Comments

Tampilkan postingan dengan label khilafah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label khilafah. Tampilkan semua postingan

Urgensi Media dalam Menegakkan Khilafah Islamiyah

Tidak ada komentar
Media, Media, Sosmed,
Prolog           

         Media massa dari waktu ke waktu dengan berbagai latar kepentingan telah terbukti menjadi pilar utama sebuah perjuangan. Perjuangan kemerdekaan Indonesia, perjuangan kafir Inggris, Prancis, dan Amerika dalam mencerabut kesatuan ummat dari naungan Khilafah Islamiyyah sekaligus menghancurkannya. Pun bagi perjuangan menerapkan syari’ah dalam naungan khilfah Islam yang kedua, media massa menjadi poin sangat penting yang tidak bisa diabaikan.

            Media massa mampu untuk menghantarkan yang nihil menjadi seakan luar biasa keberadaannya dan yang bathil menjadi begitu dipuja. Tengok saja bagaimana boyband asal Korea seperti SuJu dan BigBang atau penyanyi kontroversial Lady Gaga menjadi penyulut histeria para remaja. Padahal tak sedikitpun teladan yang bisa mereka tunjukkan. Lebih dahsyat lagi misalnya bagaimana lisan para pengusung liberalisme dikreasikan untuk indah didengar, padahal membuat ummat tersesat dari jalan keimanan. Media massa pula yang mampu membuat sebuah kebenaran hakiki dijauhi, bahkan ditakuti. Islam distigmasi sebagai ajaran yang menebar teror, intoleran, sadis, dan terbelakang. Begitu pula orang-orang yang memperjuangkannya dihadirkan sebagai sosok kolot, anti modernitas, sesat, dan kejam.

         Mengindera berbagai fenomena yang ada tentunya menjadi hal yang sangat layak bagi kita untuk menyegerakan diri untuk terlibat dalam perang propaganda via media, menjadi penyokong bahkan sebagai pelakunya. Selain juga tentunya senantiasa menggali dan memahami lebih jauh bagaimana nanti media khilafah bisa memiliki kekuatan berimbang bahkan menjadi pemenang dalam menaklukkan kesesatan dan kemungkaran peradaban kufur, hingga cahaya rahmat-Nya bisa kembali menaungi seluruh alam. Sehingga kita bisa mempersiapkan diri sejak saat ini untuk nantinya bisa memilih peran: terlibat secara langsung atau tidak langsung.

         Untuk itulah tulisan sederhana ini hadir. Untuk bisa menjadi jembatan bagi kita berdiskusi, berbagi fakta, dan menggali bersama seperti apa media saat ini, lalu di manakah kita selayaknya mengambil posisi. Baik sekarang atau nanti setelah khilafah berdiri.


Media Massa dan Perang Pemikiran
           
            Media massa disadari secara penuh mampu menjadi penghantar bagi pemikiran-pemikiran Islam sampai kepada masyarakat. Namun, fakta media massa saat ini yang sebagian besar dikuasai oleh Yahudi membuat arus pemikiran Islam terhadang.

            Protokol ke 12 gerakan Zionis menyatakan bahwa “Media massa dunia harus berada di bawah pengaruh kita.” Kemudian,  Theodore Hertzl (wartawan & novelis Yahudi berskala internasional), peletak dasar Gerakan Zionisme Internasional, dalam konferensi di Swiss tahun 1897 pun mengatakan, “Kita akan berhasil mendirikan pemerintah Israel dengan memanfaatkan dan menguasai fasilitas propaganda dunia dan media massa dunia.”

            Iqbal Shadiqi, pemimpin redaksi majalah terbitan Inggris, Cressent International menyatakan media-media AS sangat bergantung kepada para investor dan orang-orang Zionis. Kedua kelompok inilah yang mengontrol pemerintah dan media AS.

             Penguasaan Yahudi terhadap media massa bisa terlihat dari fakta banyaknya kantor-kantor berita yang dikuasai atau menjadi corong mereka. Misalnya: Reuters (Inggris) yang dibentuk Julius Powell (Yahudi),
AFP (Perancis) dan AP (AS), ABC yang  Dirut Pelaksananya Leonard Goldenson dan Direktur Entertainmennya Stuart Bloomberg (Yahudi), CBS yang oleh didirikan William S. Paley (Yahudi Rusia), Fox News yang didirikan Rupert Murdoch (Yahudi Australia) pada 1996.

    Rupert Murdoch  menguasai 300 saluran televisi, 3 penerbit buku (HarperCollins, ReagenBooks, dan Zondervan Christian Publisher). Seluruh perusahaan Murdoch melayani 3/4 penduduk bumi. Murdoch punya kuku di ratusan suratkabar di Australia, Fiji, Papua New Guinea, Inggris, dan AS. Murdoch menguasai jaringan BSkyB di Inggris, Sky Italia, Sky Amerika Latin, Foxtel Australia, DirectTV Group Amerika Utara dan Latin, serta Star TV untuk wilayah Asia.

    Industri film pun tidak luput dari kekuasaan Yahudi, yang arus utamanya dipegang Hollywood. Di sana bercokol perusahaan film besar dunia sekelas 20th Century Fox, Walt Disney, dan Paramount Picture.

    Bagaimana dengan Indonesia? Konspirasi Yahudi ternyata juga mencengkeram kuat media massa negeri ini, melalui: penguasaan saham di berbagai media massa, suplai konten media (kantor berita internasional menyuplai informasi ke media massa dengan cara langganan berbayar atau production house negara kapitalis mensuplai konten acara televisi maupun radio diantaranya dengan sistem  lisensi), jalur Konsultan media seperti yang terjadi di Jawa Pos Group yang John Moon dari  AS pro-Yahudi didaulat sebagai konsultan di sana, iklan (klien iklan mudah mengendalikan konten media massa).

