Comments

Tampilkan postingan dengan label Arab Saudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arab Saudi. Tampilkan semua postingan

Arab Saudi Tangkap 176 Pendemo yang Menuntut Pembebasan Tahanan Politik

Tidak ada komentar


Polisi Arab SaudiKetakutan rezim Saudi kehilangan kekuasaan, membuat negara tiran itu bertindak kejam terhadap rakyatnya sendiri yang bersikap kritis. Sebagaimana yang dilansir AFP (2 /03), negara Saudi menangkap 176 demonstran yang membela tahanan dari kelompok Islam.
Polisi Saudi telah menangkap 176 orang, termasuk 15 perempuan, dengan tudingan  protes itu illegal. Para demonstran menuntu pembebasan para tahanan kelompok Islam, menurut kantor berita resmi SPA.
Mengutip juru bicara polisi, para demonstran ditangkap “setelah menolak untuk membubarkan pertemuan di luar kantor biro investigasi dan penuntutan di Buraida,” di pusat Arab Saudi.
Para pengunjuk rasa  dituding “kelompok sesat” – sebuah istilah yang biasa dipakai pihak berwenang untuk merujuk kepada jaringan jihad Al-Qaeda.
Demonstrasi adalah hal yang dilarang di Arab Saudi, sebuah kerajaan keluarga yang relatif tak tersentuh oleh pergolakan arab (arabspring).
Sekelompok kecil perempuan telah berkumpul hampir setiap hari di Buraida, di utara Riyadh, untuk menuntut pembebasan para kerabat mereka yang dipenjara, sementara puluhan demonstran menggelar aksi duduk di luar penjara Buraida pada bulan September.
Pada saat polisi membubarkan pengunjuk rasa, pihak berwenang kemudian memperingatkan mereka akan menghadapi “tindakan tegas”, suatu hal yang memicu kecaman dari Amnesty International yang mendesak Riyadh untuk menarik ancaman itu.
“Pemerintah Saudi seharusnya mendengarkan tuntutan mereka dan melepaskan para tahanan bukan malah menganiaya mereka”, kata sebuah lembaga HAM Amnesti Internasional yang berbasis di London.
Amnesty mengatakan parea pengunjuk rasa pada hari Jumat sedang meununtut pembebasan atas “lebih dari 50 perempuan dan anak-anak” yang ditahan setelah terjadi demonstrasi serupa dua hari sebelumnya.
Para wanita dan anak-anak “yang menuntut pembebasan kerabat mereka, dipenjara tanpa dikenakan tuduhan atau pengadilan,” kata lembaga pengawas HAM itu.
Beberapa wanita juga menyerukan pemecatan menteri dalam negeri di mana “kritik terhadap negara tidak dapat ditelorir,” katanya menambahkan.
Sebuah Saudi lembaga HAM Saudi yang independen mengatakan ada sekitar 30.000 tahanan politik di Kerajaan Teluk itu, sementara Riyadh membantahnya dan mengatakan tidak ada seorangpun tahanan politik. (Rikza)
Read more...

Rezim Saudi Menjarah Kekayaan Kaum Muslim Dan Mendukung Perang Terhadap Agama!!

1 komentar
harta, Uang Dolar, Dolar, UangMenteri Luar Negeri Saudi, Amir Saud bin Faisal menegaskan bahwa Kerajaan telah memberikan dukungan keuangan untuk sebuah pusat kontra terorisme internasional selama tiga tahun pertama sekitar 10 juta dolar.
Entitas Yahudi, Amerika dan Prancis membantai kaum Muslim di Palestina, Irak, Afghanistan dan Mali, sementara Basyar al-Assad membantai rakyatnya sendiri di Suriah, namun semua kejahatan itu dalam logika rezim Arab Saudi tidak termasuk aksi terorisme yang layak untuk diperanginya, dengan harta dan menggerakkan tentara untuk menyelamatkan mereka yang tertindas.
Terorisme bukan berarti pelanggan dalam logika para penguasa boneka Barat, jika itu dilakukan untuk memerangi Islam, dan untuk menekan mereka yang beraktivitas guna meraih kekuasaan, sehingga dengan logika mereka menjadi sekutu dalam pembantaian kaun Muslim yang dilakukan oleh kaum kafir imperialis. (pal-tahrir.info, 18/2/2013)
Read more...

