Comments

Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Analisis. Tampilkan semua postingan

Pemerintah Irak Berdiri Hanya Untuk Memecah Belah, Mempermalukan Rakyat, dan Menghancurkan Negara

Tidak ada komentar
Pemerintah Irak Berdiri Hanya Untuk Memecah Belah, Mempermalukan Rakyat, dan Menghancurkan Negara
Suatu bab fitnah baru yang memecah belah dan memprovokasi perselisihan diantara penduduk dari negara yang sama terjadi pada saat diusirnya puluhan keluarga dari rumah mereka di wilayah kuno As-Sa’doun di propinsi Nasiriyah dan Basra (di Irak Selatan). Mereka telah menghuni wilayah itu selama ratusan tahun dan kini harus mengungsi setelah mendapat ancaman pembunuhan dan perampasan tanah mereka melalui selebaran, dan mendesak mereka untuk hengkang dari wilayah itu atau bersiap menghadapi kematian. Hal ini diberitakan oleh kantor-kantor berita terkenal dan beberapa saluran satelit.

Semua kejadian ini dan kejadian lain yang lebih banyak sedang terjadi di bawah bayang-bayang diamnya dan ketidakpedulian pemerintah dan pasukan keamanannya. Kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan kejahatan-kejahatan ini, bergerak dengan leluasa dan bahkan tanpa mempedulikan pihak berwenang atau hukum. Masalah ini tidak berhenti di sini, namun hal ini terdapat dalam rantai panjang insiden yang serupa. Di distrik Diyala, dan di wilayah-wilayah yang dikenal sebagai wilayah sabuk Baghdad, banyak keluarga yang menjadi sasaran pengepungan pasukan keamanan dan mendapat serangan yang terus menerus sehingga mengakibatkan penangkapan ratusan orang dengan tuduhan terlibat terorisme. Hal ini hanyalah puncak gunung es!

Wahai Rakyat Irak :

Pemerintah seperti ini yang dipaksakan berdiri oleh kaum kaffir penjajah Amerika tidak akan memperlakukan rakyatnya dengan apa yang menyenangkan Allah. Kejahatan mereka tersebar luas dan menguasai negara, dengan bau busuk korupsi mereka sendiri dan korupsi atas semua institusi mereka. Dari keruntuhan total pasukan keamanan, pemboman yang terjadi setiap hari, pembunuhan dan penculikan orang-orang yang tidak bersalah yang dilakukan dengan maupun tanpa alasan, penjarahan uang terjadi secara terang-terangan tanpa syarat atau rasa malu yang bahkan para penguasa kafir yang tidak beriman kepada Allah atau Hari Kebangkitan pun akan menjauhkan diri dari mereka! Penurunan kesejahteraan hampir sepertiga rakyat di bawah garis kemiskinan di sebuah negara yang tidak mencapai tingkat sepersepuluh perekonomian dari sebagian besar negara-negara di dunia, dan seterusnya. Setelah semua hal ini terjadi, kita temukan seseorang yang tanpa malu-malu menuntut adanya negara-negara baru di Irak seolah-olah ini adalah zaman keemasannya. Orang-orang ini adalah seperti yang diucapkan dalam hadis Nabi SAW :

إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Jika engkau tidak punya rasa malu, lakukanlah semaumu.

Wahai Kaum Muslim :

Apakah anda tidak merasa sakit ketika mengetahui bahwa sebuah pemerintahan yang tidak adil tidak membawa Anda kepada apa yang Anda cita-citakan dalam kehidupan yang bermartabat, yang aman dan sejahtera? Sebuah pemerintah yang presiden-nya tidak dapat diberhentikan untuk memanfaatkan setiap kesempatan dan membuat tuduhan langsung kepada seluruh atau sebagian rakyatnya; dia menjelaskannya dengan kata-kata yang melanggar kesopanan dan kehormatan, dia mengancam dan memperingatkan rakyat seolah-olah diantara dia dan rakyatnya terbentang dendam besar yang tidak bisa hilang oleh waktu! Berikanlah yang terbaik dari Anda untuk merubah pemerintah ini menjadi suatu pemerintahan yang memerintah Anda dengan Syariah Islam, yang bebas dari sektarianisme yang menjijikkan, sehingga Anda akan mendapat berkah dengan apa yang Anda inginkan di bawah negara Khilafah yang berjalan pada metode kenabian. Rasulullah SAW meminta kita agar memilih diantara penguasa yang benar dan  sesat ketika beliau bersabda:

«خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ، وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ، وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ»

Sebaik-baiknya Imam (penguasa) adalah orang-orang yang kamu cintai dan yang mencintaimu, yang berdoa untukmu dan kamu berdoa untuknya. Sedangkan seburukburuknya Imam (penguasa) adalah orang-orang yang kamu benci dan mereka membencimu, daqn yang mengutukmu dan mereka menganiaya kamu.

Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Irak
Senin, 10 Dzul Qi’ddah 1434 H
16-9-2013
Edaran No: 7/34
Read more...

Kunjungan Menhan AS Ke Indonesia Mempertegas Keinginan AS Untuk Memperkuat Hegemoninya di Asia Tenggara

Tidak ada komentar

Menhan AS SBY
Pada hari Senin, 26 Agustus, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel berkunjung ke Indonesia dalam lawatannya ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Kunjungan ini khusus dilakukan dengan para menteri pertahanan ASEAN dan negara regional lainnya, termasuk Cina dan India.


Dalam pertemuannya di Indonesia, Hagel membawa dua agenda yang kami anggap penting; pertama, membahas peran negara-negara ASEAN dalam persoalan keamanan khususnya dalam konflik Laut Cina Selatan. Kedua, dibahas pula rencana penyelenggaraan CTX (Counter Terorism Exercise) 2013, di mana kedua negara menjadi Co-Host bagi 18 negara peserta.

Sebagaimana telah diketahui bahwa AS memiliki kepentingan besar untuk menjaga kepentingan mereka di Asia Tenggara, baik hegemoni politik, ekonomi maupun sumberdaya alam seperti di kawasan Laut Cina Selatan yang kaya akan deposit migas. Di kawasan Asia Tenggara AS harus bersaing dengan Cina dalam memperebutkan pengaruhnya. Karena pemerintah Cina pun terus menerus melakukan lobi politik, ekonomi dan militer untuk memenangkan pertarungan politik mereka dengan AS. Hal ini misalnya disampaikan oleh Dubes Cina untuk RI bahwa Presiden mereka ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan RI di semua sektor, karena menilai Indonesia amat penting dan strategis bagi Cina.

Hubungan ekonomi antara dua negara juga mengalami peningkatan pesat. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, total ekspor-impor antara Indonesia dan China pada 2012 mencapai US$51 miliar.  Jumlah tersebut meningkat cukup tajam dari 2011, di mana volume perdagangan kedua negara mencapai US$49,1 miliar. Sementara itu, nilai investasi kedua negara pada 2012 mencapai US$141 juta, meningkat dari US$128,2 juta pada tahun sebelumnya.

