Comments

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Tips Sehat Mengkonsumsi Mie Instan

Tidak ada komentar

Tips Sehat Mengkonsumsi Mie Instan
Ilustrasi
 Konsumsi mie instan sudah lama menuai pro dan kontra. Banyak yang menyatakan bahwa mie enak ini tidak baik bagi kesehatan, tapi ternyata konsumsi mie instan di Indonesia termasuk yang terbanyak di dunia. Sebenarnya apa ya yang menyebabkan mie instan tidak sehat?
Mie instan adalah makanan dengan kandungan karbohidrat, garam, dan MSG yang  tinggi, namun rendah kandungan serat dan  proteinnya. Dalam mie instant dengan takaran saji 75 gram mengandung energi total 360 kkal,  karbohidrat total 45 gram, lemak total 16 gram, natrium sebanyak 1110 mg, kandungan serat pangan 2 gram dan protein 8 gram. Selain itu, makanan ini juga mengandung bahan pengawet.
Namun, jika kita dapat mensiasati kelebihan dan kekurangan mie instan ini kita dapat menjadikannya lebih sehat. Bagaimana kiat-kiatnya?
  1. Jangan jadikan makanan camilan semata. Menjadikan mie instan sebagai camilan kemudian tetap mengkonsumsi nasi atau mencampur mie instan dengan nasi beresiko menambah berat badan. Maka, kita harus memperhatikan asupan karbohidrat yang lain. Rata- rata kebutuhan karbohidrat harian tubuh yang direkomendasikan adalah 250 gram. Dengan kandungan pertakaran saji sebanyak 75 gram, tentu  konsumsi mie instan harus disiasati.
  2. Tambahkan topping sayuran dan sumber protein. Kandungan serat pangan yang rendah dapat memicu usus kita terluka. Itulah mengapa kadang perut terasa perih setelah mengkonsumsi mie instan. Maka, untuk mensiasatinya tambahkan potongan sawi, irisan daun bawang, tomat, tauge, kacang polong , telur atau irisan daging agar kandungan karbohidrat, serat, dan proteinnya seimbang.
  3. Rebus dengan takaran air yang sesuai. Selain untuk melembutkan tekstur mie instan, perebusan juga bermanfaat menguraikan zat pengawet yang terkandung dalam mie. Merebus dengan air yang terlalu sedikit mengurangi proses penguraian bahan pengawet.
  4. 4.       Ganti air rebusan. Jangan menggunakan air rebusan sebagai kuah mie yang akan kita konsumsi. Mengganti air rebusan dengan air matang panas dapat menjadi solusi.
  5. 5.       Gunakan separuh bumbu. Jangan terlena dengan gurihnya mie instan ini. Ini karena mie instan mengandung natrium yang tinggi, baik dari kandungan garam dapur atau NaCl (Natrium Clorida) maupun dari kandungan MSG/MNG(Mono Sodium Glutamat/Mono Natrium Glutamat)nya.  Rekomendasi kebutuhan natrium harian tubuh adalah 2300 mg untuk orang dewasa dan 1500 mg untuk balita, sementara tiap takaran saji mie instan mengandung 1110 mg. Jika kita akumulasi dengan kandungan natrium dalam bahan makanan lain yang kita makan selama satu hari seperti tempe goreng, ayam goreng, sayur, dll sangat mungkin melebihi kebutuhan harian kita. Konsumsi natrium berlebih dapat memicu tekanan darah tinggi (hipertensi) juga menambah beban kerja ginjal. Hal ini berisiko tinggi terutama bagi balita dan ibu hamil. Jika hal ini berlangsung terus menerus pada anak-anak dapat melemahkan kinerja ginjalnya bahkan memicu gagal ginjal.
Demikian pula serbuk cabainya, ada beberapa jenis mie instan yang pedas bahkan ekstra pedas. Bagi penderita maag serbuk cabai dapat memicu kambuhnya penyakit ini. Maka, serbuk cabai dapat digunakan separuhnya atau disesuaikan dengan kemampuan konsumsi.

Diolah dari detikfood.com

(esqiel/muslimahzone.com/bringislam.web.id)
Read more...

Penyebab Tidak Cepat Hamil

Tidak ada komentar
Ketika seorang pasangan telah menemukan cinta sejatinya dan memutuskan untuk menjalin hubungan rumah tangga, maka anak adalah sesuatu yang sangat diidam-idamkan oleh seluruh pasangan suami istri. Kehamilan adalah sebuah anugerah yang sangat luar biasa dan tak ternilai harganya yang diberikan oleh Allah SWT kepada hambanya.
Namun pada kenyataannya masih banyak pasangan yang belum dikaruniai momongan, bahkan meskipun telah menikah bertahun-tahun. Meskipun telah melakukan hubungan berkali-kali namun hasilnya masih nihil.
Menurut tenaga kesehatan yang berkompetensi dibidang ini, ada beberapa penyebab tidak cepat hamil. Masalah kesuburan bukan menjadi masalah utama penyebab tidak cepat hamil, namun ada beberapa masalah eksternal yg mungkin menjadi penyebab tidak cepat hamil.

Berikut 6 Penyebab Tidak Cepat Hamil :


1. Mengidap Penyakit Menular Seksual
Penyakit menular seksual adalah penyakit yang meyerang organ reproduksi pria maupun wanita yang disebabkan oleh hubungan intim dengan orang yang telah terjangkit penyakit kelamin tesebut. Ini adalah masalah yang serius jika ini terjadi kepada anda, segera konsultasikan dengan dokter anda.
2. Menunda Kehamilan Terlalu Lama
Tidak sedikit pasangan suami istri yang menunda kehamilan dengan berbagai alasan, diantaranya adalah alasan karir. Padahal setelah menikah (antara 20 hingga 35 tahun) adalah masa terbaik untuk kehamilan. Semakin tua seorang wanita, maka produktifitas dan kualias sel telur akan menurun, sehingga kemugkinan untuk hamil juga menurun.
3. Terlalu Kurus atau Terlalu Gemuk
Semua wanita past mengidam-idamkan tubuh langsing. Seorang wanita akan melakukan apapun untuk mendapatkan tubuh yang langsing, padahal jika terlalu langsing akan sangat mengganggu kesuburan. Begitu halnya dengan terlalu gemuk, sel-sel lemak yang terlalu banyak akan menyebabkan produksi kelebihan produksi estrogen, sehingga ovulasi tidak teratur. Obesitas dapat meningkatkan resiku keguguran.
4. Berolahraga terlalu berat
Olahraga memang sangat baik untuk kesehatan, tetapi jika anda melakuannya terlalu berat, maka akan membuat seorang wanita sulit hamil. Seorang wanita yang terlalu berat berolahraga akan kehilangan lemak yang membantu produksi estrogen. Ini juga bisa menjadi penyebab tidak cepat hamil.
5. Suplemen kimia
Telah banyak beredar dipasaran suplemen-suplemen yang dapat dengan mudah didapatkan di apotik. Kebanyakan suplemen ini hanya memberikan informasi tentang keungulan / kegunaannya saja, tanpa memberikan informasi efek samping jika dikonsumsi terlalu banyak. Misalnya seorang yang mengkonsumsi suplemen vitamin A terlalu banyak dapat menyebabkan kelainan hati dan gangguan lain. Tidak menutup kemungkinan terlalu banyak suplemen akan mengganggu organ reproduksi termasuk kesuburan. Lebih baik mengkonsumsi suplemen alami dari alam (makanan sehat) dengan jumlah yang cukup.
6. Faktor lain
Faktor lain yang dapat menyebabkan seorang wanita sulit hamil adalah kebiasaan merokok, minum minuman keras dan terlalu banyak kafein (yang banyak terdapat di kopi) dalam tubuh.
Masih banyak penyebab tidak cepat hamil selain yang tersebut diatas. Biasakanlah pola hidup sehat, karena itu merupakan salah satu cara terbaik agar cepat hamil. Konsultasikan dengan dokter anda untuk informasi lebih lanjut dan jangan lupa untuk berdoa memohon kepada sang Maha Pencipta. Semoga bermanfaat. [info kesehata/www.bringislam.web.id]
Read more...

Hati-Hati, Berbagai macam Nama Babi dalam Makanan

Tidak ada komentar

Tolong sebarkan ini kepada saudara kita yang lainnya agar berhati hati dalam memilih makanan,

Istilah Makanan Yang Berkaitan Dengan Babi..

Mungkin banyak umat Islam tidak tahu bahwa label label yang bertulis 'This product contain substance from porcine.Sebenarnya bermaksud 'Produk ini mengandungi bahan daripada babi. Selain itu, antara label yang kerap digunakan adalah 'The source of gelatin capsule is porcine' yang bermaksud 'Kapsul dari gelatin babi.

