Comments

Tampilkan postingan dengan label Kafir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kafir. Tampilkan semua postingan

War Criminal and Murderer of Children in Iraq, Tony Blair Insults Islam and Declares War on Allah's Deen!

Tidak ada komentar

Tony Blair


Former British Prime Minister Tony Blair considered in his weekly column in the newspaper, Mail on Sunday, on Sunday May 2nd commenting on the killing of the British soldier, Lee Rigby, that it proves that "there is a problem within Islam" and went on saying that "there is a problem within Islam – from the adherents of an ideology which is a strain within Islam. We have to put it on the table and be honest about it".

The grim western hate has finally been unleashed, and the poison hate in their hearts has been announced, after years of the deceit of accusing Muslims of terrorism while trying to display good intentions by exonerating Islam. Now the masks of hypocrisy and fraud have shattered, and they declare it openly and shamelessly, by condemning Islam with descriptions of terrorism, intolerance, extremism, and radicalism, and that all the problems of the Earth are nothing but the outcome of the ideas and concepts of Islam!

Is there any doubt now that this war is purely a Crusade?! After today, is there anyone hesitant or confused about that the West only shows the colors of malice and hatred toward Muslims out of hate towards Islam as a religion, belief and way of life?!

All the West's attempts to distance the discussion about Islam, and place blame to a few Muslims that "do not represent Islam" as they claim, have failed. Instead today it is irrevocably evident that when the West accuses the Muslims or a group of Muslims of terrorism, that this accusation is made at nothing other than Islam. And with it fell all the calls for "coexistence of civilizations" and the culture of "interfaith dialogue", for there is nothing in the bag of the West except for poisoned hatred and buried resentment. Today it has become impossible to disguise or conceal, instead exposed the evil that was buried for many years.

Tony Blair, the war criminal and killer of children in Iraq, has forgotten or tried to forget his soot blackened history, for he is responsible for the deaths of hundreds of thousands of the innocent, most of them children, women and elderly, who were killed without evidence or suspicion, so where is the problem?! Is it Islam or your savage capitalism, and your barbaric imperialistic greed and filthy wars that covered the world in rivers of blood, with a pretext weaker than that of a spider's web?! Where are the weapons of mass destruction in Iraq?! Instead, you are the mass destruction, nothing but your culture, ideas and foul morals.

The killing of innocent Muslims and non-Muslims, like the Muslim elder Sheikh of 70 years, Muhammad Salim in the British city of Birmingham, or the puncturing of a man's eye in front of the Central Mosque in London, and even the killing of the British Lee Rigby, is all blameworthy in Allah's religion. But this is not the issue; the issue is that you have declared, in the words of your other criminal leader, that this is a Crusade on Islam before Muslims.

Your explicit hostility and insult should be a call to the Muslims of the world to reinforce us, and join their hands with the members of Hizb ut Tahrir, and their Ameer, the eminent scholar and sincere leader Ata bin Khalil Abu Rashta, to rescue the world from the brutality of the West with the establishment of the Khilafah, for there is no defender of Islam and its people, or savior from the ills of the Earth and pains of humanity except Islam, with its purity and righteousness and justice, even if Blair, Bush and all the Disbelievers hate it.

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاء مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

"Hatred has appeared out of their mouths, but what their breasts hide is far worse. We have made the Signs clear to you if you use your intellect."
(Al-Imran, 3:118)

Osman Bakhach

Director of the Central Media Office of Hizb ut Tahrir

Friday, 28 Rajab 1434 AH

[khilafah.com/www.bringislam.web.id]
Read more...

Tewaskan Ribuan Orang, Mantan Operator Drone AS Stress Akut

Tidak ada komentar

Drone AS
Seorang mantan operator pesawat tanpa awak Amerika Serikat mengungkapkan perasaannya atas keikusertaannya dalam operasi, yang menewaskan ribuan orang di Irak dan Afghanistan. Menurut pria muda tersebut, dirinya terus dihantui oleh kejadian-kejadian tersebut.


Hal tersebut diungkapkan Brandon Bryant dalam wawancara dengan NBC News seperti dilansir News.com.au, Sabtu (8/6/2013). Pria berumur 27 tahun itu telah menjadi operator pesawat tanpa awak Angkatan Udara AS di wilayah Irak dan Afghanistan selama lima tahun.


Dikatakan Bryant, dirinya "kehilangan respek akan kehidupan" akibat partisipasinya dalam operasi yang diperkirakan telah menewaskan 1.626 nyawa selama 5 tahun.


Dijelaskan pria yang menyebut dirinya "anak naif" tersebut, dia bergabung dengan Angkatan Udara AS saat berumur 19 tahun. Bryant pun mengingat tugas pertamanya sebagai operator pesawat tak berawak di pangkalan Angkatan Udara di Nevada, AS. Saat itu dia mengoperasikan kamera pesawat ketika tim mereka meluncurkan dua rudal dari sebuah pesawat tak berawak yang jaraknya ribuan mil di Afghanistan.


Rudal-rudal tersebut mengenai tiga pria yang sedang menyusuri sebuah jalan. Sementara Bryant dan timnya menyaksikan insiden itu di layar komputer mereka.


"Orang yang berlari itu, dia kehilangan kaki kirinya," kata Bryant kepada NBC. "Dan saya menyaksikan orang ini bersimbah darah," imbuhnya seraya mengatakan korban akhirnya tewas di tempat.


Dikatakan Bryant, dia kini menderita berbagai gangguan seperti kemarahan dan susah tidur. Dia pun telah didiagnosa menderita gangguan stres Post-traumatic Stress Disorder (PTSD).

"Terlalu menyakitkan memikirkan berapa banyak orang yang kehilangan nyawa mereka, mungkin tak bersalah," cetusnya.


Menurut Senator Lindsey Graham dari Partai Republik, serangan-serangan pesawat tanpa awak AS telah menewaskan lebih dari 4.700 orang di sejumlah negara sejak tahun 2004. Meski targetnya adalah anggota-anggota militan, namun disebut-sebut bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil. [detiknews/www.bringislam.web.id]
Read more...

Tel Aviv menjadi Sarang Perayaan Gay Sedunia

Tidak ada komentar
tel aviv gay  
Sekitar sepuluh  ribu orang berkumpul di Tel Aviv pada hari Jumat untuk  perayaan tahunan Parade Gay di Israel,  mengundang pengunjung kaum gay dari seluruh dunia, termasuk pasangan gay Perancis yang pertama menikah.

Gay, lesbian dan aktifis transgender  dan simpatisan, bernaung di bawah bendera pelangi, mengambil bagian dalam prosesi kota pesisir Mediterania dalam naungan musik mendera deru.

Tel Aviv menjadi kota pertama  adanya penyelenggaraan acara publik untuk komunitas homoseksual.

Tapi tahun ini pawai dibayangi oleh ancaman yang mengejutkan, adanya  pembunuhan atas  pemuda gay di pusat Tel Aviv , pria bertopeng bersenjata dengan berpakaian hitam menembaki sekelompok orang muda di pintu masuk, menewaskan dua orang dan melukai 15 orang.

Empat tersangka dibawa ke pengadilan pada Kamis pekan lalu.

Laporan media setempat melaporkan motif dalam pembunuhan tersebut adalah balas dendam , dan bukan kejahatan rasial yang khusus menargetkan kaum homoseksual.

Selain warga Israel akan ambil bagian acara di tahun ini, sekitar 25.000 wisatawan diharapkan  bergabung dalam perayaan, kata Marcus, juru bicara balai kota.