Pangkalan Rahasia CIA: Bukti Pengkhianatan Saudi

1 komentar
PAngakan Rahasia, Pangkalan CIA di Arab Saudi, Penghianatan Arab SaudiMelanjutkan pengkhianatan nenek moyang rezim Saudi kepada umat, kerajaan Saudi mempersilahkan Badan Intelijen Amerika (CIA) mengoperasikan pangkalan udara rahasia di negara itu selama dua tahun terahir.
Pangkalan udara yang namanya tidak disebutkan itu dibangun untuk memburu apa yang oleh pihak Barat disebut teroris al Qaida di Yaman. Label teroris dan al Qaida selama ini kerap kali digunakan negara imperialis Amerika untuk melegitimasi pembunuhannya terhadap umat Islam. Padahal yang dimaksud Amerika dengan teroris adalah siapa saja yang menentang penjajahan Amerika di negeri Islam.
Dari pangkalan rahasia terpencil di Arab Saudi, CIA melancarkan serangan dengan pesawat tak berawak dengan sasaran pejuang-pejuang Islam di Yaman yang dituding sebagai teroris. Termasuk telah membunuh  Anwar al Awlaki, ulama kritis yang menentang penjajahan Amerika di dunia Islam.
Tindakan Saudi ini lagi-lagi membuktikan pengkhianan rezim otoriter ini terhadap umat. Negara ini telah berkerjasama dengan negara imperialis seperti Amerika Serikat dan sekutunya untuk membunuh kaum muslim. Sama halnya ketika Saudi membolehkan berdirinya pangkalan militer Amerika di negara itu saat perang Teluk. Dari pangkalan militer itulah Amerika menyerang Irak dan membunuh banyak umat Islam di sana.
Sebelumnya surat kabar Inggris “The Times” mengutip dari sumber-sumber intelijen AS pada hari Jum’at (4/1) mengatakan Arab Saudi melancarkan beberapa serangan udara ke Yaman. Laporan tersebut menunjukkan beberapa misi yang dilakukan oleh Angkatan Udara Saudi sangat membantu pesawat tak berawak (drone) AS dalam melancarkan serangannya.
Pasca mundur Saleh dari kekuasaan , Amerika ingin memperluas pengaruhnya di Yaman, untuk menggeser pengaruh Inggris yang telah mengakar. Seperti biasa, Amerika menggunakan label perang melawan terorisme , perang melawan al Qaida sebagai pembenaran.
Pada faktanya, seperti yang dilakukan oleh Amerika dengan pesawat tanpa awaknya di Afghanistan dan Pakistan, dan Somali, rakyat sipil diantara nya anak-anak dan wanitalah yang menjadi korban kebiadaan serangan Amerika. Dalam serangan drone AS pada selasa (22/1) setidaknya tiga orang terbunuh di provinsi Yaman utara al-Jawf, dekat perbatasan Saudi. Dilaporkan beberapa orang lain juga cedera
Sehari sebelum itu  empat orang terbunuh dalam serangan udara AS di provinsi Yaman tengah Marib, sebelah timur laut dari ibukota Sana’a, Senin. Serangan brutal itu terjadi dua hari setelah aksi serupa yang menewaskan delapan orang. Menurut kantor berita AFP, serangan hari Selasa itu menyebabkan 32 orang tewas akibat serangan drone pembunuh AS di Yaman sejak 24 Desember lalu.
Pengkhianatan Penguasa Muslim
Sama halnya dengan Saudi , pemerintah Yaman sendiri telah memuluskan kejahatan Amerika terhadap kaum muslimin. Saba News Agency, kantor berita resmi pemerintah Yaman telah menyatakan secara eksplisit pada bulan Juni 2012 adanya dialog Mayjen Ahmad Ashwal (Kepala Staf Umum Yaman) dengan pihak AS yang diwakili oleh Direktur Perencanaan Komando Gabungan Amerika, Brigadir Geoffrey Smith. Saat itu, Ashwal benar-benar menghargai dukungan teman-teman Amerikanya untuk tentara Yaman dengan memuji kemitraan antara kedua negara.
Pengkhianatan penguasa negeri Islam yang berkerjasama dengan Amerika tampak dari laporan Open Society Foundation (OSF), Selasa, 5 Februari 2013. Lembaga itu meluncurkan hasil studi berjudul “Globalizing Torture: CIA Extraordinary Rendition and Secret Detention”. Studi ini menyoroti program rendition (pemindahan seseorang ke negara lain tanpa melalui proses hukum) dan penahanan rahasia yang dilakukan dinas rahasia Amerika Serikat, CIA, paska serangan teroris 11 September 2001 ke negara itu. Partner CIA dalam program rahasia ini 54 negara, termasuk Indonesia.
Negara-negara yang menjadi partner CIA dalam program rahasia tersebut: Afganistan, Albania, Aljazair, Australia, Austria, Azerbaijan, Belgia, Bosnia-Herzegovina, Kanada, Kroasia, Cyprus, Republik Ceko, Denmark, Djibouti, Mesir, Ethiopia, Finlandia, Gambia, Georgia, Jerman, Yunani, Hongkong, Islandia, Indonesia, Iran, Irlandia, Yordania, Kenya, Libya, Lithuania, Macedonia, Malawi, Malaysia, Mauritania, Moroko, Pakistan, Polandia, Portugal, Romania, Arab Saudi, Somalia, Afrika Selatan, Spanyol, Sri Lanka, Swedia, Suriah, Thailand, Turki, Uni Emirat Arab, Inggris, Uzbekistan, Yaman, dan Zimbabwe.
Inilah pengkhianatan Saudi,  Yaman, dan penguasa negeri Islam lainnya. Memperkuat pengaruh AS, melokalisir revolusi, menghancurkan negeri dan menumpahkan darah kaum Muslim dengan dalih memerangi terorisme.(AF dari berbagai sumber)
Box : Sejarah Pengkhianatan al-Saud  
Pengkhiatan telah berakar dalam di tubuh Kerajaan Saudi, sejak keluarga Saudi memainkan peran langsungnya atas kehancuran Khilafah dan pembentukan negara Israel. Kantor Kementerian Luar Negeri Inggris melakukan kontak-kontak dengan Ibnu Saud tahun 1851 untuk berhubungan dengan pihak-pihak yang dianggap pantas untuk menjadi penentang Khilafah yang beribukota di Istanbul.
Keluarga Saudi pada saat itu adalah segerombolan bandit yang terlibat dalam percekcokan kesukuan, namun dengan uang dan senjata dari Inggris Ibnu Saud mampu memperkuat posisinya di semenanjung Arab Ketika itu Inggris menginginkan sekutunya di wilayah itu untuk memberikan pijakan pada wilayah Kekhalifahan Usmaniah yang sedang sekarat. Sebagai imbalannya, Ibnu Saud menginginkan bantuan logistik dan militer Inggris untuk mengacaukan Kekhalifahan dari dalam.

