Comments

Tampilkan postingan dengan label Yahudi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yahudi. Tampilkan semua postingan

Puluhan Tahun Ditanam, Pohon Ghorqod Israel Musnah Terbakar

Tidak ada komentar



Kebakaran di sejumlah wilayah Israel selama tiga hari berturut-turut di awal pekan ini membuat negara penjajah Yahudi itu tampak seperti dikepung api.Selain itu, ratusan titik kebakaran di hutan Israel dipastikan menghanguskan pohon ghorqod yang telah ditanam bertahun-tahun.

Seperti dilaporkan The Jerusalem Post, kebakaran hutan terjadi –diantaranya- di Kfar Uriya, dekat Beit Shemesh sejak Ahad (28/4) lalu.

Kebakaran hutan juga terjadi di Ben Shemen, dekat Modiin, mengakibatkan sedikitnya dua orang terluka. Mereka kemudian dikirim ke Rumah Sakit Asaf Harofeh untuk menjalani perawatan.

Ynetnews menambahkan, api pecah di Aminadav hutan Barat Yerusalem. Enam awak pemadam kebakaran tiba di lokasi. Selain itu, dua jet pemadam kebakaran dipanggil untuk membantu memadamkan kobaran api.

Otoritas pemadam kebakaran Israel mengklaim mereka telah berhasil memadamkan 600 titik kebakaran.

"Kami telah memadamkan lebih dari 600 titik kebakaran yang telah berkorbar sejak Sabtu (27/4)," kata Shachar Ayalon dari Regu Pemadam, seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (1/5).

Meski 600 titik kebakaran telah dipadamkan, belum ada laporan kebakaran akan segera bisa diatasi, mengingat suhu tinggi dan angin kencang yang melanda wilayah itu.

"Penyebab kebakaran terutama adalah gabungan panas yang luar biasa, angin kencang, situasi kelembaban yang menimbulkan masalah dan api unggun yang dinyalakan sebagai bagian dari hari libur nasional," tambah Ayalon.

Belum ada laporan resmi berapa jumlah pohon Ghorqod yang musnah akibat kebakaran dalam pekan ini. Namun, sebagai perbandingan, jewishjournal melansir 5 juta pohon mati dalam kebakaran tahun 2011 lalu.

Seperti diketahui, Yahudi Israel gencar menanam pohon Ghorqod di sejumlah hutan. Tidak tanggung-tanggung, website resmi Israel menyebutkan angka 240 juta pohon telah ditanam atas nama "penghutanan dan penyelamatan ekologi." Disinyalir, gencarnya Yahudi Israel menanam pohon Ghorqod karena mereka mempercayai "ramalan" Nabi Muhammad bahwa kelak di akhir zaman pohon Ghorqod akan melindungi mereka ketika berperang melawan pasukan Islam.(bersamadakwah/www.bringislam.web.id)
Read more...

Obama: ‘Komitmen Amerika Untuk Israel Sangat Kuat ’

Tidak ada komentar

obama-netanyahuPRESIDEN AS Barack Obama mengatakan pada awal kunjungan resmi pertamanya ke Israel pada hari Rabu (20/3/2013) kemarin tentang komitmen AS terhadap keamanan negara Yahudi itu sangat kuat.
“Saya melihat kunjungan ini sebagai kesempatan untuk menegaskan kembali ikatan tak terpisahkan antara bangsa kita, untuk menyatakan kembali komitmen Amerika yang tak tergoyahkan bagi keamanan Israel,” kata Obama dalam upacara penyambutan di bandara Tel Aviv .
“Saya yakin bahwa aliansi kami adalah abadi, selamanya,” tambahnya.
Dalam sambutannya kepada presiden AS, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan, “Terima kasih untuk selalu mendukung Israel.
Kehadiran Obama di Israel langsung dikelilingi sistem pertahanan Iron Dome, sistem rudal yang sebagian dananya diberikan oleh AS.
Pada upacara tersebut, Obama berbicara tentang harapannya untuk perdamaian, tanpa menyebutkan Palestina. Para pejabat AS sendiri sudah memberikan konfirmasi bahwa Obama dia tidak hendak membahas soal inisiatif perdamaian apapun.
Kamis ini, Obama dijadwalkan bertemu dengan Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas di Tepi Barat dan akan terbang ke Yordania pada hari Jumat besok. [sa/islampos/wb/www.bringislam.web.id]
Read more...

Israel Bingung Pemuda tak Mau Jadi Tentara

Tidak ada komentar

Pemuda Israel yang tertarik dan mendaftarkan diri untuk masuk menjadi tentara mengalami penurunan. Dari data di tahun 2012 tercatat, rekrutmen militer Israel mengalami penurunan sejumlah 3 persen.



Data ini sebagaimana disampaikan Harian Israel, Maarev, dikutip dari infopal.com (12/1).

Keengganan pemuda Israel untuk menjadi militer di satuan pasukan penyerang membuat kebingungan di tubuh militer Israel sendiri.

Dari sumber pejabat tinggi militer Israel, penurunan tersebut merupakan indikator berbahaya dan ancaman. Namun levelnya belum sampai ke tingkat "lampu merah".

Lebih lanjut harian Maarev mengatakan, persentase rekrutmen satuan pasukan penyerang Israel menurun sangat drastis setelah agresi Israel yang kedua ke Libanon. [republika/www.al-khilafah.org]
Read more...

New Age Movement, Ajaran Yahudi Berbungkus Pelatihan Motivasi (2-Habis)

Tidak ada komentar
ADA tulisan menarik dari Maria Van Tiel, seorang Doktor Antropologi Kesehatan yang menetap di Belanda, dalam harian Republika 21 Januari 2011. Ia mencatat betapa ekspansi buku-buku New Age Movement (NAM) bertebaran di toko buku di Indonesia. Harganya terjangkau. Tak jarang dibumbui kata “best seller”. Judulnya menggiurkan. sebut saja, Super Cerdas dengan Aktivasi Otak Tengah; Dahsyatnya Otak Tengah; The Power of Blessing; Unlimited the Potency of the Brain; Spiritual Company; atau Revolusi IQ/EQ/SQ. Yang luar biasa banyak jumlahnya, buku-buku hypnoparenting dan hypnotherapy.

Revolusi besar-besaran jalan pintas menuju bahagia dan sukses ala Barat ini mungkin cukup wajar terjadi. Kristen di Eropa memang habis dibantai oleh NAM. Dogma trinitas yang yang tidak memiliki basis Ketuhanan gagal membendung arus modernisasi yang memberi ruang tajam terhadap rasionalisme.

new ageBarat telah berkembang menjadi kubangan negeri-negeri dengan penafian luar biasa terhadap Tuhan. Gereja sebagai institusi dominan di Barat pun tidak mampu berbuat apa-apa. Ajaran Kristen yang cenderung dogmatis dan menumpukan akal menjadi musuh yang mudah ditaklukan bagi kelompok New Age.

Sherry Shriner, penulis buku-buku konspirasi dan pengkaji Bible, sampai mengkaitkan tragedi ini dengan nubuwah dalam Bible. Dengan mengutip Matius, ia menulis tidak lebih sebagai seorang futurolog kristus ketika melihat kejadian yang sudah menjadi keniscayaan akhir zaman dalam tradisi Kristen.

Ketika Yesus duduk di atas Bukit Zaitun, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya untuk bercakap-cakap sendirian dengan Dia. Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatangan-Mu dan tanda kesudahan dunia?” Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang. Kamu akan mendengar deru perang atau kabar-kabar tentang perang. Namun berawas-awaslah jangan kamu gelisah; sebab semuanya itu harus terjadi, tetapi itu belum kesudahannya. (Matius 24:24,25,26).

Sherry Shriner melanjutkan bahwa New Age tahu bahwa orang Kristen tidak bisa menerima serangan frontal doktrin okultisme, sehingga mereka mengubah kata-kata sihir ke dalam istilah Kristen seperti “iman,” “Tuhan,” “Kristus,” dan “kelahiran kembali” dan banyak gereja terkecoh.

Akhirnya, pendeta, pengurus gereja, dan sebagian umat Kristiani sekarang memasang kuda-kuda untuk membentengi teologi mereka dari serbuan NAM. Mereka memasang dalam situs-situsnya tulisan dengan judul-judul seperti “Bahaya NAM”, “The New Age and Kabbalah”, “New Age Movement and Christianity” dan segala macamnya.

Mereka sadar bahwa selama ini instansi keagamaan Kristen hanya sibuk pada hal-hal ritual liturgis belaka, sekaligus mengabaikan sisi esensial Kristen yakni perjumpaan dengan Tuhan secara logis bukan doktriner. Inilah rupanya yang menjadi dalang dibalik invasi NAM masuk ke gereja-gereja mereka. Dampak ini bukan main memilukannya.

Banyak anak-anak muda Amerika dan Eropa saat ini lebih rajin pergi ke paranormal ketimbang sekolah minggu. Mereka-para remaja itu-mulai mempelajari tulisan-tulisan yang berkaitan dengan astrologi atau berguru di tempat sepi dan terpencil (esoterisme).

Saat itu pula, mereka mulai memperkenalkan gaya hidup baru seperti yang dilakukan kaum Hippies dari San Fransisco. Istilah God-Help sudah beralih ke Self Help. Manusia bisa memecahkan masalahnya tanpa bantuan Tuhan. Makanya di Perancis ada kasus unik, bahwa jumlah Paranormal bisa meningkat hingga mencapai ratusan tiap tahunnya, sedangkan jumlah Pastur hanya mengalami kenaikan dalam skala ribuan.

Bahkan di Inggris lebih gawat lagi, mereka tidak membayangkan situasi seperti ini. Gereja-gereja telah gulung tikar. Para pendeta gantung salib. Dan simbol trinitas telah digusur dengan sabda baru: Manchester United is my religion, and Old Trafford is my church. Jadi, Yesus sudah mati, seperti dikatakan Nietsczhe, bisa jadi betul dalam ranah Kristen.


Mewaspadai Fitnah New Age Movement Dalam Islam
Namun uniknya, tujuan NAM sebenarnya bukan saja menghancurkan Kristen. Musuh utama mereka adalah Islam. Islamlah lawan sepadan bagi mereka saat ini. Tauhid dalam agama ini yang telah mapan dan sulit mereka hancurkan adalah target empuk untuk digasak oleh NAM sebagai korban berikutnya. Kita jangan lupa, kita sekarang sedang berhadapan dengan Zionisme.

Mereka memiliki banyak cara agar sehasta demi sehasta, sejengkal demi sejengkal, Islam bergeser dari tapalnya, yakni Iman, Ilmu, dan Amal. Mereka boleh sulit memberangus faksi-faksi Jihad Islam. Namun mereka punya cara cantik, bagaimana memukul Islam melalui sendi vital dalam agama Islam itu sendiri, yakni tauhid.

Buktinya buku-buku New Age ala Islam laku keras di pasaran. Kata fitrah diredusir menjadi sekedar suara hati. Ideologi Islam mengalami perubahan makna menjadi spiritual Quotient. Visi peradaban yang dalam sejarah dibangun melalui ilmu dan jihad, kini ditegaskan cukup melalui paket-paket pelatihan. Bahkan kalimat Tauhid ditafsirkan dengan God Spot. Ya ide dari seorang Yahudi bernama Danah Zohar yang buku Spiritual Quotient-nya nyaris disetarakan sebagai Kitab Suci kaum New Age.

Gagasan Pluralisme Agama, Perenialisme Islam, Theosofi Islam, juga banjir proyek lewat kampus-kampus Islam yang ada. Lembaga Paramadina adalah kasus yang mewakili kekhawatiran ini. Dalam pengamatan penulis, buku “Agama Masa Depan Dalam perspektif Filsafat Perenial” karangan Komaruddin Hidayat terbitan Paramadina pada tahun 1995, termasuk buku awal yang menjelaskan pencampuran agama-agama lewat jalan perenialisme melalui ide yang sejatinya berasal dari theosofi (aliran kebatinan Yahudi) ini.

Bahkan kini di Jakarta telah berdiri Ibnu Arabi Society yang diketuai oleh Kautsar Azhari Noer seorang dosen filsafat UIN dan UI. Ibnu Arabi Society aktif menyelenggarakn seminar-seminar yang justru banyak mengaburkan pandangan-pandangan aseli Ibn Arabi tentang wahdatul wujud. Dalam salah satu seminarnya, yang penulis hadiri, Kautsar Azhari Noer menjelaskan penyatuan manusia dengan Roh Allah.

