Comments

Tampilkan postingan dengan label Propaganda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Propaganda. Tampilkan semua postingan

Pemerintah Irak Berdiri Hanya Untuk Memecah Belah, Mempermalukan Rakyat, dan Menghancurkan Negara

Tidak ada komentar
Pemerintah Irak Berdiri Hanya Untuk Memecah Belah, Mempermalukan Rakyat, dan Menghancurkan Negara
Suatu bab fitnah baru yang memecah belah dan memprovokasi perselisihan diantara penduduk dari negara yang sama terjadi pada saat diusirnya puluhan keluarga dari rumah mereka di wilayah kuno As-Sa’doun di propinsi Nasiriyah dan Basra (di Irak Selatan). Mereka telah menghuni wilayah itu selama ratusan tahun dan kini harus mengungsi setelah mendapat ancaman pembunuhan dan perampasan tanah mereka melalui selebaran, dan mendesak mereka untuk hengkang dari wilayah itu atau bersiap menghadapi kematian. Hal ini diberitakan oleh kantor-kantor berita terkenal dan beberapa saluran satelit.

Semua kejadian ini dan kejadian lain yang lebih banyak sedang terjadi di bawah bayang-bayang diamnya dan ketidakpedulian pemerintah dan pasukan keamanannya. Kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan kejahatan-kejahatan ini, bergerak dengan leluasa dan bahkan tanpa mempedulikan pihak berwenang atau hukum. Masalah ini tidak berhenti di sini, namun hal ini terdapat dalam rantai panjang insiden yang serupa. Di distrik Diyala, dan di wilayah-wilayah yang dikenal sebagai wilayah sabuk Baghdad, banyak keluarga yang menjadi sasaran pengepungan pasukan keamanan dan mendapat serangan yang terus menerus sehingga mengakibatkan penangkapan ratusan orang dengan tuduhan terlibat terorisme. Hal ini hanyalah puncak gunung es!

Wahai Rakyat Irak :

Pemerintah seperti ini yang dipaksakan berdiri oleh kaum kaffir penjajah Amerika tidak akan memperlakukan rakyatnya dengan apa yang menyenangkan Allah. Kejahatan mereka tersebar luas dan menguasai negara, dengan bau busuk korupsi mereka sendiri dan korupsi atas semua institusi mereka. Dari keruntuhan total pasukan keamanan, pemboman yang terjadi setiap hari, pembunuhan dan penculikan orang-orang yang tidak bersalah yang dilakukan dengan maupun tanpa alasan, penjarahan uang terjadi secara terang-terangan tanpa syarat atau rasa malu yang bahkan para penguasa kafir yang tidak beriman kepada Allah atau Hari Kebangkitan pun akan menjauhkan diri dari mereka! Penurunan kesejahteraan hampir sepertiga rakyat di bawah garis kemiskinan di sebuah negara yang tidak mencapai tingkat sepersepuluh perekonomian dari sebagian besar negara-negara di dunia, dan seterusnya. Setelah semua hal ini terjadi, kita temukan seseorang yang tanpa malu-malu menuntut adanya negara-negara baru di Irak seolah-olah ini adalah zaman keemasannya. Orang-orang ini adalah seperti yang diucapkan dalam hadis Nabi SAW :

إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Jika engkau tidak punya rasa malu, lakukanlah semaumu.

Wahai Kaum Muslim :

Apakah anda tidak merasa sakit ketika mengetahui bahwa sebuah pemerintahan yang tidak adil tidak membawa Anda kepada apa yang Anda cita-citakan dalam kehidupan yang bermartabat, yang aman dan sejahtera? Sebuah pemerintah yang presiden-nya tidak dapat diberhentikan untuk memanfaatkan setiap kesempatan dan membuat tuduhan langsung kepada seluruh atau sebagian rakyatnya; dia menjelaskannya dengan kata-kata yang melanggar kesopanan dan kehormatan, dia mengancam dan memperingatkan rakyat seolah-olah diantara dia dan rakyatnya terbentang dendam besar yang tidak bisa hilang oleh waktu! Berikanlah yang terbaik dari Anda untuk merubah pemerintah ini menjadi suatu pemerintahan yang memerintah Anda dengan Syariah Islam, yang bebas dari sektarianisme yang menjijikkan, sehingga Anda akan mendapat berkah dengan apa yang Anda inginkan di bawah negara Khilafah yang berjalan pada metode kenabian. Rasulullah SAW meminta kita agar memilih diantara penguasa yang benar dan  sesat ketika beliau bersabda:

«خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ، وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ، وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ»

Sebaik-baiknya Imam (penguasa) adalah orang-orang yang kamu cintai dan yang mencintaimu, yang berdoa untukmu dan kamu berdoa untuknya. Sedangkan seburukburuknya Imam (penguasa) adalah orang-orang yang kamu benci dan mereka membencimu, daqn yang mengutukmu dan mereka menganiaya kamu.

Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Irak
Senin, 10 Dzul Qi’ddah 1434 H
16-9-2013
Edaran No: 7/34
Read more...

Urgensi Media dalam Menegakkan Khilafah Islamiyah

Tidak ada komentar
Media, Media, Sosmed,
Prolog           

         Media massa dari waktu ke waktu dengan berbagai latar kepentingan telah terbukti menjadi pilar utama sebuah perjuangan. Perjuangan kemerdekaan Indonesia, perjuangan kafir Inggris, Prancis, dan Amerika dalam mencerabut kesatuan ummat dari naungan Khilafah Islamiyyah sekaligus menghancurkannya. Pun bagi perjuangan menerapkan syari’ah dalam naungan khilfah Islam yang kedua, media massa menjadi poin sangat penting yang tidak bisa diabaikan.

            Media massa mampu untuk menghantarkan yang nihil menjadi seakan luar biasa keberadaannya dan yang bathil menjadi begitu dipuja. Tengok saja bagaimana boyband asal Korea seperti SuJu dan BigBang atau penyanyi kontroversial Lady Gaga menjadi penyulut histeria para remaja. Padahal tak sedikitpun teladan yang bisa mereka tunjukkan. Lebih dahsyat lagi misalnya bagaimana lisan para pengusung liberalisme dikreasikan untuk indah didengar, padahal membuat ummat tersesat dari jalan keimanan. Media massa pula yang mampu membuat sebuah kebenaran hakiki dijauhi, bahkan ditakuti. Islam distigmasi sebagai ajaran yang menebar teror, intoleran, sadis, dan terbelakang. Begitu pula orang-orang yang memperjuangkannya dihadirkan sebagai sosok kolot, anti modernitas, sesat, dan kejam.

         Mengindera berbagai fenomena yang ada tentunya menjadi hal yang sangat layak bagi kita untuk menyegerakan diri untuk terlibat dalam perang propaganda via media, menjadi penyokong bahkan sebagai pelakunya. Selain juga tentunya senantiasa menggali dan memahami lebih jauh bagaimana nanti media khilafah bisa memiliki kekuatan berimbang bahkan menjadi pemenang dalam menaklukkan kesesatan dan kemungkaran peradaban kufur, hingga cahaya rahmat-Nya bisa kembali menaungi seluruh alam. Sehingga kita bisa mempersiapkan diri sejak saat ini untuk nantinya bisa memilih peran: terlibat secara langsung atau tidak langsung.

         Untuk itulah tulisan sederhana ini hadir. Untuk bisa menjadi jembatan bagi kita berdiskusi, berbagi fakta, dan menggali bersama seperti apa media saat ini, lalu di manakah kita selayaknya mengambil posisi. Baik sekarang atau nanti setelah khilafah berdiri.


