Comments

Tampilkan postingan dengan label Exploitasi Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Exploitasi Muslimah. Tampilkan semua postingan

Pengamat Zionis: Fatin, Ajang Pencarian Bakat & Program Yahudi

Tidak ada komentar


JAKARTA - Ajang pencarian bakat sebenarnya tidal lepas dari program Yahudi. Mereka sadar cara paling ampuh melumpuhkan para pemuda muslim adalah menjauhkan mereka dari gaya hidup Islam dan mendekatkan mereka pada hedonism dan hiburan. Demikian dikatakan Pengamat Gerakan Zionisme  Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi melalui email yang dikirim ke voa-islam.

Pizaro yang juga Sekjen Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini mengutip pernyataan Gleed Stones mantan Perdana Menteri Inggris. Dia mengatakan: “Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam, oleh karena itu, tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”

Maka cara ampuh yang mereka lakukan adalah mempromosikan ajang pencarian bakat ke negeri-negeri muslim. Indonesian Idol seperti kita ketahui dibawa ke negeri ini oleh perusahaan hiburan Amerika bernama Fremantle Media. Fremantle Media adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang kapitalis Yahudi, Rupert Murdoch.
Lebih lanjut Pizaro menjelaskan, kini prototype ajang pencarian bakat menjamur dengan bentuk beragam, termasuk X Factors. Sama seperti American Idol, X Factor dibentuk oleh Simon Cowell dan diproduksi Fremantle Media. Simon Cowell sendiri berlatar belakang Yahudi dengan ibu seorang Kristiani. Dan dua sejoli antara Simon Cowell dan Rupert Murdoch adalah para creator yang sangat gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke negara-negara muslim.

“Di luar negeri sana, acara X Factor tidak banyak direspon oleh umat muslim, karena mereka tahu siapa dalang di balik acara ini. Meski ada kontestan muslim seperti Yousseph Slimani pada acara The X Factors tahun 2005 di Inggris, tapi respon muslim Inggris tidak seperti di Indonesia. Karena mereka tahu, acara seperti X Factors tidak akan pernah bisa menaikkan harkat dan martabat muslim di Inggris. Hasilnya, Yousseph Slimani hanya sampai babak perempat final.”

Beda Inggris, beda Indonesia. Meski Indonesia adalah negara mayoritas muslim, ketidakpedean justru menghinggapi diri kita, dengan menyebut kemenangan Fatin adalah kemenangan seorang muslim. Ucapan ini sangat memprihatinkan, jika kita mau menyadari siapa perintis aacara ini.

“Dari dulu saya sudah mencium itu terjadi dalam keikutsertaan Fatin. Tidak lama Fatin tampil, Bruno Mars langsung memberikan dukungan. Bruno memberi dukungan bukan sekedar suara Fatin, tapi lebih dari itu karena Fatin berjilbab. Bruno ini penyanyi yang menyuarakan atheisme lewat lagunya It Will Rain,” kata Pizaro.
Maka itu dengan kemenangan Fatin tentu kita khawatir ada semacam pembenaran bagi kaum muslimah berbondong-bondong membanjiri ajang pencarian bakat seperti ini. Tubuh dan wajah mereka menjadi santapan 250 juta bangsa Indonesia. Mereka meliuk-liuk dan bersaut-saut hanya demi ribuan SMS. Muslimah-muslimah kita nanti memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakan Yahudi ini dengan satu kalimat: ‘Tidak masalah selama kami berjilbab’

Maka menarik kita cermati perkataan Muhammad Quthb, “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.” [desastian/ (voa-islam.com)/ bringislam]
Read more...

Kewanitaan: Perempuan Tetap Menjadi Korban

Tidak ada komentar
Tahun 2012 hampir berakhir.  Sepanjang tahun ini, masih saja ada perempuan Indonesia yang  mengalami nasib yang mengenaskan. Selama ideologi Kapitalisme masih diterapkan, mereka akan selalu menjadi sasaran eksploitasi baik fisik maupun seksual  dengan segala bentuknya.

buruh-ceweSistem Kapitalisme memandang segala sesuatu hanya sebagai masalah permintaan dan penawaran serta bagaimana memperoleh keuntungan sebagai tujuan utama masyarakat. Pandangan ini telah mendehumanisasikan manusia, khususnya kaum perempuan, menjadi tidak lebih dari sekadar komoditas ekonomi. Ini adalah ideologi yang secara konsisten meletakkan fondasi yang sangat kuat bagi praktik eksploitasi bagi jutaan manusia, termasuk kaum perempuan di negeri ini.


