Comments

Tampilkan postingan dengan label Zionis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Zionis. Tampilkan semua postingan

Tel Aviv menjadi Sarang Perayaan Gay Sedunia

Tidak ada komentar
tel aviv gay  
Sekitar sepuluh  ribu orang berkumpul di Tel Aviv pada hari Jumat untuk  perayaan tahunan Parade Gay di Israel,  mengundang pengunjung kaum gay dari seluruh dunia, termasuk pasangan gay Perancis yang pertama menikah.

Gay, lesbian dan aktifis transgender  dan simpatisan, bernaung di bawah bendera pelangi, mengambil bagian dalam prosesi kota pesisir Mediterania dalam naungan musik mendera deru.

Tel Aviv menjadi kota pertama  adanya penyelenggaraan acara publik untuk komunitas homoseksual.

Tapi tahun ini pawai dibayangi oleh ancaman yang mengejutkan, adanya  pembunuhan atas  pemuda gay di pusat Tel Aviv , pria bertopeng bersenjata dengan berpakaian hitam menembaki sekelompok orang muda di pintu masuk, menewaskan dua orang dan melukai 15 orang.

Empat tersangka dibawa ke pengadilan pada Kamis pekan lalu.

Laporan media setempat melaporkan motif dalam pembunuhan tersebut adalah balas dendam , dan bukan kejahatan rasial yang khusus menargetkan kaum homoseksual.

Selain warga Israel akan ambil bagian acara di tahun ini, sekitar 25.000 wisatawan diharapkan  bergabung dalam perayaan, kata Marcus, juru bicara balai kota.

“Tel Aviv adalah kota pluralis yang membela hak-hak homoseksual,” kata Marcus.
“Ketika kami mengetahui bahwa pasangan gay menikah di Perancis, kami memutuskan tidak ada yang lebih romantis daripada mengundang mereka untuk menghabiskan bulan madu mereka di Tel Aviv selama Gay Pride,” katanya kepada AFP. (Arby/Dz)
Read more...

Simon Cowell, Rupert Murdoch, Dan Euforia Kemenangan Fatin

Tidak ada komentar

fatinTEKA-teki pemenang The X Factor terjawab sudah. Seorang pemudi sekaligus muslimah, -dan juga didukung tokoh Agama- Fatin Shidqia menjadi pemenangnya. Remaja berumur 16 tahun itu berhasil mengalahkan Novita Dewi di malam final. Gegap gempita seketika membahana. Kemenangan Fatin digadang-gadang sebagai kemenangan muslim, karena dari awal remaja pencinta musik itu setia mengenakan jilbabnya.
Tentu fenomena ini sangat miris jika kita cermati. Mendukung Fatin tentu sah-sah saja dilakukan oleh setiap orang, tapi mengaitkannya dengan kemenangan muslim, rasanya berlebihan.
Ajang pencarian bakat sebenarnya tidak lepas dari upaya Barat untuk ‘melunakkan’ para pemuda muslim dan mendekatkan mereka pada hedonisme dan hiburan. Mengutip pernyataan Gleed Stones mantan Perdana Menteri Inggris. Dia mengatakan:
“Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam, oleh karena itu, tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.
Maka cara ampuh yang mereka lakukan adalah mempromosikan ajang pencarian bakat ke negeri-negeri muslim. Indonesian Idol seperti kita ketahui dibawa ke negeri ini oleh perusahaan hiburan Amerika bernama Fremantle Media.Fremantle Media adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang kapitalis Yahudi, Rupert Murdoch.
Kini prototype ajang pencarian bakat menjamur dengan bentuk beragam, termasuk X Factors. Sama seperti American Idol, The X Factor dibentuk oleh Simon Cowell dan diproduksi Fremantle Media. Simon Cowell sendiri berlatar belakang Yahudi dengan ibu seorang Kristiani. Dan dua sejoli antara Simon Cowell dan Rupert Murdoch adalah para creator yang sangat gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke negara-negara muslim.
Di luar negeri sana, acara The X Factor tidak banyak direspon oleh umat muslim, karena mereka tahu siapa dalang di balik acara ini. Meski ada kontestan muslim seperti Yousseph Slimani pada acara The X Factor tahun 2005 di Inggris, tapi respon muslim Inggris tidak seperti di Indonesia. Karena mereka tahu, acara seperti The X Factor tidak akan pernah bisa menaikkan harkat dan martabat muslim di Inggris. Hasilnya, Yousseph Slimani hanya sampai babak perempat final.
Beda Inggris, beda Indonesia. Meski Indonesia adalah negara mayoritas muslim, ketidakpedean justru menghinggapi diri kita, dengan menyebut kemenangan Fatin adalah kemenangan seorang muslim. Ucapan ini sangat memprihatinkan, jika kita mau menyadari siapa perintis aacara ini.
Dari dulu hal itu  memang sudah tercium sejak keikutsertaan Fatin. Tidak lama Fatin tampil, Bruno Mars langsung memberikan dukungan. Bruno memberi dukungan bukan sekedar suara Fatin, tapi lebih dari itu karena Fatin berjilbab.Bruno ini penyanyi yang menyuarakan atheisme lewat lagunya It Will Rain.
Maka, dengan kemenangan Fatin tentu kita khawatir ada semacam pembenaran bagi kaum muslimah berbondong-bondong membanjiri ajang pencarian bakat seperti ini. Tubuh dan wajah mereka disaksikan oleh 250 juta bangsa Indonesia.Mereka meliuk-liuk dan bersaut-saut hanya demi ribuan SMS. Muslimah-muslimah kita nanti memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakan Yahudi ini dengan satu kalimat: ‘Tidak masalah selama kami berjilbab’
Maka menarik kita cermati perkataan Muhammad Quthb, “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.” Wallahua’lam bishawab.
[Tan Saliman/www.bringislam.web.id]
Read more...