Bandingkan dengan neraca perdagangan RI-AS  yang pada tahun 2012 total hanya bernilai US$ 26 miliar atau mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 27 miliar. Oleh karena itu, pemerintah AS ingin mempertahankan hegemoni mereka di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Dalam bidang militer pemerintah Cina juga sudah merancang peningkatan kerjasama dengan RI. Sebagaimana dikatakan Wamenhan RI Sjafrie Sjamsoeddin bahwa hubungan militer kedua negara meningkat dari waktu ke waktu. Misalnya dalam bidang industri pertahanan kedua negara telah sepakat untuk memproduksi bersama rudal C-705. Hingga kini Indonesia dan China masih membahas proses pelaksanaan alih teknologi dalam pembuatan rudal C-705.  Selain C-705 Indonesia dan China akan membahas lebih lanjut alih teknologi pesawat tanpa awak, serta sistem pertahanan elektronik.

Karenanya kunjungan Menteri Pertahanan AS menjadi amat penting bagi pemerintahan Obama untuk memastikan bahwa RI tetap akan menjadi mitra dan sekutu AS, khususnya dalam bidang politik dan militer dalam menghadapi Cina. Karena melihat realita yang ada, Indonesia sebenarnya juga tengah diperebutkan rival AS, Cina.

AS juga segera mendesak pemerintah RI untuk membeli alutsista dari negaranya, seperti 8 unit helikopter tempur Apache seri AH-64D Longbow seharga US$ 500 juta. Padahal sejumlah kalangan seperti anggota DPR RI dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq mengomentari bahwa Indonesia lebih membutuhkan Chinook ketimbang Apache, karena Chinook multifungsi termasuk dapat digunakan sebagai pengangkut berbagai kebutuhan untuk menghadapi bencana alam.

Agenda kedua yang dibawa AS adalah persiapan CTX (Counter Terorism Exercise) 2013. Agenda ini masih lanjutan dari agenda global War On Terror, dengan menjadikan kelompok Islam garis keras sebagai tertuduh. Pertemuan ini agendanya adalah ASEAN Defence Ministers’ Meeting-Plus Experts Working Group on Counter Terrorism Exercise (ADMM-Plus EWG CTx) yang akan berlangsung tanggal 9-13 September 2013 di IPSC Sentul Bogor. Tentu saja agenda ini akan sarat dengan pesan dari negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat dalam memerangi Islam.

Kebengisan Barat dalam memerangi Islam misalnya terlihat dengan tetap mensupport  junta militer Mesir yang membantai ribuan massa pendukung Presiden terguling Mursi dari Ikhwanul Muslimin. Padahal Mursi terpilih dengan jalan demokrasi sebagaimana arahan AS. Mursi juga telah tampil membawa Islam moderat dan menjamin sejumlah kepentingan AS di Timur Tengah seperti Perjanjian Camp David. Namun demikian AS tetap menyetujui penggulingannya.

Tunduknya penguasa negeri-negeri Islam ke bawah jempol AS adalah tragedi. Mengapa mereka mau saja menjadi sekutu negeri penjajah yang sebenarnya tengah sekarat? Kedatangan Menlu AS ke sejumlah menteri pertahanan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, adalah cerminan kekhawatiran negeri imperialis tersebut kehilangan pengaruhnya. Amerika Serikat telah terpuruk secara ekonomi dan militer. Pemerintahan Obama pun sudah kehilangan daya dukung dari publik. Ia tak lebih dari kerupuk yang pada awalnya kelihatan besar dan mengembang tapi dengan cepat mengkerut karena kelemahannya sendiri.

Indonesia sebenarnya memiliki daya tawar yang kuat karena berbagai faktor; letak geopolitisnya yang amat strategis dan sumberdaya manusia yang banyak serta sumberdaya alamnya yang luar biasa. Seandainya saja para penguasa di negeri ini masih memiliki izzah sebagai seorang muslim untuk mempertahankan kehormatan dien-nya, pasti Allah akan memuliakan dan mengokohkan kedudukan mereka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (TQS. Muhammad [47]: 7)

Akan tetapi bila mereka memilih untuk mengikuti dan menyenangkan tuan-tuan mereka, justru Allah akan menimpakan kehinaan secepat-cepatnya kepada mereka.

مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَّلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مَؤْنَةَ النَّاسِ

Siapa saja yang menyenangkan manusia dengan kemurkaan Allah maka Allah serahkan dia kepada manusia, dan siapa saja yang membuat marah manusia dengan keridhaan Allah maka Allah mencukupkannya dari bantuan manusia (HR at-Tirmidzi dan Abu Nu’aim di al-Hilyah dari Aisyah)

Wallâh a’lam bi ash-shawâb. [Iwan Januar – LS HTI/HTIpress]
 
Read more...

Revolusi Suriah: Perubahan Besar Menuju Khilafah

Tidak ada komentar
liwa
Siapa yang menyangka bahwa revolusi  yang terjadi di Tunisia 2011 lalu telah menginspirasi negara-negara tetangga untuk melakukan hal yang serupa. Rakyat Tunisia yang di pimpin oleh Ben Ali selama 23 tahun pun telah terbangun dari tidur panjangnya dan menampakkan taringnya terhadap penguasa yang dzalim dan diktator tersebut. Kemudian revolusi ini merembet ke Mesir, Libya hingga Suriah.
Revolusi tersebut memberikan satu pelajaran yang sangat penting bagi kita semua, bahwa saat ini masyarakat timur tengah yang notabenenya adalah kaum muslim telah mengalami perubahan pola pikir yang sangat luar biasa, dimana masyarakat muslim telah terbangun dari tidur panjangnya dan telah menampakkan keberaniannya pada penguasa yang dzalim. Revolusi ini telah menjadi ketakutan besar kaum kafir akan bangkitnya kaum muslimin layaknya  seperti masa lampau, maka tidak heran berbagai intervensi dilakukan oleh kaum Barat. Walhasil Gejolak revolusi di Tunisia, Mesir, dan Lybia telah bisa dipadamkan. Namun ada satu negara yang masih bertahan hingga saat ini yaitu Suriah. Disinilah yang membedakan Suriah dengan negara lainnya. Masyarakat Suriah dan para militernya telah menyadari betul bahwa pergantian rezim saja tidak akan bisa menyelesaikan masalah, tidak dapat pula menggantikan darah-darah para syuhada yang telah tertumpah, mengganti kehormatan wanita yang telah di renggut dan menebus nyawa anak-anak yang tidak berdosa. Mereka telah menyadari betul bahwa Revolusi mereka haruslah memangkas pangkal kerusakan, yakni penerapan sistem kufur dan dijauhkan serta dihinakannya Islam di tengah-tengah mereka. 
Ya itulah Suriah, para syuhada dan masyarakatnya telah lantang bersuara, telah menyerahkan raga dan jiwanya hanya untuk Allah Swt. semata. Mereka tidak peduli dengan pembantaian dan pembakaran yang dilakukan oleh Bashar Asad bersama antek-anteknya selama mereka belum berhasil menerapkan Islam ke tengah-tengah mereka. Mereka tidak lagi mau tertipu oleh Amerika yang senantiasa menyodorkan solusi (baca:jebakan) atas permasalahan mereka.
Begitu pun di Indonesia, kini gaung kebangkitan Islam semakin terdengar nyaring yakni kebangkitan dengan Khilafah Islam. Perubahan ini haruslah menjadi arus utama pergerakan oleh berbagai elemen masyarakat, baik Ulama, mugaligh-mubalighah, kaum intelektual, dosen, pelajar, pengusaha hingga ke tingkat masyarakat terkecil sekalipun. Karena perubahan ini akan terwujud jika semua kaum muslimin bersatu padu untuk meraih kebangkitan itu dan menyambut pertolongan Allah. Sebagaimana janji Allah dalam firmanNya:
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik. (Q.s. An-nur: 55) [www.syahidah.web.id/www.bringislam.web.id]
Read more...