Media Massa dan Perang Pemikiran
           
            Media massa disadari secara penuh mampu menjadi penghantar bagi pemikiran-pemikiran Islam sampai kepada masyarakat. Namun, fakta media massa saat ini yang sebagian besar dikuasai oleh Yahudi membuat arus pemikiran Islam terhadang.

            Protokol ke 12 gerakan Zionis menyatakan bahwa “Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita.” Kemudian,  Theodore Hertzl (wartawan & novelis Yahudi berskala internasional), peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 pun mengatakan, “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia.”

            Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International menyatakan media-media AS sangat bergantung kepada para investor dan orang-orang Zionis. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS.

             Penguasaan Yahudi terhadap media massa bisa terlihat dari fakta banyaknya kantor-kantor berita yang dikuasai atau menjadi corong mereka. Misalnya: Reuters (Inggris) yang dibentuk Julius Powell (Yahudi),
AFP (Perancis) dan AP (AS), ABC yang  Dirut Pelaksananya Leonard Goldenson dan Direktur Entertainmennya Stuart Bloomberg (Yahudi), CBS yang oleh didirikan William S. Paley (Yahudi Rusia), Fox News yang didirikan Rupert Murdoch (Yahudi Australia) pada 1996.

    Rupert Murdoch  menguasai 300 saluran televisi, 3 penerbit buku (HarperCollins, ReagenBooks, dan Zondervan Christian Publisher). Seluruh perusahaan Murdoch melayani 3/4 penduduk bumi. Murdoch punya kuku di ratusan suratkabar di Australia, Fiji, Papua New Guinea, Inggris, dan AS. Murdoch menguasai jaringan BSkyB di Inggris, Sky Italia, Sky Amerika Latin, Foxtel Australia, DirectTV Group Amerika Utara dan Latin, serta Star TV untuk wilayah Asia.

    Industri film pun tidak luput dari kekuasaan Yahudi, yang arus utamanya dipegang Hollywood. Di sana bercokol perusahaan film besar dunia sekelas 20th Century Fox, Walt Disney, dan Paramount Picture.

    Bagaimana dengan Indonesia? Konspirasi Yahudi ternyata juga mencengkeram kuat media massa negeri ini, melalui: penguasaan saham di berbagai media massa, suplai konten media (kantor berita internasional menyuplai informasi ke media massa dengan cara langganan berbayar atau production house negara kapitalis mensuplai konten acara televisi maupun radio diantaranya dengan sistem  lisensi), jalur Konsultan media seperti yang terjadi di Jawa Pos Group yang John Moon dari  AS pro-Yahudi didaulat sebagai konsultan di sana, iklan (klien iklan mudah mengendalikan konten media massa).

            Dengan penguasaan media massa yang demikian lengkap dan luas, musuh-musuh Islam mampu menggulirkan ide dan opini yang mengaburkan bahkan membalik kebenaran Islam, terkait masalah:
  1. Penerapan syari’at Islam dan gambaran khilafah Islam
  2. Masalah Nasionalisme dan sektarianisme
  3. Pejuang-pejuang syari’at Islam.
        Pengaburan seperti di atas berhasil menggiring masyarakat,bahkan kaum muslimin untuk menjadi fobia dengan Islam dan mencukupkan diri melaksanakan syari’at Islam secara individual: sholat,puasa, zakat, dan lain-lain. Umat Islam yang Alloh SWT sendiri memberikan label sebagai umat yang terbaik kini hadir sebagai raksasa ompong. Itu semua akibat dari racun opini yang disebarkan oleh media massa.


Media Massa dan Penegakan Khilafah Islam

         Kita sudah sangat menyadari bagaimana pena (tulisan) dengan pelbagai perkembangan teknologi yang mengiringinya bisa begitu berpengaruh terhadap kehidupan dan cara pandang manusia. Kita juga sangat menyadari bagaimana ide-ide kufur menjajah kehidupan manusia melalui media saat ini. Dahsyat! Kemudian, apa yang kita bisa lakukan?

         Kekuatan pena harus dihadapi dengan kekuatan pena. Maka media pun harus dihadapi dengan media. Banyak peluang untuk menyebarkan opini tentang Islam, menjelaskan syari’at Islam melalui media massa, bahkan di saat dunia saat ini dalam cengkeraman Kapitalis dan Yahudi, melalui:
  1. Approaching orang-orang media.
  2. Membuat komunitas penulis/wartawan/media massa Islam untuk nantinya bergerak bersama berlandaskan dorongan ideologi.
  3. Membuat dan menyebarkan media Islam (paling besar peluangnya melalui dunia maya).
    Dengan begitu kita akan mampu untuk:
  • Memperluas Jangkauan Penyebaran Ide
  • Membentuk Opini Umum
  • Membentuk Kesadaran Umum
  • Mengcounter Ide Sesat
  • Menggalang Dukungan Umat

Muslimah, Media, dan Dakwah
           
    Sebagai bagian dari kaum muslimin tentunya muslimah mempunyai kewajiban yang sama untuk menggebyarkan opini syariah dan khilafah di tengah umat.  Lalu jika bicara media, sebagai sebuah sarana dakwah, muslimah pun bisa ambil bagian sebagai pelaku utama. Kita mengguratkan passion (hasrat) untuk mencerahkan ummat sembari mengasah skill kemediaan sebagai nilai plus yang layak “dijual” dan diberdayakan, antara lain sebagai:
  1. Penulis
  2. Blogger
  3. Public Speaker (penceramah, trainer, host, presenter)
  4. Kamerawati
  5. Reporter
  6. Sutradara
  7. Editor video
  8. Editor buku
  9. Desainer Grafis
  10. Web developer
  11. Web designer
  12. Fotografer

         “Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan unuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya.” [Q.S. Al-Anfal: 60].

            Ayat tersebut sesungguhnya telah menginspirasi kita untuk menciptakan dan menggunakan wasilah apapun untuk bisa mengalahkan musuh Allah SWT, tak terkecuali media di dalamnya. Semoga kita diberikan kemampuan untuk senantiasa meng-upgrade kualitas diri baik itu fikriyah, nafsiyah, pun keahlian yang menunjang tercapainya tujuan perjuangan: isti’nafiil hayatal islam, melalui penegakan syariah dan khilafah.


Media Dan Khilafah

            Ketika media muslim mampu membuat ummat sadar dan mau memperjuangkan Islam secara masiv lalu tegaklah khilafah kedua yang dijanjikan Alloh, kemudian apakah media muslim berhenti dicetak, mengudara, dan tampil di dunia maya? Tentu tidak.

            Media-media tersebut akan terus eksis seiring dengan dibentuknya media khilafah (kantor berita Khilafah Islamiyyah) dan tentunya lembaga penerangan. Media-media yang berdiri di era khilafah baik itu milik individu maupun organisasi dibebaskan berkembang (tanpa perlu izin pendirian, hanya menginformasikan pendirian) selama tetap mengikut ketentuan yang berlaku, yaitu:
  1. dipersilakan untuk menayangkan informasi-informasi seperti informasi keseharian, program-program atau acara-acara politik, pemikiran dan sains, serta informasi tentang peristiwa-peristiwa dunia.
  2. Jika ingin menayangkan berita-berita kemiliteran seperti berita tentang perundingan, perjanjian, dan diskusi yang dilakukan oleh Khalifah atau orang yang diminta mewakili Khalifah dengan representasi negara-negara kafir, maka harus mendapatkan persetujuan dari lembaga penerangan untuk menyiarkannya. Ketentuan meminta izin ini juga berlaku bagi media resmi pemerintah (khilafah).
    Berlangsungnya media-media tersebut akan selalu dikontrol oleh jawatan khusus di bawah lembaga penerangan. Negara pastinya juga akan mengeluarkan undang-undang yang menjelaskan garis-garis umum politik negara dalam mengatur informasi sesuai dengan ketentuan hukum-hukum syariah. Hal itu dalam rangka menjalankan kewajiban negara dalam melayani kemaslahatan Islam dan kaum Muslim; juga dalam rangka membangun masyarakat islami yang kuat, selalu berpegang teguh dan terikat dengan tali agama Allah SWT, serta menyebarluaskan kebaikan dari dan di dalam masyarakat islami tersebut. 
         