Berikut antara istilah sains yang digunakan dalam produk yang mengandungi unsur babi:

1. Pork: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.

2. Swine: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesis babi.

3. Hog: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.

4. Boar: Babi liar.

5. Lard: Lemak babi yang digunakan bagi membuat minyak masak dan sabun.

6. Bacon: Daging haiwan yang disalai, termasuk babi.

7. Ham: Daging pada bahagian paha babi.

8. Sow: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan).

9. Sow Milk: Susu babi.

10.Pig: Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya bermaksud babi muda, berat kurang daripada 50 kg.

11.Porcine: Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal daripada babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang perubatan untuk menyatakan sumber yang berasal daripada babi.

Sebarkan kepada semua saudara-saudara kita agar lebih berhati-hati..Moga Allah S.W.T akan membalas jasa baik anda dan semoga Allah memelihara kita di dunia dan di akhirat.
[facebook.com/www.bringislam.web.id]
Ilmu hak Umat Islam seluruh dunia.... tolong "SHARE" & "LIKES"  Tolong sebarkan ini kepada saudara kita yang lainnya agar berhati hati dalam memilih makanan,  Istilah Makanan Yang Berkaitan Dengan Babi..  Mungkin banyak umat Islam tidak tahu bahwa label label yang bertulis 'This product contain substance from porcine.Sebenarnya bermaksud 'Produk ini mengandungi bahan daripada babi. Selain itu, antara label yang kerap digunakan adalah 'The source of gelatin capsule is porcine' yang bermaksud 'Kapsul dari gelatin babi.  Berikut antara istilah sains yang digunakan dalam produk yang mengandungi unsur babi:  1. Pork: Istilah yang digunakan untuk daging babi di dalam masakan.  2. Swine: Istilah yang digunakan untuk keseluruhan kumpulan spesis babi.  3. Hog: Istilah untuk babi dewasa, berat melebihi 50 kg.  4. Boar: Babi liar.  5. Lard: Lemak babi yang digunakan bagi membuat minyak masak dan sabun.  6. Bacon: Daging haiwan yang disalai, termasuk babi.  7. Ham: Daging pada bahagian paha babi.  8. Sow: Istilah untuk babi betina dewasa (jarang digunakan).  9. Sow Milk: Susu babi.  10.Pig: Istilah umum untuk seekor babi atau sebenarnya bermaksud babi muda, berat kurang daripada 50 kg.  11.Porcine: Istilah yang digunakan untuk sesuatu yang berkaitan atau berasal daripada babi. Porcine sering digunakan di dalam bidang perubatan untuk menyatakan sumber yang berasal daripada babi.  Sebarkan kepada semua saudara-saudara kita agar lebih berhati-hati..Moga Allah S.W.T akan membalas jasa baik anda dan semoga Allah memelihara kita di dunia dan di akhirat.
Read more...

China Hancurkan Dua Ton Cake Mengandung Bakteri Selokan

Tidak ada komentar
83395_cake_kukus_mocca_cokelat_663_382.jpg (663×382)Pemerintah China menghancurkan hampir dua ton cake cokelat yang diimpor dari perusahaan Ikea di Swedia. Menurut pejabat China, kue-kue itu mengandung bakteri yang biasa terdapat pada selokan atau kotoran manusia.

Diberitakan Daily Mail, Selasa 5 Maret 2013, sebanyak 1.872 kilogram cake cokelat almond dari Swedia itu mengandung bakteri coliform dalam jumlah banyak. Kandungan ini ditemukan oleh petugas karantina bandara yang langsung menghancurkan cake tersebut sebelum sempat mampir ke restoran Ikea.

Juru bicara Ikea Ylva Magnusson mengatakan bahwa peristiwa pemusnahan cake-cake tersebut terjadi di China pada bulan November dan Desember tahun lalu. Namun, kabar ini baru sampai ke kantor pusat Ikea pada Senin pekan ini.
"Produk itu dihentikan dan dihancurkan. Jadi tidak ada cake itu yang sampai ke restoran kami," kata Magnusson.

Dia mengatakan bahwa kasus bakteri coliform ini hanya terjadi pada dua rantai produksi. Ikea menarik seluruh produk jenis ini dari 23 negara, kecuali Inggris dan Irlandia. Dalam pengujian produk lainnya, tidak ditemukan bakteri serupa.

Baktero coliform bisa ditemukan di dalam tanah, tanaman, air dan lingkungan sehari-hari manusia, seperti kotoran manusia dan binatang berdarah panas. 

Sebelumnya pekan ini, biro karantina Shanghai juga menghancurkan 2,7 ton cokelat batangan Neste dan krim keju Kraft karena diduga mengandung terlalu banyak sorbitol, pemanis yang jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan sakit perut.[Tan Saliman/www.bringislam.web.id]
Read more...

Bayi Batuk Pilek Tak Butuh Obat Kimia

Tidak ada komentar
Siapapun orang tua, pasti tak menginginkan bayinya sakit, meskipun sakitnya itu termasuk biasa-biasa saja. Tapi, meskipun biasa, tetap yang namanya sakit alias nggak enak body, nggak boleh disepelekan. Apalagi ini yang nggak enak body, masih bayi. Belum bisa bilang apa yang nggak enak, maunya apa, dan sebagainya. Yang bisa dilakukan bayi hanya menangis dan menangis saja untuk mengungkapkan ketidaknyamanannya itu.

Saya pun sebagai orang tua baru, juga tidak pernah membayangkan bayi saya akan sakit. Sekitar 2 minggu lalu, bayi saya yang berusia 2 bulan, tertular flu dari ayahnya. Ceritanya, ayahnya ketularan flu dari teman-temannya di kantor. Sama seperti ayahnya yang batuk pilek, bayi saya juga batuk pilek. Tapi alhamdulillah, bayi saya tidak mengalami demam. Sementara ayahnya sempat demam tinggi.
 
Sebenarnya, saya sudah menjauhkan betul-betul bayi saya dari ayahnya. Toh, ayahnya juga tidak tidur sekamar maupun seranjang dengan saya dan bayi saya. Tapi, yang namanya cuma hidup bertiga dengan bayi, dan jauh dari orang tua maupun keluarga, saya tidak memiliki partner yang bisa dijadikan teman berganti tugas. Saat saya lelah mengurus bayi yang saat itu sedang sering rewel, mau tak mau, saya melibatkan suami saya untuk bergantian menggendong maupun menenangkan bayi kami. Meskipun suami saya sudah selalu memakai masker saat dekat dengan bayi kami, toh ternyata virus itu menular juga.
 
Kami menyadari kalau bayi kami tertular flu saat tahu nafasnya berbunyi ngik-ngik ketika tidur pada malam hari. Selain itu, pada malam itu, tidurnya tidak tenang. Tangannya bergerak terus mencakar-cakar muka dan hidungnya. Keesokan paginya, dari dalam hidungnya (atau tenggorokannya?) muncul suara nggruk-nggruk saat dia bernafas. Kami menebaknya, itu adalah dahak.
 
Meskipun sejak hamil, saya dan suami sudah berkali-kali meyakinkan pada diri kami bahwa kami akan tetap tenang saat anak nggak enak badan, tapi ternyata ketika terjadi betulan, saya panik. Saya bersyukur suami tidak panik. Padahal biasanya, dia lebih panik daripada saya. Coba kalau dua-duanya panik, pasti ribet jadinya. Di tengah kepanikan saya, langkah pertama yang saya lakukan adalah meminta tolong suami untuk mengontak kakak ipar saya yang berprofesi sebagai bidan, menanyakan apa obat flu bagi bayi 2 bulan. Karena tidak memeriksa langsung bayi kami, kakak ipar saya tidak berani merekomendasikan obat apa yang bisa dikonsumsi bayi kami.
 
Syukur alhamdulillah, saat itu ada ibu saya yang sedang menginap di rumah. Lantas ibu membuatkan ramuan obat tradisional berupa bawang merah diparut dan dicampur minyak telon, kemudian diusapkan ke ubun-ubun bayi, telapak kaki bayi, pusar bayi, dan juga punggung bayi. Katanya, itu adalah obat tradisonal jika bayi terkena batuk pilek. Saat di kantor, suami saya juga googling obat tradisional lain yang bisa kami berikan buat bayi kami. Tiga lembar daun sirih diremas-remas, dicampur air perasan jeruk nipis, kemudian dioleskan pada leher bayi.
 
Sehari setelah diberi ramuan-ramuan itu dan batuk pileknya belum sembuh-sembuh juga, saya yang masih panik mengajak suami untuk memeriksakan bayi kami ke rumah sakit. Saat itu sekitar jam 11 siang, di tengah teriknya sinar matahari. Sesampainya di rumah sakit, ternyata dokter anak yang kami cari, sedang tidak ada. Duuuh … sedihnya. Siang-siang panas-panas begini, tapi dokternya nggak ada. Akhirnya kami membawa bayi kami ke rumah bersalin di dekat rumah. Di sana, bidan yang memeriksa memberikan obat batuk pilek berupa sirup. Obat itu diberikan 3 kali sehari dengan takaran 1/4 sendok sirup. Tahu begini, dari tadi ke rumah bersalin ini saja. Langsung ketemu paramedisnya, juga diberi obat. Pikir saya waku itu.
 