Ekploitasi Fisik
Bank dunia menyebutkan bahwa 4 dari 10 pekerja global adalah perempuan. Sekitar 4,2 juta perempuan Indonesia atau sekitar 70% dari total 6 juta tenaga kerja Indonesia (TKI) bekerja sebagai TKW.  Ironisnya, keadaan ini bertolak belakang dengan kesejahteraan dan perlindungan yang mereka dapatkan.  Bahkan kerap mereka mengalami eksploitasi  di tempat kerja mereka. Mereka acapkali menghadapi  kekerasan fisik,  gaji tidak dibayar,  mengalami kekerasan seksual bahkan diperdagangkan.
Situasi pekerjaan bagi perempuan pekerja pun sangat memprihatinkan.  Sebagai contoh, di Majalaya, Ciparay, Kabupaten Bandung, beberapa pabrik menerapkan aturan perusahaan di bawah standar kemanusiaan. Karyawan baru harus melalui  masa percobaan selama 3 bulan sampai 1 tahun dengan sistem non-sift.  Mereka bekerja  sekitar 8-9 jam/hari dengan bayaran sekitar Rp 600 ribuan. Padahal UMR daerah Bandung  pada tahun 2012 berada pada kisaran 1.2 juta/bulan.

Eksploitasi fisik juga dialami pekerja perempuan di sebuah pabrik tekstil di Rancaekek Kulon, Bandung Selatan.  Mereka dipaksa mengerjakan pekerjaan laki-laki seperti mengangkat barang di atas 50 kg.

Populasi pekerja perempuan sebesar 39,8 juta jiwa, 37,9% dari seluruh jumlah pekerja yang mencapai 104,87 jiwa.  Di Indonesia jumlah Tenaga Kerja Wanita yang bekerja di luar negeri meningkat. Namun, banyaknya jumlah pekerja perempuan itu tidak sebanding dengan yang dihasilkan oleh laki-laki.  Rata-rata, dari satu dolar yang dihasilkan laki-laki, perempuan hanya menghasilkan 80 sen.  Ketimpangan pendapatan ini sangat tidak sebanding dengan tingginya risiko perempuan menjadi korban human traficking (Jabartoday.com, 18/9/2012).

Buruh migran Indonesia juga mengalami nasib yang sama.  Mereka tersebar di berbagai negara: Malaysia, Singapura, Hongkong dan beberapa negara di Timur Tengah.  Berbagai perlakuan mengenaskan dialami oleh tenaga kerja Wanita Indonesia. Hal ini juga diakui oleh Meneg PP dan PA, Linda Gumelar. Beliau mengatakan bahwa masih banyak persoalan yang dialami buruh migran.  Gambaran permasalahan yang dialami perempuan pekerja migran di antaranya yang paling menonjol adalah pekerjaan tidak sesuai dengan perjanjian kerja, gaji tidak dibayar, dokumen tidak lengkap, mengalami penganiayaan, pelecehan seksual, perkosaan, PHK sepihak, dan lain-lain.  Selain itu juga ada permasalahan sosial sebagai akibat bekerja ke luar negeri, yaitu kemampuan keluarga dalam mengolah ekonomi hasil bekerja di luar negeri, masalah keretakan keluarga, dan kenakalan anak-anak (Kalyanamitra.or.id, 10/10/2012).

Akhir Oktober 2012, publik dikejutkan dengan iklan ’ TKI on Sale’ di surat kabar Malaysia.  Iklan ini memposisikan para TKI sebagai barang dagangan, bukan manusia (Voaindonesia.com, 29/10/2012).
Awal Desember 2012, pihak berwenang di Malaysia telah membebaskan 105 orang pekerja migran perempuan, sebagian besar dari Indonesia. Mereka dipaksa bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada siang hari dan tidak menerima gaji, kemudian dikurung pada malam hari oleh agen (Voaindonesia.com, 3/12/2012).