Siapa Itu Simon Cowell?

Tidak ada komentar

simon-cowell
PUBLIK dunia sebagian mungkin sudah tahu dengan sosok Simon Cowell. Pria yang dikenal sebagai juri di berbagai ajang pencarian bakat di AS ini, juga gencar membuat acara serupa bersama Rupert Murdoch. Tak jarang, acara-acara buatan mereka berdua kerap ‘diimpor’ ke berbagai negara Muslim, termasuk Indonesia.
Banyak bintang baru bermunculan dari ajang pencarian bakat Indonesian Idol, yang merupakan ‘cabang’ dari American Idol. Dan kini muncul lagi seorang bintang baru Indonesia, siapa lagi kalau bukan Fatin Shidqia Lubis, gadis berjilbab yang berhasil jadi juara The X Factor Indonesia. Tidak jauh berbeda dengan Indonesian Idol, The X Factor Indonesia juga merupakan cabang The X Factor kreasi Simon Cowell.
Lalu, siapakah Simon Cowell sebenarnya?
Simon Philip Cowell lahir di Brighton pada 7 Oktober 1959. Ia adalah seorang eksekutif di perusahaan Sony BMG, namun lebih dikenal sebagai juri dalam acara televisi ajang pencarian bakat Pop Idol dan American Idol dengan kritikannya yang kadang-kadang kontroversial.
Cowell mulai muncul sebagai produser TV kreatif sejak menjadi juri acara Pop Idol (2001) dan American Idol (2001), menyusul program Il Divo (2004), The X Factor (2004-2006), American Inventor (2006-2007), America’s Got Talent (2007),Celebrity Duets, Grease is the Word dan Rock Rivals. Disamping itu, Simon juga seorang penulis. Pada Desember 2003 ia merilis buku ‘I Don’t Mean to Be Rude, But…,’ yang berisi tentang pengalamnya di Pop Idol dan American Idol, serta tips untuk menjadi bintang besar.
Cowell juga dianggap sebagai pelopor penggabungan industri televisi dan music yang mempromosikan single dan merekam lagu berbagai artis. Terakhir, dia menjadi juri dalam program The X Factor yang ketujuh, serta Britain’s Got Talentyang kelima. Baru pada bulan September 2011, Simon tampil sebagai juri pada musim pertama program The X Factor America.
Sebagai pakar media, Cowell tidak terlalu blak-blakan tentang keyakinan agamanya, bahkan ia disebut-sebut memiliki banyak agama. Seperti yang dilansir Hollowverse, dalam halaman MySpacenya ia mengatakan dirinya sebagai “Kristen -. Lainnya.”  Tetapi beberapa wartawan gencar melakukan beberapa penyelidikan dan akhirnya menemukan bahwa ayah Cowell adalah seorang Yahudi. Meski demikian, Cowell tidak pernah tahu tentang hal itu. Hal ini menunjukkan bahwa agama mungkin bukan topik besar dalam kehidupan keluarga Cowell. Namun, Cowell cukup antusias ketika ia ditanya tentang wahyu Tuhan. Ia mengatakan bahwa ia senang mempelajari seluk beluk Yahudi.
Beberapa waktu lalu, beredar rumor bahwa Cowell mungkin masuk Islam, setelah ia bertunangan dengan seorang wanita bernama Mezhgan Hussainy.Keluarga Hussainy berasal dari Afghanistan dan Muslim. Dulunya, Hussainy adalah ipar Cowell, ketika ia menikah dengan kakaknya yang masuk Islam.Muncul kekhawatiran dari orang tua Hussainy akan kemungkinan pernikahannya dengan Cowell yang beragama Kristen/Yahudi.
Akhirnya, Cowell dan Hussainy putus, dan meninggalkan Cowell yang tetap berada dalam ‘ambiguitas’ agama. [sm/islampos/www.bringislam.web.id]
Read more...

