Comments

Tampilkan postingan dengan label Liberal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liberal. Tampilkan semua postingan

Pemerintah Irak Berdiri Hanya Untuk Memecah Belah, Mempermalukan Rakyat, dan Menghancurkan Negara

Tidak ada komentar
Pemerintah Irak Berdiri Hanya Untuk Memecah Belah, Mempermalukan Rakyat, dan Menghancurkan Negara
Suatu bab fitnah baru yang memecah belah dan memprovokasi perselisihan diantara penduduk dari negara yang sama terjadi pada saat diusirnya puluhan keluarga dari rumah mereka di wilayah kuno As-Sa’doun di propinsi Nasiriyah dan Basra (di Irak Selatan). Mereka telah menghuni wilayah itu selama ratusan tahun dan kini harus mengungsi setelah mendapat ancaman pembunuhan dan perampasan tanah mereka melalui selebaran, dan mendesak mereka untuk hengkang dari wilayah itu atau bersiap menghadapi kematian. Hal ini diberitakan oleh kantor-kantor berita terkenal dan beberapa saluran satelit.

Semua kejadian ini dan kejadian lain yang lebih banyak sedang terjadi di bawah bayang-bayang diamnya dan ketidakpedulian pemerintah dan pasukan keamanannya. Kelompok-kelompok bersenjata yang melakukan kejahatan-kejahatan ini, bergerak dengan leluasa dan bahkan tanpa mempedulikan pihak berwenang atau hukum. Masalah ini tidak berhenti di sini, namun hal ini terdapat dalam rantai panjang insiden yang serupa. Di distrik Diyala, dan di wilayah-wilayah yang dikenal sebagai wilayah sabuk Baghdad, banyak keluarga yang menjadi sasaran pengepungan pasukan keamanan dan mendapat serangan yang terus menerus sehingga mengakibatkan penangkapan ratusan orang dengan tuduhan terlibat terorisme. Hal ini hanyalah puncak gunung es!

Wahai Rakyat Irak :

Pemerintah seperti ini yang dipaksakan berdiri oleh kaum kaffir penjajah Amerika tidak akan memperlakukan rakyatnya dengan apa yang menyenangkan Allah. Kejahatan mereka tersebar luas dan menguasai negara, dengan bau busuk korupsi mereka sendiri dan korupsi atas semua institusi mereka. Dari keruntuhan total pasukan keamanan, pemboman yang terjadi setiap hari, pembunuhan dan penculikan orang-orang yang tidak bersalah yang dilakukan dengan maupun tanpa alasan, penjarahan uang terjadi secara terang-terangan tanpa syarat atau rasa malu yang bahkan para penguasa kafir yang tidak beriman kepada Allah atau Hari Kebangkitan pun akan menjauhkan diri dari mereka! Penurunan kesejahteraan hampir sepertiga rakyat di bawah garis kemiskinan di sebuah negara yang tidak mencapai tingkat sepersepuluh perekonomian dari sebagian besar negara-negara di dunia, dan seterusnya. Setelah semua hal ini terjadi, kita temukan seseorang yang tanpa malu-malu menuntut adanya negara-negara baru di Irak seolah-olah ini adalah zaman keemasannya. Orang-orang ini adalah seperti yang diucapkan dalam hadis Nabi SAW :

إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Jika engkau tidak punya rasa malu, lakukanlah semaumu.”

Wahai Kaum Muslim :

Apakah anda tidak merasa sakit ketika mengetahui bahwa sebuah pemerintahan yang tidak adil tidak membawa Anda kepada apa yang Anda cita-citakan dalam kehidupan yang bermartabat, yang aman dan sejahtera? Sebuah pemerintah yang presiden-nya tidak dapat diberhentikan untuk memanfaatkan setiap kesempatan dan membuat tuduhan langsung kepada seluruh atau sebagian rakyatnya; dia menjelaskannya dengan kata-kata yang melanggar kesopanan dan kehormatan, dia mengancam dan memperingatkan rakyat seolah-olah diantara dia dan rakyatnya terbentang dendam besar yang tidak bisa hilang oleh waktu! Berikanlah yang terbaik dari Anda untuk merubah pemerintah ini menjadi suatu pemerintahan yang memerintah Anda dengan Syariah Islam, yang bebas dari sektarianisme yang menjijikkan, sehingga Anda akan mendapat berkah dengan apa yang Anda inginkan di bawah negara Khilafah yang berjalan pada metode kenabian. Rasulullah SAW meminta kita agar memilih diantara penguasa yang benar dan  sesat ketika beliau bersabda:

«خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ، وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ، وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ، وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ»

“Sebaik-baiknya Imam (penguasa) adalah orang-orang yang kamu cintai dan yang mencintaimu, yang berdoa untukmu dan kamu berdoa untuknya. Sedangkan seburukburuknya Imam (penguasa) adalah orang-orang yang kamu benci dan mereka membencimu, daqn yang mengutukmu dan mereka menganiaya kamu.”

Kantor Media Hizbut Tahrir Wilayah Irak
Senin, 10 Dzul Qi’ddah 1434 H
16-9-2013
Edaran No: 7/34
Read more...

Alumni Ponpes NU Tambak Beras Jombang Protes Atas Ucapan Said Aqil

Tidak ada komentar
JAKARTA  – Pernyataan kontroversial Ketum PBNU, KH Said Aqil Siradj, MA yang mengatakan bahwa ciri-ciri orang yang berfaham Khawarij dan seorang teroris adalah rajin shalat malam, puasa dan hafal Qur’an kembali menuai kecaman.
  Tak hanya itu saja, tanpa dasar yang jelas dan bukti yang otentik pula, Said Aqil menuduh ulama sepuh KH Abu Bakar Ba’asyir yang kini mendekam di LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah sebagai Khawarij dan pentolan teroris di Indonesia.
  Setelah kemarin (14/5/2013) pengajar ponpes Darusy Syahadah Simo, Boyolali, Jawa Tengah Ustadz Abu Fati'ah Al-Adnani mengecam statemen Said Aqil, yang dinilai tak masuk akal dan bisa memecah belah persatuan umat Islam, kini alumni ponpes Nahdlatul Ulama (NU) Tambak Beras, Jombang, Jawa Timur yang angkat bicara. Mustakim, nama alumni Ponpes NU Tambak Beras Jombang menyayangkan sikap tak santun Said Aqil kepada Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dan pernyataannya yang telah mencederai lingkungan pesantren. Pasalnya, shalat malam, puasa dan menghafal Al-Qur’an adalah “makanan” sehari-hari para santri yang hidup di lingkungan ponpes. Berikut ini protes dan pernyataan sikap Mustakim yang masuk ke meja redaksi voa-islam.com pada Rabu, (15/5/2013);
Pernyataan Sikap Alumni Ponpes NU Tambak Beras Jombang Atas Ucapan Said “Ghairu” Aqil Siradj
Ketua PBNU, Said “Ghairu” Aqil Siradj Al-Kadzdzab berkicau bahwa ciri-ciri teroris :
  1. Rajin Qiyamullail
  2. Puasa
  3. Hafal Al Qur’an dan mengatakan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir adalah Khawarij
Untuk itu kami berkomentar :
  1. Yaa Allah, jadikanlah hamba-Mu ini menjadi teroris versi Said “Ghairu” Aqil Siradj  itu
  2. Tipikal teman-teman NU yang saya kenal adalah tawadhu’ terhadap ulama, bukan seperti Said “Ghairu” Aqil Siradj
  3. Wahai kawan-kawan NU, akankah anda semua rela organisasi yang didirikan oleh Al-‘Alim Hadratusy-Syaikh Hasyim Asy’ari ini luluh lantah oleh perilaku Said “Ghairu” Aqil Siradj??
Demikian pernyataan sikap terhadap statemen Said “Ghairu” Aqil Siradj beberapa waktu lalu di Jakarta. Semoga kita bisa menjadi muslim yang ta’at sebagaimana cita-cita para pendiri NU. Wassalam..
[Khalid Khalifah
Read more...