Baginya, Allah juga bagian dalam diri manusia karena cahaya Allah ada dalam diri manusia. Karenanya amat mungkin kita adalah manusia sekaligus Tuhan. Bayangkan Kautsar Azhari Noer pada hari itu seperti membaptis ratusan peserta sebagai Tuhan: serentak, bersamaan! Baru kali ini sejarah, ada Tuhan berjumlah ratusan berada dalam satu hotel yang sama pula.

Tak berhenti di situ, Filsuf muslim abad 12 itu diboncengi namanya dengan faham-faham kesatuan agama-agama. Padahal Ibn ‘Arabi tegas menyatakan bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang sah di dalam pandangan Allah SWT. Menurut Ibn Arabi setelah Nabi Muhammad SAW diutus, maka pengikut agama-agama para Nabi sebelumnya, wajib beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan mengikuti syariatnya.

Sebab, dengan kedatangan sang Nabi terakhir, maka syariat agama-agama sebelumnya otomatis tidak berlaku lagi. Bahkan Dr Mohd Sani bin Badrun, alumnus ISTAC-IIUM, dalam tesisnya berjudul “Ibn al-‘Arabi’s Conception of Religion”, menegaskan bahwa menurut Ibn Arabi, Kaum Yahudi wajib mengimani kenabian Isa AS dan Muhammad SAW. Kaum Kristen juga wajib beriman kepada kenabian Muhammad SAW dan Alquran.

Jika mereka menolaknya, maka mereka menjadi kafir. Bahkan, Ibn Arabi pun berpendapat, para pemuka Yahudi dan Kristen sebenarnya telah mengetahui kebenaran Muhammad SAW, tetapi mereka tidak mau mengimaninya karena berbagai faktor, seperti karena kesombongan dan kedengkian. Kitab al-Futûhât al-Makkiyyah yang beredar sekarang ini pun diduga banyak dipalsukan, bahkan sejak penulisnya masih hidup sudah dibelokkan dan kemudian diisi ajaran wihdatul wujud (akidah hulûl dan ittihâd). (Pz/Islampos)
Read more...

New Age Movement, Ajaran Yahudi Berbungkus Pelatihan Motivasi (1)

Tidak ada komentar
Diupayakan di dunia ini hanya satu agama, yaitu agama Yahudi. Oleh karena itu segala keyakinan lainnya harus dikikis habis. Kalau dilihat di masa kini, banyak orang yang menyimpang dari agama. Pada hakekatnya kondisi seperti itulah yang menguntungkan yahudi (Protocol of Zion Ke 14)

new-ageTidak jarang kita mengamati banyak sekali pelatihan-pelatihan motivasi spiritual hadir di negara kita. Selain melejitkan potensi iman, ada pula yang mengaku bisa mendekatkan spiritualitas seorang hamba kepadaNya. Caranya simpel, anda hanya disuruh kosongkan pikiran, dengarkan hati nurani, ingat dosa-dosa anda dan rasakan ada titik Tuhan hadir di situ. Tak jarang air mata peserta meleleh setalah itu.

Namun uniknya, sekalipun banyak memakai embel-embel iman, training ini rupanya tidak cukup zuhud dan tawadhu. Ia banyak dijual lewat bandrol jutaan rupiah. Diisi oleh pengajar-pengajar berdasi. Bayangkan untuk kelas eksekutif saja, bisa dibandrol 5-7 juta rupiah. Yang gratis juga banyak, syaratnya anda harus masuk ke organisasi mereka, lalu ikut kelas-kelas penyatuan diri dengan tuhan lewat alunan musik.

Pelatihan model seperti ini mencoba meredusir Islam dari ideologi ke spiritualitas belaka. Dari tauhid menjadi macam-macam tuhan serba ada. Makanya anda jangan kaget, jika ada orang Budha, Hindu, Nashrani, Konghucu hadir di pelatihan ini. Dalihnya, bahwa mereka sama-sama memiliki suara hati seperti orang Islam. Pertanyaannya adalah bagaimana kita bisa mengidentifikasi mana suara hati dan mana suara setan? Coba hitung dari pelatihan motivasi seperti ini mana yang lebih sering mereka sebut: Tuhan atau Allah?


New Age Dan Sejarah Kaballah
Kasus di atas adalah satu kisah dari sekian banyak cacat inflitrasi New Age Movement (NAM) atau gerakan zaman baru dalam kehidupan kita. NAM sendiri di Barat sangat laku. Ia bukan lagi sekedar alternatif dari kekosongan nilai masyarakat, namun telah menjadi “agama” baru Barat persis setelah Frederich Nietszche membunyikan lonceng kematian Tuhan yang menggema di seluruh Eropa dan Amerika.

Anda penasaran seperti apa rupa NAM? Wikipedia mengatakan NAM adalah gerakan spiritual non-agama Barat yang berkembang pada paruh kedua abad ke-20. Fokus utamanya berkisar pada penyatuan dunia Timur dan Barat pada tradisi spiritual metafisik semata. Upaya ini gencar dilakukan untuk menanamkan pengikutnya lewat pengaruh self-help, psikologi motivasi, kesehatan holistik, parapsikologi, penelitian kesadaran dan fisika kuantum.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan spiritualitas tanpa batas atau dogma yang lebih inklusif dan pluralistik dalam kehidupan. Karakteristik lain dari NAM sendiri adalah bagaimana doktrin ini amat berpegang teguh pada pandangan dunia holistik, dalam arti bahwa Pikiran, Tubuh dan Roh saling berhubungan dan bahwa ada bentuk Kesatuan dan persatuan seluruh alam semesta. Lebih lanjut daripada itu, NAM berupaya simultan untuk menciptakan sebuah pandangan dunia yang meliputi ilmu pengetahuan dan spiritualitas.

Tidak selsai di situ, yang menarik ialah di paragraf terakhir Wikipedia menulis:
“The New Age movement includes elements of older spiritual and religious traditions ranging from atheism and monotheism through classical pantheism, naturalistic pantheism, and panentheism to polytheism combined with science and Gaia philosophy; particularly archaeoastronomy, astronomy, ecology, environmentalism, the Gaia hypothesis, psychology, and physics. New Age practices and philosophies sometimes draw inspiration from major world religions: Buddhism, Taoism, Chinese folk religion, Christianity, Hinduism, Islam, Judaism, Sikhism; with strong influences from East Asian religions, Gnosticism, Neopaganism, New Thought, Spiritualism, Theosophy, Universalism, and Western esotericism. The term New Age refers to the coming astrological Age of Aquarius

Dengan begitu, di sinilah kedok NAM sejati terbuka lebar. Ia rupanya tidak lebih dari pengejawantahan dunia kemusyrikan, paganisme, dan theosofi sebagai prinsip dasar pergerakan.

Oleh karena itu, kita sebagai umat muslim patut waspada bahwa gerakan ini hanyalah peralihan wujud dari ide-ide kabbalah kuno dan misi Yahudi yang berlindung di kedok pelatihan kepribadian, spiritualitas, melejitkan potensi dan apalah namanya. Bahkan anda tahu, Nancy Percy, seorang pengkaji worldview dari Philadhelphia Biblical University, dalam tulisannya, Modern Islam And The New Age Movement menyatakan bahwa gerakan NAM hanyalah ekspresi yang lebih baru dari kecenderungan lama untuk mengimpor panteisme Timur ke dalam budaya Barat, yang dimulai dengan doktrinasi Plotinus dan neo-Platonisme.

JN Findlay, seorang teolog Kristen, juga mengatakan demikian. Ia beranggapan bahwa pengaruh pemikiran filsafat Yunani, khususnya Plato dan Neoplatonisme, pada perkembangan dalam Kabbalah telah lama diakui. Sejumlah Kabbalis mencatat ahwa ada hubungan erat antara Kabbalah dan filsafat Platonis. Dan fakta menunjukkan Kabbalah adalah sumber tunggal untuk ide-ide Platonis dan Neoplatonis yang kemudian akan berubah warna dari gagasan ancient wisdom kepada apa yang kita kaji sekarang ini (baca: NAM).

Plato sendiri adalah seorang peletak dasar etika filsafat Yunani yang kuat atas ide-ide penyatuan manusia dengan Tuhan. Oleh karena itu, David Livingstone, seorang pakar kajian Kabbalah, dalam tulisannya, Plato The Kabbalist, menyatakan bahwa menjadi keprihatinan kita semua bahwa gurita filsuf Kabbalis seperti Plato ini telah menjadi pilar banyak doktrin yang telah melanda abad kedua puluh. Dan konyolnya, satu-satunya alasan dia telah mencapai reputasi besar adalah bahwa dalam rimba sejarah Barat dan Timur, tradisi okultisme Plato telah dianggap sebagai “godfather” dari berbagai doktrin, dan sebagai wakil besar dari orang-orang yang berhubungan dengan tradisi kuno Kabbalah.

Plato dalam gagasannya mengatakan bahwa jiwa manusia tidaklah mati. Ketika kematian datang kepada tiap individu, ia akan bergabung kepada Sang Maha Baik. Doktrin ini mirip dengan Film yang banyak menyebarkan gagasan NAM, yakni Avatar. Dalam film berdurasi kurang lebih tiga jam dan menjadi top seller di Amerika ini, digambarkan bahwa bahwa jiwa insan manusia tidaklah mati, sebab mereka akan bergabung dengan Roh Eywa. Roh Eywa jangan kita tafsirkan adalah Allah. Sebab Eywa dalam mistisme Avatar, tidak lebih dari perwujudan Yahweh dalam agama Yahudi.

Peralihan doktrin dalam film Avatar ini sebelum menjadi pegangan NAM, sebenarnya bukan ide baru sebab ia telah diperkenalkan oleh Yahudi Mazhab Hasidik. Yudaisme Hasidik sendiri dipelopori oleh Baal Shem Tov pada medio 1600 hingga 1700 Masehi.

Menurut Michael Keene dalam bukunya “Agama-agama Dunia” menjelaskan bahwa Yudaisme Hasidik meninggalkan pendekatan orthodoks pada hal-hal ilmiah dan memuaskan perhatian pada tradisi ritual dan mistis Yahudi. Berbeda dengan mazhab Yahudi lainnya, pemimpin Yudaisme Hasidik (Rebbe) dipercayai memiliki karunia spiritual melebihi karunia yang diberikan pada rabbi pada umumnya. Gerakan Hasidik ini kemudian banyak menancapkan kuku baik di Israel maupun Amerika lewat penyatuan manusia dan Yahweh.

Oleh karena itu, ajaran NAM memang memiliki pandangan yang sejalan dengan ide-ide Kabbalah, Filsafat Plato, neo Platonisme, hingga theosofi. Akhirnya dengan begini kita bisa mengerucutkan pada garis umum tentang sifat sejati ajaran NAM sendiri yang berpijak pada lima elemen penting, yakni:
  1. Monisme, keyakinan bahwa segala sesuatu yang ada, merupakan derivasi (penjabaran) dari sumber tunggal devine energy. Pada tingkat tertentu dapat digabungkan menjadi kesatuan dari semuanya.
  2. Pantheisme, yakni gagasan God is all and all is god, Allah adalah segala sesuatu dan segala sesuatu adalah allah. God within ourself atau Allah dalam diri kita. Bandingkan dengan God Spot ala Danah Zohar.
  3. Reinkarnasi, keyakinan bahwa jiwa manusia kembali pada eksistensi jas-maniah berulangkali, hingga mencapai keadaaan terbaik dan tertinggi dari Great Oneness atau keesaan agung alam semesta.
  4. Pencerahan, kepercayaan bahwa kita memiliki pengetahuan rahasia yang terkandung di alam bawah sadar kita. Sebagaimana disebutkan oleh Carl Gustave Jung, bawah sadar kolektif umat manusia memungkinkannya dapat memanipulasi energi dan zat [roh] dengan pikirannya, dan melaluinya dapat memperoleh kekayaan dan kesehatan.
  5. Spiritisme, keyakinan bahwa ada roh-roh yang dapat dihubungi oleh orang-orang mati sehingga dapat memberi wawasan kepada seseorang mengenai etika dan makna kehidupan di bumi.
Dengan menelisik data dan fakta yang ada, kita bisa menyimpulkan bahwa sejarah NAM adalah sejarah panjang sekaligus kelam dari kontinuitas ajaran Kabbalah yang ingin mewujudkan dunia ini dalam satu pandangan yakni Novus Ordo Seclorum. Pandangan ini tidak lebih ingin meredusir agama pada sisi spiritualitas belaka yang ujungnya akan menafikan peran Tuhan dalam agama tauhid, penyatuan manusia dengan tuhan, doktrin humanisme sekular, dan yang paling kita patut waspadai adalah membentuk kerajaan tunggal dimana dunia akan digerakkan oleh satu kekuatan, yakni Al Masihuddajal. (Pz/islampos.com/Bersambung)
Read more...