Eksploitasi Finansial
Selain mengalami eksploitasi fisik, para pekerja perempuan juga mengalami eksploitasi finansial. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Gumelar, pertengahan Mei lalu menyatakan saat ini diperkirakan ada sekitar 7 juta perempuan di Indonesia yang berperan sebagai kepala keluarga dan mereka hidup di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan di bawah US$ 1 dolar. Jumlah ini mewakili lebih dari 14% dari total jumlah rumah tangga di Indonesia. Bahkan menurut aktifis LSM Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA), sebenarnya jumlah perempuan kepala keluarga di Indonesia datanya jauh melebihi yang tercatat oleh pemerintah, yakni mencapai 10 juta orang. Kaum perempuan ini terpaksa menggantikan posisi suami mereka sebagai pencari nafkah karena faktor kemiskinan, Kapitalisme telah memaksa mereka untuk bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga.

Ketidakberdayaan mereka dimanfaatkan pasar. Kaum perempuan ini digiring menjadi konsumen dari produk-produk kapitalistik. Gaji yang mereka dapatkan dihabiskan hanya untuk memenuhi selera konsumtif. Penelitian Women Research Institute (WRI) berjudul “Moral Ekonomi Perempuan Pabrik Dinamika Kehidupan di Tempat Kerja” menunjukkan perilaku itu. Mereka suka berbelanja pakaian yang sedang trend di mall atau membeli telepon seluler untuk komunikasi di antara mereka. Penelitian itu menyatakan bahwa kaum buruh yang berlatar agraris membayangkan bahwa menjadi orang kota adalah menjadi orang modern, dan menjadi orang modern mesti berperilaku bagaikan kisah-kisah dalam sinetron. Rambut rebounding, make up, “melepas lelah” di pusat perbelanjaan, seperangkat stereo set terpasang di rumah kontrakan, dan berbagai perilaku lainnya membuat mereka semakin sulit dibedakan dengan kelas menengah.

Studi kasus menunjukkan bahwa perilaku konsumtif buruh perempuan sebagai strategi untuk menyesuaikan diri dengan budaya pop masyarakat urban. Kasus Enong yang dipotret WRI misalnya, melakukan kerja lembur demi bertahan hidup dan memenuhi “standar” perilaku konsumsi masyarakat kota yang menjadi habitat mereka. Hasil kerja lembur dipakai untuk memuaskan hasrat konsumtif dengan membeli aneka produk kosmetik, sepatu, baju, tas, pernak-pernik perhiasan, bahkan yang ditawarkan lewat Multi Level Marketing (MLM) sesama buruh. Hampir setiap hari Minggu para pekerja perempuan tadi pergi ke beberapa pusat perbelanjaan di kawasan Sunter, Mangga Dua, dan Kelapa Gading, didampingi suami atau teman-teman (http://wri.or.id/id /penelitian).


Eksploitasi Seksual
Para pekerja perempuan ternyata juga tidak luput dari eksploitasi sesksual.  Iswarini, Juru Bicara Forum Keadilan Perempuan, kepada Republika 8 Maret 2012 mengatakan, beberapa buruh perempuan melaporkan pernah menjadi korban kekerasan seksual di tempat kerja. Namun, tidak banyak korban pelecehan seksual yang berani melaporkan kasusnya ke pihak berwajib. Iswarini berani menyatakan, dari 400.939 kasus kekerasan yang dilaporkan kepada polisi, 93.960 di antaranya adalah kasus kekerasan seksual.  Fatalnya, 50 persen dari data kekerasan seksual tersebut adalah jenis kasus perkosaan!

Tidak hanya pekerja perempuan yang menjadi korban.  Remaja perempuan dan kaum perempuan secara umum juga mengalami hal serupa. Komisi Nasional (Komnas) Perlindungan Anak mencatat banyaknya ribuan remaja perempuan Indonesia menjadi korban perdagangan seksual setiap tahun. Rata–rata, setiap tahun sebanyak 40 ribu hingga 70 ribu remaja perempuan di Indonesia menjadi korban sindikat perdagangan seksual sampai ke Nagoya Jepang.  Mereka dipekerjakan dalam dunia prostitusi, pembantu, dan menjadi korban perdagangan manusia seksual komersial (Okezone.com, 3/10/2012).