Inggris memberikan Ibnu Saud sedikit subsidi yang dipakai untuk memperluas dan mempertahankan pasukan Wahabi. Pasukan ini adalah tulang punggung pasukan Ibnu Saud untuk melawan Khilafah. Ibnu Saud berusaha untuk memperoleh legitimasi dengan memakai gerakan Wahabi, pengikut Muhammad ibnu Wahab.
Tahun 1910 keluarga al-Saud menjadi orang-orang yang lebih penting lagi bagi Inggris ketika mereka memberontak terhadap Kekhalifahan Usmani. Dengan dukungan Inggris , Ibnu Saud menyerang saudara sepupunya Ibnu Rashid yang mendukung Khilafah. Subsidi yang tadinya kecil menjadi bertambah dan sekomplotan penasihat dikirim untuk membantu gerakan Ibnu Saud meruntuhkan Khilafah dari dalam. (rz/www.khilafah.com)
Read more...

Putra Mahkota Arab Saudi sambut komandan AL penjajah AS dengan medali penghargaan

Tidak ada komentar

Putra Mahkota Kerajaan Al-Saud Salman bin Abdulaziz, wakil perdana menteri dan menteri pertahanan, menyambut kunjungan komandan Angkatan Laut AS Jonathan W. Greenert bersama delegasi yang menyertainya di kantornya di Riyadh pada Ahad (10/2/2013).


Putra Mahkota itu juga memberikan penghargaan kepada Greenert dengan Medali King Abdulaziz dengan kelas luar biasa sebagai “penghargaan atas upaya khusus dalam memperkuat hubungan persahabatan dan kerja sama antar kedua negara yang bersahabat itu,” demikian SPA melaporkan, dikutip Arab News.