Mengapa Yahudi-Israel Serakah dan Lupa Sejarah?

Tidak ada komentar

Oleh: Dr. Adian Husaini

BELUM
lama terjadi gencatan senjata Israel dan Hamas, dunia tiba-tiba dikejutkan dengan rencana Israel untuk membangun 3.000 permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem. Dunia pun tersengat. Bahkan, sekutu terdekat Israel, Amerika Serikat, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana Israel itu.

Metrotvnews.com (30/11/2012) melaporkan, bahwa  Gedung Putih mengecam keputusan Israel itu.  AS menyebut rencana pembangunan 3.000 rumah baru pemukim di Yerusalem Timur dan Tepi Barat sebagai "kontraproduktif" dan akan mempersulit pembukaan kembali perundingan perdamaian.

Sebelumnya, Israel mengungkapkan rencana-rencana pembangunan rumah baru itu setelah Palestina memperoleh pengakuan sebagai negara non-anggota di PBB.  Menurut seorang pejabat Israel kepada AFP, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memutuskan membangun 3.000 rumah sebagai tanggapan atas keberhasilan Palestina di PBB.
Sekjen PBB Ban Ki Moon juga mengecam rencana Israel dan menyebut tindakan itu melanggar hukum internasional. Inggris dan Prancis sampai memanggil Duta Besar Israel di negara masing-masing.  Dunia Islam tentu saja lebih keras lagi mengecam aksi Israel.

Tapi, seperti biasa, Israel terus membandel. Negara Yahudi ini seperti tak menggubris semua protes yang ditujukan kepadanya.  Situs sahabatalaqsha.com melaporkan, Perdana Menteri Zionis Israel’ Benjamin Netanyahu semakin tidak peduli pada kritik dan kecaman masyarakat internasional. Maan News melaporkan, kemarin (2/12/2012) Netanyahu menyatakan pihaknya akan tetap membangun 3.000 unit rumah baru bagi pemukim ilegal Yahudi di atas tanah Palestina. “Kami akan melakukan pembangunan di Yerusalem dan tempat-tempat lainnya yang berada dalam peta strategis ‘Israel’,” ujar Netanyahu.

Keputusan pembangunan itu diungkapkan setelah PBB menaikkan status Palestina sebagai “negara pemantau non-anggota” dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York. Melalui status barunya ini, Palestina dapat bergabung dengan badan-badan PBB, terlibat dalam perjanjian internasional serta memungkinkan Palestina menuntut zionis ke pengadilan internasional.

Lupa sejarah


Keputusan Yahudi Israel untuk membangun 3.000 permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yeusalem – selain melanggar hukum internasional – juga membuktikan keserakahan kaum Yahudi Israel. Al-Quran sudah mengingatkan salah satu ciri yang menonjol pada kaum ini adalah serakah dan tamak terhadap dunia.   
وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَى حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُواْ
“Dan kamu akan jumpai mereka adalah manusia-manusia yang paling tamak terhadap dunia, bahkan dibanding kaum musyrik… (QS al-Baqarah [2]:96).


Ketamakan Yahudi Israel itu juga menunjukkan betapa mereka adalah kaum yang tidak tahu berterimakasih. Mereka lupa, bahwa sebelum negara Yahudi Israel berdiri di Palestina, 14 Mei 1948, mereka adalah bangsa yang teraniaya di berbagai penjuru dunia; terusir dari negeri mereka sendiri, dan kemudian selama beratus tahun mendapatkan perlindungan dari kaum Muslimin di Andalusia dan Turki Utsmani.


Yahudi Israel seperti lupa sejarah. Selama beratus tahun, sejarah Eropa bergelimang dengan kisah penindasan dan pembantaian Yahudi. Sejumlah Paus di Vatikan dikenal sangat anti-Yahudi. Pada tanggal 17 Juli 1555, hanya dua bulan setelah pengangkatannya, Paus Paulus IV, mengeluarkan dokumen (Papal Bull) bernama “Cum nimis absurdum”. Paus menekankan, bahwa para pembunuh Kristus, yaitu kaum Yahudi, pada hakekatnya adalah budak dan seharusnya diperlakukan sebagai budak. Yahudi kemudian dipaksa tinggal dalam ‘ghetto’, yang hanya memiliki satu pintu masuk. Yahudi dipaksa menjual semua miliknya kepada kaum Kristen dengan harga sangat murah; maksimal 20 persen dari harga yang seharusnya. Di tiap kota hanya boleh ada satu sinagog. Di Roma, tujuh dari delapan sinagog dihancurkan. Di Campagna, 17 dari 18 sinagog dihancurkan. Yahudi juga tidak boleh memiliki Kitab Suci. Saat menjadi kardinal, Paus Paulus IV membakar semua Kitab Yahudi, termasuk Talmud. Paus Paulus IV meninggal tahun 1559. Tetapi cum nimis absurdum tetap bertahan sampai tiga abad.

Sikap tokoh-tokoh Gereja semacam itu terbukti sangat berpengaruh terhadap nasib Yahudi di wilayah Kristen Eropa.  Di Spanyol, misalnya, Yahudi sudah ada di wilayah ini, sekitar tahun 300 M. Raja Aleric II (485-507), diilhami oleh Code of Theodosius,  memberikan batasan ketat terhadap Yahudi. Nasib Yahudi Spanyol semakin terjepit, menyusul konversi Raja Recarred I (586-601) menjadi Katolik. Sang Raja melakukan konversi itu pada The Third Council of Toledo (589), dan kemudian menjadikan Katolik sebagai  agama negara. The Council of Toledo itu sendiri membuat sejumlah keputusan: (1) larangan perkawinan antara pemeluk Yahudi dengan pemeluk Kristen, (2) keturunan dari pasangan itu harus dibaptis dengan paksa, (3) budak-budak Kristen tidak boleh dimiliki Yahudi (4) Yahudi harus dikeluarkan dari semua kantor publik, (5) Yahudi dilarang membaca Mazmur secara terbuka saat upacara kematian.


Dalam periode   612-620, banyak kasus tejadi dimana Yahudi dibaptis secara paksa. Ribuan Yahudi melarikan diri ke Prancis dan Afrika. Pada 621-631, di bawah pemerintahan Swinthila, perlakuan Yahudi agak lebih lunak. Pelarian Yahudi kembali ke tempat tinggalnya semula dan mereka yang dibaptis secara paksa kembali lagi ke agama Yahudi. Tetapi, Swinthila ditumbangkan oleh Sisinad (631-636), yang melanjutkan praktik pembaptisan paksa. Pada masa pemerintahan Chintila (636-640), dibuatlah keputusan dalam The Six Council of Toledo (638), bahwa selain orang Katolik dilarang tingal di wilayahnya. Euric (680-687) membuat keputusan: seluruh Yahudi yang dibaptis secara paksa ditempatkan di bawa pengawasan khusus pejabat dan pemuka gereja. Raja Egica (687-701) membuat keputusan: semua Yahudi di Spanyol dinyatakan sebagai budak untuk selamanya, harta benda mereka disita, dan mereka diusir dari rumah-rumah mereka, sehingga mereka tersebar ke berbagai profinsi. Upacara keagamaan Yahudi dilarang keras. Lebih dari itu, anak-anak Yahudi, umur 7 tahun keatas diambil paksa dari orang tuanya dan diserahkan kepada keluarga Kristen.

Di Prancis, Louis IX (1226-1270), memerintahkan pengusiran semua orang Yahudi dari kerajaannya, sesaat setelah Louis berangkat menuju medan Perang Salib. Perintah itu memang tidak dijalankan dengan sempurna. Banyak orang Yahudi yang meninggalkan Prancis kemudian kembali lagi. Tetapi, Philip the Fair (1285-1314) kemudian memerintahkan semua Yahudi Prancis untuk ditangkap. Kemudian, Raja Charles IV, kembali mengusir Yahudi Prancis pada tahun 1322. Josephine Bacon mencatat pengusiran dan pembantaian orang-orang Yahudi di Prancis dalam kurun tahun 800-1500. Tahun 1420, komunitas Yahudi dimusnahkan dari Toulouse. Pada tahun yang sama, Yahudi juga diusir dari Kota Lyon. Tahun 1321, 160 Yahudi dikubur dalam satu lobang di Kota Chinon. Tahun 1394, seluruh Yahudi diusir dari Kota Sens.

Pada tahun 1495, orang-orang Yahudi diusir dari Lithuania. Padahal di negara ini, orang-orang Yahudi itu mengungsi dari persekusi kaum Kristen Barat, karena mereka tidak menerima agama Kristen. Di Rusia, sebagai akibat dari kebencian yang disebarkan oleh gereja Kristen Ortodoks Rusia, kaum Yahudi dikucilkan dan diusir dari Rusia dalam kurun waktu mulai abad ke-15 sampai dengan tahun 1722. Ketika itu, secara umum, bisa dikatakan, tanah Kristen Eropa bukanlah tempat yang aman bagi kaum Yahudi.

Abad ke-15 menyaksikan pembantaian besar-besaran kaum Yahudi dan Muslim di Spanyol dan Portugal. Pada tahun 1483 saja, dilaporkan 13.000 orang Yahudi dieksekusi atas perintah Komandan Inqusisi di Spanyol, Fray Thomas de Torquemada. Selama puluhan tahun berikutnya, ribuan Yahudi mengalami penyiksaan dan pembunuhan. Jatuhnya Granada, pemerintahan Muslim terakhir di Spanyol, pada 20 Januari 1492, telah mengakhiri pemerintahan Muslim selama 781 tahun di Spanyol. Kejatuhan Granada ke tangan Kristen ini dirayakan dengan upacara keagamaan di seluruh Eropa. Kemudian, Paus mengundang seluruh bangsa Kristen untuk mengirimkan delegasi ke Roma, guna mendiskusikan rencana ‘crusade’ terhadap Turki Uthmani. Tahun 1494, pasangan Ferdinand dan Isabella diberi gelar ‘the Catholic Kings’ oleh Paus Alexander VI. Pasangan itu sebenarnya telah banyak melakukan pembantaian terhadap Yahudi dan Muslim sejak dibentuknya Inquisisi di Castile dengan keputusan Paus tahun 1478.

Puncaknya adalah tahun 1492, saat mereka memberikan pilihan kepada Yahudi: pergi dari Spanyol atau dibaptis. Setelah jatuh ke tangan Kristen, kaum Muslim Granada (yang oleh diberi sebutan Moors oleh kaum Kristen Spanyol) masih diberi kebebasan menjalankan beberapa ritual dan tradisi agama mereka. Archbishop yang diangkat di Granada juga seorang yang memiliki interes terhadap kebudayaan Arab. Ia diharapkan melakukan konversi kaum Muslim ke Kristen secara gradual. Tapi, Isabella tidak sabar, dan memaksakan dilakukannya pembaptisan massal. Akhirnya, kaum Muslim melakukan perlawanan pada tahun 1499, tetapi berhasil ditumpas pasukan Kristen. Setelah itu, sebagaimana kaum Yahudi, mereka juga diberi pilihan: meninggalkan Spanyol  atau dibaptis. Jika menolak, kematian sudah menunggu.

Jatuhnya Granada, juga sekaligus merupakan bencana bagi kaum Yahudi di Spanyol. Hanya dalam beberapa bulan saja, antara akhir April sampai 2 Agustus 1492, sekitar 150.000 kaum Yahudi diusir dari Spanyol. Sebagian besar mereka kemudian mengungsi ke wilayah Turki Uthmani yang menyediakan tempat yang aman bagi Yahudi. Ada yang mencatat jumlah Yahudi yang terusir dari Spanyol tahun 1492, sebanyak 160.000. Dari jumlah itu, 90.000 mengungsi ke Turki/Uthmani, 25.000 ke Belanda, 20.000 ke Maroko, 10.000 ke Prancis, 10.000 ke Itali, dan 5.000 ke Amerika. Yang mati dalam perjalanan diperkirakan 20.000 orang. Sedangkan yang dibaptis dan tetap di Spanyol sebanyak 50.000. Selain bermotif keagamaan, pengusiran kaum Yahudi dan Muslim dari Spanyol oleh Ferdinand dan Isabella juga memberikan banyak kekayaan kepada para penguasa Kristen Spanyol. Dengan pengusiran itu, mereka berhasil menguasai seluruh kekayaan Yahudi dan Muslim dan menjual mereka sebagai budak. Bahkan, diantara mereka yang diusir itu, mereka dirampok di tengah jalan dan sering dibedah perutnya untuk mencari emas yang diduga disembunyikan dalam perut kaum yang terusir itu.  Masa kekuasaan Ferdinand dan Isabella dicatat sebagai puncak persekusi kaum Yahudi di Spanyol. Keduanya dikenal sebagai “the Catholic Kings”, yang dipuji sebagai pemersatu Spanyol.


