Comments

Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

Ngopi(Ngobrol Politik) FSPI Undip Semarang

Tidak ada komentar

Undip–Semarang - Demokrasi merupakan sebuah kata yg selalu disebut ketika menggambarkan pemerintahan dan sistem sosial yang ideal,.. tapi apakah demikian kenyataanya?justru yg disebut2 sebagai bapak pendiri demokrasi, PLATO pertama kali yang mengkritik dalam bukunya REPUBLIC (380 SM). Plato menyebut demokrasi sebagai Imperfect societies. karena apa?
1. Melahirkan para Demagogue
2. Virtue less, tak ada tolok ukur baik buruk atau benar salah, kebenaran nisbi
3. Demokrasi akan membawa kepada tyrany

“Mengapa kita mesti menggunakan system yang jelas-jelas imperfect” ujar fendy E wahyudi selaku pembicara dalam kegiatan ngopi (ngobrol politik). Selain itu pembicara yang merupakan dosen muda Hubungan Internasional Universitas Diponegoro tersebut menuturkan alasan demokrasi biang korupsi. Demokrasi merupakan system cacat sejak lahir lantaran aspek kesejahteraan dan kebebasan saja yang menjadikan tujuan. Kita ketahui masyarakat memiliki tingkat intelektual yang berbeda, hanya sedikit yang memiliki tingkat intelektual tinggi. Sehingga muncul oligarki yakni kekuasaan yang dikendalikan oleh sekelompok orang. Darisinilah, mulai muncul ketidak beresan. Yakni kebijakan pemerintahan diputuskan berdasarkan definisi kesejahteraan dan kebebasan yang dianut oleh sekolompok pemilik kekuasaan tersebut. Karena memiliki tafsiran yang berbeda tentang hakikat kebebasan dan kesejahteraan sudah pasti lebih cendrung membawa kepentingan-kepentingan pemilik kekuasaan tersebut..

Fendi juga mengutip pendapat plato yang mengartikan system masyarakat perfect yakni Negara yang di pimpin oleh pemimpin yang mengusung nilai keadilan. Keadilan disini merupakan hasil pemikiran mendalam. Bukan hanya sebatas perasaan sesorang. “Andai plato masih hidup ketika jaman Rasululloh, mungkin plato mengatakan ini pemimpin yang sesungguhnya”. Celoteh mas fendy.

Kegiatan diselenggarakan oleh forum kajian politik islam. “Diskusi ini sangat positif harapannya mampu melahirkan diskusi-diskusi yang cerdas dan panas sehingga meningkatkan intelektual mahasiswa saat ini” ujar irsyad selaku ketua forum yang rutin mengadakan diskusi tiap pekan tersebut.(Pompy)

Acara ini di selenggarakan Rutin di FISIP kampus Undip Semarang
Bagi kamu-kamu yang pengen ikutan, bisa dan boleh banget, Silakan menghubungi no kontak di bawah ini:

atau telephone : 085668484457 (sms Oke)



Read more...

Pelajar Bikin Jaket Bisa Kirim SMS

Tidak ada komentar
Headline 
Oslo - Sekelompok pelajar dari Norwegian University of Science and Technology (NTNU), membuat jaket yang bisa berkomunikasi. Seperti apa?

Jaket khusus yang dibuat para mahasiswa ini bisa dipakai untuk berkomunikasi melalui pesan teks.
"Orang-orang petugas sosial mungkin membutuhkan perangkat dengan tampilan yang lebih simpel. Hal itulah yang mendasari pembuatan dari jaket tersebut," ungkap Babak Farsshchian dari SINTEF ICT, organisasi penelitian di Norwegia, sepertidikutip dari Mashable.

Tim ilmuwan merancang jaket prototip yang memiliki layar kecil di bagian dalam. Untuk perangkat itu para pelajar menggunakan Arduino, microcontroller open-source, demi membuat display untuk berkomunikasi, dengan ponsel Android melalui Bluetooth.
 
Kapanpun pengguna mendapat pesan. Ia akan merasakan getaran di lehernya melalui sensor, dan ia dapat membaca pesannya melalui layar tersebut. [ikh]

inilah.com
Read more...