    Dari penjabaran tersebut jelas bahwa khilafah memiliki kepedulian konkrit terhadap kualitas ummat, baik itu kualitas akal maupun fisik dan ruhiyahnya. Kepedulian yang diwujudkan secara konsisten melalui penjagaan konten media, tanpa memandulkan sisi kreativitasnya.


Epilog

     Perguliran masa pasti akan menemui ujungnya. Masa Rasulullah berakhir dengan kebangkitan dan kejayaan. Lalu diteruskan dengan kecemerlangan masa kekhilafahan sesudahnya. Semua itu lalu disudahi Alloh SWT dan diganti dengan kekuasaan zalim dan diktator yang kini perlahan satu-satu tumbang.

            Janji Alloh itu nyata pembuktiannya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :

“Di tengah-tengah kalian terdapat masa Kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj Kenabian yang berlangsung sela ma Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada. masa kekuasaan yang zalim yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan diktator yang menyengsarakan, yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Selanjutnya akan muncul kembali masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian. Setelah itu Beliau diam." (HR Ahmad).

            Kini tinggal kita yang mengupayakan tercapainya janji itu. Kala media menjadi senjata, maka tak ada jalan lain selain menjadikan diri kita sebagai perwira. Hingga nanti kemenangan Alloh percayakan ada di genggaman, media akan tetap punya andil besar untuk menjaga kelestarian hukum Alloh di muka bumi melalui institusi Khilafah Islam.

            Khilafah Islam lah nanti yang akan mengawasi media secara utuh dan konsisten, sehingga ummat akan terlindungi dari virus ideologi dan akhlak. Pornografi, fun yang kebablasan, berita hasud, dan pentas seni yang absurd akan menghilang berganti dengan tontonan yang selalu mampu me-charge akal dan iman.  Dan, saatnya tidak akan lama lagi. Insya Alloh. Aamiin. Wallahu a’lam bish showwab.

(Nafiisah)


Read more...

Jangan Bermimpi Menikahi Peserta Kontes Miss World

Tidak ada komentar
Miss World kita tolak ya

Prof. Ing Fahmi Amhar

Sudahlah, jangan bermimpi menikahi salah satu peserta contest Miss World. Mending bermimpi menikahi salah satu peserta contest Bidadari Surga.

ADA 70 BIDADARI MENANTI KITA DI SURGA

Ada 70 bidadari menanti kita di surga.
Masing-masing memiliki amalan favorit yang membuatnya bahagia.

Ada yang favoritnya pada pencarian ilmu dan kata-kata bijaksana.
Ada yang favoritnya pada mempelajari Qur’an atau mengajarkannya
Ada yang favoritnya pada meninggalkan segera yang tidak memiliki dalil dari Allah atau Rasul-Nya
Ada yang favoritnya pada ilmu bermanfaat yang ditinggalkannya kepada umat manusia
Ada yang favoritnya pada mendidik manusia sehingga mengenal Tuhannya

Ada yang favoritnya pada air wudhu yang membuat wajah bersinar ceria
Ada yang favoritnya pada menyerukan adzan memanggil manusia pada saat-saatnya
Ada yang favoritnya pada tegaknya shalat yang mencegah perbuatan keji nan sia-sia
Ada yang favoritnya pada puasa Ramadhan yang tak cuma lapar dan dahaga
Ada yang favoritnya pada bacaan Qur’an yang mencerahkan akal dan menyejukkan jiwa
Ada yang favoritnya pada qiyamul lail yang membuat seorang sepertiga malam terjaga
Ada yang favoritnya pada zakat yang membersihkan harta
Ada yang favoritnya pada haji mabrur yang membuka wawasan dunia

Ada yang favoritnya pada menutup aurat di depan orang-orang non mahram dewasa
Ada yang favoritnya pada makan minum yang halal dan thayyib pada saatnya
Ada yang favoritnya pada berbuat baik kepada kedua orangtua terlebih di masa senjanya
Ada yang favoritnya pada perlakuan bersahabat yang penuh cinta pada keluarganya
Ada yang favoritnya pada mencetak generasi saleh titipan Sang Pencipta

Ada yang favoritnya pada memperlakukan baik tetangga seolah-olah akan menjadi ahli warisnya
Ada yang favoritnya pada mengasihi anak yatim yang terlunta seolah-olah anak kandungnya
Ada yang favoritnya pada memberi makan kaum dhuafa di hari kelaparan melanda
Ada yang favoritnya pada mengasihi binatang karena Allah memerintahkannya
Ada yang favoritnya pada menanam pohon sekalipun kiamat akan datang di sore harinya

Ada yang favoritnya pada berdiam diri bila tidak mampu mengucapkan kalimat yang bijaksana
Ada yang favoritnya pada kesabaran menerjang derita yang tak kunjung sirna
Ada yang favoritnya pada tawadhu’ meski memiliki prestasi kelas dunia
Ada yang favoritnya pada menjaga diri dari maksiat meski tiada yang melihatnya
Ada yang favoritnya pada mengakui kesalahan dan meminta hukum syara’ diterapkan atasnya

Ada yang favoritnya pada memaafkan kesalahan meski dia sanggup membalasnya
Ada yang favoritnya pada membalas kejahatan dengan amalan yang sebaik-baiknya
Ada yang favoritnya pada menyingkirkan kemungkaran dengan kekuasaannya
Ada yang favoritnya pada mengungkap kemungkaran dengan kata-katanya
Ada yang favoritnya pada menolak kemungkaran dengan sepenuh hatinya

Ada yang favoritnya pada adilnya pemimpin meski amat berkuasa
Ada yang favoritnya pada ibadah yang ditekuni dari usia muda
Ada yang favoritnya pada hati yang terkait pada rumah-rumah Allah Azza wa Jalla
Ada yang favoritnya pada pertemuan dan perpisahan karena Allah belaka
Ada yang favoritnya pada penolakan ajakan berzina yang ditawarkan wanita jelita
Ada yang favoritnya pada sedekah yang disembunyikan bahkan dari tangan sebelahnya
Ada yang favoritnya pada mengingat Allah hingga bercucuran air mata

Ada yang favoritnya pada aktivitas bisnis yang bebas maisir, gharar dan riba
Ada yang favoritnya pada membayar upah pekerja sebelum kering keringatnya
Ada yang favoritnya pada jual beli yang tak pernah memanipulasi neraca
Ada yang favoritnya pada menjadikan sedekah hutang orang yang tak berdaya
Ada yang favoritnya pada pemenuhan janji atau sumpah dalam aqad-aqadnya

Ada yang favoritnya pada bersegera memenuhi setiap seruan syariat sekalipun berat dirasakannya
Ada yang favoritnya pada menghargai waktu agar tidak merugi di akherat dan di dunia
Ada yang favoritnya pada selalu berpesan dengan kebenaran dan kesabaran di setiap masa
Ada yang favoritnya pada selalu mensyukuri karunia Tuhannya, berapapun besarnya
Ada yang favoritnya pada berangkat tidur tanpa mensisakan sedikitpun dengki di hatinya

Ada yang favoritnya pada mendamaikan orang-orang yang bersengketa
Ada yang favoritnya pada bersilaturahmi pada saudaranya meski tidak berperkara
Ada yang favoritnya pada mengutamakan kebutuhan saudaranya meski dia sendiri menderita
Ada yang favoritnya pada menahan amarah yang meski sangat benar alasannya
Ada yang favoritnya pada menutupi aib saudaranya

Ada yang favoritnya pada memberikan persaksian yang benar pada saat dibutuhkannya
Ada yang favoritnya pada berlaku adil sekalipun terhadap orang-orang yang dibencinya
Ada yang favoritnya pada menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya
Ada yang favoritnya pada ketegaran menghadapi ancaman, fitnah dan hinaan dalam aktivitasnya
Ada yang favoritnya pada bai’at sumpah setia membela pemimpin yang akan menerapkan Islam lebih dari membela istrinya atau anak-anaknya.