Geng Motor : Entitas Kriminalitas Buruknya Kehidupan Sosial Sekulerisme-Kapitalisme

Tidak ada komentar
Geng Motor
Penangkapan sejumlah geng motor di tanah air, seperti di Pekanbaru dan Makassar mengungkap fakta-fakta kejahatan mereka yang sesungguhnya. Bila selama ini masyarakat hanya mengetahui secuil tindak kriminalitas geng motor seperti balap liar dan kekerasan, ternyata mereka sudah kerapkali melakukan kejahatan yang jauh lebih keji. Selain terbiasa dengan seks bebas sesama geng, berulang kali melakukan pemerkosaan dan berbagai tindak perampasan juga kekerasan. 
 
Maraknya kemunculan geng motor tidak lepas dari hancurnya tatanan sosial masyarakat. Banyak remaja dan kaum muda yang merasa frustrasi karena hidup dalam kemiskinan, putus sekolah, broken home, bingung dan cemas menghadapi masa depan. Ditambah lagi agama telah dijauhkan dari kehidupan kecuali sekedar aturan ibadah belaka.
 
Sementara dalam masyarakat kapitalisme-sekuler seperti di Indonesia, telah berlaku pola hidup survival of the fittest atau hukum rimba, siapa yang kuat maka akan menang. Karena merasa lemah sejumlah orang berkumpul untuk memiliki entitas sosial yang kuat. Geng motor adalah salah satu entitas yang dianggap memuaskan. Memiliki kesamaan pemikiran dan perasaan  –jiwa antisosial –, mereka bersatu dalam satu wadah lalu merasa kuat untuk melakukan tindak kekerasan terhadap siapa saja yang mereka anggap sebagai lawan, termasuk kepada masyarakat.
 
Dalam entitas seperti geng motor, solidaritas dibangun amat kuat ditambah dengan ancaman bagi siapa saja yang dianggap ‘berkhianat, apakah itu membelot kepada kelompok lain atau keluar. Penganiayaan dan kekerasan bisa dijatuhkan kepada anggota yang dianggap berkhianat. Ini yang membuat ikatan di antara anggota geng motor menjadi solid.
 
Selain itu adanya jaminan perlindungan dari geng dan juga pimpinan membuat mereka berani melakukan hal-hal antisosial yang dulu sulit mereka lakukan, seperti memalak, melakukan tindak kekerasan, merusak fasilitas umum termasuk melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.
 
Keberadaan pimpinan yang kharismatis sekaligus sadis juga salah satu faktor geng motor ini jarang terpecah. Pimpinan geng motor biasanya selain royal kepada anak buahnya, juga tidak segan-segan melakukan penganiayaan kepada mereka yang dianggap tidak setia. Kasus geng motor pimpinan Klewang di Pekanbaru, salah satu contoh. Klewang selain kejam juga membebaskan anak-anak buahnya melakukan seks bebas di antara mereka dan menggunakan narkoba.
 
Geng motor semestinya sudah dimasukkan sebagai persoalan serius yang mengancam keamanan masyarakat. Hampir di setiap kota besar terdapat geng motor dengan aksi kejahatan mereka. Di Bandung aksi kejahatan geng motor sudah lama dan berlangsung hingga kini. Di Medan seorang anggota polisi tewas dikeroyok geng motor. Tahun lalu seorang anggota TNI AL menjadi korban kebrutalan geng motor di Jakarta.
 
Selain itu para remaja dan kaum muda juga mudah tertarik untuk bergabung dengan geng motor. Faktor kejiwaan remaja yang labil akibat pemikiran kapitalisme-sekulerisme, membuat aksi dan solidaritas keanggotaan geng motor menarik perhatian mereka. Slogan seperti ‘persaudaraan’, ‘solidaritas’, ‘setia kawan’, dsb. dan budaya hedonisme yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi kawula muda.
 
Di Barat, berbagai geng termasuk geng motor banyak diminati kaum muda. Geng-geng motor seperti Bandidos, Vagos, Mongols hingga yang dipercayai terbesar seantero Amerika, Hells Angels, banyak menarik perhatian kaum muda di AS. Padahal seluruh geng motor di AS tidak ada yang tidak terlibat dalam kejahatan seperti kekerasan, pembunuhan, penjualan narkoba, penjualan senjata gelap, prostitusi dan pemerkosaan. Berulangkali FBI menangkapi anggota dan pimpinan anggota geng-geng motor tersebut.
 
Lambannya penanganan terhadap aksi geng motor memang menjadi salah satu penyebab masih eksisnya mereka di jalanan. Faktor hukum yang tidak memberi efek jera juga menyumbangkan penyebab tidak kapoknya geng-geng ini terus bermunculan. Dalam Islam tindak kriminal yang geng motor lakukan seperti menakut-nakuti masyarakat, menciptakan rasa tidak aman di jalanan, apalagi sampai melakukan tindak kekerasan dan perampasan sudah masuk kejahatan berat dengan ancaman sanksi yang berat. Firman Allah:
 
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,”(QS. al-Maidah [5]: 33).
 
