Comments

Tampilkan postingan dengan label Kapitalisme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kapitalisme. Tampilkan semua postingan

Siap-Siap, Pemerintah Berencana Naikkan lagi Tarif Listrik Tahun Depan

Tidak ada komentar
 Pemerintah Berencana Naikkan lagi Tarif Listrik Tahun Depan
Pemerintah menyatakan akan kembali menaikkan tarif dasar listrik (TDL) tahun depan, setelah tahun ini ada kenaikan TDL rata-rata 15%. Namun besaran kenaikan TDL tahun depan belum ditentukan.

"Memang ini belum dibahas lebih rinci, namun tahun depan akan ada lagi kenaikan tarif listrik," ucap Menteri ESDM Jero Wacik dalam rapat kerja dengan Komisi VII di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/9/2013).

Meski begitu, Jero mengatakan, kenaikan tarif listrik ini diutamakan untuk golongan-golongan tertentu saja. Maksudnya adalah, golongan orang kaya yang seharusnya tidak disubsidi. Jadi golongan ini yang akan dinaikkan tarif listriknya.

"Ini untuk golongan orang kaya yang banyak pakai listrik dan seharusnya sudah mampu dan tidak perlu disubsidi," kata Jero.

Seperti diketahui tahun 2013 pemerintah menaikkan tarif listrik rata-rata sebesar 15%, namun dicicil per tiga bulan rata-rata sebesar 3,4%. [detikfinance/www.al-khilafah.org
Read more...

Kunjungan Menhan AS Ke Indonesia Mempertegas Keinginan AS Untuk Memperkuat Hegemoninya di Asia Tenggara

Tidak ada komentar

Menhan AS SBY
Pada hari Senin, 26 Agustus, Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel berkunjung ke Indonesia dalam lawatannya ke sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara. Kunjungan ini khusus dilakukan dengan para menteri pertahanan ASEAN dan negara regional lainnya, termasuk Cina dan India.


Dalam pertemuannya di Indonesia, Hagel membawa dua agenda yang kami anggap penting; pertama, membahas peran negara-negara ASEAN dalam persoalan keamanan khususnya dalam konflik Laut Cina Selatan. Kedua, dibahas pula rencana penyelenggaraan CTX (Counter Terorism Exercise) 2013, di mana kedua negara menjadi Co-Host bagi 18 negara peserta.

Sebagaimana telah diketahui bahwa AS memiliki kepentingan besar untuk menjaga kepentingan mereka di Asia Tenggara, baik hegemoni politik, ekonomi maupun sumberdaya alam seperti di kawasan Laut Cina Selatan yang kaya akan deposit migas. Di kawasan Asia Tenggara AS harus bersaing dengan Cina dalam memperebutkan pengaruhnya. Karena pemerintah Cina pun terus menerus melakukan lobi politik, ekonomi dan militer untuk memenangkan pertarungan politik mereka dengan AS. Hal ini misalnya disampaikan oleh Dubes Cina untuk RI bahwa Presiden mereka ingin meningkatkan hubungan bilateral dengan RI di semua sektor, karena menilai Indonesia amat penting dan strategis bagi Cina.

Hubungan ekonomi antara dua negara juga mengalami peningkatan pesat. Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan, total ekspor-impor antara Indonesia dan China pada 2012 mencapai US$51 miliar.  Jumlah tersebut meningkat cukup tajam dari 2011, di mana volume perdagangan kedua negara mencapai US$49,1 miliar. Sementara itu, nilai investasi kedua negara pada 2012 mencapai US$141 juta, meningkat dari US$128,2 juta pada tahun sebelumnya.

Bandingkan dengan neraca perdagangan RI-AS  yang pada tahun 2012 total hanya bernilai US$ 26 miliar atau mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 27 miliar. Oleh karena itu, pemerintah AS ingin mempertahankan hegemoni mereka di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Dalam bidang militer pemerintah Cina juga sudah merancang peningkatan kerjasama dengan RI. Sebagaimana dikatakan Wamenhan RI Sjafrie Sjamsoeddin bahwa hubungan militer kedua negara meningkat dari waktu ke waktu. Misalnya dalam bidang industri pertahanan kedua negara telah sepakat untuk memproduksi bersama rudal C-705. Hingga kini Indonesia dan China masih membahas proses pelaksanaan alih teknologi dalam pembuatan rudal C-705.  Selain C-705 Indonesia dan China akan membahas lebih lanjut alih teknologi pesawat tanpa awak, serta sistem pertahanan elektronik.

Karenanya kunjungan Menteri Pertahanan AS menjadi amat penting bagi pemerintahan Obama untuk memastikan bahwa RI tetap akan menjadi mitra dan sekutu AS, khususnya dalam bidang politik dan militer dalam menghadapi Cina. Karena melihat realita yang ada, Indonesia sebenarnya juga tengah diperebutkan rival AS, Cina.

AS juga segera mendesak pemerintah RI untuk membeli alutsista dari negaranya, seperti 8 unit helikopter tempur Apache seri AH-64D Longbow seharga US$ 500 juta. Padahal sejumlah kalangan seperti anggota DPR RI dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq mengomentari bahwa Indonesia lebih membutuhkan Chinook ketimbang Apache, karena Chinook multifungsi termasuk dapat digunakan sebagai pengangkut berbagai kebutuhan untuk menghadapi bencana alam.

Agenda kedua yang dibawa AS adalah persiapan CTX (Counter Terorism Exercise) 2013. Agenda ini masih lanjutan dari agenda global War On Terror, dengan menjadikan kelompok Islam garis keras sebagai tertuduh. Pertemuan ini agendanya adalah ASEAN Defence Ministers’ Meeting-Plus Experts Working Group on Counter Terrorism Exercise (ADMM-Plus EWG CTx) yang akan berlangsung tanggal 9-13 September 2013 di IPSC Sentul Bogor. Tentu saja agenda ini akan sarat dengan pesan dari negara-negara Barat khususnya Amerika Serikat dalam memerangi Islam.

Kebengisan Barat dalam memerangi Islam misalnya terlihat dengan tetap mensupport  junta militer Mesir yang membantai ribuan massa pendukung Presiden terguling Mursi dari Ikhwanul Muslimin. Padahal Mursi terpilih dengan jalan demokrasi sebagaimana arahan AS. Mursi juga telah tampil membawa Islam moderat dan menjamin sejumlah kepentingan AS di Timur Tengah seperti Perjanjian Camp David. Namun demikian AS tetap menyetujui penggulingannya.