            Dengan penguasaan media massa yang demikian lengkap dan luas, musuh-musuh Islam mampu menggulirkan ide dan opini yang mengaburkan bahkan membalik kebenaran Islam, terkait masalah:
  1. Penerapan syari’at Islam dan gambaran khilafah Islam
  2. Masalah Nasionalisme dan sektarianisme
  3. Pejuang-pejuang syari’at Islam.
        Pengaburan seperti di atas berhasil menggiring masyarakat,bahkan kaum muslimin untuk menjadi fobia dengan Islam dan mencukupkan diri melaksanakan syari’at Islam secara individual: sholat,puasa, zakat, dan lain-lain. Umat Islam yang Alloh SWT sendiri memberikan label sebagai umat yang terbaik kini hadir sebagai raksasa ompong. Itu semua akibat dari racun opini yang disebarkan oleh media massa.


Media Massa dan Penegakan Khilafah Islam

         Kita sudah sangat menyadari bagaimana pena (tulisan) dengan pelbagai perkembangan teknologi yang mengiringinya bisa begitu berpengaruh terhadap kehidupan dan cara pandang manusia. Kita juga sangat menyadari bagaimana ide-ide kufur menjajah kehidupan manusia melalui media saat ini. Dahsyat! Kemudian, apa yang kita bisa lakukan?

         Kekuatan pena harus dihadapi dengan kekuatan pena. Maka media pun harus dihadapi dengan media. Banyak peluang untuk menyebarkan opini tentang Islam, menjelaskan syari’at Islam melalui media massa, bahkan di saat dunia saat ini dalam cengkeraman Kapitalis dan Yahudi, melalui:
  1. Approaching orang-orang media.
  2. Membuat komunitas penulis/wartawan/media massa Islam untuk nantinya bergerak bersama berlandaskan dorongan ideologi.
  3. Membuat dan menyebarkan media Islam (paling besar peluangnya melalui dunia maya).
    Dengan begitu kita akan mampu untuk:
  • Memperluas Jangkauan Penyebaran Ide
  • Membentuk Opini Umum
  • Membentuk Kesadaran Umum
  • Mengcounter Ide Sesat
  • Menggalang Dukungan Umat

Muslimah, Media, dan Dakwah
           
    Sebagai bagian dari kaum muslimin tentunya muslimah mempunyai kewajiban yang sama untuk menggebyarkan opini syariah dan khilafah di tengah umat.  Lalu jika bicara media, sebagai sebuah sarana dakwah, muslimah pun bisa ambil bagian sebagai pelaku utama. Kita mengguratkan passion (hasrat) untuk mencerahkan ummat sembari mengasah skill kemediaan sebagai nilai plus yang layak “dijual” dan diberdayakan, antara lain sebagai:
  1. Penulis
  2. Blogger
  3. Public Speaker (penceramah, trainer, host, presenter)
  4. Kamerawati
  5. Reporter
  6. Sutradara
  7. Editor video
  8. Editor buku
  9. Desainer Grafis
  10. Web developer
  11. Web designer
  12. Fotografer

         “Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambatkan unuk berperang (yang dengan persiapan itu) kalian menggentarkan musuh Allah, musuh kalian, dan orang-orang selain mereka yg tidak kalian ketahui sedangkan Allah mengetahuinya.” [Q.S. Al-Anfal: 60].

            Ayat tersebut sesungguhnya telah menginspirasi kita untuk menciptakan dan menggunakan wasilah apapun untuk bisa mengalahkan musuh Allah SWT, tak terkecuali media di dalamnya. Semoga kita diberikan kemampuan untuk senantiasa meng-upgrade kualitas diri baik itu fikriyah, nafsiyah, pun keahlian yang menunjang tercapainya tujuan perjuangan: isti’nafiil hayatal islam, melalui penegakan syariah dan khilafah.


Media Dan Khilafah

            Ketika media muslim mampu membuat ummat sadar dan mau memperjuangkan Islam secara masiv lalu tegaklah khilafah kedua yang dijanjikan Alloh, kemudian apakah media muslim berhenti dicetak, mengudara, dan tampil di dunia maya? Tentu tidak.

            Media-media tersebut akan terus eksis seiring dengan dibentuknya media khilafah (kantor berita Khilafah Islamiyyah) dan tentunya lembaga penerangan. Media-media yang berdiri di era khilafah baik itu milik individu maupun organisasi dibebaskan berkembang (tanpa perlu izin pendirian, hanya menginformasikan pendirian) selama tetap mengikut ketentuan yang berlaku, yaitu:
  1. dipersilakan untuk menayangkan informasi-informasi seperti informasi keseharian, program-program atau acara-acara politik, pemikiran dan sains, serta informasi tentang peristiwa-peristiwa dunia.
  2. Jika ingin menayangkan berita-berita kemiliteran seperti berita tentang perundingan, perjanjian, dan diskusi yang dilakukan oleh Khalifah atau orang yang diminta mewakili Khalifah dengan representasi negara-negara kafir, maka harus mendapatkan persetujuan dari lembaga penerangan untuk menyiarkannya. Ketentuan meminta izin ini juga berlaku bagi media resmi pemerintah (khilafah).
    Berlangsungnya media-media tersebut akan selalu dikontrol oleh jawatan khusus di bawah lembaga penerangan. Negara pastinya juga akan mengeluarkan undang-undang yang menjelaskan garis-garis umum politik negara dalam mengatur informasi sesuai dengan ketentuan hukum-hukum syariah. Hal itu dalam rangka menjalankan kewajiban negara dalam melayani kemaslahatan Islam dan kaum Muslim; juga dalam rangka membangun masyarakat islami yang kuat, selalu berpegang teguh dan terikat dengan tali agama Allah SWT, serta menyebarluaskan kebaikan dari dan di dalam masyarakat islami tersebut. 
         