Sesampainya di rumah, saya berikan sirup itu memakai sendok. Tapi ternyata, bayi kami melepehnya. Obatnya tidak tertelan sepertinya. Kalaupun tertelan, sepertinya hanya sedikit sekali. Malamnya, saya kembali memberikan sirup itu menggunakan sendok. Tapi lagi-lagi bayi kami melepehnya. Melihat begitu, ibu saya menyarankan agar besok pagi memberikan sirupnya memakai kapas agar tertelan bayi. Ternyata benar tertelan. Saya ambil sedikit kapas, mencelupkan ke sirup yang sudah ditakar dalam sendok obat, kemudian memasukkan kapas itu ke mulut bayi dan memerasnya saat sudah ada di dalam mulut bayi. Obat itu tertelan semua. Saya ‘berhasil’ memasukkan obat itu sebanyak 4 kali selama 4 kali waktu meminum obat.
 
Saat saya di kantor dan buka facebook, saya menulis status tentang batuk pilek yang diderita bayi kami. Alhamdulillah, ada resep-resep yang diberikan beberapa teman. Ada terapi pijat batuk pilek, memberikan ASI lebih banyak, juga ada memberi ramuan obat tradisional yang sudah kami lakukan. Kemudian secara tak sengaja, saya membaca sebuah up load tulisan tentang anak yang terkena batuk pilek. Ya Allah … saya sudah pernah membaca tulisan itu, dulu saat saya belum hamil, juga saat saya hamil. Tapi kok saya lupa yaaaaa? 
 
Inti dari tulisan itu adalah bahwa saat anak kita, terutama bayi, terkena batuk pilek, kita tidak perlu buru-buru memberinya obat kimia. Karena sebetulnya, bayi kita tidak memerlukan obat kimia untuk batuk pileknya. Perbanyak minum dan istirahat. Kalau masih bayi, perbanyak ASI. Bahkan jika bayi kita tidak meminta ASI, si ibu harus memberikan ASInya. ASI-lah yang nanti akan menjadi penyembuh batuk pilek bayi.
 
Deg! Saya jadi tersadar. Kenapa saya lupaaaaa? Bukankah saya pernah membacanya? Juga membaca artikel-artikel serupa? Setelah membacanya, segera saya kirim SMS kepada suami saya. Saya bilang bahwa saya membatalkan untuk memeriksakan kembali bayi kami yang belum sembuh itu ke dokter. Saya bilang, singkirkan obat sirup itu. Kami tidak akan memberikan sirup itu pada bayi kami. Kasihan tubuhnya yang masih ringkih, yang masih berusia 2 bulan, tapi sudah terpapar obat kimia. Apalagi obat kimia itu tidak dibutuhkan tubuh bayi saya.
Akhirnya saya mensyukuri kakak ipar saya yang tidak berani merekomendasikan obat untuk bayi kami. Saya juga mensyukuri dokter anak yang kami cari, sedang tidak ada di rumah sakit saat kami ke sana. Saya juga bersyukur, bayi saya pintar. Dia melepeh sirup itu. Meskipun saya juga menyesal, ada juga sirup yang tertelan olehnya, 4 kali.
 
Untuk menyembuhkan batuk pileknya, ASI yang sudah banyak saya berikan, saya perbanyak lagi. Saya juga tetap memberikan ramuan obat tradisional bawang merah parut dicampur minyak telon. Saya juga menguapi bayi kami dengan cara merebus air hingga mendidih, kemudian meneteskan 5 hingga 10 tetes minyak telon. Biarkan uapnya dihirup bayi. Uap itu akan meredakan hidung mampet. Saya juga menjemur bayi saya pada pagi hari selama sekitar 10 menit. Bayi ditelungkupkan, kemudian tepuk-tepuk punggungnya. Itu untuk merangsang bayi batuk sehingga dahaknya keluar. Saya pun juga meletakkan irisan-irisan bawang merah di sudut-sudut kamar tempat bayi saya tidur. Katanya, irisan-irisan bawang merah itu akan mensterilisasi ruangan.
 
Tak hanya itu, saya juga melakukan terapi pijat batuk pilek di rumah bersalin di dekat rumah itu. Bayi kami disinari menggunakan sinar infra merah. Sinar itu akan mencairkan dahak. Kemudian ditepuk-tepuk dada dan punggungnya untuk merangsang bayi batuk sehingga dahaknya keluar. Duuuh … kok ya bidannya waktu itu tidak menyarankan agar bayi saya terapi pijat batuk pilek saja? Toh juga di klinik itu. Keuntungannya juga buat klinik itu. Saat saya memeriksakan bayi kami ke sana, saya belum tahu tentang terapi pijat batuk pilek untuk bayi dan anak-anak.
 
Tapi, mungkin inilah yang namanya menimba ilmu dan pengalaman. Pengalaman adalah guru yang paling berharga. Dari sini, saya dan suami juga tambah ilmu, tambah belajar. Terima kasih, anakku sayang, kau telah mengajari Ibu. Alhamdulillah, setahap demi setahap, bayi kami lekas sembuh dari batuk pileknya. Dan sekarang, dia sudah kembali ceria. Sudah ketawa-ketawa riang lagi. Senangnyaaaaaa. ^_^
 
Read more...

BAB Bayi ASI Eksklusif

Tidak ada komentar
ASI saya cukup gak ya. Kekhawatiran seperti ini seringkali dialami oleh para ibu menyusui. Apalagi jika sang bayi sering menangis, mudah terbangun, atau suka menghisap/mengenyot tangannya.

Sebenarnya adakah tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi mendapatkan cukup ASI (Air Susu Ibu)? Dalam jangka panjang indikasi atau tanda kecukupan yang paling utama adalah peningkatan berat badan. Ada juga tiga tanda sederhana yang dapat diperhatikan ibu, yakni dengan mengamati cara bayi menyusu, buang air kecil (BAK), dan buang air besar (BAB). Tulisan ini membahas BAB bayi yang hanya mendapat ASI atau yang lebih dikenal dengan istilah ASI eksklusif (ASIX).


Tiga Hari Pertama
Beberapa hari pertama setelah kelahirannya bayi mengeluarkan mekonium, yakni bahan lengket berwarna hijau pekat mendekati hitam yang terkumpul di dalam usus bayi selama berada di kandungan. Pada hari ketiga, bayi yang mendapatkan lebih banyak ASI akan buang air besar lebih mudah. Biasanya bayi sudah mengeluarkan seluruh mekonium dan bentuk tinja bayi berubah di hari keempat.


Bulan Pertama
Tinja bayi yang wajar berwarna kuning, sedikit berbau, memiliki bentuk lunak agak cair dan berbij-biji. Bentuk tinja juga dapat sedikit berbeda, misalnya berwarna lebih hijau atau kuning pekat, berlendir atau berbuih. Perbedaan warna ini tidak menunjukkan masalah apapun. Bayi ASIX yang semakin mudah buang air besar di hari ketiga kehidupannya berarti dalam keadaan yang baik.
Bayi yang sehat dan mendapat cukup asupan ASI akan buang air kecil lebih dari enam kali dalam sehari. Walaupun begitu, segera periksakan bayi kepada tenaga atau fasilitas kesehatan jika ia mengalami salah satu dari tanda-tanda di bawah.
  1. Bayi masih mengeluarkan mekonium pada usia 4 atau 5 hari
  2. Bayi usia 5-21 hari tidak buang air besar dalam 24 jam
  3. Tinja bayi berwarna coklat, jarang buang air besar, atau tinja sedikit
Selain mengamati asupan bayi, memantau frekuensi buang air besar dan jumlah tinja merupakan cara untuk menilai bilamana bayi mendapatkan cukup ASI. Jumlah tinja bayi seharusnya meningkat setidaknya pada hari kelima dengan frekuensi buang air besar 2-3 kali setiap hari. Bahkan beberapa bayi buang air besar setiap selesai menyusu dan ini bukan berarti bayi menderita diare.
Diare adalah kondisi perubahan frekuensi buang air besar secara mendadak dengan jumlah tinja lebih banyak dan dalam bentuk yang sangat cair. Terus berikan ASI dan perbanyak asupannya untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan pada bayi. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi berikut ini:
  • Mata kering, bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata atau hanya sedikit;
  • Kulit, mulut dan bibir lebih kering;
  • Air seni berwarna gelap, keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali;
  • Mata tampak cekung atau terbenam;
  • Sangat lemas dan kesadaran menurun;
  • Selalu merasa haus atau malah menolak minum;
  • Ubun-ubun terlihat cekung;
  • Ketika kulit dicubit dengan dua jari kulit sulit kembali ke bentuk asal.
Segera hubungi tenaga atau fasilitas kesehatan bila menemukan tanda dehidrasi, diare yang disertai dengan darah, kejang, nafas cepat dan dangkal, muntah terus-menerus, panas tinggi di atas 38,5°C yang tidak berkurang dalam 2 hari, diare berlangsung lebih dari 14 hari, atau bayi tampak kesakitan atau kolik. Bayi yang kesakitan akan menangis kuat sambil menekuk kaki, gelisah serta berkeringat.

