Comments

Tampilkan postingan dengan label jicmi adalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jicmi adalah. Tampilkan semua postingan

JICMI HTI di kampus ui depok| intelektual islam

1 komentar
JICMI adalah konferensi internasional intelektual muslim pertama di dunia yang mengambil topik mengakhiri peradaban barat.

acara jicmi selama 2 hari tanggal 14 Desember 2013 di kampus ui dengan acara call to paper untuk sekitar 200 Profesor,Doktor dan Master dengan pembahasan topik yang berbeda-beda.

Berikut Foto-Foto persiapan JICMI dan acara hari pertama

hti jicmi intelektual islam

fahmi amhar di hti jicmi

hasan ko nakata di jicmi hti

direktur media hizbut tahrir

lokasi jicmi hti di kampus ui

ruangan acara jicmi hti

jicmi hti
jicmi hti
Read more...

jicmi hti| sejarah ilmu kimia islam

Tidak ada komentar
JICMI HTI adalah jakarta internasional conference of muslim intelectual (konferensi internasional intelektual muslim di kota jakarta). JICMI HTI 2013 akan diadakan 14-15 desember 2013 dengan mengambil tema “ The End of Capitalism and The Prospect of Islamic Civilization Under Khilafah”. 


harapan dari terselenggaranya jicmi hti adalah melahirkan ribuan intelektual muslim yang mau berkontribusi optimal dalam perjuangan syariah dan khilafah , akhirnya melahirkan sosok -sosok ulama sekaligus ilmuwan muslim dalam bidang teknologi kimia. 


mari kita simak bagaimana intelektual/ilmuwan islam mengembangkan keilmuannya dengan balutan iman.

Para ilmuwan Islam mengembangkan ilmu dan teknologi kimia untuk mengubah peradaban. Sebelumnya, ilmu kimia dipraktekkan campur aduk dengan mistik oleh para tukang sihir. Berabad-abad para tukang sihir dari segala penjuru juga mencari “batu bertuah” yang konon berkhasiat dari untuk membuat ramuan yang dapat memperpanjang umur sampai untuk mengubah belerang menjadi emas. Andaikata para alkimiawan (demikian julukan ahli kimia berbau sihir pada masa itu) berhasil, niscaya dinar emas tidak berharga lagi, karena mudah dibuat dari benda-benda lain.

Namun pada masyarakat Islam, profesi tukang sihir semacam itu lambat laun tersingkir. Nabi mengatakan, “barangsiapa mendatangi tukang sihir lalu membenarkan kata-katanya, maka tertolak shalatnya 40 hari”. Muncullah para kimiawan yang bekerja dengan cara-cara rasional dan eksperimental serta dapat dirunut segala langkahnya dalam menciptakan material yang baru.
Jabir ibn Hayyan (Geber, 715-815) diakui oleh banyak orang sebagai “Bapak Ilmu Kimia”, karena jasanya memperkenalkan metode ilmiah eksperimental dan juga lebih dari 20 macam peralatan laboratorium seperti alat destilasi, kristalisasi, purifikasi, oksidasi, evaporasi, filtrasi dan kristalografi, seperti dalam bukunya Kitab al-Istitmam.

Jabir adalah juga orang pertama yang menemukan berbagai jenis asam, ketika sebelumnya orang hanya mengenal cuka. Jabir menemukan asam nitrat, asam sulfat, asam klorida, asam asetat, asam citrat dan sebagainya. Beberapa unsur juga ditemukan oleh Jabir, seperti Arsen, Antimon dan Bismuth. Dialah orang pertama yang menggolongkan belerang dan air raksa sebagai unsur kimia.

Dalam Buku tentang Mutiara yang Tersembunyi, Jabir menuliskan 46 resep untuk membuat gelas berwarna, juga 12 resep tentang produksi mutiara buatan dan penghilangan warna dari batu mulia.