Ada yang favoritnya pada mentaati pemimpin yang taqwa baik di depan maupun di belakangnya
Ada yang favoritnya pada mengingatkan pemimpin dengan ilmu agar bertaqwa
Ada yang favoritnya pada kalimat yang benar di depan penguasa durhaka
Ada yang favoritnya pada hijrah meski membuatnya miskin dan sebatang kara
Ada yang favoritnya pada jihad fi sabilillah di medan laga

Ada yang favoritnya pada membebaskan manusia dari penindasan atau status hamba sahaya
Ada yang favoritnya pada mengelola sumberdaya alam untuk maslahat ummat oleh negara
Ada yang favoritnya pada memudahkan urusan rakyat jelata tanpa diminta
Ada yang favoritnya pada menjaga kesatuan negeri-negeri Islam dari segala bahaya
Ada yang favoritnya pada menegakkan keadilan, sekalipun sanksi akan jatuh pada keluarganya

Dan Allah masih memiliki bidadari-bidadari yang lain dalam jumlah tak terhingga
Bidadari-bidadari yang selalu ideal tubuhnya, selalu cantik wajahnya, dan selalu muda usianya
Yang aroma selembar rambutnya bisa membuat seluruh manusia di dunia terpesona
Yang menyamakan mereka adalah, mereka hanya bisa ditemui di surga sana
Tempat kembali orang-orang beriman suami-suami mereka

Apakah kira-kira mereka akan bahagia?
Kalau mereka dijodohkan dengan kita?
Sedang modal kita hanya doa tanpa amalan favorit mereka?


[www.bringislam.web.id]
Read more...

Mengapa Hizbut-tahrir Tidak Ikut Menjadi Partai Peserta Pemilu?

Tidak ada komentar
Ust Dwi Condro Triyono
Dari Liqo' Syawal Ulama HTI DIY  ahad kemarin. Seorang peserta mengusulkan, bagaimana kalau Hizbut Tahrir mengikuti pemilu saja, sebab dengan begitu kita akan bertarung secara realistis di lapangan. Beliau yang mengakui orang dari salah satu partai Islam mengatakan akan berbalik mendukung HT kalau ikut pemilu. Kira-kira apa jawaban Ust. Dwi Condro?

Penasaran? Dengerin sendiri disini Download


Ridwan Taufiq Kurniawan [www.bringislam.web.id]
Read more...

Emha Ainun Nadjib: SAYA ANTI DEMOKRASI

Tidak ada komentar
Kalau ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Depag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas. Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam - harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.
eMHa Ainun Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

"Agama" yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur'an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: "Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis 'gitu..."

Lho kok Arab bukan etnis?

Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama-sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah "Yarim Wadi-sakib...", itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradapan yang fasiq dan penuh dhonn kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

"Al-Islamu mahjubun bil-muslimin". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.

Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor - maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera mervisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan 'sidang pleno' yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.
Sourche: Facebook Emha Ainun
Read more...

Update Suriah, Mujahidin kini bersiap di perbatasan "Israel "

Tidak ada komentar
Angkatan Pertahanan “Israel” atau IDF (Israel Defence Forces) memverifikasi laporan pada Kamis (6/6/2013) pagi bahwa pasukan Mujahidin Suriah telah menaklukkan bagian kota Golan, Quneitra, dan menempatkan mujahidin secara langsung di perbatasan “Israel”.


Pejabat IDF mengakui bahwa pengambilalihan wilayah tersebut oleh pasukan Mujahidin merupakan “perkembangan yang signifikan”, lansir INN.

Selama pertempuran antara Mujahidin dan pasukan tentara boneka Suriah, sebuah mortir jatuh di sebuah pangkalan pengamat PBB di wilayah itu. Seorang pegawai PBB terluka. Para pejabat IDF telah menyarankan pekerja pertanian “Israel” di daerah perbatasan untuk menjauh dari perbatasan.

Dalam beberapa bulan terakhir, berbagai kelompok Mujahidin Suriah di mana salah satu yang paling dominan adalah Jabhah an-Nushrah, telah berjuang untuk mengambil alih sebanyak mungkin wilayah Suriah dan menempatkannya di bawah hukum Syariah Islam.
Golan
Beberapa minggu yang lalu, Jabhah an-Nushrah mengambil posisi dekat dengan perbatasan Suriah dengan “Israel”. Dalam sebuah video yang dirilis di Youtube, pasukan Mujahidin terlihat melakukan latihan di wilayah Dar’a Suriah selatan, tepat di sebelah Golan.

Dalam latihan itu, mujahidin benar-benar mengambil alih sebuah bangunan, menggunakan senjata dan bom. Mereka juga terlihat bersemangat berjuang di jalan Allah dan bersumpah membalas kelompok Alawiah dan Syiah di Suriah.

Menurut para ahli militer “Israel”, video tersebut membuktikan kekuatan tempur yang terlatih dan termotivasi. Ahli militer “Israel” juga menilai bahwa Jabhah an-Nushrah jelas lebih dibekali dan terlatih dengan baik daripada kelompok Mujahidin lainnya, serta telah memasukkan sejumlah besar kaum Sunni dan para pembelot dari tentara boneka Suriah.

Sementara itu, Jabhah an-Nushrah sendiri menegaskan bahwa membebaskan Suriah adalah urutan pertama perjuangan mereka. Setelah itu Jabhah an-Nushrah akan membuat Zionis mengakhiri penjajahan mereka, pertama-tama dari Golan, dan kemudian di seluruh Palestina. [arrahmah/www.bringislam.web.id]
Read more...

Adian Husaini : Sekalipun Pakai Mukena, Miss World Tetap Salah

Tidak ada komentar

Dalam sebuah training da’i dan pendidik bertajuk Mengembalikan Indonesia Dalam Pangkuan Islam (25/05/2013) Dr. Adian Husaini membuka materinya dengan menarik, menurutnya, akar masalah umat Islam hari ini bukanlah kurangnya ilmu (ignorance) melainkan kerancuan atau kekacauan ilmu (confusion of knowledge).