 
Usia 2-6 Bulan
Frekuensi buang air besar setiap bayi berbeda-beda. Secara umum frekuensi buang air besar bayi akan semakin berkurang seiring pertambahan usianya karena usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik. Memasuki bulan kedua, beberapa bayi ASIX mendadak mengubah frekuensi buang air besar mereka dari sering menjadi sekali dalam tiga hari. Bahkan ada bayi yang tidak buang air besar selama 20 hari atau lebih. Selama bayi sehat dan bentuk tinja wajar maka hal tidak menjadi masalah. Memang bayi ASIX lebih jarang mengalami sembelit atau konstipasi karena nutrisi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh serta mengandung zat laksatif yang dapat mengencerkan tinja.


Setelah Bulan Keenam
Setelah bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MPASI) biasanya frekuensi buang air besar, bentuk dan jumlah tinja akan berubah tergantung dari asupan makanannya. Jika tinja bayi keras hingga saat buang air besar ia mengalami kesulitan, rasa nyeri, atau bahkan luka anus yang berdarah, hal ini dinamakan sembelit. Tambahkan cairan, buah, dan serat ke dalam makanannya. Sembelit yang disebabkan oleh diet makan yang tidak seimbang akan hilang dengan sendirinya. Segera hubungi tenaga kesehatan apabila sembelit disertai dengan sakit perut hebat atau muntah.
Sumber:
  • Newman, Jack. Kernerman, Edith. 2009. Is My Baby Getting Enough Milk?, diakses April 2011).
  • Pujiarto, Purnamawati S. 2008. Q&A Smart Parents for Healthy Children. Jakarta: Intisari.
  • Suririnah. 2009. Buku Pintar Merawat Bayi 0-24 Bulan. Jakarta: Gramedia.


    aimi-asi.org
Read more...

Bahaya Tali Pusat yang Tidak Terawat (1)

Tidak ada komentar

Merawat bayi
Foto: Getty Images

Merawat bayi ternyata tak bisa dianggap sepele. Salah merawat, bisa-bisa tumbuh-kembang bayi jadi terhambat.  

Secara umum, bayi yang baru lahir harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Nah, orangtualah yang bertugas untuk menyediakan lingkungan yang paling optimal bagi tumbuh kembang Si Kecil. “Dalam arti, bayi tidak perlu repot beradaptasi,” kata dokter spesialis anak dari RS Royal Taruma, Jakarta, Dr. Elizabeth Hutapea, Sp.A. 
 
Bayi akan beradaptasi jika suhu di luar terlalu dingin atau terlalu panas. Dan setiap kali dia beradaptasi (melakukan respons terhadap lingkungan), ia akan mengeluarkan kalori, sehingga tumbuh kembangnya menjadi agak berkurang. Karenanya lingkungan yang paling optimal perlu disiapkan sehingga bayi tidak perlu berespons aneh-aneh. Misalnya, suhu air untuk mandi yang sebaiknya mendekati suhu tubuh bayi. Air conditioner (AC) juga cukup disetel yang menyerupai suhu  tubuhnya dan tidak membuat bayi gerah. 

Selain kenyamanan, kebutuhan lain adalah asih, asah, dan asuh, termasuk makanan (ASI) dan bonding dengan orangtua. Apa lagi yang perlu diperhatikan oleh orangtua dalam merawat bayi? Simak penjelasan lengkap dari Elizabeth berikut ini.


Memandikan Bayi
Bayi sebaiknya dimandikan 1-2 kali sehari. Waktunya disesuaikan dengan kondisi bayi. Suhu air yang digunakan untuk mandi sebaiknya hangat. Tujuannya supaya perbedaan suhu bayi dan suhu air tidak terlalu jauh, bayi tidak menggigil sesudah mandi dan tidak demam kalau airnya dingin. 

Untuk mengukur suhu air yang pas, cukup samakan dengan suhu tangan orang dewasa. Siapkan air, masukkan tangan ke baskom. Kalau suhunya sama dengan tangan, berarti itulah suhu air yang sesuai untuk bayi. Ini akan menjaga supaya respon bayi tetap minimal, tidak perlu terlalu beradaptasi. 

Sabun yang bagus digunakan adalah semua produk sabun bayi, entah sabun batang maupun cair, karena pH-nya lebih sesuai dengan pH bayi (antara 4,5-5) dan biasanya mengandung pelembab (moisturizer). Hindari memakai sabun dewasa. Pada kasus-kasus di mana bayi bermasalah dengan kulitnya, bisa menggunakan sabun yang mengandung hipoalergenik. Sementara untuk sampo bayi, sebaiknya juga menggunakan sampo khusus bayi yang biasanya disediakan satu paket beserta sabun mandi bayi.  


Merawat Tali Pusat
Orangtua sebaiknya tidak menganggap remeh perihal merawat tali pusat bayi sebab erat kaitannya dengan infeksi. Tanda-tanda infeksi biasanya tali pusat basah dan berbau, padahal seharusnya tidak berbau. Kalau ada bau, sebaiknya segera kontrol ke dokter untuk memastikan apakah perlu obat lain, seperti antibiotik. Pasalnya, infeksi pada tali pusat bisa berakibat fatal, antara lain bisa menyebabkan infeksi darah maupun infeksi otak. 

Cara membersihkan tali pusat cukup dengan menggunakan alkohol 70 persen, 1-2 kali sesudah mandi. Sesudah dibersihkan, tidak perlu dibungkus kasa atau kain. Biarkan terbuka supaya cepat kering. Yang penting tidak terkena air kencing bayi karena itu sebaiknya pemakaian popok jangan sampai menutupi tali pusat. Bersihkan tali pusat sampai lepas. Kalau sudah lepas, dan kering dalam waktu 24 jam, tidak perlu dibersihkan lagi. Jangan berikan ramuan-ramuan tradisional maupun bedak, karena akan memperlambat tali pusat mengering. 


Merawat Alat Kelamin Bayi
Pada bayi perempuan yang baru lahir kerap kali muncul lendir keputihan di sekitar alat kelaminnya. Sebaiknya bersihkan dengan kapas yang dibasahi air. Arahnya dari depan ke belakang, jangan dari belakang ke depan. Bersihkan rutin pada saat mandi sampai lendir keputihan tadi hilang. Produksi lendir keputihan ini sebetulnya normal pada bayi baru lahir dan merupakan efek hormon dari Sang Ibu. Bahkan, kadang-kadang sering keluar darah sedikit. 

Untuk bayi laki-laki pun sama. Cara membersihkan alat kelamin bayi laki-laki adalah dengan membersihkan kulup menggunakan kapas yang dibasahi air hangat setiap mandi. 

Jangan sekali-sekali memakai bedak setelah membersihakan alat kelamin bayi, karena bisa menimbulkan infeksi dan iritasi. Juga tidak disarankan menggunakan tisu basah untuk merawat alat kelamin sehar-hari, karena bisa menyebabkan iritasi pada alat kelamin dan daerah sekitarnya. Akibatnya, bayi bisa rewel, kesakitan, dan terjadi infeksi. Tisu basah boleh digunakan hanya pada saat emergensi, misalnya saat bepergian jauh. Iritasi juga bisa dihindari dengan segera mengganti popok atau popok sekali pakai begitu anak buang air besar (BAB).


Waspadai Kolik Berlebihan
Seringkali, bayi menangis kesakitan tanpa sebab setiap menjelang malam. Kondisi ini disebut kolik. Apa sebabnya? Sampai sekarang belum diketahui secara pasti penyebab atau mekanisme kolik. Namun, kolik biasanya dihubungkan dengan pengosongan lambung, juga kerap dihubungkan dengan penyerapan susu. Rata-rata, bayi yang minum ASI eksklusif lebih jarang kolik dibanding mereka yang yang minum susu formula. 

Biasanya, kolik muncul setelah bayi berusia 3 minggu dan akan hilang sendiri. Yang penting, saat menangani bayi yang kolik adalah sebisa mungkin bayi dibuat nyaman sehingga tidak menangis hebat. Misalnya dengan digendong atau ditimang-timang. Dan oleh karena mekanisme pastinya sampai sekarang belum jelas, maka penanganannya pun hanya dengan pemberian obat nyeri dan pemberian ASI eksklusif yang dianggap lebih mudah dicerna. 