Tunduknya penguasa negeri-negeri Islam ke bawah jempol AS adalah tragedi. Mengapa mereka mau saja menjadi sekutu negeri penjajah yang sebenarnya tengah sekarat? Kedatangan Menlu AS ke sejumlah menteri pertahanan di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, adalah cerminan kekhawatiran negeri imperialis tersebut kehilangan pengaruhnya. Amerika Serikat telah terpuruk secara ekonomi dan militer. Pemerintahan Obama pun sudah kehilangan daya dukung dari publik. Ia tak lebih dari kerupuk yang pada awalnya kelihatan besar dan mengembang tapi dengan cepat mengkerut karena kelemahannya sendiri.

Indonesia sebenarnya memiliki daya tawar yang kuat karena berbagai faktor; letak geopolitisnya yang amat strategis dan sumberdaya manusia yang banyak serta sumberdaya alamnya yang luar biasa. Seandainya saja para penguasa di negeri ini masih memiliki izzah sebagai seorang muslim untuk mempertahankan kehormatan dien-nya, pasti Allah akan memuliakan dan mengokohkan kedudukan mereka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (TQS. Muhammad [47]: 7)

Akan tetapi bila mereka memilih untuk mengikuti dan menyenangkan tuan-tuan mereka, justru Allah akan menimpakan kehinaan secepat-cepatnya kepada mereka.

مَنْ أَرْضَى النَّاسَ بِسَخَطِ اللهِ وَكَّلَهُ اللهُ إِلَى النَّاسِ وَمَنْ أَسْخَطَ النَّاسَ بِرِضَا اللهِ كَفَاهُ اللهُ مَؤْنَةَ النَّاسِ

Siapa saja yang menyenangkan manusia dengan kemurkaan Allah maka Allah serahkan dia kepada manusia, dan siapa saja yang membuat marah manusia dengan keridhaan Allah maka Allah mencukupkannya dari bantuan manusia (HR at-Tirmidzi dan Abu Nu’aim di al-Hilyah dari Aisyah)

Wallâh a’lam bi ash-shawâb. [Iwan Januar – LS HTI/HTIpress]
 
Read more...

Indonesia Masih Terjajah, 5 Negara Meraup Untung Dari Kekayaan Alam #INDONESIA

Tidak ada komentar

5 Negara Meraup Untung dari Kekayaan Indonesia
Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah. Namun, pemerintah sendiri mengakui salah urus dalam mengelola potensi tersebut.



Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswo Utomo mengakui kesuksesan ekspor kekayaan alam Indonesia belum menyejahterakan rakyat. Penyebabnya adalah ketidakpaduan dalam diri pemerintah, khususnya pusat dan daerah. Masing-masing mengeluarkan aturan sendiri dalam mengelola Sumber Daya Alam (SDA).

“Kita semua punya, yang belum punya adalah rasa kebersamaan. Kita harus sama, kita harus satu,” ujar Susilo dalam diskusi Kadin di Jakarta, Senin (24/6).

Ambil contoh dalam kasus batu bara, salah satu komoditas primadona tambang kita.

Negara ini sejatinya tidak punya banyak batu bara. British Petroleum Statistical Review melansir, cadangan batu bara Indonesia hanya 4,3 miliar ton, 0,5 persen cadangan dunia. Namun, dari 340 juta ton produksi setiap tahun, 240 juta ton diekspor.

Padahal Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah berkali-kali berteriak pembangkitnya butuh pasokan batu bara. Kabarnya banyak pemerintah daerah yang kaya batu bara begitu royal memberi konsesi tambang untuk perusahaan asing, yang jelas berorientasi ekspor. Berlawanan dari pemerintah pusat yang berusaha mengatur pasokan bahan bakar non-fosil agar lebih merata.

Itu baru satu kasus, belum lagi menengok persoalan minyak dan gas (migas). Sistem production sharing contract (PSC) memang membuat sebuah blok minyak tetap menjadi milik pemerintah, meski perusahaan asing yang mengelolanya. Namun, karena pemerintah tak serius mengembangkan Pertamina, akhirnya BUMN itu seperti jadi anak tiri di negeri sendiri.

Saat ini Pertamina sebagai perusahaan migas nasional hanya menyumbang 24 persen dari produksi minyak domestik. Alhasil, target lifting pemerintah 826.000 barel per hari dipenuhi dari kinerja operator asing seperti Chevron atau British Petroleum.

Dengan pengelolaan SDA yang melulu berorientasi ekspor dan cenderung melupakan kebutuhan dalam negeri, untung perusahaan berada di urutan pertama, baru disusul kesejahteraan rakyat. Itupun melalui jatah yang diperoleh pemerintah pusat dan daerah terlebih dulu, untuk kemudian disalurkan ke masyarakat.

Padahal, setiap kali isu pemerataan hasil kekayaan alam muncul, warga selalu ingat pasal 33 Undang-Undang Dasar Indonesia. Beleid itu mengamanatkan sumber daya alam harus dioptimalkan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

Lebih parah lagi, karena menyerahkan SDA pada perusahaan asing, pemerintah saat ini tidak terlihat ingin mengembangkan industri hulu di dalam negeri. Padahal pasokan bahan baku dari kekayaan alam, penting untuk penguatan industri hulu seperti semen dan kertas.

Ketua Tim Kerja RUU Perindustrian Kadin, Rauf Purnama menilai visi pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak jelas soal pengelolaan kekayaan alam hingga pengembangan industri hulu. Berbeda dari era Presiden Soekarno.

“Misalnya sepatu, baju, karpet, itu industri hulu bahannya dikuasai asing, harusnya itu pemerintah lebih mengembangkan ke situ. Bung Karno dulu banyak bikin pabrik kertas, semen, itu industri hulu. Nanti kalau (industri) sudah mampu diserahkan ke swasta,” kata Rauf.

Di tengah carut marut tersebut, investor asing menangguk untung besar. Ekspor terus berjalan dan pengerukan SDA Indonesia tetap berlangsung.

Meski demikian mereka tidak bisa disalahkan, karena ekspansi bisnis tersebut berjalan sesuai koridor. Bahkan pemerintah sendiri yang memberi karpet merah bagi perusahaan migas dan tambang luar negeri untuk menggarap kekayaan alam di Tanah Air.

Dari pelbagai sumber, merdeka.com memetakan negara mana saja yang pihak swasta dan BUMN-nya memiliki banyak konsesi tambang dan migas di Tanah Air. Otomatis keuntungan besar dari kekayaan alam Indonesia juga dinikmati oleh perusahaan asing tersebut. Berikut ini daftarnya:

1. Amerika Serikat
Di bidang tambang dan pengelolaan blok migas, Amerika Serikat merupakan salah satu pemain utama di Indonesia.