Pandangan khas ideologi Kapitalisme terhadap perempuan dengan sensualitasnya  telah mendorong kejahatan eksploitasi seksual terhadap ratusan ribu perempuan di negeri ini, tubuh perempuan hanya dipandang sebagai barang dan komoditas ekonomi. Ideologi Kapitalisme terbukti sangat “berprestasi” dalam melakukan ekploitasi tubuh perempuan dalam industri entertainment, periklanan dan sebagainya. Semua ini akhirnya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi sindikat-sindikat narkoba, perdagangan orang, termasuk perdagangan seksual yang semakin mengeksploitasi anak perempuan dalam kenistaan prostitusi.

Sebagai negara demokrasi, Indonesia juga terbukti mandul dalam melindungi anak dari kejahatan eksploitasi. Dua Undang-undang yang sudah dimiliki Indonesia – yakni UU Perlindungan Anak dan UU UU Tindak Pidana Perdagangan Orang—yang lahir dari rahim demokrasi negeri ini—juga terbukti gagal dalam melindungi hak-hak Anak yang sejatinya merupakan generasi harapan bangsa. Biaya yang besar dan waktu yang lama dalam menyusun kedua UU ini tidak mampu membayar kerusakan generasi akibat penistaan dan belenggu kemiskinan. Wajar, karena setiap kelahiran undang-undang pro rakyat di negeri ini sudah bisa dipastikan hanya memiliki pengaruh yang sangat kecil di bawah gurita sistem politik yang berpihak untuk kepentingan elit politik, dan juga tidak berkutik di bawah disfungsi sistem ekonomi yang mengkonsentrasikan kekayaan negara di tangan segelintir orang dan memiskinkan sebagian besar rakyat.


Penutup
Kondisi menyedihkan akibat beban kesejahteraan dan eksploitasi di atas tidak boleh berlanjut terhadap kaum perempuan di kawasan ini. Setiap perempuan seharusnya dipandang dan diperlakukan layaknya manusia, yang senantiasa dilindungi, dijaga dan dilayani. Namun demikian, ini hanya akan bisa diwujudkan di bawah sistem kehidupan yang berpegang pada pandangan yang benar terhadap perempuan dan benar-benar peduli dengan kesejahteraannya. Sistem ini adalah negara Khilafah yang menerpkan syariah secara total dalam seluruh aspek kehidupan. Hanya sistem Khilafah Islam sajalah yang menawarkan kebijakan ekonomi sehat yang telah teruji oleh waktu mampu mengangkat kaum perempuan di dunia Muslim dari derita kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan, menghapus penderitaan mereka dan membawa perubahan riil bagi kehidupan kaum perempuan.
WalLahu a’lam bi ash-shawab. []
 
al-wa'ie
Read more...

Muslimah HTI: Solusi Pelecehan, Stop Kirim TKW!

Tidak ada komentar
Beredarnya iklan “Indonesian Maids Now On Sale” beberapa waktu lalu membuat geram banyak pihak, termasuk dari Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI).  Melalui juru bicaranya Iffah Ainur Rochmah, MHTI mengaku telah mengeluarkan pernyataan sikap pada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, terkait  pelecehan dan kekerasan terhadap TKW di luar negeri. Namun faktanya tidak pernah ditanggapi.
 
“Iklan tersebut sudah ada tapi kenapa tidak ada tindakan dari pemerintah,” tanyanya saat jumpa pers di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta.

Ia menerangkan, selama ini banyaknya perempuan yang memutuskan untuk menjadi TKW karena problem pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) oleh pemerintah Indonesia yang kapitalistik sehingga menyebabkan banyaknya pekerja yang tidak terserap.

“Mereka menjadi TKW karena kehidupan mereka tidak terpenuhi secara layak,” ujarnya.
Padahal, menurutnya, bukanlah sesuatu yang sulit bagi pemerintah untuk memberikan mereka pekerjaan yang layak dan mengatasi kemiskinan bangsa tidak harus mengeksploitasi perempuan. Oleh karena itu, solusi satu-satunya adalah menghentikan total pengiriman TKW ke luar negeri.

