untuk meminta perlindungan dan pembelaan mereka kepada Islam, agar mereka berdiri di pihak beliau dalam menghadapi siapapun dari kaumnya yang menentang beliau. Namun mereka menolak. Sekembali beliau ke kota Makkah -di saat-saat musim haji- beliau menemui kabilah-kabilah Arab yang hadir di kota Makkah. Beliau mengajak mereka untuk beriman kepada Allah dan menyampaikan kepada mereka bahwa beliau adalah Nabi yang diutus untuk mereka. Beliau meminta mereka untuk membenarkan sekaligus melindung beliau.

Fenomena ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw menempuh manhaj baru yang belum pernah beliau lakukan sebelumnya. Beliau mengkhususkan dakwah untuk mendapatkan perlindungan dari kelompok-kelompok yang memiliki kemampuan untuk memberikan perlindungan. Dengan kata lain beliau menambahkan aktivitas dakwah pada Islam, dengan dakwah untuk mendapatkan perlin­dungan terhadap dakwah Islam. Fokus dakwahnya ditujukan pada kelompok-kelompok yang kuat guna mendapatkan perlindungan. Beliau terus berusaha mewujudkan perlindungan untuk dakwahnya, sejak beliau kembali dari kota Thaif sampai perlindungan tersebut diperolehnya dari penduduk kota Madinah.