“Tel Aviv adalah kota pluralis yang membela hak-hak homoseksual,” kata Marcus.
“Ketika kami mengetahui bahwa pasangan gay menikah di Perancis, kami memutuskan tidak ada yang lebih romantis daripada mengundang mereka untuk menghabiskan bulan madu mereka di Tel Aviv selama Gay Pride,” katanya kepada AFP. (Arby/Dz)
Read more...

Innalillah Bocah-bocah Rohingya Disiksa dengan Sengatan Listrik & Dibuang ke Laut

Tidak ada komentar
AKYAB.ARAKAN (voa-islam.com) – Korsponden Kantor Berita Rohingya melaporkan, Otoritas Burma di kota Akyab, ibu kota Arakan, telah menangkap 11 anak Rohingya Sabtu sore (27/04/13).

Anak-anak itu disiksa dengan sengatan listrik dan dibuang di laut. Sedangkan anak-anak lain, yang unjuk rasa di depan tentara Burma, dikejar di tengah-tengah hujan  lebat di kota Akyab.

Sperti yang dikabarkan sebelumnya oleh koresponden Kantor Berita Rohingya, telah terjadi bentrok antara tentara  pemerintah dengan orang-orang Rohingya di kota Akiab Jumat pagi (26/04/13), saat komisi penyelidikan dan tentara Burma menarik dokumen-dokumen orang Rohingya yang membuktikan identitas kewarganegaraanya dan mengubahnya dengan karakter lain yaitu Bengali.[usamah/rohingya/www.bringislam.web.id]

Read more...

Mesin Pembunuh berjubah Biksu

Tidak ada komentar


Mesin Pembunuh berjubah Biksu  Ibu Kota Yangon, Myanmar, saat pagi hari dan menjelang sore menjadi tempat menyenangkan. Warganya menjalani aktivitas seperti layaknya kota besar. Pusat perbelanjaan ramai, pasar padat oleh pembeli dan pedagang, banyak yang menikmati teh di kedai pinggir jalan, dan banyak lagi.   Namun keadaan ini berubah menjelang malam. Penduduk bersiap pada serangan seporadis dari sekelompok biksu Buddha paling berbahaya, Skuad 969.  Pengusung gerakan 969 ini takut Myanmar akan seperti Indonesia setelah islam masuk ke nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam dapat menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama yang dominan.  Skuad 969 menjelma menjadi mesin pembunuh nomor satu muslim di negara itu. Kegelisahan melanda orang Islam selama beberapa bulan terakhir meningkat. Anti-Muslim telah menelan banyak korban di Burma bagian tengah dan perlahan-lahan menjalar ke tempat lain. Warga semakin takut jika ini bergerak lebih jauh ke selatan, seperti dilansir situs theatlantic.com (19/4)  Pesantren-pesantren menjadi korban keganasan skuad 969 membakar tempat itu tanpa ampun. Masjid pun jadi sasaran. Mereka bergerak tanpa ampunan pada muslim dan kelompok ini terang-terangan mendapat dukungan banyak pihak termasuk pemerintah junta militer Myanmar.  Ashin Wirathu biksu memimpin kelompok Skuad 969 membantai muslim. bbc.co.uk  Skuad 969 mengacu pada sembilan atribut Buddha, enam ajaran dasar, dan sembilan perintah monastik berkaitan dengan spiritual untuk tingkatan mencapai nirwana. Salah satu tugas mereka menghancurkan kekuatan asing yang ingin membinasakan Buddhisme dan kekuatan asing itu Islam.  Islam menyebar dengan cepat di Myanmar. Pertumbuhannya hingga kini sekitar 35 persen, angka drastis jika berbanding awal tahun lalu yang hanya empat persen. Ini dilihat sebagai ancaman bahkan beberapa tokoh Buddha di pelbagai negara bagian menyerukan gerakan anti-Muslim.   Pemerintah tidak bergeming mendengarnya, apalagi mengharapkan bantuan dari tonggak hak asasi Burma Aung San Suu Kyi. Semua bungkam mendengar dan menyaksikan ajakan bunuh orang Islam bergaung besar-besaran persis di depan mata. Skuad 969 berkembang menjadi mesin pembunuh mematikan yang mengeksekusi pemeluk agama Nabi Muhammad itu.  Aparat seharusnya menegakkan hukum justru bertindak jika muslim membalas perlakuan dari skuad 969. Para Biksu berkhotbah dengan gaya apartheid seperti gerakan 969 pada 2001. Ketika itu sentimen anti-Muslim disulut pada Maret 2001.  Sebenarnya banyak biksu dan tokoh Revolusi Saffron, perlawanan besar-besaran para biarawan pada junta militer, mengecam Skuad 969. Politisi juga ramai mengecam segala hal mereka lakukan. Namun upaya mereka baru sebatas seruan untuk menghentikan kekerasan pada muslim, sementara korban tewas umat Islam semakin banyak dan kelompok ekstremis pendeta Buddha ini makin sadis membasmi muslim.  Posting : R.E
Mesin Pembunuh berjubah Biksu

Ibu Kota Yangon, Myanmar, saat pagi hari dan menjelang sore menjadi tempat menyenangkan. Warganya menjalani aktivitas seperti layaknya kota besar. Pusat perbelanjaan ramai, pasar padat oleh pembeli dan pedagang, banyak yang menikmati teh di kedai pinggir jalan, dan banyak lagi.

Namun keadaan ini berubah menjelang malam. Penduduk bersiap pada serangan seporadis dari sekelompok biksu Buddha paling berbahaya, Skuad 969.

Pengusung gerakan 969 ini takut Myanmar akan seperti Indonesia setelah islam masuk ke nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam dapat menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama yang dominan.

Skuad 969 menjelma menjadi mesin pembunuh nomor satu muslim di negara itu. Kegelisahan melanda orang Islam selama beberapa bulan terakhir meningkat. Anti-Muslim telah menelan banyak korban di Burma bagian tengah dan perlahan-lahan menjalar ke tempat lain. Warga semakin takut jika ini bergerak lebih jauh ke selatan, seperti dilansir situs theatlantic.com (19/4)

Pesantren-pesantren menjadi korban keganasan skuad 969 membakar tempat itu tanpa ampun. Masjid pun jadi sasaran. Mereka bergerak tanpa ampunan pada muslim dan kelompok ini terang-terangan mendapat dukungan banyak pihak termasuk pemerintah junta militer Myanmar.

Ashin Wirathu biksu memimpin kelompok Skuad 969 membantai muslim. bbc.co.uk

Skuad 969 mengacu pada sembilan atribut Buddha, enam ajaran dasar, dan sembilan perintah monastik berkaitan dengan spiritual untuk tingkatan mencapai nirwana. Salah satu tugas mereka menghancurkan kekuatan asing yang ingin membinasakan Buddhisme dan kekuatan asing itu Islam.

Islam menyebar dengan cepat di Myanmar. Pertumbuhannya hingga kini sekitar 35 persen, angka drastis jika berbanding awal tahun lalu yang hanya empat persen. Ini dilihat sebagai ancaman bahkan beberapa tokoh Buddha di pelbagai negara bagian menyerukan gerakan anti-Muslim.

Pemerintah tidak bergeming mendengarnya, apalagi mengharapkan bantuan dari tonggak hak asasi Burma Aung San Suu Kyi. Semua bungkam mendengar dan menyaksikan ajakan bunuh orang Islam bergaung besar-besaran persis di depan mata. Skuad 969 berkembang menjadi mesin pembunuh mematikan yang mengeksekusi pemeluk agama Nabi Muhammad itu.

Aparat seharusnya menegakkan hukum justru bertindak jika muslim membalas perlakuan dari skuad 969. Para Biksu berkhotbah dengan gaya apartheid seperti gerakan 969 pada 2001. Ketika itu sentimen anti-Muslim disulut pada Maret 2001.