Pada saat pertemuan ini, mereka juga mendiskusikan masalah-masalah kepentingan bersama antar kedua negara tersebut.

Dalam kesempatan ini juga hadir Pangeran Muhammad bin Salman, penasehat khusus dan pengawas Kantor dan Urusan Khusus Putra Mahkota, Jend. Hussein bin Abdullah bin al-Qabil, kepala staf umum, Lt. Jend Dakhulullah bin Ahmad al-Waqdani, komandan pasukan angkatan laut, Lt. Jend. Abdulrahman bin Saleh al-Bunyan, direktur jenderal Kantor Kementerian Pertahanan, dan duta besar AS James B. Smith.

Greenert dan delegasinya juga bertemu dengan Pangeran Khalin bin Sultan, wakil menteri pertahanan, pada hari yang sama. [arrahmah.com/www.bringislam.web.id]
Read more...

Mufti Arab Saudi melarang ulama serukan berjihad di Suriah

Tidak ada komentar
RIYADH  – Mufti Kerajaan Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh melarang para ulama di Arab Saudi dari menghasung para pemuda untuk berjihad di Suriah. Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh menegaskan bahwa "berjihad dengan harta terkadang lebih utama", tulis harian Al-Wathan pada Ahad (6/1/2013).

Dalam acara pertemuan dengan para khatib dan imam masjid seluruh Arab Saudi yang digelar di kota Dammam, timur Arab Saudi pada Jum'at (5/1/203) malam, syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh menegaskan, "Saya tidak mendukung keluarnya mereka (para pemuda Arab Saudi) untuk berjihad, apapun keadaannya."
Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh beralasan bahwa para pemuda itu akan berangkat ke tempat-tempat yang tidak dikenal dan mereka tidak mengetahui bergabung dengan kelompok mana. Hal itu bisa mengakibatkan mereka berada dalam keadaan-keadaan yang tidak tepat dan menjadikan mereka target yang mudah bagi musuh-musuh mereka.

Mufti umum Kerajaan Arab Saudi itu mengingatkan bahwa "mendoakan mereka (warga muslim Suriah) dan mendukung mereka dengan harta terkadang lebih utama bagi mereka dan itulah kewajiban terhadap mereka."

Lebih lanjut ia mengingatkan bahwa bantuan tersebut "harus melalui cara-cara yang legal" diakui pemerintah Arab Saudi.

Pada bulan Juni 2012 lalu, seorang ulama anggota Haiah Kibaril Ulama' (Majelis Ulama Senior Arab Saudi) telah mengeluarkan fatwa yang mengharamkan "berjihad di Suriah" bagi warga Arab Saudi tanpa mendapatkan izin dari pemerintah. Fatwa itu dikeluarkan setelah ramainya seruan untuk berjihad di Suriah melalui situs jejaring sosial di internet.

Seorang ulama dan khatib terkenal di Arab Saudi, syaikh Muhammad bin Abdurrahman Al-Uraifi, pernah diinterogasi selama beberapa jam oleh Dinas Intelijen Arab Saudi karena menghimpun dana bantuan untuk umat muslim Suriah.

Rezim Arab Saudi selama ini dikenal sebagai sekutu utama AS dan Barat di semenanjung Arab. Arab Saudi telah mengirimkan jet-jet tempurnya dan menggelontorkan dana milian riyal untuk mendukung rezim sekuler Yaman memerangi mujahidin Anshar Shariah di Yaman Selatan.

Foto-foto yang dipublikasikan oleh kantor berita Al-Madad milik mujahidin Anshar Shariah memperlihatkan senjata-senjata dan ransum makanan tentara rezim Yaman yang bertempur dengan mujahidin Anshar Shariah berlogo Kerajaan Arab Saudi. (muhib almajdi/arrahmah.com)
Read more...

Qatar akan rilis film sirah Nabi Muhammad SAW dengan biaya USD 1 milyar

Tidak ada komentar

QATAR - Film seri tentang sirah Nabi Muhammad shalallahu 'alayhi wa sallam dengan biaya sebesar USD 1 milyar telah direncanakan oleh sebuah perusahaan yang berbasis di Qatar, AFP melaporkan pada Selasa (18/12/2012).