Partai Loe Lagi-Loe Lagi

Tidak ada komentar
Jakarta - Setelah melalui seleksi yang dilakukan, akhirnya Komisi Pemlihan Umum (KPU) mengumumkan partai-partai yang berhak dan tak berhak ikut dalam Pemilu 2014. Ada 16 partai yang lolos seleksi, dan ada 18 partai yang tak lolos. Dengan hasil yang demikian maka dalam pemilu yang akan datang jumlah peserta tidak terlalu banyak dibanding dengan Pemilu 1955, Pemilu 1999, Pemilu 2004, dan Pemilu 2009.

Enam belas partai sepertinya tidak akan membuat repot pelaksana Pemilu dan tak membuat bingung rakyat dalam memilih, sehingga suara yang hilang pun akan semakin tipis. Namun kalau kita cermati dari hasil seleksi yang dilakukan KPU menunjukkan bahwa partai yang lolos dan ikut dalam Pemilu 2014 adalah partai-partai itu-itu saja, alias loe lagi-loe lagi.

Dengan peserta pemilu itu-itu saja membuat kita pesimis bahwa akan terjadi perubahan di tahun 2014. Peserta Pemilu 2014 tidak beda jauh dengan peserta Pemilu 1999, Pemilu 2004, dan Pemilu 2009. Lihat saja dalam pemilu yang akan datang ada Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PPP, PAN, dan PKB. Partai-partai itu dalam pemilu sebelumnya juga telah hadir.

Partai-partai seperti Partai Demokrat, Partai Golkar, PDIP, PPP, PAN, PKB, bisa lolos harus diakui karena berdiri sudah lama, memiliki jaringan yang mapan dari pusat hingga tingkat desa, memiliki sumber daya manusia atau pengurus yang terregenerasi, dan pastinya memiliki dana yang banyak sehingga mampu menjalankan operasional.

Sedang partai yang tak lolos bisa jadi keberadaannya kebalikan dari partai yang lolos, dana tidak ada, sumber daya manusia atau pengurus kurang, dan ada yang berdiri setahun yang lalu. Bagaimana bisa kokoh berdiri dari Sabang sampai Merauke kalau tidak ada duit untuk membentuk kepengurusan.

Hasil seleksi partai yang dilakukan oleh KPU membuat kita kecewa. Kita pesimis dengan wajah Indonesia di tahun 2014 akan berubah selama partai-partai yang lolos seleksi itu tidak mengubah perilakunya. Selama mereka hidup sebagai partai, kehadiran mereka seperti yang tidak kita harapkan, kehadiran mereka terkadang menambah keruwetan dan tidak menegakkan semangat reformasi. Semangat reformasi adalah semangat yang berupaya untuk mengikis korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Partai yang ada tidak mampu mengemban semangat reformasi sehingga semangat pemberantasan korupsi maju mundur dan tidak maksimal. Buktinya mereka hendak merevisi UU KPK meski akhirnya batal, ada pula dugaan anggota DPR memeras BUMN, dan banyak yang tertangkap tangan oleh KPK. Perilaku ini terkadang tidak hanya untuk kepentingan perorangan namun juga demi kepentingan keuangan partai. Ketika partai sebagai saluran aspirasi masyarakat tidak mampu melaksanakan semangat reformasi maka yang terjadi ya seperti saat ini, berita korupsi setiap saat muncul di televisi dengan pelaku anggota partai yang duduk di lembaga legeslatif atau eksekutif.

Lolosnya ke-16 partai dan tak lolosnya ke-18 partai dalam Pemilu 2014, sepertinya bukan karena secara administrasi dan di lapangan partai-partai itu memenuhi atau tidak syarat-syarat yang ditentukan, namun bisa jadi karena KPU ‘ditekan’ oleh partai-partai yang sekarang duduk di DPR. Tekanan dilakukan agar rivalitas dalam pemilu yang akan datang tidak berat.

Hadirnya banyak partai tentu akan menggerus suara-suara partai yang saat ini eksis. Bila suara yang ada tergerus ke partai-partai baru tentu mereka akan sulit lolos parlement threshold dan presiden threshold. Untuk mengamankan posisi partai dan calon presiden yang akan diusung, partai-partai yang ada sekarang menekan KPU agar tidak banyak meloloskan partai baru atau partai lama yang ingin ikut lagi dalam pemilu. Tekanan ini bisa jadi dalam bentuk agar KPU membuat aturan yang lebih berat, sulit, dan selektif.

