Comments

Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Siarkan Muktamar Khilafah, TVRI Banjir Dukungan

Tidak ada komentar
“Langkah TVRI menayangkan Muktamar Khilafah di GBK oleh Hizbut Tahrir adalah patut dibenarkan dan didukung, karena mayoritas penduduk Indonesia adalah umat Islam yang rindu kepada aturan Allah SWT untuk diterapkan secara keseluruhan,” ungkap Abu Ali, Sabtu (9/6) dalam kolom komentar pada berita Siarkan Acara Hizbut Tahrir Pagi Ini, TVRI Terancam Mendapat Sanksi yang dimuat Rakyat Merdeka Online sejak Kamis (6/6).

RMOL tentang siaran MK di TVRIMeski dalam pemberitaan itu, TVRI disudutkan karena menayangkan siaran tunda, namun nampaknya mayoritas pembaca www.rmol.co. mendukung tayangan tentang kewajiban menegakkan syariah Islam secara kaaffaah dalam bingkai khilafah tersebut.

Ada juga pembaca menyarankan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk melarang acara televisi yabg merusak moral. “Kenapa KPI protes acara yang kritis dan membangkitkan daya pikir masyarakat??? Kenapa ngga protes aja tu filem2 yang merusak moral, mengaburkan antara yang benar,” tulis Fajar serukan Kebenaran,  Jum’at (7/6).

Sedangkan Syaifullah, Sabtu (8/6) berkomentar:

“Bagaimana KPI ini ya, seharusnya dia dibentuk untuk mengawasi acara-acara yang menyesatkan aqidah umat, seperti film-film yang mengubar aurat para wanita bukan yang digugat siaran-siaran keislaman yang mengokohkan aqidah umat…..bagaimana KPI ini siapa sebenarnya mereka antek-antek barat atau antek siapa….. Kalau kita mau berfikir secara cerdas, elok, elegan saya menganjurkan kepada KPI sebagai Komisionir dari penyiaran untuk mencoba melakukan diskusi secara terbuka di media elektronik untuk mengundang HTI, Pemerintah, Para Tokoh-Tokoh Negeri ini atau siapalah yang dianggap paling kompeten. Ditunggu keberanian KPI.” (Mediaumat.com, 10/6/2013)
Read more...

Demonstrasi ribuan muslim di Lagos menentang pelarangan jilbab di sekolah umum

Tidak ada komentar
Demonstrasi Logos Nigeria
Ribuan ulama, guru, siswa dan masyarakat muslim Nigeria berdemonstrasi di ibukota Lagos pada Senin (27/5/2013). Mereka berdemonstrasi di depan Pengadilan Tinggi Ikeja menentang keputusan pemerintah propinsi Lagos yang melarang pemakaian jilbab oleh siswa wanita di sekolah-sekolah umum.


Kantor berita Nigeria (NAN) melaporkan bahwa ribuan pengunjuk rasa dipimpin oleh guru dan ulama Muslim, di bawah naungan Muslim Students Society of Nigeria (MSSN).

Para demonstran membawa poster-poster bernada protes, seperti “Hijab adalah hak kita, itu harus dihormati”, “Hijab adalah hak kita, kata konstitusi Nigeria”, ” Hentikan penjatuhan korban! Hentikan pelecehan! Hentikan kebencian!” dan “Pemerintah Lagos, hentikan diskriminasi terhadap siswa perempuan kami”.

Sementara itu, Hakim Joseph Oyewole, dari Pengadilan Tinggi Ikeja, pada Senin menunda gugatan terhadap pemerintah atas dugaan larangan sampai 10 Juli mendatang.

Gugatan itu diajukan oleh Asiyah Abdul Karim dan Maryam Oyeniyi, dua murid berusia 12 tahun dari SMP Atunrashe, Surulere, Lagos State. Kedua anak di bawah umur itu mengajukan gugatan melalui ayah mereka, Alhaji Owolabi Abdul Karim dan Suleiman Oyeniyi.

NAN melaporkan bahwa para wali murid meminta pengadilan untuk menyatakan kebijakan pemerintah Lagos yang melarang siswa wanita memakai jilbab di sekolah-sekolah umum sebagai “kebijakan yang salah dan tidak konstitusional”.

Menurut mereka, itu merupakan pelanggaran hak-hak mereka atas kebebasan berpikir, hati nurani dan agama; kebebasan dari diskriminasi, hak pribadi manusia dan hak untuk mengenyam pendidikan.

Mereka berpendapat bahwa tindakan pemerintah dalam melarang mereka dan siswa perempuan Muslim lainnya dari menggunakan jilbab saat berseragam di setiap lembaga pendidikan di Lagos State melanggar hak-hak mereka dalam pasal 38 dan 42 dari Konstitusi Nigeria.

Para guru, ulama, siswa dan masyarakat muslim Nigeria mengecam keras kebijakan pemerintah ibukota Lagos tersebut. Mereka berjanji akan menempuh semua jalur hukum sampai pemerintah Lagos mencabut kembali kebijakan yang melanggar konstitusi tersebut.

Sementara itu Islamic Center Lagos menyatakan telah menjalin komunikasi dengan unsure-unsur Islam dan beberapa pejabat Nigeria untuk menentang kebijakan pemerintah Lagos tersebut.

Sejumlah LSM di Nigeria juga telah menjalin komunikasi dengan penduduk, ulama, pejabat sipil dan militer, lembaga HAM dan masyarakat internasional.Mereka didorong bergerak aktif guna menekan dinas pendidikan Lagos agar membatalkan kebijakan yang melanggar HAM dan konstitusi tersebut.

Rezim sekuler Nigeria tidak berbeda jauh dengan pemerintah Barat dan rezim-rezim sekuler bonekanya di dunia Islam. Mereka sangat anti terhadap jilbab dan hijab, terlebih di lembaga-lembaga pendidikan. Mereka justru bisa menerima penyimpangan seksual dan pamer aurat sebagai bagian wajib dari emansipasi wanita.[arrahmah/WWW.BRINGISLAM.WEB.ID]
Read more...

Anak yang Sakit Itu Terbaring di Setang Sepeda

Tidak ada komentar
Anak yang Sakit Itu Terbaring di Setang Sepeda Warta Kota/Adhy Kelana Soekarna dengan memboceng anaknya yang tengah sakit melintas di kasawan Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013). Anaknya yang berusia 4 tahun sakit dan dibaringkan di setang sepeda serta ditutupi kantong kresek hitam dan kaki menjuntai di depan setang sepeda bututnya. Lelaki asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini kebingungan karena tidak punya uang untuk berobat anaknya.