Meski sekarang operasi membubarkan geng motor tengah dilakukan dengan gencar oleh aparat, akan tetapi keberadaan mereka seperti kata pepatah; mati satu tumbuh seribu. Satu geng motor bisa dibubarkan, akan tetapi akan bermunculan lagi kelompok-kelompok baru. Karena geng-geng kriminal seperti geng motor lahir dari rahim kapitalisme-sekulerisme. Selama masih ada ketimpangan sosial dan ekonomi, maraknya broken home, pengangguran, mahalnya biaya pendidikan, hedonisme, dan lemahnya penangangan hukum, maka geng-geng motor seperti itu tidak akan punah. Di negara-negara Barat yang menerapkan kapitalisme-sekulerisme, kelompok-kelompok seperti itu masih terus eksis dengan aksi kriminalnya. Padahal perang terhadap keberadaan mereka sudah ditabuh aparat keamanan sejak lama. Tidak ada jalan keluar untuk menghapus keberadaan mereka melainkan dengan mengganti terlebih dahulu tatanan sosial yang rusak dengan tatanan sosial yang benar dan sesuai fitrah manusia, yaitu tatanan sosial yang dibangun sesuai syariah Islam dalam naungan sistem al-Khilafah ar-Rasyidah. Tanpa perubahan total maka tidak realitas masyarakat yang rusak tidak akan pernah berubah menjadi baik dan diridhai oleh Allah SWT. 
Read more...

Demokrasi Cacat Sejak Lahir, Ustadz Pengikut Demokrasi Ustadz Cacat

Tidak ada komentar


Demokrasi Sistem SampahBLORA  - Di tengah arus liberalisasi dan demokrasi yang begitu kencang, menyerang dan menggerogoti NU sebagai  ormas Islam terbesar di Indonesia, muncul seorang ustad yang lama belajar di pondok NU, sangat tegas dan pemberani dalam menyampaikan risalah Islam.

Terutama menyampaikan kebenaran dalam menjaga tauhid umat Islam agar tidak luntur oleh millah kekafiran di zaman modern.

Ustadz Mustaqim, Lc alumni pesantren NU Bahrul Ulum Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur ini, beliau kembali menangapi beberapa kasus yang hangat seputar akhlak aktivis dakwah yang terjerembab dalam demokrasi dewasa ini.

Dalam kesempatan kajian umum bulanan, Ahad Legi 12 Mei 2013, yang bertajuk ‘Kewajiban Berakhlak Karimah”  di Masjid Darusalam Ngawen, Blora, Jateng , dalam muqaddimahnya beliau menyampaikan surat Al-Baqoroh : 208, kemudian beliau menjelaskannya.

”Ketika kita mengaca kepada sejarah dakwahnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. Rasulullah ketika berdakwah dari awal itu bissilmi kaffah, bukan memakai sistem yang dipakai orang hari ini. Mana to, kaffah yang dikatakan akhlak yang mulia? Adalah menegakkan tauhid, karena ketika tauhidnya bagus maka akhlak akan menyertai, maka bila ada orang yang akhlaknya rusak maka aqidahnya rusak,” jelasnya.

Ustadz muda yang aktif berdakwah di jalur pantura ini juga menyampaikan, sejak lahirnya demokrasi sudah cacat, maka siapa pun yang mengikutinya juga cacat.

“Sistem parelemen adalah sistem demokrasi, demokrasi adalah  konsep atau nama yang dibuat oleh kafir, yang oleh orang-orang kafir sendiri sekelas Plato dan Aristoteles mengatakan demokrasi dari lahirnya sudah cacat. Maka para pelaku demokrasi itu adalah orang-orang cacat, maka bila ada seorang ustadz yang mengikuti demokrasi adalah ustadz cacat itu,” tegasnya.

Di hadapan ratusan jamaah yang hadir saat itu, beliau juga memberikan tamsil kepada jamaah dengan amat jelas.

”Demokrasi itu yang menciptakan orang kafir, maka siapapun yang masuk ke dalam sistem itu, dia harus mengikuti sistem itu, aktivis dakwah begitu masuk demokrasi maka dia seperti comberan dan kotoran,” imbuhnya.

Ustad yang mengambil S1 dan S2 di universitas Al-Azhar Kairo, Mesir ini juga memberikan sebuah kritik yang tajam bersangkutan para aktivis dakwah yang masuk kedalam parlemen.

“Kelakuanya di palemen kok rusak, mungkin kelakuanya sebelum masuk ke dalam parlemen itu bagus, tapi ketika dia masuk ke dalam sistem yang rusak dia akan menjadi rusak. Segelas susu kalo belum tercampur apa-apa, indah dan sangat enak untuk di minum. Begitu susu ini njenengan (antum) masukan ke comberan yang bercampur dengan kotoran kotoran itu, dia akan berubah tidak karuan (tidak menentu).

Sama, aktivis dakwah yang masuk identik dengan comberan, dia menjadi comberan seperti dimana dia berada dan itu berbahaya. Maka aktivis dakwah jangan coba-coba berpikir untuk menjadi kaya atau ingin merubah Indonesia dengan parlemen, tidak akan pernah bisa!” tuturnya.

Bahkan ustadz yang sempat jadi pimpinan pondok pesantren Muhammadiyah di Klaten beberapa tahun lalu itu juga menerangkan dengan jelas hukum demokrasi.

“menjadi angota DPR tanpa akhlak maka akan hancur, dan ciri DPR yang berakhlak adalah keluar dari DPR, demokrasi itu haram. Begitulah dahulu saya memahami, tapi sekarang hukum demokrasi adalah kufur,” ujarnya.

Ustad yang sekarang lebih memilih berwiraswata dan berjualan di pasar traditional dari pada masuk sistem tapi berkoalisi dengan kekafiran ini, memang sangat tegas dalam ceramah-ceramahnya. Sehingga sebagian aktivis Islam di sekitar, Pati, Kudus, Rembang dan Blora banyak yang menyebut beliau “Singa Tauhid dari Pantura” karena gencarnya beliau dalam mengkampanyekan pentingnya tauhid  dan kafirnya sistem demokrasi.

Semoga umat islam indonesia makin sadar bahwa tak mungkin demokrasi menjadi pijakan dalam memperjuangkan Islam. Wallhu a’lam bisshawab. [Kyai Samping Lepen]

Read more...

Demokrasi: Sistem Gagal dan Merusak

Tidak ada komentar
[Al-Islam edisi 657] Negeri ini sedang dilanda eforia demokrasi. Selama tahun 2013 ini, hampir dua hari sekali diselenggarakan Pilkada. Sebanyak 152 pilkada telah dan akan digelar tahun ini terdiri dari 15 provinsi, 104 kabupaten dan 33 kota.

Eforia demokrasi itu membius rakyat dan membisikkan mimpi-mimpi keadilan, kesejahteraan, kemakmuran, pemulihan harkat kemanusiaan dan mimpi-mimpi tentang kebaikan lainnya. Namun layaknya obat bius, begitu umat mendapatkan kembali kesadarannya, umat pun akan cepat menyadari bahwa demokrasi sesungguhnya bukanlah solusi, bahkan demokrasi merupakan sistem gagal dan merusak dan sejak awal sebenarnya tidak dibutuhkan oleh umat Islam.