Sebenarnya banyak biksu dan tokoh Revolusi Saffron, perlawanan besar-besaran para biarawan pada junta militer, mengecam Skuad 969. Politisi juga ramai mengecam segala hal mereka lakukan. Namun upaya mereka baru sebatas seruan untuk menghentikan kekerasan pada muslim, sementara korban tewas umat Islam semakin banyak dan kelompok ekstremis pendeta Buddha ini makin sadis membasmi muslim. [www.bringislam.web.id]
Read more...

Si Botak Sang Pembantai

Tidak ada komentar


Si Botak Sang Pembantai  Pembantaian Muslim Myanmar ( Tak hanya etnis Rohingya ) semakin meluas ke selatan akhir-akhir ini. Kekerasan demi kekerasan terus menteror kaum muslimin di sana.  Siapa sebenarnya para Teroris itu, ternyata Budha Garis Keras Myanmar yaitu para Biksu. Mereka yang selalu bercuap-cuap dengan ajaran kasih Budha, ajaran yang bahkan tidak akan menyakiti nyamuk yang menggigit sekalipun, kini ajaran itu sudah berubah. Mereka beringas laksana iblis. Anarkis dan membunuh siapa saja yang beragama Islam, tak peduli dari etnis Rohingnya maupun Myanmar sekalipun.  Namun apa yang diperbuat oleh OKI ( Arab dan lainnya ) mereka tak bisa berbuat apa-apa bahkan hanya digertak oleh negara miskin Myanmar saja mereka langsung mundur teratur.  Memang hanya Khilafah saja yang bisa menolong mereka, dan mampu melindungi setiap muslim di dunia ini dengan kekuatannya. Mari kita tegakkan Khilafah segera, umat ini butuh Khilafah.  #MuktamarKhilafah2013
Si Botak Sang Pembantai

Pembantaian Muslim Myanmar ( Tak hanya etnis Rohingya ) semakin meluas ke selatan akhir-akhir ini. Kekerasan demi kekerasan terus menteror kaum muslimin di sana.

Siapa sebenarnya para Teroris itu, ternyata Budha Garis Keras Myanmar yaitu para Biksu. Mereka yang selalu bercuap-cuap dengan ajaran kasih Budha, ajaran yang bahkan tidak akan menyakiti nyamuk yang menggigit sekalipun, kini ajaran itu sudah berubah. Mereka beringas laksana iblis. Anarkis dan membunuh siapa saja yang beragama Islam, tak peduli dari etnis Rohingnya maupun Myanmar sekalipun.

Namun apa yang diperbuat oleh OKI ( Arab dan lainnya ) mereka tak bisa berbuat apa-apa bahkan hanya digertak oleh negara miskin Myanmar saja mereka langsung mundur teratur.

Memang hanya Khilafah saja yang bisa menolong mereka, dan mampu melindungi setiap muslim di dunia ini dengan kekuatannya. Mari kita tegakkan Khilafah segera, umat ini butuh Khilafah.

#MuktamarKhilafah2013
Read more...

HENTIKAN GENOSIDA MUSLIM BURMA

Tidak ada komentar
disini mereka minoritas......
dan di perlakukan layaknya seorang manusia,
karena kami diajarkan untuk menghargai dan menghormati setiap manusia tidak memandang agama dan rasnya...

..dan kenapa disana, saudara kami
dibantai dan perlakukan lebih rendah dari binatang.?

bukankah kalian mengajarkan welas asih..? bahkan menghilangkan
nyawa binatangpun ajaran kalian tidak memperbolehkan.?
lantas kenapa kalian dengan mudahnya menghilangkan nyawa seorang manusia hanya karena mereka beragama ISLAM.?

baginda Rasulullah SAW berkata bahwa satu nyawa orang Islam lebih mulia bagi Allah, ketimbang Ka’bah. Karena hancurnya Ka’bah lebih ringan bagi-Nya, ketimbang hilangnya satu nyawa orang Islam (as-Sakhawi, al-Maqashid al-Hasanah, juz I/381)

#SHARE #BANTU HENTIKAN GENOSIDA MUSLIM BURMA
 
Read more...

Biksu Wirathu : Saya tidak Ingin Myanmar Seperti Indonesia, Dahulu Budha Mayoritas, Kini Setelah Islam Masuk, Muslim menjadi Mayoritas di Indonesia