Dibawah Muslim


Kondisi Yahudi di wilayah Kristen Eropa itu begitu bertolak belakang dengan perlakuan yang diterima Yahudi saat di bawah kekuasaan Islam. Sejumlah penulis Yahudi menggambarkan kondisi Yahudi di Spanyol di bawah pemerintahan Islam ketika itu sebagai suatu “zaman keemasan Yahudi di Spanyol” (Jewish golden age in Spain). Martin Gilbert, sebagai misal, mencatat tentang kebijakan penguasa Muslim Spanyol terhadap Yahudi. Dia katakan, bahwa para penguasa Muslim itu juga mempekerjakan sarjana-sarjana Yahudi sebagai aktivitas kecintaan mereka terhadap sains dan penyebaran ilmu pengetahuan. Maka mulailah zaman keemasan Yahudi di Spanyol, di mana penyair, dokter, dan sarjana memadukan pengetahuan sekular dan agama dalam metode yang belum pernah dicapai sebelumnya. Kaum Yahudi itu bahkan menduduki jabatan tertinggi di dunia Muslim, termasuk perdana menteri beberapa khalifah di wilayah Islam bagian Timur dan Barat.

Mantan biarawati yang juga penulis terkenal Karen Armstrong juga menggambarkan harmonisnya hubungan antara Muslim dengan Yahudi di Spanyol dan Palestina. Menurut Armstrong, di bawah Islam, kaum Yahudi menikmati zaman keemasan di al-Andalus.

Musnahnya Yahudi Spanyol telah menimbulkan penyesalan seluruh dunia dan dipandang sebagai bencana terbesar yang menimpa Israel sejak kehancuran (Solomon) Temple. Abad ke-15 juga telah menyaksikan meningkatnya persekusi anti-Semitik di Eropa, dimana kaum Yahudi dideportasi dari berbagai kota. “Under Islam, the Jews had enjoyed a golden age in al-Andalus,” tulis Karen Armstrong.

Setelah mengalami berbagai kekejaman di Eropa, kaum Yahudi di wilayah Utsmani merasakan hidup di tanah air mereka sendiri. Selama ratusan tahun mereka tinggal di sana, menikmati kebebasan beragama, dan berbagai perlindungan sebagai kaum minoritas dengan status sebagai ahlu dhimmah. Selama itu, kaum Yahudi tidak berpikir untuk memisahkan diri dari Utsmani. Sebagai contoh, di Jerusalem, di masa pemerintahan Sultan Sulaiman Agung (Suleiman the Magnificent--1520-1566), Yahudi hidup berdampingan dengan kaum muslim. Sejumlah pengunjung Yahudi dari Eropa sangat tercengang dengan kebebasan yang dinikmati kaum Yahudi di Palestina. Pada tahun 1535, David dei Rossi, seorang Yahudi Italia, mencatat bahwa di wilayah Utsmani, kaum Yahudi bahkan memegang posisi-posisi di pemerintahan, sesuatu yang mustahil terjadi di Eropa. Ia mencatat, “Here we are not in exile, as in our own country. (Kami di sini bukanlah hidup di buangan, tetapi layaknya di negeri kami sendiri)  (NB. Referensi dan paparan lebih jauh tentang sejarah Yahudi, lihat: Adian Husaini, Tinjauan Historis Konflik Yahudi, Kristen dan Islam (Jakarta: GIP, 2007).

CM Pilkington, dalam bukunya, Judaism (London: Hodder Headline Ltd.,  2003). Menyebut jumlah kaum Yahudi kini hanya sekitar 13 juta jiwa, di seluruh dunia. Bangsa yang kecil ini begitu banyak disebut sifat-sifatnya dalam al-Quran. Salah satunya, adalah sifat tidak tahu berterimakasih, bangsa pelanggar janji, lupa diri, dan serakah. Sampai-sampai Nabi Musa a.s. yang menyelamatkan mereka dari penindasan Fira’un pun mereka khianati dan sakiti hatinya. “Dan ingatlah saat Musa berkata kepada kaumnya, “Wahai kaumku, mengapa kalian menyakiti aku, dan sungguh kalian tahu bahwa aku adalah utusan Allah untuk kalian.” (QS 61:5). [Baca juga: Yahudi Bangsa Pelanggar Janji]
Agar jangan mencontoh sifat buruk kaum Yahudi itu, kita selalu berdoa: “Ya Allah tunjukkanlah kami jalan yang lurus; yaitu jalannya orang-orang yang Engkau beri nikmat; bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.” Amin.*/Kinabalu, Sabah, 13 Desember 2012


Penulis Ketua Program Doktor Pendidikan Islam – Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan [CAP] adalah hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com
Read more...

Ingkar Janji (Khianat), Watak Kaum Yahudi

Tidak ada komentar
 

“HAI Bani Israil , ingatlah ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku , niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).” (QS. Al Baqarah (2) :40)

Dalam tulisan yang lalu telah dibahas tentang sifat orang-orang Yahudi yang suka “melupakan ni’mat” atau “tidak bersyukur”.

Bani Israil telah diambil janjinya baik dalam keadaan nyaman maupun di bawah ancaman bukit Thursina.

“Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kamu dan Kami angkat gunung (Thursina) di atasmu (seraya kami berfirman): “Peganglah teguh-teguh apa yang Kami berikan kepadamu dan ingatlah selalu apa yang ada di dalamnya, agar kamu bertaqwa”. (QS. Al Baqarah (2) :63)

Isi perjanjian itu adalah melaksanakan sekuat tenaga apa yang telah diberikan kepada mereka, yaitu Taurat, yang kemudian injil pada masa Nabi Isa ‘Alaihissalam. Dan Allah akan menepati pula janji-Nya bila Bani Israil menepati janjinya kepada Allah. Namun, meskipun telah berjanji di bawah ancaman bukit Thursina, tapi tetap saja kemudian mereka berpaling.

“Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi. ” (QS. Al Baqarah (2) :64)
Namun Allah adalah Dzat Yang Maha Pemberi Karunia dan Maha Rahman. Janji yang lain adalah: jika datang Nabi Muhammada Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang telah Allah janjikan, supaya beriman kepadanya dan mengikutinya. Namun ketika janji Allah itu telah tiba, yaitu datangnya Nabi akhir zaman, mereka justeru mengingkarinya hanya karena Muhammad itu dari bangsa Arab (QS Al Baqarah (2) : 89) dan hanya karena Muhammad tidak memusuhi Jibril (QS Al Baqarah (2): 97).

Tidak hanya mengingkari janjinya kepada Allah, Bani Israil juga suka mengkhianati perjanjian-perjanjian dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan Muslimin. Tercatat jelas dalam sejarah para nabi hingga era millenium ini, deretan daftar panjang perjanjian-perjanjian yang dikhianati oleh kaum Yahudi ini. Melanggar perjanjian membuat mereka diusir dari Madinah dan menciptakan beberapa perang besar. Pelanggaran panjang pun selalu mereka lakukan di dalam konflik berdarah Palestina – Israel. Yang terbaru adalah kaum Yahudi ini melanggar perjanjian international dengan tidak mematuhi resolusi PBB dalam penyerangan koalisi terhadap Libya.

Tokoh-tokoh Yahudi menciptakan aturan-aturan international guna mengintervensi negara-negara lain. Sedangkan di sisi lain justeru mereka yang melanggarnya. Pelanggaran international yang tak pernah mereka hentikan adalah penjajahan dan pembantaian terhadap Muslimin, wanita dan anak-anak Palestina.
Melanggar janji atau berkhianat adalah bagian dari karakter kuat Bani Israil (Yahudi). Maka Muslim yang suka berkhianat, jelas raganya Muslim tapi sifatnya Yahudi.

Bukan hanya Bani Israil yang punya ikatan janji kepada Allah dan Rasul-Nya, tapi juga Muslimin. Janji adalah hal yang tidak terpisahkan dari “tha’at”. Setiap Muslim telah diikat oleh janji. Adalah wajib untuk memenuhinya. Karena, jika tidak dipenuhi, maka hal itu akan jadi “boomerang” bagi Muslim itu sendiri.

“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (jahannam).” (QS. Ar Ra’d (13) :25)

“Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit, mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih. ” (QS. Ali Imran (3) :77)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tidak sempurna iman bagi mereka yang tidak bersifat amanah dan tidak sempurna agama bagi mereka yang tidak menepati janji.” (HR. Ahmad).
“Tipu daya, tipuan dan khianat itu di neraka.” (HR. Abu Daud).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: “Tiga orang, Aku musuhnya pada hari Kiamat, yaitu seseorang yang memberikan kepada-Ku (janji) kemudian ia khianat, seseorang yang men jual orang merdeka lalu harganya dimakannya, dan seseorang yang mempekerjakan buruh yang telah menyempurnakannya namun ia tidak diberi upanya”.” (HR. Bukhari)

Sebelum melakoni kehidupan di dunia, manusia telah diambil kesaksiannya di alam ruh. Meskipun sifatnya kesaksian, tetapi hal tersebut pun mengandung kesepakantan antara Allah dan manusia.

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Rabbmu”. Mereka menjawab: “Betul (Engkau Rabb kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Rabb). Atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Ilah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang yang sesat dahulu ?” (QS. Al A’raf ( 7):172- 173).

Karena itulah Allah mengutus para Rasul untuk mengingatkan manusia tentang kesepakatan anatara manusia dengan Allah tersebut. Dan di dunia ini, berulang kali pula Allah mengambil dan memegang janji manusia.
Syahadat adalah satu ikrar janji setia dan suci. Seorang Muslim dituntut dan dituntun untuk selalu mengucapkan dan mengingat janji yang utama ini, minimal dalam setiap sholat.

Di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, selain ucapan 2 kalimat syahadat, para sahabat pun mengadakan kesepakatan janji setia pula kepada Rasulullah dengan cara syari’at “bai’at”. Bai’at (janji setia) yang menyatakan akan menolong Allah (agama Allah) dan Rasul-Nya. Bahkan para wanita  pun berbai’at (berjanji setia) untuk tidak mempersekutukan Allah dan tidak  bermaksiat (QS. Al Mumthahanah (60): 12).

Berjanji kepada Allah, tidak mungkin langsung kepada Allah. Karana itulah Allah menetapkan pembantu-Nya di dunia, yaitu para Rasul sebagai sarana perantara. Termasuk dalam hal penerimaan janji dan sumpah. Bani Israil diambil janjinya melalui perantara tangan para Rasul. Para sahabat dan sahabiyah diambil janjinya melalui perantara tangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ketika Rasulullah telah wafat, maka janji setia itu melalui tangan para khalifah yang menggantikan kedudukan para Nabi dan Rasul sebagai sarana perantara antara umat dengan Allah dalam beberapa syari’at yang bersifat khusus sebagaimana telah dicontohkan oleh para Khulafaur Rasyidin.
Memenuhi janji adalah wajib (QS. Al Maidah (5): 1).

Qalamullah:

“Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah . Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar”. (QS. Al Fath (48):10).

Jelas tidak ada pilihan lain bagi seorang Mu’min selain memenuhi janji-janjinya, terutama janji kepada Allah. Ketika Muslimin bisa menepati janji-janjinya, akan terciptalah ummat yang sangat kuat dan penuh loyalitas kepada Allah dan Rasul-Nya. Karena itulah, Yahudi berupaya melemahkan sumber-sumber energi kekuatan Muslimin yang salah satunya terletak pada “janji setia”. Maka Yahudi mencoba menghilangkan syari’at “bai’at” dengan menggulirkan opini angker tentang “bai’at”. Yahudi menciptakan momok bagi masyarakat dunia tentang “bai’at”. “Bai’at sangat identik dengan teroris”. Akibatnya, Muslimin takut dengan syari’atnya sendiri.