Umat Tak Butuh Demokrasi

Istilah demokrasi selalu dinisbatkan kepada dua kata Yunani kuno, yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti kekuasaan atau pemerintahan. Sehingga demokrasi diartikan kekuasaan atau pemerintahan rakyat. Penisbatan itu untuk memberikan kesan bahwa demokrasi modern sekarang ini memiliki akar sejarah yang menjulur hingga ke masa Yunani yang dianggap mewariskan berbagai kebajikan.
Sistem pemerintahan demokrasi dijalankan di negara kota Yunani kuno, Athena, pada abad ke-5 SM. Sistem itu dibentuk atas prakarsa Cleisthenes. Dalam sistem demokrasi Athena, kedaulatan dipegang oleh majelis yang disebut Demos (rakyat). Sistem demokrasi Yunani kuno tak bertahan lama.

Kekaisaran Romawi yang mengalahkan Yunani menganut pemerintahan monarki absolut dengan sistem teokrasi. Di dalamnya raja dan penguasa berkolusi dengan pemimpin gereja (agamawan). Raja dianggap sebagai wakil tuhan dan kehidupan rakyat dikendalikan menurut doktrin gereja yaitu doktrin para agamawan yang dinisbatkan kepada tuhan. Kolaborasi penguasa dan agamawan (raja dan gereja) melahirkan penindasan. Segala hal termasuk pemikiran dan sains yang bertentangan atau menyimpang dari doktrin gereja diberangus. Ratusan ribu ilmuwan dibunuh, di mana puluhan ribu di antaranya dibakar hidup-hidup.

Terjadilah gerakan perlawanan dari para filsuf dan ilmuwan sehingga muncul dua kubu yang saling berseteru. Kubu kolaborasi raja dengan gereja (agamawan) yang mengusung teori “kedaulatan tuhan” dengan sistem teokrasi dan bentuk monarkhi di mana raja dianggap sebagai manusia terpilih perpanjangan tangan tuhan, berhadapan dengan kubu filsuf dan ilmuwan yang menolak peran gereja bahkan tak sedikit yang tidak mengakui agama. Bersamaan dengan itu juga terjadi perlawanan dari bangsa yang ditindas dan pemberontakan kaum protestan terhadap kekuasaan gereja katolik romawi. Terjadilah banyak peperangan dan konflik yang berlangsung selama abad-abad pertengahan (abad ke-V – XV M).

Hingga akhirnya disetujuinya perjanjian Westphalia tahun 1648. Perjanjian ini mengakui kemerdekaan Belanda, Swiss dan negara-negara kecil di Jerman dari Kekaisaran suci Romawi. Perjanjian ini meletakkan dasar hubungan antara negara yang dilepaskan dari hubungan kegerejaan dan didasarkan atas kepentingan nasional negara masing-masing. Sebelumnya gereja memiliki kekuatan atas hubungan antar-negara. Perjanjian Westphalia juga meletakkan dasar tentang hakikat negara dengan pemerintahannya, yakni memisahkan kekuasaan negara dan pemerintahan dari pengaruh gereja (agama). Perjanjian Westphalia itulah yang meneguhkan doktrin sekulerisme. Karena dipisahkan dari kekuasaan gereja, pengaturan negara akhirnya diserahkan kepada kehendak rakyat dan untuk itulah dihidupkan kembali istilah demokrasi dengan sistem perwakilannya. Majelis yang beranggotakan wakil yang dipilih rakyat mewakili rakyat membuat hukum perundang-undangan dan pengaturan negara atas nama rakyat.

Jadi demokrasi itu dijalankan atas dasar doktrin sekulerisme yang memisahkan agama dari pengaturan negara dan kekuasaan. Hal itu merupakan hasil solusi kompromi yang mengakhiri konflik di Eropa sepanjang abad pertengahan. Dari situ tampak jelas bahwa demokrasi itu sebenarnya adalah khas Eropa dan solusi terhadap penindasan atas nama agama yang melanda Eropa abad pertengahan. Masalah itu sebenarnya tidak dialami oleh umat Islam. Umat Islam tidak memiliki problem sebagaimana problem Eropa abad pertengahan. Karena itu sebenarnya sejak awal umat Islam tidak butuh solusi yang namanya demokrasi seperti halnya masyarakat Eropa.

Demokrasi : Sistem Gagal dan Merusak

Demokrasi sarat kelemahan dan kerancuan, bahkan bisa dikatakan sistem yang gagal. Demokrasi gagal merealisasi doktrin mendasarnya yaitu kedaulatan rakyat. Rakyat hanya memiliki otoritas langsung saat pemilu untuk memilih penguasa dan wakilnya di Dewan Legislatif. Itupun otoritas yang telah dibatasi dan diarahkan oleh partai dan kapitalis melalui proses politik yang ada, sebab rakyat hanya memiliki otoritas memilih orang yang sudah disaring oleh parpol dan proses politik. Setelah pemilu, kedaulatan riil tidak lagi di tangan rakyat, tetapi di tangan pemerintah atau penguasa dan anggota legislatif, dan di belakang keduanya adalah para kapitalis. Pasca pemilu, kepentingan elit lebih diutamakan daripada kepentingan rakyat. Wakil rakyat tidak mewakili rakyat akan tetapi mewakili diri sendiri dan golongannya (partai) dan para kapitalis.
Demokrasi juga gagal menghilangkan aristokrasi yang cirinya kekuasaan dikuasai oleh kaum elit. Dalam praktek demokrasi dimanapun, kekuasaan tetap saja dipegang oleh kaum elit yaitu para kapitalis, elit partai, dan kelas politik. Hal itu sangat kentara. Penguasa dan politisi di negara demokrasi manapun selalu berasal dari dinasti kelas berkuasa secara politik dan ekonomi dan kelompoknya.

Demokrasi merupakan sistem yang rusak dan memproduksi banyak kerusakan. Demokrasi rusak terutama karena pilar utamanya adalah paham kebebasan. Kebebasan inilah yang melahirkan banyak kerusakan di segala bidang; moral, pemerintahan, hukum, ekonomi, dll. Dengan dalih demokrasi dan kebebasan, pornografi, pornoaksi, seks bebas, zina asal suka sama suka, aborsi, peredaran miras, dll tidak bisa diberantas tuntas. Di bidang pemerintahan, korupsi juga menonjol dalam sistem demokrasi. Kebebasan kepemilikan melahirkan sistem ekonomi kapitalisme liberalisme yang membolehkan individu menguasai dan memiliki apa saja termasuk harta milik umum. Kebebasan berpendapat melahirkan keliaran dalam berpendapat sehingga menistakan agama, mencela Rasul SAW, dan menyebarkan kecabulan dan berbagai kerusakan. Kebebasan beragama membuat agama tidak lagi prinsip, orang dengan mudah bisa menodai kesucian agama, mengaku nabi, dsb.