CIIA: Said Aqil Banyak Terima ‘Suap’ BNPT Untuk Musuhi Umat Islam

Tidak ada komentar
said-aqil-mbai
PANDANGAN dan sikap Said Aqil Siradj melihat terorisme dapat memberikan legitimasi pembunuhan secara brutal yang dilakukan Densus 88 selama ini. Bahkan mengaminkan tindakan-tindakan yang melanggar pakem hukum; menculik, menyiksa, penangkapan tanpa prosedur hukum, bahkan justifikasi teroris secara serampangan. Demikian dikatakan Direktur CIIA, Harits Abu Ulya.
Langkah itu, kata Harits, diperkuat dengan adanya sindikasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama PBNU membuat MoU untuk menggelar proyek deradikalisasi.

“Pak Said terlalu banyak menerima ‘suap’ dari BNPT untuk membuat permusuhan (polarisasi) di tengah-tengah umat Islam. Melanggengkan dikotomi Islam moderat-radikal, liberal-fundamental, dan ini sama saja dia menari diatas gendang BNPT,” paparnya kepada Islampos.com, Kamis (16/5/2013).
Harits menyangkan kenapa Said Aqil Sirad tidak utuh melihat isu ‘terorisme’. Sebab sebenarnya drama kontra terorisme di Indonesia adalah derivat turunan dari proyek global USA ‘global war on terrorism’.

“Dan konteks politik global ini tidak bisa diabaikan begitu saja.Tapi sikapnya apriori menebar stempel ‘khawarij’ dan ‘teroris’ kepada individus dan kelompok tertentu,” paparnya.

Dengan ucapan Said, sambung Harits maka BNPT merasa mendapat angin dan stempel atas perbuatan dan tindakan makarnya terhadap Islam dan sebagian umatnya atas nama perang melawan ‘terorisme’ dimana definisi ‘terorisme’ sendiri ‘no global concensus’ yang membuat BNPT seenaknya mendefinisikan dan melabelkan kepada seseorang atau kelompok. (Pz/Islampos/bringislam.web.id)
Read more...

Subur yang Poligaminya Over Kuota, Geng Liberal Bungkam! Agym yang Sesuai Syariat, Dicerca!

Tidak ada komentar
eyang-subur-mantan-guru-adi-bs.jpg (565×350)
oleh: Fahmi Salim
JAKARTA : Geng liberal bungkam terkait poligami Subur padahal yang dilakukan sang dukun itu telah menyalahi Syariat Islam.
“Tidak seperti biasanya, aktivis feminis, liberal dan HAM tidak menyerang praktik poligami yang dilakukan oleh Subur,” kata Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI Pusat, Fahmi Salim seperti dikutip itoday, Rabu (8/5/2013).
Menurut peraih master Ilmu tafsir dari Universitas Al Azhar, Kairo Mesir ini, berita-berita di media sekuler memberitakan sangat positif kehidupan rumah tangga Subur.Berbeda dengan Poligaminya Aa Gym yang dicerca habis-habisan oleh media.Padahal poligami Agym jelas sesuai dengan syariat Islam.
“Padahal Aa Gym cuma menikahi dua orang wanita, sedangkan Subur menikahi delapan orang wanita sekaligus,” ungkap Fahmi.
Menurut Fahmi, poligami Aa Gym sesuai koridor Syariat Islam tidak melebihi batas jumlah wanita yang boleh dinikahi yaitu maksimal empat orang. “Sedangkan Subur melakukan poligami bathil yang diharamkan syariat karena over kuota Syariat Islam,” tegas Fahmi.
Fahmi melihat dalam kasus Subur menjadi jelas, para aktivis HAM dan feminis itu adalah kepanjangan tangan dari kafir barat yang menyerang siapapun yang hidupnya sesuai dengan Syariat  Islam termasuk dalam masalah poligami.
“Jadi ternyata bukan Poligaminya yang mereka serang, tapi Syariat Islam-nya, jika praktik poligami itu bertentangan dengan Syariat Islam maka mereka akan dukung,” ujar Fahmi.
Lanjut Fahmi, aktivis HAM, feminis, liberal dan lain-lain adalah musuh-musuh Islam yang berusaha mengacak-acak syariat Islam dalam segala aspeknya. (itoday), salam-online/www.globalmuslim.web.id)
Read more...

Astaghfirullah, Ketua PBNU Said Aqil Siradj: Cikal bakal teroris itu rajin shalat malam, puasa dan hafal Qur'an