Tidak ada komentar
Kekerasan Massa Budha Terhadap Muslim
Biksu Budha menarik seorang gadis muslimah muda dan menempelkan pisau ke lehernya.
“Jika Anda mengikuti kami, aku akan membunuhnya,” ejek biksu kepada polisi, menurut saksi, massa Buddha bersenjatakan parang dan pedang mengejar hampir 100 Muslim yang berada di kota ini di pusat Myanmar.
Pada hari Kamis yang lalu , tanggal 21 Maret. Hanya dalam beberapa jam, 25 Muslim tewas. Massa Buddha menyeret tubuh mereka yang berlumuran darah di sebuah bukit di lingkungan yang disebut Mingalarzay Yone dan mereka bakar jenazah muslim tersebut. Beberapa muslim lainnya ditemukan telah dibantai dalam rawa . Seorang juru kamera Reuters melihat sisa tubuh dua anak, berusia 10 tahun atau bahkan lebih muda.
Kebencian etnis di Myanmar tak terkendali sejak kondisi aman 49 tahun kekuasaan militer yang berakhir pada Maret 2011. Dan itu menyebar ke seluruh negeri, dan mengancam transisi sejarah demokrasi negara itu. Tanda-tanda pembersihan etnis telah jelas, dan jelas pula siapa mereka yang menghasut itu.
Selama empat hari, setidaknya 43 orang tewas di kota berdebu dan hampir 100.000 penduduknya , hanya 80 km sebelah utara dari ibukota Naypyitaw. Hampir 13.000 orang, sebagian besar umat Islam, diusir dari rumah mereka dan bisnis. Pertumpahan darah yang dilakukan dan dipimpin oleh biksu Buddha yang dengan kekerasan massa , termasuk setidaknya 14 desa lainnya terancam di pusat Myanmar dan terdapatminoritas Muslim di tepi di salah satu negara Asia yang paling beragam etnis.
Berdasarkan wawancara dengan lebih dari 30 saksi, mengungkapkan pembantaian di waktu fajar menewaskan 25 Muslim di Meikhtila dipimpin oleh biksu Budha – dimana tokoh biksu itu sering dijadikan ikon demokrasi di Myanmar. Pembunuhan terjadi terlihat jelas bahwa polisi tidak melarang dan tiadanya intervensi oleh pemerintah daerah maupun pusat. Kalimat berupa grafiti tertulis di salah satu dinding menyerukan “pemusnahan Muslim.”
Kerusuhan yang terjadi di kota-kota lain, hanya berjarak beberapa jam dari ibukota komersial Yangon, pembantaian yang terorganisir dengan baik, bersekongkol dengan polisi yang hanya menutup mata. Bahkan setelah pembunuhan pada tanggal 21 Maret, menteri utama untuk wilayah tersebut tidak menghentikan kerusuhan yang berkecamuk. Menteri itu hanya menyerahkan kendali kota untuk biksu Budha radikal. Truk pemadam kebakaran di tahan,dan petugas penyelamat diintimidasi.
Pembantaian yang terorganisir
Namun, pembantaian Meikhtila oleh Buddha sangat terorganisir dan juga  kelambanan pemerintah dipantau oleh Reuters pada kejadian di barat Myanmar tahun lalu. Kali ini, pertumpahan darah melanda sebuah kota strategis di jantung negara itu, menimbulkan pertanyaan mengenai apakah reformis Presiden Thein Sein memiliki kontrol penuh atas pasukan keamanan Myanmar mengalami perubahan yang paling dramatis sejak kudeta tahun 1962.
Di negara mayoritas-Buddha dikenal sebagai “Tanah Emas” untuk pagoda yang berkilauan, kerusuhan tersebut menelanjangi kebenaran yang sering tersembunyi: Biksu Budha telah memainkan peran sentral dalam kerusuhan anti-Muslim selama dekade terakhir. Meskipun 42 orang telah ditangkap sehubungan dengan kekerasan, biarawan terus memberitakan gerakan cepat menyambut Buddhis nasionalis yang dikenal sebagai “969″ yang memicu banyak masalah.
Pemeriksaan juga menunjukkan motif  ekonomi dan agama. Di salah satu negara termiskin di Asia, kaum Muslim Meikhtila dan bagian lain dari pusat Myanmar umumnya lebih makmur daripada kaum Buddha mereka. Di Myanmar secara keseluruhan, Muslim mencapai 5 persen dari rakyat myanmar. Dalam Meikhtila, mereka terdiri dari sepertiga. Mereka memiliki real estate utama, toko elektronik, toko-toko pakaian, restoran dan dealer sepeda motor, penghasilan muslim sangat baik dibandingkan  mayoritas Buddha, yang hanya bekerja keras sebagian besar sebagai buruh dan pedagang kaki lima.
Aung San Suu Kyi , Pemenang nobel perdamaian yang Diam Seribu bahasa
Kegagalan pemenang Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, pemimpin oposisi saat ini di parlemen, untuk meredakan ketegangan lebih lanjut merusak citranya sebagai kekuatan moral pemersatu. Suu Kyi, seorang Buddhis yang taat, mengatakan sangat sedikit dan kurang berperan terhadap kerusuhan ini. Dan
Suu Kyi menolak untuk diwawancarai untuk tragedi ini.
Kronologi kejadian kerusuhan
Awal kerusuhan sebenarnya bermula sangat sederhana.
Aye Aye Naing, 45-tahun wanita Buddha, ingin membuat persembahan makanan untuk biarawan lokal. Tapi dia tidak punya uang, dia ingat, Pada sekitar 9 pagi pada tanggal 20 Maret, sehari sebelum pembantaian, ia membawa jepit rambut emas ke kota. Dia itu mencoba menawarkan jepit rambut emas itu seharga 140.000 kyat ($ 160). Bersama suami dan adiknya, ia masuk New Waint Sein, toko emas milik seorang Muslim , pedagang muslim itu menawar 108.000 kyat nya. Sedang Aye ingin setidaknya 110.000 kyat untuk jepit rambutnya.
Pekerja toko emas melihat jepit rambut itu, ternyata jepit itu sedikit rusak, maka Pemilik took muslim itu, seorang wanita muda berusia 20-an, karena rusak maka ia menawar hanya 50.000 kyat. Aye protes, menyebut pemilik tidak masuk akal. Karena hinaan Aye maka pemilik toko muslim itu menamparnya, kata saksi. Aye Aye dan suaminya berteriak di toko tersebut dan segera tiga staf toko muslim itu menarik mereka keluar toko, menurut pengakuan sepihak suami isteri budha itu mereka dipegangi dan dipukuli oleh tiga staf toko.
Akibat itu, massa berkumpul. Polisi tiba di lokasi, menahan Aye Aye Naing dan pemilik toko. Massa yang sebagian besar Buddha berkumpul dan berubah menjadi kekerasan, melemparkan batu, berteriak anti-Muslim dan penghinaan dan mendobrak pintu toko itu, menurut beberapa saksi. Tidak ada yang tewas atau terluka, namun bangunan perumahan Muslim milik toko emas dan beberapa rumah muslim yang lain hampir hancur.
“Toko ini memiliki reputasi buruk di lingkungan,” kata Khin San, yang mengatakan dia menyaksikan kekerasan dari toko umum nya di seberang jalan. “Mereka tidak membiarkan orang memarkir mobil mereka di depan toko mereka” .
Kemudian aroma kebencian dipicu oleh selebaran ditandatangani oleh kelompok yang menyebut dirinya “umat Buddha yang merasa tidak berdaya” yang dibagikan beberapa minggu sebelumnya. Dalam lembaran itu dikatakan bahwa Muslim di Meikhtila berkonspirasi melawan umat Buddha, dibantu oleh uang dari Arab Saudi, dan mengadakan pertemuan rahasia di masjid-masjid. Surat itu ditujukan kepada para bhiksu yang berpengaruh di daerah itu.
Ketegangan meningkat. Sekitar 5:30 pm hari itu, empat pria Muslim sedang menunggu di suatu persimpangan. Seorang biarawan berlalu di belakang dengan sepeda motor, mereka menyerang. Satu memukul pengemudi dengan pedang, menyebabkan dia terjatuh, kata saksi. Pukulan kedua di bagian belakang kepala biarawan itu. Salah satu laki-laki menyiram dia dalam bahan bakar dan membuatnya terbakar, kata Soe Thein, seorang mekanik yang melihat serangan itu. Biarawan itu meninggal di rumah sakit.
Soe Thein, seorang Buddhis, berlari ke pasar. “Seorang biksu telah dibunuh , biksu telah tewas!” dia menangis. Saat ia berlari kembali, massa mengikuti dan kerusuhan mulai. Rumah Muslim dan toko-toko habis terbakar.
Soe Thein mengidentifikasi penyerang dengan nama dan mengatakan ia melihat beberapa hari masih berada di desa setelah sang biksu dibunuh. Polisi menolak mengatakan apakah mereka termasuk di antara 13 orang yang ditangkap dan diselidiki terkait dengan kekerasan Meikhtila.
“KAMI HANYA INGIN MUSLIM”
Malam itu, api melahap banyak Mingalarzay Yone, bangsal sebagian besar Muslim di timur Meikhtila. Api meratakan masjid, panti asuhan, dan beberapa rumah. Ratusan muslim melarikan diri. Beberapa bersembunyi di rumah teman-teman Buddhis ‘, kata saksi. Sekitar 100 muslim lari ke dalam rumah kayu bertingkat milik Maung Maung, seorang sesepuh Muslim.
Win Htein, seorang anggota parlemen di Liga Nasional nya Suu Kyi untuk Demokrasi, mencoba menahan kerumunan . “Seseorang mengambil lenganku dan berkata hati-hati atau Anda akan menjadi korban,” katanya.
Sekitar 200 petugas polisi hanya menyaksikan kerusuhan di lingkungan tersebut sebelum meninggalkan sekitar tengah malam, katanya.