JAKARTA — Hari masih pagi ketika Soekarna mengayuh sepedanya dengan perlahan di Jalan Jagakarsa, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013). Soekarna harus berhati-hati membawa sepedanya karena anaknya yang berumur empat tahun terbaring di setang sepedanya.
Selembar plastik hitam menutupi badan bocah itu untuk melindungi dari curahan air hujan, yang saat itu gerimis mengguyur jalanan Ibu Kota yang dilewati Soekarna. Kaki mungil sang anak terjuntai tak bertenaga di atas tumpukan kertas yang menjadi alas badannya.
Seorang pengendara motor berjalan lambat sejajar kepada Soekarna. "Maaf pak, kenapa anaknya kok ditutup kantung keresek?" tanya si pengendara motor.
Dengan lirih, Soekarna menjawab, "Anak saya sakit, tapi saya tidak punya uang." Terpancar ekspresi kebingungan di raut wajahnya.
Lelaki asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu kebingungan bagaimana mengobati anaknya yang sakit. Tak mudah memang bagi warga miskin seperti dirinya ketika didera masalah kesehatan. Si pengendara motor kemudian memberikan sedikit uang kepada Soekarna dengan tujuan agar anaknya yang sakit segera dibawa berobat.
Soekarna terus mengayuh sepedanya, melaju dari arah Setu Babakan menuju Pasar Minggu. Jika di bagian depan sepedanya terbaring anaknya yang sakit, bagian belakang (boncengan) sepedanya penuh dengan berbagai barang bawaan. Ada tumpukan kardus, sangkar burung yang telah rusak, dan sebuah tas lusuh yang menemani perjalanannya

kompas.com  .
Read more...

Tolak RUU Ormas, Hizbut-Tahrir Kepung DPR

Tidak ada komentar

HTI Press. Jakarta- Ribuan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jakarta, menentang pengesahan Rancangan Undang-Undang Organsasi Masyarakat (RUU Ormas).
HTI TOLAK RUU ORMAS“RUU ini mengusung semangat mengontrol dan merepresi ala Ore Baru, dengan menghidupkan kembali ketentuan asas tunggal, sebagaimana diatur Pasal 2 RUU ini,” kata juru bicara HTI, Muhammad Ismail Yusanto, saat aksi, Kamis (28/3).
Selain itu, RUU ini melarang keras ormas berpolitik, sebagaimana diatur Pasal 7. Pemerintah bisa mengontrol ketat ormas, melalui Pasal 58, 61, dan 62.
Kemudian, diungkapkan, definisi irmas sangat luas, sehingga alih-alih RUU ini memberikan ruang gerak yang lebih longgar untuk kemajuan masyarakat melalui partisipsi ormas dalam pemberdayaan masyarakat, RUU ini membungkam sikap kritis masyarakat terhadap pemerintah dengan berbagai dalih.
“Ini merupakan kemunduran besar TAP MPR No XVIII tahun 1998 sudah membatalkan TAP MPR No II tahun 1978, termasuk di dalamnya tentang asas tunggal,” tegasnya.
Menurutnya, RUU Ormas ini juga bisa dituding sebagai upaya membangkitkan trauma masyarakat terhadap otoritarianisme gaya Orde Baru.
Para pengunjuk rasa membawa sejumlah poster yang berisi berbagai tulisan penentangan pengesahan RUU Ormas. Selain itu, tampak spanduk besar dipasang di atas pintu gerbang gedung DPR menentang pengesahan RUU ini.[] (GATRAnews 28/3/2013/www.bringislam.web.id)
Read more...

HTI Balikpapan Tolak RUU Ormas

Tidak ada komentar

Ribuan kader dan simpatisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Cabang Balikpapan Kalimantan Timur menggelar aksi damai di depan Gedung DPRD Balikpapan. Mereka menolak rancangan undang-undang keormasan yang tengah digodok di DPR RI.
“Tujuan aksi hari ini adalah untuk menolak disahkannya rancangan undang-undang ormas yang akan mengembalikan rezim represif ala Orde Baru, di mana kebebasan berbicara, kebebasan mengkritisi pemerintah dikekang,” kata Muhammad Nazaruddin, juru bicara Hizbut Tahrir Balikpapan di tengah aksi.
Menurut Nazaruddin, RUU tersebut memiliki potensi membungkam masyarakat. Kemudian di dalamnya juga ada keharusan berpegang pada azas tunggal Pancasila yang sesungguhnya sudah dihapuskan oleh TAP MPR Nomor 18 Tahun 1998. Di situ nanti ada larangan berpolitik bagi ormas dan pemerintah mengontrol ketat ormas, itu sama saja dengan represif ala Orde Baru melalui penghidupan kembali azas tunggal Pancasila itu,” ujarnya.
Seharusnya, jelas Nazaruddin, yang diperlukan adalah menata ulang kerangka berpikir untuk menemukan jalan bagaimana membina masyarakat dan membawa negara ini ke arah yang lebih baik serta mengenali siapa sesungguhnya yang menjadi ancaman terbesar dan cara menghadapinya.
“Fakta yang ada, ancaman itu adalah ideologi sekularisme, kapitalisme, dan imperialisme modern yang telah mencengkeram negara ini dari berbagai aspek kehidupan, terutama di bidang politik dan ekonomi,” papar Nazaruddin. (republika.co.id, 28/3)
Read more...

Poster Soeharto Sapa 5000 Massa HTI yang Menolak Asas Tunggal Pancasila

Tidak ada komentar

Hari MoektiHTI Press. Jakarta- Dengan senyum dan lambaian tangannya yang khas, Presiden Soeharto menyapa sekitar  5000 massa Hizbut Tahrir Indonesia bersama ulama dan umat Islam yang menolak disahkannya RUU Ormas yang menjadikan Pancasila sebagai asas setiap organisasi masyarakat.
“Gimana kabarnya?Ada asas tunggal lagi ya? Kayak jamanku dong, wkkkkkk..!” ungkap penguasa rezim Orde Baru tersebut dalam poster yang diusung  dai kondang mantan artis Ustadz Hari Moekti, Kamis (28/3) di depan gerbang Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Sedangkan di pagar gerbang dipasang dua spanduk raksasa yang masing-masing berukuran 10 X 4 meter, bertuliskan: RUU Ormas Membungkam Sikap Kritis Masyarakat, Mengembalikan Fitnah Orde Baru; dan RUU Ormas Pintu Kembalinya Rezim Represif ala Orde Baru, karenanya harus Ditolak.
Juru Bicara HTI Muhammad Ismail Yusanto menegaskan RUU Ormas ini wajib ditolak. “Karena RUU ini menjadi pintu yang sangat nyata bagi kembalinya rezim represif ala Orde Baru!” pekiknya saat membacakan pernyataan sikap.
Lantaran, lanjut Ismail, RUU ini mengusung semangat mengontrol dan merepresi ala Orde Baru melalui penghidupan kembali ketentuan asas tunggal Pancasila dengan mewajibkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai asas utama Ormas (Pasal 2 RUU Ormas); dan kontrol ketat oleh pemerintah (Pasal 58,61 dan 62).
Salah seorang ulama dari Kabupaten Bogor KH Muhyiddin memberikan dukungan penuh kepada HTI agar tetap mempertahankan Islam sebagai asas organisasinya dan tidak perlu mencantumkan asas lain sebagai asas utama atau asas ciri.
Karena menurutnya, mencantumkan asas selain Islam berarti menuruti thagut (asas/sistem/aturan di luar Islam). “Thagut itu! Asas selain asas Islam itu thagut! Wajib bagi kaum Muslimin untuk mengufurinya!” pekik Pimpinan Ponpes An Nur Pamijahan tersebut kemudian disambut takbir ribuan massa yang berpeluh teriknya matahari.[] (mediaumat.com 29/3/2013)
Read more...