Banyaknya syari’at janji (bai’at) di dalam Al Qur’an dan Al hadits, jelas menunjukkan “wajib”-nya seorang Muslim memiliki ikatan janji kepada Allah. Dan tata cara berjanji setia itu telah dicontohkan oleh para sahabat, yaitu “berbai’at”.

Wahai Muslimin! Berbai’atlah kepada Allah melalui wakilnya di dunia dan penuhilah janji setia itu, maka Allah akan menepati janji-Nya dengan memberikan surga.

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah ( 9) :111).

Karena Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah mengancam:

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berklata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda, “Barang siapa yang melepaskan (diri) satu jengkal dari ketha’tan (kepada Allah), maka ia di hari Kiamat nanti akan bertemu dengan Allah dengan tidak membawa alasan. Dan barang siapa yang mati dan di lehernya tidak terdapat janji bai’at kepada Allah, maka ia mati seperti dalam keadaan jahiliyah”. (HR. Muslim).
Untuk itu, tepatilah janji kita, jangan sampai karakter Yahudi ini membuat kita mengingkari syahadat kita!
Wallahu a’lam. (Abu Dzakir/Islampos)
Read more...

Talmud, Kitab Hitam Iblis

Tidak ada komentar
(Transkrip Ceramah AQI 090112)
TALMUD, KITAB HITAM IBLIS
Oleh: Ustadz Achmad Rofi’i, Lc.M.Mpd

بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Sebagai bagian dari pembahasan kita berkaitan dengan Yahudi, maka berikut ini akan kita kaji tentang At Talmud, Kitab yang dianggap suci oleh kelompok Zionis Yahudi di seluruh dunia; dimana perilaku dan tindak-tanduk kaum Zionis Isro’iil mengacu pada ayat-ayat Talmudisme tersebut.
Apakah Talmud itu?
Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam Fakultas Darul ‘Ulum, Kairo, Prof. Ahmad Syalabi menulis, “Taurat bukanlah satu-satunya kitab suci bagi bangsa Yahudi, tetapi ada riwayat-riwayat lain yang disampaikan dan dibawa oleh para pendeta-pendeta Yahudi secara turun temurun. Riwayat-riwayat inilah yang kemudian dikenal dengan Talmud.” (Muqaranatul Adyan: Al-Yahudiyah, 1990).
Untuk mengkaji perkara At Talmud, ada pula suatu Kitab yakni “Kitaab Isro’iil Al Aswad: Al Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud”. Kitab ini pada mulanya berasal dari buku yang ditulis oleh Dr. August Rohling (1839-1931), seorang Professor pada University of Prague, berjudul “Die polemik und das manschenopfer des rabbinismus”, lalu diterjemahkan kedalam bahasa Arab oleh DR.Yusuf  Hana Nashrullooh (dari Mesir), kemudian diberi kata pengantar oleh seorang ‘alim dari Mesir bernama Syaikh Prof. Dr. Muhammad ‘Abdullooh Asy Syarqowi. Dan telah diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan judul “Talmud, Kitab ‘Hitam’ Yahudi yang Menggemparkan”.
Talmud adalah sebuah kitab yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi, yang berisi ajaran-ajaran agama yang bersifat lisan. Lebih jelasnya, Talmud adalah kitab ideologi yang menafsirkan dan menjelaskan semua pengetahuan, ajaran, undang-undang kehidupan, moral dan budaya kaum Yahudi Isro’iil.
Pada prinsipnya kitab Talmud terbagi dalam dua bagian: Pertama, Mishnah merupakan naskah asli dari undang-undang yang dibuat oleh kaum Yahudi untuk kepentingan mereka sendiri, guna melengkapi kitab Taurat (Perjanjian Lama). Jadi Mishnah adalah merupakan kodifikasi Undang-Undang Lisan (Oral Law atau Oral Tradition) yang pindah dan beredar dari mulut ke mulut para Rahib atau berupa catatan-catatan penjelasan terhadap Syari’at Nabi Musa عليه السلام yang ditulis oleh Rahib-Rahib di kalangan Yahudi. Kemudian karena mereka merasa takut akan kehilangan syarah-syarah tersebut, maka pada tahun 190-200 M oleh seorang Rahib (Rabbi) Yahudi bernama Judah Hanasi catatan-catatan tafsiran tersebut dikumpulkan menjadi suatu Kitab yang disebut sebagai Mishnah.
Kitab Mishnah ini ditulis dalam bahasa Ibrani Baru atau New Hebrew (yang tidak lagi sama dengan bahasa Ibrani yang digunakan dalam Taurat / Kitab Perjanjian Lama), dimana bahasa Ibrani Baru tersebut telah terpengaruh oleh Bahasa Yunani, Latin dan Parsi.
Kedua, Gemara, yang muncul akibat adanya berbagai perdebatan dan pertikaian pendapat dari para Rahib Yahudi terhadap kandungan Kitab Mishnah. Sehingga pada abad-abad berikutnya Mishnah itu diberi catatan kaki, komentar, syarah, tafsir dan diberi tambahan penjelasan-penjelasan yang sangat banyak oleh para Rahib Yahudi, dimana penjelasan-penjelasan itu disebut sebagai Gemara. Dengan demikian Syari’at Nabi Musa عليه السلامtelah bercampur dengan Gemara yang berasal dari para Rahib Yahudi; atau dengan kata lain bahwa campuran antara teks (Mishnah) dan syarah (Gemara) inilah yang menjadi cikal bakal dari munculnya Kitab baru yang bernama Talmud.
Adapun Kitab Gemara ini ditulis dalam bahasa Aramia / Aramaic, sehingga antara Mishnah dan Gemara terdapat perbedaan bahasa yang sangat jauh sekali.
Gemara terdiri atas: Gemara Yerushalmi (Gemara Palestina / Gemara Baitul Maqdis) yang berisi rekaman diskusi para Rahib yang sesungguhnya bukanlah Rahib-Rahib Yahudi yang berada di Palestina, namun adalah Rahib-Rahib Kerajaan yang diketuai oleh Rabbi Jochanna. Gemara Yerushalmiini selesai dikodifikasikan pada sekitar abad ke-5 Masehi. Sementara Gemara Babylonia (Gemara Bavli) adalah hasil rekaman penafsiran kitb Mishnah oleh para RahibYahudi di Babilonia, yang mana penyusunannya selesai sekitar abad ke-6 Masehi.
Mishnah dengan tafsiran Gemara Yerushalmi,disebut sebagai “Talmud Yerushalmi”. Sedangkan Mishnah dengan tafsiran Gemara Babylonia (Gemara Bavli), disebut sebagai “Talmud Babylonia” (Talmud Bavli).
Secara ringkasnya, Mishnah adalah isi dan Gemara adalah penjelasan. Keduanya disatukan menjadi satu Kitab yang disebut Talmud.

Talmud Yerushalmi (Talmud Palestina / Talmud Baitul Maqdis)

Naskah Talmud Yerushalmi (Talmud Palestina)
Kalau seseorang menyebutkan kata “Talmud” maka yang dimaksudkan biasanya adalah Talmud Babylonia, oleh karena mayoritas kaum Yahudi kurang mengakui Talmud Yerushalmi sebab ia sangat ringkas dan samar. Umumnya mereka hanya bersandar pada Talmud Babylonia sebagai prioritas pertama mereka.

Talmud Babylonia (Talmud Bavli)