Demokrasi dijadikan alat penjajahan oleh barat atas dunia terutama negeri kaum muslimin. Melalui pembuatan undang-undang, Barat bisa memasukkan bahkan memaksakan UU yang menjamin ketundukan kepada barat, mengalirkan kekayaan kepada barat dan memformat masyarakat menurut corak yang dikehendaki barat. Bahkan tak jarang demokrasi dijadikan dalih untuk langsung melakukan intervensi dan invasi atas berbagai negeri di dunia seperti yang terjadi di Panama, Haiti, Irak, dsb.

Demokrasi pun dijadikan jalan untuk memaksakan UU yang menjamin aliran kekayaan ke Barat dan penguasaan berbagai kekayaan dan sumber daya alam oleh para kapitalis asing. UU Sumber Daya Air, UU Penanaman Modal, UU Minerba, UU Migas, UU SJSN dan BPJS, dan sejumlah UU lainnya yang menguntungkan barat sudah diketahui secara luas pembuatannya disetir dan dipengaruhi oleh barat. Melalui mekanisme demokrasi pula penguasaan atas kekayaan alam oleh asing bisa dilegalkan dan dijamin.

Demokrasi menghasilkan UU diskriminatif dan tidak adil. Sebab dalam demokrasi, UU dibuat oleh parlemen yang sangat dipengaruhi oleh kepentingan. Jadilah UU yang dihasilkan dalam sistem demokrasi lebih banyak berpihak kepada pihak yang kuat secara politik dan atau finansial. Melalui UU dan peraturan yang dibuat secara demokratis, kelas politik dan ekonomi yang berkuasa bisa terus melipatgandakan kekayaannya termasuk dari penguasaan atas kekayaan alam; melindungi kekayaan dari pungutan pajak dan malah mendapat berbagai insentif.

Demokrasi pula yang menjadi biang korupsi dan kolusi. Hal itu karena perlu biaya besar untuk membiayai proses politik untuk menjadi penguasa dan anggota legislatif serta menggerakkan mesin partai. Maka tidak aneh jika lembaga anti korupsi kebanjiran kasus setiap menjelang pemilu. Menurut Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan korupsi menjelang Pemilu 2014 ke KPK meningkat. Dari sejumlah laporan yang masuk, umumnya dilakukan oleh para penyelenggara negara untuk biaya politik dari uang APBN maupun APBD. Laporan naik menjelang 2014. Trennya ternyata para pejabat itu mencari biaya pemilu dengan korupsi keuangan negara atau suap, misalnya di bagian perizinan.(viva.news.co.id, 22/4).

Wahai Kaum Muslimin
Demokrasi sesungguhnya khas barat dan muncul untuk menyelesaikan problem penindasan atas nama gereja di barat. Itu tidak dialami oleh umat Islam sehingga umat Islam tidak butuh demokrasi. Selain itu demokrasi nyata-nyata sistem yang gagal, rusak dan merusak. Semua itu wajar saja sebab demokrasi adalah sistem buatan manusia yaitu sistem jahiliyah. Karena itu sistem demokrasi itu harus segera ditinggalkan dan dicampakkan.
Allah SWT bertanya yang sekaligus menjadi celaan terhadap siapa saja yang mengikuti sistem jahiliyah. Allah berfirman:
﴿ أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ ﴾
Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS al-Maidah [5]: 50)

Sudah saatnya umat Islam kembali kepada tuntunan dan aturan yang berasal dari Allah yang Maha Bijaksana. Hal itu tidak lain dengan jalan menerapkan syariah dalam bingkai Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. WalLahu a’lam bi Shawab

Komentar:

Harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Premium naik dari Rp 4.500 menjadi Rp 6.500 per liter. Sementara kenaikan harga solar lebih rendah, dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.500 per liter. “Premium (naik) Rp 2.000, solar Rp 1.000,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Armida S Alisjahbana di kantor kemenko Perekonomian, Senin (13/5) [republika, 14/5).
  1. Kepala ekonom Danareks Sekuritas mengatakan daya beli masyarakat turun akibat rencana kenaikan BBM. Rencana ini menaikkan inflasi hingga 7,5% (kompas.com, 14/5).
  2. Rencana pemerintah itu jelas-jelas sengsarakan rakyat banyak. Pengurangan subsidi termasuk subsidi BBM adalah perintah IMF dan Bank Dunia yakni perintah asing.
  3. Bukti pemerintah lebih rela tunduk pada asing meski sengsarakan rakyatnya sendiri yang katanya jadi pemilik Migas. Kelola migas dengan sistem syariah, niscaya memakmurkan rakyat bukan memakmurkan asing.
Read more...

CIIA: Said Aqil Banyak Terima ‘Suap’ BNPT Untuk Musuhi Umat Islam

Tidak ada komentar
said-aqil-mbai
PANDANGAN dan sikap Said Aqil Siradj melihat terorisme dapat memberikan legitimasi pembunuhan secara brutal yang dilakukan Densus 88 selama ini. Bahkan mengaminkan tindakan-tindakan yang melanggar pakem hukum; menculik, menyiksa, penangkapan tanpa prosedur hukum, bahkan justifikasi teroris secara serampangan. Demikian dikatakan Direktur CIIA, Harits Abu Ulya.
Langkah itu, kata Harits, diperkuat dengan adanya sindikasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama PBNU membuat MoU untuk menggelar proyek deradikalisasi.

“Pak Said terlalu banyak menerima ‘suap’ dari BNPT untuk membuat permusuhan (polarisasi) di tengah-tengah umat Islam. Melanggengkan dikotomi Islam moderat-radikal, liberal-fundamental, dan ini sama saja dia menari diatas gendang BNPT,” paparnya kepada Islampos.com, Kamis (16/5/2013).
Harits menyangkan kenapa Said Aqil Sirad tidak utuh melihat isu ‘terorisme’. Sebab sebenarnya drama kontra terorisme di Indonesia adalah derivat turunan dari proyek global USA ‘global war on terrorism’.

“Dan konteks politik global ini tidak bisa diabaikan begitu saja.Tapi sikapnya apriori menebar stempel ‘khawarij’ dan ‘teroris’ kepada individus dan kelompok tertentu,” paparnya.

Dengan ucapan Said, sambung Harits maka BNPT merasa mendapat angin dan stempel atas perbuatan dan tindakan makarnya terhadap Islam dan sebagian umatnya atas nama perang melawan ‘terorisme’ dimana definisi ‘terorisme’ sendiri ‘no global concensus’ yang membuat BNPT seenaknya mendefinisikan dan melabelkan kepada seseorang atau kelompok. (Pz/Islampos/bringislam.web.id)
Read more...