Prancis Tahan 2 Warganya yang Gabung dan Bertempur Bersama Mujahidin di Mali

Tidak ada komentar


PARIS, PRANCIS - Dua warga negara Prancis yang bergabung dengan para mujahidin di Mali telah ditahan dalam sepekan terakhir, kementerian pertahanan Prancis mengatakan pada Jum'at (8/3/2013). Kementerian pertahanan Prancis mengatakan bahwa dua warga Prancis yang bertempur di sisi mujahidin telah ditahan dalam sepekan terakhir di negara Mali Afrika Barat. Pihak berwenang Prancis telah memperingatkan bahwa radikal Prancis bisa saja pergi ke Mali untuk bergabung dengan pasukan yang terkait Al-Qaidah dan secara potensial pulang dengan kemampuan untuk melakukan serangan-serangan jihad di Eropa. Jean-Yves Le Drian mengatakan kepada radio Euro-1 bahwa dua warga Prancis telah ditahan di Mali sejak pasukan Prancis meluncurkan kampanye militer ke negara itu pada Januari. Satu orang ditahan oleh polisi Mali dan diekstradisi ke Prancis pada Kamis, kata Le Drian. Dia mengatakan yang lain ditahan selama pertempuran di Mali Utara dan akan di ekstradisi hari Jum'at. Saat ini diperkiralkan ada sekitar selusin warga negara Prancis yang bergabung dan bertempur bersama para pejuang Islam melawan intervensi militer pasukan Prancis di negara itu. (an/f24) 
Read more...

Kaum Muslim Rohingya Dijadikan Komoditas Human Trafficking di Thailand

Tidak ada komentar


Pemerintah Thailand pada hari Jum’at malam (11/1) mengumumkan pembebasan hampir 700 orang Muslim Rohingya dari sekapan orang-orang yang terlibat dalam profesi perdagangan manusia (human trafficking).

Kantor berita Amerika “ABC News” mengutip dari polisi Thailand, bahwa pihak berwenang menggerebek sebuah gudang di Distrik Sadao, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan, kemarin pagi, dan menemukan 307 orang Muslim Myanmar. Sementara 397 lainnya ditemukan di dua tempat penyekapan yang berbeda. Dan pihak berwenang menangkap delapan orang yang diyakini bahwa mereka terlibat dalam perdagangan manusia (human trafficking).

Di bagian lain, kaum Muslim Rohingya yang berhasil diselamatkan menyatakan bahwa mereka datang ke Thailand dengan niat untuk pindah ke negara lain, karena untuk melarikan diri dari kekerasan dan aksi-aksi represif yang mereka hadapi di dalam kekuasaan pemerintah dan umat Buddha, namun di Thailand justru mereka disekap oleh orang-orang yang terlibat dalam perdagangan manusia (human trafficking).

Para pejabat di Thailand, seperti yang dikatakan kantor berita Rohingya, bahwa mereka akan mendeportasi kaum Muslim Rohingya ke Myanmar. Sementara beberapa organisasi menyerukan kepada pemerintah Thailand untuk tidak mendeportasi mereka ke Myanmar agar mereka tidak kembali menjadi sasaran pelanggaran dan diskriminasi sektarian di tangan umat Buddha (islammemo.cc, 12/1/2013).
Read more...

Pesta Minuman Keras Tewaskan 12 Ribu Perempuan di AS

Tidak ada komentar

Pesta minuman keras berkontribusi terhadap kematian sekitar 12.000 perempuan dan anak perempuan setiap tahun di Amerika Serikat.

Sebagaimana yang dilansir situs reuters.com (08/01/2013), badan Kesehatan faderal menemukan bahwa satu dari delapan wanita dan satu dari lima gadis SMA biasa berpesta minuman keras. Klasifikasi ini khusus untuk perempuan yang mengkonsumsi empat atau lebih minuman beralkohol dalam waktu singkat.

Para ahli dari Centers for Disease Control (CDC) meneliti perilaku minum minuman keras pada sekitar 278.000 wanita berusia 18 tahun dan lebih tua, serta 7.500 gadis SMA tahun 2011.

Diperkirakan CDC, hampir 14 juta wanita AS pesta minuman keras hampir tiga kali sebulan, rata-rata mengkonsumsi masing-masing enam minuman selama pesta. Setengah dari semua gadis SMA yang mengkonsumsi minum alkohol juga sering melakukan pesta minum.
Inilah hasil yang didapat dari penerapan sistem cacat demokrasi kapitalis. Sistem bobrok yang menuhankan kebebasan individu ini telah menjerumuskan perempuan ke dalam jurang kegilaan dan kenistaan sejak awal kelahirannya. Khilafah benar-benar akan kembali hadir untuk menjaga perempuan Muslim maupun non Muslim dengan Islam yang menjaga akal manusia dari hal-hal yang akan merusaknya. (CYB/Nov/Muslimah4Khilafah)
Read more...

Subhanallah, hadapi musim dingin, mujahidin Suriah gelar latihan perang di atas salju

Tidak ada komentar

DAMASKUS. Musim dingin yang menggigit disertai hujan salju telah mengguyur negeri Suriah sejak beberapa pekan yang lalu. Derasnya guyuran hujan beberapa kali bahkan menghalangi pesawat tempur rezim Suriah untuk membantai lebih banyak warga sipil muslim lewat rudal-rudal dari udara.

Kondisi kamp-kamp pengungsian warga muslim Suriah sangat memprihatinkan di musim dingin ini. Beberapa kamp pengungsian seperti kamp pengungsian Zaghtari, kamp pengungsian terbesar di Yordania, terendam banjir karena berada di tanah padang pasir.

Cuaca ekstrim dan kondisi buruk yang dialami oleh mayoritas warga muslim Suriah di dalam negeri maupun luar negeri itu justru menjadi pelecut semangat mujahidin Suriah. Mereka menggiatkan latihan perang dan serangan terhadap pasukan rezim Nushairiyah Suriah.

Mujahidin Brigade Al-Islam FSA telah menggelar latihan militer di atas salju untuk menghadapi peperangan musim dingin. Video yang dirilis bidang media mujahidin Brigade Al-Islam FSA pada Kamis (10/1/2013) memperlihatkan ratusan mujahidin anggota Brigade dilatih melawan cuaca ekstrim, dengan telanjang dada. Fisik mereka ditempa di alam terbuka agar terbiasa dengan salju, hujan dan cuaca dingin, laporan situs Islam Dier Ezzur.