Misalnya, bila dulu mungkin hanya 70% kepengurusan di tingkat kabupaten-kota, sekarang harus menjadi 100%. Kalau secara adminsitrasi dan data di lapangan, pastinya hal yang demikian bisa dipenuhi oleh partai-partai lainnya, meski secara minim dan pas-pasan. Misalnya, Partai Damai Sejahtera (PDS) pada pemilu sebelumnya bisa lolos namun sekarang kok tidak, ini kan aneh. Demikian pula Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB) yang dulu bisa lolos sekarang kok tidak. Ini semua menjadikan tanda tanya bagi kita.

Rivalitas antarpartai sebenarnya tidak hanya saat seleksi di tingkat KPU, di antara partai yang ada pun sekarang berusaha untuk menghambat gerak dan kreatifitasnya. Ini terbukti dari pernah munculnya usulan parlement threshold mencapai 4%. Dengan usulan ini maka bisa jadi hanya akan ada 4 partai politik yang bisa bertahan di parlemen. Bila partai yang ada di parlemen jumlahnya sedikit, yang untung bukan rakyat, namun partai politik.

Perilaku partai politik di Indonesia lebih suka dekat kekuasaan daripada dekat rakyat sehingga membuat partai lebih suka mendukung kepentingan dan kebijakan pemerintah daripada memperjuangkan aspirasi rakyat. Secara jujur sebenarnya tidak ada partai yang mau menjadi oposisi sebab bagi partai politik menjadi oposisi disebut tidak akan memperoleh apa-apa. Partai politik lebih suka dekat kekuasaan karena sifat pragmatisnya, mendapat kekuasaan dan fasilitas lainnya.

Di tengah semakin tipisnya kepercayaan rakyat kepada partai yang saat ini duduk di DPR, seharusnya verifikasi partai yang dilakukan oleh KPU lebih terbuka. Dengan semakin banyaknya partai yang lolos bisa jadi pilihan rakyat akan semakin lepas dan bebas. Hadirnya partai baru diharapkan mampu menggusur partai lama yang tidak mengemban amanah reformasi. Namun harapan yang demikian sepertinya tertutup ketika hanya partai-partai itu saja yang lolos. Dengan demikian wajah Indonesia di tahun 2014 akan begini-begini saja.

*) Ardi Winangun, pengamat politik, tinggal di Matraman, Jakarta Timur

detiknews
Read more...

Forum Tarbiyah IIUM Eratkan Ukhuwah 4 Negara Serumpun

Tidak ada komentar
Istilah “Serumpun” sarat dengan persamaan baik budaya maupun bahasa. Itulah setidaknya landasan dan motivasi berkumpulnya sekitar 200 mahasiswa dari Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura dalam “Seminar Penulisan Putra-Putri Nusantara” (SERUMPUN2).
 
Acara yang diselenggarakan tanggal 4 November 2012 ini menjadi hari yang berbeda di Kampus International Islamic University Malaysia (IIUM).

Acara yang diselenggarakan sekelompok mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Forum Tarbiyah (FOTAR) IIUM  dibuka oleh Minister Konselor KBRI KL, Suryana Sastraduredja, Atase Pendidikan KBRI KL, Prof. Rusdi, MA.,Ph.D, serta Pejabat Dewan Pustaka dan Bahasa, Dr. Awang Sariyan.

Yang cukup menarik adalah kehadiran  empat orang penulis dari 3 negara semakin menambah kehikmatan acara. Salim A. Fillah (Indonesia), Suratman Markasan (Singapura), Ummu Hani (Malaysia), dan Dr. Zabrina A. Bakar (Malaysia) adalah empat orang sastrawan yang telah melahirkan karya-karya best seller di masing-masing Negara.

Baik KBRI KL maupun Dewan Pustaka dan Bahasa Malaysia sangat mengapresiasi dan menyambut positif acara SERUMPUN ini. Bahkan, pihak KBRI berharap acara semacam ini kembali digelar dengan menyertakan Philipina Selatan dan Thailand Selatan yang sama-sama memiliki kedekatan dalam penuturan bahasa.