Tidak ada komentar
Ketua PBNU Said Aqil Siradj: Cikal bakal teroris itu rajin shalat malam, puasa dan hafal Qur'an
JAKARTA  - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA mengungkapkan bahwa cikal bakal pemahaman radikalisme dan terorisme sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Ia pun menceritakan sosok Dzulkhuwaisir yang begitu sombong menyuruh Rasulullah berbuat adil.
“Nanti dari umatku akan muncul seperti orang ini, hafal Qur’an, dalilnya Qur’an tapi tidak melewati tenggorokannya, artinya tidak paham secara substansif. Mereka itu sejelek-jelek manusia bahkan lebih jelek daripada binatang. Saya tidak termasuk mereka, mereka tidak termasuk kami,” kata Said Aqil Siradj saat menjadi narasumber Dialog Ormas-ormas Islam Dalam Mempertahankan NKRI, di Sahid Hotel, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/5/2013).
Prediksi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun terjadi, orang-orang yang berpaham Khawarij membunuh Khalifah Ali bin Abi Thalib.
“Prediksi Rasulullah ini terbukti tahun 40 H, Sayyidina Ali keluar dari rumahnya mengimami shalat Shubuh dibunuh, bukan oleh orang Kristen, bukan oleh orang Katholik, bukan orang Hindu, bukan orang non muslim. Yang membunuh Abdurrahman bin Muljam; Qaimul Lail, Shaimun Nahar, Hafizhul Qur’an. Yang membunuh Sayyidina Ali ini tiap hari puasa, tiap malam tahajjud, dan hafal Qur’an,” paparnya.
Alasan pembunuhan Ali bin Abi Thalib kata Said Aqil karena Khawarij menuduhnya telah menggunakan hukum manusia hasil musyawarah Daumatul Jandal atas perselisihan antara pihak Ali dan Muawiyah.
“Wal hasil, inilah cikal bakal radikalisme, terorisme dalam Islam. Korbannya bukan siapa-siapa, korbannya adalah awwalu man aslama minal sibyan, remaja pertama yang memeluk Islam,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Amir JAT Wilayah Jakarta, ustadz Nanang Ainur Rofiq meluruskan penjelasan Ketua PBNU Said Aqil Siradj tentang Khawarij.Menurutnya ciri Khawarij yang disampaikan Said Aqil Siradj justru tendensius bagi kaum muslimin sendiri.
Said Aqil begitu sering mengulang-ulang ciri Khawarij adalah Qaimul Lail, Shaimun Nahar, Hafizhul Qur’an (sering mendirikan shalat malam, berpuasa di siang hari dan hafal Al-Qur’an) padahal ciri itu sebenarnya gambaran seorang muslim yang taat.
“Apakah khawarij itu karena rajin shalat malam dan lain sebagainya? padahal ada perkara mendasar di sana soal Khawarij,” ujarnya di hadapan ratusan hadirin yang hadir.
Padahal substansi dari kisah Dzilkhuwaisir adalah paham mengkafirkan yang serampangan terhadap Ali bin Abi Thalib yang menjadi khalifah dan menerapkan syariat Islam. Jauh berbeda dengan pemerintah sekarang yang tidak menerapkan hukum Islam.
Kemudian, ciri yang paling mencolok dari paham Khawarij juga mengkafirkan para pelaku dosa besar inilah yang tidak dijelaskan oleh Said Aqil Siradj.
“Persoalan Khawarij itu adalah karena mereka mengkafirkan pelaku dzanbun kabair (pelaku dosa besar) ini yang tidak dijelaskan. Padahal semua ulama itu paham apa itu dzanbun mukaffirah, dzanbun kabair, dzanbun ma’ashi,” jelasnya.
Pemahaman itulah yang bertentangan dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah.“Ahlus sunnah melarang mengkafirkan orang yang melakukan dzanbun kaba’ir,” tandasnya.
(voaislam/arrahmah/www.bringislam.web.id]
Read more...

JAT: Said Aqil Siradj Al-Kadzab (Sang Pendusta)

Tidak ada komentar
JAKARTA - Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Wilayah Jakarta, ustadz Nanang Ainur Rofiq dengan tegas membantah tuduhan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj yang menyatakan ustadz Abu Bakar Ba’asyir sebagai Khawarij. Bahkan ustadz Ainur Rofiq balik menuding Said Aqil sebagai Al-Kadzab (sang pendusta).

“Said Aqil kita perhatikan sejak diskusi kemarin, dia adalah tipikal orang yang suka memutar-mutar lidahnya untuk menyebarkan kedustaan,” kata ustadz Nanang Ainur Rofiq kepada voa-islam.com, Senin (13/5/2013).

Ia mengungkapkan, saat acara Dialog Ormas-ormas Islam dalam Mempertahankan NKRI yang diselenggarakan LPOI di Sahid Hotel, Jakarta Pusat, Said Aqil tak pernah memaparkan tentang pemahaman Khawarij secara utuh.

“Seperti ketika dia menyampaikan definisi tentang Khawarij itu sendiri, dia tidak menjelaskan secara utuh bahwa sebenarnya hakikat Khawarij itu adalah mereka yang mengkafirkan siapa saja yang melakukan dzanbun kabair (dosa besar),” ungkapnya.
...Said Aqil kita perhatikan sejak diskusi kemarin, dia adalah tipikal orang yang suka memutar-mutar lidahnya untuk menyebarkan kedustaan

Sementara pemahaman ustadz Abu Bakar Ba’asyir mengikuti ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah yang tidak pernah mengkafirkan para pelaku dosa besar.

“Ustadz Abu Bakar Ba’asyir menyampaikan bahwa seseorang jatuh pada kekafiran jika orang tersebut melakukan dzanbun mukaffirah (dosa kekafiran) dan inilah sebagaimana yang dipahami ulama Ahlus Sunnah. Jadi tidak benar jika ustadz Abu Bakar Ba’asyir disebut sebagai Khawarij dan sangat ngawur,” tegasnya.

Ustadz Ainur Rofiq menambahkan, tuduhan Said Aqil serupa dengan kelompok Salafi Maz’um yang tak segan menuduh seseorang sebagai Khawarij.

“Pernyataan Said Aqil Siradj ini sebenarnya sama seperti Salafi Maz’um (kelompok salafi palsu) yang mengarahkan apa yang disebut sebagai Khawarij itu sebagai orang-orang yang memberontak kepada penguasa. Padahal bukan di situ letak substansi dari Khawarij, karena kalau penguasanya melakukan kufran bawwahan (kekafiran yang nyata) kita memang tidak boleh taat,” tutupnya. [Ahmed Widad/www.globalmuslim.web.id]
Read more...

Menteri Kebudayaan Aljazair: Shalat Penghinaan Terbesar, Saya Tidak Percaya Pada Pernikahan!

Tidak ada komentar
Dalam sebuah pernyataan yang sangat anti-Islam, Menteri Kebudayaan Aljazair Khalida Mas’udi mengatakan: “Shalat penghinaan terbesar bagi manusia. Saya tidak percaya dengan pernikahan. Dan saya sangat menyayangkan dengan uang yang disia-siakan untuk berhaji. Padahal yang lebih baik, uang itu digunakan untuk membangun gedung-gedung bioskop!”
Pernyataan itu muncul dalam dialog baru-baru ini bersama dengan wartawan Zionis asal Perancis Elizabeth Shamla, dan terdapat juga dalam bukunya yang ia buat dengan judul “Khalida Mas’udi Asal Aljazair Bersikap”.

Sumber-sumber menegaskan bahwa buku ini berisi celaan, makian dan hinaan terhadap Islam, juga bangsa Arab.

Menteri Kebudayaan Aljazair itu berkata: “Saya telah memutuskan untuk tidak shalat seperti shalat kaum Muslim, bahkan al-Qur’an sendiri tidak ada menyebutkan tentang shalat lima waktu. Sesungguhnya meletakkan kepala di tanah adalah bentuk penghinaan terbesar bagi manusia. Ingat! Shalat yang sarat dengan perbudakan ini hanyalah ide inovatif orang Baduwi Arab Saudi yang biasa berdagang budak.”
Pada halaman 33 dari buku itu, ia menambahkan: “Saya memutuskan untuk melakukan shalat tidak seperti shalat kaum Muslim. Sehingga aku pun membungkus sajadahku, dan kemudian membuangnya ke dalam keranjang. Dan semua itu aku lakukan, demi menyelamatkan diriku dari kebohongan dan kemunafikan.”

Perlu diketahui bahwa pernyataan yang sarat dengan penghinaan terhadap tiang agama Islam ini, adalah sama dengan apa yang dirilis beberapa minggu yang lalu dari seorang penulis Italia “Uryana Filatshi”, dan akhirnya ia menghadapi gelombang kemarahan di Eropa dan Italia.