Tentu masyarakat sangat familiar dengan Freeport McMoran, perusahaan tambang yang mengelola lahan di Tembagapura, Mimika, Papua. Produksi tambang itu per hari mencapai 220.000 ton biji mentah emas dan perak.

Selain Freeport, masih ada Newmont, perusahaan asal Colorado, Amerika, yang mengelola beberapa tambang emas dan tembaga di kawasan NTT dan NTB. Tahun lalu, setoran perusahaan ke pemerintah mencapai Rp 689 miliar, sudah mencakup semua pajak, dari keuntungan total mereka. Jika dari NTT saja, pada 2012 pendapatan Newmont mencapai USD 4,17 juta.

Belum lagi sederet operator migas yang rata-rata kelas kakap sebagai mitra pemerintah menggelola blok migas. Chevron, memiliki jatah menggarap tiga blok, dan memproduksi 35 persen migas Indonesia.

Disusul ConocoPhilips yang mengelola enam blok migas. Perusahaan yang telah 40 tahun beroperasi di Indonesia ini merupakan produsen migas terbesar ketiga di Tanah Air. Lalu, tentu saja ExxonMobil yang bersama Pertamina menemukan sumber minyak 1,4 miliar barel dan gas 8,14 miliar kaki kubik di Cepu, Jawa Tengah.

2. China
Negeri Tirai Bambu sangat aktif mencari sumber energi non-migas dari negara lain, termasuk Indonesia. Salah satu investasi besar mereka di Tanah Air adalah bidang batu bara. Selain itu, SDA seperti nikel dan bauksit juga diincar perusahaan-perusahaan China.

Perusahaan tambang skala menengah dan besar China bergerak di seluruh wilayah. Mulai dari Pacitan, Jawa Timur, sampai Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara. Salah satu perusahaan besar adalah PT Heng Fung Mining Indonesia yang berinvestasi di bidang nikel, di Halmahera, Maluku, dengan target produksi bisa mencapai 200 juta ton.

Petro China, perusahaan migas pelat merah China juga mengelola beberapa blok. Salah satu yang baru ini tersorot adalah 14 blok di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, yang disegel pemerintah setempat karena persoalan CSR.

3. Inggris
British Petroleum (BP) adalah operator lama sektor migas di Indonesia. Mengelola blok gas Tangguh di Papua, lewat anak perusahaan BP Berau, investasi terbaru perusahaan asal Inggris itu di blok tersebut mencapai USD 12,1 miliar.

BP mengelola Blok Tangguh Train III, dengan 60 persen jatah mereka dapat diekspor ke Asia Pasifik, sementara 40 persen disalurkan ke Indonesia.

Pasokan gas yang dibutuhkan PLN juga akan disalurkan oleh BP. Kerja sama strategis tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) pasokan gas alam cair untuk pembangkit milik PLN sebesar 230 mmscfd.

Perusahaan dan investor lain asal Inggris saat ini sedang mengincar sektor sumber daya alam strategis lainnya. Khususnya di bidang industri ramah lingkungan.

4. Prancis
Perusahaan migas asal Negeri Anggur, Total, sudah bermitra cukup lama dengan pemerintah Indonesia.

Total E&P Indonesie mengelola blok migas Mahakam, Kalimantan Timur. Total bekerjasama dengan Inpex Corp dalam mengelola blok Mahakam. Total mengendalikan 50 persen saham di blok tersebut dan Inpex sisanya.

Pada 2008, Total mengajukan proposal untuk memperpanjang kontrak karena ingin melakukan investasi lebih lanjut. Total memproyeksikan Blok Mahakam pada 2013 memberikan pendapatan US$ 8,92 miliar.

Selain Total, perusahaan Prancis lain, Eramet, berinvestasi di kawasan timur Indonesia. Eramet beroperasi di Indonesia melalui kepemilikan saham pada PT Weda Bay Nickel di bawah konsorsium Strand Mineralindo.

Investasi proyek pengolahan dan pemurnian (smelter) bahan tambang di Halmahera Utara, Maluku tersebut mencapai US$ 5 miliar (Rp 50 triliun) dengan kapasitas 3 juta ton per tahun.

5. Kanada
Canadian International Development Agency (CIDA) mengembangkan 12 proyek di Sulawesi saja, semuanya berhubungan dengan pengelolaan sumber daya alam.

Sheritt International dan Vale juga membuka tambang di Indonesia. Khusus Vale, investasi di Sulawesi Tengah mencapai USD 2 miliar.

Melalui Nico Resources yang menjadi perpanjangan tangan perusahaan migas Calgary asal Kanada, kini ada 20 blok yang dikelola, pengelola blok terluas di Indonesia. 



Terkait: Dukung web HTI dengan akun twietter dan facebook
Read more...

Di Indonesia 1,625 Juta Pedagang Pasar Bangkrut Akibat Pasar Modern

Tidak ada komentar
pasar tradisionalSerikat Pedagang Pasar Indonesia (SPPI) mengeluhkan sedikitnya 1,625 juta pedagang pasar tradisional terpaksa gulung tikar akibat menjamurnya pasar modern,minimarket dan hipermarket. Presiden SPPI Burhan Saidi mengatakan, data terbaru pedagang pasar sebanyak 12 juta orang. Namun, keberadaan pedagang pasar lama kelamaan akan tergeser oleh pasar modern.

“Adanya ribuan minimarket membuat pedagang mengalmi penurunan omzat, bahkan sampai bangkrut,” ujarnya saat pidato sambutan deklarasi SPPI di Jakarta, Ahad (9/6).

Dia menyebutkan, pada 2007 jumlah pedagang pasar sebanyak 12.625. 000. Tetapi pada 2008, jumlah pedagang pasar tinggal 11 juta. “Dengan demikian selama satu tahun terjadi penurunan 1.625.000,” tuturnya.

Dia khawatir, jika hal ini terus dibiarkan, maka pedagang pasar tergusur. Dia menambahkan, belum lagi karena revitalisasi pasar, belum tentu para pedagang pasar dapat menempati kios lamanya lagi. “Bisa jadi kios itu diisi oleh pedagang baru,” ucapnya.

Belum lagi perdagangan bebas (AFTA) 2015 yang didepan mata bukan hal yang main-main. Dia menegaskan, kapitaliseme tidak pernah memihak rakyat kecil, dan menghilangkan prinsip ekonomi kerakyatan. Dia menuding regulasi peraturan presiden (perpres) dan peraturan menteri perdagangan (permendag) yang ada selama ini substansinya tidak berpihak pada pedagang.