Kerancuan ilmu ini menyebabkan hilangnya ketepatan dalam menilai dan menempatkan sesuatu atau diistilahkan dengan lost of adab. Di mana adab adalah disiplin rohani, akli, dan jasmani yang memungkinkan seseorang dan masyarakat mengenal dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya sesuai dengan harkat dan martabat yang ditentukan Allah, sehingga menimbulkan keharmonisan dan keadilan dalam diri, masyarakat, dan lingkungannya.
adian
Doktor Peradaban Islam lulusan International Islamic University Malaysia (IIUM) ini kemudian memberikan contoh realita umat Islam yang menggambarkan kerancuan cara pandang yang salah. Salah satunya adalah tentang fenomena umat Islam dalam merespon kontes kecantikan Miss World 2013. Banyak kaum muslimin bahkan mereka yang digelari ustadz tidak masalah dengan diselenggarakannya ajang Miss World 2013 di negeri ini. Mereka beralasan karena akan meningkatkan pendapatan negara dalam sektor pariwisata di Indonesia. Toh katanya Miss World tahun ini tidak menampilkan agenda berbikini atau disesuaikan dengan budaya ketimuran.
Beliau dengan cerdas menampik alasan ini, “Sekalipun Pakai Mukena, Miss World Tetap Salah! Mengapa? Karena kontes kecantikan macam ini berangkat dari cara pandang yang salah tentang bagaimana menghargai manusia.
“Dalam kontes semacam ini manusia dihargai, dimuliakan karena kecantikannya. Kecantikan mereka akan dinilai, dipertontonkan.. Cantik itu ada rumusnya…  Ada ahli yang menilai, oh..iya ini proporsional,” lanjut beliau.
miss world
“Apa cantik itu prestasi? Kalau awalnya tidak punya hidung kemudian bisa membuat hidung sendiri dan menjadi cantik, iya itu prestasi,” ujarnya.
Ustadz yang pada kesempatan tersebut menyampaikan makalah berjudul Kurikulum Agama dan Sejarah di Sekolah (Studi Kritis) kemudian memaparkan bahwa, “…Ajang Miss World ini berangkat dari cara pandang matrealistik. Jika kita menggunakan cara pandang Islam maka, manusia dihargai, dihormati, bukan karena kecantikannya melainkan karena keimanannya, ketakwaannya, ilmunya. Itu baru dikatakan beradab. Meski kemudian ada slogan brainbeautybehavior…”
Ya, meski ada slogan bukan hanya kecantikan, tetapi juga otaknya, sikapnya, keberaniannya, itu semua hanya embel-embel guna menutupi kriteria kecantikan yang tetap diunggulkan. Seperti pernyataan Daoed Joesoef dalam Dia dan Aku: Memoar Pencari Kebenaran, ”Percayalah, tidak akan ada gadis sumbing yang akan terpilih menjadi ratu betapapun tinggi IQ-nya, terpuji sikapnya atau keberaniannya yang mengagumkan.” [eramuslim/www.bringislam.web.id]
Read more...

Indonesia Terjajah, Kapal Perubahan Digerakkan

Tidak ada komentar
Muktamar Khilafah JatimHTI Press. Indonesia negeri Muslim yang gemah ripah loh jinawi tata tentrem kertoraharjo ternyata masih dalam ancaman penjajahan yang luar biasa. Negara-negara kapitalis asing berebut “makanan” di negeri Zamrud Khatulistiwa dengan mengeruk segala macam sumber daya alam yang melimpah.

Anehnya, kehadiran para penjajah asing itu tidak disadari sepenuhnya oleh sebagian umat Islam, sehingga lambat laut potensi besar umat ini telah berhasil “diduduki” para kapitalis asing.

Demikianlah gambaran global aksi teatrikal Kapal Layar Khilafah, Ahad (26/5) di Stadion 10 Nopember, Surabaya.

Gambaran awal, teatrikal yang digelar dalam Muktamar Khilafah Jawa Timur itu berupa kehidupan yang rusak akibat penerapan sekularisme, demokrasi, liberalisme yang bercokol di bumi nusantara. Dengan kekuatan sistem negara, kapitalisme berhasil “berjualan” produk ideologi mereka dengan membungkus rapai melalui demokrasi, HAM, pluralisme, dan sinkretisme.

Dengan berbagai “cashing” terlihat menarik, tidak sedikit umat Islam di bumi nusantara tersebut terkecoh dan menerima ideologi rusak tersebut.

Secara perlahan dan strategi yang cukup menarik, penetrasi ideologi itu semakin merasuki berbagai sendi kehidupan bangsa. Akhirnya, secara pelan, ideologi ini berhasil meracuni umat Islam.

Akibatnya, “Kapal Indonesia”  tenggelam dengan berbagai kemaksiatan, seks bebas, kejahatan seksual, kriminalitas, korupsi, perampokan kekayaan alam, dan berbagai malapetaka lainnya memperburuk citra bangsa Indonesia.

Sayangnya, dalam keterpurukan itu, umat Islam tidak “berani” melakukan perlawanan. Hati mereka tersayat-sayat dengan hegemoni asing, batin umat Islam teriris-iris karena hukum-hukum Allah tidak bisa diterapkan di tengah-tengah umat Islam terbesar di dunia ini. Dan, secara kasat mata, lahir umat Islam di Indonesia terpenjara dengan belenggu kapitalisme yang kian mencengkeramnya begitu kuat.

Berbagai upaya membangkitkan umat Islam terus dilakukan. Sayang, upaya itu belum membuahkan hasil. Sebab, umat Islam masih berjuang sendiri-sendiri, belum ada kesatuan untuk bersama-sama bergerak menyadari akan keterpurukannya. Umat Islam belum memiliki persepsi yang sama tentang kenyataan yang dihadapi dirinya bahwa mereka masih terjajah oleh ideologi asing, kapitalisme.

Sebagian mereka, tidak menyadari jika umat Islam memiliki ideologi Islam sebagai pengatur semua bidang kehidupan. Ayat-ayat Allah yang mewajibkan umat Islam untuk menerapkannya secara kaffah belum sepenuhnya disadari urgensi dan kebutuhannya bagi umat.

Tahun berganti, zaman berubah, di antara umat Islam mulai menyadari keterpurukan itu akibat mereka meninggalkan aturan Allah SWT. Mereka kemudian berusaha secara terus-menerus berdakwah sebagai implementasi kewajiban menerapkan hukum-hukum Allah sebagai rahmatan lil alamin.

Gemuruh gelora penerapan Syariah dan Khilafah terus membahana di bumi nusantara. Kapal Indonesia yang sudah terasuki dengan “penyakit ideologis” kapitalisme perlahan mendapatkan perlawanan dari umat Islam.

Umat semakin sadar bahwa Syariah dan Khilafah adalah solusi bagi segala problematika kehidupan umat manusia. Islam yang rahmatan lil alamin hanya akan tercipta dengan penerapan Islam secara kaffah dengan penegakan Khilafah.

Dengan bangkitnya umat Islam dari ketersadarannya itu, “Perahu Indonesia” yang terpuruk berhasil dibawa ke arah yang lebih baik, dengan “Perahu Khilafah Islamiyah”.

Umat Islam dan umat lain akhirnya dapat merasakan hidup damai di bawah naungan Islam, yakni Islam yang rahmatan lil alamin setelah ditegakkan Syariah melalui Institusi Khilafah Islamiyah.

Bersamaan dengan selesainya teatrikal, ribuan peserta berkali-kali meneriakkan takbir. Bersamaan dengan bergeloranya takbir, kibaran bendera Al Liwa dan Ar Raya bertuliskan Laa Ilaaha Illallah berkibar menyelimuti Gelora 10 Nopember Tambaksari Surabaya. Mereka dengan semangat menyambut takbir dan teriakan ajakan penegakan Khilafah Islamiyah.
Teatrikal ini menggambarkan semangat Umat Islam di Jawa Timur yang berasal dari berbagai kalangan menyambut gembira dan mencintai kembalinya penegakan Syariah dan Khilafah di seluruh penjuru nusantara.

Gambaran “Perahu Khilafah” tersebut membahana seiring dengan gemuruh semarak suara umat Islam di Indonesia yang di bulan Rajab ini menggemakan Muktamar Khilafah yang digelar HTI di 31 kota besar di Nusantara. Allahu……Akbar……

Puncak Muktamar Khilafah akan di gelar pada Ahad, tanggal 2 Juni 2013 di Gelora Bung Karno Jakarta ini akan disiarkan secara streaming melalui situs resmi Hizbut Tahrir Indonesia di www.hizbut-tahrir.or.id dan juga di Beranda situs kami  www.bringislam.web.id.