    Dari penjabaran tersebut jelas bahwa khilafah memiliki kepedulian konkrit terhadap kualitas ummat, baik itu kualitas akal maupun fisik dan ruhiyahnya. Kepedulian yang diwujudkan secara konsisten melalui penjagaan konten media, tanpa memandulkan sisi kreativitasnya.


Epilog

     Perguliran masa pasti akan menemui ujungnya. Masa Rasulullah berakhir dengan kebangkitan dan kejayaan. Lalu diteruskan dengan kecemerlangan masa kekhilafahan sesudahnya. Semua itu lalu disudahi Alloh SWT dan diganti dengan kekuasaan zalim dan diktator yang kini perlahan satu-satu tumbang.

            Janji Alloh itu nyata pembuktiannya seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :

“Di tengah-tengah kalian terdapat masa Kenabian yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj Kenabian yang berlangsung sela ma Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada. masa kekuasaan yang zalim yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu ketika Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian akan ada masa kekuasaan diktator yang menyengsarakan, yang berlangsung selama Allah menghendakinya. Lalu Dia mengangkat masa itu saat Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Selanjutnya akan muncul kembali masa Kekhilafahan yang mengikuti manhaj kenabian. Setelah itu Beliau diam." (HR Ahmad).

            Kini tinggal kita yang mengupayakan tercapainya janji itu. Kala media menjadi senjata, maka tak ada jalan lain selain menjadikan diri kita sebagai perwira. Hingga nanti kemenangan Alloh percayakan ada di genggaman, media akan tetap punya andil besar untuk menjaga kelestarian hukum Alloh di muka bumi melalui institusi Khilafah Islam.

            Khilafah Islam lah nanti yang akan mengawasi media secara utuh dan konsisten, sehingga ummat akan terlindungi dari virus ideologi dan akhlak. Pornografi, fun yang kebablasan, berita hasud, dan pentas seni yang absurd akan menghilang berganti dengan tontonan yang selalu mampu me-charge akal dan iman.  Dan, saatnya tidak akan lama lagi. Insya Alloh. Aamiin. Wallahu a’lam bish showwab.

(Nafiisah)


Read more...

Salam Penegakkan Khilafah dari Ust. Arifin Ilham

1 komentar
Ustadz arifin ilham Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Jazakumullah, al ‘ulama al ahibbaa’ fillah..

Arifin mohon maaf lahir batin.

Ikhwah fillah
Persoalan terbesar bagi umat Islam saat ini yang mengalami kekalahan di semua lini, politik, ekonomi, sosial, budaya, militer, bahkan semua aspek kehidupan karena umat Islam telah meninggalkan Islam, meninggalkan Al-Qur’an dan Sunnah, dan sampai puncaknya adalah krisisukhuwah. Bukan hanya bagi umat Islam, bahkan bagi ulamanya sendiri.

Ikhwah fillah
Kenapa kita tidak punya haibah? prestise di dunia, di negeri sendiri? Pada lingkungan kita sendiri kita tidak punya haibah, karena kita tidak punya al-quwwah, kekuatan. Kenapa tidak punya al-quwwah? karena tidak punya wahdah, kita sejujurnya belum bersatu, tahsabuhum jami’an wa qulubuhum syatta… (Al-Hasyr, 59: 14)

Kesannya saja, retorikanya kita bersatu, sebenarnya kita masih ingin eksis dengan jati diri masing-masing, mazhab masing-masing, pendapat, kelompok, organisasi masing-masing.

Kenapa kita gak punya wahdah? ya… karena kita mengalami yang disebut dengan ukhuwah, saling cinta karena Allah, saling tolong karena Allah, saling menghargai karena Allah, saling mendo’akan karena Allah, saling mendukung karena Allah, saling menutupi aib karena Allah.

Kadang tidak perlu duduk bersama, tapi hati bersama itu jauh lebih utama. Dan tentu jauh lebihafdhal duduk bersama dan hati kita bersama seperti shaf shalat berjama’ah.

Nah… kenapa tidak mengalami kekuatan ukhuwah itu? karena kita mengalami krisis iman. Allah, ridha-Nya, rahmat-Nya, ampunan-Nya, hidayah-Nya, berkah-Nya, Rasul-Nya, akhirat-Nya bukan menjadi tujuan dan orientasi dalam setiap aktifitas kita.

Maaf, mungkin ini terlalu kasar… Bahasanya agama, tapi hatinya dunia,

…وَعَصَيْتُمْ مِنْ بَعْدِ مَا أَرَاكُمْ مَا تُحِبُّونَ…
(Ali ‘Imran, 3: 152)

Kelumpuhan terjadi bagi umat Islam dan terutama para juru dakwah adalah karena mereka lebih melihat ghanimah ketimbang ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Ikhwah
Kalau Allah dan Rasul dan akhirat menjadi tujuan dan orientasi dalam setiap harakah dakwah kita, maka kita akan mengedepankan, mengutamakan dakwah, itu yang menjadi skala prioritas, main goal, dalam semua aktifitas kita, dakwah, dakwah, dakwah, tanpa diundangpun dakwah. Kita menunggu undangan, baru dakwah.

Ulama yang terbaik itu ulama air hujan, yang menghujani siapa pun, minimal ulama mata air yang orang datang rindu kepadanya. Jangan jadi air pam, air pam itu kalau gak diundang, gak keluar dia, kalau gak dibayar gak keluar dia, gak tsiqah dalam dakwah, memilah milih dalam dakwah, akhirnya retorika-retorika saja, intinya dia mencari duit.

Ini ngamen ya ikhwah, atau menjadi juru dakwah air comberan, munafik, dia berbuat maksiat.

كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
(Ash-Shaff, 61: 3)

Nah… dakwah kita utamakan, kita berkumpul karena kita mengutamakan dakwah, kita bisa bersama karena mengutamakan dakwah. Jadi benang tasbih walaupun bijiannya warna warni, kalau benangnya adalah dakwah, kita akan bisa bersama ya ikhwah.