“Semangatnya mengarah pada perdagangan bebas, dimana ada dominasi peritel besar,” ucap Burhan.
Dia menegaskan, fenomena itu tentu melawan ekonomi kerakyatan. Padahal, tambahnya, mereka penggerak ekonomi rakyat. Menurutnya para pedagang pasar berhak mendapartkan kesejahteraan sama seperti kita (masyarakat lainnya). Dia berharap Pemerintah harus serius.  “Peran pemerintah menjaga kesejahtaraan pedagang dan tidak menggeser padagang yang bertahun-tahun ada,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah melakukan perlindungan terhadap pasar, Pembatasan kuota, jumlah toko modern sampai mengatur lokasi dan jarak pasar modern. “Kami berharap ada pengaturan perijinan,” tuturnya.

Pihaknya memberikan apresiasi penuh kepada pemerintah untuk mempercepat disahkan Rancangan Undang -Undang (RUU) perdagangan yang kini sedang dibahas. “Karena disahkannya itu menjadi payung hukum untuk pemerintah pusat mengintervensi terhadap pemerintah daerah (pemda) yang berlindung dibalik otonomi daerah,” ujarnya. (republika.do.id, 9/6/2013)
Read more...

Penjajahan Berkedok Investasi Asing

Tidak ada komentar
FreeportOleh : Arim Nasim
Direktur Pusat Kajian dan Pengembangan Ekonomi Islam
FPEB UPI di Bandung


Ambruknya tambang bawah tanah Big Gossan milik Free Port yang menelan korban tewas sebanyak 28 orang dari 38 yang terkubur menambah tragedi yang memilukan di tanah Papua setelah sebelumnya publik dikagetkan dengan  isu kelaparan yang mengakibatkan kematian puluhan warga pedalaman Papua.   Ironis memang ditengah ekploitasi tambang emas dan perak yang dilakukan  perusahaan free port sehingga mengantarkan free port dari perusahaan kecil menjadi perusahaan besar dengan keuntungan puluhan trilyun per tahun, ternyata masih ada sekitar 1,2 juta rakyat Papua atau sekitar 80 % hidup dalam kemiskinan.

Imperialisme?

Selama ini pemerintah selalu berupaya untuk meningkatkan investasi asing khususnya Investasi AS di Indonesia. Kunjunggan-kunjungan Presiden AS dari mulai George Bush sampai Obama selalu dibumbui dengan keinginan Pemerintah Indonesia agar perusahaan-perusahaan Paman Sam tersebut meningkatkan investasinya di Indonesia.  Pemerintah selalu beralasan bahwa peningkatan investasi asing akan meningkatkan perekonomian Indonesia yang akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Benarkah Investasi Asing khususnya Investasi AS telah  meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia ?

Faktanya, selama ini investasi Asing ternyata  lebih banyak merugikan dan menyengsarakan rakyat apalagi investasi yang ditanamkan oleh perusahaan-perusahaan AS. Ada 3 faktor yang bisa kita jadikan bukti bahwa Investasi AS telah banyak merugikan perekonomian Indonesia dan menyengsarakan rakyat.

Pertama, Investasi yang dilakukan perusahan AS seperti Exxon Mobil Oil, Caltex, Freeport dan Newmont adalah investasi di bidang ekploitasi barang tambang. Sementara salah satu alasan pemerintah mengundang investasi asing adalah untuk mengatasi pengangguran, padahal investasi dibidang tambang tidak banyak menyerap tenaga kerja sehingga tidak akan mampu mengurangi pengangguran yang terjadi saat ini.

Kedua, Para Investor dengan prinsip kapitalis yaitu meraih keuntungan yang sebanyak-banyaknya telah mengakibatkan Kerusakan ekosistem dan lingkungan alam serta lingkungan sosial. Penambangan yang dilakukan oleh Freeport, New Mont dan beberapa perusahan tambang lainnya telah menghasilkan galian berupa potential acid drainase (air asam tambang) dan limbah tailing. PT Newmont telah merusak pante buyat dan sumbawa Bagian barat  dengan diikuti oleh aktifitas pembuangan limbah tailing ke laut dalam jumlah yang lebih besar yaitu mencapai 120.000 ton per hari, 60 kali lebih besar dibandingkan dengan jumlah yang dibuang Newmont di pantai buyat Minahasa Sulawesi Utara. Apalagi saat ini pemerintah telah mengijinkan penambangan di daerah hutan lindung maka terjadinya  kerusakan hutan akan semakin bertambah, saat ini laju kerusakan hutan mencapai 1,6 – 2 juta hektar per tahun. Luas hutan Indonesia 50  tahun terakhir diperkirakan terus menyusut, dari 162 juta hektare menjadi kurang dari 100 juta hektare. Walhi mencatat 96,5 juta hektare atau 72 persen dari 134 juta hektare hutan tropis Indonesia telah hilang. Akibatnya kekeringan melanda berbagai daerah pada saat musim kemarau dan banjir terjadi dimana-mana ketika musim hujan tiba.

Ketiga, Kontrak Kerja Sama (KKKS) atau kontrak karya selalu berpihak dan menguntungkan  investor akan tetapi  merugikan pemerintah dan rakyat dalam kasus Freport di Papua,  Pemerintah indonesia hanya mendapatkan 18,72  % itupun 9,36  % miliki swasta sedangkan sisanya dimiliki Freepoort , padahal PT Freeport saat ini telah berhasil mengeruk lebih dari  30 juta ton tembaga dan 2,744 milyar gram emas di Indonesia dengan mengeksploitasi pertambangan di Papua, ironisnya jangankan meningkatkan kepemilikin saham untuk meningktakan royalti saja pemerintah tidak memiliki keukasaan.

Sementara dalam kasus blok Cepu Exxon mobile  mendapat konsesi 50 % padahal  berdasarkan hasil survei dan kajian (technical evaluation study, TEA) Humpuss Patragas tahun 1992-1995, cadangan minyak Cepu mencapai 10,9 miliar barel, lebih besar dari  Cadangan minyak yang sebelumnya ditemukan di Indonesia secara hanya sekitar 9,7 miliar barel.

Dan yang lebih fantasisi lagi adalah kontrak  karya gas di Pulau Natuna  semua hasil gas 100 % milik Exxon mobile sementara pemerintah hanya mendapat pajak penjualan, maka saat ini exxon berusaha terus untuk memperpanjang kontrak tersebut yang sebenarnya harus sudah berakhir tahun  2005,  hal ini dilakukan karena Ladang gas D-Alpha yang terletak 225 km di sebelah utara Pulau Natuna (di ZEEI) total cadangan 222 trillion cubic feet (TCT) dan gas hidrokarbon yang bisa didapat sebesar 46 TCT merupakan salah satu sumber terbesar di Asia.