Fatamorgana program pemberdayaan ekonomi perempuan dalam kapitalisme

Tidak ada komentar
indonesia-w.jpg (200×100) Pada bulan September 2012, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,59 juta orang (11,66 persen), berkurang sebesar 0,54 juta orang (0,30 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2012 yang sebesar 29,13 juta orang (11,96 persen).(bps.go.id,02/01/2013)
Di sisi lain, menurut Anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi masalah kesehatan dan kesejahteraan rakyat, Poempida Hidayatulloh mengatakan, data terbaru dari Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang berada di bawah koordinasi Wakil Presiden telah menghitung peningkatan angka jumlah orang miskin di Indonesia pada tahun 2012 hingga 2013 yang mencapai angka 96 juta jiwa.Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan dari data tahun sebelumnya yang hanya mencapai 76,4 juta jiwa (nasional.kontan.co.id, 17/01/2013).
Standar kemiskinan di setiap negara berbeda. Di Indonesia, berdasarkan BPS Garis kemiskinan yang digunakan BPS saat ini sekitar Rp 7800. Kriteria BPS itu sangat jauh di bawah standar yang dikeluarkan Bank Dunia, yakni sebesar US$2 yakni Rp 18.000 perorang perhari atau sekitar Rp19 ribu perorang perhari.Apabila menggunakan standar Bank Dunia ini maka penduduk miskin di Indonesia bisa mencapai di atas 100 juta jiwa atau 40,8% dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah sekitar 245 juta jiwa (rmol.co, 11/01/2013).
Kemiskinan saat ini menjadi sorotan utama hampir di seluruh dunia, karena akibat dari kemiskinan dapat menimbulkan berbagai ketimpangan sosial masyarakat, seperti bertambahnya tindakan kriminal. Menimbulkan kelaparan, gizi buruk dan dapat merusak naluri seorang ibu yang tega mencekik atau meracuni anaknya yang berisik minta makan. Maka, dalam upaya untuk mengurangi kemiskinan yang terjadi saat ini pemerintah membuat program PEP (Pemberdayaan Ekonomi Perempuan) yang, terlihat menggiurkan dengan asumsi bahwa wanita memiliki ketelitian yang lebih tinggi di bandingkan laki-laki, cakap, biasa mengelola keuangan , dan perempuan yang tidak produktif, rawan KDRT, atau saatnya perempuan berpartisipasi dalam pembangunan, program ini meliputi keterampilan memasak, salon, menjahit , pemanfaatan barang bekas dll. Bantuan berupa modal usaha, bisa berupa mesin jahit, peralatan salon dll.
Dengan dalih pemberdayaan ekonomi perempuan tidak hanya akan memberi keuntungan, tetapi juga memberi solusi dari persoalan keluarga termasuk masalah perekonomian negara, maka dicanangkanlah program pemberdayaan perempuan berdasarkan Intruksi Presiden RI No.9 Tahun 2000 tentang pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Nasional Tanggal 19 Desember 2000. Faktanya, program PEP tersebut telah menggeser peran perempuan sebagai ibu menjadi “kepala” rumah tangga yang harus menafkahi keluarga, menjadikan perempuan mesin pencetak uang bahkan dengan adanya ide pemberdayaan perempuan telah menambah tingkat perceraian akibat ketimpangan ekonomi keluarga, rusaknya generasi akibat rendahnya perhatian orang tua khususnya ibu, meningkatnya single parent dan rendahnya keinginan untuk menikah karena ingin menjadi wanita karir atau TKW. PEP ini menggerus fitrah perempuan dan menambah permasalahan baru.
Solusi PEP yang digelontorkan oleh pemerintah menimbulkan masalah baru karena diterapkannya sistem kapitalisme yang secara nyata menunjukkan perlakuan keji terhadap perempuan. Hal ini karena dalam sistem kapitalisme, perempuan layak di eksplotasi untuk mendapatkan materi.
Dalam Islam, yang dimaksud dengan miskin dan fakir, yaitu ketika kebutuhan dasar setiap individu per individu dalam masyarakat (sandang, pangan, papan) tidak terpenuhi, termasuk kebutuhan akan pendidikan, kesehatan, dan keamanan, sekali pun yang terakhir ini adalah tanggung jawab negara, tapi tetap saja ini adalah kebutuhan manusia, jadi tetap harus dipenuhi. Dengan standar yang tinggi dibandingkan standar kemiskinan demokrasi, negara dituntut untuk mengeluarkan kebijakan yang bisa memenuhi kebutuhan individu di dalam negara.
Semua ini akan bisa terjadi jika negara tersebut menerapkan sistem ekonomi islam, di mana negara mengatur kepemilikan menjadi; kepemilikan individu, kepemilikan umum/masyarakat dan kepemilikan negara. Seperti halnya kekayaan alam yang termasuk dalam kepemilikan umum/masyarakat, karena ssepert sabda Rasulullah, Ummat islam berserikat dalam tiga hal, api, air dan padang rumput (HR. Imam Abu Daud), sehinnga kekayaan alam di negara indonesia yang jumlahnya besar, harus dikelola oleh negara untuk menjamin kehidupan masyarakatnya, tidak seperti saat ini di mana sebagian besar kekayaan negara indonesia dimiliki swasta/asing semua ini hanya bisa dilaksanakan jika Islam diterapkan secara menyeluruh sebagai sistem kehidupan. Sistem ini hanya bisa diterapkan dalam naungan negara, khilafah Islamiyah.
Wallahu’alam bish shawab
Penulis :
Nama: Mira Chairani
Pekerjaan: Mahasiswi Pasca Sarjana, Jurusan Ekonomi
Alamat: Jl gegerkalong hilir Bandung
 
Read more...