Mas’udi menegaskan bahwa ia tidak lagi percaya dengan ibadah haji, di mana ia mengatakan hal itu dalam buku yang dipublikasikannya di halaman 32: “Aku menyayangkan uang yang disia-siakan di sana dalam berhaji, yang seharusnya uang itu digunakan untuk pembangunan gedung-gedung bioskop.”
Menteri Aljazair itu juga mengungkapkan bahwa ia tidak mengakui pernikahan. Ia berkata: “Aku heran bahwa apabila pria dan wanita yang belum menikah, maka keduanya tidak diperbolehkan berada dalam kamar di sebuah hotel di Aljazair. Dengan demikian, Islam adalah agama yang beradaptasi dengan tradisi di daerah kesukuan, dan bukan sebaliknya.” (islammemo.cc, 16/4/2013).
Read more...

Astaghfirullah, Wanita-Wanita Ini Bertelanjang Dada di Depan Masjid

Tidak ada komentar
Astaghfirullah, Wanita-Wanita Ini Bertelanjang Dada di Depan Masjid  REPUBLIKA.CO.ID, -- Sekelompok aktivis perempuan menggelar aksi unjuk rasa di depan Masjid dan kedutaan Tunisia di seluruh negara Eropa, Kamis. Parahnya, mereka menggelar aksi demonstrasi sambil bertelanjang dada.  Pengunjuk rasa berasal dari kelompok perempuan Ukraina bernama Fermen. Mereka mengatakan tengah melakukan perlawanan atas penindasan Islam terhadap hak-hak perempuan di Arab.  Mereka menamakan aksi demonstrasi kemarin sebagai "International Topless Jihad Day" yang digelar di sejumlah ibu kota negara Eropa seperti Berlin, Kiev dan Paris. Tanpa mengenakan pakaian, mereka melukis tubuh dengan kata-kata seperti "Bare breasts against Islamism".  "Kita bebas, kita bisa tanpa busana, itu adalah hak kita, ini adalah tubuh kita, aturan kita, tidak ada seorang pun yang bisa menggunakan alasan agama atau hal suci lainnya untuk menindas mereka (wanita)," ujar salah seorang peserta aksi, Alexandra Shevchenko saat menggelar aksi di depan sebuah masjid di Berlin, seperti dikutip dari al-arabiya, Jumat (5/4).  Aksi itu mereka sebut sebagai bentuk dukungan terhadap seorang aktivis di Tunisia, Amina Tyler. Beberapa waktu lalu, Tyler memicu skandal setelah memposting foto tanpa busana dirinya secara online.  Dalam fotonya itu ia menulis "My body belongs to me (tubuhku merupakan sepenuhnya milikku). Tidak hanya itu, ia menuliskan "F*** Your Morals" di tubuhnya.  Inilah DEMOCRAZY yang ikatan perbuatannya serba bebas (liberalisme). Baik itu kebebasan bertingkah laku (personal freedom), kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), kebebasan berpendapat (fredom of speech), kebebasan agama (freedom of religion), dan kebebasan-kebebasan lain yang sifatnya khayalan. Wajar jika saat ini muncul makhluk 'halus' yang rela bertelanjang dada di depan masjid untuk membela makhluk 'halus' lainnya yang mengupload foto bugilnya di internet.  DEMOKRASI_MATI!!! KHILAFAH_SOLUSI!!!


REPUBLIKA.CO.ID, -- Sekelompok aktivis perempuan menggelar aksi unjuk rasa di depan Masjid dan kedutaan Tunisia di seluruh negara Eropa, Kamis. Parahnya, mereka menggelar aksi demonstrasi sambil bertelanjang dada.

Pengunjuk rasa berasal dari kelompok perempuan Ukraina bernama Fermen. Mereka mengatakan tengah melakukan perlawanan atas penindasan Islam terhadap hak-hak perempuan di Arab.

Mereka menamakan aksi demonstrasi kemarin sebagai "International Topless Jihad Day" yang digelar di sejumlah ibu kota negara Eropa seperti Berlin, Kiev dan Paris. Tanpa mengenakan pakaian, mereka melukis tubuh dengan kata-kata seperti "Bare breasts against Islamism".

"Kita bebas, kita bisa tanpa busana, itu adalah hak kita, ini adalah tubuh kita, aturan kita, tidak ada seorang pun yang bisa menggunakan alasan agama atau hal suci lainnya untuk menindas mereka (wanita)," ujar salah seorang peserta aksi, Alexandra Shevchenko saat menggelar aksi di depan sebuah masjid di Berlin, seperti dikutip dari al-arabiya, Jumat (5/4).

Aksi itu mereka sebut sebagai bentuk dukungan terhadap seorang aktivis di Tunisia, Amina Tyler. Beberapa waktu lalu, Tyler memicu skandal setelah memposting foto tanpa busana dirinya secara online.

Dalam fotonya itu ia menulis "My body belongs to me (tubuhku merupakan sepenuhnya milikku). Tidak hanya itu, ia menuliskan "F*** Your Morals" di tubuhnya.

Inilah DEMOCRAZY yang ikatan perbuatannya serba bebas (liberalisme). Baik itu kebebasan bertingkah laku (personal freedom), kebebasan kepemilikan (freedom of ownership), kebebasan berpendapat (fredom of speech), kebebasan agama (freedom of religion), dan kebebasan-kebebasan lain yang sifatnya khayalan. Wajar jika saat ini muncul makhluk 'halus' yang rela bertelanjang dada di depan masjid untuk membela makhluk 'halus' lainnya yang mengupload foto bugilnya di internet.

DEMOKRASI_MATI!!!
KHILAFAH_SOLUSI!!!
 
(Muslimah 4 Khilafah/www.bringislam.we.id)
Read more...