Di samping itu, KBRI mendorong agar acara semacam ini lebih diluaskan lagi, baik secara aksi maupun lingkup. Hal ini mengingat peran mahasiswa sebagai pelapis kedua dalam diplomasi (second track diplomacy) menjadi sangat penting untuk dikembangtumbuhkan. Tentunya masukan demikian telah dan akan menjadi pertimbangan dalam program kerja Forum Tarbiyah (FOTAR) IIUM sebagai penyelenggara acara SERUMPUN2 ini.

Sementara itu, Hambari Nursalam, yang juga Ketua Umum FOTAR IIUM merasa puas dan bersyukur atas terselenggaranya acara SERUMPUN2 tahun ini. Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Hadi, Ketua Panitia SERUMPUN2 yang berhasil mendatangkan narasumber dari 3 negara, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Seminar SERUMPUN2 tahun ini memang berbeda dibandingkan sebelumnya karena turut melibatkan Singapura dan Brunei di samping pihak Indonesia dan Malaysia sebagai panitia penyelenggara. Pada kesempatan ini, Salim A. Fillah (Indonesia), Suratman Markasan (Singapura), Ummu Hani (Malaysia), dan Dr. Zabrina A. Bakar (Malaysia) menjadi narasumber yang secara mendalam mengupas motivasi menjadi penulis buku.

Sebelum diakhiri, Ayahanda Suratman Markasan, yang saat ini berusia 82 tahun, memberikanÉ pesan kepada generasi muda terkait dengan upaya mencari inspirasi menulis, yaitu dengan banyak Membaca, Menelaah, Berpikir, dan Mencipta (3M1P) serta Jujur, Ikhlas, Sabar, Tawakkal, dan Ridha. Semua sikap itulah, yang menurut beliau, merupakan prinsip utama yang harus melekat dalam benak setiap penulis.


Menulis bagian Dakwah
Salim A. Fillah dalam diskusinya mendeskripsikan hakikat menulis berdasarkan Surat Yusuf ayat 108, yakni:
Pertama, menulis adalah bagian dari jalan dakwah yang panjang. Menulis bisa jadi memberikan dampak yang panjang. Sehingga tak banyak orang suka menulis buku sastra popular.

Kedua, menulis adalah misi menuju kebaikan, baik pribadi maupun lingkungan. Sehingga, menulis memerlukan mujahadah yang tinggi untuk melahirkan karya yang berdaya tarik atau dampak yang besar bagi perubahan yang lebih baik menuju jalan Tuhan yang benar.

Ketiga, menulis semata-mata mencari keridhaan Allah. Hal ini berimplikasi pada karya sastra apapun yang dibuat akan diabdikan untuk menyeru pada kalimat-kalimat suci Allah. Demikian, menulis hanya untuk menunjukkan kebodohan dan dilandasi keilmuan yang dalam akan kebesaran Sang pencipta

Keempat, menulis adalah reflekasi amal jama’i. Kerjasama yang jujur dan tulus, semisal, antara penulis dan penerbit akan melahirkan sebuh karya sastra yang sarat dengan kebaikan dan kebenaran.

Kelima, menulis adalah metode untk selalu me-Mahasuci-kan Sang Pencipta melalui coretan pena. Sehingga, menulis tidak hanya penyaluran hobi, namun nilai-nilai Ilahiyah terintegrasi ke dalam bait-bait cerita.

Keenam, menulis jangan sampai menghantarkan kepada kemusyikan dalam arti mengarahkan kepada penyekutuan selain Allah. Sehingga, menjadi penulis Rabbani yang dilandasi oleh kedalaman ilmu dan hikmah menjadi nilai tambah bagi memberikan edukasi yang komprehensif kepada para pembaca.