Naskah Talmud Babylonia (Talmud Bavli)
Kedudukan Talmud dimata Kaum Yahudi
Dr. Augutst Rohling menyatakan, “Kaum Yahudi meyakini bahwa Talmud adalah lebih suci ketimbang Taurat.” (Al Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud, Bab II).
Dr. Joseph Barcklay, penulis buku “Hebrew Literature”, dengan tegas menyatakan bahwa seluruh bagian dari Talmud merupakan pengingkaran terhadap Taurat Musa (Hebrew Literature, hal 40).
Padahal, menurut seorang filsuf yang juga Rabbi Tertinggi bangsa Yahudi pada zamannya, Rabbi Maimonides (Moses bin Maimon, 1190 M), bangsa Yahudi sesungguhnya tidak pernah bisa memastikan dengan tepat satu pun doktrin dari Talmud karena sejarahnya yang sangat kacau-balau.
Maimonides berkata, “Sejak zaman Nabi Musa dulu sampai zaman Rabbi Judah Hanasi (135-220 M), para pendeta Yahudi tidak pernah sepakat tentang kebenaran satu doktrin pun yang ada pada “Undang-Undang Lisan” (Talmud) yang diajarkan secara terbuka. Para pemimpin agama Yahudi atau nabi dari setiap generasi menulis beberapa catatan tentang kitab tersebut berdasarkan kepada apa-apa yang ia dengar dari guru-guru pendahulunya untuk disampaikan kepada kaumnya.”
Namun demikian dalam sebuah teks Talmud, salah seorang pendeta / Rahib Yahudi berkata, “Orang yang mempelajari Taurat berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang tidak layak diberi imbalan (pahala), orang yang mempelajari Mishnah berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang layak diberi imbalan, sedangkan orang yang mempelajari Gemara berarti telah melakukan sebuah keutamaan yang paling besar.” (Babha Metsia, vol.33a)
Bahkan pendeta mereka yakni Rabbi Roski berkata, “Jadikanlah perhatianmu kepada ucapan-ucapan para Rabbi (Talmud) melebihi perhatianmu kepada Syari’at Musa.” (Erubin, vol. 216)
Kemudian dalam buku mereka yang lain yang berjudul “Shaghijan”, disebutkan bahwa, “Barangsiapa yang meremehkan pernyataan-pernyataan para Rabbi (Talmud), maka ia harus dibunuh. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan orang yang meremehkan pernyataan-pernyataan Taurat. Dan tak ada ampun bagi siapa saja yang meninggalkan ajaran-ajaran Talmud dan hanya sibuk dengan Taurat, karena ajaran para Rabbi adalah lebih utama dari ajaran Musa.”
 Pendeta mereka yang lain yakni Rabbi Beshai berkata, “Kalian tidak boleh berteman dengan orang yang hanya mempelajari Taurat dan Mishnah, tetapi tidak mempelajari Gemara.”
Bahkan lebih ekstrim lagi, seorang Rabbi pada tahun 1500 menyebutkan dalam Kitabnya bahwa, “Barangsiapa yang hanya mempelajari Taurat tanpa mempelajari Mishnah atau Gemara, maka sungguh ia tidak bertuhan.”
Jelaslah bahwa Talmud yang bukan merupakan firman Allooh سبحانه وتعالى itu oleh orang-orang Yahudi dianggap lebih baik dan lebih utama daripada Taurat yang merupakan syari’at Nabi Musa عليه السلام dan yang berasal dari Allooh سبحانه وتعالى.
Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,
Dengan mengetahui perkara Talmud ini, teringatlah kita akan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Aali ‘Imroon (3) ayat 78 :
وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقاً يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُم بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِندِ اللّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya:
Sesungguhnya di antara mereka ada segolongan yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu menyangka yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: “Ia (yang dibaca itu datang) dari sisi Allooh”, padahal ia bukan dari sisi Allooh. Mereka berkata dusta terhadap Allooh, sedang mereka mengetahui.”
Ketika ‘Ulama Ahlus Sunnah Al Imaam Ibnu Katsiir رحمه الله menafsirkan QS. Aali ‘Imroon (3) ayat 78  ini, beliau berkata, “Allooh سبحانه وتعالى memberitahu tentang Yahudi (– semoga kutukan Allooh سبحانه وتعالى atas mereka –), bahwa diantara mereka ada sekelompok orang yang memutarbalikkan firman Allooh سبحانه وتعالى dari posisinya, kemudian menggantinya dan menghapusnya dari maksud yang sebenarnya untuk memberi kebimbangan pada orang-orang bodoh bahwa yang demikian itu terdapat dalam Kitabullooh. Dan mereka menisbatkannya pada Allooh سبحانه وتعالى, padahal yang demikian itu adalah berdusta atas nama Allooh سبحانه وتعالى, sedangkan mereka menyadari bahwa mereka telah berdusta dan mengada-ada semua itu.”
Perhatikan pula firman-Nya dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 79 :
فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـذَا مِنْ عِندِ اللّهِ لِيَشْتَرُواْ بِهِ ثَمَناً قَلِيلاً فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُمْ مِّمَّا يَكْسِبُونَ
Artinya:
Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: “Ini dari Allooh”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.”
Betapa kaum Yahudi Bani Isro’iil telah jauh berpaling dari Taurat / Syari’at Nabi Musa عليه السلام, dan mereka lebih condong kepada Talmud  yang merupakan tulisan Rahib-Rahib (pendeta-pendeta mereka), bahkan menyatakan bahwa Talmud adalah lebih utama daripada Taurat yang datang dari sisi Allooh سبحانه وتعالى.
Naskah ‘Ayat-Ayat Iblis’ Talmud
Di Indonesia, Z.A. Maulani dalam bukunya yang berjudul “Zionisme: Gerakan Menaklukkan Dunia” telah mengkaji perkara At Talmud ini, khususnya pada halaman 88 hingga halaman 109 buku tersebut, beliau (serta berbagai sumber lainnya) memaparkan sejumlah ayat-ayat Talmud yang menjadi dasar segala tindakan kaum Zionis Yahudi terhadap orang-orang non-Yahudi (yang mereka istilahkan sebagai Goyyim atau Gentiles).Dengan demikian dapatlah kita pahami mengapa kaum Zionis Yahudi bersikap rasialis, memandang rendah bangsa lain, arogan serta gemar menebarkan kebencian, teror serta permusuhan (peperangan) terhadap orang-orang non Yahudi. Hal tersebut adalah dikarenakan sikap mereka itu dipengaruhi oleh ayat-ayat Talmud yang mereka anggap suci, yakni antara lain adalah sebagai berikut :
1. Talmud mengajarkan ketaatan mutlak pada Rabbi-Rabbi (pendeta-pendeta) Yahudi :
Barangsiapa tidak taat kepada rabbi mereka akan dihukum dengan cara dijerang dalam kotoran manusia yang mendidih di neraka” (Erubin 2b)
2. Talmud memperbolehkan orang Yahudi untuk melakukan kejahatan, asalkan dilakukan secara sembunyi-sembunyi :
Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota di mana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu di sana.” (Moed Kattan 17a)
3. Talmud mengajarkan bahwa hukuman menganiaya orang Yahudi adalah hukuman mati :
Jika seorang kafir menganiaya orang Yahudi, maka orang kafir itu harus dibunuh.” (Sanhedrin 58b)
4. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh menipu orang non-Yahudi :
Seorang Yahudi tidak wajib membayar upah kepada orang kafir yang bekerja kepadanya” (Sanhedrin 57a)
Orang-orang Yahudi harus selalu berusaha untuk menipudaya orang-orang non-Yahudi.” (Zohar I, 168a)
Jika dua orang Yahudi menipu orang non-Yahudi, mereka harus membagi keuntungannya.” (Choschen Ham 183, 7)
Orang Yahudi boleh mengeksploitasi kesalahan orang non-Yahudi dan menipunya.” (Talmud IV/1/113b)
5. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi mempunyai kedudukan hukum yang lebih tinggi daripada orang non-Yahudi :
Jika lembu seorang yahudi melukai lembu orang Kan’an, tidak perlu ada ganti rugi. Jika lembu orang Kan’an melukai lembu orang Yahudi, maka orang itu wajib membayar ganti rugi sepenuh- penuhnya. (Baba Kamma 37b)
Terhadap seorang non-Yahudi tidak menjadikan Orang Yahudi berzina. Bisa terkena hukuman bagi orang Yahudi hanya bila berzina dengan Yahudi lainnya, yaitu isteri seorang Yahudi. Isteri non-Yahudi tidak termasuk.”(Talmud IV/4/52b)
Tuhan tidak mengampuni orang Yahudi yang mengawinkan anak perempuannya kepada orang tua, atau memungut menantu bagi anak laki-lakinya yang masih bayi, atau mengembalikan barang hilang milik orang Cuthea (kafir, bukan Yahudi). (Sanhedrin 57a)
6. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh mencuri barang milik orang non-Yahudi :
Jika seorang Yahudi menemukan barang hilang milik orang kafir, ia tidak wajib mengembalikan kepada pemiliknya.” (Baba Mezia 24a, ayat ini ditegaskan kembali dalam Baba Kamma 113b)
7. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh merampok dan membunuh orang non-Yahudi :
Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir, bukan Yahudi), tidak ada hukuman mati. Apa yang dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”. (Sanhedrin 57a)
Kaum kafir adalah di luar perlindungan hukum dan Tuhan membukakan uang mereka untuk Bani Isro’iil.” (Baba Kamma 37b)
Tanah orang non-Yahudi, kepunyaan orang Yahudi yang pertama kali menggunakannya.” (Babba Bathra 54b)
Kepemilikan orang non-Yahudi seperti padang pasir yang tidak dimiliki; dan semua orang (setiap Yahudi) yang merampasnya, berarti telah memilikinya.” (Talmud IV/3/54b)
“Inilah kata-kata dari Rabbi Simeon ben Yohai, “Tob shebe goyyim harog”(“Bahkan goyyim yang baik sekalipun, seluruhnya harus dibunuh.”  (Perjanjian Kecil, Soferim 15, Kaedah 10)
8. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh berdusta pada orang non-Yahudi :
Orang Yahudi boleh berdusta untuk menipu orang kafir. (Baba Kamma 113a)
Setiap orang Yahudi boleh menggunakan kebohongan dan sumpah palsu untuk membawa seorang non-Yahudi kepada kejatuhan.”(Babha Kama 113a)
9. Talmud mengajarkan bahwa orang non-Yahudi adalah hewan (bukan manusia) :
Semua anak keturunan orang kafir (bukan Yahudi) tergolong sama dengan binatang.”(Yabamoth 98a)
Anak perempuan orang kafir (bukan Yahudi) sama dengan ‘niddah’ (najis) sejak lahir”. (Abodah Zarah 36b)
Orang kafir (bukan Yahudi) lebih senang berhubungan seks dengan lembu.” (Abodah Zarah 22a-22b)
Hanya orang-orang Yahudi yang manusia, sedangkan orang-orang non Yahudi bukanlah manusia, melainkan binatang.” (Kerihoth 6b hal.78, Yebamoth 61a)
Orang-orang non-Yahudi harus dijauhi, bahkan lebih daripada babi yang sakit.” (Orachi Chaiim57,6a)
Engkau disebut manusia (Adam), tetapi ‘Goyyim’ (orang non-Yahudi) tidak disebut sebagai manusia.” (Ezekiel 34:31).
Tidak ada isteri bagi non-Yahudi, mereka sesungguhnya bukan isterinya.” (Talmud IV/4/81 dan 82b)
Telah diajarkan: Begitulah (Rabbi) Simeon ben Yohai menerangkan (61a) bahwa kuburan orang ‘goyyim’ tidak termasuk tempat yang suci untuk mendapatkan ‘ohel’ (memberikan sikap ruku’ terhadap kuburan), karena telah dikatakan, wahai domba-domba-Ku yang ada di padang gembalaan-Ku, kalin adalah manusia (Adam)” (Ezekiel 34 : 31), “kalian disebut manusia (Adam), tetapi kaum kafir itu tidak disebut manusia keturunan Adam.” (Yebamoth 61a)
10. Talmud mengajarkan bahwa orang Yahudi boleh melakukan praktek riba hanya pada orang-orang non-Yahudi :
Orang Yahudi boleh mempraktekkan riba terhadap orang non-Yahudi.” (Talmud IV/2/70b)
Tetaplah terus berjual beli dengan orang-orang non-Yahudi, jika mereka harus membayar uang untuk itu.” (Abhodah Zarah 2a T)
11. Talmud mengajarkan bahwa hanya orang-orang Yahudi yang mempunyai kedudukan tinggi disisi Tuhan (Yahweh) :
Tuhan (Yahweh) tidak pernah marah kepada orang-orang Yahudi, melainkan hanya (marah) kepada orang-orang non-Yahudi.” (Talmud IV/8/4a)
12. Talmud mengajarkan bahwa orang-orang Yahudi adalah mulia, sedangkan orang-orang non-Yahudi adalah budak-budak mereka :
Orang-orang non-Yahudi diciptakan sebagi budak untuk melayani orang-orang Yahudi.” (Midrasch Talpioth 225)
Dimana saja mereka (orang-orang Yahudi) datang, mereka akan menjadi pangeran raja-raja.” (Sanhedrin 104a)
Ketika Messiah (Raja Yahudi Terakhir atau Ratu Adil) datang, semuanya akan menjadi budak-budak orang-orang Yahudi.” (Erubin)
13. Talmud mengajarkan bahwa angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus diminimalkan :
Angka kelahiran orang-orang non-Yahudi harus ditekan sekecil mungkin.” (Zohar II, 4b)
14. Talmud bahkan mengajarkan hal-hal yang “aneh” dan tidak sepantasnya :
“….. Adam telah bersetubuh dengan semua binatang, ketika ia berada di surga.” (Yebamoth 63a)
Seorang Yahudi boleh mengawini anak perempuan berumur tiga tahun (persisnya, tiga tahun satu hari.” (Sanhedrin 55b)
Seorang Yahudi diperbolehkan bersetubuh dengan anak perempuan, asalkan saja anak itu berada dibawah sembilan tahun.” (Sanhedrin 54b)
Seorang perempuan yang telah bersetubuh dengan seekor binatang, diperbolehkan menikah dengan pendeta Yahudi. Seorang perempuan Yahudi yang telah bersetubuh dengan jin juga diperbolehkan kawin dengan seorang pendeta Yahudi.” (Yebamoth 59b)
Seorang Rabbi telah mendebat Tuhan dan mengalahkan-Nya. Tuhan pun mengakui bahwa Rabbi itu memenangkan debat tersebut.” (Baba Mezia 59b)