Ulil Abshar Abdala: Hukum Islam Kadaluarsa, Tak Perlu Dipakai Lagi

Tidak ada komentar

Ulil Abshar Abdala: Hukum Islam Kadaluarsa, Tak Perlu Dipakai Lagi
tempo.co
Di antara pro kontra soal ‘Pasal Santet’ dan ‘Kumpul Kebo’ dalam RUU KUHP, politisi Partai Demokrat, Ulil Abshar Abdalla, koordinator Jaringan Islam Liberal, menuding beberapa pasal dalam hukum Islam memang sudah kedaluwarsa dan tidak sesuai dengan zaman.
Melalui akun Twitter @ulil, aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) itu menegaskan bahwa hukum Islam yang sudah tidak sesuai dengan zaman, tidak perlu dipakai lagi. “Beberapa pasal dalam hukum Islam memang  sudah kedaluwarsa dan tak sesuai dengan zaman. Jadi ndak perlu dipakai lagi.”
Menurut Ulil, umat Islam tidak perlu malu untuk mengakui dan belajar dengan dunia Barat, karena saat ini dunia Islam terpuruk. “Dulu dunia Islam maju, Barat terpuruk. Sekarang terbalik. Ndak usah malu mengakui dan belajar,” tulis @ulil.
Ulil juga menyebut sejumlah keburukan dunia Islam sehingga mengakibatkan mundurnya dunia Islam. “Contoh jelek dari dunia Islam: Syiah-Sunni bunuh-bunuhan gara-gara saling anggap sesat,” tulis @ulil.
Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Ustadz Bachtiar Nasir menilai komentar Aktivis JIL Ulil Abshar Abdalla terkait tudingan bahwa pasal dalam hukum Islam sudah kadaluwarsa dan tidak sesuai zaman dalam kicauannya di twitter sebagai statemen manusia yang bermental pecundang.
“Kicauan Ulil Abshar itu adalah perkataan orang yang bermental kalah. Lidahnya dibimbing oleh otak dusta,” kata Da’i yang juga Pembina Ar-Rahman Qur’anic Learning (AQL) di depan sejumlah jurnalis Muslim, di kantornya Jakarta, Kamis (21/3/2013).
Alumnus Universitas Madinah ini menceritakan, Hirohito, setelah Hirosima dan Nagasaki dibom oleh Amerika, berkata, bahwa kedua bom itu tidak terlalu besar bagi dia. Senjata terbesar adalah perkataan mereka, ‘Wahai Jepang, menyerahlah!’
Kata Ustadz Bachtiar, kalau Jepang sampai mendengarkan kata-kata itu, berarti Jepang betul-betul kalah. “Nah, perkataan Ulil seperti itu, ini tidak akan pernah bisa membangun peradaban Indonesia. Dan dari perkataan orang seperti ini selamanya kita tidak akan pernah bisa besar dan selalu bermental kalah,” tandasnya, pada Ar Rahmah Media. [www.bringislam.web.id]
Read more...

Diundang Jadi Pembedah Buku Ketua MUI, Ulil Absar Cuma Numpang Makan

Tidak ada komentar
JAKARTA  ( –  Kenapa peserta terlihat ramai saat acara Bedah buku Biografi 70 Tahun DR. KH. Ma’ruf Amin “Pengabdian Tiada Henti Kepada Agama, Bangsa dan Negara” di Aula Pegadaian (Persero) Jalan Kramat Raya nomor 162 Jakarta Pusat, Selasa (26/3)? Menurut moderator yang membawakan acara adalah karena salah satu pembedah yang diundang adalah Tokoh Jaringan Indonesia Liberal (JIL) Ulil Absar Abdalla, seperti tertera dalam surat undangan.
UlilDalam surat undangan itu menghadirkan nara sumber para tokoh nasional, antara lain, Abdul Mu’ti (Muhammadiyah), Masdar Farid Mas’udi (NU), Ahmad Munif Suratmaputra (Pembantu Rektor Institut Ilmu Al-Qur’an Jakarta), Ulil Absar Abdala (Tokoh JIL), dan Irfan Syauqi Beik (tokoh muda pemikir ekonomi syariah). Kegiatan bedah buku juga akan dihadiri kalangan akademisi berbagai daerah dan para tokoh dari lintas organisasi kemasyarakatan Islam. Juga diundang organisasi masyarakat, politik, pelaku bisnis lembaga keuangan syariah dan industri produk halal.
Bukan rahasia lagi, Ulil Absar Abdalla adalah tokoh JIL yang pernah menginginkan agar MUI dibubarkan pasca dikeluarkannya Fatwa MUI terkait haramnya paham Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme (Sepilis).
Sebetulnya Ulil Absar sudah hadir siang itu untuk menjadi pembedah buku biografi Ketua MUI KH. Maruf Amin yang saat itu juga hadir. Mengenakan batik warna coklat, Ulil memasuki tempat acara, dan terlihat sedang makan siang, sebelum acara itu dimulai.
Ketika acara bedah buku akan dimulai, MC menyebut satu per satu narasumber untuk menjadi pembedah. Giliran Nama Ulil Absar disebut, Ulil tidak segera maju ke depan. Rupanya, diam-diam sudah kabur setelah makan siang. Ditanya panitia, "Mas Ulil, ente mau kemana, kan jadi pembicara." Dengan enteng dan tak tahu etika, Ulil menjawab, ada urusan di Demokrat. 
Menurut Panitia Pelaksana kepada wartawan media Islam yang siang itu meliput, Ulil kabur keluar ruangan. Katanya harus ke secretariat Partai Demokrat untuk membahas Kongres Luar Biasa. Tidak jelas, apa yang menyebabkan Ulil tiba-tiba membatalkan diri untuk menjadi pembedah, saat sudah berada di tempat acara.
MC berkali-kali menyebut nama Ulil untuk maju ke depan, tapi tak juga tak menunjukkan batang hidungnya. Lidah MC sempat kepleset dan salah sebut, Ulil Absar dipanggil Ulil Amri.  Peserta yang hadir pun bergemuruh. Diantaranya ada yang nyeletuk, “Kok Ulil Amri? Ulil Amrik kalee, hahaha”.  
Kurang ajar betul Si Ulil. Sudah hadir di tempat acara untuk menjadi pembedah, ternyata cuma numpang makan siang, lalu Selesai Makan Kabur (SMK). Barangkali Ulil sudah insting, ini bukan forumnya. Daripada disoraki peserta yang hadir, lebih baik kabur diam-diam. Yang penting perut kenyang. Muke Gile si Ulil. Dasar Tidak tahu malu.(desastian)
Read more...

Demi Protes Jilbab, Aktivis Perempuan Iran Telanjang Dada

Tidak ada komentar


Tidak mau kalah dengan aktivis gerakan Femen Ukraina dan seorang aktivis liberal Mesir yang bertelanjang dada untuk mengecam pembatasan terhadap perempuan serta penolakan akan syariat Islam, aktivis perempuan Iran telah mengambil langkah berani untuk memprotes jilbab di Stockholm pekan ini.


Dalam aksinya para aktivis perempuan Iran juga bertelanjang dada dengan slogan tertulis di tubuh salah satu mereka yang berbunyi “ketelanjangan saya adalah protes saya” dan  “Tidak untuk hijab”, dalam upaya untuk menyampaikan pesan penolakan mereka terhadap jilbab.

Anggota Partai Komunis Iran dan Organisasi Anti Kekerasan terhadap Perempuan Iran, mendedikasikan tindakan ‘konyol’ mereka tersebut untuk memperingati Hari Perempuan Internasional yang akan berlangsung pada 8 Maret mendatang.

Aksi protes dengan bertelanjang dada mulai diperkenalkan oleh gerakan Femen Ukraina. Mereka mengorganisir demonstrasi telanjang dada di berbagai negara sebagai bentuk kecaman terhadap lembaga keagamaan, lembaga perkawinan dan sebagainya.

Bahkan dalam sebuah pesan di situs resmi Femen, gerakan kebebasan perempuan ini dengan tegas mengatakan “Dalam sejarah pertempuran antara wanita versus Islam, yang menang adalah Wanita.”(fq/islampos/alarabiya/www.bringislam.web.id)
Read more...