Pengamat Zionis: Fatin, Ajang Pencarian Bakat & Program Yahudi

Tidak ada komentar


JAKARTA - Ajang pencarian bakat sebenarnya tidal lepas dari program Yahudi. Mereka sadar cara paling ampuh melumpuhkan para pemuda muslim adalah menjauhkan mereka dari gaya hidup Islam dan mendekatkan mereka pada hedonism dan hiburan. Demikian dikatakan Pengamat Gerakan Zionisme  Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi melalui email yang dikirim ke voa-islam.

Pizaro yang juga Sekjen Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini mengutip pernyataan Gleed Stones mantan Perdana Menteri Inggris. Dia mengatakan: “Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam, oleh karena itu, tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”

Maka cara ampuh yang mereka lakukan adalah mempromosikan ajang pencarian bakat ke negeri-negeri muslim. Indonesian Idol seperti kita ketahui dibawa ke negeri ini oleh perusahaan hiburan Amerika bernama Fremantle Media. Fremantle Media adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang kapitalis Yahudi, Rupert Murdoch.
Lebih lanjut Pizaro menjelaskan, kini prototype ajang pencarian bakat menjamur dengan bentuk beragam, termasuk X Factors. Sama seperti American Idol, X Factor dibentuk oleh Simon Cowell dan diproduksi Fremantle Media. Simon Cowell sendiri berlatar belakang Yahudi dengan ibu seorang Kristiani. Dan dua sejoli antara Simon Cowell dan Rupert Murdoch adalah para creator yang sangat gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke negara-negara muslim.

“Di luar negeri sana, acara X Factor tidak banyak direspon oleh umat muslim, karena mereka tahu siapa dalang di balik acara ini. Meski ada kontestan muslim seperti Yousseph Slimani pada acara The X Factors tahun 2005 di Inggris, tapi respon muslim Inggris tidak seperti di Indonesia. Karena mereka tahu, acara seperti X Factors tidak akan pernah bisa menaikkan harkat dan martabat muslim di Inggris. Hasilnya, Yousseph Slimani hanya sampai babak perempat final.”

Beda Inggris, beda Indonesia. Meski Indonesia adalah negara mayoritas muslim, ketidakpedean justru menghinggapi diri kita, dengan menyebut kemenangan Fatin adalah kemenangan seorang muslim. Ucapan ini sangat memprihatinkan, jika kita mau menyadari siapa perintis aacara ini.