Yang perlu diperhatikan adalah jika bayi kolik berlebihan. Jangan-jangan yang terjadi bukan kolik, melainkan usus melilit atau usus terjepit (invaginasi). Jika ini yang terjadi, Elizabeth menyarankan agar bayi dibawa ke dokter untuk memastikan tidak ada usus yang melilit, usus yang melintir, atau usus terjepit. Selain itu, pada kolik yang normal, bayi tetap BAB seperti pola biasanya. Bayi juga baik-baik saja pada siang hari dan minumnya juga bagus. Sementara pada kolik yang diikuti terganggunya pola defekasi (buang air besar atau BAB), misalnya bayi jadi jarang BAB, harus dipastikan apakah ada kemungkinan gangguan pada usus tadi. 

Yang sering jadi pertanyaan, kenapa kolik muncul menjelang petang? Sampai sekarang belum diketahui secara persis penyebabnya. Namun, ini biasanya dihubungkan dengan sistem neurohormonal bayi. Misalnya, apakah hormon-hormon pencernaan pada bayi lebih rendah di malam hari. 

Read more...

Cumi Goreng Tepung Ini Ternyata Usus Babi!

Tidak ada komentar

Jakarta – Fried calamari alias potongan daging cumi berbentuk cincin yang digoreng tepung memang jadi favorit karena rasa gurih renyahnya. Namun, ternyata sebagian fried calamari yang dijual di restoran di Amerika sebenarnya berasal dari usus babi yang biasa disebut ‘bung’. Berdasarkan berita yang dilansir Huffington Post(17/01/2013), acara radio ‘This American Life’ episode 11 Januari 2013 menginvestigasi cumi imitasi ini. Ben Calhoun, produser program itu, menuliskan laporannya.
“Di restoran manapun, tepat pada detik ini, orang-orang memeras irisan lemon ke atas ‘cincin’ yang renyah dan berwarna keemasan, mencelupkannya ke saus marinara, dan mereka menyantap usus babi. Kini mereka mengunyahnya, merasa puas dan benar-benar tak tahu apa-apa. Inilah balasan untuk ketidakacuhan kita terhadap asal makanan yang kita santap, dan bagaimana makanan tersebut sampai ke kita.
Food Safety and Inspection Service (FSIS) United States Department of Agriculture (USDA) yang berwenang memastikan pelabelan makanan yang benar, angkat bicara mengenai masalah ini. Menurut Mark Wheeler, juru bicaranya, ia tidak mengetahui keberadaan produk yang secara khusus berlabel ‘calamari imitasi’. Kalaupun ada dan berasal dari usus babi, seharusnya diberi label yang jelas.
Wheeler menambahkan bahwa usus babi bisa dimakan dan lebih sering disebut sebagai ‘pork chitterlings’. Menurut USDA, isi perut babi ini memiliki bau yang tajam saat direbus dan tekstur yang mirip dengan calamari. Hal ini juga diutarakan oleh Steve Haruch, jurnalis Nashville Scene yang pernah menyantap usus babi. “Jika diolah dengan benar, (usus babi) bisa menggantikan calamari,” ujarnya.
Lebih lanjut, Calhoun menjelaskan lewat email kepada Huffington Post. “Kami sangat yakin bahwa praktik ini terjadi di industri daging Amerika, namun kami tidak dapat membuktikan ataupun menyanggah kepercayaan tersebut,” tulisnya.Karena itulah mereka berusaha membuat cerita tersebut lucu dan berfokus pada pertanyaan. Apakah usus babi goreng tepung memiliki rasa dan tekstur seperti calamari?
Menurut Oceana, lembaga pengawas konservasi laut, kecurangan pada bidang seafood terjadi dalam tingkat yang mengejutkan di daerah-daerah metropolitan di AS. Sebut saja di Miami (31%), New York City (39%), Boston (48%), dan Los Angeles (55%). Dikatakan bahwa penipuan ini bisa terjadi dalam rantai pasokan manapun, mulai dari fase pemrosesan dan pengemasan, distributor, hingga restoran itu sendiri. [KbrNet/Berita & Foto: detikFood/Bringislam.web.id ]
Read more...

Tragedi Ayu, Sistem Politik Demokrasi dan Khilafah

Tidak ada komentar
Oleh: Fikriyyah M (Lajnah Mashlahiyah Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)

Wafatnya Ayu pasien penderita leukemia di ruang ICU (Intensive Care Unit) Rumah Sakit Anak dan Bunda Harapan Kita, telah menarik perhatian berbagai media massa cetak maupun elektronika nasional.  Pasalnya peristiwa kematian bocah berusia 9 tahun ini dikaitkan dengan shooting salah satu sinetron yang tengah berlangsung di ruangan yang bersebelahan dengan tempat Ayu dirawat. Bahkan ada media yang mengabarkan shooting berlangsung di ruangan yang sedang merawat pasien yang membutuhkan penanganan serius itu, sehingga mengganggu proses perawatan dan kenyamanan pasien.
 

Buah Sistem Politik Demokrasi
Semua pihak sepakat, RS seharusnya mengedepankan pelayanan. Namun, hal sebaliknya yang terjadi pada peristiwa wafatnya Ayu, pihak rumah sakit lebih mengutamakan imbalan materi dari pada nyawa pasien.Yaitu dengan mengkomersialkan fasilitas layanan berupa penyewaan ruangan yang bersebelahan dan ruangan ICU sebagai tempat shooting sinetron yang sedang naik rating itu, dengan imbalan sejumlah rupiah dan fasilitas promosi RS.

Bila dicermati, berbagai bentuk komersialisasi layanan kesehatan, mulai dari  komersialisasi fasilitas ruang perawatan, peralatan medis, obat-obatan hingga jasa tenaga paramedis dan medis adalah hal yang umum terjadi saat ini. Yang bila ditelaah ini merupakan konsekuensi logis ketika kebijakan pengelolaan layanan publik (kesehatan) didasarkan paradigma liberal.  Rumah sakit-rumah sakit pemerintah sebagai BLU (Badan Layanan Umum)  harus “pandai-pandai” menghidupi dirinya, selain juga dituntut untuk memberikan masukan kepada Negara (pendapatan pemerintah bukan pajak sektor kesehatan).

Sementara itu kebijakan komersialisasi layanan publik kesehatan yang menyengsarakan itu tak dapat dipisahkan dari sistem politik yang saat ini diterapkan. Karena sistem politik demokrasi telah menjadikan kebijakan/aturan disandarkan kepada hawa nafsu dan keserakahan manusia. Pertimbangan dangkal yang bersumber dari ideologis sekuler bahwa dengan mengkomersialkan berbagai layanan publik akan membuat kualitas layanan lebih baik hanyalah menguntungkan korporasi kesehatan, sebaliknya menyisakan derita berkepanjangan bagi masyarakat.

Tidak saja itu, sistem politik demokrasi yang menjadikan jabatan dan kekuasaan sebagai ajang bisnis dan mengekspresikan keangkuhan manusia telah menumpulkan nurani penguasa dan aparatnya. Bagaimana tidak, sekalipun telah jelas bahwa komersialisasi layanan kesehatan telah membangkrut pasien dan menjauhkan pasien dari akses layanan kesehatan, disamping persoalan serius kualitas layanan, namun tidak ada tanda-tanda upaya pemerintah menghentikan kebijakan ini.

Adapun yang dilakukan pemerintah hanyalah menyediakan layanan kesehatan gratis dengan kualitas kelas III, seperti yang terlihat pada kebijakan Kartu Jakarta Sehat dan berbagai bentuk kebijakan kesehatan gratis lainnya. Sementara, sudah tidak perlu diperdebatkan lagi, layanan kelas III sungguh jauh dari sebutan layak, dan cenderung meremehkan martabat kemanusiaan. Bahkan beberapa penguasa di Negeri ini memberikan layanan tersebut sembari memejamkan matanya.  Karena bila mereka yang dirawat dengan pelayanan buruk itu, tentulah tidak akan pernah mau. Dimana empati dan nurani penguasa? Bukankah hakekat penguasa adalah pelayan masyarakat, dan pelindung masyarakat?

Selain itu, yang sungguh menyakitkan lagi adalah, di tengah-tengah arus penolakan masyarakat terhadap kebijakan Jaminan Kesehatan Sistem Jaminan Sosial Nasional, karena masyarakat pasti akan dibebani sejumlah iuran wajib namun diberikan layanan hanya kelas III, pemerintah tak bergeming, dan memastikan pada tahun 2014 nanti akan diterapkan JKSJSN. Bahkan pemerintah berkilah ini adalah bentuk saling tolong menolong di antara sesama. Yang pada saat bersamaan pemerintah terus melangkah dengan APBN yang gagal mengelola sumber daya alam yang berlimpah dan kewenangan yang carut marut antara pemerintah pusat dan daerah, dan antar departemen.

Akhirnya, kebijakan dan sikap penguasa yang tidak melayani dan tidak melindungi ini ini berimbas pada idealisme insan kesehatan dan pelayanan riil di tempat-tempat pelayanan kesehatan, tidak hanya yang dimiliki swasta namun juga milik pemerintah.  Insan kesehatan yang seharusnya berempati terhadap penderitaan pasien dan mengedepankan aspek pertolongan dari pada rupiah, bersikap sebaliknya.  Di samping itu, potensi distorsi idealisme ini telah ada akibat kurikulum pendidikan yang sekuler dan persoalan ekonomi yang kian membebani.