Penutup

Oleh karena itulah investasi asing sebenarnya adalah kedok baru bagi imperilisme(Penjajahan) di bidang ekonomi. Dalam kasus Papua bisa kita saksikan kehidupan di kompleks Freeport tampak gemerlap, akan tetapi kontras dengan tingkat kemiskinan di Papua. Inilah salah satu penyebab rakyat Papua sangat mudah diprovokasi  untuk melakukan tindakan separatisme oleh OPM karena mereka menyaksikan ketidakadilan akibat kebijakan Pemerintah.


Sungguh sesuatu yang sangat memilukan ketika gerakan OPM ini didukung oleh Inggris dan Amerika padahal selama ini perusahaan-perusahaan mereka dengan begitu mudahnya menjarah SDA Papua. Maka yang sebenarnya  terjadi  di Papua saat ini bukan saja  penjajahan secara ekonomi tapi juga secara politik oleh Amerika dan Inggris.  (Sumber : HU Pikiran Rakyat, Rabu 29 Mei 2013)

[www.bringislam.web.id]
Read more...

Hizbut-Tahrir Indonesia Solo Raya Tolak Kenaikan BBM

Tidak ada komentar
Hizbut-Tahrir Solo Raya Tolak Kenaikan BBm
ANTARA/Noveradika/bb
Surakarta: Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Solo Raya berunjuk rasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), karena dinilai akan menyengsarakan rakyat.

Unjuk rasa yang dilakukan ratusan orang itu dimulai dari kawasan Sriwedari dan berakhir di Bundaran Gladag, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (19/5). Sejumlah anak turut dilibatkan dalam aksi tersebut.

Di sepanjang perjalanan, para pengunjuk rasa tidak henti-hentinya mengajak seluruh warga untuk melakukan penolakan serupa. Ajakan itu diserukan melalui dua mobil bak terbuka yang dijadikan sebagai panggung berjalan.

Pengunjuk rasa menegaskan, rencana pemerintah menaikkan harga solar dari Rp4.500 menjadi Rp5.500 per liter dan premium dari Rp4.500 menjadi Rp6.500 tidak bisa diterima. Mereka bahkan menuding hal itu sebagai bentuk ketidakberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil.

Dalam orasinya, seorang pengunjuk rasa menyatakan saat ini dari sekitar 53,4 juta kendaraan, 85% di antaranya adalah sepeda motor. Artinya, kalau harga BBM dinaikkan, yang paling banyak merasakan imbasnya adalah pemilik sepeda motor.

"Mereka itu adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Kami khawatir kalau harga BBM tetap dinaikkan akan memicu terjadinya gejolak sosial. Oleh sebab itu HTI dengan tegas menolak kenaikan (harga) BBM," katanya dengan suara lantang.

Unjuk rasa tersebut menyita perhatian masyarakat. Apalagi saat itu suasana di sekitar lokasi aksi masih ramai oleh warga yang baru saja usai menikmati hari bebas kendaraan yang rutin digelar setiap akhir pekan. (Ferdinand)

Metro Tv news [www.bringislam.web.id]

Read more...

Mafia Barkeley, Belum Seminggu Jadi Menteri, Chatib Basri Tunjukkan Wajah Asli

Tidak ada komentar
Menteri Keuangan, Chatib Basri Belum sepekan menjabat sebagai Menteri Keuangan, Chatib Basri langsung meminta kenaikan BBM per Juni depan. Tentu saja kebijakannya yang sangat neolib itu dikecam publik, salah satunya oleh Hizbut Tahrir Indonesia. “Sungguh zalim!” hardik Yahya Abdurrahman, Ketua Lajnah Siyasiyah DPP HTI, Kamis (23/5).
Menurutnya, bila menggunakan hukum Islam, tambang migas merupakan milik umum yang wajib dikelola negara, haram hukumnya diserahkan kepada asing apalagi swasta.  “Karena tidak menggunakan hukum Islam, barang tambang termasuk migas yang harusnya milik umum justru dibiarkan dijarah asing. Sehingga rakyat harus beli mahal,” ungkapnya.

Pemberian bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM), juga merupakan bukti bahwa pemerintah memahami dengan menaikan harga BBM, rakyat akan semakin sengsara. Tapi BLSM pun tidak akan menolong rakyat miskin.

“Karena hanya 5 bulan, sedangkan biaya hidup sudah lebih dulu naik dan dampak kenaikan BBM terus berlanjut. Bagaimana pula nasib rakyat yang tidak dapat BLSM? Bukankah mereka terus didera dampak kenaikan BBM?” pungkasnya.

Seperti dilansir tempo.co (23/5), Menkeu Chatib Basri meminta kenaikan BBM Juni depan. Sebagai kompensasi ada BLSM 11,6 trilyun selama 5 bulan.

Jejak Chatib

Sedangkan mediaumat.com (16/6/12) melansir hasil wawancaranya dengan Pengamat Kebijakan Publik Ihsanuddin Noorsy terkait jejak Chatib Basri. Menurut Noorsy, Chatib pernah menjadi staf khususnya Sri Mulyani ketika Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan. Pernah juga di Komite Ekonomi Nasional. Bahkan pada saat Chatib Basri menjadi narasumber di Pansus Bank Century dengan menyatakan diri sebagai akademisi, sesungguhnya dia sudah menjadi staf ahli Menkeu.
“Artinya, jelas dia dipakai oleh Demokrat untuk membela kebijakan Sri Mulyani atau lebih tepatnya Partai Demokrat. Kalau kali ini dia dipakai SBY, dia memang pembela Demokrat lebih tepatnya pembela neolib,” ungkap Noorsy.

Pada Nov 2007, lanjut Noorsy, Chatib bersama Faisal Basri dan Umar Juoro adalah ekonom yang membela Pemerintah di Mahkamah Konstitusi dalam soal Judicial Review UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal. Dengan UU ini malah membuktikan bahwa Indonesia makin konsisten menegakkan prinsip-prinsip ekonomi neoliberal.

“Dengan demikian terbukti siapa Chatib dan bagaimana karakter kabinet Indonesia bersatu yang sekarang ini,” ungkapnya.

Menariknya, lanjut Noorsy, pada saat off air talk show di Trans TV dalam kasus penjualan Indosat, dia mengatakan pada Noorsy, “Kantongi nasionalismemu!”[] Joko Prasetyo

Media Umat [www.bringislam.web.id]

Read more...