Alnoor Holding telah mengtakan bahwa pihaknya akan meningkatkan anggaran untuk rencana film ini dari USD 1 milyar hingga USD 1,5 milyar yang telah diumumkan tiga tahun lalu.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa film ini akan diproduksi dalam bahasa Inggris dan akan diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa yang berbeda dengan tujuan untuk meluruskan pandangan yang salah dari Barat terhadap Islam.

"Film ini akan diproduksi dalam tujuh seri -bukan tiga seri film sebagaimana yang diumumkan sebelumnya- dengan total biaya USD 1 milyar, " kata pemimpin Alnoor Ahmed Al-Hashemi dalam sebuah pernyataan.

Alnoor Holding mengatakan bahwa tim para ahli telah menyelesaikan skenario film setelah mengatasi tantangan artistik dan dramatis.

Alnoor mengumumkan pada 2009 bahwa pihaknya mencari pendanaan untuk film ini, yang akan diproduksi oleh Barrie Osborne, seorang vetaran Hollywood.

Dalam film ini, Nabi tidak akan diperankan atau muncul dalam adegan film, untuk menghormati sesuai dengan syariah Islam.

Menurut laporan, Syaikh Yusuf Qaradhawi, ulama yang berbasis di Qatar, kepala Asosiasi Ulama Islam, akan memimpin pengamatan terkait film ini dan akan menjadi konsultan proyek ini secara teknis. (siraaj/arrahmah.com)
Read more...

Washington Menjual 25 Pesawat Militer ke Arab Saudi Senilai 6,7 Miliar

Tidak ada komentar
Departemen Pertahanan AS mengumunkan proyek penjualan 20 pesawat angkut model C-130 dan lima pesawat pengisi bahan bakar model KC-130 ke Arab Saudi senilai 6,7 miliar dolar.

Setelah membeli puluhan pesawat dan helikopter pada akhir tahun 2010 dengan nilai sekitar 60 miliar dolar, maka hal ini memperkuat kesepakatan yang menempatkan AS sebagai sumber utama persenjataan Riyadh. Dan dalam hal ini, Kongres akan diberi tenggang waktu tiga puluh hari untuk mengajukan kemungkinan keberatan apapun.

Kesepakatan itu mencakup 120 mesin pesawat udara, dan 25 “Link 16” yaitu sebuah sistem NATO yang didedikasikan untuk pertukaran informasi taktik antara unit-unit militer, serta suku cadang dan pelatihan yang diperlukan.

Badan Pertahanan dan Keamanan AS yang bertanggung jawab atas operasi ekspor, menurut pernyataan yang dikeluarkannya mengatakan: “Kerajaan Arab Saudi membutuhkan pesawat ini untuk melindungi kekuatannya dari kemajuan teknologi.” Dikatakan bahwa bahwa 25 pesawat itu tidak akan mengubah keseimbangan militer di kawasan Timur Tengah.

Riyadh dalam beberapa tahun terakhir dengan jelas mengutamakan pembelian peralatan militer, dan pada akhir tahun 2010 memutuskan kesepakatan senjata terbesar dengan Washington, termasuk pembelian puluhan pesawat dan helikopter dengan nilai sekitar 60 miliar dolar.

Kesepakatan itu meliputi, terutama 84 pesawat tempur pembom “F -15” dan memperbarui 70 lainnya, serta 178 helikopter penyerang, seperti Apache, Black Hawk dan lainya, termasuk juga 12 helikopter ringan untuk pelatihan “MD-530 F”, sementara periode pengiriman antara 15 dan 20 tahun (anbamoscow.com).
Read more...

Astaghfirullah, raja Arab Saudi beri PM Inggris penghargaan tertinggi the King Abdul Aziz Medal

Tidak ada komentar
JEDAH – Raja Arab Saudi pangeran Abdullah bin Abdul Aziz As-Sa'ud memberikan penghargaan tertinggi the King Abdul Aziz Medal kepada Perdana Mentri Inggris David Cameron dalam pertemuan kedua pemimpin negara di Jedah, Selasa (6/11). Demikian Koran Ash-Sharq Al-Awsath melaporkan.

Pertemuan kedua pemimpin negara di Jedah mendapat liputan luas media massa nasional Arab Saudi. Koran-koran Arab dalam negeri Arab Saudi dan koran-koran Arab di luar negeri seperti Ash-Sharq Al-Awsath dan Al-Hayat menempatkannya sebagai berita utama di halaman pertama. Foto pangeran Abdullah mengalungkan penghargaan tertinggi the King Abdul Aziz Medal kepada David Cameron dipajang secara mencolok dalam ukuran besar.
 