[]MI Jatim/Joy
Read more...

The Australian Ingatkan Bahaya Website Hizbut Tahrir Indonesia dalam Perang Ideologi Melawan Kapitalisme

Tidak ada komentar


Media The Australian (11/12) memuat artikel yang mengingatkan kemenangan dalam perang ideologi merupakan kunci kemenangan dalam menghadapi kelompok Islam yang ingin memperjuangkan syariah dan Khilafah. Dalam artikel yang provokatif yang berjudul Islamists must be prevented from brainwashing kids, penulis melakukan kebohongan dengan mengkaitkan upaya penegakan syariah dan Khilafah sebagai tindakan terorisme. Kemudian dibangun logika untuk menang dalam perang melawan teroris ini adalah dengan mengalahkan ideologinya.

Dalam Artikel yang ditulis Carl Ungerer (director of national security at the Australian Strategic Policy Institute) tersebut dinyatakan :
Agar suatu ideologi berkembang, ideolagi itu harus terus mencari anggota-anggota baru. Pada saat sebuah organisasi teroris generasi baru terbentuk, masyarakat internasional tampak tidak mampu lagi merespons secara komprehensif, dengan cara yang strategis.Untuk saat ini, perang global melawan teror telah terbagi antara 95 persen operasi militer dan 5 persen operasi ideologis. Hal itu harus dibalik, karena memenangkan perang ideologi lah yang akhirnya akan menentukan apakah kita berhasil atau gagal melawan gelombang terorisme keagamaan saat ini. 

Artikel ini juga secara khusus menulis tentang Hizbut Tahrir Indonesia. Meskipun diakui sendiri oleh penulis Hizbut Tahrir tidak menggunakan kekerasan dalam perjuangannya, penulis mengingatkan Hizbut Tahrir sebagai ancaman karena perjuangan ideologinya.

Tertulis dalam artikel tersebut :
Jumlah serangan teroris di seluruh dunia mungkin telah berkurang, tetapi ideologi korosif yang mendorong terorisme internasional terus memperoleh dukungan dari mulai Somalia hingga ke Filipina selatan. Dan fokus cuci otak ideologis ini semakin diarahkan kepada anak-anak. 

Di Indonesia, kelompok Islam radikal Hizbut Tahrir memfokuskan perhatiannya pada sekolah-sekolah, menyediakan bahan bacaan dan instruksi-instruksi yang menganjurkan para remaja ikut menggulingkan demokrasi sekuler dan diterapkannya Hukum Islam dan Khilafah.

Meskipun organisasi-organisasi seperti itu berhenti untuk tidak mempromosikan kekerasan, hubungan radikalisasi antara propaganda dan terorisme telah menjadi mapan.Seperti memperluas cakupan internet, begitu juga cakupan luas dari pesan-pesan ekstrim.

Artikel tersebut juga menyatakan bahaya website Hizbut Tahrir Indonesia yang mampu bersaing dengan organisasi berita global :
Hizbut Tahrir Indonesia mengelola sebuah website yang canggih yang mampu bersaing dengan organisasi berita global. Remaja adalah pengguna terbesar internet, dan situs-situs jaringan sosial interaktif menyediakan kelompok teroris peluang-peluang baru untuk merekrut dan meradikalisasi mereka.

Tuduhan terhadap HT sebagai pengemban ideologi perantara atau pemberi inspirasi bagi tindakan terorisme juga sangat lemah. Tidak ada uraian yang jelas dan detail, pandangan ideologi mana dari HT yang melegalkan penggunaan kekerasan dalam perjuangannya menegakkan Khilafah dan syariah.

Kalau dikatakan memberikan inspirasi, ini juga jelas sangat kabur. Kalau setiap yang memberikan inspirasi disebut teroris, mestinya AS-lah yang paling layak disebut teroris karena sangat banyak aksi kekerasan merupakan reaksi dari kebijakan AS yang menindas di Dunia Islam. Artinya, AS bisa dianggap telah memberikan inspirasi bagi tumbuhnya kelompok-kelompok yang melakukan perlawanan terhadap Amerika seperti yang terjadi di Irak saat ini. Bukankah perlakuan kejam tentara AS di Penjara Guantanamo dan pembunuhan oleh tentara AS terhadap rakyat sipil di Irak, Afganistan dan lainnya adalah di antara faktor yang menimbulkan perlawanan terhadap AS?

Tidak hanya di luar negeri, upaya pengaitan HT dengan terorisme juga dilakukan di dalam negeri. Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono dalam wawancara dengan TVOne (29/7/2009) berusaha mengaitkan terorisme dengan apa yang dia sebut sebagai wahabi radikal. Menurutnya, wahabi radikal merupakan lingkungan yang cocok (habitat) bagi terorisme. Hendropriyono lantas menyebut keterkaitan wahabi radikal dengan Hizbut Tahrir dan Ikhwanul Muslimin.

Semua tudingan itu tentu tidak benar. Hizbut Tahrir, dengan tetap menegaskan tentang kewajiban jihad untuk mengusir penjajah Barat dari negeri-negeri Muslim seperti Irak dan Afganistan serta Palestina, dan keutamaan mati syahid, telah menyatakan bahwa garis perjuangannya tidaklah dengan menggunakan kekerasaan/angkat senjata (non violence).

Hal ini bisa dilihat secara terbuka dalam buku-buku rujukan HT seperti kitab Ta’rîf(Mengenal HT) atau Manhaj Hizb at-Tahrîr fî Taghyîr (Strategi Hizbut Tahrir untuk Perubahan). Hizbut Tahrir dalam hal ini berkeyakinan, bahwa jalan menuju cita-cita harus dimulai dari perubahan pemikiran, serta menyakini bahwa masyarakat tidak dapat dipaksa untuk berubah dengan kekerasan dan teror. Karena itu, garis perjuangan Hizbut Tahrir sejak berdiri hingga seterusnya adalah tetap, yaitu bersifat fikriyah (pemikiran), siyâsiyah (politik) dan wa la ‘unfiyyah (non-kekerasan).

Prinsip ini dibuktikan di sepanjang aktivitasnya lebih dari 50 tahun sejak berdiri, HT tidak pernah sekalipun tercacat menggunakan kekerasan meskipun banyak penguasa yang bersikap represif terhadapnya. Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, 17 Mei 2005, Craig Murray, mantan Duta Besar Inggris untuk Uzbekistan, mengatakan, “Hizbut Tahrir merupakan organisasi yang betul-betul tanpa kekerasan.”

Soal penolakan HT terhadap kekerasan juga diakui oleh Jean-Francois Mayer, seorang penulis asal Switzerland dan sekaligus pengamat aliran-aliran agama modern, dalam makalah berjudul, “Akankah Hizbut Tahrir Menjadi al-Qaeda di Masa Mendatang?”, yang di publikasikan pada 08/09/2003 M, melalui kantor berita Roozbalt. Di situ ia menulis, “Dapat ditegaskan bahwa Hizbut Tahrir bukanlah gerakan perdamaian. Akan tetapi, pada fase ini Hizbut Tahrir tidak menggunakan kekerasan dalam berbagai aktivitasnya meskipun kritiknya dan seruannya sangat ekstrem. Sungguh amat mengherankan, banyak anggotanya yang benar-benar dapat mengontrol emosinya meskipun tekanan semakin bertambah.”

Walhasil, upaya mengkaitkan Hizbut Tahrir dengan kekerasan merupakan upaya sia-sia yang penuh kebohongan dari Barat. Penyebabnya hanya satu, karena Hizbut Tahrir ingin menegakkan kembali syariah Islam dan Khilafah. Barat sangat mengerti Syariah dan Khilafah akan menghentikan penjajahan Barat di dunia Islam yang selama ini mereka eksploitasi.