Khilafah Sistem Politik Yang Didedikasikan Melayani
Khilafah adalah sistem politik Islam yang dikepalai seorang Khalifah. Sistem politik Islam adalah satu-satunya sistem politik yang menerapkan sistem kehidupan Islam secara kaafah, seperti sistem ekonomi, pendidikan, pergaulan, pemerintahan dan sangsi .  Dimana hukum-hukum dan aturannya  hanyalah hukum dan aturan Allah swt, yang demikian karena Allah swt telah berfirman dalam QS Al Maidah:49, yang artinya, “Hendaklah kamu menghukumi di antara mereka berdasarkan apa-apa yang diturunkan Allah”; dan QS Al Maidah:44, artinya,”Barangsiapa yang tidak menetapkan hukumberdasarkan humum Allah maka mereka itulah orang-orang yang kafir”. Ini adalah prinsip pertama system politik Khilafah.

Adapun aturan Allah swt terkait dengan layanan kesehatan telah menjadikan layanan kesehatan sebagai kebutuhan pokok publik, terkait hal ini Rasulullah saw bersabda, yang artinya,” “Siapa saja yang ketika memasuki pagi hari mendapai keadaan aman kelompoknya, sehat badannya, memiliki bahan makanan untuk hari itu, maka seolah-olah dunia telah menjadi miliknya”. Pemerintah dengan alasan apapun tidak diperkenankan mengkomersialisasikan, termasuk segala hal yang mengantar pada keadaan ini, seperti membatasi kewenangan pemerintah sebatas regulator dan fasilitator saja. Bahkan pemerintah wajib menjamin pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan setiap individu masyarakat secara langsung dengan kualitas terbaik. Hal ini karena penguasa sejatinya adalah pelayan masyarakat, sebagaimana sabda Rasulullah saw yang artinya, ,”Imam (Khalifah) yang menjadi pemimpin manusia, adalah (laksana) penggembala.  Dan hanya dialah yang bertanggungjawab terhadap (urusan) rakyatnya.” (HR Al- Bukhari).

Prinsip kedua dari sistem politik Islam adalah kedaulatan ada di tangan syariat.  Hal ini menjadikan seluruh individu masyarakat baik penguasa maupun rakyat berada dalam ketaqwaan dan atmosfir ketaqwaan yang tinggi. Dimana penguasa menjalankan fungsi kekuasaan dengan ketundukan kepada syariat Allah swt, bukan dalam rangkah mengekspersikan keangkuhan, den hubussiyyadah (kecintaan pada kekuasaan), tetapi sebagai wujud ibadah kepada Allah swt dalam makna yang sesungguhnya. Allah swt berfirman, dalam QS AN Nisa:59, artinya,”Taatilah Allah dan Rasul-Nya dan ulil amri di antara kalian.  Apa bila kalian bertselisih pendapat tentang sesutau maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya.”  Sehingga akhirnya sikap amanah dan empati yang tinggi terhadap penderitaan masyarakat bernar-benar menjadi karakter penguasa.

Pemerintah dalam menjalankan fungsinya sebagai pelayan masyarakat, benar bersifat antisipatif terhadap segala hal yang akan membahayakan masyarakat, dari harta hingga jiwa.  Jadi tidak ditunggu dulu terjadi musibah, seperti peristiwa Ayu, baru kemudian menbuat aturan.

Prinsip ketiga, adalah kekuasaan berada di tangan rakyat. Karena Allah telah menyerahkan kekuasaan itu kepada orang-orang mukmin, dan kekuasaan itu diberikan dalam rangka melakukan ketaatan kepada Allah swt.  Allah swt berfirman dalam QS An Nur: 55, artinya,” Allah swt berjanji kepada orang-orang beriman di antara kalian dan beramal sholeh, bahwa Allah akan menjadikan mereka berkuasa di bumi”.  Rakyat yang bertaqwa dan tercerdasakan oleh Islam sebagai jalan hidup (cerdas politik), tidak akan memilih pemimpin dengan dasar nepotisme, atau pertimbangan dangkal lainnya.  Karena Rasulullah saw, artinya,” Jika suatu urusan diserahkan kepada bukan ahlinya, tunggulah saat kehancurannya.” (HR. Muslim).

Prinsip keempat, adalah hanya ada satu khalifah untuk umat Islam. Karena sistem pemerintahan Islam merupakan sistem kesatuan. Dengan model sistem seperti ini Khalifah memiliki kewenangan yang memadai untuk menjalankan fungsi dan tugas mulianya. Terakhir, bahwa hanya khalifahlah yang berhak melakukan legislasi hukum syara’.

Akhirnya secara keseluruhan prinsip-prinsip tersebut baik secara konsep maupun di tataran realitas telah menjadikan sistem politik Islam, Khilafah Islam sebagai sistem yang mendedikasikan dirinya sebagai pelayan dan pelindung masyarakat, bahkan seluruh alam.  Allahu A’lam.[]
Read more...

Manusia Hanya dapat Bertahan Hidup Maksimal Tiga Bulan

Tidak ada komentar
Berapa lama orang bisa bertahan hidup tanpa makanan? Peneliti mengatakan, orang dapat bertahan hidup sampai tiga bulan bila kelaparan, jika metabolisme tubuh mengubah cara kerjanya. Tapi jika orang tidak mampu mengubah metabolisme tubuh karena a.l. sakit infeksi, kematian terjadi lebih cepat.

Evolusi mempersiapkan manusia untuk fase tubuh bertahan hidup tanpa persediaan makanan yang mencukupi. Sampai dua bahkan tiga bulan seseorang dapat bertahan hidup tanpa makanan. Dengan syarat ia cukup minum dan sehat, demikian ujar Profesor Joachim Gardemann pada Fakultas Biologi Manusia dan Bantuan Humaniter pada Universitas Münster Jerman.

"Kelaparan bukanlah penyakit melainkan kemampuan tubuh manusia. Karena dari pandangan para pakar kesehatan, lapar adalah strategi bertahan hidup yang penting pada organisme manusia,” ujarnya dikutip, dw.de Selasa (25/12/2012).

Apa yang diketahui para ilmuwan tentang lapar sebagian besar berdasarkan eksperimen yang tidak lagi terbayangkan dapat dilakukan pada masa kini. Setiap komisi etika akan segera melarangnya.

Pertengahan tahun 1940-an ilmuwan Amerika Serikat Ancel Keys menyelidiki apa yang terjadi pada manusia jika lapar. 36 peserta uji coba selama tiga bulan hanya mengkonsumsi separuh kalori dari yang biasanya dibutuhkan. Target Key adalah setiap peserta uji coba selama tiga bulan tersebut kehilangan 25 persen berat badannya.

Terutama pengaruh psikis dari lapar berkepanjangan ditunjukkan secara jelas. Banyak pria menarik diri dan menjadi apatis. Rasa lapar menutupi minat lainnya, sehingga mereka hanya tertarik akan hal-hal yang berkaitan dengan makanan. Beberapa peserta bahkan bermimpi tentang kanibalisme.

Bila Kelaparan Otak Mengatur Strategi
Menurut Gardemann, yang berperan utama pada tubuh manusia saat merasa lapar adalah pusat rasa lapar di hypotalamus. Pusat metabolisme di otak menjadi aktif segera setelah tingkat kadar gula dalam darah menurun. Bagian otak ini terutama berfungsi mengaktifkan produksi hormon stress adrenalin, agar manusia melakukan segala cara untuk berhasil mencari makanan. Jika tidak ada makanan yang masuk, otak melakukan strategi kedua.

Agar dapat berfungsi, otak memerlukan zat gula yakni glukosa. Meskipun volume otak hanya meliputi dua persen berat tubuh manusia, otak memerlukan sekitar separuh dari kebutuhan glukosa seluruh tubuh. Jadi otak berusaha mengamankan seluruh persediaan glukosa bagi kebutuhannya. Tanpa insulin, glukosa tidak dapat sampai ke otot. Jadi otak memberi isyarat untuk menghentikan produksi insulin. Hasilnya otot tidak memperoleh insulin. Otak mengendalikan metabolisme sedemikian rupa agar otak itu sendiri dapat bertahan hidup.

Setiap organ tubuh pada saat kelaparan menurun beratnya sekitar 50 persen dari berat sebelumnya sampai akhirnya mati. Tapi tidak demikian halnya dengan otak. Ia hanya menurun beratnya dua sampai empat persen. Tidak heran jika otak menyimpan secara istimewa cadangan glukosa. Jika kurang makan berlangsung terus-menerus tubuh akan merambah protein untuk memproduksi energi. Tindakan ini juga merugikan otot-otot yang sebagian besar terdiri dari protein. Otot tidak lain adalah penyimpan protein. Mula-mula orang masih dapat mentolerir dengan berkurangnya volume otot.