Geng Motor : Entitas Kriminalitas Buruknya Kehidupan Sosial Sekulerisme-Kapitalisme

Tidak ada komentar
Geng Motor
Penangkapan sejumlah geng motor di tanah air, seperti di Pekanbaru dan Makassar mengungkap fakta-fakta kejahatan mereka yang sesungguhnya. Bila selama ini masyarakat hanya mengetahui secuil tindak kriminalitas geng motor seperti balap liar dan kekerasan, ternyata mereka sudah kerapkali melakukan kejahatan yang jauh lebih keji. Selain terbiasa dengan seks bebas sesama geng, berulang kali melakukan pemerkosaan dan berbagai tindak perampasan juga kekerasan. 
 
Maraknya kemunculan geng motor tidak lepas dari hancurnya tatanan sosial masyarakat. Banyak remaja dan kaum muda yang merasa frustrasi karena hidup dalam kemiskinan, putus sekolah, broken home, bingung dan cemas menghadapi masa depan. Ditambah lagi agama telah dijauhkan dari kehidupan kecuali sekedar aturan ibadah belaka.
 
Sementara dalam masyarakat kapitalisme-sekuler seperti di Indonesia, telah berlaku pola hidup survival of the fittest atau hukum rimba, siapa yang kuat maka akan menang. Karena merasa lemah sejumlah orang berkumpul untuk memiliki entitas sosial yang kuat. Geng motor adalah salah satu entitas yang dianggap memuaskan. Memiliki kesamaan pemikiran dan perasaan  –jiwa antisosial –, mereka bersatu dalam satu wadah lalu merasa kuat untuk melakukan tindak kekerasan terhadap siapa saja yang mereka anggap sebagai lawan, termasuk kepada masyarakat.
 
Dalam entitas seperti geng motor, solidaritas dibangun amat kuat ditambah dengan ancaman bagi siapa saja yang dianggap ‘berkhianat, apakah itu membelot kepada kelompok lain atau keluar. Penganiayaan dan kekerasan bisa dijatuhkan kepada anggota yang dianggap berkhianat. Ini yang membuat ikatan di antara anggota geng motor menjadi solid.
 
Selain itu adanya jaminan perlindungan dari geng dan juga pimpinan membuat mereka berani melakukan hal-hal antisosial yang dulu sulit mereka lakukan, seperti memalak, melakukan tindak kekerasan, merusak fasilitas umum termasuk melakukan pemerkosaan dan pembunuhan.
 
Keberadaan pimpinan yang kharismatis sekaligus sadis juga salah satu faktor geng motor ini jarang terpecah. Pimpinan geng motor biasanya selain royal kepada anak buahnya, juga tidak segan-segan melakukan penganiayaan kepada mereka yang dianggap tidak setia. Kasus geng motor pimpinan Klewang di Pekanbaru, salah satu contoh. Klewang selain kejam juga membebaskan anak-anak buahnya melakukan seks bebas di antara mereka dan menggunakan narkoba.
 
Geng motor semestinya sudah dimasukkan sebagai persoalan serius yang mengancam keamanan masyarakat. Hampir di setiap kota besar terdapat geng motor dengan aksi kejahatan mereka. Di Bandung aksi kejahatan geng motor sudah lama dan berlangsung hingga kini. Di Medan seorang anggota polisi tewas dikeroyok geng motor. Tahun lalu seorang anggota TNI AL menjadi korban kebrutalan geng motor di Jakarta.
 
Selain itu para remaja dan kaum muda juga mudah tertarik untuk bergabung dengan geng motor. Faktor kejiwaan remaja yang labil akibat pemikiran kapitalisme-sekulerisme, membuat aksi dan solidaritas keanggotaan geng motor menarik perhatian mereka. Slogan seperti ‘persaudaraan’, ‘solidaritas’, ‘setia kawan’, dsb. dan budaya hedonisme yang ditawarkan menjadi daya tarik tersendiri bagi kawula muda.
 
Di Barat, berbagai geng termasuk geng motor banyak diminati kaum muda. Geng-geng motor seperti Bandidos, Vagos, Mongols hingga yang dipercayai terbesar seantero Amerika, Hells Angels, banyak menarik perhatian kaum muda di AS. Padahal seluruh geng motor di AS tidak ada yang tidak terlibat dalam kejahatan seperti kekerasan, pembunuhan, penjualan narkoba, penjualan senjata gelap, prostitusi dan pemerkosaan. Berulangkali FBI menangkapi anggota dan pimpinan anggota geng-geng motor tersebut.
 
Lambannya penanganan terhadap aksi geng motor memang menjadi salah satu penyebab masih eksisnya mereka di jalanan. Faktor hukum yang tidak memberi efek jera juga menyumbangkan penyebab tidak kapoknya geng-geng ini terus bermunculan. Dalam Islam tindak kriminal yang geng motor lakukan seperti menakut-nakuti masyarakat, menciptakan rasa tidak aman di jalanan, apalagi sampai melakukan tindak kekerasan dan perampasan sudah masuk kejahatan berat dengan ancaman sanksi yang berat. Firman Allah:
 
“Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar,”(QS. al-Maidah [5]: 33).
 
Meski sekarang operasi membubarkan geng motor tengah dilakukan dengan gencar oleh aparat, akan tetapi keberadaan mereka seperti kata pepatah; mati satu tumbuh seribu. Satu geng motor bisa dibubarkan, akan tetapi akan bermunculan lagi kelompok-kelompok baru. Karena geng-geng kriminal seperti geng motor lahir dari rahim kapitalisme-sekulerisme. Selama masih ada ketimpangan sosial dan ekonomi, maraknya broken home, pengangguran, mahalnya biaya pendidikan, hedonisme, dan lemahnya penangangan hukum, maka geng-geng motor seperti itu tidak akan punah. Di negara-negara Barat yang menerapkan kapitalisme-sekulerisme, kelompok-kelompok seperti itu masih terus eksis dengan aksi kriminalnya. Padahal perang terhadap keberadaan mereka sudah ditabuh aparat keamanan sejak lama. Tidak ada jalan keluar untuk menghapus keberadaan mereka melainkan dengan mengganti terlebih dahulu tatanan sosial yang rusak dengan tatanan sosial yang benar dan sesuai fitrah manusia, yaitu tatanan sosial yang dibangun sesuai syariah Islam dalam naungan sistem al-Khilafah ar-Rasyidah. Tanpa perubahan total maka tidak realitas masyarakat yang rusak tidak akan pernah berubah menjadi baik dan diridhai oleh Allah SWT. 
Read more...