Sebagai penutup, Ketua FOTAR, Hambari, dan Ketua Panitia SERUMPUN2, Muhamad Hadi mengaku puas dan syukur atas suksesnya acara ini dan berkomitmen untuk menyelenggarakannya pada tahun-tahun berikutnya. Akhirnya, Ayahanda Markasan, yang masih bugar di usia 82 tahun, berpesan kepada seluruh pemuda bahwa ”Menulis menuntut pemahaman ilmu yang dalam, karenanya Membaca, Menelaah, Berpikir, dan Mencipta (3M1P) serta Jujur, Ikhlas, Sabar, Tawakkal, dan Ridha, adalah beberapa elemen penting dalam menjaga konstensi sebagai menulis”ujarnya.*/Dimas Kusuma, Malaysia 

hidayatullah
Read more...

Mohon Doanya, Situs Hidayatullah.com Diretas Hacker Kristen

Tidak ada komentar
Situs berita Islam hidayatullah.com diretas oleh peretas yang mengaku sebagai Hacker Anonymous Kristen pada Senin (5/11/2012).

Hingga pukul 22.00 WIB, link hidayatullah.com dialihkan ke Fan Page jejaring sosial Facebook Hidyatullah Online.



Dalam rilisnya melalui Fan Page tersebut, terdapat perenyataan bahwa situs hidayatullah.com sedang mengalami gangguan.

“PENGUMUMAN: Assalamu'alaikum Warahmatullahi wa Barakatuhu. Sehubungan dengan gangguan pada Situs Hidayatullah.com oleh peretas yang mengaku sebagai HACKER KRISTEN, maka untuk sementara berita yang kami sajikan dialihkan lewat laman FB ini. Gangguan sedang kami atasi, mohon dukungan dan doa dari saudara-saudara sekalian. Terima Kasih. Tetap Semangat!!!” demikian pernyataan tersebut.

Diretasnya situs media Islam memang kerap terjadi, itu merupakan bukti bahwa musuh-musuh Islam hendak membungkam media Islam yang kristis dalam pemberitaannya. Namun hal tersebut tak akan berdampak besar, bahkan justru akan menambah eksisnya suatu media.

يُرِيدُونَ أَنْ يُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (QS. At-Taubah [9] : 32).

Semoga situs hidayatullah.com cepat pulih, semakin eksis dan bisa menyajikan pemberitaan tentang Islam dan kaum Muslimin seperti sedia kala. 
 
voa-islam
Read more...

Mustofa Narawardaya : Waspadai Jebakan Operasi Intelijen di Dunia Maya dan FB

Tidak ada komentar
Sosok Basir, pria yang dikenal melalui Facebook yang akhirnya ikut menyeret remaja belia bernama David dalam kasus terorisme dalam penangkapan di Palmerah Jakarta hingga kini masih misterius. Bahkan polisipun hingga kini tidak mengemumkannya. 

Menurut Mustafa Narawardaya, kasus ini merupakan cara baru rekayasa intelijen. Basir tercatat berkenalan melalui media sosial Facebook dengan Nanto, David dan Herman.

Keberadaan Basir menginap di rumah David awalnya karena ingin menumpang untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Namun, pada hari Sabtu (27/10/2012) Basir ditangkap bersama Nanto, David dan Herman di Palmerah Jakarta.

“Ini adalah cara terjorok konspirasi Intelijen hitam dalam menjerumuskan umat Islam,” begitu jelas Mustafa kepada hidayatullah.com menganalisa fenomena ini, Kamis (01/11/2012).

Menurut pengamat intelijen yang juga dikenal aktivis pemuda Muhammadiyah ini Densus 88 dan BNPT sudah gagal dalam menerapkan deradikalisasi dengan pola konvensional. Pola konvensional maksudnya dengan melakukan intervensi ke pengajian-pengajian dan masjid-masjid.

Karena itu ia  menggunakan cara teror untuk menebar ketakutan dengan pola baru. Tujuan dari pola non konvensional ini diharapkan bisa menghadirkan ketakutan di kalangan orang tua dan masyarakat dengan isu-isu syariat Islam.

“Jadi sekarang agen intelijen yang mengaku pejuang Islam buatan Densus ini cukup berkenalan di Facebook, mengidentifikasi rumah lalu menjebak dengan menaruh barang bukti, setelah itu menghilang sementara orang yang disinggahi rumahnya akan diciduk karena terkait jaringan terorisme..ini kotor sekali,” Jelas Mustofa.