Islam bisa berkembang karena dakwah, Rasul menyebarkan dakwah, lalu dilanjutkan para sahabat. Sahabat wafat, dilanjutkan tabi’ut tabiin, lalu salafus shalih. Dan kita bisa begini pun karena dakwah, maka dakwahlah utamakan.

Dimulai dakwah pada diri sendiri, fardiyahahliyah, keluarga kita, lalu sahabat-sahabat kita, lalukhususiah orang-orang penting, lalu ijtima’iyahtablighta’lim, kemudian ‘umumiyah, siapapun didakwahi tanpa merasa paling suci.

Kemudian kalau dakwah yang menjadi prioritas, maka yang kedua adalah ukhuwah. Nah… buahnya dari orientasi dakwah itu ukhuwah. Banyak kita berbeda paham dengan kawan-kawan.

Misalnya Arifin, ada yang membid’ahkan zikir, Arifin sayang kepada kawan-kawan yang membid’ahkan zikir. Tidak ada masalah, tidak penting perbedaan itu, yang penting ukhuwahnya, yang penting dakwahnya.
Hanya karena perbedaan qunut… Ndak penting perbedaan itu, yang penting dakwahnya, ukhuwahnya, ndak penting zikir berjama’ah itu, yang penting ummat itu bertaubat dan sebagainya, itu yang penting.
Jadi hal-hal yang kecil yang masih persoalan furu’iyah bukan ushuliyah, kecuali yang sudah difatwakan jelas, bayanclear, oleh Majelis Ulama Indonesia. Ada yang kita bersama, ada yang tidak bisa kita bersama.

Kemudian yang ketiga.. kalau sudah dakwah yang menjadi prioritas maka ukhuwah. Kalau “iyyaka na’budu wa iyyaka nast’ain” kalau Allah menjadi tujuan kita “na’budu”, kami beribadah bersama, kami mohon pertolongan kepada Allah, kami.. bukan aku.. kami… ‘aku’, ‘kamu’.. lebur menjadi ‘kami’. “shaffan ka annahum bunyaanun marshush” (Ash-Shaff, 61: 4).

Nah, kemudian yang ketiga: maslahah. Kalau sudah ukhuwah, maka ke-maslahah-nya yang dikedepankan. Maslahahnya apa?

Kita di samping masjid Az-Zikra ada mushalla yang berbeda, yang mereka tidak sependapat dengan speaker (aspek) anti-speaker. Mushallanya hancur, bocor, kita bangunkan. Subhanallah… gak ada masalah speaker nggak speaker, maslahahnya untuk ummat biar bisa shalat di mushalla itu. Ya… Allah… ini kemaslahahan yang harus dikedepankan setelah ukhuwah dan prioritas dakwah.

Maka Arifin bahagia sekali, walaupun keadaan hanya bisa melewati ini, tapi Arifin menyayangi semua, ayah, ikhwah fillah, kawan-kawan, juru-juru dakwah.

Ini saatnya bukan lagi retorika-retorikaan, bukan main-main lagi dakwah, bukan lagi eksis-eksis sendirian lagi, ndak perlu lagilah dengan ge-er dengan pujian, ndak perlu lagi sakit hati dengan hinaan.

Saatnya kita menjadi teladan bagi ummat, jadi mata air, jadi cahaya, apa yang di hati itu yang difikirkan, apa yang difikirkan itu yang diucapkan, apa yang diucapkan itu diamalkan, istiqamah,tsiqah, lahir batin ta’at kepada Allah jalla jalaluhu, figur teladan bagi ummat, tidak main-main, tidak lagi menjual-jual, main-main kata, penuh dengan gaya-gaya.

Tidak perlu lagi takut dengan caci maki, hinaan, gosip. Dakwah liyuhiqqal haqqa wayubthilal bathilawalau karihal mujrimun… (Al-Anfaal, 8: 8). Keniscayaan akan dicaci maki oleh orang mujrimun itu.
Fitnah itu memang menyakitkan, kotoran, tapi bagi orang beriman dia bisa olah menjadi pupuk yang menyenangkan, pupuk yang menyuburkan keimanannya.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

(Al Furqan, 25: 63)

Ketahuilah ya ikhwah, yang paling pantas berdakwah itu siapa? Hamba Allah yang istiqamah, yang tidak main-main dengan kata-katanya, bukannya surat Fushshilat (menerangkan),

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا…

(Fushshilat, 41: 30)

Lihat setelah itu,

وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
(Fushshilat, 41: 33)

Mereka yang istiqamah lalu mereka berdakwah,
Ikhwah, al lughah al madzuqah, bahasa itu rasa, ummat itu bisa merasakan mana main-main kata, mana yang serius dalam berdakwah, mana yang istiqamah, mana yang dalam setiap kata-katanya yang benar-benar tulus mencintai ummat.

Maaf ikhwah, kalau Arifin menyampaikan ini. Inilah keadaan sekarang, mudah-mudahan Arifin dan semua ikhwah, Allah bersamakan dalam ridha-Nya, dalam rahmat-Nya, dalam ampunan-Nya, dan hidayah-Nya, dalam berkah-Nya, dalam harakah dakwah-Nya. Kita bersama walaupun tidak harus duduk kita bersama, suatu saat kita duduk bersama lalu kita bersama-sama.

Puncak perjuangan kita adalah tegaknya syari’at Allah di negeri yang kita cintai ini dan tegaknya khilafah Islamiyah.

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ ، أَشْهَدُ أَنْ لا إِلهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتْوبُ إِلَيْكَ

Banyak salah Arifin, uhibbukum fillah.
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh. [Arrahmah/DM/VM/www.globalmuslim.web.id]
Read more...

KH. Zainal Arifin (Abah Entus) : Abah Akan Ikut Berjuang !