Generasi Baru Mafia Berkeley Jadi Menkeu

Tidak ada komentar

Noorsy: Ini Alasan SBY Pilih Generasi Baru Mafia Berkeley Jadi Menkeu




Chatib Basri dan Ichsanuddin Noorsy-jpeg.image
Chatib Basri & Ichsanuddin Noorsy (kanan) saat memaparkan pandangan mereka terkait bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun dalam rapat Tim Pansus Angket Century di Jakarta, Kamis (21/1/2010).(imam sukamto/tempo)
JAKARTA): Presiden SBY sudah memilih Chatib Basri sebagai Menteri Keuangan (Menkeu), menggantikan Agus Martowardojo yang digeser menjadi Gubernur Bank Indonesia.
Pakar ekonomi politik Universitas Indonesia (UI), Ichsanuddin Noorsy, memahami alasan SBY memilih Chatib. Paling tidak, kata Ichsan, ada tujuh alasan mengapa SBY memilih generasi baru Mafia Berkeley itu.
Alasan pertama, ungkap Ichsan, Chatib Basri menunjukkan keberpihakan pada liberalisasi sektor keuangan sejak pemerintahan Megawati. Saat itu, ketika Ichsan berdebat dengan Chatib di salah satu televisi swasta tentang divestasi PT Indosat, dengan tegas Chatib Basri menyatakan, “Kantongi nasionalisme-mu.
“Sikap dia saya kutip lagi saat saya berdebat dengan yang bersangkutan bersama Emil Salim, dan Amien Rais di Sugeng Sarjadi Forum dan ditayangkan di Q -TV,” ungkap Ichsan kepada rakyat merdeka online Senin (20/5/2013) malam.
Alasan kedua, lanjut Ichsan, Chatib kembali menunjukkan keberpihakan kepada liberalisasi perekonomian setelah UU No. 20/2002 tentang Ketenaga listrikan dibatalkan Mahkamah Konstitusi pada 15 Desember 2004, yang membuat kredibilitas pemerintah RI terganggu di mata investor asing dan negara-negara OECD. Pemerintah juga cemas karena UU No. 22/2001 tentang Migas juga sedang dimohonkan pembatalannya di MK.
“Jilmy Asshidiqie Ketua MK di rumah jabatannya jalan Widya Chandra di hadapan sejumlah rekan-rekannya yang sedang bertamu menyatakan bahwa Rizal Mallarangeng, Moh Iksan dan Chatib Basri sudah melobi dirinya.Tujuannya agar UU Migas tidak bernasib seperti UU Ketenagalistrikan,” ungkap Ichsan.
Alasan ketiga, masih kata Ichsan, Chatib Basri menyetujui argumen Bank Dunia bahwa subsidi BBM adalah sasaran, tanpa lebih dulu memasalahkan status komoditas sektor energi dan pengertian subsidi pada hajat hidup orang banyak.
Alasan keempat, lanjut Ichsan, mengenai UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal. Pada November 2007 MK sedang menyidangkan gugatan pembatalan UU Penanaman Modal. Dari pihak penggugat tampil tiga saksi ahli yaitu Revrisond Baswir, Hendri Saparini dan Ichsanuddin Noorsy.
Dari pihak Pemerintah tampil tiga saksi ahli, Faisal Basri, Umar Juoro, dan Chatib Basri. Chatib dan Faisal mengungkapkan argumen bahwa perbaikan UU Penanaman Modal dibutuhkan karena ditujukan untuk membuka lapangan kerja.
Saat itu, dengan menggunakan data Kementerian Koperasi dan UMKM, Ichsanuddin Noorsy pun membuktikan sebaliknya. Yakni pada 2005-2007 UMKM menyerap lapangan kerja sebesar 97,1 sampai 97,2 persen dengan sumbangan pada pertumbuhan ekonomi mencapai 54-56 persen.
Kelima, kata Ichsanuddin, pada Januari 2010 saat dia, Hendri Saparini dan Chatib Basri diminta sebagai nara sumber pada Pansus Bank Century, Chatib dengan tegas membela kebijakan yang terindikasi memenuhi unsur pidana itu, sementara Ichsan menegaskan, kebijakan talangan Bank Century Rp 6,762 triliun adalah bukti lemahnya pengawasan perbankan serta kebijakan yang melanggar asas kehati-kehatian dan kepatuhan perbankan sehingga memenuhi unsur pidana.
Keenam, lanjut Ichsan, beberapa saat setelah ditetapkan sebagai Menkeu, Voice of America mewawancarai Chatib. Ichsan mengatakan, jika mencontoh Obama memilih Timothy Geithner atau Jack Lew sebagai Menteri Keuangan, maka sikap SBY bertentangan dengan Obama dalam melindungi kepentingan negaranya pada peperangan ekonomi dengan RRC dan musuh-musuh potensial lainnya.
SBY jelas telah membuktikan sikap dirinya. Pembuktikan ini bertentangan dengan pernyataannya 12 Juli 2007 bahwa SBY tidak menganut neoliberal.Pernyataan ini diulanginya saat kampanye 2009 dengan menyebut bahwa dirinya memilih jalan tengah.
Chatib Basri-1-jpeg.image
Chatib Basri (Menkeu baru)
Ketujuh, kata Ichsan lagi, Chatib dikenal hangat dengan PT Astra Internasional, PT Indika Energy, bahkan dengan kelompok Bakrie. Maka selain sejumlah alokasi anggaran belanja akan mulus dalam rangka Pemilu 2014, divestasi 7 persen New Mount, proyek Jembatan Selat Sunda, dan redenominasi pun akan lancar.
Ichsan menambahkan, sejak Maret 2013, ketika Agus Martowardoyo diajukan sebagai calon tunggal Gubernur BI, seorang konglomerat yang sangat dekat dengan istana membisikkan kepada dia bahwa SBY sudah menyiapkan Chatib Basri sebagai Menkeu.
Ichsanuddin mengaku tidak menyahuti informasi itu di saat diskusi tentang defisit APBN dan neraca perdagangan sedang berlangsung serius. (sumber: rmol.com), salam-online
[www.bringislam.web.id]
Read more...

Kenaikan Harga BBM: Wakil Rakyat Justru Mengkhianati Rakyat

Tidak ada komentar
 971652_369185119858671_1378797761_n.jpg (849×749)

Ketika pemerintah ngotot menaikkan harga BBM yang jelas-jelas akan memberatkan rakyat, para "wakil rakyat" di DPR mestinya menghadang kebijakan yang tidak bijak dari pemerintah ini. Mereka kan (ngakunya) mewakili rakyat, harusnya ya menyuarakan aspirasi rakyat yang diwakilinya itu.... Dan soal kenaikan BBM seperti ini kan sudah jelas rakyat bakal menolaknya, sebab pasti akan diikuti kenaikan harga berbagai komoditas di masyarakat.