Sekitar jam 4 pagi, orang-orang Muslim di dalam rumah Maung Maung mengaji  dalam bahasa Arab dan kemudian bertakbir, di tengah kerumunan hampir seribu massa  Buddha yang berada di luar rumah.
Ketika fajar menyingsing, sekitar pukul 6 pagi, kehadiran polisi  di daerah itu hanya ada sekitar 10 petugas. Bahkan mereka (polisi) perlahan-lahan mundur, yang memungkinkan massa untuk menyerang, kata Hla Thein, 48, seorang sesepuh Buddhis.
Kaum Muslim melarikan diri melalui samping rumah, dikejar oleh pria dengan pedang, tongkat, batang besi dan parang. Beberapa dibantai dalam rawa di dekatnya, kata Hla Thein, yang menceritakan kejadian bersama empat saksi lainnya, baik Buddha dan Muslim.
Lainnya ditebas saat mereka berlari menuju jalan puncak bukit. “Mereka mengejar muslim seperti mereka berburu kelinci,” kata anggota parlemen NLD Win Htein.
Polisi menyelamatkan 47 kaum muslimin, sebagian besar wanita dan anak-anak, dengan mengepung mereka dengan perisai mereka dan menembakkan tembakan peringatan ke udara, Hla Thein mengatakan. “Kami tidak ingin menyerang Anda,” teriak seorang biarawan kepada polisi, menurut polisi mereka berteriak, “Kami hanya ingin umat Islam.”
Ye Myint, menteri kepala daerah Mandalay yang mencakup Meikhtila, mengatakan kepada wartawan hari itu situasi sudah “stabil.” Tetapi nyatanya semakin parah. Biarawan bersenjata dan massa Buddha meneror jalan-jalan selama tiga hari berikutnya, kata saksi.
Mereka mengancam Thein Zaw, seorang pemadam kebakaran mencoba untuk memadamkan sebuah masjid terbakar. “Beraninya kau memadamkan api ini,” kenangnya satu teriakan biksu. “Kami akan membunuhmu.” Sekitar 30 biksu menghancurkan tanda yang tergantung di luar stasiun pemadam kebakaran dan mencoba untuk memblokir truknya.
“Seorang bhiksu dengan pisau berayun ke arah saya,” kata Kyaw Ye Aung, seorang petugas pemadam kebakaran .
Tiga hari kemudian, di bukit di mana mayat muslim dibakar, reporter ini menemukan sisa-sisa campuran jenazah dewasa dan anak-anak: potongan tengkorak manusia, tulang dan tulang lainnya, dan ransel anak yang sudah gosong itu.
Terdekat dari situ, truk kota membuang mayat di sebidang tanah di sebelah krematorium di pinggiran Meikhtila itu. Mereka dibakar dengan ban bekas.
Gerakan 969
Di jalan-jalan Meikhtila, saksi melihat biarawan dari biara terkenal . Mereka juga melihat biarawan dari Mandalay, kota kedua terbesar di negara itu dan pusat kebudayaan Burma sekitar 100 mil ke utara. Salah satu pengunjung tersebut adalah Wirathu biksu nasionalistis.
Wirathu dibebaskan tahun lalu dari sembilan tahun penjara selama amnesti bagi ratusan tahanan politik, di antara reformasi paling terkenal pasca-kekuasaan militer Myanmar. Dia dahulu dikurung karena menghasut kerusuhan anti-Muslim pada kerusuhan tahun 2003.
Saat ini, ia yang berumur 45 tahun adalah kepala biara di Biara Masoeyein Mandalay, sebuah kompleks luas di mana ia memimpin sekitar 60 biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat budha berada di sana. Dari basis kekuatannya, ia memimpin sebuah gerakan cepat yang dikenal sebagai “969,” yang mendorong umat Buddha untuk memboikot bisnis Muslim dan masyarakat muslim.
969 , Tiga angka mengacu pada berbagai atribut Buddha, ajarannya dan kerahiban tersebut. Dalam prakteknya, nomor telah menjadi merek bentuk radikal anti-Islam secara nasionalisme yang berusaha untuk mengubah Myanmar menjadi seperti negara apartheid .
“Kami memiliki slogan: Ketika Anda makan, makan di 969, ketika Anda pergi, pergi ke 969, ketika Anda membeli, membeli ke 969,” kata Wirathu dalam sebuah wawancara di kuilnya di Mandalay. Terjemahan: Jika Anda makan, bepergian atau membeli sesuatu, melakukannya dengan seorang Buddhis. Menikmati reputasi ekstremis nya, Wirathu menggambarkan dirinya sebagai “Osama bin Laden nya Burma.”
Dia mulai memberikan serangkaian pidato kontroversial 969 sekitar empat bulan yang lalu. “Tugas saya adalah untuk menyebarkan misi ini,” katanya. Ini sangat efektif: stiker 969 dan tanda-tanda yang berkembang biak – sering disertai dengan kekerasan.
Perusuh mengecat “969″. Gerakan massa Anti-Muslim berkecamuk di Kawasan Bago, dekat Yangon, meletus setelah bepergian biarawan berkhotbah tentang gerakan 969. Stiker bertuliskan warna pastel disalut dengan angka 969 yang muncul di warung pinggir jalan, sepeda motor, poster dan mobil di seluruh pusat-pusat pusat.
Dalam Minhla, sebuah kota sekitar 100.000 penduduk berjarak beberapa jam dari Yangon, 2.000 umat Buddha berdesakan dalam sebuah pusat komunitas pada tanggal 26 -27 Februari untuk mendengarkan Wimalar Biwuntha, seorang kepala biara dari Negara Mon. Dia menjelaskan bagaimana biarawan di negara itu mulai menggunakan 969 untuk memboikot perusahaan-Muslim.
Setelah pidato, suasana di Minhla menjadi rusuh, kata Tun Tun, 26, seorang pemilik toko teh-Muslim. katanya. Sebulan kemudian, sekitar 800 umat Buddha bersenjata dengan pipa logam dan palu menghancurkan tiga masjid dan 17 rumah Muslim dan tempat bisnis, menurut polisi. Tidak ada yang tewas, tapi dua-pertiga dari Muslim yang melarikan diri dari Minhla belum kembali, kata polisi.
“Sejak pidato itu, orang-orang di desa kami menjadi lebih agresif , kami kehilangan pelanggan,” kata Tun Tun, yang tokonya dan rumah yang hampir hancur oleh Buddha pada 27 Maret. Salah satu penyerang bersenjata dengan gergaji mesin, katanya.
Seorang pejabat polisi setempat membuat kesepakatan dengan massa: Para perusuh diizinkan 30 menit untuk merampok sebuah masjid sebelum polisi akan membubarkan kerumunan massa, menurut dua orang saksi. Polisi setempat membantah telah membuat kesepakatan seperti ketika ditanya oleh Reuters.
Dua hari sebelumnya di Gyobingauk, sebuah kota dari 110.000 orang di utara Minhla, massa menghancurkan sebuah masjid dan 23 rumah setelah tiga hari dari pidato oleh seorang biksu berkhotbah 969. Saksi mata mengatakan mereka muncul terorganisasi dengan baik, meratakan beberapa bangunan dengan buldoser.
Wirathu membantah mengorganisir para biarawan di Meikhtila dan di tempat lain. Dia mengakui hanya menyebarkan 969 dan memperingatkan bahwa Muslim menipiskan identitas negara Buddhis. Itu adalah komentar yang telah dilakukan berulang-ulang dalam pidato dan media sosial dan melalui telepon dalam beberapa pekan terakhir.
“Dengan uang, mereka menjadi kaya dan menikahi wanita Budha Burma dan mengalihkan ke Islam, menyebarkan agama mereka. Bisnis mereka menjadi lebih besar dan mereka membeli lebih banyak lahan dan rumah, dan itu berarti tanah ini akan lebih sedikit kuil Buddhanya,” katanya.
“Dan ketika mereka menjadi kaya, mereka membangun masjid yang tidak terbuka, tidak seperti pagoda dan biara-biara,” tambahnya. “Mereka seperti stasiun basis musuh bagi kita. Masjid lebih berarti markas musuh, jadi itu sebabnya kita harus mencegah adanya markas musuh lebih banyak.”
Biksu Budha Kawatir Burma menjadi seperti Indonesia
Wirathu takut Myanmar akan mengikuti jalan seperti Indonesia setelah Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13. Pada akhir abad ke-16, Islam telah menggantikan Hindu dan Buddha sebagai agama dominan di pulau-pulau utama Indonesia.
Wirathu mulai memberitakan  969  akan keyakinan dirinya pada tahun 2001, ketika Departemen Luar Negeri AS melaporkan “peningkatan tajam dalam kekerasan anti-Muslim” di Myanmar. Sentimen anti-Muslim didorong pada bulan Maret tahun lalu  ketika Taliban hancurkan patung Buddha di Bamiyan, Afghanistan.
Biarawan itu akhirnya ditangkap pada 2003 dan dihukum 25 tahun penjara karena menyebarkan pamflet anti-Muslim yang menghasut kerusuhan komunal di tempat kelahirannya dari Kyaukse, sebuah kota dekat Meikhtila. Setidaknya 10 Muslim tewas dalam Kyaukse oleh gerombolan Buddha, menurut laporan Departemen Luar Negeri AS.
Wirathu memberikan komentar terhadap penyebab awal kerusuhan tersebut , mengenai wanita Buddhis yang mencoba untuk menjual jepit rambut. “Dia seharusnya tidak melakukan bisnis dengan Muslim.”
(Tambahan pelaporan oleh Min Zayer Oo,. Editing oleh Andrew Marshall RC, Michael Williams dan Bill Tarrant./reuters/dz) [Tan/www.bringislam.web.id]
Read more...