“Dari dulu saya sudah mencium itu terjadi dalam keikutsertaan Fatin. Tidak lama Fatin tampil, Bruno Mars langsung memberikan dukungan. Bruno memberi dukungan bukan sekedar suara Fatin, tapi lebih dari itu karena Fatin berjilbab. Bruno ini penyanyi yang menyuarakan atheisme lewat lagunya It Will Rain,” kata Pizaro.
Maka itu dengan kemenangan Fatin tentu kita khawatir ada semacam pembenaran bagi kaum muslimah berbondong-bondong membanjiri ajang pencarian bakat seperti ini. Tubuh dan wajah mereka menjadi santapan 250 juta bangsa Indonesia. Mereka meliuk-liuk dan bersaut-saut hanya demi ribuan SMS. Muslimah-muslimah kita nanti memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakan Yahudi ini dengan satu kalimat: ‘Tidak masalah selama kami berjilbab’

Maka menarik kita cermati perkataan Muhammad Quthb, “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.” [desastian/ (voa-islam.com)/ bringislam]
Read more...

Rumah Sakit Gaza Dipasok Gas Beracun Oleh Israel

Tidak ada komentar

SUMBER-sumber Palestina mengatakan rezim Israel telah memasok rumah sakit Gaza dengan gas yang berpotensi membunuh yang akan digunakan untuk keperluan anestesi pasien, Press TV melaporkan.
Israel pasok Gas beracun

Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan Israel, yang merupakan satu-satunya pemasok gas nitrous oksida rumah sakit di Gaza, memberi mereka gas karbon dioksida yang disamarkan sebagai nitrous oksida.

Empat pasien telah meninggal setelah menghirup karbon dioksida bukan nitrous oxide selama operasi bedah berlangsung.

Menteri Kesehatan Gaza Ashraf al-Qudra menggambarkan rezim Tel Aviv bergerak melakukan kejahatan tidak etis,” ujarnya, “Kami menuntut rezim Israel bertanggung jawab penuh atas tindakan mereka membahayakan kehidupan pasien kami.”

“Ini adalah upaya lain yang dilakukan oleh Israel untuk membuat kehidupan semakin sulit bagi rakyat Gaza di tengah blokade yang sedang berlangsung. Israel adalah satu-satunya pemasok gas nitrogen dan tidak ada pihak lain yang bisa disalahkan kecuali pendudukan Israel,” tambah al-Qudra.
Nitrous oksida dicampur dengan oksigen diberikan kepada pasien untuk meringankan rasa sakit dan menginduksi tidur sebelum operasi bedah dilakukan. Para ahli mengatakan mengganti nitrous oksida dengan karbon dioksida akan menyebabkan serangan jantung dan dapat menyebabkan kematian.(fq/islampos/www.bringislam.web.id)
Read more...

Arab Idol, zionisme Yahudi di negeri-negeri Muslim

Tidak ada komentar
Arab Idol, zionisme Yahudi di negeri-negeri Muslim
GAZA  – Kafe dan restoran di Gaza dan Tepi Barat dipenuhi para fans yang bersorak meneriakkan nama Mohammed Assaf (22) pada Sabtu (25/5/2013) malam, lansir Ma’an.
Assaf adalah pemuda Palestina yang berpeluang memenangkan kontes lagu di ajang pencarian bakat Arab Idol tahun ini. Sejak Maret, pemuda asal Gaza yang disebut-sebut memliki karakter suara kuat ini telah mengikuti kontes Arab Idol, yang konsernya digelar setiap akhir pekan.
Di kota Gaza dan Ramallah pun sama, para penggemar Assaf membawa spanduk yang menyeru kepada pemirsa untuk mengetik “nomor 3″ pada ponsel mereka dan mengirimnya ke hotlineArab Idol, memberikan suara untuk Assaf.
mohammed assaf no.3

Seperti Pop Idol lainnya yang diusung Barat, setiap pekan Arab Idol mengeliminasi satu peserta yang mendapat suara paling sedikit. Sabtu (25/5) malam, Assaf termasuk salah satu dari mereka yang lolos. Assaf pun masuk dalam jajaran 7 peserta yang bertahan dalam kompetisi yang berbasis di Beirut tersebut.