Pangeran Abdullah dan David Cameron bertemu untuk membahas perkembangan terbaru berbagai peristiwa lokal dan internasional. Persoalan Palestina dan perkembangan revolusi rakyat muslim Suriah menjadi persoalan internasional yang utama dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan keduanya juga membahas bidang-bidang kerja sama antara kedua negara dan upaya-upaya untuk meningkatkannya. Keduanya sepakat menguatkan kerja sama demi kepentingan kedua belah pihak.

Pertemuan diawali dengan pemberian penghargaan tertinggi the King Abdul Aziz Medal kepada David Cameron. Pangeran Abdullah sendiri yang mengalungkan penghargaan tersebut kepada Cameron. Penghargaan the King Abdul Aziz Medal hanya diberikan kepada para pemimpin tertinggi dan perdana mentri negara-negara sahabat dan negara-negara sekutu Arab Saudi. Raja Abdullah kemudian mengadakan jamuan makan untuk rombongan David Cameron di istana raja di Jedah.

Dalam kata sambutannya, Cameron mengungkan rasa terima kasihnya kepada pangeran Abdullah atas pemberian medali tertinggi tersebut. Ia merasa bangga atas penghargaan tertinggi tersebut. Selain itu Cameron menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan ratu Elisabeth II kepada pangeran Abdullah.
Pertemuan kedua belah pihak dan pemberian the King Abdul Aziz Medal juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi kerajaan Arab Saudi. Pangeran Mut'ib bin Abdul Aziz, pangeran Salman bin Abdul Aziz wakil Perdana Mentri Arab Saudi sekaligus Mentri Pertahanan, pangeran Khalid Al-Faishal bin Abdul Aziz gubernur Makkah, Saud Al-Faishal bin Abdul Aziz Mentri Luar Negeri, pangeran Muqrin bin Abdul Aziz penasehat dan utusan khusus raja Saudi, pangeran Bandar bin Sulthan bin Abdul Aziz kepala Dinas Intelijen Umum dan kepala Dewan Keamanan Nasional, pangeran Mut'ib bin Abdullah bin Abdul Aziz kepala Garda Nasional, pangeran Muhammad bin Nawwaf bin Abdul Aziz Dubes Arab Saudi untuk Inggris, pangeran Muhammad bin Nayif bin Abdul Aziz Mentri Dalam Negeri dan pangeran Abdul Aziz bin Abdullah bin Abdul Aziz wakil Mentri Luar Negeri.

Dalam pertemuan itu David Cameron didampingi oleh Mentri Pertahanan Inggris Philip Hammond, Duta Besar Inggris untuk Arab Saudi Sir John Jenkins, Penasehat Keamanan Nasional Inggris Sir Kim Dawes dan sejumlah pejabat tinggi Departemen Pertahanan Inggris.

Tidak sekedar negara sahabat dan sekutu, Inggris adalah tuan besar bagi rezim Arab Saudi. Pangeran Abdul Aziz bin Saud mendirikan kerajaan Arab Saudi pada 1930an dengan dukungan penjajah Inggris. Pada Desember 1915 penjajah Inggris dan pangeran Abdul Aziz bin Saud menanda tangani Treaty of Darin. Berdasar perjanjian tersebut wilayah kekuasaan pangeran Abdul Aziz dianggap sebagai wilayah protektorat Inggris. 

Dukungan Inggris kepada rezim Arab Saudi semakin kuat setelah raja Arab Saudi itu "berjasa besar" memadamkan jihad rakyat muslim Palestina melawan penjajah Inggris pada 1936 lewat diplomasi yang licik. Pada 1948, pangeran Abdul Aziz kembali memadamkan jihad rakyat muslim palestina lewat diplomasi licik. Peristiwa itu berakibat berdirinya negara penjajah zionis Yahudi. 
(muhib almajdi/arrahmah)
Read more...