Tidak ada komentar


Ramah Tamah MK
Jakarta. “Teu asup akal. Hizbut Tahrir bisa kieuKumaha ieu, bisa kieu,” ujarnya sambil menatap lebih dari 100 ribu  peserta Muktamar Khilafah di Stadion Gelora Bung Karno Jakarta, Ahad 2 Mei lalu. Ungkapan KH Zaenal Arifin itu keluar dengan suara bergetar. Matanya nanar, tampak berkaca-kaca, lebih-lebih gema takbir, dan syariah, khilafah bergema se-antero stadion. Bibirnya bergumam dengan tahlil, tahmid, dan takbir. Kyai yang biasa menyebut dirinya dengan Abah Entus itu pun sesekali menengok ke kiri dan ke kanan menyaksikan suasana yang terus bersemangat.


 Abah Entus adalah salah satu kyai yang ikut rombongan peserta Muktamar Khilafah 2013 dari Pandeglang, Banten. Tempat tinggalnya yang cukup jauh, menjadikan ia berangkat dari rumahnya di Kampung Kananga, Desa Kananga, Kecamatan Menes, Pandeglang, sekitar pukul 01.30 dini hari. Jalanan yang gelap menuju jalan raya, ia terangi dengan lampu senter seadanya. Hingga akhirnya, kyai sepuh berusia 70 tahun ini dijemput panitia daerah Pandeglang.

Keikutsertaannya dalam Muktamar Khilafah memiliki kesan tersendiri. Abah Entus yang selalu bergaya nyentrik ini sekitar 4 bulan lalu pertama kali dikontak oleh tim LKU Pandeglang.  Silaturahim pertama itu tidak membuahkan apa-apa. Meski mendapatkan penjelasan tentang Hizbut Tahrir secara lengkap, ia tetap bergeming.  Tanpa banyak bicara, ia hanya merespon pendek, yaitu dengan kata “oh” atau “ya”. Tanpa banyak bicara apa-apa, paling hanya mengelus jenggotnya yang terurai panjang memutih.

Kali kedua, responnya pun dingin. Penasihat PC Nahdlatul Ulama Kabupaten Pandeglang ini hanya diam. Tanpa komentar panjang dan jauh dari harapan. Apa yang disampaikan syabab seolah tidak berarti apa-apa. Meski tim LKU DPP HTI sudah berupaya memancingnya dengan menyebut para kyai yang sudah sering dikontak dan ikut pertemuan Hizbut Tahrir di beberapa daerah di Banten, Abah Entus diam.

Hingga akhirnya pertemun-pertemuan berikutnya  Abah Entus mulai memberi respon yang tidak pernah diduga-duga. Sambutan hangat begitu terasa. Bahkan, respon positif terhadap apa yang disampaikan  begitu lugas, jelas, dan penuh keikhlasan. “Abah lihat, Hizbut Tahrir tidak mengiming-imingi sesuatu. Abah perhatikan, apa yang diperjuangkan adalah sesuatu yang benar. Yang haq. Abah tidak ragu lagi, perjuangan Hibut Tahrir adalah perjuangan kami, ya perjuangan Abah,” ujarnya tegas, kala itu.

Dan, setelah Muktamar Khilafah digelar, semangat perjuangan begitu terlihat. Bahkan pasca Muktamar, ia mengikuti pertemuan dengan para pembicara hingga dini hari. Meski tiba di rumahnya pukul 04.00 WIB subuh, Abah Entus tetap terlihat semangat. Derai senyum yang diiringi salam perjuangan itu terasa mengalir. “Abah akan ikut berjuang,” tegasnya, menutup salam perpisahan. (Gus Jun)

Read more...

Baitul Maqdis: Bencana Telah diderita Semenjak Runtuhnya Khilafah

1 komentar
Al-AqsaPalestina – Masjid Al-Aqsaa mengingatkan 92 tahun keruntuhan Khilafah kendati mobilisasi pasukan keamanan dan blok keamanan Yahudi menghambat upaya kaum Muslim memasuki Masjid Al-Aqsaa Al-Mubaarak pada hari Jum’at (7/6/2013).

Para aktivis dan pendukung Hizbut Tahrir merespon seruanHizbut Tahrir di Baitul Maqdis dan berpartisipasi bersama mereka dalam kegiatan yang diselenggarakan di Masjid Al-Aqsha dalam rangka untuk mengingatkan pada umat Islam tentang peringatan ke-92 yang menyakitkan dari keruntuhan Khilafah.

Usai shalat Jum’at suara riuh dengan seruan takbir. Mereka keluar dari dalam Masjid dalam dua baris dan pergi ke halaman meningkatkan Raayaat dari Rasulullah (saw) sampai mereka mencapai teras di mana mereka mengangkat spanduk dan meneriakkan yel-yel ‘Yaa Khilafataa, Yaa Islaamaa’.

Orang-orang berkumpul dalam kerumunan besar di sekitar mereka termasuk orang-orang Arab dan non-Arab dan berpartisipasi dalam proses. Kemudian salah seorang orator berorasi membawa pesan yang mencakup poin-poin berikut: 

1) Mengingatkan ummat Islam dari bencana yang telah diderita sejak kehancuran Khilafah dan ia mendesak umat untuk bekerja menegakkan kembali Khilafah dan melanjutkan kembali kehidupan Islam sementara menjelaskan bahwa umat saat ini telah mampu untuk mengembalikan kejayaannya melalui penegakan Khilafah.

2) Sebuah pesan ditujukan kepada rakyat di Syam dan dia menjelaskan bahwa di antara mereka ada orang-orang yang telah bersumpah demi Allah bahwa mereka tidak akan beristirahat sampai mereka telah mendirikan Khilafah.