“Dia layak untuk menang,” kata Maya (19), seorang remaja pendukung Assaf yang menyaksikan pertunjukannya di sebuah kafe di Gaza.
“Suaranya kuat dan penampilannya bahkan lebih baik, tidak ada yang seperti dia! Assaf bersaing untuk meningkatkan profil Palestina dan Gaza. Saya mendukung dia dan bangga dia berasal dari sini,” tambahnya sambil tersenyum.
Kompetisi Arab Idol, yang disiarkan dari studio Beirut oleh MBC Saudi, merekrut penyanyi muda yang dianggap berbakat dari seluruh negeri Arab untuk bersaing.
Assaf, yang mewakili Palestina, menjadi terkenal di media “Israel” dan tidak hanya menarik perhatian para pemuda, tetapi juga politisi terkemuka Tepi Barat.
Dia telah menerima panggilan telepon pribadi dari Presiden Mahmoud Abbas, menurut kantor berita WAFA, dan telah disahkan halaman Facebook untuknya dari pengurus utama Salam Fayyad.
Assaf memulai karir musiknya menyanyikan lagu-lagu nasionalis Palestina di kota kelahirannya, Khan Younis, yang ditayangkan di TV Palestina. Langkahnya mengikuti Arab Idol kemudian dianggap memberi pengaruh pada pertahanan politik Palestina.
Assaf, yang rumahnya dihiasi dengan foto-foto pemenang Arab Idol, dilahirkan di Misrata Libya pada tahun 1990. Dia mulai bernyanyi pada usia lima tahun setelah kembali ke Gaza ketika ayahnya menyelesaikan pekerjaan akuntansi di Afrika Utara.
Assaf melakukan perjalanan ke Libanon setelah melintasi perbatasan Gaza ke Mesir. Dia menetap di Beirut dengan kontestan lainnya sejak kompetisi dimulai. Popularitasnya bisa diraba, dengan berbagai poster raksasa yang menampilkan gambarnya di Gaza.
Ayahnya, Jaber Assaf (55), turut bersorak untuk anaknya bersama para penggemarnya di Gaza. Dia tampak sangat senang anaknya menjadi bintang, tapi dia juga takut tidak ada masa depan bagi karirnya di Palestina.
Ibu Assaf, Umm Shadi (50), mengatakan, “Politik mengalahkan semuanya di sini.”
Dengan pengaruh Hamas, tidak ada lembaga musik yang terakreditasi di Gaza. Jaber menyatakan bahwa jika Assaf ingin mengejar karir musiknya, “dia tidak bisa tinggal di Gaza, karena seni dibatasi di sini.”
Ajang pencarian bakat ini juga pernah diadakan di Indonesia yang dikenal dengan Indonesian Idol. Seperti kita ketahui, Indonesian Idol dibawa ke negeri ini oleh perusahaan hiburan Amerika bernama Fremantle Media. Fremantle Media adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang kapitalis Yahudi, Rupert Murdoch.
Assaf yang menjadi idola di acara Arab Idol mengingatkan kita pada Fatin yang baru menang sebagai juara 1 pada acara X Factor Indonesia. Seperti American Idol, X Factor dibentuk oleh Simon Cowell dan diproduksi Fremantle Media. Simon Cowell sendiri berlatar belakang Yahudi dengan ibu seorang Kristiani. Dan dua sejoli antara Simon Cowell dan Rupert Murdoch adalah para kreator yang sangat gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke negara-negara muslim.
fatin-shidqia-lubis-x-factor-indonesia

Sesungguhnya ajang-ajang pencarian bakat seperti ini mempunyai misi yang tersembunyi yang tak tampak dengan kasat mata. Diperlukan kemampuan menganalisa dari orang yang ahli dan mempunyai semangat keberpihakan kepada Islam dan kaum muslimin. Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi, koordinator Kajian Zionisme Internasional (KaZI) memberikan opininya kepada redaksi arrahmah.com mengenai hal itu, untuk membuka wawasan muslim Indonesia pada, apa dan siapa sesungguhnya yang berada dibalik ajang-ajang seperti itu.