Anjing-Anjing Budha Membakar Rumah dan Toko-toko Kaum Muslim di Bago

Tidak ada komentar

Rumah-rumah dan toko warga Muslim dihancurkan di wilayah Bago
BAGO – Menurut laporan yang diterimah M-Media, rumah-rumah dan toko milik Muslim telah dihancurkan sejak pukul 11:30 pada Senin (25/3/2013), wilayah Bago.

Massa Buddhis menghancurkan tiga rumah dan toko-toko di pasar.

“Mereka telah menghancurkan tiga rumah Muslim, dan toko-toko Muslim dari pasar. Sekarang mereka menyerang masjid. Saya bisa mendengar suara mereka dan bunyi di sana. Saya sekarang bersembunyi di rumah seorang Buddhis. Di sana hanya ada sebuah masjid di Kyopinkauk (Pegu Division atau wilayah Bago -red), dan sekolah Islam juga berada di masjid itu. Ada sekitar 150 rumah Muslim, dan populasi Muslim kira-kira 400,” kata seorang warga lokal kepada M-Media.

“Kami telah mendengar berita ini sejak sore, 15:00, bahwa akan ada serangan malam ini, dan mereka hanya menghancurkan tetapi tidak membakar. Kami diberitahu bahwa gerombolan sekitar 60 orang dibentuk di Htangone, dan mereka berbaris menuju kami. Sebagian di gerombolan itu adalah orang-orang yang asing, tetapi sebagiannya adalah warga lokal. Saya harus bersembunyi sekarang, telah melarikan diri dari rumah saya,” katanya.

Penghancuran bangunan-bangunan Muslim, termasuk masjid, juga terjadi di bagian berbeda di wilayah Bago. Sementara polisi tidak berdaya mengendalikan para teroris itu. (siraaj/www.bringislam.web)
Read more...

Inilah Budha! Biksu Myanmar menyeru kaum Budha untuk memboikot bisnis Muslim

Tidak ada komentar


Biksu Budha Myanmar menyeru kaum Budha untuk memboikot bisnis Muslim
MYANMAR  – Seorang biksu Budha, Saydaw Wirathu telah menyerukan untuk memboikot bisnis Muslim di Myanmar dalam sebuah rekaman video yang muncul di YouTube, lansir Internasional Business Times  Selasa (26/3/2013)

Wirathu yang telah memimpin kampanye melawan Muslim di Burma dan pernah ditangkap pada tahun 2003 karena mendistribusikan literatur anti-Muslim, mendesak rakyat Burma untuk bergabung dengan kampanye 969 Budhis nasionalis dan hanya melakukan bisnis atau berinteraksi dengan ras atau keyakinan sejenis.
“Pembelian Anda di toko mereka hanya akan menguntungkan musuh,” ujar Wirathu.  “Jadi, lakukan perdagangan hanya dengan toko-toko dengan tanda 969 di depan toko mereka.”

Penyebutan 969 berasal dari tradisi Budha di mana 9 adalah singkatan atribut khusus Budha, 6 untuk pengajaran atau Dhamma dan 9 atribut khusus untuk Sangha atau perintah Budha.

Wirathu menuduh Muslim memiliki hubungan dengan junta militer yang berkuasa selama lima dekade di Myanmar.  Pidato rasis ini menciptakan berbagai reaksi di Twitter dan para penggunanya menyebut sang biksu sebagai neo-Nazi yang menghasut propaganda anti-Muslim.

Wirathu memiliki peran aktif dalam menciptakan ketegangan di pinggiran Rangoon pada Februari lalu dengan menyebarkan rumor tak berdasar bahwa sekolah setempat sedang dikembangkan menjadi sebuah Masjid, menurut laporan Democratic Voice of Burma.  Massa yang marah sekitar 300-an penganut Budha, menyerang sekolah, toko-toko milik Muslim di Rangoon.  Biarawan itu mengklaim bahwa militansi sangat penting untuk melawan “ekspansi agresif oleh Muslim”.  Ia juga terlibat dalam bentrokan agama di Mandalay di mana puluhan orang tewas.

Bentrokan meletus pekan kemarin di kota Meikhtila, Myanmar di mana massa ummat Budha, beberapa di antaranya dipimpin oleh para biksu, telah menyerang pemukiman Muslim dan menewaskan sedikitnya 32 orang.

Muslim di Myanmar berjumlah sekitar 4 persen dari total populasi 60 juta jiwa, menurut sensus pemerintah.  Namun menurut laporan kebebasan beragama internasional oleh Departemen Luar Negeri AS pada tahun 2006, populasi non-Budhis kemungkinan banyak yang diremehkan dalam sensus.  Para pemimpin Muslim memperkirakan bahwa sebanyak 20 persen dari total populasi adalah Muslim. (haninmazaya/www.bringislam.web.id)
Read more...

Istri Basar Assad Ancam Akan Menghabisi Rakyat Suriah!!

Tidak ada komentar
Sejumlah berita menegaskan bahwa bahwa Asma Assad, istri Presiden Suriah bersumpah untuk melakukan genosida dan pembunuhan terhadap para pejuang revolusi. Bahkan pada saat yang sama ia menegaskan bahwa rezim Suriah tidak akan runtuh, dan akan segera mengumumkan kemenangannya dalam perang saudara ini, serta menegaskan bahwa kelompok oposisi secara eksklusif terdiri dari para ekstrimis yang didanai oleh pihak asing.


Perlu dicatat bahwa Asma Assad adalah penganut Sunni dari kota Homs, dan menikah secara ilegal dengan Bashar al-Assad yang menganut Syiah Nashiriyah tahun 2000. Namun demikian, ia tetap setia dengan suaminya, dan juga mengumumkan dukungannya terhadan semua aksi penindasan dan kejahatan genosida yang dilakukan suaminya terhadap rakyat Suriah yang tak bersenjata dan tak berdaya, bahkan ia menyebut dirinya sebagai sebuah keluarga diktator sejati, dan itulah yang menyebabkan dendam mendalam dari rakyat Suriah.

Yang juga menyakitkan bahwa total kekayaannya diperkirakan tiga miliar dolar, yang didapat dari hasil menjarah kekayaan negara dengan cara mengorbankan rakyat Suriah yang tengah hidup dalam kemiskinan, dimana berdasarkan laporan internasional bahwa sekitar 60% dari rakyat Suriah hidup di bawah garis kemiskinan [alsafernews/htipress/www.bringislam.web.id]
Read more...