Pernyataan Ngawur Said Aqil yang minta waspadai Muslim berjanggut Dikecam FUI

Tidak ada komentar

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Ustadz Muhammad Al Khaththath mengecam pernyataan Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama (NU), Said Aqil Siradj, yang meminta warga NU mewaspadai Muslim berjanggut.



“Said Aqil kok bahas janggut? Kalau ajaran transinternasional itu ajaran Nabi Muhammad, berarti harus dijalankan. Misalnya shalat, haji, atau puasa, itu ajaran transinternasional yang harus dijalankan,” tegas Ustadz Al Khaththath seperti dilansir itoday (08/02).

Menurut Ustadz Al Kaththath, tidak seharusnya Said Aqil menuding pihak-pihak yang sebenarnya meneladani Nabi Muhammad sebagai kelompok yang membahayakan NKRI. “Said Aqil ngawur. Saya heran mengapa ada kiai yang menolak ajaran transinternasional. Memang yang bersangkutan tidak shalat, puasa atau haji? Ibadah ibadah itu juga ajaran transinternasional,” tegas Al Khaththath.

Seperti diberitakan sebelumnya, Said Aqil Siradj meminta warga nahdliyin untuk mewaspadai organisasi transinternasional yang sangat berbahaya bagi NKRI. Salah satu ciri pengikut organisasi transinternasional yaitu dengan berjanggut.

“Ciri (orangnya) yang berjanggut-janggut itu,” tegas KH Said Aqil Siradj di Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (07/02).[itoday/arrahmah/www.bringislam.web.id]
Read more...

Epidemik Pemerkosaan, Tamparan Untuk Pemuja Demokrasi

Tidak ada komentar
Kelompok liberal yang mendewa-dewakan demokrasi dan anti syariah Islam tentu kecewa, melihat fakta  negara-negera Eropa yang tingkat pemerkosaannya tinggi. Sesuatu yang seharusnya menjadi tamparan bagi Yeni Wahid—salah  satu pentolan kelompok liberal—yang  dengan bangga menyatakan angka perkosaan di Saudi lebih tinggi daripada Eropa yang perempuannya banyak pakai bikini.

Padahal menurut data statistik tentang angka Pemerkosaan di 116 negara, 7 dari 10 negara dengan tingkat pemerkosaan tertinggi justru terjadi negara-negara Eropa. Seperti dilansir nationmaster.com,  Prancis, Jerman, Rusia, dan Swedia adalah negara Eropa dengan tingkat perkosaan tertinggi di dunia.

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR0M8CqZcHV3GZGcEdViwFEIB2qM5TxdHGsBtpt0KaHzd5BV49O9AKelompok liberal ini tentu lebih kecewa lagi, ketika melihat realita, banyaknya  negara yang mengklaim sebagai negara demokratis yang tingkat kriminalitas seksual juga tinggi. Menurut data  United States Department of Justice total korban pemerkosaan atau serangan seksual yang dilaporkan di Amerika pada pada tahun 2005 ada 191.670 orang.

Data pada 1995 dari lembaga perlindungan anak lokal AS mengidentifikasi 126 ribu anak-anak menjadi korban kekerasan seksual baik dapat dibuktikan atau hanya terindikasi. Dari jumlah korban itu, 75 persen adalah anak perempuan. Sekitar 30 persen korban kekerasan seksual itu berusia empat hingga tujuh tahun.

Harian The Guardian (10/1) menambahkan potret rusak negara kampiun demokrasi Inggris. Berdasarkan sebuah studi dilaporkan hampir satu dari lima wanita di Inggris dan Wales menjadi korban serangan seksual sejak berusia 16 tahun. Studi ini juga menunjukkan ada sekitar 473 ribu orang dewasa yang menjadi korban kejahatan seksual setiap tahun, termasuk di dalamnya ada 60 ribu sampai 95 ribu korban perkosaan.

Kondisi yang sama terjadi di negara demokratis lain di luar Amerika dan Eropa, seperti India. Negara ini tergoncang dengan meninggalnya mahasiswi kedokteran India berusia 23 tahun yang menjadi korban dari serangan pemerkosaan brutal  (16/12) oleh enam orang laki-laki di dalam bis di New Delhi.

Pemerkosaan di negara demokratis terbesar di dunia ini  ini memang mencengangkan, mencapai tingkat epedemik. Menurut Al-Jazeera, seorang perempuan diperkosa setiap 20 menit di India, dan 24.000 kasus perkosaan telah dilaporkan hanya untuk tahun lalu saja. Dilaporkan 80 persen wanita di Delhi telah mengalami pelecehan seksual. Sementara The Times of India melaporkan, perkosaan di India telah meningkat secara mengejutkan sebanyak 792 persen selama 40 tahun terakhir.

Perlu kita catat, angka pemerkosaan yang tinggi justru terjadi di negara-negara demokratis sekuler yang justru tidak menerapkan syariah Islam. Kita tentu saja bukan ingin  menyatakan bahwa di negara-negara Arab tidak terjadi pemerkosaan, karena negara-negara Arab juga bukanlah potret negara yang benar-benar menerapkan syariah Islam.

Yang ingin kita soroti adalah kegagalan negara-negara demokratis untuk melindungi wanita dari kejahatan seksual. Nilai-nilai liberal yang mereka agung-agungkan justru menjadi sumber malapetaka. Karena itu penting kita renungi komentar Dr Nazreen Nawaz, anggota Kantor Media Pusat Hizbut Tahrir  tentang kejahatan seksual yang marak di India.

Menurutnya, di saat pemerintah Barat terus mengekspor “demokrasi” pada dunia Islam sebagai sistem terbaik dalam menjamin martabat dan hak-hak perempuan, maka negeri demokratis terbesar di dunia ini justru dengan spektakuler telah gagal dalam melindungi kaum perempuannya.

Kejahatan seksual dengan tingkat yang mengerikan, sikap longgar pihak kepolisian India dalam menjaga martabat perempuan, dan sikap apatis dari pemerintah India dalam menjamin keamanan mereka adalah hasil dari kultur liberal yang secara rutin dan sistematis merendahkan nilai kaum perempuan. Kultur yang dibanggakan oleh negara dan diwujudkan dalam industri hiburan Bollywood.

Nazreen menambahkan, kultur Bollywood ini, bersama dengan industri lain seperti entertainment, periklanan, dan pornografi yang didukung oleh sistem demokrasi sekuler liberal India telah menampilkan kaum perempuan sebagai obyek untuk dimainkan sekadar memuaskan hasrat kaum lelaki, melakukan seksualisasi masyarakat, mendorong individu untuk mengejar keinginan egois jasmaniah mereka, mempromosikan hubungan di luar nikah, memelihara kultur pergaulan bebas dan memurahkan hubungan antara pria dan wanita. Semua ini telah menumpulkan kepekaan terhadap rasa jijik yang seharusnya dirasakan kaum lelaki, saat martabat kaum perempuannya dinodai.