Irak Bergerak Menuju Jahannam

Tidak ada komentar
Irak tengah berada di persimpangan jalan, dan menuju masa depan yang tidak jelas, selama Irak tidak mengambil tindakan yang “tegas dan segera” untuk menghentikan penyebaran kekerasan yang dalam empat hari saja telah memakan korban lebih dari 200 tewas dan terluka. Begitulah ungkapan yang disampaikan oleh Martin Kobler, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa di Irak. Ia juga menyerukan pada semua pemimpin agama dan politik untuk menggunakan hati nurani mereka, serta menggunakan kearifan agar tidak membiarkan kemarahan mengalahkan perdamaian.
Dengan kata-kata bombastis ini, seorang utusan tinggi PBB menggambarkan kasus Irak, yang sudah berada di bawah standar. Sehingga terkait hal ini, majalah “The Economist” mengatakan: “Kondisi Irak bergerak mengikuti apa yang terjadi di Suriah, karena kebrutalan yang dilakukan oleh rezim terhadap demonstrasi damai, yang meneriakkan yel-yel yang menunjukkan kemarahan di kota Kirkuk, pada pekan lalu dalam rangka melawan rezim Irak saat ini.
Majalah itu mengatakan bahwa yel-yel itu di antaranya “Kematian bagi Maliki”, yaitu Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki. Sementara yang lain menyerukan balas dendam terhadap “agen Iran” selama prosesi pemakaman oleh ribuan pelayat terhadap 27 pengunjuk rasa Sunni yang dibunuh oleh pasukan keamanan di distrik “Hawaija” sebelah barat Kirkuk, utara ibukota, Baghdad.
The Economist” menggambarkan yel-yel tersebut sebagai refleksi dari apa yang dirasakan oleh orang Arab Sunni di bawah pemerintahan mayoritas Syiah, terutama setelah pembantaian Hawaija, sebagai kondisi yang paling parah dalam hal ketegangan sektarian selama beberapa bulan terakhir.
Dan masih menurut majalah Inggris itu, sejumlah kepala suku Sunni dalam pertemuan mereka yang diadakan menyusul insiden tersebut mengumumkan bahwa “garis merah” telah dilanggarnya. Dikatakan bahwa pengunduran diri para menteri Sunni, dan berkobarnya kemarahan di jalan-jalan yang mayoritas Sunni, maka kedua fakta ini memperlihatkan sebuah panggung politik Irak yang tengah menuju jahanam, yang membuatnya sulit untuk menghindari terperosok ke dalam kekerasan yang lain.
Adapun surat kabar Amerika “The New York Times” mengatakan bahwa “Konflik yang terjadi di Irak, menimbulkan kekhawatiran akan berubah menjadi konflik sektarian secara luas. Dikatakan bahwa hal itu mengacu pada bentrokan yang terjadi antara oposisi dan pemerintah di seluruh negeri. Sehingga itu digambarkan sebagai fase baru yang menunjukkan perubahan oposisi damai menjadi kekerasan.” Dan perubahan ini benar-benar merupakan tantangan besar bagi Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki, yang telah membangkitkan banyak kemarahan di dalam dan di luar negeri, terutama setelah dominasinya atas dinas keamanan dan peradilan, serta penangkapan yang menargetkan para tokoh-tokoh senior oposisi.
Surat kabar Amerika itu mengutip dari Iyad Allawi, yang mengatakan: “Irak tengah menjalani hidup saat-saat kritis terkait masa depan politiknya, akibat politik sektarian, dan kesalahan yang diwariskan oleh pasukan pendudukan.” Ia menambahkan bahwa “pembantaian Huwaija adalah kejahatan yang dilakukan oleh pemerintah terhadap para penentang yang tidak bersenjata.
Dalam konteks terkait, para pemimpin aksi massa di sejumlah provinsi di Irak tengah membentuk tentara dari anak-anak suku untuk melindungi kota dan aksi massa penentangan terhadap pemerintah pusat. Hal itu bertepatan dengan berakhirnya batas waktu yang ditetapkan oleh aksi massa agar tentara dan polisi federal keluar dari kota.
Sedangkan surat kabar Inggris “The Independent” menyoroti sejumlah konsekuensi yang telah membawa negara itu pada kondisi ini. Dikatakan bahwa kebijakan berbau Syiah yang mendominasi Irak setelah penarikan pendudukan AS, dan ketidakmampuan kepemimpinannya untuk melibatkan orang lain dalam kekuasaan guna membentuk stabilitas yang bisa memuaskan kelompok-kelompok lain, seperti kelompok Sunni dan kaum nasionalis Kurdi, bahkan tidak memuaskan sebagian besar kaum Syiah sendiri.
Surat kabar Inggris itu juga mengatakan bahwa “Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki masih berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan kekuasaan, dengan cara mengingkari dan menghindari kesepakatan yang dengannya dilakukan pendistribusian kekuasaan dengan adil, namun usahanya terbukti tidak efektif.Dikatakan bahwa usaha Maliki untuk mendominasi kekuasaan justru menjauhkan para tokoh, partai dan lembaga-lembaga Syiah yang kuat.
Dan di bagian lain, surat kabar “Christian Science Monitor” mengatakan bahwa korban tewas akibat bentrokan antara pasukan keamanan dan para penentang pemerintah di Hawaija, Irak, mencapai sedikitnya 41 orang. Mereka adalah hasil dari empat bulan aksi protes damai di Irak. Surat kabar Amerika itu menambahkan bahwa “Partai Maliki dalam pemilu lokal dapat memenangkan dua pertiga dari seluruh kursi.
Surat kabar itu menambahkan bahwa rakyat Irak membenarkan dugaan mereka, karena mereka telah menunggu dengan pesimis hasil dari pemilu lokal itu, dimana ia adalah yang pertama sejak penarikan pasukan AS, menyusul semakin meluasnya insiden kekerasan, meningkatnya jumlah rata-rata pembunuhan terhadap para kandidat politik, dan semakin besarnya perpecahan politik.
Surat kabar Amerika itu mengutip dari Saad Iskandar, analis politik Irak: “Cara yang sering mereka gunakan untuk menyingkirkan orang-orang yang tidak mereka senangi adalah cara-cara hukum, atau mereka menggunakan kekuatan untuk menyingkirkan secara fisik. Cara itu terus digunakan untuk politik, dan tidak untuk terorisme.
Dan dengan semua ini tampak jelas bahwa semakin meluasnya kekerasan di Irak memperlihatkan bahwa Irak tengah bergerak menuju jahanam, dan masa depan yang tidak jelas, akibat politik dominasi dan penyingkiran yang dilakukan oleh Maliki dan para pembantunya. Sehingga hal itu meramalkan sudah dekatnya akhir dari kekuasaan mereka. Bahkan mungkin akan munculnya eskalasi lain, atau musim semi bagi kelompok Sunni di Irak (islamtoday.net, 27/4/2013).
*** *** ***
Sesungguhnya, penyebab kondisi buruk yang semakin meluas di Irak, dan menuju kekerasan yang tidak berujung adalah tidak diterapkannya syariah Islam, dan justru menerapkan sistem kufur demokrasi yang sudah cacat sejak lahirnya, apalagi demokrasi itu sangat bertentangan dengan akidah Islam, yaitu keyakinan rakyat Irak yang mayoritas Muslim. Allah SWT berfirman: “Dan barang siapa berpaling dari syariah-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.” (TQS. Thaha [20] : 124).
Untuk itu, solusi satu-satunya terhadap kondisi buruk yang menghantui Irak, dan negeri-negeri kaum Muslim lainnya, dimana kondisinya tidak jauh beda bahkan sama dengan Irak karena sama-sama menerapkan sistem kufur demokrasi, adalah menerapkan syariah Islam secara kaffah (menyeluruh). Sedangkan satu-satunya sistem pemerintahan yang memungkinkan untuk menerapkan syariah Islam secarakaffah (menyeluruh) hingga mampu menciptakan kesejahteraan dan kedamaian bagi semua yang ada di alam semesta ini adalah sistem Khilafah Rasyidah, yang—insya Allah—akan tegak dalam waktu dekat, sebab saat ini seruan untuk menegakkannya kembali sudah bergema di berbagai penjuru belahan bumi []Muhammad Bajuri [BringBackIslam]
Read more...

Category

Popular Posts

facebook