Berikut ini kami sajikan analisanya yang mudah dan cukup bisa dipahami, namun tetap dalam, karena dikutip langsung berdasarkan informasi dari sang zionis. Semoga bermanfaat.
Ketahuilah wahai muslim Indonesia, ada skenario zionis Yahudi pada ajang acara pencarian bakat dan sejenisnya. Ajang pencarian bakat sebenarnya tidak lepas dari program Yahudi. Mereka sadar cara paling ampuh melumpuhkan para pemuda muslim adalah menjauhkan mereka dari gaya hidup Islam dan mendekatkan mereka pada hedonisme dan hiburan. Hal inilah yang dikatakan Gleed Stones mantan Perdana Menteri Inggris.
Dia mengatakan: “Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan ummat Muhammad dari pada seribu meriam, oleh karena itu, tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”
Maka, cara ampuh yang mereka tempuh untuk memerangi umat Islam adalah dengan mempromosikan ajang pencarian bakat ke negeri-negeri muslim. (banan/azmuttaqin/arrahmah/www.bringislam.web.id)

Terkait:

Kemenangan Fatin, Kekalahan Bagi Muslimah

Read more...

Negara Israel Suburkan Bisnis Prostitusi Di Tanah Rampasan Palestina

Tidak ada komentar

Praktek prostitusi di Tanah Suci memiliki sejarah yang panjang sejak sebelum berdirinya negara Israel tahun 1948. Pada awal Perang Dunia II, Tel Aviv dikenal sebagai “Kota Liburan.” Tentara dan laki-laki di seluruh wilayah pergi ke pusat kota untuk mengambil bagian dari perdagangan prostitusi yg berkembang pesat, menurut laporan ketika daerah tersebut masih dikuasai Inggris, praktek prostitusi terjadi di kafe, apartemen, dan berbagai ruang publik.

Setelah Perang Dunia II hingga berdirinya Negara Israel, para  imigran baru, terkadang terpaksa untuk melacurkan diri untuk bertahan hidup, hal inilah memicu praktek prostitusi di Israel. Seperti di negara-negara di seluruh dunia, pelaku  prostitusi Israel yang mudah dieksploitasi adalah yang secara ekonomi dan sosial kurang beruntung. Namun, karena Israel berkembang menjadi bangsa yang kaya, praktek prostitusi menjadi hal yang bernilai ekonomi karena itulah industri perdagangan seks serta kejahatan internasional terorganisir dengan cepat dan menghasilkan uang yang banyak dinegara ini.

Pada tahun 1990-an Israel adalah negara tujuan perdagangan, dan korban perdagangan seks internasional telah mendominasi pasar lokal.  Ketika itu Perdagangan prostitusi di  Israel sedang booming menghasilkan antara setengah miliar untuk tiga kuartal dari total satu miliar dolar setahun. Itu adalah pasar yang sangat diinginkan bagi para mafia prostitusi sementara hukum di Israel justru melindungi bisnis perbudakan seks. Hal inilah yang menyulitkan untuk mengadili pelaku bisnis perbudakan seks dan  juga menyulitkan untuk mengidentifikasi para korban bisnis perbudakan seks. Sepanjang tahun 1990-an menurut Hotline for Migrant Workers telah  diselundupkan 3.000 wanita per tahun ke Israel.

Para wanita berasal dari negara-negara bekas Uni Soviet,  sebagian kecil berasal dari Amerika Selatan dan Asia. Negara-negara asal dibagi dua sumber : negara dengan situasi ekonomi yang mengerikan dan para wanita putus asa yang bekerja untuk kehidupan keluarga mereka. Para mafia perdagangan sex menjanjikan perempuan bekerja sebagai Pembantu, pelayan atau pemijat medis.

Beberapa korban mafia perdagangan seks diberitahu bahwa mereka akan bekerja sebagai penari eksotis dan beberapa korban diberitahu bahwa mereka akan dilacurkan. Tidak ada yang diberitahu bahwa setelah tiba di Israel dokumen mereka akan disita dan mereka akan dibeli, diperkosa, dan diangkut ke rumah bordil di mana mereka akan melayani antara 15 sampai 20 orang perhari.

Pada akhir 1990-an, perdagangan seks ke Israel telah mencapai jumlah yang sangat tinggi yang mengakibatkan perhatian dunia Internasional. Pada tahun 2001, Departemen Luar Negeri AS merilis laporan Perdagangan pertama Manusia (TIP) Israel menduduki peringkat 3.

Ranking Israel tersebut semakin memalukan sebagai negara sekutu. Selain itu, berpotensi besar berdampak pada ekonomi. Menurut Korban AS tentang UU Perdagangan dan Perlindungan Kekerasan, Negara dengan peringkat ke 3 akan dikenakan sanksi ekonomi yang ketat. Padahal Israel menerima $ 3,1 miliar bantuan tahunan dari AS.