Mustofa tegas mengingatkan sosok-sosok seperti Basir ini berkeliaran di media sosial seperti Facebook, Twitter dan sebagainya. Dunia media sosial menjadi cara paling murah merekrut orang untuk dituduh teroris. Dengan cara murah ini tetap bisa menghasilkan fitnah dengan hasil yang menggemparkan.

“Ya contohnya pada kasus David, anak hanya aktivis yang mencintai Islam tidak memiliki hubungan dengan jaringan teroris manapun, hanya karena kenal dengan Basir langsung asal dituduh teroris.”

Remaja Islam Harus Berhati-hati di Media Sosial

Mustofa dengan intonasi penuh kekhawatiran juga mengingatkan agar remaja Islam berhati-hati berkenalan dengan orang asing di dunia maya. Pasalnya saat ini semangat kebangkitan Islam itu sudah mulai tertanam
di kalangan pemuda dan remaja.

“Remaja Islam yang sadar syariat Islam itu sudah banyak, namun kadang masih polos dengan ungkapan-ungkapan di dunia maya, ini harus hati-hatin” jelas Mustofa.

Memiliki semangat Islam itu baik namun harus tetap diiringi dengan ilmu. Semua itu bertujuan agar kita lebih bisa memilah dan berstrategi agar perjuangan Islam tidak ditunggangi operasi Inteligen.

“Jika baru berkenalan dengan orang asing yang berteriak-teriak Islam secara frontal di dunia maya, wajib kita berhati-hati sampai kita kenal betul siapa dia dan apa latar belakangnya. Jangan mau sembarangan diajak ketemu di dunia nyata,” tambah Mustofa. 

hidayatullah
Read more...

Jadi Asesoris Fesyen, Rokok Membunuh Wanita

Tidak ada komentar
Jika wanita perokok usia 40 tahun menghentikan kebiasaannya menghisap tembakau, maka usianya kemungkinan akan lebih panjang 10 tahun. Demikian diantara kesimpulan dari hasil penelitian tentang wanita perokok.
 
Dilansir Euronews (31/0/2012), berdasarkan hasil studi yang dipublikasikan di Lancet Review, resiko kematian akibat merokok pada wanita sama besarnya dengan pria.

Dulu, kebanyakan perokok adalah pria. Namun, sejak Perang Dunia II, jumlah perokok wanita hampir menyamai jumlah perokok pria.

“Jika mereka merokok seperti pria, maka mereka akan meninggal seperti pria. Tetapi jika kita dapat mendorong wanita untuk menghentikan kebiasaannya merokok, maka hal itu akan mengurangi resiko maut yang disebabkan rokok dalam masyarakat. Dan jika kita bisa mencegahnya sebelum mereka memulai [kebiasaan merokok], maka hal itu jauh lebih baik,” kata Sarah Woolnough, peneliti kanker.

Hasil penelitian itu menunjukkan, jika wanita perokok menghentikan kebiasaannya sebelum usia 40 tahun, maka peningkatan resiko kematian akibat rokok akan bisa diturunkan sampai 90%. Apabila kebiasaan merokok dihentikan sebelum usia 30 tahun, peningkatan resiko kematian dapat dikurangi hingga 97%.

Para peneliti mengatakan, merokok di bawah usia 40 tahun tetap membahayakan. Dan bahaya itu semakin tinggi jika wanita merokok di usia 40 tahun ke atas.

Pada tahun 1960-an, di Inggris jumlah wanita perokok mencapai 40% sebagai akibat iklan dan citra yang dibangun bahwa rokok adalah bagian dari asesoris fesyen wanita. Dan tingginya angka wanita perokok serta pandangan bahwa rokok adalah asesoris wanita, hingga kini masih terus diwarisi masyarakat Inggris.

Penelitian Million Women Study itu dilakukan antara tahun 1996 sampai 2001 dengan melibatkan 1,3 juta wanita yang dijaring saat mereka melakukan pemeriksaan umum kanker payudara.

Studi itu mendapatai bahwa perokok berusia 40 tahun lebih mengalami resiko tiga kali lebih besar mati karena kanker paru-paru, penyakit paru-paru kronis serta gangguan jantung dan stroke.*

hidayatullah
Read more...

Category

Popular Posts

facebook