Madinah: Saudi Membuldozer Situs-situs Bersejarah Islam

Tidak ada komentar

Pihak berwenang Saudi sedang membangun sebuah masjid yang sangat besar yang akan mampu menampung 1.6 juta jamaah– namun menghancurkan monumen-monumen bersejarah
Tiga masjid tertua di dunia akan dihancurkan saat Arab Saudi mulai melakukan perluasan yang bernilai miliaran ponsterling pada situs kedua paling suci bagi umat Islam. Pekerjaan perluasan pada Masjid an-Nabawi di Madinah, tempat di mana Nabi Muhammad dimakamkan, akan dimulai setelah musim haji tahun ini berakhir bulan depan. Saat selesai, pembangunan itu akan mengubah masjid tersebut menjadi gedung terbesar di dunia, dengan kapasitas 1,6 juta jamaah.
Namun muncul kekhawatiran bahwa pembangunan itu akan mengakibatkan digusurnya situs-situs Islam yang penting. Sudah tampak kemarahan atas tindakan meremehkan kerajaan untuk melestarikan peninggalan sejarah dan purbakala di kota suci Mekkah. Sebagian besar perluasan Masjid an-Nabawi akan berlangsung di sebelah barat masjid yang telah ada, yang terdapat makam Nabi dan dua sahabat terdekatnya, Abu Bakar dan Umar.
Di luar tembok barat bangunan masjid saat ini terdapat mesjid Abu Bakar dan Umar, serta Masjid Ghamama, yang dibangun untuk menandai tempat di mana Nabi diperkirakan melakukan shalat pertamanya pada Hari Raya Idul Fitri. Saudi telah mengumumkan tidak ada rencana untuk melestarikan atau memindahkan tiga masjid, yang telah ada sejak abad ketujuh dan ditutupi oleh bangunan era Khilafah Usmani, atau memerintahkan komisi penggalian arkeologi untuk dipindahkan sebelum dihancurkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di antara beberapa akademisi yang bersedia untuk berbicara dengan pihak kerajaan yang dikenal sangat otoriter.
“Tidak ada yang menyangkal bahwa Madinah sangat membutuhkan perluasan, tapi cara pihak berwenang melakukannya adalah sangat mengkhawatirkan,” kata Dr Irfan al-Alawi dari Islamic Heritage Research Foundation. “Ada banyak cara untuk memperluas mesjid dengan baik yang bisa menghindari atau melestarikan situs-situs kuno Islam namun mereka malah ingin menghancurkan semuanya.” Dalam sepuluh tahun terakhir, Dr Alawi telah menghabiskan waktu untuk menyoroti perusakan situs-situs awal Islam itu.
Ada sekitar 12 juta jamaah haji yang mengunjungi kota Mekah dan Madinah setiap tahun dan angka itu diharapkan menjadi 17 juta menjelang tahun 2025.
Kerajaan Saudi memandang dirinya sebagai otoritas tunggal yang dapat memutuskan apa yang harus dilakukan pada situs-situs lahirnya Islam itu. Meskipun telah mengalokasikan miliaran untuk perluasan yang besar baik di Mekah maupun Madinah,  pihak kerajaan juga melihat kota suci itu sebagai bisnis yang memberi keuntungan bagi negara yang hampir seluruhnya bergantung pada kekayaan minyak yang terbatas.
Banyak orang yang khawatir akan keberadaan warisan umat Islam itu dan penduduk setempat pun tampak terperanjat ketika tahu bahwa bagian bersejarah Mekkah dan Madinah telah dibuldoser untuk membuat jalan-jalan bagi pusat-pusat perbelanjaan, hotel-hotel mewah dan gedung-gedung pencakar langit yang sangat besar. Gulf-Institute yang berbasis di Washington memperkirakan bahwa 95 persen dari bangunan-bangunan tua yang berusia 1.000 tahun di dua kota itu telah dihancurkan dalam 20 tahun terakhir.
Di Mekah, Masjid al-Haram, situs paling suci dalam Islam dan tempat di mana semua umat Islam seharusnya sederajat, kini dibayang-bayangi oleh kompleks Omar Jabal, pengembangan apartemen-apartemen pencakar langit, hotel-hotel dan menara jam besar. Untuk membangun itu, pemerintah Saudi menghancurkan Benteng Ajyad yang bersejarah di era Khilafah Usman dan bukit yang ada di situ. Situs bersejarah lainnya yang hilang termasuk tempat kelahiran Nabi – yang sekarang menjadi perpustakaan – dan rumah istri pertamanya, Khadijah, yang diganti dengan blok toilet umum.