Tubuh Menghemat Energi Bila Lapar
Setelah 8 sampai 10 hari tubuh akan mengubah metabolismenya ke apa yang disebut program penghematan energi. Aktivitas-aktivitas akan menurun ke tingkat terendah. Frekuensi jantung, tekanan darah dan suhu tubuh menurun.
Selain itu tubuh akan mengambil simpanan lemak. Untuk itu tubuh membangun asam lemak menjadi apa yang disebut keton atau senyawa lemak dalam tubuh. Keton ini adalah sumber energi paling penting dan membuat orang yang menderita kelaparan masih dapat bertahan hidup, karena keton adalah satu-satunya unsur yang masih dapat dikonsumsi otak selain glukosa.

Jika kelaparan berkepanjangan, makin banyak dampak negatif yang muncul. Fungsi penahan pada kulit melemah, demikian juga sistim kekebalan tubuh, penyakit makin mudah menyerang. Yang paling buruk bahwa tubuh juga mengubah otot-otot jantung perlahan-lahan menjadi makanan bagi otak. Demikian pula organ-organ tubuh penting lainnya, karena organ tubuh sebagian besar terdiri dari protein. Setelah beberapa waktu manusia tinggal tulang dan kulit. Anak-anak terlihat sama seperti orangtua. Orang meninggal karena organ tubuh gagal berfungsi. Sering kali jantung yang mula-mula berhenti berfungsi.

Menurutnya, orang hanya dapat bertahan hidup maksimal tiga bulan jika program metabolisme tubuh mengubah cara kerjanya seperti itu. Namun menurut Gardemann kasus yang terjadi tidak selalu demikian. Jika seseorang menderita malaria, AIDS atau penyakit lainnya, ia memiliki unsur pemicu peradangan dalam darah, sehingga pankreas tetap melepaskan insulin. Dan itu berarti metabolisme lapar tidak terjadi. Dampaknya dalam waktu singkat tubuh mengkonsumsi seluruh protein, tidak terbentuk keton sebagai pengirim energi, dan cadangan lemak tubuh tetap tidak terpakai. Dengan amat cepat seluruh protein yang dimiliki manusia untuk bertahan hidup tersedot seluruhnya untuk memenuhi kebutuhan glukosa otak. Anak kecil yang tidak mampu mengubah metabolisme tubuhnya karena sakit infeksi misalnya, dalam beberapa pekan sudah meninggal.*

hidayatullah
Read more...

Kampanye Amoral Via Kondom

Tidak ada komentar
U' islamposOleh : Mirawati Uniang, Penulis, tinggal di Sumatera Barat 
 
MENTERI Kesehatan Nafisah Mboy pernah menuai kritik pedas mengenai gagasannya untuk mengkampanyekan pemakaian kondom.  Hal tersebut  terjadi, sesaat setelah pelantikan dirinya sebagai Menkes pada Juni 2012 kamaren. Heboh dan mengundang polemik berbagai kalangan, akhirnya Nafsiyah mengklarifikasi bahwa ia tidak bermaksud mengkampanyekan kondom tapi menghimbau atau mendorong penggunaan kondom, terutama di kalangan terbatas (baca: seks beresiko). Muncul pertanyaan, apa sih bedanya, mendorong atau menghimbau dengan kampanye? Bukankah esensinya adalah sama, menyuruh/mengajak baik secara persuasif maupun represif agar orang menggunakan kondom?

Kampanye liberal ala menkes ini bergulir seperti bola panas. Sempat  menghilang, kini sepertinya gagasan tersebut akan diaplikasikan oleh masyarakat Bali.  Provinsi Bali mungkin menjadi daerah pertama yang akan menerapkan kampanye liberal kondom. Seperti dikutip dari laman Merdeka.com, Komisi Penanggulangan HIV/Aids Provinsi Bali, mendorong kesadaran kaum perempuan memakai kondom untuk mengurangi resiko terkena penyakit menular seksual.

Dikatakan Koordinator Layanan, Dukungan dan Pengobatan (CST) KPA Bali Prof Dr Tuti Parwati, di Denpasar baru-baru ini, bahwa perlu adanya kesadaran untuk memakai kondom khusus perempuan. Tuti menyebut kaum perempuan rentan tertular HIV/AIDS di tengah kondisi masyarakat yang seringkali tidak mengakui keberadaan lokalisasi, padahal sesungguhnya ada.

Kampanye kondom? Mendengarnya saja membuat kita prihatin. Inilah produk liberal kapitalis yang tersistematis, perlahan namun pasti akan merusak generasi muda kita. Bagaimana pun juga, meski Menkes Nafsiyah Mboi mengatakan, bahwa kampanye ditujukan untuk seks beresiko. Kenyataannya, seks beresiko itu meliputi semua kalangan, tak terkecuali remaja. Latar belakang kampanye kondom juga tak terlepas dari tingginya grafik aborsi yang dilakukan remaja di negeri ini. Kementerian Kesehatan mencatat 2 juta kasus aborsi setiap tahunnya. Sekali lagi, pelakunya kebanyakan adalah remaja dengan kasus kehamilan yang tak diinginkan.

Berkaca dari fakta tersebut, kepada siapa sebenarnya kampanye kondom tersebut ditujukan? Tak bisa disangkal lagi, yang menjadi target utama adalah para remaja yang notabene merupakan estafet penerus kepemimpinan negeri ini. Masih segar dalam ingatan kita, menyusupnya kondom dalam bingkisan/parcel valentine day bulan Februari lalu. Valentine day – sebuah budaya yuhudi kafir – yang diasosiasikan sebagai hari kasih sayang, bertukar kado dan melakukan hubungan badan (free sex) turut menjadi bagian dari gaya hidup remaja, termasuk generasi muda Islam. Kehidupan remaja yang semakin permisif semakin menjadi-jadi dengan adanya momen Valentine day’s yang seolah menjadi ajang “penghalalan” hubungan seks.

Masih di tahun 2012, Amerika Serikat yang  menjadi icon kebebasan tanpa batas juga dihebohkan dengan kabar kondom di sebuah sekolah mewah di Washington DC, tempat dimana putri Barack Obama bersekolah.Konon, Email sekolah tersebut dibajak kemudian dikirimkan ke seluruh orangtua murid yang isinya mengabarkan adanya voucher yang bisa ditukarkan dengan kondom pada acara akhir tahun sekolah.

Apapun alasannya, kampanye kondom yang digaungkan oleh Menkes Nafsiyah Mboy adalah sebuah program ngawur, tidak bermoral dan mencederai nilai-nilai luhur yang dianut bangsa ini, apalagi keluhuran ajaran Islam. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Isra’ ayat 32, yang artinya “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”

Perlahan tapi pasti, akses menuju kehancuran moral yang didahului dengan propaganda penggunaan kondom di kalangan terbatas, kian mendekati kenyataan. Lambat laun, free sex, sammen leven, kumpul kebo atau apapun namanya akan menjadi hal yang biasa di negeri ini. Orang tak perlu lagi merasa malu, risih atau terhina ketika mempertontonkan maksiat di depan publik. Tak perlu merasa cemas, takut atau khawatir akan tertular penyakit kelamin dan berganti-ganti pasangan, karena ada kondom sebagai benteng pertahanan. Para remaja juga merasa safety melakukan hubungan badan karena adanya kondom gratis dari pemerintah, tidak panik jika terjadi kehamilan di luar nikah dan lain sebagainya.

Anak-anak pun dari usia dini sudah diperkenalkan dengan yang namanya alat kontrasepsi alias kondom. Revolusi  teknologi yang maha dasyat pun turut memudahkan mereka mengakses berbagai informasi termasuk tontotan porno yang belum layak dikonsumsi seusia mereka. Entah apa jadinya negeri ini sepuluh atau tigapuluh tahun mendatang. Hari ini, ketika kampanye kondom terus digagas dan diupayakan, di saat yang bersamaan, kita pun disuguhi pemandangan para elit yang terlilit skandal asmara terlarang.

Sebagai penyelenggara negara, pemerintah justru berada di pihak yang melegalkan alias memberi peluang. Ini salah satu bentuk kegagalan pemerintah. Pemerintah bukan hanya melakukan pembiaran demi pembiaran berlangsungnya berbagai praktek asusila dan prostitusi di negeri ini, tapi ikut memfasilitasi. Tak tanggung-tanggung, tahun 2012 pemerintah menggelontorkan dana sebesar 25 miliyar rupiah untuk membeli kondom sebanyak 415 ribu gros. Kondom tersebut akan dibagikan secara gratis.  Sebuah ironi yang membuat kita tercengang. Dana yang sedemikian besar hanya dihambur-hamburkan untuk sebuah program yang jauh dari kata bermanfaat.