“Stop totally pengiriman TKW ke seluruh negara yang menjadi pengiriman TKW. Penghormatan terhadap perempuan adalah mutlak, harga mati dan kehormatan perempuan seharusnya dilindungi bukan dieksploitasi,” serunya.*

hidayatullah
Read more...

Surat Terbuka MHTI: TKW Wajib Mendapat Perlindungan Kehormatan

Tidak ada komentar

tkw

Kantor Juru Bicara
Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
Nomor:44/PN/11/12 Jakarta, 5 November 2012 / 20 Dzulhijah 1433 H

Surat Terbuka Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
Pekerja Perempuan Indonesia adalah Kehormatan Yang Wajib Mendapat Perlindungan!

Wahai penguasa Muslim,
Sesungguhnya tanggung jawab Anda adalah  menjamin terpenuhinya seluruh kebutuhan rakyat dan melindungi mereka dari segala bentuk kezaliman. Bukankah Baginda Rasulullah SAW telah berwasiat:
إنّمَاالإماَمُ جُنَّةُ يُقَاتَلُ مِنْ وَرائِه وَيُتَّقَي بِه
”Imam (pemimpin) itu laksana perisai, (rakyat) akan berperang dibelakangnya dan akan dilindungi olehnya”
Sikap Anda menghadapi kasus yang menimpa TKI di Malaysia baru-baru ini semestinya berpijak pada prinsip sebagaimana yang diajarkan Islam di atas. Yakni prinsip tanggung jawab penuh, pengayoman dan perlindungan. Kecaman dan upaya diplomasi untuk menindak tegas pelaku penghinaan terhadap TKI tidaklah cukup. Apalagi ketika dilakukan secara sangat lamban, pada saat publik mempertanyakan apa yang dilakukan pemerintah menghadapinya. Maka sikap ini tak lebih dari lip-service policy- kebijakan semu yang tak memberi solusi apa pun. Kebijakan semacam ini hanya menunjukkan jatidiri pemerintahan kapitalis yang tidak memiliki tanggung jawab utuh terhadap nasib rakyatnya!
Senyatanya berbagai bentuk penghinaan, kekerasan dan beragam perlakuan tidak manusiawi telah berulangkali menimpa TKI di luar negeri. Tak cukupkah semua itu menjadi dasar untuk merubah kebijakan Anda? Kezaliman yang menimpa TKI di luar negeri harus dihentikan! Apalagi bila TKI itu adalah kaum perempuan (TKW), maka Islam menegaskan bahwa memberikan perlindungan atas diri dan kehormatannya adalah harga mati!
الاصل في المرأة انها ام وربة بيت وهي عرض يجب ان يصان
Hukum asalnya, perempuan adalah seorang ibu dan pengatur rumah tangga, serta merupakan sebuah kehormatan yang wajib mendapat perlindungan (Muqaddimah Dustur, pasal 108)

Wahai Penguasa Muslim,
Janganlah berbuat zalim dengan membiarkan lebih dari 2,5 juta kaum perempuan meninggalkan keluarga dan anak-anaknya, dengan menanggung risiko hingga kehilangan nyawa demi keluar dari kemiskinan!

“Takutlah kamu akan berbuat dzalim! Karena perbuatan dzalim itu menyebabkan kegelapan di hari kiamat.” (HR.Bukhari- Muslim)