Subhanallah, hadapi musim dingin, mujahidin Suriah gelar latihan perang di atas salju Muhib Al-Majdi Sabtu, 12 Januari 2013 08:48:00 DAMASKUS (Arrahmah.com) – Musim dingin yang menggigit disertai hujan salju telah mengguyur negeri Suriah sejak beberapa pekan yang lalu. Derasnya guyuran hujan beberapa kali bahkan menghalangi pesawat tempur rezim Suriah untuk membantai lebih banyak warga sipil muslim lewat rudal-rudal dari udara. Kondisi kamp-kamp pengungsian warga muslim Suriah sangat memprihatinkan di musim dingin ini. Beberapa kamp pengungsian seperti kamp pengungsian Zaghtari, kamp pengungsian terbesar di Yordania, terendam banjir karena berada di tanah padang pasir. Cuaca ekstrim dan kondisi buruk yang dialami oleh mayoritas warga muslim Suriah di dalam negeri maupun luar negeri itu justru menjadi pelecut semangat mujahidin Suriah. Mereka menggiatkan latihan perang dan serangan terhadap pasukan rezim Nushairiyah Suriah. Mujahidin Brigade Al-Islam FSA telah menggelar latihan militer di atas salju untuk menghadapi peperangan musim dingin. Video yang dirilis bidang media mujahidin Brigade Al-Islam FSA pada Kamis (10/1/2013) memperlihatkan ratusan mujahidin anggota Brigade dilatih melawan cuaca ekstrim, dengan telanjang dada. Fisik mereka ditempa di alam terbuka agar terbiasa dengan salju, hujan dan cuaca dingin, laporan situs Islam Dier Ezzur. Meski berlatih dalam cuaca sangat dingin, semangat ratusan mujahid Brigade Al-Islam FSA tidak melemah. Mereka melahap semua sesi latihan dengan semangat. Pekikan takbir senantiasa keluar dari lisan mereka. Mujahidin Suriah berada di ambang kemenangan. Faktor cuaca yang ekstrim tak akan menghentikan laju kemenangan mereka sebab Allah-lah yang mengaruniakan kemenangan itu kepada mereka. (muhib almajdi/arrahmah.com)
Read more...

Baru Mulai Perang, Pilot Perancis Sudah Tewas Di Tangan Mujahidin Mali

Tidak ada komentar
DALAM waktu kurang dari 24 jam, Perancis telah melancarkan dua serangan terhadap kelompok Mujahidin di Afrika Timur dan Barat, tetapi korban pertama jatuh justru di pihak Perancis. Pada konferensi pers di Paris kemarin Menteri Pertahanan Jean-Yves Le Drian mengumumkan tewasnya seorang pilot helikopter Perancis dalam operasi menyerang Mujahidin di Mali selatan.

Le Drian membela aksi militer Perancis di Mali, dan menuding, keberadaan Mujahidin di negara Afrika Barat itu mengancam keamanan bukan hanya di kawasan itu, tetapi juga Eropa. Seperti Presiden François Hollande, yang mengumumkan campur tangan militer itu hari Jumat, ia mengatakan, operasi itu akan terus dilancarkan selama dibutuhkan.

Le Drian mengatakan, campur tangan militer itu dilancarkan atas permintaan pemerintah Mali dan negara-negara Afrika lainnya, setelah adanya laporan intelijen bahwa tiga kelompok Mujahidin sedang bersiap-siap melancarkan serangan besar-besaran di Mali selatan. Selain memukul mundur kelompok Mujahidin, ia mengatakan, Perancis juga punya tujuan mengamankan stabilitas Mali dan melindungi warga Perancis dan Eropa di sana.

Le Drian mengatakan satu tentara Perancis tewas dan lainnya hilang dalam operasi militer terpisah di Somalia, yang gagal menyelamatkan warga Perancis yang sudah disandera tiga tahun di sana.  Namun, menurut kelompok mujahidin al-Shabab di Somalia, sandera itu masih hidup dan ditawan mereka.

Serangan Perancis itu menunjukkan kebalikan kebijakan awal Hollande untuk mendukung Mali dalam bidang pelatihan dan logistik, bukan untuk melakukan campur tangan secara militer di bekas koloninya itu.

Dalam wawancara dengan saluran televisi France 24, anggota Mujahidin Anshoruddin mengancam akan melakukan tindakan balasan terhadap Perancis.

Namun tindakan pemerintah Perancis  di Afrika itu telah menarik dukungan darisekutunya di Eropa. Dalam pesan di Twitter, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague memuji aksi itu, seperti halnya mantan menteri Senegal dan kepala lembaga think tank Cheik Tidiane Gadio.

Gadio mengatakan kepada radio RFI, Perancis tidak bertindak seperti bekas kekuasaan kolonial, tetapi mengklaim sebagai pembela HAM di negara di mana kelompok Mujahidin berupaya mengambil alih kekuasaan.

Pendahulu Hollande, Nicolas Sarkozy, juga campur tangan secara militer di Afrika Barat, melancarkan serangan udara di Pantai Gading tahun 2011 untuk membantu mengakhiri konflik yang telah berlangsung lama di sana. (Pz/Islampos)
Read more...

Mufti Arab Saudi melarang ulama serukan berjihad di Suriah

Tidak ada komentar
RIYADH  – Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh melarang para ulama di Arab Saudi dari menghasung para pemuda untuk berjihad di Suriah. Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh menegaskan bahwa "berjihad dengan harta terkadang lebih utama", tulis harian Al-Wathan pada Ahad (6/1/2013).

Dalam acara pertemuan dengan para khatib dan imam masjid seluruh Arab Saudi yang digelar di kota Dammam, timur Arab Saudi pada Jum'at (5/1/203) malam, syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh menegaskan, "Saya tidak mendukung keluarnya mereka (para pemuda Arab Saudi) untuk berjihad, apapun keadaannya."
Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh beralasan bahwa para pemuda itu akan berangkat ke tempat-tempat yang tidak dikenal dan mereka tidak mengetahui bergabung dengan kelompok mana. Hal itu bisa mengakibatkan mereka berada dalam keadaan-keadaan yang tidak tepat dan menjadikan mereka target yang mudah bagi musuh-musuh mereka.

Mufti umum Kerajaan Arab Saudi itu mengingatkan bahwa "mendoakan mereka (warga muslim Suriah) dan mendukung mereka dengan harta terkadang lebih utama bagi mereka dan itulah kewajiban terhadap mereka."

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa bantuan tersebut "harus melalui cara-cara yang legal" diakui pemerintah Arab Saudi.

Pada bulan Juni 2012 lalu, seorang ulama anggota Haiah Kibaril Ulama' (Majelis Ulama Senior Arab Saudi) telah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan "berjihad di Suriah" bagi warga Arab Saudi tanpa mendapatkan izin dari pemerintah. Fatwa itu dikeluarkan setelah ramainya seruan untuk berjihad di Suriah melalui situs jejaring sosial di internet.

Seorang ulama dan khatib terkenal di Arab Saudi, syaikh Muhammad bin Abdurrahman Al-Uraifi, pernah diinterogasi selama beberapa jam oleh Dinas Intelijen Arab Saudi karena menghimpun dana bantuan untuk umat muslim Suriah.