Oleh karena itu, menurutnya,  tidak mengherankan India telah mengejar posisi dan status yang sejajar dengan negara-negara liberal lainnya seperti US dan Inggris, yakni berada di antara para pemimpin global kekerasan terhadap perempuan. Sistem demokrasi sekuler liberal ini, di mana setengah penduduknya hidup dalam ketakutan, bukanlah model yang pantas ditiru oleh dunia Muslim.

Islam satu-satunya sistem yang terbukti melindungi kehormatan masyarakat dan kemulian wanita. Masyarakat Islam dibangun atas dasar ketaqwaan yang juga melandasi hubungan pria dan wanita. Bukan hubungan yang mengumbar hawa nafsu dan seksualitas yang justru akan merugikan keduabelah pihak terutama wanita.

Syariah Islam secara komprehensif menjaga kehormatan wanita dengan pakaiannya yang menutup aurat, terpisahnya kehidupan pria dan wanita kecuali ada kebutuhan syar’i yang dibolehkan.  Islam hanya melegalkan hubungan seksual pria dan wanita melalui lembaga pernikahan yang mulia dan penuh tanggung jawab. Syariah Islam tentu saja tidak membiarkan segala aktifitas yang melecehkan wanita, tidak membiarkan wanita menjadi obyek seksual seperti industri hiburan penuh syahwat atau bisnis pornografi. Meskipun secara ekonomi mungkin menguntungkan.

Kehormatan wanita pun semakin terjaga dengan keberadaan lembaga pengadilan yang bersikap tegas dan adil berdasarkan syariah Islam untuk menghukum siapapun yang merusak dan melecehkan kehormatan wanita. Apakah hukum Jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin? (TQS al-Maidah : 50). [] Farid Wadjdi

Read more...

Sebut tingkat perkosaan di Saudi Arabia tertinggi, Yenni Wahid dinilai lakukan kebohongan

Tidak ada komentar
JAKARTA  - Yenni Wahid, putri dari mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dinilai telah melakukan pembohongan publik dalam dialog di TV One, Senin malam (7/1/2013) kemarin, yang membicarakan "Perda bermasalah" ketika mengomentari perda syariat yang mengharuskan wanita menutup auratnya.

Yenni menyatakan bahwa tingkat perkosaan di Arab Saudi yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup aurat lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa yang wanitanya tampil buka-bukaan.
 
"Kasihan, sudah benci penerapan syariat, berdusta pula. Berdasarkan statistik resmi, negara 'papan atas' kejahatan perkosaan terhadap warganya justeru diduduki oleh negara-negara Eropa. Bagaimana dengan Arab Saudi? Dari 116 yang diteliti, Arab Saudi justeru di peringkat terbawah yakni ranking 115," ungkap seorang da'i, Ustadz Abdullah Haidir yang dilansir laman facebook fimadani, Selasa (8/1/2013).

Terkait data statistik tingkat pemerkosaan disuatu negara menurutnya, dapat diakses di laman berikut ini: http://www.nationmaster.com/graph/cri_rap-crime-rapes

Sebagaimana diketahui, Pemkot Lhoksmauwe, Aceh tetapkan peraturan yang melarang duduk terbuka (mengangkang) saat berboncengan di motor bagi perempuan dan menganjurkannya duduk menyamping. Peraturan tersebut digulirkan tersebut dalam rangka menjaga harkat wanita, menjaga moral masyarakat, dan menyesuaikan dengan nilai-nilai syari'at Islam, serta agar lebih mudah mengenali pengendara tersebut wanita atau pria. Pelarangan tersebut menarik perhatian dan respon dari berbagai kalangan. (bilal/arrahmah.com)
Read more...

Demo Telanjang Protes UUD Syariah Mesir, Alia al-Mahdy Terancam

Tidak ada komentar
Demo Telanjang Protes UUD Syariah Mesir, Alia al-Mahdy TerancamKairo : Sekelompok aktivis mengajukan permohonan pada Kejaksaan Agung Mesir, meminta penghapusan status warga negara bagi Alia al-Mahdy. Gara-gara ulah perempuan itu yang berdemo telanjang menolak pemberlakukan konstitusi baru yang menekankan hukum Syariah.

Penggugat, Mahmoud Abdel Rahman, menuduh Mahdy, yang telanjang di depan Kedubes Mesir di Swedia telah menodai citra Mesir dan mencaci agama.

Abdel Rahman juga meminta Mahdy dimasukkan dalam daftar buron, sehingga ia bisa ditahan saat masuk ke wilayah hukum Mesir.

Dalam tuduhannya, Abdel rahman menyatakan, Mahdy telah menuliskan kalimat kutukan terhadap konstitusi di tubuhnya yang bugil, dengan bantuan dua aktivis perempuan dari FEMEN -- sebuah organisasi pembela hak-hak perempuan internasional.

Dia menambahkan, Mahdy kemudian menuju Kedubes Mesir di ibukota Swedia, Stockholm. Tiga aktivis itu lalu berdiri di sana telanjang bulat.

"Dengan berdiri telanjang di sana, ia telah mencoreng citra Mesir dan mencaci agama," kata Abdel Rahman dalam keluhan yang disampaikannya pada Jaksa Agung, seperti dimuat situs Al Arabiya, Rabu (2/1/2013).

Abdel melengkapi laporannya dengan CD berisi rekaman berjalannya protes.

Terancam Mati

Pengaduan atas perbuatannya ke aparat hukum, itu biasa bagi Mahdy. Ia mengaku menerima sejumlah ancaman pembunuhan sejak laporan bahwa ia berdemo telanjang di luar negeri menyebar ke Mesir.

"Jika aku kembali ke Mesir, aku pasti dipenjara atau bahkan dibunuh oleh rezim yang berkuasa saat ini," kata dia kepada koran Mesir, al-Watan.

Mahdy juga mengkritik kaum liberal di Mesir yang justru menuduhnya merusak perjuangan mereka, dan memberi amunisi bagi kelompok Islam dalih untuk menyerang siapapun yang menentang konstitusi baru.

"Mereka memiliki standar ganda. Mereka mengklaim bahwa mereka percaya pada kebebasan, tetapi mereka tidak pernah mempraktekkan apa yang mereka khotbahkan," kata Mahdy

Lalu, apa hubungannya menentang konstitusi dengan ketelanjangan?

Mahdy mengutarakan alasan di balik protes kontroversialnya itu. Menurut dia, konstitusi baru mendorong diskriminasi terhadap perempuan. Yang ujung-ujungnya diduga akan melucuti hak-hak kaum hawa.

Meski khawatir bakal ditangkap atau dibunuh di Mesir, Mahdy mendapat suaka politik di Swedia, mengaku ingin pulang. "Saya ingin melanjutkan perjuangan saya demi kebebasan dari Mesir. Tapi sekarang saya akan melakukannya dari luar negeri."

Mahdy, yang sebelumnya juga berpose bugil di internet untuk memprotes konstitusi baru. Ia mengatakan bahwa dia tidak menyesali apa yang telah dilakukannya. "Bukan berarti saya tak akan protes telanjang lagi." (Ein) Kairo : Sekelompok aktivis mengajukan permohonan pada Kejaksaan Agung Mesir, meminta penghapusan status warga negara bagi Alia al-Mahdy. Gara-gara ulah perempuan itu yang berdemo telanjang menolak pemberlakukan konstitusi baru yang menekankan hukum Syariah.