3) Sebuah pesan ke Masjid Al-Aqsha Al-Mubaarak yang mengeluh kepada Allah dari orang-orang yang telah gagal untuk mendapat bantuannya. Ia mengingatkan ummat kemuliaan para pemimpin masa lalu seperti Shalahuddin Al-Ayubi. Masjid Al-Aqsaa hari ini memanggil untuk diselamatkan dari cengkeraman orang Yahudi. Dan kami mengatakan bahwa Masjid Al-Aqsaa akan dibebaskan oleh tangan orang yang sepenuhnya mencintai Allah (swt) dan Rasul-Nya (saw) dan siapa yang akan memberikan bai’at ke Khalifah untuk melaksanakan syariat Allah dan kemudian akan memobilisasi tentara untuk membebaskan dan membersihkan Masjid Al-Aqsaa dan seluruh Palestina. Dan dia mengarahkan seruan khusus untuk tentara Islam dan mendesak mereka untuk mendirikan Khilafah sehingga pembebasan Masjid Al-Aqsaa bisa terpenuhi.

4) Pesan terakhir ditujukan pada Obama bahwa pasukannya tidak akan mendapatkan apa-apa ketika dia tergantung pada penguasa yang akan digulingkan dari mereka. Dan bahwa dia akan tahu jenis lelaki yang dicetak dari sekolah dari Muhammad (saw) yang akan mengambil kembali kepada Anda atas apa yang telah Anda ambil lebih cepat insyaAllah. Proses diakhiri dengan do’a yang mengaduk emosi peserta yang hadir sehingga untuk mengangkat penindasan dari kaum muslim di Ash-Syam, Palestina dan seluruh negeri-negeri Muslim dan do’a untuk Tafeeq, Tamkeen dan kemenangan bagi Amir Hizbut Tahrir ‘Ata Abu Rashtah. Akhirnya brosur tentang Khilafah dibagikan kepada mereka yang hadir dalam pertemuan. (www.fb.com/alkhilafah)
[www.bringislam.web.id]
Read more...

KH. Hasyim Asyari: Hukum Merendahkan Syariat dan al-Qur'an

Tidak ada komentar
Fatwa "SANG KIAI"
Kyai H Hasyim Asyari

KAJIAN TURATS KH. HASYIM ASYARI -- Hukum Merendahkan Syariat dan al-Qur'an --

Ditanya : "Bagaimana hukumnya orang yg berkeyakinan bhw syariat Nabi Muhammad saw sdh tidak berlaku lagi dan al-Quran sdh tdk memiliki faidah (sekarang ini)?

Jawab KH. Hasyim Asyari: "Syariat Nabi Muhammad Saw masih ttp berlaku sampai nanti hari Kiamat, bgtu pula al-Qur'an. Barangsiapa yg mengingkari maka Islamnya rusak/murtad. Begitu juga org2 yg mengikuti pendapat org tersebut kemudian membenarkannya keyakinan atau ucapan tadi"
[Dikutip dr KH. HASYIM ASYARI, al-Dhurar al-Muntasirah fi Masil Tis'a 'Asyarah, hal. 15).

======================
Like dan sebarkan ke saudara dan teman anda, Jazakumullah khoiron katsir
=======================
[GM/www.bringisllam.web.id]
Read more...

Jadilah Penolong Tegaknya Khilafah

Tidak ada komentar

Muktamar Kilafah Jakarta- Rokhmat S Labib
Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rokhmat S Labib meminta peserta Muktamar Khilafah menjadi penolong tegaknya khilafah. “Jadilah penolong tegakknya khilafah!” pekiknya di hadapan sekitar seratus ribu peserta yang hadir, Ahad (2/6) di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Menurutnya, lebih dari 90 tahun umat Islam hidup tanpa khilafah. Tepatnya, sejak khilafah diruntuhkan oleh Musthafa Kemal atas bantuan Inggris pada 28 Rajab 1342 H. Padahal menerapkan seluruh syariat Islam adalah kewajiban.
Kemudian Rokhmat menyampaikan pidato politiknya dengan menyatakan khilafah merupakan satu-satunya sistem pemerintahan dalam Islam. Sistem pemerintahan inilah yang wajib ditegakkan oleh seluruh umat Islam.
Sebagai layaknya kewajiban, meninggalkan dan mengabaikannya merupakan kemaksiatan  besar yang diancam dengan azab yang pedih.Namun, tidak mungkin kaum Muslim berjuang sendiri-sendiri. “Maka bergabunglah bersama Hizbut Tahrir!” serunya kemudian disambut takbir peserta.
Istiqamah
Rokhmat menyebutkan, sejak dididirkan al-‘Âlim al-‘Allamah al-Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani, Hizbut Tahrir telah menjadikan tegaknya khilafah sebagai al-qadhiyyah al-mashîriyyah li al-muslimîn, perkara utama yang menyangkut hidup mati bagi kaum Muslimin. “Maka Hizbut Tahrir berjuang sungguh-sungguh tanpa kenal lelah untuk menegakkan khilafah!” akunya.
Untuk merealisasikan tujuannya, Hizbut Tahrir –yang kini dipimpin al-‘Alim al-Jalîl ‘Atha` Abu Rasta- berjuang di tengah umat dan bersama umat.Pembinaan intensif untuk menggembleng kader-kadernya, upaya membangun opini umum dan kesadaran tentang Islam terus dilakukan Hizbut Tahrir. “Di samping juga terus mencari nushrah dari kalangan ahl al-quwwah, orang-orang yang memiliki kekuatan riil untuk mengambil alih kekuasaan,” bebernya.
Berbagai rintangan, hambatan, dan ganggungan memang dihadapi oleh Hizbut Tahrir. Namun semua itu tidak membuat Hizbut Tahrir gentar, berpaling, atau mundur. “Sebaliknya, Hizbut Tahrir terus maju, hingga Allah SWT memberikan kemenangan dan pertologan-Nya dengan tegaknya khilafah,” pungkasnya.[]Joy
Read more...