Sejak menduduki  peringkat ke 3 , Israel telah mengeluarkan peraturan anti-perdagangan manusia yang komprehensif, yang menjatuhkan hukuman 16 tahun maksimal bagi para pelakunya. Departemen Kesejahteraan juga mulai mengoperasikan dua tempat penampungan bagi korban perdagangan dan Israel didirikan “ SAAR” Sebuah unit polisi anti-perdagangan prostitusi.

Karena  langkah-langkah ini, sumber-sumber pemerintah dan non-pemerintah sepakat bahwa perdagangan seks di Israel telah berkurang. Namun, meskipun Israel baru-baru ini dianugerahi peringkat 1, banyak yang akan berpendapat bahwa hal itu tidak cukup untuk  upaya  mengurangi perdagangan seks dan prostitusi.

Pada tahun 2011, SAAR dibubarkan, dan banyak korban perdagangan prostitusi  justru di dalam penjara bukan di tempat penampungan karena dua tempat penampungan yang didanai negara sudah penuh.

Selain itu, sementara Israel mengakui perdagangan seks sebagai kejahatan serius, masih banyak yang menganggap prostitusi menjadi pilihan yang dibuat oleh beberapa perempuan

Menurut Saleet, “asrama” bagi perempuan yang dilacurkan di Tel Aviv, rata-rata usia perempuan yg menjadi korban prostitusi di Israel adalah 14 tahun, dan “kebetulan” 90 persen orang yang dilacurkan adalah korban inses, pemerkosaan, dan pelecehan.

Februari lalu (2011), Komite Menteri Israel nyaris membawa Israel selangkah lebih dekat untuk memberantas prostitusi ketika suara bulat menyetujui undang-undang yang akan melarang pembelian layanan seksual dan psikotropika dilegalkan parlemen.

Undang-undang ini memiliki potensi untuk secara drastis mengurangi permintaan dan membantu orang-15.000 dilacurkan, sepertiga dari mereka adalah anak-anak, terjebak dalam perdagangan seks Israel. Namun, akhirnya tidak disahkan menjadi UU.

Pelacuran dan perdagangan seks telah telah tumbuh subur di Israel terlalu lama. Dalam rangka untuk terus bergerak maju, Israel harus mengakui prostitusi, serta perdagangan seks sebagai bentuk perbudakan modern yang itu. [bumisyam/www.bringislam.web.id]
Read more...

Afghanistan Ingin Semua Pasukan Khusus Teroris Amerika Diusir

Tidak ada komentar
Amerika melakukan Kedzaliman Di AfganistanPemerintahan Afghanistan memerintahkan ditariknya semua pasukan khusus Amerika dari provinsi Wardak di bagian timur, untuk menanggapi tuduhan-tuduhan bahwa pasukan Amerika itu atau sekutu Afghanistannya telah melakukan pelanggaran-pelanggaran hak asasi manusia atas warga sipil. Pernyataan ini disampaikan Presiden Hamid Karzai hari Ahad (24/02/2013).
Karzai mengatakan, penyelidikan yang dilakukan pemerintah mendapati adanya orang-orang bersenjata yang dicurigai punya hubungan dengan pasukan khusus Amerika terlibat dalam “mengganggu, membuat marah, menyiksa dan bahkan membunuh warga sipil.
Kementerian Pertahanan Afghanistan mengabarkan akan mengambil tindakan untuk menjamin semua pasukan khusus Amerika ditarik dari propinsi itu dalam waktu dua minggu.
Ini adalah pertama kalinya presiden Afghanistan mengeluarkan perintah pengusiran pasukan Amerika, yang membantu Afghanistan melawan pejuang Taliban yang telah berlangsung 10 tahun.
Menurut juru bicara pasukan Amerika di Afghanistan, ia telah membaca laporan-laporan tentang perintah yang dikeluarkan presiden Karzai itu.  Letkol Les Carroll dikutip Voice of America (Voa) mengatakan militer Amerika akan mempelajari semua tuduhan pelecehan dengan serius, dan akan berusaha mencari semua fakta.[Gm/www.bringislam.web.id]
Read more...