Rezim Arab Saudi selama ini dikenal sebagai sekutu utama AS dan Barat di semenanjung Arab. Arab Saudi telah mengirimkan jet-jet tempurnya dan menggelontorkan dana milian riyal untuk mendukung rezim sekuler Yaman memerangi mujahidin Anshar Shariah di Yaman Selatan.

Foto-foto yang dipublikasikan oleh kantor berita Al-Madad milik mujahidin Anshar Shariah memperlihatkan senjata-senjata dan ransum makanan tentara rezim Yaman yang bertempur dengan mujahidin Anshar Shariah berlogo Kerajaan Arab Saudi. (muhib almajdi/arrahmah.com)
Read more...

Sebut tingkat perkosaan di Saudi Arabia tertinggi, Yenni Wahid dinilai lakukan kebohongan

Tidak ada komentar
JAKARTA  - Yenni Wahid, putri dari mantan Presiden RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, dinilai telah melakukan pembohongan publik dalam dialog di TV One, Senin malam (7/1/2013) kemarin, yang membicarakan "Perda bermasalah" ketika mengomentari perda syariat yang mengharuskan wanita menutup auratnya.

Yenni menyatakan bahwa tingkat perkosaan di Arab Saudi yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup aurat lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa yang wanitanya tampil buka-bukaan.
 
"Kasihan, sudah benci penerapan syariat, berdusta pula. Berdasarkan statistik resmi, negara 'papan atas' kejahatan perkosaan terhadap warganya justeru diduduki oleh negara-negara Eropa. Bagaimana dengan Arab Saudi? Dari 116 yang diteliti, Arab Saudi justeru di peringkat terbawah yakni ranking 115," ungkap seorang da'i, Ustadz Abdullah Haidir yang dilansir laman facebook fimadani, Selasa (8/1/2013).

Terkait data statistik tingkat pemerkosaan disuatu negara menurutnya, dapat diakses di laman berikut ini: http://www.nationmaster.com/graph/cri_rap-crime-rapes

Sebagaimana diketahui, Pemkot Lhoksmauwe, Aceh tetapkan peraturan yang melarang duduk terbuka (mengangkang) saat berboncengan di motor bagi perempuan dan menganjurkannya duduk menyamping. Peraturan tersebut digulirkan tersebut dalam rangka menjaga harkat wanita, menjaga moral masyarakat, dan menyesuaikan dengan nilai-nilai syari'at Islam, serta agar lebih mudah mengenali pengendara tersebut wanita atau pria. Pelarangan tersebut menarik perhatian dan respon dari berbagai kalangan. (bilal/arrahmah.com)
Read more...

Hasina-Khaleda dan Sistem Demokrasi Ditolak oleh Rakyat

Tidak ada komentar
Peluru Tidak Akan Menghentikan Mereka, Kaum Muslim Menuntut Sistem Pemerintahan Khilafah

Sebagaimana yang dilansir kantor Media Hizbut Tahrir Bangladesh (29/12/2012) pemerintah Hasina memerintahkan polisi untuk menembakkan peluru karet ke dada seorang pemrotes dan menangkap puluhan umat Islam. Rezim ini juga membubarkan ratusan peserta yang menghadiri demonstrasi yang diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir di luar National Press Club, Dhaka.

Hizbut Tahrir menyelenggarakan demontrasi itu untuk mengekspresikan penolakan rakyat terhadap Hasina-Khaleda, yang merupakan agen AS dan India dan sistem demokrasi yang menghasilkan agen-agen tersebut. Para peserta aksi meneriakkan slogan, “Tolak Hasina-Khaleda,” “Tolak Penguasa Agen,” “Tolak Demokrasi,” dan “Rakyat Menuntut Khilafah.”

Setelah mendengar slogan-slogan dari rakyat, landasan rezim kufur yang berkuasa terguncang dan mulai melakukan tindakan brutal untuk melindungi dirinya. Hal ini sama persis seperti yang dilakukan tuannya yakni AS-Inggris-India yang melakukan kekerasan terhadap orang-orang yang tidak bersalah, dan warga sipil yang tidak bersenjata untuk mencapai tujuan jahat mereka di seluruh dunia.

Rezim kufur itu telah menyadari meskipun mereka melakukan penindasan, seruan penegakkan Khilafah telah memenangkan hati dan pikiran rakyat pada tingkat yang tidak dapat dirubah lagi sehingga mereka bertindak mati-matian untuk membungkam rakyat.

“Kami, Hizbut Tahrir, menegaskan bahwa usaha rezim itu tidak akan berhasil, bahkan tekad rakyat akan semakin kuat dan mereka akan meningkatkan upayanya untuk menjatuhkan rezim ini dengan bantuan Allah (SWT). Dan negara Khilafah akan segera didirikan kembali dan akan menghukum para penjaga rezim itu dengan hukuman yang menjadi peringatan,” tegas Hizbut Tahrir Bangladesh dalam seruannya.(rz)

hizbut-tahrir
Read more...

Nicolas Sarkozy Terima £ 40 juta dari Muammar Gaddafi

Tidak ada komentar
Adanya hubungan erat antara rezim-rezim diktator dengan elit politik Barat semakin terbukti. Barat yang dalam Arab Spring seolah-oleh pro rakyat, diketahui  secara umum telah mendukung rezim diktator bertahun-tahun untuk kepentingan penjajahan mereka.

Sebagaimana dilansir www.telegraph.co.uk (3/1) seorang pengusaha Libanon-Perancis yang telah terlibat dalam beberapa skandal senjata terbesar Perancis telah menyatakan bahwa dia memiliki bukti bahwa mantan Presiden Nicolas Sarkozy menerima 50 juta Euro (£ 40 juta) untuk dana pilpres dari mantan diktator Libya Muammar Gaddafi.

Pengusaha Ziad Takieddine mengatakan kepada seorang hakim Prancis bahwa Sarkozy menerima uang selama tahun 2007 untuk kampanye piplres dan setelahnya, dari mantan diktator Libya itu, menurut sebuah laporan di harian surat kabar Perancis, Le Parisien.

Tuduhan serupa, yang semuanya dibantah oleh Sarkozy, telah dilakukan oleh Saif Al-Islam Gaddafi, salah seorang putra Gaddafi, dan sebuah situs web investigasi Perancis.

Takieddine, yang mengurusi urusan perjanjian yang dianggap legal maupun ilegal antara Perancis dan Timur Tengah, menduga bahwa kampanye Presiden Sarkozy tahun 2007 mendapatkan dana yang “melimpah” dari Gaddafi dari sejak Desember 2006 dan bahwa aliran uang itu terus diperolehnya setelah dia menjadi presiden.

Pengusaha itu mengatakan dia bersedia untuk memberikan bukti tuduhannya jika penyelidikan yudisial dilakukan atas pendanaan kepada politisi Perancis itu dari Libya.