Wajibnya Memperjuangkan Tegaknya Khilafah Islamiyah

Tidak ada komentar
972221_192216040933728_1981945921_n.jpg (567×378)
Hari ini 92 tahun yang lalu tepatnya pada 28 Rajab 1342 H/3 Maret 1924 M, Musthafa Kamal la’natulah ‘alayh, seorang Yahudi asli, anggota Free Masonry, dan antek Inggris, telah menghancurkan Khilafah Islamiyah di Turki. Inilah salah satu goncangan dan bencana paling dahsyat dalam sejarah umat Islam.Sebab hari itu, pemerintahan Islam yang menerapkan hukum-hukum Islam diruntuhkan dan dihancurkan.
Hilangnya khilafah membuat umat ini kehilangan institusi pelaksana syariah.Karena, khilafah adalah munaffidz asy-syarî’ah. Hanya dengan khilafah, Islam dapat ditegakkan secara sempurna, menyeluruh, dan kaffah.
Sejak khilafah diruntuhkan, hukum-hukum Islam ditelantarkan. Ironisnya, yang diterapkan justru hukum dan undang-undang buatan manusia warisan kafir penjajah. Inilah konsekuensi negara demokrasi. Dalam negara demokrasi, atas nama rakyat, hukum Allah disingkirkan.
Lenyapnya khilafah juga menyebabkan umat ini tidak lagi memiliki institusi yang menyatukan mereka. Sebab, khilafah adalah muwahhid al-ummah, penyatu umat. Dengan khilafah, umat Islam dapat dipersatukan dalam satu negara dan satu kepemimpinan. Umat Islam pun menjadi umat yang kuat.
Setelah khilafah diruntuhkan, wilayah kaum Muslimin yang luas dikerat-kerat menjadi negara-negara kecil atas dasar nasionalisme. Umat Islam pun terpecah belah dalam kungkungan negara-negara bangsa yang dipisahkan oleh garis pembatas buatan negara kafir penjajah. Akibatnya, umat Islam jadi lemah, layaknya buih di tengah lautan. Jumlahnya besar, wilayahnya luas, dan kekayaan alamnya melimpah, namun tidak memiliki kemuliaan, kekuatan dan kewibawaan.
Tiadanya khilafah juga membuat umat ini kehilangan institusi yang melindungi mereka, agama, harta dan darah mereka. Sebab, khilafah adalah hârisun li al-muslimîn wa dînihim wa amwâlihim wa dammihim. Khilafah adalah perisai bagi kaum Muslimin. Rasulullah saw menegaskan:
« إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ »
Sesungguhnya seorang pemimpian itu adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya, dan berlindung kepadanya (HR. Bukhari-Muslim).
Maka sejak khilafah diruntuhkan, darah umat Islam begitu mudah ditumpahkan, kehormatan mereka dilecehkan, kekayaan mereka dijarah, dan negeri mereka dijajah. Aqidah dan keyakinan mereka diracuni dengan berbagai pemikiran dan ideologi kufur tanpa pemeliharaan. Bahkan, Islam terus dihina, al-Quran dinista, dan Rasulullah saw terus dicerca.
Kondisi buruk ini akhirnya melahirkan kehidupan yang serba sulit dalam segala aspeknya.
﴿ وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا ...
Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit... (QS Thaha [20] : 123).
Kehancuran Khilafah mengakibatkan terjadinya semua keburukan terhadap umat Islam yang sebelumnya tidak mereka alami. Kehancuran Khilafah juga menjadi pintu lebar bagi terjadinya berbagai kemaksiatan. Para ulama pun menggambarkan penghancuran Khilafah Islamiyah itu sebagai ummul jarâ’im(induk kejahatan).
Karena itu, ketiadaan Khilafah ini harus diakhiri dengan jalan menegakkan kembali Khilafah Islamiyah yang akan menerapkan kembali Syariah Islamiyah secara totalitas. Hal itu merupakan keniscayaan untuk mengakhiri berbagai problem dan keburukan yang diderita umat saat ini dan untuk mengembalikan kejayaan dan kemuliaan ke tangan umat Islam.
Penegakan Khilafah Islamiyah juga menjadi tuntutan dari kondisi faktual dunia.Ideologi dan sistem sosialisme komunisme telah tumbang dan ditinggalkan oleh umat manusia karena telah terbukti rusak, bobrok dan buruk bagi umat manusia. Sementara ideologi dan sistem kapitalisme yang mendominasi dunia saat ini, tengah limbung didera berbagai krisis yang susul menyusul dan tak kunjung terselesaikan, bahkan makin hari makin besar dan makin parah.Kapitalisme tidak lagi bisa memberikan solusi dan harapan bagi umat manusia.Satu-satunya harapan bagi penyelesaian problem dunia tidak ada lagi selain penerapan Syariah Islamiyah didalam sistem khilafah Islamiyah.
Lebih dari itu, penerapan kembali syariah dan penegakan kembali Khilafah Islamiyah merupakan kewajiban syar’iy. Kewajiban tegaknya Khilafah atau Imamah itu, sesungguhnya telah disepakati oleh imam mazhab yang empat, yaitu Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad,radhiyallahu ‘anhum, juga oleh seluruhmazhab. Imam al-Qurthubi dalam Tafsirnya al-Jâmi’ li Ahkâm al-Qurân ketika menafsirkan ayat:
﴿ وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ...
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi". (TQS al-Baqarah [2]: 30)
Imam al-Qurthubi menyatakan:
هذه الآية أصل في نصب إمام وخليفة يسمع له ويطاع، لتجتمع به الكلمة، وتنفذ به أحكام الخليفة. ولا خلاف في وجوب ذلك بين الامة ولا بين الائمة إلا ما روي عن الاصم حيث كان عن الشريعة أصم، وكذلك كل من قال بقوله واتبعه على رأيه ومذهبه
“Ayat ini merupakan pokok dalam mengangkat seorang imam dan khalifah yang didengar dan ditaati, agar kalimat bersatu, dan keputusan-keputusan khalifah diterapkan. Dan tidak ada perbedaan pendapat tentang wajibnya hal itu (mengangkat imam atau khalifah) di antara umat dan juga tidak ada perbedaan pendapat di antara para imam kecuali yang diriwayatkan dari al-Asham (yakni Abu Bakar al-Asham), di mana dia tuli dari syariah, dan demikian juga setiap orang yang berkata dengan pendapatnya dan mengikuti pandangan dan mazhabnya.