Penggugat, Mahmoud Abdel Rahman, menuduh Mahdy, yang telanjang di depan Kedubes Mesir di Swedia telah menodai citra Mesir dan mencaci agama.

Abdel Rahman juga meminta Mahdy dimasukkan dalam daftar buron, sehingga ia bisa ditahan saat masuk ke wilayah hukum Mesir.

Dalam tuduhannya, Abdel rahman menyatakan, Mahdy telah menuliskan kalimat kutukan terhadap konstitusi di tubuhnya yang bugil, dengan bantuan dua aktivis perempuan dari FEMEN -- sebuah organisasi pembela hak-hak perempuan internasional.

Dia menambahkan, Mahdy kemudian menuju Kedubes Mesir di ibukota Swedia, Stockholm. Tiga aktivis itu lalu berdiri di sana telanjang bulat.

"Dengan berdiri telanjang di sana, ia telah mencoreng citra Mesir dan mencaci agama," kata Abdel Rahman dalam keluhan yang disampaikannya pada Jaksa Agung, seperti dimuat situs Al Arabiya, Rabu (2/1/2013).

Abdel melengkapi laporannya dengan CD berisi rekaman berjalannya protes.

Terancam Mati

Pengaduan atas perbuatannya ke aparat hukum, itu biasa bagi Mahdy. Ia mengaku menerima sejumlah ancaman pembunuhan sejak laporan bahwa ia berdemo telanjang di luar negeri menyebar ke Mesir.

"Jika aku kembali ke Mesir, aku pasti dipenjara atau bahkan dibunuh oleh rezim yang berkuasa saat ini," kata dia kepada koran Mesir, al-Watan.

Mahdy juga mengkritik kaum liberal di Mesir yang justru menuduhnya merusak perjuangan mereka, dan memberi amunisi bagi kelompok Islam dalih untuk menyerang siapapun yang menentang konstitusi baru.

"Mereka memiliki standar ganda. Mereka mengklaim bahwa mereka percaya pada kebebasan, tetapi mereka tidak pernah mempraktekkan apa yang mereka khotbahkan," kata Mahdy

Lalu, apa hubungannya menentang konstitusi dengan ketelanjangan?

Mahdy mengutarakan alasan di balik protes kontroversialnya itu. Menurut dia, konstitusi baru mendorong diskriminasi terhadap perempuan. Yang ujung-ujungnya diduga akan melucuti hak-hak kaum hawa.

Meski khawatir bakal ditangkap atau dibunuh di Mesir, Mahdy mendapat suaka politik di Swedia, mengaku ingin pulang. "Saya ingin melanjutkan perjuangan saya demi kebebasan dari Mesir. Tapi sekarang saya akan melakukannya dari luar negeri."

Mahdy, yang sebelumnya juga berpose bugil di internet untuk memprotes konstitusi baru. Ia mengatakan bahwa dia tidak menyesali apa yang telah dilakukannya. "Bukan berarti saya tak akan protes telanjang lagi." (Ein) 

liputan6.com
Read more...

Hanung Bramantyo Rilis Film Dukung Nikah Beda Agama

Tidak ada komentar

 
terpengaruh paham liberal dan relativisme
Kamis, 22 November 2012
Hidayatullah.com--Setelah filmnya “Perempuan Berkalung Sorban” dan “Tanda Tanya” (?) yang banyak kecaman dari umat Islam, kini sutradara Hanung Bramantyo kembali merilis film kontroversial berjudul “Cinta Tapi Beda”.
Film "Cinta Tapi Beda" ini bercerita tentang dua insan yang jatuh cinta namun berbeda agama. Dua cinta antara seorang penganut agama katolik dan Islam berbenturan dalam nilai-nilai agama masing-masing.
"Jadi kalau sampai jadi isu dan bola salju, itu sudah bukan tanggung jawab saya, kadang juga saya dicaci maki. Saya cuman bisa berterima kasih saja sudah mau nonton film saya," ujar Hanung seperti yang dikutip Kapanlagi.com(12/11/2012).
Menurut Hanung, film bukanlah sebuah film kontroversial. Namun ia hanya ingin menerjemahkan sebuah potret kehidupan yang sesungguhnya ke dalam sebuah film.
Sementara itu, Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al Khatath mengaku apa yang sering dilakukan Hanung sebuah contoh tidak baik dan tidak terpuju untuk edukasi remaja Muslim. Bagi Khathtath semua film Hanung memang memiliki nuansa meliberalkan para penontonnya.
“Meskipun Hanung berkata dia hanya memotret kehidupan realitas. Harusnya penonton diarahkan kepada pilihan yang baik,” jelas Al Khathath kepadahidayatullah.com , Rabu (21/11/2012).
Al Khathatth mengkhawatirkan jika remaja Islam yang minim pemahaman agama akan terwarnai. Film ini menurutnya bisa mengajarkan seorang remaja Muslim untuk melegalkan nikah beda agama.
“Padahal dalam Islam pernikahan beda agama itu hukumnya haram dan termasuk perzinahan karena tidak sah akad nikahnya,” jelas Khathath lagi.
Al Khathath mengingatkan seluruh elemen umat untuk segere membentengi keluarga dari serangan liberalisasi seperti ini. Ia juga mengajak umat untuk membuat petisi menolak karya-karya Hanung Bramantyo.
“Ini sudah film yang kesekian yang dia buat untuk merusak pemikiran remaja Islam, ini harus dilawan secara serius,” tegasnya lagi.
Sementara itu, peneliti Institut Pemikiran dan Peradaban Islam (InPAS) Surabaya, Bahrul Ulum mengatakan, apa yang disampaikan Hanung itu ada buah dari paham liberalisme. Setiap karya kontroversialnya digugat, alasannya untuk memotret fakta yang ada di masyarakat. Padahal, tidak semua potret di masyarakat harus dipublikasikan jika faktanya menyesatkan dan hanya melahirkan hal-hal tidak baik.
“Jika ada sekelompok orang hobi membunuh, maksiat dan memperkosa, apa layak diangkap jadi sebuah karya film? Apa ada manfaatkan bagi kebaikan bersama?”, ujar Bahrul. Pikiran-pikiran rusak inilah yang kini hinggap pada sebagian sutradara di Indonesia, termasuk Hanung.
Menurut Bahrul, pemikiran seperti itu bagian dari paham relativisme yang kini merusak bangsa Indonesia.
Seperti diketahui, film “Cinta Tapi Beda” turut didukung oleh Artis Agni Pratistha, Reza Nangin, Choky Sitohang, Jajang C Noor, Ratu Felisha, Hudson Pranajaya dan Agus Kuncoro bakal membintangi film yang diangkat dari tulisan di blog milik penulis Dwitasari.*

[www.globalmuslim.web.id]
Read more...

Category

Popular Posts

facebook