Mantan menteri dalam negeri Claude Gueant, dan putranya juga dikatakan telah terlibat dengan pemberian uang dari Gaddafi itu, menurut Takieddine, yang dituduh menerima suap ilegal pada penawaran senjata Perancis ke Pakistan dan Arab Saudi dan sedang diinterogasi oleh hakim Perancis tanggal 19 Desember tentang orang-orang yang terlibat ketika dia membuat tuduhannya.

Dia mengatakan kepada hakim bahwa sebagian besar uang itu dibayar antara Desember 2006 dan Januari 2007 dan ia bisa memberikan dokumen untuk mendukung tuduhannya.

“Ya, Libya membiayai Sarkozy,” katanya kepada Le Parisien.

Tuduhan itu telah dianggap “keterlaluan” dan “mementingkan diri sendiri” oleh sumber-sumber yang dekat dengan Sarkozy.

Hukum Perancis melarang calon presiden menerima uang tunai diatas £ 6.300. (rz)

hizbut-tahrir
Read more...

Tembak korban tanpa perlawanan, Densus 88 dinilai balas dendam atas nama hukum

Tidak ada komentar
JAKARTA - Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya menilai tindakan Densus 88 yang asal main tembak terhadap tertuduh teroris merupakan bukti aparat tidak bermotifkan penegakan hukum akan tetapi ada unsur balas dendam ata nama hukum.

"Kenapa target harus selalu tewas? Seperti tidak ada cara lain untuk melumpuhkan target selain mengeksekusi mati target. Dari sini banyak orang menilai Densus metode kerjanya provokatif dan unsur dendam lebih mendominasi dibanding upaya low enforcement yang humanis," Ungkap Pengamat Kontra terorisme ini kepada arrahmah.com, Sabtu (5/1/2013) Jakarta.

Lebih dari itu, ia menjelaskan,  ada pengkaburan informasi di lapangan. Dari sumber Polri mengatakan bahwa pada, Jum'at tanggal 4 Januari 2013 pukul. 11.00 wita telah dilakukan penindakan terhadap target Hasan alias Kholil dan Asmar alias Abu Uswah di depan Masjid RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo di dalam komplek Univ Hassanudin Makassar, dengan hasil 2 target tewas, barang bukti didapat 1 pucuk senpi pendek jenis FN, dan 1 buah granat.
 
Atau secara singkat Kronologinya ialah pada pukul 09.30 wita anggota SW (Special Weapon) mengikuti Hasan alias Kholil dari yayasan. Pukul 09.52 wita Hasan masuk RS. Dr. Wahidin. Kemudian hasan menuju masjid dan bertemu Asmar alias Abu Uswah. Pada pukul 11.00 wita dilakukan penindakan oleh tim SW.

Dari pantauan sumber CIIA yang merapat ke TKP 15 menit pasca kejadian masih terlihat jejak genangan darah diteras masjid sebelah utara yang bersebelahan dengan jalan arah keluar Rumah Sakit dan sempat difoto sebelum di guyur air.
Ceceran darah pasca disiram air
Penuturan saksi pun menyatakan, bahwa tidak terjadi baku tembak di likasi. Tapi, yang terjadi adalah dua orang tersebut langsung diberondong peluru hingga tewas. Kemudian, segera diangkut kedalam mobil dan pergi meninggalkan TKP. Hal ini berbeda dengan informasi yang berkembang di media bahwa telah terjadi kontak tembak.

"Sebenarnya ada 3 orang yang ditarget tapi yang satu lolos, dan eksekusi dilakukan tidak begitu gaduh. Bahkan, dilingkungan yang ramai menjelang sholat Jum'at dan di lingkungan Rumah Sakit, berondongan Densus banyak orang mengira hanya bunyi petasan," beber Harits.


Menyinggung Perasaan Umat

Selain itu, dari pola tindakan aparat Polri yang menewaskan 2 orang terduga "teroris" tersebut,  ada hal-hal penting yang menurutnya perlu dikritisi.

Pertama, menurut Harits, aparat Densus 88 menampilkan metode kerja yang makin provokatif, sehingga menimbulkan erosi kepercayaan masyarakat dan semakin tergerus khususnya umat Islam. Betapa Densus dihari Jum'at dan mengeksekusi orang hingga tewas tanpa perlawanan dan itu terjadi diteras masjid.

"Ini tindakan sangat menyinggung perasaan kaum Muslimin," tuturnya.
sisa-sisa ceceran darah di teras masjid
Kedua, setelah kejadian seperti biasa Mabes kemudian konferensi Pers dan menjadi sumber tunggal mengenai informasi kejadian di lapangan dan media menyerap informasi tersebut tanpa ada pembanding.

"Faktanya bisa saja BB (barang bukti) yang ada adalah BB yang direkayasa dan tidak mungkin juga dua orang yang tewas itu bisa dikonfirmasi atas kepemilikan pistol dan 1 buah granat," imbuh Harits.

"Demikian juga tentang kebenaran apakah dua orang yang tewas masih terkait jaringan Poso (Santoso cs) juga tidak pernah lagi bisa dibuktikan. Klaim itu sepihak dari aparat keamanan,"tambahnya.

Namun,yang pasti menurut Harits, ini yang kesekian kali densus melakukan ekstra judicial killing, hanya atas dugaan terkait jaringan Poso kemudian orang berhak mati. Atau, hanya karena dapat label "teroris" kemudian setiap orang legal untuk dibunuh.

"Ini berlebihan, dan Polisi jika posisinya sebagai simbol kehadiran negara dalam konteks keamanan yang menjadi hajat azasi masyarakat kemudian begitu arogannya main cabut nyawa lantas apa yang bisa diharapkan dari keadilan?" pungkasnya. (bilal/arrahmah.com)
Read more...

PAHAM kutuk keras penyiksaan warga Poso oleh aparat

Tidak ada komentar
JAKARTA - Belasan warga Poso, Sulawesi Tengah, yang menjadi korban salah tangkap dibebaskan polisi. Ke-14 korban itu ditahan selama tujuh hari pada 20-27 Desember, karena diduga terlibat penyerang pada 20 Desember 2012 yang menewaskan empat anggota Brimob.

"Namun cerita tidak berhenti sampai di sini. Selama penangkapan mereka mengalami interogasi berlebihan, disiksa, dipukul, dan dihinakan dengan cara tidak manusiawi," kata Dewan Pembina Pusat Advokasi Hukum dan Ham (Paham) Indonesia, Heru Susetyo, pada acara 'Refleksi Awal Tahun 2013: Perlindungan WNI di Era Reformasi', yang digelar di Restoran Abu Nawas, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (2/1) siang.

Heru menjelaskan ke-14 korban salah tangkap itu masih lemah dan sakit akibat penyiksaan tersebut. Hingga kini belum ada penyampaian maaf dan penggantian biaya berobat dari Polres Poso.

Paham Indonesia selaku kuasa hukum dari korban, kata Heru, mengutuk keras tindakan penyiksaan dan kekerasan aparat terhadap 14 orang itu. Selain itu Heru mendesak pemerintah mengambil tindakan tegas dalam ranah hukum pidana maupun perdata terhadap para pelaku penyiksaan dan kekerasan itu.