Aktivitas untuk memperoleh perlindungan bagi dakwahnya ini merupakan rangkaian dari hukum-hukum syara yang menyangkut tata cara menyampaikan dakwah agar memperoleh perlindungan dari ancaman musuh-musuhnya. Sekaligus merupakan penjelasan mengenai tata cara mendirikan Daulah Islamiyah.Dari penelaahan terhadap sirah ketika beliau memulai manhaj baru ini didapatkan hal-hal sebagai berikut:
  1. Rasulullah saw tidak mencari pelindung/pertolongan kecuali setelah gangguan kepada beliau semakin keras, yaitu setelah paman beliau Abu Thalib meninggal. Rasulullah saw. pernah bersabda: “Orang-orang Quraisy tidak pernah melakukan apa yang aku benci sampai Abu Thalib meninggal” (Sirah Ibnu Hisyam bi Syarhi al-Wazir al-Maghribi, jilid I/282). Kerasnya gangguan itulah yang mendorong beliau untuk mencari jamaah/ kelompok yang mau masuk Islam dan melindungi dakwah.
  2. Orang-orang kafir Makkah yang sebelumnya bersikap keras terhadap dakwah Rasulullah mengajak kepada Islam, bersikap lebih keras lagi ketika mengetahui Rasulullah memulai dakwah kepada jamaah/kelompok untuk melindungi dakwah beliau. Ibnu Hisyam berkata, Kemudian Rasulullah kembali ke Mekah. Sedangkan kaumnya menjadi lebih keras pada beliau dalam menentang dan meninggalkan agama beliau (ibidem, jilid I/285).
  3. Para sahabat beliau berjumlah sedikit dan merupakan orang-orang yang lemah, sehingga mereka tidak mampu melindungi dakwah. Berkata Ibnu Hisyam, Kecuali sedikit (orang) yang lemah dari orang-orang yang beriman kepadanya (ibidem, jilid I/285). Mereka adalah orang-orang lemah dan tidak ada di antara mereka jamaah/kelompok yang mampu melindungi dakwah. Sekalipun ada diantara mereka pribadi-pribadi yang kuat secara individual, seperti Hamzah dan Umar.
  4. Rasulullah saw mencari pertolongan (thalabun nushrah) kepada jamaah/kelompok yang kuat dan memiliki kemampuan untuk melindungi dakwah, bukan kepada individu, bukan pula pada jamaah/kelompok yang lemah. Kalaupun beliau meminta pertolongan/perlindungan kepada indivi­du-individu, individu tersebut dianggap representasi dari jamaah/kelompok. Beliau meminta pertolongan pada Bani Tsaqif, karena Bani Tsaqif adalah kabilah yang kuat. Disamping itu beliau juga meminta pertolongan kepada sekelom­pok orang dari kabilah Kilab, yang juga merupakan jamaah/kelompok yang kuat. Demikian pula dengan kepada bani Hanifah.Beliau juga minta pertolongan pada Suwaid bin Shamit, yang merupakan tokoh terhormat dari kaumnya. Ibnu Hisyam berkata, Rasulullah berada di tempat-tempat istirahat para kabilah Arab (pada musim haji) kemudian beliau bersabda, Hai Bani Fulan Aku ini adalah Rasul Allah (yang diutus) kepada kalian…(ibidem, jilid I/285) dan seterusnya. Dan Ibnu Hisyam berkata lagi, Itulah yang dilakukan Rasulullah saw setiapkali menemui orang-orang (para kabilah arab). Ketika orang-orang berkumpul di saat musim haji, beliau mendatangi dan menyeru mereka untuk beriman kepada Allah dan kepada Islam, serta menawarkan diri beliau (untuk dilindungi) pada mereka dan menjelaskan (pada mereka) hal-hal yang beliau bawa dari Allah, berupa petunjuk dan rahmat. Dan apabila beliau mendengar seorang ternama dan terhormat datang ke Mekah, pasti beliau mendatanginya dan menyerunya kepada Allah, dan menawarkan Islam kepada mereka. Semua ini menunjukkan bahwa thalabun nushrah hanya diminta pada jamaah/kelompok yang kuat.
  5. Bahwa Rasulullah saw meminta kepada jamaah/ kelompok yang kuat itu dua perkara secara bersamaan, yaitu pertama masuk Islam dan berpegang teguh padanya; kedua melindungi dakwah dan menolongnya. Ibnu Hisyam berkata, Rasulullah berada di tempat istirahat kabilah-kabilah Arab dan beliau bersabda pada mereka, Hai Bani Fulan sesungguhnya aku ini adalah Rasul Allah pada kalian, yang memerintahkan kalian agar kalian menyembah Allah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dan meninggalkan apa yang kalian sembah selain Dia. Yaitu, beragam sembahan ini. Hendaklah kalian beriman kepadaku, membenarkan aku, dan melindungi aku sehingga aku (mampu) menyampaikan dari Allah apa-apa yang aku diutus dengannya (ibidem, jilid I/285).
Maka merupakan suatu keharusan untuk aktivitas thalabun nushrah dan mencari perlindungan terhadap dakwah memenuhi dua syarat, yaitu:
  1. Hendaknya thalabun nushrah diminta dari sebuah jamaah, baik diminta dari jamaahnya secara langsung atau dari individu yang merupakan representasi dari jamaah tersebut.
  2. Hendaknya jamaah/kelompok tersebut diduga kuat memiliki kemampuan untuk menolong dan melindungi dakwah.
Dalam kesempatan lain sepulangnya dari Thaif, Rasulullah saw menawarkan dirinya pada sekelompok orang dari kabilah Kilab yang disebut sebagai Bani Abdillah. Orang-orang ini dianggap sebagai kelompok kuat dalam sebuah negara. Ibnu Hisyam berkata dari nabi saw, Bahwa beliau mendatangi kabilah Kilab ditempat-tempat istirahat mereka, yang dikenal sebagai Bani Abdillah. Kemudian Rasulullah menyeru mereka agar beriman kepada Allah Swt dan menawarkan diri beliau pada mereka. Bahkan sampai berkata pada mereka, Ya Bani Abdillah, sesungguhnya Allah azza wajalla telah memberi kebaikan kepada nama bapak kalian (ibidem, jilid I/286).

Rasulullah saw juga menawarkan dirinya kepada bani Amr bin Sha’sha’ah, dan meminta mereka untuk melindunginya dan berdiri di pihak beliau dalam menghadapi orang-orang Quraisy serta membawa beliau ke kampung halaman mereka. Mereka bersedia memberikan perlindungan dan pertolongannya dengan meminta syarat kepada Rasulullah saw. Tetapi beliau saw menolak dengan tegas syarat tersebut.

Rasulullah berbicara dengan utusan yang datang dari Madinah ke kota Makkah yang merupakan sekutu Quraisy. Mereka dipimpin oleh Abu al-Haisar dan Anas bin Rafi’. Bersamanya ikut sekelompok orang dari Bani Asyhal, termasuk Iyas bin Mu’adz. Mereka merupakan representasi dari kabilah Khazraj yang merupakan jamaah yang kuat di Madinah. Kemudian Rasulullah berbicara dengan sekelompok pemuka Khazraj yang berjumlah 6 orang. Mereka mengambil tugas untuk meyakinkan kaumnya. Sehingga pertolongan/perlin­dungan (nushrah) didapatkan melalui mereka.