Dalih pemerintah untuk menyelamatkan mereka yang memiliki seks beresiko dengan pemberian kondom gratis, hanyalah akal-akalan semata. Jika pemerintah serius ingin membenahi moral generasi muda ini dari kehancuran, maka kampanye pemakaian kondom bukan jawabannya. Program itu hanya akan menjadi solusi instan dan temporary, menyelesaikan masalah di permukaan saja. Lalu menimbulkan masalah baru yang lebih kompleks. Entah, kalau negara ini akan dijadikan negara bar-bar tanpa aturan, sebuah negara sekuler-liberal. [] (IP)
Read more...

Awas, Bakso Berlabel Halal MUI Mengandung Babi

Tidak ada komentar


Petugas saat merazia bakso daging babi(liputan6.com)
JAKARTA: Suku Dinas (Sudin) Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat kembali melakukan sidak terhadap pedagang bakso satuan di Pasar Puri dan Pasar Kopro di Tomang Barat.
Dari kedua tempat tersebut, bakso dari tiga pedagang dinyatakan positif mengandung daging babi.
“Kegiatan tadi menindaklanjuti hasil laboraturium kemarin. Kita meyakinkan apakah benar positif. Lalu Kita ambil dua sampel di Pasar Puri ternyata positif,” kata Kepala Seksi (Kasie) Pengawasan dan Pengendalian Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat, Moris, kepada detikcom, Jumat (14/12/2012).
Menurut Moris, bakso yang mengandung babi itu ditemukan dalam sebuah kemasan yang sama. “Bakso yang mengandung babi itu bermerek Planeteria 56 yang diproduksi oleh PT Usaha Food, Tangerang, Banten. Dan terdapat tulisan Halal dari MUI di pojok kanan atas bungkus bakso,” ungkapnya.
Moris mengatakan, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) segera mendatangi pedagang untuk mendata dan menanyakan asal muasal bakso yang dijualnya. Setelah mendapatkan data, pedagang diminta datang ke Kantor Walikota untuk mendapatkan pembinaan agar tidak menjual bakso merek itu lagi.
“Besok kita sudah buat panggilan untuk pedagang yang terbukti menjual bakso mengandung babi untuk menghadap kita hari Senin ke kantor untuk diminta penjelasan. Lalu kita telusuri dapat dari mana bakso babi itu atau mereka ternyata buat sendiri,” ujarnya.
Moris melanjutkan, yang menjadi persoalan adalah daging sapi dicampur dengan daging babi, lalu dibentuk sebagai bakso. Lain halnya, jika dalam kemasan tertulis bahannya daging babi, publik dalam kondisi tahu itu mengandung babi.
“Ini kan menipu konsumen, melanggar UU Perlindungan konsumen. Harusnya polisi ikut turun tangan untuk proses hukum,” imbuhnya.
Seorang pedagang yang kedapatan menjual daging bakso oplosan mengaku tidak mengetahui bakso yang dia jual oplosan antara daging sapi dan babi. Alasannya, di kemasan bakso tertera label halal MUI.
Rencananya, petugas Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Barat akan terus menggelar razia serupa. Ini dilakukan untuk memutus mata rantai perdagangan daging bakso bercampur daging babi.
Diduga, pengoplosan ini terjadi karena harga daging sapi melonjak tinggi. (detiknews/ www.globalmuslim.web.id)
Read more...

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia Kritik Pidato Menkes Pada Hari Kesehatan Nasional (HKN)

Tidak ada komentar
Iffah Ainur Rochmah, Juru Bicara Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia menyampaikan catatan kritis atas pidato Menkes pada 12 November lalu.
 
HTI-PRess. Pidato Menteri Kesehatan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional  tanggal 12 November 2012 kemarin patut dicermati semua pihak.  Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-48  tersebut  memfokuskan pada pelayanan kesehatan ibu sebagai salah satu target MDGs yang belum tercapai. Tema yang diangkat adalah Indonesia Cinta Sehat dengan sub tema Ibu Selamat Anak Sehat, yang merupakan sasaran prioritas pembangunan kesehatan.  Ada 2  poin penting dalam pidato Nafsiah Mboi tersebut:
  1. Adanya kemajuan dalam  pelayanan kesehatan ibu dan anak, yang disebutnya telah meningkat secara bermakna dari 61,4 persen pada 2007 menjadi 87,4 persen pada 2011.
  2. Adanya  tantangan baru dunia kesehatan menghadapi penyakit-penyakit tidak menular dan penyakit akibat perubahan gaya hidup seperti stroke, diabetes,  gagal ginjal, jantung dan AIDS. Data Riskesdas 2010 menyebut penyakit-penyakit ini menjadi penyabab 59% kematian di Indonesia.
  3. Penegasan komitmen pemerintah untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang bermutu, diantaranya melalui perluasan jangkauan program   Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) dan  Jaminan Persalinan (Jampersal).
Menarik untuk menggaris bawahi pernyataan Mboi tentang bagaimana pemerintah merealisasikan komitmen menyediakan layanan kesehatan yang bermutu tersebut.  Saat ini pemerintah sedang serius menyiapkan pelaksanaan UU Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). SJSN di bidang kesehatan akan mulai diberlakukan tahun 2014, dan inilah yang dianggap sebagai jalan mewujudkan Jaminan Kesehatan Semesta.

Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia memberikan catatan kritis atas pidato Menkes di atas:
Kesehatan ibu dan anak –juga masyarakat pada umumnya– memang sudah selayaknya menjadi prioritas. Ibu dan anak adalah aset bangsa. Ibulah yang akan menjadi pendidik anak agar menjadi generasi berkualitas. Anak adalah generasi penerus yang masa depannya sangat dipengaruhi oleh bagaimana derajat  kesehatannya, khususnya saat usia dini. Karenanya merupakan tanggung jawab penuh pemerintah untuk menyediakan layanan kesehatan bermutu dan gratis.

Namun kondisi saat ini, akses terhadap layanan kesehatan makin tak terjangkau dengan biaya yang mahal akibat kapitalisasi di bidang kesehatan. Pada banyak aspek kesehatan, pemerintah memerankan diri sebagai operator layanan kesehatan. Pihak swasta bukan hanya melengkapi layanan kesehatan yang sudah disediakan oleh pemerintah. Perlahan tapi pasti swasta memiliki keterlibatan sangat signifikan bahkan dominan dalam layanan kesehatan. Inilah yang menjadi faktor penyebab kapitalisasi di bidang kesehatan. Layanan kesehatan bermutu hanya bisa dinikmati oleh kalangan berduit, sementara mayoritas masyarakat hidup dalam kemiskinan. Semestinya pemerintah menetapkan  kebijakan yang memudahkan dan memurahkan akses layanan kesehatan tanpa pandang bulu.

Pemberlakuan SJSN hanya  akan lebih membebani rakyat. Pasalnya, isinya bukanlah jaminan sosial yang akan diterima rakyat, melainkan kewajiban rakyat memiliki asuransi sosial. UU SJSN dan BPJS adalah bukti Pemerintah berlepas tangan terhadap kewajibannya mengurus rakyat. UU ini hanya akan menguntungkan investor /swasta dan semakin menyengsarakan rakyat.

Kesehatan merupakan salah satu subsistem dalam mencapai derajat kesejahteraan. Kesehatan hanya bisa diperoleh secara ideal jika masyarakat sejahtera. Karena itu mutlak harus disadari bahwa perbaikan sektor kesehatan, membutuhkan sistem komprehensif yang mendukung ke arah terwujudnya masyarakat sehat, yakni dengan penerapan sistem ekonomi, sistem pendidikan dan penanaman gaya hidup yang berkesesuaian.

Tentu bukan dengan mempertahankan sistem kapitalisme, yang justru menjauhkan masyarakat dari kesehatan dan kesejahteraan, melainkan sistem Islam- khilafah Islamiyah.

Dalam Islam,   jaminan kebutuhan dasar  yaitu jaminan pemenuhan kebutuhan pokok individu seperti sandang, pangan dan papan maupun kebutuhan pokok berupa  kesehatan, pendidikan dan juga keamanan menjadi tanggung jawab Negara.  Secara praktis, hal ini telah dilaksanakan oleh Nabi Muhammad SAW dan para khalifah sesudahnya. Bukan hanya ketika masih hidup, setelah seseorang meninggalpun jaminan itu masih berlaku. Nabi SAW bersabda :
«فَأَيُّمَا مُؤْمِنٍ مَاتَ وَتَرَكَ مَالاً فَلْيَرِثْهُ ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْضَيَاعًا فَلْيَأْتِنِي فَأَنَا مَوْلاَهُ»
Barang siapa yang mati dan meninggalkan harta maka harta tersebut untuk ahli warisnya akan tetapi barang siapa yang mati dan dia  meninggalkan utang atau orang-orang lemah maka datanglah kepadaku karena  akulah yang bertanggungjawab untuk mengurus.

hizbut-tahrir
Read more...

Category

Popular Posts

facebook