Syafrudin, guru SMP Negeri 1 Kalora, merupakan salah satu warga yang menjadi korban salah tangkap. ''Saat ini, ayah saya masih ada di rumah sakit sejak dilepaskan dari tahanan. Dia masih sakit di tulang rusuk dan sulit bangun. Katanya ada kerusakan di bagian dalam,'' kata Ari Fahri, putera Syafrudin, Rabu (2/1).

Ia menjelaskan, kejadian ini bermula ketika Syafrudin mendengar ketukan pintu rumahnya setelah lepas mengajar dan menunaikan shalat di dzuhur berjamaah di Masjid Nurul Iman Desa Kalora.
Ketika membuka pintu, ia langsung ditodong dengan moncong senjata. Pihak kepolisian pun langsung memaksa untuk ikut ke pos kepolisian.

Karena masih mengenakan kaus gantung, ia meminta izin untuk mengenakan pakaian. Beberapa petugas kepolisian kemudian mengawalnya ke dalam rumah mengambil kemeja.

''Keluar rumah, Syafrudin diangkut truk Brimob. Sesampai di pos polisi desa Kalora di situlah ia mendapat pukulan,'' jelas Ari.
Menurutnya, sang ayah mengaku tak tahu berapa kali pukulan mendarat di wajahnya. Yang bisa diingat, hanya pertanyaan aparat yang menanyakan keberadaan Guntur, salah satu warga desa Kalora.

Guntur diduga terlibat dengan penyerangan pada 20 Desember 2012 yang menewaskan empat anggota Brimob, Syafrudin pun memberi tahu para anggota polisi bahwa Guntur ada di Poso. Namun, tak terima dengan jawaban tersebut, Syafrudin kembali mendapat pukulan. Hingga kemudian ia tak sadarkan diri. Ia baru sadar saat mobil yang mengantarnya telah sampai di Polres Poso.

''Saya sudah tidak rasa lagi sudah diapakan semua saya selama dalam perjalanan. Hanya saja, saat tiba di Polres Poso baru saya rasakan sakit,'' ungkap Ari mengutip pernyataan Syafrudin.

Tak hanya itu, lanjut dia, selama masa tahanan di Mapolresta Poso, matanya ditutup. Baru setelah tiga hari ia kemudian dapat melihat.

Ia mengatakan, polisi menggunakan UU Terorisme untuk menangkap Syafrudin. Termasuk ketika tidak memberikan akses kepada keluarga untuk menjenguk selama 7 x 24 jam. 

Baru setelah 7 x 24 Jam, Syafrudin dinyatakan tidak bersalah. ''Kamis (27/12) Syafrudin dikeluarkan dalam keadaan muka babak belur. Bersamanya masih ada orang lain yang juga mengalami hal serupa,'' papar Ari.
Ia menambahkan, jumlah orang yang mengalami nasib sama dengan Syafrudin sebanyak 14 orang. Itu berasal dari Desa Kalora dan Desa Tambarana. Sebanyak sembilan orang bekerja sebagai penambang dan lima merupakan warga kampung.

Ari menyayangkan sikap kepolisian yang hingga saat ini belum menyampaikan permintaan maaf kepada Syafrudin atau pun pihak keluarga. Semua tahanan dilepaskan begitu saja, tanpa ada pemberitahuan apa pun. Padahal kondisi mereka sudah babak belur. Termasuk juga tak memberikan bantuan untuk pengobatan di rumah sakit.

''Kami sekarang mengupayakan proses hukum. Kami sudah meminta bantuan Paham (Pusat Advokasi Hukum dan Ham) Indonesia, insya Allah akan di praperadilankan.''

Ia berharap, oknum yang melakukan tindakan kekerasan itu bisa dicari dan mendapat sanksi tegas. Tak hanya itu, ia juga menuntut agar pihak kepolisian dapat melakukan tindakan rehabilitasi terhadap orang-orang yang sempat ditahan.

''Karena ini di kampung, dan itu sangat mengganggu korban dan juga keluarga,'' papar dia.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Timur Pradopo menyampaikan permohonan maaf kepada warga Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah terkait kesalahan kepolisian dalam penangkapan 15 warga Desa Kalora dan Desa Tambarana.

"Saya minta maaf atas kejadian itu," kata Jenderal Polisi, Timur Pradopo, Rabu (2/1/13) siang di Poso.
Timur pun berjanji akan menindak tegas anggotanya yang melakukan tindakan penegakan hukum di luar ketantuan dan melanggar hak asasi manusia. "Saya berjanji akan menindak tegas anggota saya. Tidak ada yang kebal hukum meskipum aparat penegak hukum," tegas Timur.

Timur Pradopo mendatangi lokasi kontak senjata antara Brimobda Sulteng dengan kelompok bersenjata di hutan di antara Desa Kalora dan Desa Tambarana, Kecamatan Poso Pesisir Utara. Kapolri tak sendiri, dia datang bersama Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala BIN Letjen Marciano Norman. (bilal/dbs/arrahmah.com)
Read more...

CIR & Paham Indonesia Kecam Penangkapan & Penyiksaan 14 Warga Poso

Tidak ada komentar
http://islampos.com/wp-content/uploads/2013/01/sapto_waluyo_cir_paham-Indonesia_poso_islampos-268x300.jpgPUSAT Advokasi Hukum dan HAM (PAHAM) Indonesia mengutuk keras proses penangkapan dan penyiksaan terhadap 14 warga yang dilakukan aparat Brimob dan Polres Poso, akhir Desember lalu. 
 
“Korban yang disiksa adalah para penambang emas (9 orang) dan warga biasa yang berprofesi sebagai guru atau pedagang (5 orang). Setelah diinterogasi secara tak manusiawi, disiksa dan dihinakan selama 7 hari (20-27 Desember 2012), mereka dilepas begitu saja. Tanpa permintaan maaf dan rehabilitasi nama baik, apalagi pengantian biaya perobatan, tidak ada,” jelas Heru Susetyo, Dewan Pembina Paham Indonesia yang menjadi kuasa hukum salah seorang korban.


Bukti penyiksaan terungkap dalam refleksi awal tahun 2013 yang dilakukan Center for Indonesian Reform/CIR bersama Union Migrant dan Paham Indonesia di Jakarta, Rabu. Refleksi bertema “Perlindungan WNI di Era Reformasi”.

Salah seorang korban bernama Syafrudin, seorang guru yang tinggal di desa Kalora, satu jam dari kota Poso. “Pada tanggal 20 Desember siang hari, saya sedang tidur-tiduran di rumah, sepulang mengajar. Tiba-tiba ada tamu mengetuk pintu dengan keras. Ternyata aparat, langsung menodongkan senjata ke saya, agar ikut ke Pos Polisi. Di atas truk Brimob saya dipukuli sampai pingsan. Saya dituduh ikut pengajian ekstrem yang mengajarkan pembunuhan polisi. Padahal, saya ikut taklim biasa. Selama ditahan di Mapolresta Poso, mata saya ditutup selama 3 hari, sehingga tak tahu apa saja yang terjadi. Setelah sadar, tubuh saya luka dan lebam,” ungkap Syafrudin dalam testimoni tertulis.