Kami serukan agar pemerintah Indonesia segera menghentikan total pengiriman TKW ke negara mana pun. Penghentian sementara pengiriman TKW ke negara-negara yang dianggap ’bermasalah’ tidaklah memadai untuk menunjukkan perlindungan dan penjagaan kehormatan yang dilakukan negara terhadap warga negara khususnya  perempuan.
Penghentian total pengiriman TKW tidak akan menjatuhkan bangsa ini pada kemiskinan yang lebih buruk jika diikuti dengan pengelolaan  sumber daya alam sesuai sistem ekonomi Islam dan penghentian korupsi!
Wahai Tokoh-tokoh Umat, Para Aktifis dan Kaum Muslimah,
Sesungguhnya, persoalan TKW bukan hanya sekadar kesalahan regulasi dan kelemahan diplomasi Indonesia  karena tak mampu menolong  kaum perempuannya dari perlakuan biadab di negeri orang. Lebih dari itu, persoalan TKW  juga menyangkut harga diri dan kehormatan negeri muslim terbesar di dunia, Indonesia.
Kita harus menyadari bahwa terus berlangsungnya pengiriman TKW dalam jumlah sangat besar ke berbagai negara tujuan yang jauh  turut mempengaruhi citra buruk Indonesia di mata dunia. Saat ini Indonesia  lebih dikenal sebagai negara pengekspor TKW, dibanding sebagai negeri muslim terbesar yang  kaya  sumber daya alam. Fakta ketidakpedulian pemerintah terhadap berbagai kasus kriminalitas (tidak adanya ijin tinggal, pencurian hingga perzinaan) yang dilakukan para buruh migran di negara tujuan yang jauh  semakin memperkuat citra tersebut.
Karenanya, seluruh komponen umat harus menggunakan  kekuatan, kemampuan, dan potensi jejaring yang dimilikinya guna mewujudkan citra Indonesia sebagai negeri muslim terbesar di dunia yang melindungi harkat dan martabat kaum perempuan sesuai fitrahnya. Perempuan adalah kehormatan yang harus dilindungi bahkan dengan darah dan nyawa. Membiarkan pengiriman TKW adalah penyimpangan dari hukum Allah karena membiarkan terjadinya dharar (bahaya) terhadap perempuan.

Wahai Para Muslimah,
Kenyataan memilukan ini tidak pernah terjadi sepanjang sejarah peradaban Islam dalam institusi Khilafah Islamiyah. Ketika itu, semua rakyat mendapat perlindungan dan jaminan pemenuhan kebutuhan hidup dari negara khilafah. Kaum perempuan dan ibu senantiasa hidup di sekitar keluarganya, melaksanakan fungsi dan fitrahnya sebagai ibu generasi tanpa perlu menggadaikan kehormatannya di negeri orang demi keluar dari kemiskinan.Kenestapaan yang menimpa umat  saat ini terjadi akibat penerapan sistem kapitalisme yang nyata gagal mewujudkan kesejahteraan bagi setiap individu rakyat.

Kaum Muslimah Permata Umat,
Kami serukan dengan segenap ketulusan.. Kezaliman dan ketidakadilan tidak akan hilang, hak-hak perempuan tidak akan kembali, kemuliaan dan kebaikan tidak akan terjamin, kecuali oleh daulah al-Khilafah yang memerintah dan memutuskan perkara dengan syariah Allah. Daulah al-Khilafah itu telah sedemikian dekat. Maka lihatlah jalan kebenaran dan bergabunglah dengan para pejuang umat dalam Hizbut Tahrir untuk tegaknya daulah Khilafah Islamiyah yang mampu menjaga negeri-negeri Islam dan mensejahterakan penduduknya. Dan yang demikian itu sekali-kali tidaklah sulit bagi Allah.



Jurubicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia
Iffah Ainur Rochmah
Hp: 08123037573 Email: iffah@gmail.com
Read more...

Bukan Cewek Syahwat!

Tidak ada komentar
Ngeliat judul obrolan kita kali ini, kok rada horor gimana gituh ya? Yups, begitulah friend, kali ini kita mau membahas kasus para cewek- cewek yang membikin dunia semakin panazzz!!!. Tapi ini bukan dalam hal prestasi atau bahasan yang positif lainnya, tapi tentang perilaku para cewek yang nggak segan- segan lagi berpakaian super ketat dan suka ngumbar aurat di depan umum. Malah baru- baru ini ada yang nekat banget dan bahkan sampe jadi berita, dimana seorang cewek melelang keperawanannya via internet. Dan konon katanya uang itu buat membantu buatin rumah orang- orang miskin!! nggak salah tuch? Ck.. ck.. ck... trus kita kudu bilang wow gitu??...

Jaman sekarang katanya nggak banget kalau cewek masih punya rasa malu. Katanya sih nggak bakalan punya temen, atau nggak gaul dan tentu saja nggak ngeksis. That's why para cewek- cewek bermetamorfosa menjadi "pemberani" dengan alasan kebebasan berekspresi. Hasilnya, banyak yang pada ngumbar aurat, dan jumlahnya nggak kehitung lagi, karena saking banyaknya. Sampe- sampe pada kasihan tuch, mereka yang pengin menjaga pandangannya. Lihat atas salah, lihat bawah apalagi... trus masak jalannya kudu merem???