Pada pertemuan berikutnya terjadilah peristiwa bai’at aqabah yang pertama. Lalu dikirimkannya Mush’ab bin Umair ke kota Madinah untuk membina orang-orang yang telah memeluk Islam, menyebarluaskan risalah Islam di kota itu, meraih dukungan dari tokoh-tokoh kabilah, dan mempersiapkan pondasi masyarakat untuk membangun peradaban Islam dalam format Daulah Islamiyah. Pada tahun berikutnya datang tujuh puluh tiga laki-laki dan dua orang wanita dari kota Madinah. Mereka bersedia menyerahkan loyalitasnya hanya kepada Allah dan Rasul-Nya, serta siap sedia untuk membela dan memperjuangkan risalah Islam dari incaran musuh-musuh Islam dan kaum Muslim.Peristiwa tersebut dikenal sebagai bai’at aqabah kedua.

Belum genap setahun, Rasulullah saw dan sebagian besar kaum Muslim melaksanakan hijrah ke kota Madinah. Disanalah beliau saw secara de facto memperoleh kepemimpinan dan kekuasaan. Dengan demikian metoda thalabun nushroh yang sebelumnya beliau lakukan secara terus menerus terhadap berbagai kabilah kuat (seperti yang dilakukannya terhadap kabilah Tsaqif, kabilah Kindah, kabilah Hanifah, kabilah Amr bin Sha’sha’ah hingga kepada kabilah Khajraj dan Aus) telah berhasil diraih, dengan memperoleh perlindungan dan pertolongan dari penduduk Khajraj dan Aus yang berasal dari kota Madinah.
Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa thalabun nushrah mencakup setiap jamaah/kelompok yang diduga kuat (secara politis) memiliki kemampuan untuk menolong dakwah, baik berbentuk sebuah negara ataupun sebuah jamaah/kelompok dalam suatu negara.

Berdasarkan hal ini nushroh bisa ditawarkan kepada suatu jamaah/kelompok yang berupa suatu negara. Yang penting negara itu merdeka dan tidak dalam dominasi kekuasaan orang-orang atau negara kafir. Atau sekelompok perwira militer (seperti panglima dan para kepala staf angkatan) yang mempunyai pengaruh. Atau seorang pemimpin yang mempunyai pengaruh disuatu negeri (seperti kepala negara dan perdana menteri). Atau sekelompok orang dari sebuah jamaah/kelompok yang kuat dari suatu kabilah atau partai politik terbesar, yang mampu mengemban tugas untuk mendapatkan pertolongan dari kaum atau jamaah mereka.

Khatimah

Inilah hal-hal yang bisa dipahami dari kajian terhadap sirah Rasulullah saw dan kajian terhadap realitas dakwah pada saat ini. Oleh karena itu, menjadi suatu keharusan untuk mengikuti manhaj beliau saw. dalam perjalanan dakwah, sebagai sebuah hukum yang berasal dari Rasulullah saw. Dan inilah manhaj/metoda yang dicontohkan oleh Rasulullah saw untuk menapaki kekuasaan tatkala masyarakat tengah dikungkung oleh sistem yang kufur, yaitu melalui jalan pemikiran, politik, dan tanpa kekerasan disertai thalabun nushrah dan dukungan umat. Allah SWT berjanji untuk menolong orang-orang mukmin yang berpegang teguh pada syariat-Nya. Dia SWT berfirman:
وَلَيَنْصُرَنَّ اللهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) -Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa (Qs. Al Hajj 40).
وَعَدَ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي اْلأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِيلاَ يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.(QS. An Nuur 55).

Read more...

Mengapa Hizbut-tahrir Tidak Ikut Menjadi Partai Peserta Pemilu?