Syariah Islam juga akan menyelesaikan persoalan umat Islam di dunia bahkan manusia secara keseluruhan, yang akan membuat kapitalisme sebagai ideologi busuk akan ditinggalkan manusia. Khilafah juga akan mempersatukan umat Islam diseluruh dunia dan membebaskan negeri-negeri Islam yang dijajah. Semua ini jelas sangat menakutkan bagi Barat sang Penjajah, tapi disisi lain akan membebaskan negeri Islam dari penjajahan Barat yang buas dan mengerikan (FW)

Sumber
Read more...

Haruskah Beri Ucapan Selamat Atas Kemenangan Fatin?

Tidak ada komentar
SIAPA tak kenal Fatin Shidqia Lubis? Penyanyi baru jebolan X Factor Indonesia berusia 16 tahun asal Jakarta. Namanya seketika sering muncul di berbagai media elektronik ataupun jejaring sosial. Itu tak lain karena, suara yang banyak orang bilang ‘unik’ dan penampilannya yang berbeda dari penyanyi pop kebanyakan. Berjilbab alias menggunakan kerudung.

Kemenangannya yang baru saja diraih Sabtu dini hari kemarin (25/5/2013), menjadi buah bibir warga Indonesia. Tak ketinggalan menjadi trending topic dunia di jejaring sosial twitter. Ucapan selamat dari berbagai kalangan, mulai dari warga Indonesia, fans fatin yang biasa disebut dengan ‘fatinistic’, teman-teman di X Factor , beberapa artis Indonesia sampai artis dari kancah Internasional seperti Lenka pun ikut memberikan ucapan selamat.

Tidak jadi soal bukan mengucapkan selamat? Bagaimana jika seorang aktivis da’wah yang mengatakannya? Terlepas dari masalah halal dan haram, karena ini bukanlah masalah memberikan ucapan selamat hari raya kepada agama lain. Tapi apakah ahsan?

Sebagai muslimah yang istiqomah mempertahankan jilbabnya diatas panggung, Fatin patut diacungi jempol. Begitu juga atas kegigihan dan perjuangannya berlatih keras dalam bernyanyi, hingga membuat suaranya yang ‘unik’ bisa masuk dan menempel di gendang telinga penyuka musik.

Itu lain soal, tapi apakah dengan mengucapkan selamat kita mendukung sebuah aksi muslimah yang dipertontonkan di depan jutaan pasang mata manusia? Bisa jadi ya. Kita masih bermimpi tentang hebatnya seorang muslimah yang memberikan citra bahwa orang Islam itu juga bisa berprestasi. Apakah masih bisa dikatakan berprestasi jika yang dilakukan melanggar ketentuan syari’at? Ingin terlihat mulia di hadapan siapa kita jika begitu? Allah Swt. atau malah hanya ingin dilihat hamba-Nya yang terkadang mengikuti hawa nafsu.

Bukannya tidak ikut berbahagia atas prestasi yang diukirkan sesama muslim, tapi kita harus jeli dalam memandang. Prestasi dalam bentuk apa yang diraih, bagaimana cara meraihnya dan dalam prosesnya benar-benar sesuai syari’at atau belum.

Belum habis masalah aturan berhijab yang benar menurut syari’at, kita akan terbentur dengan masalah suara indah muslimah di hadapan laki-laki bukan muhrim. Belum lagi latihan yang dilakukan pun bisa jadi mengundang khalwat atau juga ikhtilat dengan laki-laki yang jelas bukan muhrimnya.

Bagaimana dengan Imam Syafi’i yang menghafal Al-Quran di usia tujuh tahun? Beliau begitu luar biasa dan namanya harum sepanjang masa, padahal jarak waktu kini dengan masa hidupnya berabad-abad tapi namanya tak lekang oleh waktu. Dan inilah contoh perjuangan dan prestasi yang mulia di mata manusia juga di mata sang Khaliq, Allah Swt.

Sejalan dengan pernyataan mantan perdana menteri Inggris, Gleed Stones yang menyebutkan bahwa menghancurkan umat Islam itu dengan cara menjauhkan mereka dari al-Quran. Begitu juga dengan kejayaan umat Islam jaman dahulu adalah karena mereka dekat dengan al-Quran mengamalkan dan berpedoman terhadapnya dan tidak lupa dengan hadits Rasulullah Saw. [islampos/www.bringislam.web.id]
Read more...

Kemenangan Fatin, Kekalahan Bagi Muslimah

Tidak ada komentar

Fatin Sidqia Lubis

Kemenangan Fatin Shidqia Lubis dalam ajang pencari penyanyi berbakat X Factor merupakan lambang musibah bagi kaum Muslimah.

"Kemenangan Fatin adalah simbol kekalahan telak kaum Muslimah," kata Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya kepada itoday, Sabtu (25/05).


Kata Harits, kemenangan Fatin itu menunjukkan kaum Muslimah 'dipaksa" tampil di panggung menjadi biduanita.

Kaum Muslimah dengan tanda kutip 'dipaksa' tampil di panggung jadi penghibur para biduanita lainnya," tegas Harits.

Menurut Harits, acara X Factor merupakan bagian dari pertarungan budaya yang dilancarkan musuh-musuh Islam. Antara budaya Islam dengan budaya barat yang sekularistik dan liberal."Sebuah perang budaya di mana kaum Muslimah menjadi boneka mainan," papar Harits.

Kata Harits, ajang pencarian bakat penyanyi itu sebenarnya dalam konteks perang budaya yang membius dan membuat umat Islam dan kaum Muslimah khususnya melupakan akar serta jati diri sebagai Muslim.

"Tiap kemenangan sosok Muslim dalam sebuah kompetisi itu disambut rasa senang dan bangga sebagai muslim, ini masih bisa dimaknai perasaan Islam meski tidak pada tempatnya. Sebuah bangga dan senang jika orang Islam menang apalagi dengan simbol Islam," papar Harits.

Menurut Harits, umat Islam saat ini, sesungguhnya merindukan kemenangan di semua sektor kehidupan, menjadikan Islam dan umatnya yang menyatu dengan dien-nya ya’lu wala yu’la alaih (agamanya tinggi dan tidak ada yang melebihi tingginya).

Sebagaimana diketahui, seorang muslimah berjilbab, Fatin Shidqia Lubis dinyatakan menang oleh juri ajang pencari bakat X-Factor Indonesia pada jum’at malam (24/05) atas kemampuannya bernyanyi dengan baik. Kemenangan Fatin bagi sebagian pihak dianggap mewakili kemenangan simbol Islam.[itoday/www.bringislam.web.id]

Artikel Terkait:

Read more...

Mursi Membantu Rusia Dan Bashar Bantai Kaum Muslim di Syam

Tidak ada komentar

kapal perang rusia di Terusan Suez Mesir
Untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade, tepatnya pada Kamis, kapal perang besar  Armada Pasifik Rusia memasuki Laut Mediterania melalui Terusan Suez. Pemimpin militer di Angkatan Laut Rusia Viktor Viktorovich Chirkov, bahwa pasukan militer ini dapat diperluas untuk mencakup kapal selam nuklir.

Rusia, penjahat yang akan menghisap darah kaum Muslim di Syam tengah mengirimkan armadanya melalui Terusan Suez Mesir. Apakah pertolongan Mursi bagi rakyat Suriah, artinya adalah membantu pembantaian dan penumpahan darah mereka?! Apakah ini yang kalian ridhoi, wahai warga Mesir yang terhormat?! Ridhakah kalian dengan apa yang dilakukan para penguasa revolusi kalian terhadap saudara-saudara kalian di Syam?! (pal-tahrir.info, 16/5/2013).
Read more...