Hagel: Kami Berkomitmen Untuk Keamanan Israel Dan Mesir Harus Komitmen Terhadap Perjanjian Damai

Tidak ada komentar
Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel mengatakan bahwa As akan mempertahankan komitmennya terhadap keamanan Israel. Ia menyatakan dukungannya terhadap keputusan Presiden AS Barack Obama untuk tidak mengecualikan pilihan apapun guna mencegah Iran dari memperoleh senjata nuklir. Ia menekankan perlunya berhati-hati jika pemikiran untuk dimulainya penggunaan kekuatan sudah dijalankan.
Hagel menambahkan: “Saya yakin bahwa kita harus berpikir dengan sangat hati-hati sebelum kita melibatkan angkatan bersenjata kita ke medan perang di luar negeri.”
Hal itu terdapat dalam sebuah laporan rinci yang dikirim ke Kongres AS, dimana isinya menjawab pertanyaan dari para anggota Kongres sebelum sidang Komite Angkatan Bersenjata di Senat, yang kemudian dijadikan pertimbangan untuk meratifikasi pengangkatannya sebagai menteri pertahanan.
Hagel menyatakan—dalam laporannya—tentang dukungannya bagi penarikan pasukan AS dari Afghanistan dengan langkah stabil.
Hagel juga mengatakan bahwa keputusan untuk menghentikan pengiriman senjata ke Mesir hingga Mesir menegaskan komitmennya terhadap perjanjian damai dengan Israel, dimana ia merupakan keputusan politik yang diambil oleh Presiden AS. Sehingga apabila ada yang meminta pendapat saya, maka seperti itu juga pendapat saya.
Ia menambahkan bahwa sangat penting bantuan yang diberikan ke Mesir itu “bersyarat”. Mengingat Mesir memainkan peran yang sangat penting dalam mewujudkan komitmen yang ditetapkan dalam perjanjian Camp David dan keamanan Israel, serta memberikan dukungan regional di daerah lain.
Pernyataan Hagel ini dibuat untuk menanggapi dua pertanyaan Senator James Inhofe dan Senator Christine Jiliprand selama sidang kedua yang diselenggarakan oleh Senat AS untuk pertimbangkan penetapan Hagel sebagai menteri pertahanan (maannews.net, 1/2/2013).
Read more...

Israel Bingung Pemuda tak Mau Jadi Tentara

Tidak ada komentar

Pemuda Israel yang tertarik dan mendaftarkan diri untuk masuk menjadi tentara mengalami penurunan. Dari data di tahun 2012 tercatat, rekrutmen militer Israel mengalami penurunan sejumlah 3 persen.



Data ini sebagaimana disampaikan Harian Israel, Maarev, dikutip dari infopal.com (12/1).

Keengganan pemuda Israel untuk menjadi militer di satuan pasukan penyerang membuat kebingungan di tubuh militer Israel sendiri.

Dari sumber pejabat tinggi militer Israel, penurunan tersebut merupakan indikator berbahaya dan ancaman. Namun levelnya belum sampai ke tingkat "lampu merah".

Lebih lanjut harian Maarev mengatakan, persentase rekrutmen satuan pasukan penyerang Israel menurun sangat drastis setelah agresi Israel yang kedua ke Libanon. [republika/www.al-khilafah.org]
Read more...

Penjajah Israel umumkan rencana pembangunan unit pemukiman baru di Tepi Barat

Tidak ada komentar

Otoritas penjajah Israel mengumumkan rencana untuk membangun 170 unit tambahan dan 84 "ruang tamu" di pemukiman ilegal Rotem di lembah Yordan, Tepi Barat, menurut Hagit Ofran dari gerakan Peace Now Israel, dikutip IMEMC.
Ofran mengatakan bahwa pembangunan ini sebelumnya telah diberi izin oleh Israel, dan bahwa apa yang telah dinyatakan baru-baru ini adalah rencana pembangunan.
Peta konstruksi telah diserahkan pekan lalu untuk ditinjau, meliputi 200 rumah (30 rumah telah dibangun), ditambah rencana konstruksi 84 "ruang tamu."
Pemukiman Yahudi Rotem di desa Yordan terletak di "Area C" di Tepi Barat, daerah tersebut di bawah kesepakatan "perdamaian Oslo" yang berada di bawah kendali sipil dan militer Israel.
Ada sejumlah seruan dari partai-partai sayap kanan Israel yang menuntut pemerintah Zionis itu untuk mencaplok "Area C" (60% Tepi Barat) karena menganggap wilayah tersebut adalah bagian dari "negara Israel." (siraaj/AR/BringBackIslam)
Read more...

Dasar Penjajah, Tidak Hanya Membunuh, Tentara AS Tidak Mau Bayar Sewa Pangkalan Militer

Tidak ada komentar
Pasukan Amerika tidak hanya membunuh penduduk sipil Afghanistan dan merusak saranan dan prasarana setempat, di pangkalan militer AS yang ditinggalkan hanya terlihat setumpukan sampah dan kendaraan-kendaraan yang rusak – dan juga sengketa tanah di sebuah provinsi yang bergolak di Afghanistan.

Sebagaimana yang diberitakan oleh www.guardian.co.uk (31/12) pasukan AS meninggalkan setumpukan peralatan, tagihan sewa yang belum dibayar dan sengketa tanah yang mengancam akan melemahkan pemerintah Afghanistan ketika mereka keluar dari provinsi Kunar timur tahun ini, kata para pejabat lokal.

Satu-satunya petunjuk di desa Pashengar yang selama bertahun-tahun telah ditinggalkan untuk selamanya adalah suara gemuruh konvoi truk pada suatu tengah malam. Keesokan paginya, penduduk setempat menemukan para penjaga telah pergi, bangunan-bangunan diledakkan dan, serta tumpukan sampah yang ditinggalkan di pegunungan terpencil itu.
Terdapat banyak unit pendingin udara yang rusak teronggok di dinding, generator raksasa yang hancur di dekat beberapa kontainer pengiriman, dan beberapa kendaraan yang telah penyok. Namun, tidak ada tanda-tanda bahwa penyewa meninggalkan lembaran cek bagi pemilik tanah itu yang telah membiarkan mereka menyewa selama beberapa tahun, dan meninggalkan hutang ratusan ribu dolar.

“Mereka tinggal disini selama enam tahun dan hanya membayar sewa selama satu tahun,” kata Haji Najibullah Khan, yang tinggal di Pashengar yang menjadi pangkalan AS.
Beberapa kilometer dari situ, di pusat distrik Naray,  penduduk di wilayah itu marah karena pangkalan militer AS dibangun di atas tanah yang menjadi perselisihan atas 90 keluarga di wilayah itu.

Mereka juga mengklaim bahwa mereka berhutang beberapa tahun sewa dan khawatir mereka mungkin tidak bisa melihat tanah mereka lagi karena pasukan pemerintah Afghanistan saat ini bercokol di situ. Sengketa tanah bisa merusak kesetiaan kepada tentara yang seolah-olah dikirim untuk melindungi wilayah itu.

Gul Rahman, gubernur wilayah itu, telah mencoba meredakan kemarahan mereka. “Saya bertemu dengan Tentara Nasional Afghanistan (ANA). Sekarang tentara Afghan berada di situ, penduduk sangat marah dan meminta pembayaran hutang mereka, namun tentara tidak mau mendengarkan…”

Tanah adalah salah satu masalah yang paling sensitif di Afghanistan. Selama 30 tahun perang, banyak dokumen hukum yang telah hancur, para pemilik tanah dan keluarganya  dibunuh atau menjadi pengungsi, dan orang-orang menetap di tanah yang mereka tidak punya dokumennya.