Tidak ada komentar
Ust Dwi Condro Triyono
Dari Liqo' Syawal Ulama HTI DIY  ahad kemarin. Seorang peserta mengusulkan, bagaimana kalau Hizbut Tahrir mengikuti pemilu saja, sebab dengan begitu kita akan bertarung secara realistis di lapangan. Beliau yang mengakui orang dari salah satu partai Islam mengatakan akan berbalik mendukung HT kalau ikut pemilu. Kira-kira apa jawaban Ust. Dwi Condro?

Penasaran? Dengerin sendiri disini Download


Ridwan Taufiq Kurniawan [www.bringislam.web.id]
Read more...

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia di Kedubes Mesir Jakarta, Kecam Pembantaian Militer

Tidak ada komentar
Felix Siaw
Hizbut Tahrir Indonesia mengecam pembantaian yang dilakukan tentera militer Mesir. Dalam aksi yang dilakukan di depan Kedubes Mesir di Jakarta Jumat (16/8), ratusan massa Hizbut Tahrir  Indonesia menyatakan duka yang mendalam terhadap korban pembantaian di lapangan Rabi’ah al Adawiyah.

Aksi Hizbut Tahrir Indonesia di Kedubes Mesir Jakarta

Tindakan militer Mesir yang telah membunuh lebih dari 2000 jiwa itu merupakan tindakan yang keji, dzolim dan bertentangan dengan syariah Islam yang memuliakan nyawa manusia.

Dalam aksi yang dimulai ba’da sholat jum’at ini, massa membawa panji-panji al-liwa dan royah, panji Rasulullah Saw., panji pemersatu umat Islam. Mereka membawa beberapa spanduk dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab, diantaranya bertuliskan pesan, "Bebaskan Mesir dari Amerika dan Anteknya...!", "Tegakkan Khilafah di Bumi Kinanah yang akan menyelamatkannya dari berbagai derita". Mereka juga membawa poster dengan tulisan diantaranya "Amerika adalah Otak Pembantaian Saudara Kami di Mesir".
Beberapa aktivis Hizbut Tahrir Indonesia silih berganti menyampaikan orasi, termasuk Ustadz muda Felix Y. Siauw juga ikut berorasi. Para orator dari aktivis Hizbut Tahrir itu menegaskan yang paling bertanggungjawab dalam pembantaian yang dilakukan militer ini adalah Amerika Serikat. Negara imperialis inilah yang selama puluhan tahun hingga kini mendukung rezim militer Mesir yang represif.

Setiap tahunnya Amerika memberikan bantuan kepada Mesir. Bantuan ini kedua terbesar yang dikeluarkan Negara Paman Sama ini setelah bantuan ke Israel, termasuk bantuan mesin perang dan jet-jet tempur F-16.

Terdapat 500 pejabat militer Mesir yang setiap tahunnya mendapat pendidikan militer di Amerika. Jenderal ‘pembantai’ as Sisi sendiri merupakan alumni US Armi War College di Pennsylvania.

Semua tindakan militer Mesir pastilah mendapat restu Amerika, meskipun negara itu  mengecam kekerasan yang dilakukan militer. Kecaman  Amerika adalah omong kosong dan penuh dusta, buktinya meskipun mengecam Amerika tetap berjanji memberikan bantuan kepada Mesir yang dikuasai rezim militer.

Orator juga menyerukan agar umat Islam di Mesir dan diseluruh dunia sama-sama memperjuangkan sistem Khilafah. Karena sistem Khilafah inilah yang akan mempersatukan umat dan akan melindungi umat Islam.

Diserukan pula agar umat Islam menolak setiap kerja sama dengan penjajah Amerika termasuk menolak sistem demokrasi yang ditawarkan Amerika di dunia Islam. Selain sistem kufur , jalan demokrasi juga telah berkali-kali menipu umat Islam.

Aksi yang sama juga telah dilakukan oleh Hizbut Tahrir di depan Kantor Kedubes Mesir di Tunis, Tunisia, kemarin. Beberapa aksi serupa untuk memprotes kebrutalan militer yang didukung Amerika Serikat ini juga akan digelar di depan Kedubes Mesir di beberapa negeri seperti di Australia, Turki, dan Inggris. Demikianlah, umat ini akan terus hidup bagaikan satu tubuh hingga umat ini benar-benar bersatu kembali di bawah naungan Khilafah. Insya Allah. [htipress]
Read more...

Category

Popular Posts

facebook