Wajibnya mengangkat seorang imam atau khalifah yakni wajibnya menegakkan Khilafah Islamiyah itu dinyatakan di dalam banyak nas al-Quran dan hadits Rasulullah saw secara manthuq maupun mafhum. Juga didasarkan pada Ijma’ Shahabat dan qaidah syar’iyyah.
Dalil dari al-Quran antara lain adalah ayat-ayat yang mewajibkan kita untuk berhukum dengan apa yang diturunkan oleh Allah (QS al-Maidah [5]: 48, 49).Juga ayat-ayat al-Quran yang mewajibkan berbagai hukum seperti qishash bagi pembunuh (QS al-Baqarah [2]: 178), hukum potong tangan bagi pencuri (QS al-Maidah [5]: 38), hukum cambuk bagi pezina bukan muhshan (QS an-Nur [24]: 2), hukum-hukum jihad dan politik luar negeri, perintah taat kepada ulil amri (QS an-Nisa [4]: 59), dan sebagainya. Semua perintah, hukum dan kewajiban tersebut tidak mungkin terlaksana secara sempurna tanpa diangkatnya seorang imam atau khalifah yakni tanpa tegaknya Khilafah Islamiyah. Karenanya tegaknya Khilafah Islamiyah adalah wajib sebab menjadi kunci terlaksananya secara sempurna semua perintah, hukum dan kewajiban itu.
Dalil dari hadits diantaranya sabda Rasulullah SAW :
« مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مَيْتَةً جَاهِلِيَّةً »
“Barangsiapa yang mati sedang di lehernya tidak ada baiat (kepada Khalifah/Imam), maka matinya adalah mati jahiliyyah.” (HR Muslim, no 1851).
Adanya seorang khalifah yang dibaiat akan menghindarkan seseorang dari kematian jahiliyah, sebab baiat secara syar’i hanya ditujukan kepada khalifah.Maka hadits ini menegaskan wajibnya mengangkat seorang khalifah, yakni wajibnya menegakkan Khilafah Islamiyah. Selain itu menegakkan Khilafah Islamiyah merupakan satu-satunya jalan untuk meneladani berbagai contoh terkait pemerintahan, kepemimpinan, pengelolaan ekonomi, politik dalam dan luar negeri, penyelesaian persengketaan dan semua pengaturan urusan masyarakat yang telah dicontohkan oleh Rasul dalam sunah fi’liyah beliau saw.
Wajibnya menegakkan khilafah Islamiyah juga ditegaskan dalam Ijma’ Shahabat. Para sahabat telah berijmak untuk mengangkat Abu Bakar ash-Shiddiq sebagai khalifah setelah wafatnya Rasulullah SAW. Hal itu lebih mereka prioritaskan dari menguburkan jenazah Rasulullah SAW. Hal itu menegaskan bahwa mengangkat khalifah, menegakkan khilafah Islamiyah, adalah lebih wajib, lebih urgent dan mendesak dari kewajiban menguburkan jenazah.
Tambahan atas semua itu, qaidah syar’iyyah menyatakan:
مَا لاَ يَتِمُّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ فَهُوَ وَاجِبٌ
Apabila sebuah kewajiban tidak terlaksana sempurna kecuali dengan sesuatu, maka sesuatu itu wajib juga hukumnya.
Kewajiban menerapkan Syariah Islam dalam segala aspek kehidupan tidak terlaksana sempurna kecuali dengan tegaknya Khilafah, maka menegakkan Khilafah itu secara syar’i hukumnya juga wajib.
Wahai Kaum Muslimin
Kewajiban menegakkan Khilafah merupakan fardhu kifayah yang dibebankan atas pundak kita semua. Namun berhubung kewajiban ini belum terwujud, maka kewajiban menegakkan Khilafah Islamiyah itu tetap menjadi kewajiban bagi setiap muslim. Karena itu, setiap orang dari kita (kaum Muslimin) wajib terlibat dalam upaya merealisasi kewajiban tegaknya Khilafah Islamiyah ini sesuai kemampuan masing-masing. Hal itu bisa jadi dirasa jauh dan berat. Namun tegaknya Khilafah Islamiyah merupakan kepastian, sebab itu telah menjadi janji Allah SWT dan berita gembira dari Rasulullah saw. Maka kita semua harus terlibat dalam perjuangan secara terorganisir, secara berjamaah, untuk menegakkan Khilafah Islamiyah di tengah kita. Jangan sampai kita termasuk orang yang dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya:
﴿ لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّاتَّبَعُوكَ وَلَٰكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللَّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ﴾
Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu tujuan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu".Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. (TQS at-Tawbah [9]: 42)
Wallâh a’lam bi ash-shawâb. []
Komentar:
Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pengumuman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi selambat-lambatnya tanggal 17 Juni 2013. Hal itu sesuai dengan selesainya rapat paripurna soal Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP 2013).(Kompas.com, 4/6).
1.      Meski sudah jelas akan menyusahkan rakyat banyak seterusnya, dan menguntungkan korporasi swasta khususnya asing, pemerintah tetap tega melakukannya. Inilah tipikal penguasa dalam sistem kapitalisme.
2.      Rasul saw berdo’a, “Ya Allah, siapa saja yang diserahi mengurusi umatku lalu dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia”.
3.      Inilah bukti kenestapaan dan kesempitan hidup akibat tidak ditegakkannya Khilafah Islamiyah. Maka saatnya campakkan kapitalisme dengan demokrasi dan ekonomi liberalnya, dan terapkan Syariah Islamiyah dalam bingkai Khilafah Islamiyah.
Read more...

Category

Popular Posts

facebook