Sesatnya Perkataan dan Ajaran Para Rabbi Penganut Talmud
Adapun, didalam “Kitaab Isro’iil Al Aswad: Al Kanzu Al Marshuud Fii Fadhoo’ih At Talmuud” (tarjamah) halaman 193 – 247, telah dipaparkan berbagai perkataan para Rabbi-Rabbi Yahudi yang menunjukkan tetang kesesatan ajaran Talmud mereka, yang dapat kita simak sebagaimana berikut ini:
Didalam Kitab seorang Yahudi bernama Kraft yang terbit pada tahun 1590 dinyatakan, “Ketahuilah bahwa perkataan para Rabbi lebih utama dari perkataan para Nabi. Disamping itu, kamu harus mengakui perkataan para Rabbi ini sebagai Syari’at. Karena perkataan mereka adalah perkataan yang langsung dari Allah. Apabila seorang Rabbi berkata kepadamu bahwa tangan kanan ada di sebelah kiri ataupun sebaliknya, maka benarkanlah perkataannya itu dan jangan membantahnya.”
Maimonides, salah seorang cendekiawan Yahudi yang meninggal di awal abad 13, berkata, “Takut kepada Rabbi sama dengan takut kepada Allah.”
Didalam Talmud halaman 74 disebutkan bahwa, “Sesungguhnya ajaran-ajaran para Rabbi tidak boleh dibantah dan diubah walaupun dengan perintah Allah! Suatu hari terjadi perselisihan antara Allah dan para Rabbi Yahudi tentang suatu masalah. Setelah terjadi perdebatan panjang, akhirnya penyelesaian masalah itu diserahkan kepada salah seorang Rabbi. Lalu ia memaksa Allah untuk mengakui kesalahan-Nya, setelah Rabbi itu berhasil memutuskan perkara tersebut.”
Betapa kufurnya pernyataan tersebut! Bayangkan, Allooh سبحانه وتعالى Pencipta langit dan bumi ini dikatakan tidak lebih baik dari para Rabbi Yahudi. Nauudzu billaahi min dzaalik.
Maka didalam Al Qur’an Surat Al Maa’idah (5) ayat 64, Allooh سبحانه وتعالى melaknat kekufuran orang-orang Yahudi Bani Isro’iil ini dengan firman-Nya sebagai berikut:
وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللّهِ مَغْلُولَةٌ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُواْ بِمَا قَالُواْ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ وَلَيَزِيدَنَّ كَثِيراً مِّنْهُم مَّا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ طُغْيَاناً وَكُفْراً وَأَلْقَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاء إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ كُلَّمَا أَوْقَدُواْ نَاراً لِّلْحَرْبِ أَطْفَأَهَا اللّهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الأَرْضِ فَسَاداً وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
Artinya:
Orang-orang Yahudi berkata: “Tangan Allooh terbelenggu”, sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila`nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allooh terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Qur’an yang diturunkan kepadamu dari Robb-mu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian diantara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allooh memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allooh tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan.”
Didalam Talmud juga dinyatakan bahwa, “Bani Isro’iil lebih tinggi derajatnya disisi Allah daripada malaikat. Jika seorang non-Yahudi memukul orang Yahudi, maka seolah-olah orang itu telah memukul Tuhan. Kaum Yahudi (– sebagaimana yang ditulis oleh Rabbi-Rabbi mereka –) adalah bagian dari Allah, seperti seorang anak merupakan bagian dari bapaknya. Oleh karena itu, disebutkan didalam Talmud bahwa apabila seorang non-Yahudi memukul orang Yahudi, maka orang itu harus mati.” (Sanhedrin halaman: 2, no: 58)
Betapa hal ini telah dibantah oleh Allooh سبحانه وتعالى dalam firman-Nya yang termaktub pada QS. Al Maa’idah (5) ayat 18 berikut ini :
وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاء اللّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُم بِذُنُوبِكُم بَلْ أَنتُم بَشَرٌ مِّمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَن يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَن يَشَاءُ وَلِلّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ
Artinya:
Orang-orang Yahudi dan Nashroni mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allooh dan kekasih-kekasih-Nya”. Katakanlah: “Maka mengapa Allooh menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allooh dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia (biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allooh-lah kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada antara keduanya. Dan kepada Allooh-lah kembali (segala sesuatu).
Kemudian didalam Talmud Yerusalem (Talmud Yerushalmi) halaman 94 disebutkan bahwa, “Air mani yang darinya tercipta bangsa-bangsa lain yang berada diluar agama Yahudi, adalah air mani kuda.”
Jadi dalam ajaran Talmud, orang-orang selain orang Yahudi itu adalah binatang, yang mereka anggap sebagai keledai, babi, anjing atau bahkan lebih rendah daripada anjing. dan sebagainya. Perhatikan pernyataan-pernyataan dalam Talmud sebagaimana berikut ini:
-  “Kaum Yahudi akan menjadi bernajis apabila ia menyentuh kuburan orang-orang non Yahudi, karena mereka itu adalah binatang, bukan manusia.” (Bayamut, no: 6)
-  “Hari-hari raya yang suci bukanlah dijadikan untuk orang-orang asing dan bukan pula untuk anjing-anjing.” (Kitab Keluaran pasal 12 ayat 16)
-  Rabbi Manahem berkata, “Wahai bangsa Yahudi, sesungguhnya kamu adalah keturunan manusia karena rohmu berasal dari roh Tuhan. Adapun ummat-ummat lain adalah tidaklah demikian, karena roh mereka berasal dari roh yang bernajis.”
-  Rabbi Abarbaniel berkata, “Hanya bangsa terpilih saja yang berhak mendapatkan kehidupan yang abadi. Sedangkan bangsa-bangsa lainnya, perumpamaan mereka adalah seperti keledai-keledai. Sehingga, hubungan kekerabatan antara orang-orang Yahudi dan orang-orang non Yahudi tidak terjalin sama sekali, karena tidak mungkin manusia menjalin kekerabatan dengan keledai.”
Kaum Yahudi juga menganggap bahwa rumah-rumah ibadah ummat-ummat lain adalah seperti kandang-kandang binatang.
-  Menurut Rabbi Ariel, “Orang-orang diluar Yahudi adalah sama seperti babi-babi hutan, yang penuh dengan najis.”
Orang-orang Yahudi pun beranggapan bahwa tidak dibenarkan berbuat baik ataupun berbelas kasihan terhadap orang-orang diluar Yahudi, karena dalam anggapan mereka orang-orang non Yahudi tersebut bukanlah manusia. Simaklah pernyataan para Rabbi Yahudi itu sebagai berikut:
-  “Kamu tidak boleh berbelas kasihan kepada orang gila.” (Sanhedrin halaman 1, no: 92)
-  Rabbi Jarson berkata, “Tidak pantas seorang laki-laki yang shoolih (Yahudi) berbelas kasihan kepada laki-laki yang jahat (non-Yahudi).”
-  Menurut ajaran Talmud, “Orang-orang Yahudi diperbolehkan bersikap munafiq terhadap orang-orang lain yang non-Yahudi.”
Bahkan orang-orang Yahudi beranggapan bahwa bumi ini semata-mata hanyalah milik orang-orang Yahudi, sehingga orang-orang Yahudi bebas menguasai harta bahkan darah (nyawa) orang-orang diluar Yahudi. Perhatikan pernyataan para Rabbi Yahudi tersebut:
- Rabbi Elbo berkata, “Allah telah mengangkat kaum Yahudi sebagai penguasa harta benda ummat-ummat lainnya, bahkan darah (nyawa) mereka.”
-  Rabbi Isha berkata, “Ketika aku lihat pohon anggur telah berbuah, aku menyuruh pembantuku untuk memetik buahnya untukku jika pemilik pohon itu adalah orang asing; tetapi jika pemiliknya adalah orang Yahudi, maka aku tidak mau melakukannya.”
-  Disebutkan didalam Talmud bahwa Rabbi Samuel, salah seorang Rabbi terkemuka Yahudi, berpendapat bahwa, “Mencuri harta orang-orang non Yahudi adalah tidak terlarang dalam Syari’at.” (Ia sendiri pernah membeli bejana emas dari non-Yahudi yang dikira tembaga oleh orang itu. Dan ia hanya membayar 4 dirham kepada penjual itu, lalu mencuri lagi 1 dirham darinya)
-  Disebutkan didalam Talmud antara lain perkataan Rabbi Levi bin Jarson, bahwa, “Tidak diperbolehkan bagi kaum Yahudi untuk memberi pinjaman kepada orang asing, kecuali dengan jalan riba.”
Namun disisi lain, riba tersebut tidak diperbolehkan untuk diterapkan diantara sesama mereka kaum Yahudi, sebagaimana dijelaskan oleh Rabbi Yashai, “Para Rabbi Yahudi tidak membolehkan untuk mengambil bunga dari orang-orang Yahudi.”
-  Dinyatakan dalam Talmud, “Bunuhlah orang-orang baik yang bukan dari Bani Isro’iil. Diharomkan bagi orang Yahudi untuk menyelamatkan orang non-Yahudi dari kematian atau mengeluarkannya dari lubang yang ia terperosok kedalamnya, karena dengan melakukan itu berarti menjaga kehidupan para penyembah berhala (orang non-Yahudi).”
Bahkan terdapat tambahan keterangan pada Talmud tersebut, “Apabila salah seorang pemuja berhala (orang non-Yahudi) terperosok kedalam lubang, kamu harus menutupi lubang tersebut dengan batu!
Rabbi Raschi berkata, “Diwajibkan melakukan segala cara yang diperlukan supaya penyembah berhala (orang non Yahudi) itu tidak dapat selamat darinya!”
Oleh karena itu tidaklah heran bahwa peperangan di berbagai belahan dunia ini, terorisme dan permusuhan dilancarkan oleh orang-orang Zionis Yahudi terhadap bangsa lain. Itu semua adalah “grand design” (rencana besar) mereka. Merekalah perancang peperangan-peperangan tersebut, sebagaimana hal ini diakui sendiri oleh mereka. Perhatikanlah apa yang dikatakan oleh Marcus Ravage (penulis biografi Yahudi Rothschild)pada tahun 1928, dalam esainya yang berjudul “The Real Case Against the Jews” sebagai berikut:
“Anda belum mulai menghargai kedalaman sebenarnya dari kesalahan kita. Kami adalah penyusup. Kami adalah pengganggu. Kami adalah perusak prinsip-prinsip, korup, subversif . Kami telah mengambil alam dunia anda, cita-cita anda, takdir anda, dan bermain-main malapetaka dengan mereka. Kami berada dibalik peperangan, bukan hanya perang-perang besar yang terakhir, akan tetapi hampir di semua peperangan anda, bukan hanya revolusi Rusia akan tetapi di setiap revolusi besar lainnya dalam sejarah anda. Kami telah membawa perpecahan dan kebingungan serta  frustrasi dalam kehidupan pribadi dan publik dunia. Kami masih terus akan melakukannya. Tidak seorang pun dapat memberitahu berapa lama lagi kami akan terus melakukannya.”- (The Century Magazine, January 1928, Vol. 115, No. 3, p. 346-350.)
Bisa jadi mereka pula yang berada dibalik peristiwa pengeboman menara kembar WTC New York, tanggal 11 September 2001. Itu adalah skenario Yahudi, dengan tujuan mendiskreditkan ummat Islam. Didalam perhitungan mereka adalahTidak mengapa mengorbankan suatu gedung, untuk mendapat keuntungan yang lebih banyak daripada nilai gedung tersebut.”
Yang demikian itu adalah laksana pepatah “maling berteriak maling”, dimana kaum Muslimin lah yang sejak peristiwa tersebut dipojokkan dengan berbagai tuduhan teroris, islamophobia dan sebagainya; padahal yang demikian itu adalah realisasi mereka kaum Yahudi terhadap ajaran Talmud.
Agar lebih mudah memahami peristiwa 11 September tersebut, silakan lihat berbagai bukti yang terekam dalam video-video youtube berikut ini:
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 1/5.flv
http://www.youtube.com/watch?v=qujTCuCiDss
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 2/5.flv
http://www.youtube.com/watch?v=xAXhHolx8PM&feature=relmfu
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 3/5.flv
http://www.youtube.com/watch?v=aW1rm77XjrU&feature=relmfu
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 4/5.flv
http://www.youtube.com/watch?v=O4g9Y6ANOlk&feature=relmfu
-  Konspirasi 11 September (911 in Plane Site) – 5/5.flv
http://www.youtube.com/watch?v=RM_5QqGpDak&feature=relmfu
-  Ilmu Arsitek & Teknik – Runtuhnya WTC-7 Oleh Peledakan Bomb!
http://www.youtube.com/watch?v=y_E0k-UqILI&feature=player_embedded#!
-  MISTERI SETAN 15 – KEJANGGALAN WTC 1
http://www.youtube.com/watch?v=hjL5U-2ke9w&feature=relmfu
-  MISTERI SETAN 16 – KEJANGGALAN WTC II
http://www.youtube.com/watch?v=bPIf3LcuPPw&feature=relmfu
-  MISTERI SETAN 17 – KEJANGGALAN WTC III
http://www.youtube.com/watch?v=otr3GtesE98&feature=related
Hal ini pun relevan dengan penjelasan yang datang dari pihak Barat sendiri dimana Texe Marrs, seorang penyelidik (investigator) independen Amerika yang telah menelusuri garis darah Dinasti Bush selama 6 (enam) tahun, menemukan bukti bahwa keluarga besar Bush, termasuk mantan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, merupakan sebuah keluarga yang sangat rajin mempelajari Talmud.
Texe Marrs menjelaskan bahwa, “Dinasti Bush adalah dinasti Yahudi dan mereka menjadikan Talmud sebagai kitab sucinya. Adalah salah besar menyangka mereka sebagai keluarga Kristiani. Mereka menunggangi kekristenan untuk menipu warga Kristen dunia. Padahal, mereka merupakan keluarga Talmudis yang taat.” (http://www.texemarrs.com/022006/george_w_bush_zionist_double_agent.htm)