Pada 864-925 Muhammab bin Zakariya ar-Razi (Rhazes) menulis berbagai alat yang ditemukan olehnya dan pendahulunya (Calid, Geber, al-Kindi) seperti pembakar, tabung reaksi, pelebur substansi dan sebagainya. Dialah yang pertama kali menuliskan rincian berbagai proses kimia seperti kalsinasi (al-tasywiya). Pelarutan atau solusi (al-tahlil), sublimasi (al-tas’id), amalgamasi (al-talghim), cerasi (al-tasymi), dan metode untuk mengubah substansi menjadi pasta atau padatan lunak.

Ar-Razi menggolongkan bahan kimia dalam: empat-spirits (air raksa, sal-amoniak, arsenik dan belerang), empat logam (emas, perak, tembaga, besi, timah, timbal dan air raksa), tiga belas batuan, tujuh borates dan tiga belas garam-garaman. Dia juga menulis berbagai substansi buatan seperti timbal-oksida, tembaga-asetat, tembaga-oksida, besi-asetat (bahan baja), sodium-hydroksida, dan sebagainya. Dalam bukunya Kitab sirr al-asrar (Buku tentang rahasia dari rahasia) Ar-Razi juga menulis tentang nafta atau minyak bumi dan cara menyulingnya menjadi minyak bakar atau minyak lampu.

Ar Razi juga seorang dokter. Ketika memilih tempat untuk membangun rumah sakit di Baghdad, dia meletakkan beberapa potong daging di berbagai lokasi. Lokasi di mana daging itu paling lambat membusuk adalah lokasi ideal untuk dipilih sebagai tempat rumah sakit. Dalam bukunya itu ia juga menulis tentang teknik membuat antiseptik dan sabun.

Pada tahun 1000-1037 dunia kimia diwarnai oleh Ibnu Sina (Avicenna) yang menemukan proses kimia untuk mengekstrak esensi dari zat wangi (fragrances) atau dari minyak. Teknik ini digunakan di pabrik parfum dan minuman. Dia juga menemukan termometer udara yang dipakai dalam laboratoriumnya.

Sementara itu teori transmutasi logam (yang berabad-abad dipercaya para penyihir sehingga mereka mencari batu bertuah untuk mengubah besi menjadi emas), ditolak oleh Al-Kindi, juga Al-Biruni, Ibnu Sina dan Ibnu Khaldun. Teori transmutasi itu memang tidak ilmiah.

Pada abad-13, Nasiruddin al-Tusi memaparkan versi awal dari hukum konservasi massa (sering salah disebut hukum kekekalan massa), dengan menuliskan bahwa materi mungkin berubah wujud, tetapi tidak akan musnah.

Will Durant menulis dalam The Story of Civilization IV: The Age of Faith: “Chemistry as a science was almost created by the Moslems; for in this field, where the Greeks(so far as we know) were confined to industrial experience and vague hypothesis, theSaracens introduced precise observation, controlled experiment, and careful records. They invented and named the alembic (al-anbiq), chemically analyzed innumerablesubstances, composed lapidaries, distinguished alkalis and acids, investigated their affinities, studied and manufactured hundreds of drugs. Alchemy, which the Moslems inherited from Egypt, contributed to chemistry by a thousand incidental discoveries, and by its method, which was the most scientific of all medieval operations.”

(Kimia adalah ilmu yang hampir seluruhnya diciptakan oleh kaum muslim; ketika untuk bidang ini orang-orang Yunani tidak memiliki pengalaman industri dan hanya memberikan hipotesis yang meragukan, sementara itu para ilmuwan muslim mengantar pada pengamatan teliti, eksperimen terkontrol, dan catatan yang hati-hati. Mereka menemukan dan memberi nama alembic (al-anbiq), menganalisis substansi yang tak terhitung banyaknya, membedakan alkali dan asam, menyelidiki kemiripannya, mempelajari dan memproduksi ratusan jenis obat. Alkimia yang diwarisi kaum Muslim dari Mesir, menyumbangkan untuk kimia ribuan penemuan insidental, dari metodenya, yang paling ilmiah dari seluruh kegiatan di zaman pertengahan).[]

acara JICMI HTI 2013 merupakan sarana untuk melahirkan sosok intelektual muslim di atas.. jicmi hti adalah acara yang pas bagi anda , intelektual muslim. mari dukung jicmi hti 2013
Read more...