Baik Kedutaan Saudi maupun Kementerian Luar Negerinya di London tidak bersedia menanggapi permintaan untuk berkomentar saat The Independent menghubungi mereka pada minggu ini. Namun, pemerintah Saudi sebelumnya telah membela rencana perluasan yang diperlukan di kedua kota suci itu. Mereka menegaskan bahwa sejumlah besar hotel dengan anggaran besar telah dibangun bagi para jamaah haji yang miskin, meskipun banyak kritikus yang menunjukkan bahwa itu berada bermil-mil jauhnya dari tempat-tempat suci.
Sampai saat ini, pembangunan kembali Madinah dilakukan lebih lambat daripada yang dilakukan di Mekkah, meskipun sejumlah situs awal Islam telah hilang. Dari tujuh masjid kuno yang dibangun untuk memperingati Perang Khandaq –  suatu momen penting dalam perkembangan Islam – hanya dua yang masih ada. Sepuluh tahun yang lalu, sebuah masjid milik cucu Nabi itu dihancurkan dengan dinamit. Gambar-gambar penghancuran yang diam-diam diambil dan diselundupkan keluar dari kerajaan menunjukkan bagaimana polisi merayakan keruntuhan bangunan itu.
Pengabaian sejarah awal Islam hanya dijelaskan sedikit oleh rezim yang mengadopsiWahabisme, suatu interpretasi keras dan tanpa kompromi atas Islam yang menentang apa pun yang mungkin mendorong umat Islam untuk  menyembah berhala.
Di sebagian besar dunia Muslim, makam-makam telah dibangun. Ziarah ke makam juga lumrah dilakukan. Namun, Wahabisme memandang hal itu sebagai hal menjijikan. Polisi akan mencegah orang-orang berdoa di atau mengunjungi tempat-tempat yang berhubungan erat dengan zaman Nabi sementara para ulama terus bekerja di belakang layar untuk mempromosikan perusakan situs-situs bersejarah itu.
Dr Alawi khawatir bahwa pembangunan kembali Masjid an-Nabawi merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengalihkan fokus dari tempat Nabi Muhammad dimakamkan. Tempat yang menandai makam Nabi itu ditutupi oleh kubah hijau yang terkenal dan membentuk inti dari masjid saat ini. Tetapi di bawah rencana-rencana baru, tempat itu akan menjadi bagian sayap timur bangunan dengan besar delapan kali ukuran yang ada saat ini dan dengan mimbar yang baru. Ada juga rencana untuk menghancurkan suatu ceruk untuk shalat yang ada di tengah masjid. Tempat itu merupakan bagian dari Riyadh al-Jannah, bagian dari masjid dimana Nabi menerima wahyu.
“Alasan mereka adalah mereka ingin membuat lebih banyak ruang dan membangun 20 ruangan di dalam masjid yang pada akhirnya akan menampung 1,6 juta jamaah,” kata Dr Alawi. “Ini tidak masuk akal. Apa yang mereka inginkan adalah untuk memindahkan fokus dimana Nabi dimakamkan. ”
Sebuah pamflet yang diterbitkan pada tahun 2007 oleh Departemen Urusan Islam – dan disahkan oleh Mufti Besar Arab Saudi, Abdulaziz al Sheikh – menyerukan pembongkaran kubah dan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar yang akan diratakan dengan tanah. Sheikh Ibnu al-Utsaimin, salah seorang ulama paling produktif abad ke-20 Wahabi, menuntut hal yang sama.
“Diamnya kaum Muslim atas penghancuran Mekkah dan Madinah akan menimbulkan bencana dan itu merupakan sikap munafik,” kata Dr Alawi. “Film terbaru tentang Nabi Muhammad menyebabkan protes di seluruh dunia  muslim… namun penghancuran tempat kelahiran Nabi, di mana beliau shalat telah dibiarkan untuk dilanjutkan tanpa kritik apa pun. ”
Mekah dan Madinah dalam angka
12 juta orang jamaah haji mengunjungi Mekah dan Madinah setiap tahun
3.4 juta orang jamaah diharapkan melakukan ibadah haji (haji) tahun ini
60.000 orang – Daya tampung saat ini dari Masjid an-Nabawi
1.6 juta orang jamaah -Daya tampung yang diproyeksikan dari masjid setelah perluasan
(RZ; http://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/medina-saudis-take-a-bulldozer-to-islams-history-8228795.html) 

[Hizb Indonesia/BringBackIslam]
Read more...

Category

Popular Posts

facebook