Tapi, para poli-TIKUS di Senayan bakal sulit membela rakyat yang (katanya) diwakilinya karena seperti ditulis Detikcom (14/5), partai koalisi pendukung pemerintah sudah mengisyaratkan menyepakati kenaikan harga BBM. Seperti ditulis banyak media, rencana harga baru BBM yang akan ditetapkan pemerintah yaitu premium menjadi Rp 6500 (naik Rp 2000) dan solar menjadi Rp 5500 (ada kenaikan Rp 1000). Kenaikan BBM kali ini dampaknya bakal semakin menyulitkan rakyat, sebab momentumnya justru berdekatan dengan puasa dan lebaran, di mana tanpa kenaikan BBM saja harga-harga sudah meroket. Sementara pengeluaran rakyat juga sedang banyak-banyaknya, karena sebentar lagi juga tahun ajaran baru di sekolah.

Padahal pemerintah yang terus menerus menyengsarakan rakyatnya, telah diperingatkan Nabi dengan ancaman tidak akan masuk surga. (Baca: PEMERINTAH DILARANG MENYENGSARAKAN RAKYAT: http://www.facebook.com/ihsanabduldjalil/posts/367899293320587)

#TolakBBMNaik


[www.bringislam.web.id]
Read more...

Anak yang Sakit Itu Terbaring di Setang Sepeda

Tidak ada komentar
Anak yang Sakit Itu Terbaring di Setang Sepeda Warta Kota/Adhy Kelana Soekarna dengan memboceng anaknya yang tengah sakit melintas di kasawan Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013). Anaknya yang berusia 4 tahun sakit dan dibaringkan di setang sepeda serta ditutupi kantong kresek hitam dan kaki menjuntai di depan setang sepeda bututnya. Lelaki asal Tasikmalaya, Jawa Barat, ini kebingungan karena tidak punya uang untuk berobat anaknya.

JAKARTA — Hari masih pagi ketika Soekarna mengayuh sepedanya dengan perlahan di Jalan Jagakarsa, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (15/5/2013). Soekarna harus berhati-hati membawa sepedanya karena anaknya yang berumur empat tahun terbaring di setang sepedanya.
Selembar plastik hitam menutupi badan bocah itu untuk melindungi dari curahan air hujan, yang saat itu gerimis mengguyur jalanan Ibu Kota yang dilewati Soekarna. Kaki mungil sang anak terjuntai tak bertenaga di atas tumpukan kertas yang menjadi alas badannya.
Seorang pengendara motor berjalan lambat sejajar kepada Soekarna. "Maaf pak, kenapa anaknya kok ditutup kantung keresek?" tanya si pengendara motor.
Dengan lirih, Soekarna menjawab, "Anak saya sakit, tapi saya tidak punya uang." Terpancar ekspresi kebingungan di raut wajahnya.
Lelaki asal Tasikmalaya, Jawa Barat, itu kebingungan bagaimana mengobati anaknya yang sakit. Tak mudah memang bagi warga miskin seperti dirinya ketika didera masalah kesehatan. Si pengendara motor kemudian memberikan sedikit uang kepada Soekarna dengan tujuan agar anaknya yang sakit segera dibawa berobat.
Soekarna terus mengayuh sepedanya, melaju dari arah Setu Babakan menuju Pasar Minggu. Jika di bagian depan sepedanya terbaring anaknya yang sakit, bagian belakang (boncengan) sepedanya penuh dengan berbagai barang bawaan. Ada tumpukan kardus, sangkar burung yang telah rusak, dan sebuah tas lusuh yang menemani perjalanannya

kompas.com  .
Read more...

Tuhan Jenis Apa Yang Melegalkan Homoseks?

Tidak ada komentar


Slogan demokrasi Vox Populi, Vox Dei (suara rakyat adalah suara Tuhan) kembali dipertanyakan kebenarannya oleh tokoh masyarakat yang berfikir rasional, di antaranya adalah Muhammad Ismail Yusanto, lantaran pada Selasa (23/4) negara demokrasi Prancis melegalkan pernikahan sesama jenis (homoseksual/lesbianisme).


Vox Populi, Vox Dei. Bila benar suara rakyat adalah suara Tuhan, kira-kira Tuhan jenis apa, yang mau legalkan pernikahan sejenis?” tohok Jubir Hizbut Tahrir Indonesia dalam kultwitnya, Kamis (2/5) di @ismailyusanto.

Karena, ungkap Ismail, di dunia hewan yang paling menjijikkan sekalipun, se-anjing-anjingnya anjing, tak dijumpai gejala lesbianisme dan homoseksualitas.

Dalam kultwit no 8, 9 dan 10 Ismail berkicau:

8. Dimana-mana, kalau ada ayam jantan ngejar ayam jantan, pasti mau tarung, bukan mau kawin.
9. Lah, ini di lingkungan manusia, jenis makhluk yang katanya paling berakal, koq disahkan aksi “jeruk makan jeruk”.
10. Secara rasional, siapa yang berani bilang bahwa pernikahan sejenis adalah sebuah kebaikan?

Tuhan Legalkan Riba?

Di Indonesia, prediksi Ismail, contoh ekstrim tersebut pasti ditolak karena katanya tidak mungkinlah kesepakatan gila seperti itu bakal terjadi di negara mayoritas Muslim.

Namun faktanya, kegilaan yang ekstrim lainnya justru tumbuh subur dan dianggap biasa.

Misalnya terkait perbankan. “Di negeri ini, seperti di banyak negara lain, perbankan dijalankan dengan prinsip ribawi, padahal semua agama melarangnya,” tegas Ismail.

Dalam kicauannomor 20-22 Ismail berargumentasi:

20. Dalam agama Yahudi dan Nasrani misalnya, mereka yang membungakan uang dianggap melakukan penipuan dan perampokan.
21. First Council of Nicaea (tahun 325) mengeluarkan Canon 17 yang mengancam akan memecat para pekerja gereja yang mempraktekkan bunga.
22. Larangan bg masy luas dikeluarkan o Council of Vienne (1311) yg nyatakan bunga itu tdk berdosa maka ia dinyatakan murtad dari Kristen
Sedangkan dalam Islam larangannya sangat jelas dan ancamannnya sangat tegas. “Barang siapa yang tidak menghentikan memungut riba akan diperangi oleh Allah dan Rasul, serta mereka akan kekal di dalam neraka,” tegas Ismail mengutip Al-Qur’an Surat Al-Baqarah Ayat 275.

Di penghujung kultwitnya, Ismail kembali menggugat:

25. Bila hingga skrng, perbankan ribawi ini kokoh berdiri dgn landasan UU yg tlh disepakati wakil rakyat, suara Tuhan yg mana yg diikuti?[][mediaumat/www.bringislam.web.id)
Read more...

Category

Popular Posts

facebook