Tindakan aparat Brimob dan Polres Poso itu jelas-jelas melanggar UUD RI yang menjamin WNI bebas dari penyiksaan dan pemeriksaan yang merendahkan nilai kemanusiaan.

“Aparat Polisi sekali lagi menunjukkan sikap tidak profesional dan tidak bertanggung jawab, seperti Densus 88 yang sering salah tangkap dan salah tembak. Bukti permulaan yang dimaksud ternyata hanya karena ke-14 warga itu ikut pengajian/taklim. Apa ikut mengaji itu suatu kejahatan? Setelah proses interogasi yang penuh penyiksaan ternyata tak ada bukti pendukung lain. Itu benar-benar kesalahan fatal yang akan menumbuhkan kebencian kepada aparat. Bukan memberantas terorisme, polisi malah menyuburkan kebencian baru,” ujar Sapto Waluyo, Direktur Eksekutif CIR.

Penulis buku “Kontra Terorisme, Kebijakan Indonesia di Masa Transisi” (2009) itu menunjukkan serangan terhadap patroli Brimob di Gunung Taswinuni, Desa Kalora.

“Kita prihatin dengan tewasnya 4 aparat polisi. Tapi, kita lebih prihatin karena tindakan polisi menimbulkan korban baru yang tak bersalah. Mestinya Polisi memberikan surat keterangan bersih dari kejahatan dan tidak terlibat terorisme bagi korban yang tidak terbukti, sehingga mereka tidak terkena stigma. Sekarang warga mengalami trauma dan tidak berani kembali ke rumah,” tegas Sapto.

Selain korban salah tangkap polisi, refleksi CIR-Paham-Unimig Indonesia juga membahas nasib para pedagang yang digusur PT KAI dan TKI yang merana di mancanegara. [mediacenter/islampos]
Read more...

Astaghfirullah, Ratusan Muslim Rohingya Berenang untuk Selamatkan Diri

Tidak ada komentar
Kekerasan dan penindasan terhadap warga muslim di Rohingya membuat mereka semakin banyak mengungsi di negara-negara tetangga. Pekan lalu, sedikitnya 482 muslim Rohingya yang telah terkatung-katung di kapal mereka selama 15 hari mencoba berenang ke pantai Malaysia.

Mereka yang berasal dari Myanmar tersebut memasuki Malaysia secara ilegal demi menyelamatkan diri. Tujuan mereka adalah Pulau Langkawi yang terletak di barat Kedah, Malaysia. Kepolisian Malaysia telah mendata jumlah mereka tercatat 482 orang. Diantara mereka bahkan ada yang ditemukan masih berenang 30 meter dari lokasi kapal, seperti diberitakan asiaone.com, Selasa (1/1).

Lebih lanjut, para pengungsi tersebut mengaku membayar sejumlah uang kepada agen kapal di Negara Bagian Rakhine, Myanmar untuk mengangkut mereka ke Malaysia. Biaya yang ditawarkan berkisar 2,8 juta Rupiah per orangnya.

Saat ini, para pengungsi yang nekat berenang tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit Kedah. Kepala Polisi Langkawi, Harrith Kam Abdullah mengatakan kapten kapal telah ditangkap Ahad (31/12) kemarin.

Di samping pengungsi yang berhasil mencapai pantai Langkawi, dikabarkan satu orang meninggal karena aksi nekat itu. Korban yang meninggal karena salah melompat ke laut dan terkena baling-baling kapal. Korban yang meninggal telah dimakamkan di salah satu pemakaman muslim Langkawi, Ahad (31/12) kemarin.

Setelah menjalani perawatan medis, rencananya para pendatang ilegal tersebut akan diserahkan ke kantor imigrasi Malaysia untuk diberikan penanganan lebih lanjut. (republika.co.id, 2/1/2013)
Read more...

Rp 2,5 miliar, seperti apa keset dan karpet di Kemenkeu?

Tidak ada komentar
Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) mengkritik Kementerian Keuangan yang merogoh kocek uang pajak masyarakat sebesar Rp 14 miliar untukmerenovasi ruangan kantor, ketimbang berbenah untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak.

Rp 2,5 miliar, seperti apa keset dan karpet di Kemenkeu?Lembaga Swadaya Masyarakat ini, menyebutkan untuk pembelian keset dan karpet, Kementerian yang dipimpin Agus Martowardojo menghabiskan dana Rp 529 juta. Menurut FITRA, hal tersebut hanya untuk mempertahankan gengsi semata.

Anggaran miliaran rupiah, hanya digunakan bendahara negara untuk membeli bermacam-macam perlengkapan gedung dengan besaran nominal yang sangat mahal. Seperti keset dan karpet dengan anggaran sebesar Rp 529.977.716, pembelian karpet hingga Rp 1.980.000.000 dan pembelian video conference dengan harga sebesar Rp 11.511.229.137.

Koordinator Investigasi FITRA Uchok Sky Khadafi merasa pengeluaran anggaran sebesar Rp 14 milliar ini sangatdiskriminatif apabila dibandingkan dengan gedung-gedung lain seperti Pengadilan Tipikor pengadilan Tinggi atau negeri, sangat panas, tidak ada AC serta tidak ada karpet atau keset, dan ruang kumal menandakan yang menunjukkan tidak pernah diperbaiki.

"(Ini) memperlihatkan bahwa Kementerian Keuangan untuk tahun 2012 sangat boros, dan sangat senang menghambur-hamburkan uang kas negara tanpa berpikir untuk melakukan penghematan anggaran," katanya.

Pantauan merdeka.com penggunaan karpet diantaranya digunakan pada pintu depan pintu masuk tiap gedung milik Kementerian Keuangan. Selain itu gedung yang memiliki auditorium dengan alas karpet ialah Gedung Mezzanin dan Dhanapala.

Karpet berwarna dominan merah dan corak hitam melapisi dua ruangan yang cukup besar tersebut. Karpet juga digunakan sebagai alas tangga di gedung utama tempat kerja menteri keuangan.

Lift pada gedung utama Kementerian Keuangan juga menggunakan karpet, pun pada musala. Karpet turut terlihat pada depan pintu masuk toilet.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyayangkan tindakan Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) yang mengeluarkan tudingan tanpa melakukan konfirmasi terdahulu kepada pihak tertuduh. Tindakan FITRA yang langsung mengeluarkan pernyataan kepada mediadinilai tidak tepat.

Menurutnya, pihaknya terbuka terhadap masukan untuk kemudian didiskusikan sehingga jelas mengenai pokok permasalahan. "Seandainya masukan itu diberi waktu, kita bisa tanggapi itu dengan baik. Tapi jika sifatnya langsung ke media, memang idealnya kita dikasih kesempatan," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jakarta, Kamis (27/12).

merdeka.com


Read more...

Category

Popular Posts

facebook