JICMI HTI | mahalnya buku | Profesor Fahmi Amhar ..

Tidak ada komentar
jicmi adalah konferensi internasional untuk intelektual muslim yang diadakan di jakarta tanggal 14-15 desember 2013 di kota jakarta,indonesia.

jicmi hti adalah konferensi internasional intelektual muslim diatas diadakan oleh hti ,hizbut tahrir indonesia untuk mengumpulkan intelektual muslim akan pentingnya perjuangan penegakan khilafah dalam aktivitas hidup seorang intelektual.

Profesor Fahmi amhar yang merupakan salah satu pembicara jicmi hti menyampaikan bahwa mahalnya buku antara lain disebabkan oleh tingginya harga kertas. Kebutuhan kertas kita masih harus dipenuhi dengan kertas impor. Meski kita memiliki sumber daya alam yang cukup untuk menghasilkan kertas, namun realitanya kita lebih suka mengekspor bahan mentah seperti kayu dan membeli hasil olahannya berupa kertas, dengan harga berlipat-lipat. Padahal generasi awal kaum muslim telah bersusah payah pergi ke Cina untuk dapat merebut teknologi pembuatan kertas.

Tidak ada yang menyangkal bahwa kertas ditemukan dan lalu diproduksi massal pertama kali di Cina pada tahun 105 M, ketika kertas dibuat dari semak murbei. Juga diriwayatkan bahwa tentara Cina sering menghancurkan pusat-pusat pembuatan kertas non Cina untuk tetap memegang monopoli pabrikasi kertas di dunia. Namun akhirnya pabrik kertas muncul di dunia Islam yakni di kota Samarkand pada abad ke-2 H (ke 8 M). Meski rahasia pembuatan kertas secara manual telah diketahui di era sahabat sejak sejumlah orang nekad mencarinya ke Cina, namun dalam skala industri, pabrik kertas itu baru dimulai setelah ada sejumlah orang Cina yang menjadi tawanan perang di Sungai Talas tahun 750 M. Al-Qazwini mengabarkan bahwa sejak itu terjadilah revolusi pengetahuan di dunia Islam. Bahan-bahan tulis-menulis bebas dari monopoli dan kertas menjadi barang yang sangat murah.

Di Baghdad saja di akhir abad-3 H (abad-9 M) terdapat lebih dari seratus kompleks tempat pembuatan buku. Perpustakaan pribadi berlimpah, sementara perpustakaan umum tersedia di mana-mana. Baghdad memiliki tak kurang dari 36 perpustakaan umum pada waktu penghancuran oleh Tartar Mongol tahun 1258.

Sejarahwan George Sarton mengutarakan bahwa asal kata paper kemungkinan besar dari bahasa Arab. Dalam bahasa Arab tidak ada kata tunggal untuk kertas, termasuk antara lain 'papyrus'. Jejak lain bahasa Arab dalam industri kertas adalah kata ream (dalam bahasa Inggris) atau risma (dalam bahasa Italia) yang dipastikan berasal dari bahasa Arab rismah, yang artinya setumpuk atau sebundel kertas, biasanya terdiri dari 500 lembar.
Ibnu Badis di Kitab 'Umdat al-Kuttab (Buku Penunjang untuk para Penulis) menjelaskan metode pembuatan kertas dari rami dengan proses perendaman di air kapur selama beberapa hari, diselang dengan peremasan dan penjemuran. Rami yang telah memutih lalu dipotong-potong, direndam di air tawar lalu digerus dengan mortar. Hasilnya llau dicetak, diratakan, lalu dibiarkan kering. Kertas yang telah setengah jadi dilewatkan dalam larutan tepung kemudian digosok dengan bambu.