Haji Usman adalah  pemilik sekitar dua hektar tanah yang sekarang adalah bagian dari pangkalan militer. Dia memimpin delegasi ke Kabul yang berhasil melobi penyelidikan resmi untuk menuntut pengakuan dari para penduduk desa yang mengklaim tanah itu.
“Orang-orang sangat marah karena ANA tidak meninggalkan tanah itu,” kata Usman. “Saya tidak berpikir bahwa kebanyakan orang yang tanahnya diambil bersedia bergabung dengan Taliban. Ini adalah sebuah desa di bawah kendali pemerintah. Namun, ada kemungkinan bahwa beberapa orang yang tinggal di tempat yang lebih terpencil akan bergabung dengan Taliban jika masalah ini tidak terselesaikan. ”

Tentara Amerika meninggalkan barang-barang yang hancur ketika mereka pergi seperti beberapa kontainer, kendaraan-kendaraan dan generator. Hanya sebagian yang masih bisa dipakai. “Peralatan itu mungkin hanya bisa membayar setengah sewa atau seperempat sewa Haji Najibullah”, kata Khan.

Wilayah Afghanistan dipenuhi oleh bekas tank-tank Soviet yang berkarat dan sampah militer lainnya,  namun sejak tahun 2001, pasukan asing berusaha keras untuk tidak meninggalkan jejak.

Seorang juru bicara tentara Afghanistan tidak mau mengomentari situasi di Naray, dan gubernur provinsi Kunar, Fazlullah Wahedi, mengatakan dia tidak mendengar tentang sengketa tanah di sana.

Pimpinan Pasukan NATO juga menolak untuk mengomentari situasi di pangkalan militer. “Sebagai kebijakan, ISAF tidak akan mendiskusikan informasi yang berkaitan dengan klaim potensial,” kata juru bicara Charlie Stadtlander. (RZ) sumber: www.hibut-tahrir.or.id
Read more...

Gaza, Seperti Inilah Pasukan Yang Kerap Kali Menyerangmu

Tidak ada komentar
2
14



98


5

6
7







 idfcries3


[hf/islampos/sahabatalaqsa/www.bringislam.web.id]
Read more...

Gilad Sharon: Israel Harus Ratakan Gaza Seperti Amerika Meratakan Jepang

Tidak ada komentar
GILAD Sharon, putra mantan perdana menteri Israel Ariel Sharon, telah menyerukan Israel untuk meratakan Gaza seperti Amerika Serikat meratakan kota Hiroshima di Jepang pada tahun 1945 dengan sebuah bom atom.
Sharon yang juga aktivis oposisi di partai Kadima menyatakan dalam situ berita The Jerusalem Post Sharon, “Penduduk Gaza tidak bersalah, mereka memilih Hamas. Warga Gaza bukanlah tawanan, mereka bebas memilih, karena mereka lebih memilih Hamas maka mereka harus hidup dengan konsekuensi pilihan mereka sendiri.”
“Kita harus meratakan seluruh lingkungan di Gaza. Ratakan semua wilayah Gaza. Seperti orang-orang Amerika yang tidak berhenti membombardir Hiroshima. Saat itu Jepang tidak cepat menyerah, sehingga mereka meledakkan Nagasaki juga.”
gilad“Seharusnya tidak ada listrik di Gaza, tidak ada bensin atau kendaraan. Tidak ada semuanya, maka kemudian mereka benar-benar akan meminta gencatan senjata kepada Israel.”
Sharon yang juga besar dalam pasukan cadangan Israel melanjutkan, “Gambar-gambar dari Gaza mungkin tidak menyenangkan, tapi itu berarti kemenangan akan cepat diraih Israel. Dan kehidupan tentara dan warga sipil Israel pun terselamatkan.”
“Keduanya, warga Gaza dan infrastruktur mereka dibuat untuk membayar harga, atau kita menempati kembali seluruh Jalur Gaza. Kami harus meraih kemenangan dengan cepat dan kami harus mengakhirinya dengan cepat juga. Tentunya dengan ledakan, bukan rengekan.”
Dia menambahkan, “Jika pemerintah tidak siap untuk melakukannya, itu berarti menduduki kembali seluruh Jalur Gaza. Seluruh, bukan hanya beberapa wilayah di pinggiran kota, seperti Cast Lead. Tetapi juga jalur Gaza secara keseluruhan, seperti di Defensive Shield, sehingga roket tidak bisa lagi dilepaskan.” [hf/islampos/worldbulletin/www.bringislam.web.id]
Read more...

Kegelisahan Mendera Pembuat Rudal Israel

Tidak ada komentar
PEMERINTAH Israel menganggap sistem anti-roket Iron Dome tercatat sukses menghalangi penyerangan dari Gaza. Namun satu-satunya masalah adalah menjaga permintaan rudal penghambat (missile interceptor) tetap stabil, menurut pembuat rudal pada hari Selasa (20/11/2012).
Dan ini menjadi kegelisahan dan kekhawatiran tersendiri untuk mereka, pembuat rudal. Karena khawatir permintaan yang terus meningkat, tak bisa lagi mereka penuhi.
“Kami telah bekerja tanpa henti,” kata seorang pejabat di Rafael Defense Systems Ltd, yang mengembangkan sistem. Ia menolak disebutkan namanya karena alasan keamanan.
Dilengkapi dengan lima kotak berbentuk baterai, militer Israel mengatakan telah menembakkan 360 rudal sejak awal operasi “Pillar of Cloud” Rabu lalu (14/11/2012), yang dikatakan ditujukan untuk menghentikan serangan roket dari daerah pantai Gaza.
iron dome rocketsRadar Iron Dome ini bekerja memperkirakan pendaratan roket dan meledakkan mereka di udara. Sebuah sumber militer mengatakan pihaknya memiliki tingkat keberhasilan sebesar 90 persen.
Setiap interceptor (penghalang) itu berharga $ 30.000 sampai $ 50.000, menurut mantan Menteri Pertahanan Amir Peretz. Israel berpendapat bahwa intersepsi itu terbukti efektif dalam mencegah serangan mematikan, yang dapat memicu perang yang jauh lebih besar. [hf/islampos/maannews/BringBackIslam]
Read more...

Rabbi Israel Laknatullah:Tentara Israel Harus Belajar Kejahatan Tentara Bashar

Tidak ada komentar
timthumb.php (340×235)

ISRAEL – Senin, 19 November 2012, Seorang Rabbi yahudi, Yakob Yoseph putra dari seorang kepala Rabbi entitas zionis dan pembimbing spiritual bagi partai kanan ekstrem Odafea Yoseph, menasehati tentara Israel agar belajar dari tentara rezim Suriah, cara membantai musuh dan menghancurkannya.

Rabbi Yakob Yoseph berkata dalam khutbah yang disampaikan di kota Hebro “Tentara Israel harus belajar dari Suriah bagaimana membunuh dan menghancurkan musuh” sambil mengacu pada milisi Bashar Al-Asad yang mempraktekkan kejahatan paling jelek dalam membantai rakyat Suriah yang bergerak dalam revolusi semenjak 20 bulan menuntut lengsernya rezim Bashar.
Sayangnya, mungkin Rabbi pura – pura lupa bahwa tentara pendudukan Israel melakukan berbagai jenis kejahatan, bahkan mereka diklasifikasikan sebagai kelompok yang melawan kemanusiaan, dengan membantai rakyat Palestina sepanjang tahun karena pendudukan. Hal itu yang menjadikan mereka dan tentara rezim Suriah sama – sama bengis, brutal, dan represif dalam membantai rakyat. Ditambah lagi, pembantaian – pembantaian yang dilakukan oleh tentara Israel mendapatkan restu dari Rabbi.(usamah/islam/globalmuslim/BringBackIslam)
Read more...

Category

Popular Posts

facebook