George Bush terlihat membawa Kitab Talmud Bavli (Talmud Babylonia) (*)

Presiden-Presiden Amerika (George Bush dan Barrack Obama) terlihat melakukan ritual di tembok ratapan kaum Yahudi (*)
(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto-foto ini tidak di-samarkan.
Jadi menurut ajaran Talmud, adalah patut dan wajar kalau manusia selain Yahudi harus musnah dari muka bumi, karena bumi ini haruslah menjadi milik Yahudi semata-mata. Harta di dunia ini juga harus menjadi milik Yahudi. Dan orang-orang non-Yahudi harus terlilit hutang oleh riba, yang pada akhirnya semua keuntungan dikeruk untuk kepentingan kaum Yahudi.
Kemudian di dalam ajaran Talmud, orang-orang Yahudi diperbolehkan untuk berzina dengan wanita non Yahudi, karena orang non Yahudi dianggap bukan manusia. Hal ini dapat disimak dari perkataan Rabbi-Rabbi mereka berikut ini:
-  Rabbi Raschi berkata, “Orang Yahudi tidak berdosa jika menodai kehormatan (memperkosa) wanita non Yahudi karena semua aqad nikah yang dilakukan oleh non Yahudi adalah tidak sah. Wanita yang bukan dari Bani Isro’iil sama seperti hewan, sedangkan aqad nikah diantara seekor hewan dengan hewan lainnya adalah tidak berlaku.”
Pendapat Rabbi Raschi ini disepakati oleh Rabbi-Rabbi lainnya, yakni Rabbi Beshai, Rabbi Levi dan Rabbi Jarson.
-  Maimonides berkata, “Kaum Yahudi berhak memperkosa wanita-wanita yang tidak beriman atau wanita-wanita yang bukan dari golongan Yahudi.”
- Rabbi Tam yang merupakan generasi Yahudi ke-13 di Perancis berkata, “Sesungguhnya berzina dengan orang non Yahudi, baik laki-laki maupun perempuan, tidak ada hukumannya, karena orang-orang asing adalah keturunan hewan.”
Oleh sebab itu, Rabbi tersebut mengizinkan wanita Yahudi untuk menikah dengan seorang pria Nashroni yang sudah masuk kedalam agama Yahudi, sekalipun sebelumnya mereka berdua telah lama berpacaran dan melakukan hubungan suami istri. Ini adalah karena perzinaan mereka selama ini tidak dianggap sebuah perzinaan, karena laki-laki itu belum terhitung manusia pada waktu itu.
Perhatikan betapa orang-orang Yahudi dengan ajaran Talmud-nya menyebarkan perzinaan secara meluas di muka bumi. Merekalah yang berada dibalik pengembangan ide-ide “perlombaan ratu kecantikan”, menciptakan “trend-trend mode dunia” yang terbuka aurotnya, dan berbagai kerusakan yang sesungguhnya sangat disayangkan bahwa banyak diantara kaum Muslimin yang jatuh kedalam gaya hidup (life style) kaum Yahudi ini dan melupakan peringatan Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, sebagaimana terdapat dalam Hadits Riwayat Al Imaam Al Bukhoory no: 7320 dan Al Imaam Muslim no: 2669, dari Shohabat Abu Saa’id Al Khudry رضي الله عنه :
لَتَتْبَعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا شِبْرًا وذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ تَبِعْتُمُوهُمْ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ
Artinya:
Sungguh kalian akan mengikuti cara hidup dan gaya orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sampai-sampai mereka masuk kedalam lubang biawak, kalian pun akan mengikuti mereka.”
Kami bertanya, “Wahai Rosuulullooh, apakah orang-orang Yahudi dan Nashroni yang engkau maksudkan?
Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم menjawab, “Siapa lagi (– kalau bukan mereka – pent.).”
Bukankah banyak diantara kaum Muslimin di zaman sekarang yang menganggap bahwa pacaran sebelum nikah itu adalah “sah-sah” saja? Mereka lupa bahwa itu adalah zina dan dosa. Dan bahkan sebagian diantara kaum Muslimin dewasa ini merasa heran apabila ada laki-laki Muslim (ikhwan) yang menikahi seorang wanita Muslimah (akhwat) tanpa melalui proses pacaran. Hal ini diakibatkan gaya hidup “pacaran” yang berasal dari budaya orang-orang Yahudi dan Nashroni tersebut telah menjangkiti sebagian diantara kaum Muslimin zaman sekarang.
Oleh karena itu, wahai Muslimin dan Muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى, jagalah diri kalian dan keluarga kalian agar jangan sampai tertulari virus-virus gaya hidup yang rusak ini, terutama di zaman sekarang dimana teknologi berkembang begitu pesatnya sehingga program Talmud tersebut bahkan dapat di-install melalui Handphone-Handphone Blackberry. Mudah-mudahan dengan mengkaji perkara Talmud, menjadikan kaum Muslimin sadar serta dapat membentengi diri agar jangan sampai terperosok kedalamnya.

Dan hendaknya kaum Muslimin benar-benar mencamkan firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 120:
وَلَن تَرْضَى عَنكَ الْيَهُودُ وَلاَ النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ الَّذِي جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ نَصِيرٍ
Artinya:
Orang-orang Yahudi dan Nashroni tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allooh itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allooh tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”
Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di رحمه الله ketika menafsirkan QS. Al Baqoroh (2) ayat 120 ini berkata sebagai berikut, “Alloohسبحانه وتعالى memberitahu Rosuul-Nya صلى الله عليه وسلم bahwa Yahudi dan Nashroni tidak akan ridho, kecuali jika (orang-orang beriman) mengikuti agama mereka. Karena mereka adalah penyeru pada dien yang mereka (Yahudi / Nashroni) diatasnya, dan mengaku bahwa yang demikian itu adalah petunjuk. Maka katakanlah olehmu pada mereka, “Sesungguhnya petunjuk Allooh سبحانه وتعالى yang aku diutus dengannya adalah petunjuk (Al Huda). Adapun yang kalian diatasnya adalah Hawa (Nafsu), sesuai dengan firman Allooh سبحانه وتعالى, yang artinya: “Dan jika kamu ikuti hawa-hawa (nafsu) mereka setelah ilmu datang kepadamu, maka sungguh kamu tidak lagi memiliki dari Allooh سبحانه وتعالى perlindungan dan pertolongan.”
Maka ini adalah bukti larangan yang besar, tentang mengikuti hawa nafsu-hawa nafsu orang Yahudi dan Nashroni, juga menyerupai mereka dalam perkara yang khas dari agama mereka dan pernyataan ini, betapapun ditujukan untuk Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, akan tetapi ummatnya termasuk didalamnya. Karena yang menjadi pelajaran adalah umumnya makna, bukan khususnya pembicaraan; sebagaimana pelajaran itu dengan umumnya lafadz, bukan dengan khususnya sebab.”
Juga firman-Nya dalam QS. Al Baqoroh (2) ayat 217:
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الشَّهْرِ الْحَرَامِ قِتَالٍ فِيهِ قُلْ قِتَالٌ فِيهِ كَبِيرٌ وَصَدٌّ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَكُفْرٌ بِهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَإِخْرَاجُ أَهْلِهِ مِنْهُ أَكْبَرُ عِندَ اللّهِ وَالْفِتْنَةُ أَكْبَرُ مِنَ الْقَتْلِ وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ وَمَن يَرْتَدِدْ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَأُوْلَـئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Artinya:
Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Harom. Katakanlah: “Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allooh, kafir kepada Allooh, (menghalangi masuk) Masjidil Harom dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allooh. Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
Syaikh ‘Abdurrohman As Sa’di رحمه الله ketika menafsirkan QS. Al Baqoroh (2) ayat 217 berkata sebagai berikut, “Alloohسبحانه وتعالى  mengkabarkan bahwa mereka (Yahudi/ Nashroni) senantiasa memerangi orang-orang yang beriman. Tujuan mereka bukan pada harta orang-orang mukmin ataupun nyawanya, melainkan tujuan mereka itu adalah untuk mengembalikan orang-orang mukmin dari agama Islam menjadi orang-orang kaafir setelah beriman, sehingga menjadi bagian dari Neraka Sa’iir. Bahkan mereka (Yahudi/ Nashroni) berkorban dengan seluruh kemampuan mereka dalam hal itu, sebagai bentuk upaya sejauh kemampuan mereka.”
TANYA JAWAB
Pertanyaan:
Didalam beberapa kajian lalu dibahas bahwa Syi’ah seringkali bekerjasama dan membantu kepentingan-kepentingan Yahudi. Namun di berbagai media massa di tanah air kita, pemberitaan yang ada adalah justru sebaliknya, yaitu bahwa Presiden Iran Ahmadinejad sangat bermusuhan dan menunjukkan sikap berani untuk menentang Amerika. Bagaimanakah sikap kita sebagai Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah terhadap berbagai pemberitaan tersebut?
Jawaban:
Ahmadinejad adalah Presiden Iran saat ini, dan Iran adalah negeri Syi’ah. Artinya: Ahmadinejad adalah pimpinan Syi’ah. Dan Syi’ah sebenarnya adalah teman-teman akrab Yahudi.
Dalam sejarahnya pun Syi’ah didirikan oleh ‘Abdullooh bin Saba’, seorang Yahudi yang berpura-pura masuk Islam, tetapi kemudian menyebarkan fitnah dari dalam diantara kaum Muslimin.
Syi’ah terkenal memiliki strategi Taqiyyah (berpura-pura) didalam berdakwahnya. Jadi tidak heran apabila Ahmadinejad ditonjolkan sebagai sosok yang memiliki penampilan sederhana, simpatik, berpura-pura melawan dan sangat anti pada Yahudi-Amerika. Itu semua adalah Taqiyyah mereka dalam menjalankan usaha/ kepentingan Syi’ah. Namun, jangan kita kaum Muslimin terkecoh; karena dibalik upaya berpura-pura simpatik, dermawan, ilmiah dan sebagainya itu, mereka (Syi’ah) jelas-jelas menyebarkan ‘aqiidah yang sesat, mengatakan bahwa Al Qur’an yang ada sekarang belum lengkap, mencaci maki para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم dan lain sebagainya.
Bahkan beberapa waktu lalu dalam situs www.detiknews.com, terungkap bahwa Ahmadinejad memiliki nama keluarga yang berasal dari Yahudi. Berikut ini adalah foto close-up dari paspor Presiden Iran Ahmadinejad saat Pemilu di bulan Maret yang mengungkapkan bahwa dia sebelumnya dikenal sebagai Sabourijan, demikian sebagaimana dikutip detikcom dari The Daily Telegraph edisi Sabtu (3/10/2009).
Sabourjian adalah nama keluarga Yahudi dari sekitar Aradan, tempat kelahiran Mahmoud Ahmadinejad, sebelah tenggara ibukota Teheran. Nama ini berasal dari kata “Penenun dari Sabour“, merujuk pada syal / selendang Yahudi Tallit di Persia.

(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto ini tidak di-samarkan.
Berikut ini terdapat pula foto-foto yang merupakan fakta yang mengungkapkan kedekatan antara Ahmadinejad dengan para pemuka Yahudi.


(Sumber foto: http://www.dd-sunnah.net/records/view/action/view/id/562/) (*)
(*) Catatan: untuk keperluan pembuktian fakta dokumentasi, maka bagian wajah pada foto-foto ini tidak di-samarkan.
Dan apabila anda membaca buku mereka yang berjudul “Madzab Pecinta Ahlul Bait”, maka dalam buku tersebut sama sekali tidak disebut-sebut tentang Shohabat Abu Bakar As Siddiiq, ‘Umar bin Khoththoob, ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنهم. Semata-mata hanya menyebutkan Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه saja. Hal ini dikarenakan mereka menuduh sebagian besar Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم tersebut kaafir setelah beliau صلى الله عليه وسلم meninggal.
Bayangkan, betapa Syi’ah telah bersikap diluar batas terhadap para Shohabat Rosuululloohصلى الله عليه وسلم, yang Allooh سبحانه وتعالى sendiri telah ridho pada mereka. Perhatikanlah firman Allooh سبحانه وتعالى dalam QS. At Taubah (9) ayat 100:
وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Artinya:
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allooh ridho kepada mereka dan merekapun ridho kepada Allooh dan Allooh menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.”
Berarti Syi’ah mengkufuri QS. At Taubah (9) ayat 100 ini, atau dengan kata lain, Syi’ah menuduh bahwa Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم gagal dalam berdakwah, karena sebagian besar Shohabat-nya (dalam anggapan Syi’ah) adalah kaafir sepeninggal beliau صلى الله عليه وسلم.
Hal ini jauh berbeda dengan sikap Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah, dimana Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah mencintai para Shohabat Rosuulullooh صلى الله عليه وسلم, baik Abu Bakar As Siddiiq, ‘Umar bin Khoththoob, ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنهم, termasuk pula Ali bin Abi Tholibرضي الله عنه. Mereka semua adalah Amiirul Mu’miniin. Tetapi oleh Syi’ah, hanya Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه yang dikultuskan, sementara yang lainnya dikutuk. Oleh karena itu hendaknya kita semua waspada dengan kesesatan yang mereka sebarkan ini.
Hendaknya kaum Muslimin berhati-hati! Jagalah ‘Aqiidah dan jangan mudah terpengaruh oleh strategi Taqiyyah orang-orang Syi’ah.
Alhamdulillah, kiranya cukup sekian dulu bahasan kita kali ini, mudah-mudahan bermanfaat. Kita akhiri dengan Do’a Kafaratul Majlis :
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Senin malam, 16 Shafar 1433 H – 09 Januari 2012 M.

ustadzrofii.wordpress.com
Read more...

Category

Popular Posts

facebook