Keputusasaan Media Liberal di Indonesia Menghadapi Kebangkitan Islam dan Khilafah

1 komentar
Pada tanggal 8 Mei lalu, Fitri Bintang Timur melalui opininya yang dimuat di Jakarta Post berjudul “Do RI women want sharia, too?” jelas bersikap skeptik terhadap hasil survey PEW forum yang menunjukkan 72% umat Islam di Indonesia menginginkan Syariah Islam sebagai hukum resmi di negeri mereka, ia berusaha mengingkari hasil survey PEW tersebut dengan menggaribawahi segelintir data minor yang menguntungkan opini liberal dari bab Women in the Society hasil survey ini.Sebelumnya, Jakarta Post juga melansir respon pentolan kelompok liberal terkait hasil studi Pew Research Center yang berbasis di Amerika pada 30 April lalu. Adjie Alfaraby misalnya, peneliti dari Lembaga Survei Indonesia (LSI), mengatakan jika penemuan ini benar harus dianggap serius. Sedangkan Azyumardi Azra, direktur Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, mempertanyakan sejauh mana hasil survei mencerminkan kebenaran. “72 persen angka yang tidak masuk akal,” ujarnya kepada The Jakarta Post pada Rabu (2/5).
Kemudian yang lebih mengejutkan adalah pernyataan Endy Bayuni, 9 Mei 2013 di Jakarta Globe yang secara terbuka menyerukan kepada media-media di Indonesia agar bekerja sama memastikan bahwa kelompok ekstremis Islam yang ia labeli dengan “radikal dan garis keras” tidak memiliki suara yang dipublish media. Editor senior Jakarta Post yang mengatasnamakan International Association of Religion Journalists itu menyatakan “Jangan berikan ruang sedikitpun pada kalangan garis keras! Silakan meliputi mereka ketika mereka melanggar hukum, tetapi jangan beri ruang untuk sekelompok kecil orang-orang itu ketika mereka berjuang melawan sesuatu yang absurd. Mereka menggunakan media secara efektif dan menipu media yang sesuai dengan cara mereka sendiri. 
Menariknya apa yang dikatakan oleh Endy Bayumi bersamaan dengan tahap awal penyelenggaraan Muktamar Khilafah (MK) di 31 kota di seluruh Indonesia di sepanjang bulan Mei – Juni 2013, yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia dan akan dihadiri ratusan ribu masyarakat Indonesia. Tokoh-tokoh liberal ini melalui jaringan media mereka seperti Jakarta Globe dan Jakarta Post, berusaha mengingkari realitas bahwa umat Islam di Indonesia secara jelas menginginkan Syariah Islam.
Omong Kosong Kebebasan Berekspresi di Negeri Demokrasi
Media liberal terus berusaha untuk mengecam bahkan membungkam mereka yang tidak setuju dengan nilai-nilai cacat sekuler liberal yang mereka anut dan ini merupakan cerminan kemunafikan dan kelemahan sistem sekuler demokrasi. Karena demokrasi selalu menerapkan kebebasan berekspresi tebang pilih. Media-media seperti ini jelas hanya akan mempublikasikan suara dari orang-orang yang setuju dengan nilai-nilai mereka, di saat yang sama terus mencari-cari kesalahan pihak-pihak yang memiliki sudut pandang berbeda dan menentang nilai – nilai Sekuler – bahkan ketika suara yang menentang adalah pandangan dominan dari masyarakat seperti yang ditunjukkan oleh survei PEW.
Keputusasaan jelas terlihat dari upaya mereka menyoroti segelintir kecil data minor yang mereka cari-cari dari setumpuk besar data hasil survey PEW dimana di Asia terdapat prosentase sangat tinggi penduduk dunia yang mendukung syariah Islam: Pakistan (84%), Bangladesh (82%), Afghanistan (99%), Indonesia (72%), Malaysia (86%). Demikian pula di Timur Tengah dan Afrika, prosentase yang mendukung syariah : Irak (91%), Palestina (89%), Maroko (83%), Mesir (74%), Yordania (71%), Niger (86%), Djibouti (82%), Kongo (74%) dan Nigeria (71%). Fitri Bintang Timur tidak boleh menutup mata dari bentangan data ini hanya dengan sekedar menampilkan data minor bahwa 76% masyarakat Indonesia setuju bahwa hak waris antara laki-laki dan perempuan dibagi sama rata.
Begitupun pernyataan tokoh media sekaliber Endy Bayuni yang nampak putus asa membungkam gelombang dukungan masyarakat Indonesia terhadap Syariah dan Khilafah melalui Muktamar Khilafah 2013 yang menggema di seluruh nusantara, dan telah berjalan dengan ijin Allah di beberapa kota, dihadiri puluhan ribu umat dan menuai kesuksesan luar biasa.
Hal ini mengingatkan apa yang dikatakan Noam Chomsky dalam bukunya “Kuasa Politik Media” yang mengungkap peran propaganda media massa dalam rekayasa opini publik, dimana para penguasa sebenarnya memiliki tujuan yang kontraproduktif dengan keinginan publik/ rakyat untuk terus melanggengkan kekuasaan, bahkan Noam Chomsky juga mengatakan bahwa pengusaha media liberal telah mendidik orang-orang bodoh sebagai corong pengusaha dan penguasa.
Hipokrasi terang-terangan yang ditunjukkan oleh tokoh-tokoh liberal seperti ini hanyalah bukti lain dari kegagalan sistem sekuler Barat dan penjelasan mengapa semakin banyak umat Islam menolak demokrasi sekuler dan memeluk Islam sebagai sistem yang mampu menentukan masa depan politik, ekonomi, dan sosial mereka.
يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir membencinya.” (QS. Ash-Shaf 61:8)
Realitas Kebangkitan Khilafah yang Tak Terbantahkan
Sebenarnya tidak terlalu diperlukan penelitian ataupun survey ilmiah akan hal ini.Dari Maroko Afrika Barat hingga Merauke di Timur Indonesia, termasuk dari populasi Muslim di negeri-negeri Barat, suara yang merindukan Syariah Islam kian nyaring terdengar. Meski media-media sekuler nyaris tidak pernah meliputnya bahkan membungkamnya namun gaung suaranya kian nyaring membahana.
Di tengah arus perubahan besar dan pergolakan politik yang tengah terjadi di berbagai belahan dunia Islam saat ini, Muktamar Khilafah 2013 yang diselenggarakan Hizbut Tahrir Indonesia tak lain bertujuan sebagai medium untuk mengokohkan visi dan misi perjuangan umat untuk tegaknya kembali kehidupan Islam. Karena itulah tema “Perubahan Besar dunia Menuju Khilafah” diambil, untuk mengingatkan bahwa perubahan dunia sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan, namun arah perubahan yang semestinya adalah menuju tegaknya Khilafah bukan yang lain.
Kami mengajak Anda untuk memberikan dukungan Anda kepada Hizbut Tahrir untuk penegakkan kembali Khilafah; dan bersumpah setia kepada sarjana terhormat, mujtahid terkemuka, dan politisi ulung, Syeikh Ata bin Khalil Abu Ar-Rashtah, Amir Hizbut Tahrir, sebagai Khalifah bagi umat Islam yang akan menjaga dan melindungi anak-anak umat ini, memuliakan kaum perempuannya, menyatukan negeri-negeri Islam, dan mengembalikan posisi umat Islam sebagai khairu Ummah, Insha Allah!
Fika M. Komara, M,Si
Member of Central Media Office Hizb ut Tahrir
Read more...

Category

Popular Posts

facebook