Tentu saja proses ini bukan satu-satunya cara, namun Ibnu Badis sepertinya ingin mengajarkan teknik membuat kertas yang bisa dikerjakan sendiri di rumah. Bukunya juga memuat cara membuat tinta sampai cara menjilid buku. Untuk skala industri tentu saja dibutuhkan perlengkapan yang lebih besar dan mekanik.

Sejarahwan Dard Hunter mengatakan bahwa inovasi utama orang Islam dalam teknologi kertas dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Penemukan cetakan bambu di mana lembaran kertas basah ditempatkan untuk dikeringkan. Metode ini masih digunakan hingga sekarang, tentu saja tidak lagi dengan bambu namun dengan silinder logam atau karet yang sangat besar.

2. Penggunaan bahan rami, katun serta perca linen dalam pembuatan kertas. Ini adalah penemuan yang amat penting, karena orang Cina membuat kerrtas dari kulit batang pohon murbei yang tidak terdapat di daerah Muslim.

3. Untuk pembuatan beberapa jenis kertas, orang-orang Islam mengurai perca linen dengan menempatkannya dalam tumpukan, menjenuhkannya dengan air lalu membiarkan fermentasi terjadi. Ini alternatif dari proses air kapur yang dijelaskan Ibnu Badis.

4. Orang-orang Islam mencoba meniru kertas perkamen yang kuat (namun mahal) dengan menajin (mengkanji) kertas menggunakan tepung terigu, suatu inovasi yang menyebabkan permukaan kertas lebih menyenangkan untuk ditulis dengan tinta.

5. Penggunaan roda martil untuk menghancurkan kertas sehingga membutuhkan tenaga kerja lebih sedikit daripada proses yang dipakai di Cina.

6. Pemakaian kincir air untuk menjalankan roda pabrik kertas. Sejarahwan Robert Forbes menyebutkan bahwa pada abad-10 M pabrik kertas terapung banyak dijumpai di Sungai Tigris di Baghdad. Kincir memang telah dikenal sejak zaman Romawi, tetapi hanya digunakan menggiling makanan. Orang Islamlah yang pertama kali memakai kincir untuk membuat kertas.
Berbagai jenis kertas dibuat. Ada yang untuk dokumen dan surat-surat resmi, untuk buku, bahkan untuk bungkus. Al-Qalqasyandi mengatakan bahwa kerrtas Baghdad (al-Baghdadi) merupakan yang terbaik mutunya dan digunakan untuk menulis risalah kekhalifahan. Syami (kertas Syria) juga tersedia dalam berbagai tingkatan mutu, salah satanya Hamwi dari kata Hama (kota di Syria) yang lazim digunakan di lembaga pemerintahan. Ada juga kerta yang amat ringan, dipakai untuk mengirim surat yang diantar burung merpati pos, sehingga disebut 'Kertas Burung'.

Kertas dibuat dalam berbagai warna. Pada suatu manuskrip dapat dibaca berbagai ramuan tentang cara membuat warna seperti merah, hijau, tosca, dan bahkan petunjuk bagaimana membuat kertas terlihat usang.
Adalah hal yang ironis bahwa saat ini kaum muslim tak lagi berada di jajaran terdepan dalam teknologi kertas. Kertas untuk mencetak kitab suci al-Qur'an dan kertas untuk mencetak uang negara-negara muslim pun banyak diimpor dari negara kafir, lengkap dengan mesin cetak dan tintanya. Tanpa kertas, bagaimana mau cerdas?

Jika ingin berjuang dalam kebangkitan kaum muslim ,mari bergabung bersama hti , dan jika anda selaku intelektual muslim , jicmi hti adalah solusi tepat bagi anda.

ibuan Intelektual Muslim Dunia insya Allah akan berkumpul di Jakarta pada event Jakarta International Conference of Muslim Intelectuals 2013
Klik http://hizbut-tahrir.or.id/jicmi2013/bahasa/

mari dukung jicmi hti sebagai salah satu sarana perjuangan islam ,syariah dan khilafah.

jicmi hti, yess !

Read more...

Category

Popular Posts

facebook