Friend, sebenarnya cewek- cewek itu adalah korban. Korban yang udah dibohongin mentah- mentah dengan konsep dan pikiran para musuh islam yang jelas- jelas nggak bener. Mereka berniat membuat cewek- cewek sebagai bahan pemanis yang setiap saat bisa di pajang atau di delete, bisa di pelototin dengan gratis, dan kalau udah puas bisa ditinggal deh kapan aja. Dan celakanya, banyak cewek- cewek yang mau ngikutin mereka. Dan nggak hanya suka, mereka malah merasa bangga lagi, astagfirullah...

Ini persis banget dengan yang telah disabdakan Rasulullah salallahu alaihi wassalam, "Tidak akan kiamat sebelum umatku mengikuti apa- apa yang telah dilakukan bangsa- bangsa terdahulu, selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta. Diantara para sahabat ada yang bertanya, ya rasulullah apakah yang dimaksud disini adalah bangsa- bangsa Yahudi dan Nasrani? Rasulullah menjawab : Siapa lagi (kalau bukan mereka) (HR. Bukhari)

Selain itu, peran media juga nggak kalah tangguh dalam menggalakkan ajang- ajang lomba yang menjanjikan ketenaran dan uang, yang akhirnya banyak menyedot perhatian para cewek. Nggak cuma buat yang ikut serta, tapi juga para penontonnya. Terbukti, lewat media itulah pengaruh habis- habisan di sebarkan. dan sayangnya... hal itu berhasil mempengarui banyak dari teman- teman kita.
Mereka nggak perduli walau disana mereka di suruh "buka- bukaan" habis- habisan atau didandani macam lenong, yang penting popularitas dan uang ada di genggaman. Memang banyak yang akhirnya "berhasil". Tapi.... apa mereka bahagia, friend? nggak juga tuch. Semua hal dunia yang mereka punya nyatanya menjamin mereka tenang dan happy. Buktinya, banyak yang hidupnya makin nggak jelas. Narkoba, seks bebas, dan dunia malam adalah contoh kecil dari kegiatan mereka selanjutnya. Sayang banget, kesemua hal itu ternyata malah makin menyengsarakan mereka.

Itu baru di dunia, friend. Diakherat malah bakalan lebih dahsyat. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dua golongan dari penghuni neraka yang belum aku temui; suatu kaum yang selalu membawa cemeti bagaikan ekor-ekor sapi, dengannya dia memukuli manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, cenderung tidak taat, berjalan melenggak-lenggok, rambut mereka seperti punuk onta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga tercium dari jarak sekian“. (HR. Muslim)

So, buat kamu girls! gaul bukan berarti kita kudu nggak punya harga diri, pamer aurat diri, atau bahkan menjual diri. kalian itu "mahal" loh, dan berhak  diperlakukan dengan lebih baik. Jadi, kenapa nggak mulai dari diri sendiri aja? kalau kita bisa menghargai diri sendiri dengan baik, inshaAllah orang lain bakal ngikut, yaitu menghargai kita dengan lebih baik. Dan buat itu, nggak ada yang lebih baik dari cara Islam yang mengatur dengan detail tentang cewek.

Jangan jadikan diri kamu yang berharga ini, yang hidup sekali ini di dunia, sebagai ajang "studi banding" orang- orang yang hanya akan nyakitin dan membuat kamu nggak berharga di masa depan. Jangan juga jadikan diri kamu sendiri sebagai "barang" yang pantas di pandang secara gratis dan berhak di ganggu. Ingatlah tentang firman Allah dalam QS Al-Ahzab ayat 59 berikut, “…Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu…”. Allah selalu tahu yang terbaik buat kita, jadi nggak ada alasan buat kita untuk jadi pembangkang. Tutup aurat kamu dengan rapi, girls!, dan tunjukkan pada dunia kalo kamu berharga dan bener- bener bukan cewek penebar syahwat! setuju?
Read more...

Category

Popular Posts

facebook