Tentara Zionis menyerang para jamaah Muslim di Masjid Al-Aqsha saat menuntut pembebasan tahanan Palestina

Tidak ada komentar

Sniper Israel di Masjid Al Aqsa
Sniper Israel di Masjid Al Aqsa
Ratusan jamaah Muslim Palestina mengadakan protes, setelah shalat Jum’at (22/2/2013) di Masjid Al-Aqsha di Yerusalem Timur, untuk memprotes penahanan para aktivis politik Palestina oleh Israel. Para demonstran diserang oleh para tentara Zionis yang menyerbu lingkungan suci tersebut.


Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa tentara Zionis menembakkan granat dan bom gas terhadap para demonstran dalam upaya untuk  membubarkan para demonstran dan memaksa mereka keluar dari lingkungan masjid, sebagaimana dilaporkan IMEMC.

Selain itu, menurut laporan yang didapat IMEMC, tentara Zionis juga menaiki atap masjid dan melepaskan tembakan kepada para demonstran.

Protes itu dimulai setelah shalat Jum’at dilaksanakan. Ratusan orang berbaris di Gerbang Maroko, meneriakkan slogan-slogan menentang penjajah Israel dan menuntut pembebasan para tawanan Palestina yang sedang melakukan aksi mogok makan di penjara-penjara Israel, memprotes penahanan ilegal dan pelanggaran hak asasi terhadap mereka.

Bentrokan dengan pasukan Zionis Yahudi juga terjadi di beberapa bagian di Tepi Barat. Pasukan Zionis menyerang para demonstran yang sedang melakukan protes damai mingguan menentang Dinding Pembatasan pemukiman ilegal di Tepi Barat, serta solidaritas terhadap tahanan Samir Al-’Isawy, yang sedang melakukan aksi mogok makan selama delapan bulan.

Setidaknya 15 warga Palestina menderita luka akibat peluru militer Israel, dan puluhan lainnya terkena efek gas air mata.

Seorang anak yang diketahui bernama Amir Majid Arqawy (14) dipukuli oleh tentara Zionis di jalan Al-Jalama, di kota Jenin, dan dibawa oleh tentara kafir itu. Belum ada laporan lebih lanjut terkait nasib anak ini.

Di Hebron, seorang juru kamera Al-Jazeera TV, ditembak oleh peluru karet berlapis logam di lututnya setelah tentara Zionis menyerang para demonstran di jalan Syuhada’ di kota itu. Joseph Handal dibawa ke rumah sakit lokal untuk mengobati lukanya. [arrahmah/www.bringislam.web.id]
Read more...

Barack Obama akan menerima medali penghormatan saat kunjungan ke "Israel "

Tidak ada komentar
Barack Obama akan menerima medali penghormatan saat kunjungan ke
Barack Obama akan menjadi presiden AS pertama yang akan menerima medali kepresidenan Israel, dari rekannya Shimon Peres saat kunjungan ke “Israel” bulan depan, menurut kantor Peres pada Senin (18/2/2013).
Medali penghormatan itu diberikan karena jasa Obama membantu negara Zionis Yahudi itu dan rakyatnya.
“Presiden Obama telah telah melakukan kontribusi unik dan berarti untuk memperkuat negara Israel dan keamanan rakyatnya,” kata kantor Peres dalam sebuah pernyataan, dilansir Hurriyet Daily News.
“Barack Obama adalah teman sejati negara Israel dan telah menjadi teman sejati sejak awal kehidupan publiknya. Sebagai presiden Amerika Serikat, dia telah berdiri di samping Israel pada saat-saat krisis,” tambahnya.
Medali kepresidenan Israel sebagai tanda kehormatan diberikan kepada para individu atau organisasi yang telah berkontribusi untuk masyarakat Israel dan citra Israel di dunia.
Gedung Putih belum mengumumkan tanggal spesifik kapan kunjungan Obama ke “Israel”, yang akan menjadi kunjungan pertamanya ke negara yang berdiri di tanah Palestina itu.
Sementara media Israel melaporkan bahwa Obama akan berkunjung pada 20-22 Maret mendatang. (siraaj/arrahmah/www.bringislam.web.id)
Read more...

Category

Popular Posts

facebook